Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Water Loss in the District of Meter Area (DMA) Bumi Kepongongan Indah Regency, Cirebon for Civilization Safitri, Adam; Wahyudi, Slamet Imam; Soedarsono, Soedarsono; Yunus, Mahmud; Carsono, Nono; Amaliah, Lia
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 3 (2021): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i3.2496

Abstract

Based on the calculation of Non-Revenue Water/Un-billed Water (NRW/ATR), it is known that the value of NRW (Non-Revenue Water/Unbilled Water) in the Meter Area (DMA) District of Perum Bumi Kepongpongan Indah, Cirebon Regency with 204 SR subscribers, in February 2020 was relatively high, at 50.92%. The purpose of this study was to determine the level of water loss by looking for causes arising from water leaks, knowing the location of water loss both physically and non-physically, and knowing how to control Non-Revenue Water (NRW) water loss. The methodology used is to collect secondary data and primary data. Secondary data were obtained from the Cirebon City Water Supply Corporation, including images of the DMA distribution network and monthly customer water usage data taken from February to April 2020. Primary data was obtained by means of surveys and direct field observations by testing the steptest in one test. DMA. The result of controlling and decreasing NRW/ATR is that it can reduce the value of NRW/ATR from 50.92% in June 2020 down to 46% based on (WB 0) and in August 2020 down to 25% based on the results of simultaneous readings (WB 1). Pressure also needs to be considered, because pressure that is too high can also increase water loss. So that the Pressure Reducing Valve (PRV) is installed which can reduce excess pressure, from the PRV installation reducing the water loss rate from 25% in August 2020 to 20% in February 2021.
New Promising Rice Genotypes of SP87-1-1-2 and SP73-3-17 Adaptive to Lowland and Medium Land Hasan, Fitri Utami; Sari, Santika; Zubair, Anas; Carsono, Nono
PLANTA TROPIKA: Jurnal Agrosains (Journal of Agro Science) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/pt.2020.110.21-32

Abstract

High yield potential (more than 8 ton ha-1), resistant to pest and disease, adaptive to specific or broad environment and good palatability are among rice traits preferred by farmers and consumers. In order to develop such superior rice, yield testing at different agro-climates for some promising lines bred is necessary. This study aimed to examine selected rice genotypes in two different environments, namely Indramayu (9m asl) and Jatinangor (752m asl) and to obtain environment factors affecting the plant trait variation. The experiment was conducted during dry season with fifteen F5 genotypes, arranged in an augmented design. Based on Least Significant Increase (LSI), genotypes showing better performance than checks were SP87-1-1 on number of productive tillers and total grain weight, SP73-3-1 on panicle length, total grain weight, and weight of 1000 grains. Meanwhile, SP46-4-1 and SP87-4-1 showed better number of filled grains than checks in Indramayu. There was no genotype performing higher number of empty grains than that of the checks. Based on the Principal Component Analysis (PCA), altitude contributed to high variation of plant traits. SP87-1-1 and SP73-3-1 are recommended to be grown in medium and lowland ecosystems because they have high productivity in both environments.
Perbandingan daya hasil dan toleransi naungan berbagai genotipe jagung Padjadjaran pada naungan eukaliptus Adilah Nurul Fitrah; Nono Carsono; Dedi Ruswandi
Kultivasi Vol 21, No 1 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i1.33452

