Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC TERHADAP LITERASI DIGITAL SISWA PADA SUB MATERI ZAT ADITIF KELAS VIII MTS. ISLAMIYAH PONTIANAK Roki Desandi; Eka Trisianawati; Ira Nofita Sari
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v6i1.6438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan, keefektifan, dan tingkat literasi digital siswa setelah menggunakan media pembelajaran E-Comic. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Desing, Development, Implementation, Evaluaition). Teknik yang digunakan teknik komunikasi tidak langsung dan pengukuran. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar validasi, angket, dan tes. Sampel dalam penelitian diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu seluruh populasi siswa kelas VIII MTs Islamiyah Pontianak. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kevalidan, kepraktisan, keefektifan, dan analisis data tingkat literasi digital siswa dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) hasil perhitungan tingkat kevalidan produk yang dianalisis dengan dua instrument yaitu lembar validasi media dan materi, pada instrumen media diperoleh rata-rata 95% dengan kriteria sangat valid dan instrument materi diperoleh rata-rata 86% dengan ktiteria sangat valid. 2) hasil perhitungan tingkat kepraktisan produk diperoleh hasil rata-rata 93,41% dengan kriteria sangat praktis. 3) hasil perhitungan tingkat keefektifan didapatkan hasil persentase ketutantasan siswa 100% dengan kriteria sangat efektif. 4) hasil perhitungan tingkat literasi digital siswa diperoleh hasil rata-rata 92,2% dengan kriteria sangat baik.
Pemanfaatan Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Lilin Aromatherapi Untuk Melatih Biointerprenuership Siswa SMAN 1 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Herditiya Herditiya; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Mustika Sari; Novi Nurmayanti; Tesa Manisa
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i4.866

Abstract

SMA Negeri 1 Sungai Kakap terletak di Kabupaten Kubu Raya. SMA Negeri 1 Sungai Sungai Kakap telah menjalankan proses pendidikan dan pengajaran dengan baik. Namun, dalam pembelajaran terutama di mata pelajaran IPA, belum optimal memanfaatkan potensi limbah rumah tangga sekitar sebagai sumber belajar. Guru belum mampu merancang sebuah pembelajaran yang dapat meningkatkan kewirausahaan siswa sehingga siswa belum mengetahui pentingnya untuk belajar tentang kewirausahaan. Salah satu bahan tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan kembali adalah minyak jelantah, yaitu minyak bekas menggoreng yang bisa didapat dari limbah rumah tangga. Limbah rumah tangga berupa minyak jelantah tersebut dapat diolah mejadi lilin aromatherapi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar khususnya menumbuhkan minat belajar kewirausahaan bagi siswa. Pembuatan lilin aromatherapi untuk melatih biointerprenuership siswa merupakan salah satu cara untuk memberikan pengalaman tentang kewirausahaan secara langsung kepada siswa di sekolah. Pengalaman-pengalaman tentang kewirausahaan perlu dilatih sedini mungkin terutama di lingkungan sekolah sehingga kedepannya siswa dapat membuka peluang usaha yang kreatif dan inovatif dalam pengolahan minyak jelantah untuk meningkatkan ekonomi dan kesadaran kebersihan, kesehatan lingkungan dan bahaya pengunaan minyak goreng secara berulang. Kegiatan yang dilakukan dilaksanakan selama dua hari. Kegiatan di hari pertama yakni pemberian materi mengenai dasar pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Hari kedua yakni praktik pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah beserta evaluasi kegiatan dengan pemberian angket kepada peserta. Hasil yang diperoleh berupa lilin aromaterapi dengan berbagai bentuk, aroma, serta warna yang menarik. Hasil analisis angket menunjukkan jika kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan baik dengan perolehan skor sebesar 3,6.
PELATIHAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBUATAN BIOPLASTIK RESIN SEBAGAI WUJUD KREATIVITAS BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA SISWA SMA Mustika Sari; Ivan Eldes Dafrita; Eka Trisianawati; Nawawi Nawawi; Herditiya Herditiya; Tesa Manisa; Novi Nurmayanti
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 10 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i10.869

