Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SELODANG MAYANG

OPTIMASI BIAYA PEMELIHARAAN Hardiman Hardiman; Manyuk Fauzi; Imam Suprayogi
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.176

Abstract

The performance of the irrigation system management in Riau Province has not shown an optimal irrigation management function and irrigation conditions and functions due to budget constraints that have an impact on the performance of one of the irrigation areas in this province, namely the Uwai irrigation area. The purpose of this research is to get the performance value of the irrigation network system in the Uwai irrigation area and get budget optimization in the Uwai irrigation area. The results showed that the greatest assessment of damage to physical conditions in the Uwai irrigation network was found in the carrier channel RU 4, RU 5, RU 6, RU 7 left, which was 40% of the total channels and buildings and the smallest functional condition assessment in the Uwai irrigation network. found on channel RU 4, RU 5, RU 6, RU 7 left, which is 75% so that this channel is only able to serve 85.5 Ha from 342 Ha, 71 Ha from 284 Ha, 59.5 Ha from 238 Ha, 36.75 Ha of 147 Ha to be served. Abstrak Kinerja Pengelolaan sistem irigasi Provinsi Riau belum menunjukkan fungsi manajemen irigasi dan kondisi serta fungsi irigasi yang optimal akibat adanya keterbatasan anggaran yang ada sehingga berdampak pada kinerja salah satu daerah irigasi di provinsi ini yaitu daerah irigasi Uwai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapat nilai kinerja sistem jaringan irigasi pada daerah irigasi Uwai dan mendapat optimalisasi anggaran pada daerah irigasi Uwai. Hasil penelitian menunjukkan Penilaian kerusakan kondisi fisik di jaringan irigasi Uwai paling besar terdapat pada saluran pembawa RU 4, RU 5, RU 6, RU 7 kiri, yaitu sebesar 40% dari keseluruhan saluran dan bangunan dan penilaian kondisi fungsional di jaringan irigasi Uwai yang paling kecil terdapat pada saluran RU 4, RU 5, RU 6, RU 7 kiri yaitu sebesar 75% sehingga pada saluran ini hanya mampu melayani 85.5 Ha dari 342 Ha, 71 Ha dari 284 Ha, 59,5 Ha dari 238 Ha, 36,75 Ha dari 147 Ha yang harus dilayani.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR KABUPATEN KAMPAR Salvi Novita; Manyuk Fauzi; Imam Suprayogi
Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Vol 6 No 3 (2020): JURNAL SELODANG MAYANG
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47521/selodangmayang.v6i3.189

