Claim Missing Document
Check
Articles

A Development of Biodiversity Module Based on Socioscientific Issues and Local Potential for Department Students of IKIP PGRI Pontianak Eka Trisianawati; Ivan Eldes Dafrita; Handi Darmawan
Indonesian Journal of Biology Education Vol 2, No 2 (2019): Indonesian Journal of Biology Education
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.126 KB) | DOI: 10.31002/ijobe.v2i2.2005

Abstract

This study aims to investigate: (1) The feasibility of biodiversity module based on Socioscientific issues and local potential according to the expert of material and the expert of media; (2) The students learning outcomes or achievements after using the biodiversity module based on Socioscientific issues and local potential. The method used in this study is a research and development (R & D) method with Hannafin and Peck's model. The subject of this study is the third-semester students of Mathematics Education Department of IKIP PGRI Pontianak who take the General Biology lesson in the academic year 2018/2019 that consist of one class, namely Class A Afternoon. The technique of collecting data used in this study is an indirect communication technique with the data collection tool in the form of a validation questionnaire and a test to gain the data of students learning achievement. The result of this study are: (1) The biodiversity module based on Socioscientific issues and local potential that is developed and worthy to be used with the indexed percentage of 75.91%; (2) Students learning achievement after using the biodiversity module based on Socioscientific issues and local potential that is developed is increasing with the normalized gain value of 0.6 that belongs to the medium category.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT PADA MATERI KALOR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 EMBALOH HULU KEC. EMBALOH HULU KABUPATEN KAPUAS HULU Agustina Friastuti haryanti; Handy Darmawan; Eka Trisianawati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v3i2.1982

Abstract

Pelajaran IPA (Fisika) kurang disukai oleh siswa karena dianggap sulit apalagi berhubungan dengan hitung-menghitung sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA rendah. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Bentuk penelitian yang digunakan Quasi Experimental Design dengan rancangan penelitian Non-Equivalen group posstest only. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas VII yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VII A dan VII B dengan jumlah siswa yang sama yaitu 30 siswa. Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan cluster random sampling. Analisis deskripsi data posstest dengan menggunakan uji statistik inferensial, sedangkan untuk menganalisis data untuk uji normalitas data menggunakan uji Liliefors, uji homogenitas menggunakan uji F dengan membandingkan varians terkecil dan varians terbesar, dan uji hipotesis menggunakan uji polled varians. Berdasarkan pengolahan dan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa secara umum dapat ditarik kesimpulan dengan menerapkan model pembelajaran sains teknologi dan masyarakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan menggunakan model pembelajaran konvesional.
ANALISIS KELENGKAPAN ALAT DAN BAHAN LABORATORIUM IPA SEKOLAH DI KOTA PONTIANAK Eka Trisianawati; Ita Ita; Kristiana Fitria
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v3i2.2245