Abstract

SMA Negeri 3 Sungai Raya berdasarkan nilai akreditasi sekolah masih berada pada akreditasi C dan perlu adanya upaya untuk meningkatkan standar mutu pendidikan di sekolah tersebut salah satunya dengan meningkatkan kapasitas siswa disekolah. Keanekaragaman biodidiversitas dilingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran biologi dan model laboratorium . Pemanfaatan potensi alam sekitar sekolah dilakukan secara optimal sehingga siswa belum terampil dan kreatif dalam mengembangkan potensinya. Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada sekolah mitra maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kemampuan kapasitas diri siswa melalui pengenalan dan pemanfaatan potensi sumber daya yang berwawasan lingkungan sebagai sumber belajar dengan melakukan kegiatan pelatihan pemanfaatan potensi alam melalui bioplastik. Berdasarkan hasil kegiatan PKM maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sejalan dengan road map pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yaitu pelatihan pengembangan minat, bakat, dan pembentukan karakter, soft skill dan hard skill siswa dalam pembelajaran di sekolah. Berdasarkan analisis angket respon kegiatan maka indikator ketercapaian kegiatan yang ditentukan telah terpenuhi, yaitu: Ada peningkatan pemahaman peserta pelatihan tentang teknik pembuatan bioplastik dari resin Adanya peningkatan keterampilan peserta pelatihan dalam memanfaatkan keanekaragaman flora dan fauna dilingkungan sekitar sebagai bahan belajar dan produk wirausaha dalam bentuk bioplastik resin.
PENERAPAN MODEL GENERATIVE MULTI-REPRESENTASION LEARNING BERBANTUAN MODUL TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN PADA MATERI CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 13 PONTIANAK Felisitas, Anselma; Sari, Ira Novita; Trisianawati, Eka
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan MIPA & Teknologi, Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v7i1.6538

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa pada kelas eksperimen setelah terapkan model generative multi-representation learning berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak. 2) Untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa pada kelas kontrol setelah terapkan model pembelajaran demonstrasi/ceramah berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak. 3) Untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa mana yang lebih baik antara kelas eksperimen lebih baik daripada siswa kelas kontrol.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan dengan bentuk quasi experimental designs. Penelitian ini menggunakan rancangan Posttest Only Kontrol Group  Designs. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak berjumlah 32 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) kemampuan penalaran siswa pada kelas eksperimen setelah terapkan model generative multi-representation learning berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak adalah dengan rerata sebesar 98,66 dengan kategori sangat baik; 2) kemampuan penalaran siswa pada kelas kontrol setelah terapkan model ceramah berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak dengan rerata sebesar 88,33 dengan kategori sangat baik; 3) terdapat perbedaan signifikan kemampuan penalaran setelah diberikan model pembelajaran generative multi-representation  learning berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak terhadap kemampuan penalaran siswa.
A Pengembangan Soal Berbasis Problem Based Learning (PBL) Sebagai Pengukur Kemampuan Berpikir Kritis dan Analitis Siswa Pada Materi Sistem Ekskresi Manusia di SMPN 7 Mempawah Hulu Sari, Mustika; Nova Cantika; Eka Trisianawati
JURNAL PENDIDIKAN SAINS DAN APLIKASINYA Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan MIPA & Teknologi, Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpsa.v7i1.6636

