Claim Missing Document
Check
Articles

The ability of critical thinking and problem solving prospective biology teacher to solve biological Olympiad questions Eka Trisianawati; Tesa Manisa
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 5, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v5i1.15004

Abstract

It takes careful preparation to answer questions with a high difficulty level regarding the trainers' readiness and the student's readiness in the Biology Olympiad Coaching elective course. Critical thinking skills and problem-solving are needed in solving these Olympiad questions. This study aims to analyse biology teacher candidates' critical thinking skills and problem-solving in solving biology Olympiad questions. This study used a quasi-experimental method using the Reading, Questioning, and Answering (RQA) learning model. The dependent variable to be measured is the ability to think critically and solve problems for prospective Biology teacher students. This research was carried out in the even semester of the 2021/2022 academic year in two classes in the Biology Olympiad Development course at IKIP PGRI Pontianak. The research sample was taken in a saturated manner. Before being given to students, all questions were validated by experts and then continued with the research implementation to obtain data. The normality and homogeneity of research data were then tested. Finally, the research hypothesis was tested using one-way ANCOVA. The study results show that the RQA learning model can empower critical thinking skills and solve problems for prospective teacher students. The RQA learning model can be an effective solution to deal with the advancement of 21st century education.Abstrak Dibutuh persiapan yang matang untuk menjawab soal dengan tingkat kesulitan yang tinggi, baik dari segi kesiapan pelatih maupun kesiapan siswanya pada mata kuliah pilihan Pembinaan Olimpiade Biologi. Kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah diperlukan dalam penyelesaian soal olimpiade ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mahasiswa calon guru biologi dalam menyelesaikan soal olimpiade biologi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen menggunakan model pembelajaran Reading, Questioning, and Answering (RQA). Variabel terikat yang akan diukur yakni kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah mahahsiswa calon guru Biologi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 di dua kelas pada mata kuliah Pembinaan Olimpiade Biologi IKIP PGRI Pontianak. Sampel penelitian diambil secara jenuh. Sebelum diberikan kepada siswa, seluruh soal telah divalidasi oleh ahli kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan penelitian hingga didapatlah data penelitian. Data penelitian kemudian diuji normalitas dan homogenitasnya dan yang terakhir diuji hipotesis penelitian menggunakan one way ANCOVA. Hasil penelitian menunjukkan jika model pembelajaran RQA dapat memberdayakan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah mahasiswa calon guru. Model pembelajaran RQA dapat menjadi salah satu solusi yang efektif untuk menghadapi kemajuan pendidikan abad 21.
Pelatihan Pemanfaatan Hidroponik Atraktif bagi PKK Desa Wajok Hilir Kabupaten Mempawah Nawawi Nawawi; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Mustika Sari; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7293

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap sayuran yang berkualitas dan aman semakin meningkat. Salah satu terobosan baru bagi pemenuhan pola hidup sehat dari pemenuhan kebutuhan makanan sehat adalah optimalisasi sayuran dengan memanfaatkan teknologi hidroponik. Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Warga Desa Wajok Hilir mempunyai keinginan untuk membuat hidroponik di rumahnya. Akan tetapi warga masyarakat memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan warga dalam budidaya sayuran secara hidroponik. Maka permasalahan yang dialami mitra yaitu; 1) Masih Kurangnya pengetahuan mitra tentang intensifikasi pemanfaatan hidroponik sebagai alternatif budidaya tanaman di pekarangan rumah; 2) Kurangnya pengetahuan tentang konsep dasar hidroponik; 3) Kurangnya keterampilan mitra dalam pengolahan pasca panen dari budidaya sayuran dengan sistem hidroponik. Adapun metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pelatihan hidroponik. Sehingga tujuan dari kegiatan Pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya hidroponik bagi PKK desa Wajok Hilir. Kegiatan dilaksanakan selama bulan Juni hingga Juli pada Tahun 2022, dimana pada tahap pertama dilakukan analisa situasi dan kebutuhan mitra, selanjutnya pada tahap kedua dilakukan pelatihan pengenalan hidroponik melalui pelatihan dengan materi: pengenalan hidroponik, pembuatan instalasi hidroponik sederhana di rumah, penanaman bibit sayuran organik, pembuatan nutrient, dan pengolahan pasca panen hasil tanaman hidroponik. Setelah pelaksanaan pengabdian di desa Wajok hilir, ibu-ibu PKK mengalami peningkatan pengetahuan tentang cara pembudidayaan hidroponik. Selain itu, masyarakat telah mampu mengoptimalkan lahan pekarangan rumah secara optimal melalui budidaya hidroponik. Public awareness of quality and safe vegetables is increasing. One of the breakthroughs for fulfilling a healthy lifestyle from fulfilling the need for healthy food is optimizing vegetables by utilizing hydroponic technology. Family Welfare Development (PKK) The Wajok Hilir Village residents desire to make hydroponics in their warehouses. However, community members have limited knowledge and skills in hydroponic vegetable cultivation. Then the problems experienced by partners are; 1) There is still a lack of partner knowledge about intensifying the use of hydroponics as an alternative to cultivating plants in the yard of the house; 2) Lack of knowledge about the basic concepts of hydroponics; 3) Lack of partner skills in post-harvest processing of vegetable cultivation with a hydroponic system. The service method used is to carry out hydroponic training. So that the purpose of this Community Service activity is to increase the knowledge and skills of hydroponic cultivation for PKK in Wajok Hilir village. Activities carried out from June to July 2022, wherein the first stage, an analysis of the situation and needs of partners, is carried out. In the second stage, an introduction to hydroponics training is carried out through training with material: introduction to hydroponics, making simple hydroponic installations at home, caring for organic vegetable seeds, manufacturing nutrients, and post-harvest processing of hydroponic crops. After carrying out the service in the downstream Wajok village, PKK women experienced increased knowledge about cultivating hydroponics. In addition, the community has optimally optimised their home yards through hydroponic cultivation. 
PELATIHAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBUATAN BIOPLASTIK RESIN SEBAGAI WUJUD KREATIVITAS BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA SISWA SMA Mustika Sari; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa; Novi Nurmayanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i10.869