Abstract

Mewujudkan revolusi industri 4.0 di era milenial ini, kesiapan laboratorium sekolah untuk melakukan praktikum terutama pada kelengkapan alat dan bahan laboratorium IPA perlu diperhatikan untuk mendukung proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan laboratorium terutama dalam hal kelengkapan alat dan bahan yang ada di laboratorium IPA Sekolah Menengah Pertama di kota Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara observasi pada Sekolah Menengah Pertama yang ada di kota Pontianak melalui wawancara terstruktur, dan dokumentasi alat dan bahan serta dokumentasi ruangan Laboratorium IPA yang kemudian dianalisis. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini berdasarkan persentase kelengkapan alat dan bahan laboratorium IPA Sekolah Menengah Pertama yang berada di kota Pontianak dapat diketahui bahwa laboratorium SMP BRUDER Pontianak memiliki jumlah  total alat dan bahan dengan rata- rata persentase  kesiapan laboratorium 83,3% dengan kategori siap, SMP N 05 Pontianak memiliki total alat dan bahan dengan rata-rata persentase kesiapan laboratorium 100% dengan kategori siap, dan SMP N 08 Pontianak memiliki total alat dan bahan dengan rata-rata persentase kesiapan laboratorium 62.5% dengan kategori cukup siap.Kata kunci : Laboratorium IPA, alat dan bahan, Kota Pontianak. 
pengembangan bahan ajar fisika berbasis buku fabel berkarakter pada materi gerak lurus beraturan Deti Novianti Wulandari; Anita Anita; Eka Trisianawati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) mengembangkan dan menilai kelayakan ahli media dan ahli materi dari bahan ajar berbasis buku fabel berkarakter pada materi gerak lurus beraturan, dan (2) respon siswa yang baik terhadap bahan ajar fisika berbasis buku fabel berkarakter. Jenis penelitian adalah penelitian Research Development (RD) dengan mengacu pada model 4D. subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas  MTs Nurul Islam Pontianak dengan jumlah 40 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data ahli materi, data ahli media dan respon siswa. Instrumen pengumpulan data berupa angket validasi ahli materi, angket ahli media dan angket respon siswa. Data yang diperoleh dari angket dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif, data kualitatif berupa komentar dan saran yang ada pada lembar angket validasi ahli sedangkan data kuantitatif berupa angka-angka yaitu 4,3,2, dan 1 berdasarkan skala likert yang kemudian dirata-rata. Hasil uii coba terbatas yang dilakukan, diperoleh bahwa : (1) Kualitas bahan ajar berbasis buku fabel berdasarkan ahli materi mendapatkan kriteria sangat layak, dengan skor rata – rata 82%, Sedangkan berdasarkan ahli media mendapatkan kriteria sangat layak dengan rata-rata skor 86% yang menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis buku fabel pada materi gerak lurus beraturan yang dikembangkan sudah memenuhi syarat dan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar, (2) hasil uji coba lapangan terhadap bahan ajar fisika berbasis buku fabel pada materi gerak lurus beraturan dengan menyebarkan angket respon siswa. Adapun rata-rata skor persentase yang diperoleh bahan ajar berbasis buku fabel ini adalah sebesar 80% yang berarti kriteria interpretasi respon siswa termasuk dalam kriteria setuju.Kata Kunci : Bahan Ajar, Buku Fabel, Berkarakter, Gerak Lurus Beraturan.
IDENTIFKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHANNYA DI KELAS VII SMP NEGERI 5 SUNGAI KAKAP Nofani Sholy Safitri; Tomo Djudin; Eka Trisianawati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v3i1.1508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi siswa pada materi kalor dan perpindahannya di kelas VII SMP Negeri 5 Sungai Kakap. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Sungai Kakap yang terdiri dari 30 siswa dari 119 target populasi yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling (acak). Alat pengumpul data berupa Tes diagnostik 10 soal pilihan ganda dengan 3 alternatif jawaban disertai alasan terbuka. Dari enam konsep yang diungkap miskonsepsinya, soal nomor 1,2,3,4,7,8,9 dan 10 mengalami miskonsepsi sebesar 100%. kecuali untuk konsep soal nomor 5 tentang pengaruh kalor jenis terhadap kalor siswa mengalami miskonsepsi sebesar 83% dan untuk soal nomor 6 tentang menjelaskan peristiwa Asas Black siswa mengalami miskonsepsi sebesar 97%. Ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan proporsi miskonsepsi antara siswa laki-laki dan perempuan pada materi kalor dan perpindahannya.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MEREMEDIASI HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI PADA MATERI MOMENTUM nopi intarti; Dwi Fajar Saputri; Eka Trisianawati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA)
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v3i1.1581

Abstract

Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mendapatkan informasi secara objektif mengenai pengaruh setelah diterapkan metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada materi momentum di SMA Negeri 1 Sungai Laur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Bentuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk Pre-experimental Design dan rancangan yang digunakan dalam peenelitian ini adalah One group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 1. Teknik pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengukuran. Adapun alat pengumpul data pada penelitian ini adalah tes. Teknik analisis data dalam penelitian menggunakan uji t. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Rata-rata hasil belajar siswa sebelum diterapkan metode eksperimen pada materi momentum di SMA Negeri 1 Sungai Laur adalah 55,62 berdasarkan kriteria nilai yang telah ditentukan tergolong kurang; (2) Rata-rata hasil belajar siswa setelah diterapkan metode eksperimen pada materi momentum di SMA Negeri 1 Sungai Laur adalah 70,62 berdasarkan kriteria nilai yang telah ditentukan tergolong baik; (3) Terdapat pengaruh penerapan metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada materi momentum di SMA Negeri 1 Sungai Laur; (4) Besar pengaruh penerapan metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas XI pada materi momentum di SMA Negeri 1 Sungai Laur adalah sebesar 0,756 dengan kriteria tinggi.
IMPLEMENTASI ELEARNING PADA MATA KULIAH FISIKA LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA Anita Anita; Eka Trisianawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 5 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.49 KB) | DOI: 10.21009/0305010401