Abstract

ABSTRAK Perkembangan wilayah pada suatu daerah akan menyebabkan kebutuhan air terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Kecenderungan yang sering terjadi adalah adanya ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan air dan ketersediaan air di masa mendatang, diperlukan upaya pengkajian komponen komponen kebutuhan air, serta efisiensi penggunaan air. Ketersediaan air terbesar untuk probabilitas 80% untuk DAS Kampar adalah pada bulan Januari dengan nilai sebesar 371,96 m3/detik dan untuk DAS Siak adalah pada bulan Desember dengan nilai sebesar 18,06 m3/detik sedangkan ketersediaan air terkecil untuk probabilitas 80% untuk DAS Kampar adalah pada bulan Agustus dengan nilai sebesar 120,19 m3/detik dan untuk DAS Siak adalah pada bulan Juli dengan nilai sebesar 5,16 m3/detik. Kebutuhan air pada Kabupaten Kampar yaitu antara lain kebutuhan air irigasi 22.391.782 m3 pada tahun 2017 dan 22.388.055 m3 pada tahun 2037; kebutuhan air penduduk 3.889.618 m3 pada tahun 2017 dan 6.460.267 m3 pada tahun 2037, kebutuhan air perkotaan 162.869 m3 pada tahun 2017 dan 2.250.117 m3 pada tahun 2037, kebutuhan air industri 3.690.267 m3 pada tahun 2017 dan 6.696.326 m3 pada tahun 2037, kebutuhan air peternakan 134.948 m3 pada tahun 2017 dan 631.511 m3 pada tahun 2037, kebutuhan air perikanan 35.925.023 m3 pada tahun 2017 dan 44.776.333 m3 pada tahun 2037 dan kebutuhan air perkebunan 148.253.099 m3 pada tahun 2017 dan 188.219.394 m3 pada tahun 2037. Dari hasil perhitungan didapat daerah layanan yang mengalami defisit air pada 20 tahun mendatang adalah Kecamatan Tapung Hilir dan Kecamatan Kampar. Kebutuhan air yang mendominasi penggunaan air permukaan di Kabupaten Kampar adalah kebutuhan air irigasi dan perkebunan. ABSTRACT The development of the territory in an area will cause the water demand increased continually, lined with population growth. The tendency that often go with it, is that the imbalance between availability and demand of water. To achieve a balance of water demand and water availability in the future, studying and surveying the components of water demand and water use efficiency are needed. The largest water availability for a probability of 80% for the Kampar watershed is in January with a value of 371.96 m3 / second and for the Siak watershed is in December with a value of 18.06 m3 / second while the smallest water availability is for a probability of 80% for the watershed. Kampar is in August with a value of 120.19 m3 / second and for the Siak River Basin is in July with a value of 5.16 m3 / second. Water demand in Kampar Regency include, among others, Total irrigation water requirements for 22,391,782 m3 in 2017 and 22,388,055 m3 in 2037; domestic water needs 3,889,618 m3 in 2017 and 6,460,267 m3 in 2037, non domestic water needs (1,162,869 m3 in 2017 and 2,250,117 m3 in 2037, industrial water needs 3,690. 267 m3 in 2017 and 6,696,326 m3 in 2037, livestock water needs 134,948 m3 in 2017 and 631,511 m3 in 2037, fishery water needs 35,925,023 m3 in 2017 and 44,776,333 m3 in 2037 and water needs plantation 148,253,099 m3 in 2017 and 188,219,394 m3 in 2037. From the calculation, it is found that service areas that will experience a water deficit in the next 20 years are Tapung Hilir and Kampar Districts. The need for water that dominates the use of surface water in Kampar Regency is the need for irrigation and plantation water.
Co-Authors ', Nurdin 'Audah , Safridatul Achmad Rudi Haryadi AFRIZAL AFRIZAL Agus Ika Putra Alfian Alfian Alfian Alfian Aminuyati Andreas Panjaitan Andrey Arzil Andy Hendri, MT, Andy Andyca Putra As, Andyca Putra Anton Ariyanto Aras Mulyadi Ardi Wahyudi Ardian Ardian Ari Sandhyavitri Arneni, Arneni Aryo Sasmita Ashral, Ashral Asmura, Jacky Astri, Yulasni Aswal Fitra Yadi Audah, Syafridatul Azmi, Nuzulul Bambang Sudjatmoko Bambang Sujatmoko Binhar, Mathrab Bochari Bochari - Budijono, Budijono Burhanudin Burhanudin Cahyono, Sandi Cahyono, Sandi Citra Perdana Cuprtino Tamba Dame Simamora Daviq Chairilsyah Deddy Prasetyo Utomo Desyi Astuti Dewi Marni Edi Suhendri Edi Yusuf Adiman Effendi Sianipar Efri Maryoni Ega Riana Tovani Eki Efrizal, Eki Ela Fitriana Ela Fitriana Elianora - Elvi Yenie, Elvi Ermiyati Ermiyati - Ermiyati Ermiyati, Ermiyati Ermiyati, E fadly, Rendy Fahmi, Naufal Muhammad Fajri Rahmatullah fakhri Fakhri Fakhri Fakhri Fakhri Fakhri, F Fakhri, Fakhri Fauzi Febriansyah Fauzi, Manyuk Febrian, Anggi Feranita Feranita Ferdi Wranda Ferry Fatnanta Fitrah Parlindungan Fitria Sari Gandung Rahmadi Geo Gifaj Ruci Adzano Ghofirin, Khoirul Ghofirin, Khoirul Gian Habriandi Tarigan Gufrion Elmart Sitanggang Gunawan Wibisono Gussyafri Habrio Ilva YR Hafidzilhaj Harys Hafiz Catur Anggoro Handrianti, Pipi Hardiman Hardiman Hendro Ekwarso Husnil Fitri Indah Ameliana Beza Isnandi, Ari Ivnaini Andesgur Jacky Asmura Jacky Asmura Jamili, M Joehari Jecky Asmura Joleha, Joleha Jusatria Khairullah, M Khoirul Ghofirin Luluk Masfufa Mahyudin Mahyudin Mailino, Vemby Maryoni, Efri Mathrab Binhar Matrab Binhar Mifta Khairiah Mira Dharma Susilawaty Monita Olivia Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Muhammad Arif Muhammad Arrafi Irsyad Muhammad Reza Muhammad Rico Saputra Muhammad Shalahuddin Muhammad Yoganda Mukhelnalis Sutazril Nahar Afrizal Nofrizal Nofrizal Novan, Andre Nurdin Nurdin . Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin, N Nurhasanah Junia Oki Adi Putra Pipi Handrianti Ranata, Nicola Rabb Randhi Saily Resty Agesti Handayani Resty Agesti Handayani Riady, Rony Rahmad Rinaldi Rinaldi Rio Novi Awan Ronald M Hutauruk Ronald Mangasi Hutauruk Rudi Hasmadan Safari Tri Septanto Safitri, Dinda Safridatul Audah Salvi Novita Sandi Cahyono Saputra, Ricko Adi Saputra, Riola Satibi, Syawal Septya Ardiani Septya Ardiani Shalahuddin Siswanto, Siswanto Soewignjo Agus Nugroho Sofyan Husein Siregar Sri Djuniati Sri Djuniati Sudjatmoko, Bambang Suprasman Suprasman Suryafit, Sagit Suwondo Suwondo Syamsul Arifin Syarfi Syarfi Triliani, Ana Aulia Trimaijon Trimaijon Trimaijon, Trimaijon Trisla Warningsih Tsauri, Muhammad Idraq Ibnuts Ucin Muksin, Ucin Verawati Vernando Sahputra Limbong Wawan Yasir Prayuna Yasir Prayuna Yenita Morena Yogi Septian Malik Yohana Lilis Handayani Yohanna Lilis H Yulasni Astri Zaim, Zaflis Zaky Ilhami Zulfan Saam Zulkifli ZULKIFLI ZULKIFLI Zulkifli Zulkifli