Abstract

AbstrakKebutuhan jagung sebagai bahan pangan, pakan dan industri selalu meningkat, namun terdapat kendala dalam produksi jagung domestik, yaitu konversi lahan pertanian. Sistem agroforestri eukaliptus-jagung dapat menjadi alternatif yang digunakan untuk pengembangan jagung. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi daya hasil, mengestimasi nilai indeks toleransi, dan menyeleksi galur jagung Padjadjaran yang toleran terhadap naungan Eucalyptus sp. Penelitian ini dilaksanakan pada April – November 2019 di Sanggar Penelitian Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung. Rancangan percobaan menggunakan rancangan petak terbagi (Split plot) dengan dua faktor (naungan dan genotipe) dan tiga ulangan. Petak utama adalah faktor naungan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu tidak ternaungi dan ternaungi Eucalyptus sp., sedangkan anak petak adalah genotipe jagung yang terdiri dari 9 galur jagung Padjadjaran dan 5 varietas cek. Analisis data penelitian menggunakan analisis sidik ragam, uji jarak berganda Duncan pada taraf 5%, analisis Genotype by Yield*Trait (GYT) biplot, dan analisis indeks toleransi cekaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan naungan Eukaliptus berpengaruh nyata terhadap beberapa karakter dan komponen daya hasil. Berdasarkan analisis GYT Biplot, genotipe jagung terbaik pada lingkungan ternaungi Eukaliptus adalah NK 212, MDR 8.5.3, Pertiwi 3, DR 8, BISI 77, dan MDR 3.1.2. Nilai stress tolerance index (STI) tertinggi pada NK 212, BISI 77, Pertiwi 3, MBR 153.15.1, Pioneer 21, dan MDR 8.5.3. Genotipe bernilai tinggi pada STI memiliki keunggulan pada karakter bobot tongkol dengan kelobot per plot dan per sampel, bobot tongkol tanpa kelobot per sampel, dan panjang tongkol.Kata Kunci: GYT biplot ∙ Indeks Toleransi Cekaman ∙ Jagung ∙ Toleran naungan AbstractDemand of maize for food, feed, and industrial material increase significantly every year. The main constraint to fulfill demand of domestic maize is the conversion of agricultural land. Eucalyptus/maize agroforestry system is an alternative for maize production in Indonesia. The purpose of this study was to identify yield, to estimate the tolerance index parameters and to select Padjadjaran maize lines that are tolerant under shading of Eucalyptus sp. The experiment was conducted from April-November 2019 at the Center for Agricultural Training and Research Development, Faculty of Agriculture Padjadjaran University, Bandung. The experiment was arranged in a splitplot design with two factors (shade and genotype) and three replications. The mainplot consisted of 2 levels, normal and was shaded by Eucalyptus sp., subplots were maize genotypes consisting of 9 Padjadjaran maize lines and 5 check varieties. Data were analyzed by analysis of variance, post-hoc analysis using Duncan's multiple range test at the 5% level, genotype by yield*trait (GYT) biplot analysis, and Stress Tolerance Index (STI) analysis. The results showed that Eucalyptus shade treatment significantly affected several characters and yield components. Based on the GYT Biplot analysis, the best genotypes in the Eucalyptus shaded environment are NK212, MDR8.5.3, Pertiwi3, DR8, BISI77, and MDR3.1.2. The highest STI values are at NK212, BISI77, Pertiwi3, MBR153.15.1, Pioneer21, and MDR8.5.3. The genotype that has the highest value on the STI has the superiority character for ear weight with husk per plot and per sample, ear weight without husk per sample, and ear length.Keywords: GYT biplot ∙ Maize ∙ Stress Tolerance Index ∙ Shading tolerance
Periode inkubasi, tingkat keparahan, dan ketahanan sepuluh genotipe padi harapan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III, IV, dan VIII Nono Carsono; Anggita Dewi; Noladhi Wicaksana; Santika Sari
Kultivasi Vol 20, No 3 (2021): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v20i3.33373

Abstract

AbstrakGenotipe padi harapan dari UNPAD memiliki keunggulan pada daya hasil, tahan terhadap wereng coklat, memiliki amilosa sedang, aromatik dan kualitas bulir yang sangat baik. Pengujian ketahanan genotipe padi harapan yang berasal dari hasil seleksi molekuler dan fenotipik terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB) sangatlah dibutuhkan, karena ketahanan terhadap penyakit ini merupakan salah satu syarat pelepasan varietas padi di Indonesia. Penyakit HDB disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) merupakan penyakit penting yang sering menyerang tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi potensi genotipe-genotipe padi yang tahan terhadap penyakit HDB yang disebabkan oleh Xoo strain III, IV, dan VIII di Rumah Kaca. Eksperimen ditata dalam rancangan Split Plot, dimana strain sebagai petak utama dan genotipe sebagai anak petak. Sepuluh genotipe padi dan tujuh varietas cek dievaluasi dengan menggunakan analisis varians dan uji Least Significant Increase (LSI). Hasil penelitian berdasarkan uji LSI menunjukkan seluruh karakter pengamatan, baik pengamatan periode inkubasi, keparahan penyakit dan jumlah stomata pada seluruh genotipe padi (SP101-3-1-5-2, SP101-3-1-5-8, SP101-3-1-19-26, SP101-3-1-38-4, SP87-1-1-7-10, SP101-3-1-19-27, SP101-3-1-38-25, SP87-1-1-7-7, PP48-5-24 dan PP48-5-1) tidak menampilkan perbedaan nyata dengan tetua (Sintanur, Pandanwangi, dan PTB 33) dan varietas cek (Ciherang, Inpari 32, IRBB7, dan TN1). Semua genotipe uji menunjukkan reaksi rentan pada strain III, dan sangat rentan pada strain IV dan VIII. Beberapa individu genotipe mendapatkan skor 1 dan 2 (tahan), hal tersebut dapat membuka kemungkinan ditemukannya genotipe yang tahan. Riset ini menunjukkan bahwa komposisi genotipe berpengaruh terhadap reaksi ketahanan terhadap hawar daun bakteri dan terdapat variasi virulensi HDB.Kata kunci:  Genotip ∙ Hawar daun ∙ Resisten ∙ Strain ∙ Xanthomonas oryzae pv. oryzaeAbstractThe promising rice genotype from UNPAD has advantages in yield, resistance to brown planthoppers, medium amylose content, aromatic, and excellent grain quality. Testing the resistance of the promising rice genotypes derived from the results of molecular and phenotypic selection against bacterial leaf blight (HDB) is very necessary, because resistance to this disease is one of the requirements for the release of rice varieties in Indonesia. Bacterial leaf blight (BLB) disease is caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo), that is an important disease frequently attacks rice plants. The objectives of the research was to obtain rice promising genotypes that resistant to BLB disease strains III, IV and VIII in the greenhouse. The experiment was arranged in a split plot design, i.e., strains as the main plot and tested genotypes as subplot. There were 10 tested rice genotypes and 7 check varieties were evaluated by analysis of variance and Least Significant Increase (LSI) test. Based on LSI, it was found that resistance level, number of stomata, incubation period and disease severity were not significantly different on all tested genotypes (SP101-3-1-5-2, SP101-3-1-5-8, SP101-3- 1-19-26, SP101-3-1-38-4, SP87-1-1-7-10, SP101-3-1-19-27, SP101-3-1-38-25, SP87-1- 1-7-7, PP48-5-24 and PP48-5-1) as compared to parents (Sintanur, Pandanwangi, PTB 33) and check varieties (Ciherang, Inpari 32, IRBB7, TN1). All tested genotypes showed a susceptible reaction to the strain III, and highly susceptible to strains IV and VIII. However, there were some individual genotypes scored 1 and 2 (resistant), leading to high possibility to find resistant genotypes. The genetic composition of rice genotype affected the resistance reaction to BLB strains and variations in BLB virulence were also revealed.Keywords: Genotypes ∙ Bacterial leaf blight ∙ Resistance ∙ Strain ∙ Xanthomonas oryzae pv. oryzae 
Seleksi Karakter Kandungan Amilosa Sedang pada Populasi Hasil Persilangan Sintanur x PTB33 dan Pandanwangi x PTB33 berdasarkan Marka Fenotipik dan Molekuler SSR Whitea Yasmine Slamet; Anita R. S. Wardani; Santika Sari; Nono Carsono
Kultivasi Vol 17, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.919 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v17i3.18508