Abstract

This study aims to determine how the implementation of elearning learning to critical thinking skills and independent learning on environmental physics. This research is descriptive research. Subjects in this study were students in environmental physics at IKIP PGRI Pontianak in 2015/2016. The techniques used in this study is documentation techniques, indirect communication, and measurement techniques. The result showed that the planning Elearning based APKG I is in excellent condition with a value of 3.25. Implementation of eLearning based APKG II is in excellent condition with a value of 3.40. Elearning evaluation based APKG II classified angat well with the value of 3.40. Critical thinking ability of students is low with an average value of 51.00. A total of 11 students have the ability to think critically low of 18 students. Student learning independence quite well with the percentage of positive answers and negative answers 72.78% 27.22%. Keywords: implementation, enviromental physics, e-learning, critical thiking skills, independent learning.
The ability of critical thinking and problem solving prospective biology teacher to solve biological Olympiad questions Eka Trisianawati; Tesa Manisa
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.15004

Abstract

It takes careful preparation to answer questions with a high difficulty level regarding the trainers' readiness and the student's readiness in the Biology Olympiad Coaching elective course. Critical thinking skills and problem-solving are needed in solving these Olympiad questions. This study aims to analyse biology teacher candidates' critical thinking skills and problem-solving in solving biology Olympiad questions. This study used a quasi-experimental method using the Reading, Questioning, and Answering (RQA) learning model. The dependent variable to be measured is the ability to think critically and solve problems for prospective Biology teacher students. This research was carried out in the even semester of the 2021/2022 academic year in two classes in the Biology Olympiad Development course at IKIP PGRI Pontianak. The research sample was taken in a saturated manner. Before being given to students, all questions were validated by experts and then continued with the research implementation to obtain data. The normality and homogeneity of research data were then tested. Finally, the research hypothesis was tested using one-way ANCOVA. The study results show that the RQA learning model can empower critical thinking skills and solve problems for prospective teacher students. The RQA learning model can be an effective solution to deal with the advancement of 21st century education.Abstrak Dibutuh persiapan yang matang untuk menjawab soal dengan tingkat kesulitan yang tinggi, baik dari segi kesiapan pelatih maupun kesiapan siswanya pada mata kuliah pilihan Pembinaan Olimpiade Biologi. Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah diperlukan dalam penyelesaian soal olimpiade ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mahasiswa calon guru biologi dalam menyelesaikan soal olimpiade biologi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen menggunakan model pembelajaran Reading, Questioning, and Answering (RQA). Variabel terikat yang akan diukur yakni kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mahahsiswa calon guru Biologi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 di dua kelas pada mata kuliah Pembinaan Olimpiade Biologi IKIP PGRI Pontianak. Sampel penelitian diambil secara jenuh. Sebelum diberikan kepada siswa, seluruh soal telah divalidasi oleh ahli kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan penelitian hingga didapatlah data penelitian. Data penelitian kemudian diuji normalitas dan homogenitasnya dan yang terakhir diuji hipotesis penelitian menggunakan one way ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan jika model pembelajaran RQA dapat memberdayakan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah mahasiswa calon guru. Model pembelajaran RQA dapat menjadi salah satu solusi yang efektif untuk menghadapi kemajuan pendidikan abad 21.
Pelatihan Pemanfaatan Hidroponik Atraktif bagi PKK Desa Wajok Hilir Kabupaten Mempawah Nawawi Nawawi; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Mustika Sari; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7293