Abstract

SMA Negeri 3 Sungai Raya berdasarkan nilai akreditasi sekolah masih berada pada akreditasi C dan perlu adanya upaya untuk meningkatkan standar mutu pendidikan di sekolah tersebut salah satunya dengan meningkatkan kapasitas siswa disekolah. Keanekaragaman biodidiversitas dilingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran biologi dan model laboratorium . Pemanfaatan potensi alam sekitar sekolah dilakukan secara optimal sehingga siswa belum terampil dan kreatif dalam mengembangkan potensinya. Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada sekolah mitra maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan kapasitas diri siswa melalui pengenalan dan pemanfaatan potensi sumber daya yang berwawasan lingkungan sebagai sumber belajar dengan melakukan kegiatan pelatihan pemanfaatan potensi alam melalui bioplastik. Berdasarkan hasil kegiatan PKM maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sejalan dengan road map pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yaitu pelatihan pengembangan minat, bakat, dan pembentukan karakter, soft skill dan hard skill siswa dalam pembelajaran di sekolah. Berdasarkan analisis angket respon kegiatan maka indikator ketercapaian kegiatan yang ditentukan telah terpenuhi, yaitu: Ada peningkatan pemahaman peserta pelatihan tentang teknik pembuatan bioplastik dari resin Adanya peningkatan keterampilan peserta pelatihan dalam memanfaatkan keanekaragaman flora dan fauna dilingkungan sekitar sebagai bahan belajar dan produk wirausaha dalam bentuk bioplastik resin.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC TERHADAP LITERASI DIGITAL SISWA PADA SUB MATERI ZAT ADITIF KELAS VIII MTS. ISLAMIYAH PONTIANAK Roki Desandi; Eka Trisianawati; Ira Nofita Sari
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v6i1.6438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, keefektifan, dan tingkat literasi digital siswa setelah menggunakan media pembelajaran E-Comic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Desing, Development, Implementation, Evaluaition). Teknik yang digunakan teknik komunikasi tidak langsung dan pengukuran. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar validasi, angket, dan tes. Sampel dalam penelitian diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu seluruh populasi siswa kelas VIII MTs Islamiyah Pontianak. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kevalidan, kepraktisan, keefektifan, dan analisis data tingkat literasi digital siswa dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) hasil perhitungan tingkat kevalidan produk yang dianalisis dengan dua instrument yaitu lembar validasi media dan materi, pada instrumen media diperoleh rata-rata 95% dengan kriteria sangat valid dan instrument materi diperoleh rata-rata 86% dengan ktiteria sangat valid. 2) hasil perhitungan tingkat kepraktisan produk diperoleh hasil rata-rata 93,41% dengan kriteria sangat praktis. 3) hasil perhitungan tingkat keefektifan didapatkan hasil persentase ketutantasan siswa 100% dengan kriteria sangat efektif. 4) hasil perhitungan tingkat literasi digital siswa diperoleh hasil rata-rata 92,2% dengan kriteria sangat baik.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Lilin Aromatherapi Untuk Melatih Biointerprenuership Siswa SMAN 1 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Herditiya Herditiya; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Mustika Sari; Novi Nurmayanti; Tesa Manisa
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.866