Abstract

This study aims to develop Problem Based Learning (PBL) based questions to measure students critical and analytical thinking skills that are valid, practical, and effective. This research method uses research and development (Research and Development) with the ADDIE model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Indirect communication, and measurement data collection techniques. Data collection tools used validation sheets, questionnaires and tests. The research subjects were class IX SMP Negeri 7 Mempawah Hulu. Data analysis techniques validity and practicality based on questionnaire sheets and Likert scale, while effectiveness based on data from the results of Problem Based Learning questions developed. The results of this study showed that: 1) product validity based on material experts obtained 92.8% very valid category and based on media experts obtained 96.8% very valid category 2) calculation of practicality level obtained 80% practical category 3) calculation of effectiveness level obtained 82% with very effective category. Conclusion: Problem Based Learning (PBL) based questions are classified as valid, practical and effective for use in the learning process as a measure of students' critical and analytical thinking skills.
Metode Moss Art Bryophyta untuk Pembelajaran Biologi Sekolah Menengah Pertama Eldes Dafrita, Ivan; Trisianawati, Eka; Sari, Mustika; Herditiya, Herditiya; Manisa, Tesa; Nawawi, Nawawi
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 11, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/berdikari.v11i2.17170

Abstract

Based on interviews with the Principal of SMP Negeri 2, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, several pieces of information were obtained that (1) biology teachers in schools have not optimally utilized natural resources in the form of the diversity of Bryophyta around them as learning resources and (2) there is a lack of skills for students in managing the potential of natural resources around them into learning resources and marketable products. The Community Service Program (PkM) aims to train students to utilize the diversity of Bryophyta by making moss art for students of SMP Negeri 2 Sungai Rengas due to its aesthetic value. The PkM activity was conducted through training and assistance in making moss art for students. During the activity, the students who participated in the training seemed very enthusiastic in listening and following the instructions given and also obtained interesting and varied Moss Art designs from each group. The results of Moss Art-making activities can become one of the internalized activities in the development of the Pancasila Student Project at SMP Negeri 2, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The implications of this service are 1) making moss art can be used to strengthen the profile of Pancasila students in implementing the independent curriculum in schools, and 2) teachers can integrate Moss Art making into Biology learning on lower-level plant classification material.
Kandungan Mineral dan Senyawa Fenolik pada Kulat Basi (Termitomyces sp.) Asal Kabupaten Kapuas Hulu Sulistiany, Henny; Trisianawati, Eka; Suhartati, Siti
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v8i1.1352

Abstract

Kulat basi (Termitomyces sp.) adalah jamur yang banyak ditemukan di Kabupaten Kapuas Hulu. Jamur ini memiliki kandungan mineral yang tinggi dan kemampuan sebagai antioksidan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan 11 mineral (Cr, Fe, Cu, Mn, Zn, Ni, Mg, Ca, K, Na, Co) dan jenis senyawa fenolik pada tubuh buah kulat basi (Termitomyces sp.). Tubuh buah jamur dikeringkan menggunakan oven kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Analisis kandungan mineral dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) sedangkan analisis senyawa fenolik dengan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian didapatkan bahwa urutan kandungan mineral tubuh buah kulat basi dari yang terbesar hingga terkecil adalah K>Mg>Fe>Cr>Na>Mn>Zn>Cu>Ca>Ni>Co. Mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh buahnya adalah kalium (18,74 ± 7,65 mg/kg) sedangkan paling sedikit adalah kobalt (0,003 ± 0,001 mg/kg). Senyawa fenolik pada ekstrak metanol tubuh buah kulat basi terdiri atas 5 senyawa dengan total kelimpahan sebesar 35,86%. Senyawa terbanyak adalah ethanol, 2-(9,12-octadecadienyloxy).Keywords - Termitomyces sp., kulat basi, mineral, phenolic compound
Pelatihan Pembuatan Modul Ajar Berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Guru-Guru SMPN 3 Sungai Kakap Manisa, Tesa; Trisianawati, Eka; Sari, Mustika; Nawawi, Nawawi; Herditiya, Herditiya; Nurmayanti, Novi
Jurnal Pemberdayaan Umat Vol. 3 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jpu.v3i2.3633