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap sayuran yang berkualitas dan aman semakin meningkat. Salah satu terobosan baru bagi pemenuhan pola hidup sehat dari pemenuhan kebutuhan makanan sehat adalah optimalisasi sayuran dengan memanfaatkan teknologi hidroponik. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Warga Desa Wajok Hilir mempunyai keinginan untuk membuat hidroponik di rumahnya. Akan tetapi warga masyarakat memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan warga dalam budidaya sayuran secara hidroponik. Maka permasalahan yang dialami mitra yaitu; 1) Masih Kurangnya pengetahuan mitra tentang intensifikasi pemanfaatan hidroponik sebagai alternatif budidaya tanaman di pekarangan rumah; 2) Kurangnya pengetahuan tentang konsep dasar hidroponik; 3) Kurangnya keterampilan mitra dalam pengolahan pasca panen dari budidaya sayuran dengan sistem hidroponik. Adapun metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pelatihan hidroponik. Sehingga tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya hidroponik bagi PKK desa Wajok Hilir. Kegiatan dilaksanakan selama bulan Juni hingga Juli pada Tahun 2022, dimana pada tahap pertama dilakukan analisa situasi dan kebutuhan mitra, selanjutnya pada tahap kedua dilakukan pelatihan pengenalan hidroponik melalui pelatihan dengan materi: pengenalan hidroponik, pembuatan instalasi hidroponik sederhana di rumah, penanaman bibit sayuran organik, pembuatan nutrient, dan pengolahan pasca panen hasil tanaman hidroponik. Setelah pelaksanaan pengabdian di desa Wajok hilir, ibu-ibu PKK mengalami peningkatan pengetahuan tentang cara pembudidayaan hidroponik. Selain itu, masyarakat telah mampu mengoptimalkan lahan pekarangan rumah secara optimal melalui budidaya hidroponik. Public awareness of quality and safe vegetables is increasing. One of the breakthroughs for fulfilling a healthy lifestyle from fulfilling the need for healthy food is optimizing vegetables by utilizing hydroponic technology. Family Welfare Development (PKK) The Wajok Hilir Village residents desire to make hydroponics in their warehouses. However, community members have limited knowledge and skills in hydroponic vegetable cultivation. Then the problems experienced by partners are; 1) There is still a lack of partner knowledge about intensifying the use of hydroponics as an alternative to cultivating plants in the yard of the house; 2) Lack of knowledge about the basic concepts of hydroponics; 3) Lack of partner skills in post-harvest processing of vegetable cultivation with a hydroponic system. The service method used is to carry out hydroponic training. So that the purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge and skills of hydroponic cultivation for PKK in Wajok Hilir village. Activities carried out from June to July 2022, wherein the first stage, an analysis of the situation and needs of partners, is carried out. In the second stage, an introduction to hydroponics training is carried out through training with material: introduction to hydroponics, making simple hydroponic installations at home, caring for organic vegetable seeds, manufacturing nutrients, and post-harvest processing of hydroponic crops. After carrying out the service in the downstream Wajok village, PKK women experienced increased knowledge about cultivating hydroponics. In addition, the community has optimally optimised their home yards through hydroponic cultivation. 
PELATIHAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBUATAN BIOPLASTIK RESIN SEBAGAI WUJUD KREATIVITAS BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA SISWA SMA Mustika Sari; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa; Novi Nurmayanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i10.869

Abstract

SMA Negeri 3 Sungai Raya berdasarkan nilai akreditasi sekolah masih berada pada akreditasi C dan perlu adanya upaya untuk meningkatkan standar mutu pendidikan di sekolah tersebut salah satunya dengan meningkatkan kapasitas siswa disekolah. Keanekaragaman biodidiversitas dilingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran biologi dan model laboratorium . Pemanfaatan potensi alam sekitar sekolah dilakukan secara optimal sehingga siswa belum terampil dan kreatif dalam mengembangkan potensinya. Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada sekolah mitra maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan kapasitas diri siswa melalui pengenalan dan pemanfaatan potensi sumber daya yang berwawasan lingkungan sebagai sumber belajar dengan melakukan kegiatan pelatihan pemanfaatan potensi alam melalui bioplastik. Berdasarkan hasil kegiatan PKM maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sejalan dengan road map pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yaitu pelatihan pengembangan minat, bakat, dan pembentukan karakter, soft skill dan hard skill siswa dalam pembelajaran di sekolah. Berdasarkan analisis angket respon kegiatan maka indikator ketercapaian kegiatan yang ditentukan telah terpenuhi, yaitu: Ada peningkatan pemahaman peserta pelatihan tentang teknik pembuatan bioplastik dari resin Adanya peningkatan keterampilan peserta pelatihan dalam memanfaatkan keanekaragaman flora dan fauna dilingkungan sekitar sebagai bahan belajar dan produk wirausaha dalam bentuk bioplastik resin.