Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Program Kampus Mengajar dalam Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Kota Makassar Nurul Mukhlisah Abdal
Jurnal MediaTIK Volume 7 Issue 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan keterampilan penting yang secara signifikan mempengaruhi lanskap pendidikan di Indonesia, terutama di kalangan siswa sekolah menengah pertama. Hal ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kualitas pengajaran untuk meningkatkan tingkat literasi dan numerasi siswa. Tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi di Indonesia sangatlah beragam dan kompleks. Program Kampus Mengajar diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan literasi dan numerasi yang diluncurkan oleh Kemendikbudristekdikti. Mengingat bahwa keterampilan literasi dan numerasi merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi perkembangan akademis siswa, memahami dampak dari intervensi seperti Program Kampus Mengajar sangatlah krusial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang diperlukan untuk menilai keberhasilan program Kampus Mengajar dalam meningkatkan keterampilan literasi numerasi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi berharga bagi pembuat kebijakan pendidikan, sekolah, dan pihak terkait lainnya untuk memperbaiki dan mengoptimalkan program di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian campuran (mixed methods) yang mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari siswa Sekolah Menengah Pertama yang berpartisipasi dalam Program Kampus MengajarSampel diambil menggunakan metode purposive sampling untuk memastikan representasi yang baik di Kota Makassar. Jumlah sampel yang diambil mencakup 35 siswa di salah satu sekolah SMP di Kota Makassar. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa program Kampus Mengajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 52 Makassar. Dengan demikian, Program Kampus Mengajar dapat dianggap sebagai salah satu solusi potensial untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
PENGEMBANGAN MODEL LINK AND MATCH MELALUI PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) JURUSAN TEKNIK TENAGA LISTRIK Hilda Ashari; Nurul Mukhlisah Abdal; Wirawan Setialaksana
Jurnal Media Elektrik Vol. 18 No. 1 (2020): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v18i1.5414

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui proses pelaksanaan prakerin SMK Jurusan Teknik Tenaga Listrik pada DUDI, 2) untuk menghasilkan model pelaksanaan prakerin antara SMK Jurusan Teknik Tenaga Listrik dan DUDI, serta 3) untuk mengetahui kesiapan kerja siswa SMK setelah melaksanakan prakerin. Model pengembangan yang digunakan adalah modifikasi dari model Borg ang Gall, ADDIE, dan Dick and Carey yang dinamakan model HILDA. Model HILDA terdiri dari lima tahap yaitu: 1) How, 2) Innovation, 3) Learning, 4) Development, dan (Application). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan model link and match yang dikembangkan setelah dilakukan validasi dinyatakan valid. Produk berupa buku panduan prakerin dinyatakan layak untuk digunakan karena seluruh aspek dalam pembelajaran berada pada kategori baik. Pengembangan model link and match melalui prakerin dinyatakan efektif karena telah memenuhi kriteria. Hasil penelitian memenuhi syarat kevalidan dan analisis data pengamatan pelaksanaan prakerin yang dilakukan siswa, SMK, dan DUDI menunjukkan bahwa pengembangan model HILDA layak untuk dikembangkan. Hasil analisis kesiapan kerja siswa berada kategori tinggi sehingga dapat dinyatakan bahwa siswa telah siap memasuki lapangan kerja. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka disimpulkan bahwa pengembangan model link and match melalui prakerin yang dikembangkan telah memenuhi kategori kevalidan, kepraktisan, dan ketertarikan sehingga layak untuk dikembangkan.
Pengaruh Persepsi Program Magang Industri Merdeka Belajar Kampus Merdeka Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Nur Ainun; Abdul Muis Mappalotteng; Nurul Mukhlisah Abdal
Journal of Computers, Informatics, and Vocational Education Volume 2 Issue 1, March (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi program magang industri merdeka belajar kampus merdeka terhadap kesiapan kerja mahasiswa di Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 47 mahasiswa dari angkatan 2021 Jurusan Teknik Informatika dan Komputer Universitas Negeri Makassar yang telah mengikuti program magang industri. Data penelitian diperoleh dari kuesioner dan dokumentasi adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pada persepsi program magang industri terhadap kesiapan kerja mahasiswa di jurusan teknik informatika dan komputer. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa variabel persepsi program magang terhadap kesiapan kerja memiliki (2-tailed) sebesar 0,001 yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi yaitu 0,05 maka H0 ditolak dan H1diterima dengan kata lain terdapat pengaruh persepsi program magang industri (X) terhadap kesiapan kerja mahasiswa (Y), dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,618 yang artinya persepsi program magang industri memiliki pengaruh sebesar 61,8% terhadap kesiapan kerja mahasiswa sedangkan 38,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat pada penelitian ini.