Abstract

Purpose: The purpose of this Community Service is to increase knowledge about making AI-based teaching modules and to produce complete teaching modules that are in accordance with the demands of the Merdeka curriculum. Research methodology: Community Service activities consist of preparation, implementation, and evaluation stages. The implementation of Community Service is carried out using lecture methods, interactive discussions, direct practice, assignments, and collection of teaching modules to increase teacher abilities and creativity. Data were collected using a Likert scale questionnaire with the criteria of activities running very well to not well. Results: The implementation of Community Service is carried out using lecture methods, interactive discussions, direct practice, assignments, and collection of teaching modules to increase teacher skills and creativity. The products produced by teachers are complete and intact teaching modules that can be collected on the Google Drive link. This link can be accessed by the principal, teachers, and study programs as facilitators in mentoring sessions during assignments. Proof that teachers have completed the training is in the form of a 32 JP certificate that can be uploaded to the PMM account to add teaching points. Limitation: This training may be limited by the infrastructure and technology access conditions at SMPN 3 Sungai Kakap. For example, limited hardware such as computers, unstable internet, or limited access to more sophisticated AI devices can limit the effectiveness of the training. Contribution: The Community Service Team would like to thank LPPM IKIP PGRI Pontianak as the funder, as well as the principal, teachers, and staff of SMPN 3 Sungai Kakap for their assistance.
DEVELOPMENT OF AN ENCYCLOPEDIA OF ANGIOSPERMS FOUND IN THE SCHOOL ENVIRONMENT AS A SOURCE FOR LEARNING MATERIALS PLANTAE OF CLASS X STUDENTS OF SMAN 4 SUNGAI RAYA Pramuda, Adi; Trisianawati, Eka; Oktavianti, Syarifah Dwi
Bio-Lectura : Jurnal Pendidikan Biologi Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/bl.v11i2.22017

Abstract

Effective, interesting and enjoyable learning requires tools to support successful learning which are interrelated, namely teaching, learning activities and learning resources. Learning resources are a very important factor to support success in the learning process. The aim of this research is to determine the validity, practicality and effectiveness of the angiosperm encyclopedia found in the school environment as a source of learning plant material for class X students at SMAN 4 Sungai Raya. The research method used was Research and Development (R&D) with the 1974 Thiagarajan 4D research design (Define, Design, Develop and Disseminate). The data collection techniques used are measurement techniques and indirect communication techniques, instruments used include validation sheets, response questionnaires, and pretest posttest questions. The sample in the research used a Purposive Sampling technique, namely with a class X B population. The data analysis technique used was a test of validity, practicality and effectiveness. The validity results in this study were 88.38%, practicality 96.02%, the effectiveness obtained was an N-Gain value of 0.69 in the medium category.
Penerapan Model Project Based Learning Melalui Herbarium Book Materi Pterydophyta Terhadap Kreativitas Peserta Didik Kelas X SMA Karya Sekadau Iluminata Trifonia; Trisianawati , Eka Trisianawati; Herditiya
JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 2 No 2 (2024): JBIOEDRA : Jurnal Pendidikan Biologi Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning models are techniques used to facilitate children in understanding the material delivered by the instructor. The learning model provided by the teacher to students ensures that their understanding aligns with the material and theme selected. This study aims to measure students' creativity and to determine significant differences in creativity levels between the experimental and control classes before and after applying the Project-Based Learning model and the Guided Discovery Learning model. This research employs an experimental method in the form of a quasi-experimental design. The design used is the nonequivalent control group design, which involves comparing subjects in the control group and the experimental group through pre-tests and post-tests. The results of the study show that students' creativity in the experimental class had an average pre-test score of 53.97, an average post-test score of 84.82, and an N-Gain result of 0.65, categorized as moderate. In the control class, students' creativity had an average pre-test score of 51.63, an average post-test score of 76.06, and an N-Gain result of 0.45, also categorized as moderate. There was a significant difference in students' creativity levels after learning with the Project-Based Learning model using a herbarium book on Pteridophyta material compared to the control group using the Guided Discovery Learning model through plant observation, with a 2-tailed significance value of 0.000 ≤ 0.005. Therefore, the alternative hypothesis is accepted.