Abstract

SMA Negeri 1 Sungai Kakap terletak di Kabupaten Kubu Raya. SMA Negeri 1 Sungai Sungai Kakap telah menjalankan proses pendidikan dan pengajaran dengan baik. Namun, dalam pembelajaran terutama di mata pelajaran IPA, belum optimal memanfaatkan potensi limbah rumah tangga sekitar sebagai sumber belajar. Guru belum mampu merancang sebuah pembelajaran yang dapat meningkatkan kewirausahaan siswa sehingga siswa belum mengetahui pentingnya untuk belajar tentang kewirausahaan. Salah satu bahan tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan kembali adalah minyak jelantah, yaitu minyak bekas menggoreng yang bisa didapat dari limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga berupa minyak jelantah tersebut dapat diolah mejadi lilin aromatherapi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar khususnya menumbuhkan minat belajar kewirausahaan bagi siswa. Pembuatan lilin aromatherapi untuk melatih biointerprenuership siswa merupakan salah satu cara untuk memberikan pengalaman tentang kewirausahaan secara langsung kepada siswa di sekolah. Pengalaman-pengalaman tentang kewirausahaan perlu dilatih sedini mungkin terutama di lingkungan sekolah sehingga kedepannya siswa dapat membuka peluang usaha yang kreatif dan inovatif dalam pengolahan minyak jelantah untuk meningkatkan ekonomi dan kesadaran kebersihan, kesehatan lingkungan dan bahaya pengunaan minyak goreng secara berulang. Kegiatan yang dilakukan dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan di hari pertama yakni pemberian materi mengenai dasar pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Hari kedua yakni praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah beserta evaluasi kegiatan dengan pemberian angket kepada peserta. Hasil yang diperoleh berupa lilin aromaterapi dengan berbagai bentuk, aroma, serta warna yang menarik. Hasil analisis angket menunjukkan jika kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dengan perolehan skor sebesar 3,6.
PELATIHAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBUATAN BIOPLASTIK RESIN SEBAGAI WUJUD KREATIVITAS BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA SISWA SMA Mustika Sari; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa; Novi Nurmayanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i10.869

Abstract

SMA Negeri 3 Sungai Raya berdasarkan nilai akreditasi sekolah masih berada pada akreditasi C dan perlu adanya upaya untuk meningkatkan standar mutu pendidikan di sekolah tersebut salah satunya dengan meningkatkan kapasitas siswa disekolah. Keanekaragaman biodidiversitas dilingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran biologi dan model laboratorium . Pemanfaatan potensi alam sekitar sekolah dilakukan secara optimal sehingga siswa belum terampil dan kreatif dalam mengembangkan potensinya. Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada sekolah mitra maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan kapasitas diri siswa melalui pengenalan dan pemanfaatan potensi sumber daya yang berwawasan lingkungan sebagai sumber belajar dengan melakukan kegiatan pelatihan pemanfaatan potensi alam melalui bioplastik. Berdasarkan hasil kegiatan PKM maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sejalan dengan road map pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yaitu pelatihan pengembangan minat, bakat, dan pembentukan karakter, soft skill dan hard skill siswa dalam pembelajaran di sekolah. Berdasarkan analisis angket respon kegiatan maka indikator ketercapaian kegiatan yang ditentukan telah terpenuhi, yaitu: Ada peningkatan pemahaman peserta pelatihan tentang teknik pembuatan bioplastik dari resin Adanya peningkatan keterampilan peserta pelatihan dalam memanfaatkan keanekaragaman flora dan fauna dilingkungan sekitar sebagai bahan belajar dan produk wirausaha dalam bentuk bioplastik resin.
PENERAPAN MODEL GENERATIVE MULTI-REPRESENTASION LEARNING BERBANTUAN MODUL TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN PADA MATERI CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 13 PONTIANAK Felisitas, Anselma; Sari, Ira Novita; Trisianawati, Eka
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan MIPA & Teknologi, Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v7i1.6538

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa pada kelas eksperimen setelah terapkan model generative multi-representation learning berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak. 2) Untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa pada kelas kontrol setelah terapkan model pembelajaran demonstrasi/ceramah berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak. 3) Untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa mana yang lebih baik antara kelas eksperimen lebih baik daripada siswa kelas kontrol.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan dengan bentuk quasi experimental designs. Penelitian ini menggunakan rancangan Posttest Only Kontrol Group  Designs. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak berjumlah 32 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) kemampuan penalaran siswa pada kelas eksperimen setelah terapkan model generative multi-representation learning berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak adalah dengan rerata sebesar 98,66 dengan kategori sangat baik; 2) kemampuan penalaran siswa pada kelas kontrol setelah terapkan model ceramah berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak dengan rerata sebesar 88,33 dengan kategori sangat baik; 3) terdapat perbedaan signifikan kemampuan penalaran setelah diberikan model pembelajaran generative multi-representation  learning berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak terhadap kemampuan penalaran siswa.
A Pengembangan Soal Berbasis Problem Based Learning (PBL) Sebagai Pengukur Kemampuan Berpikir Kritis dan Analitis Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia di SMPN 7 Mempawah Hulu Sari, Mustika; Nova Cantika; Eka Trisianawati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan MIPA & Teknologi, Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v7i1.6636

Abstract

This study aims to develop Problem Based Learning (PBL) based questions to measure students critical and analytical thinking skills that are valid, practical, and effective. This research method uses research and development (Research and Development) with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Indirect communication, and measurement data collection techniques. Data collection tools used validation sheets, questionnaires and tests. The research subjects were class IX SMP Negeri 7 Mempawah Hulu. Data analysis techniques validity and practicality based on questionnaire sheets and Likert scale, while effectiveness based on data from the results of Problem Based Learning questions developed. The results of this study showed that: 1) product validity based on material experts obtained 92.8% very valid category and based on media experts obtained 96.8% very valid category 2) calculation of practicality level obtained 80% practical category 3) calculation of effectiveness level obtained 82% with very effective category. Conclusion: Problem Based Learning (PBL) based questions are classified as valid, practical and effective for use in the learning process as a measure of students' critical and analytical thinking skills.
Metode Moss Art Bryophyta untuk Pembelajaran Biologi Sekolah Menengah Pertama Eldes Dafrita, Ivan; Trisianawati, Eka; Sari, Mustika; Herditiya, Herditiya; Manisa, Tesa; Nawawi, Nawawi
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 11, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v11i2.17170

Abstract

Based on interviews with the Principal of SMP Negeri 2, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, several pieces of information were obtained that (1) biology teachers in schools have not optimally utilized natural resources in the form of the diversity of Bryophyta around them as learning resources and (2) there is a lack of skills for students in managing the potential of natural resources around them into learning resources and marketable products. The Community Service Program (PkM) aims to train students to utilize the diversity of Bryophyta by making moss art for students of SMP Negeri 2 Sungai Rengas due to its aesthetic value. The PkM activity was conducted through training and assistance in making moss art for students. During the activity, the students who participated in the training seemed very enthusiastic in listening and following the instructions given and also obtained interesting and varied Moss Art designs from each group. The results of Moss Art-making activities can become one of the internalized activities in the development of the Pancasila Student Project at SMP Negeri 2, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The implications of this service are 1) making moss art can be used to strengthen the profile of Pancasila students in implementing the independent curriculum in schools, and 2) teachers can integrate Moss Art making into Biology learning on lower-level plant classification material.
Kandungan Mineral dan Senyawa Fenolik pada Kulat Basi (Termitomyces sp.) Asal Kabupaten Kapuas Hulu Sulistiany, Henny; Trisianawati, Eka; Suhartati, Siti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v8i1.1352

Abstract

Kulat basi (Termitomyces sp.) adalah jamur yang banyak ditemukan di Kabupaten Kapuas Hulu. Jamur ini memiliki kandungan mineral yang tinggi dan kemampuan sebagai antioksidan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan 11 mineral (Cr, Fe, Cu, Mn, Zn, Ni, Mg, Ca, K, Na, Co) dan jenis senyawa fenolik pada tubuh buah kulat basi (Termitomyces sp.). Tubuh buah jamur dikeringkan menggunakan oven kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Analisis kandungan mineral dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) sedangkan analisis senyawa fenolik dengan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian didapatkan bahwa urutan kandungan mineral tubuh buah kulat basi dari yang terbesar hingga terkecil adalah K>Mg>Fe>Cr>Na>Mn>Zn>Cu>Ca>Ni>Co. Mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh buahnya adalah kalium (18,74 ± 7,65 mg/kg) sedangkan paling sedikit adalah kobalt (0,003 ± 0,001 mg/kg). Senyawa fenolik pada ekstrak metanol tubuh buah kulat basi terdiri atas 5 senyawa dengan total kelimpahan sebesar 35,86%. Senyawa terbanyak adalah ethanol, 2-(9,12-octadecadienyloxy).Keywords - Termitomyces sp., kulat basi, mineral, phenolic compound