Abstract

Sari. Padi dengan kandungan amilosa sedang sangat diminati oleh masyarakat Asia dan Dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh individu keturunan F7 (yang berasal dari hasil persilangan Sintanur x PTB33 dan Pandanwangi x PTB33) dengan kandungan amilosa sedang. Alat yang digunakan untuk analisis kandungan amilosa yaitu spektrofotometer dengan panjang gelombang 625 nm, sedangkan marka molekuler menggunakan marka Wx. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SP73-3-1-7 memiliki jumlah tanaman paling banyak yang mengandung amilosa yang sedang (20-24%) berdasarkan marka molekuler dan fenotipik. Kombinasi kedua pengujian ini akurat dalam menyeleksi karakter fisikokimia padi.Kata Kunci: Padi, Marka molekuler, Kandungan amilosa, Spektrofotometer Abstract. Medium amylose rice is a special type of rice that is highly demand by people in Asia and the world. Purpose of this study is to obtain individual F7 progeny (came from a cross between Sintanur x PTB33 and Pandanwangi x PTB33) with medium amylose content. Materials used were spectrophotometer with wave lenght 625 nm, meanwhile molecular markers applied were Wx. Results of this study showed that SP73-3-1-7 had usually most use the plant with medium amylose content (20-24%) based on molecular and phenotypic marker. The combination of both tests provides more accurate in selecting physicochemical trait in rice.Keywords: Rice, Molecular marker, Amylose Content, Spektrophotometer
POLA SEGREGASI PEWARISAN KARAKTER BUTIR KAPUR DAN KANDUNGAN AMILOSA BERAS PADA GENERASI F2 BEBERAPA HASIL PERSILANGAN PADI (Oryza sativa L.) Nono Carsono; Ranggi Eldikara; Santika Sari; Farida Damayanti; Meddy Rachmadi
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.889 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9156

Abstract

Mutu beras merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat penerimaan konsumen terhadap suatu varietas. Persilangan dan seleksi merupakan salah satu kegiatan pemuliaan tanaman untuk merakit tanaman guna memperolah genotip padi yang memiliki kualitas beras tinggi. Untuk menentukan metode seleksi mana yang paling efektif untuk suatu karakter, terutama mutu beras perlu adanya informasi bagaimana karakter tersebut dikendalikan dan diwariskan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi pola pewarisan beberapa karakter mutu beras, antara lain butir kapur, dan kandungan amilosa. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai September 2012 di Laboratorium Analisis Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu 300 butir beras F2 hasil persilangan Ciherang x Pandanwangi, Pandanwangi x Ciherang, Ciherang x Basmati, dan Basmati x Ciherang. Sedangkan untuk masing-masing tetua digunakan Ciherang, Pandanwangi, dan Basmati. Sebanyak 20 butir beras digunakan untuk pengujian karakterbutir kapur dan 5 butir beras untuk pengujian kandungan amilosa. Berdasarkan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov sebaran data untuk karakter bentuk beras kedua seri persilangan, sedangkan uji segregasi menggunakan metode Chi-kuadrat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter butir kapur dan kandungan amilosa diwariskan secara simplegenic, sehingga proses seleksi dapat dilakukan pada generasi awal, khususnya pada hasil persilangan Ciherang x Pandanwangi dan Pandanwangi x Ciherang, sedangkan untuk persilangan Ciherang x Basmati dan Basmati x Ciherang, kedua karakter diwariskan secara kuantitatif. Latar belakang genetik tetua menentukan pola pewarisan karakter kandungan amilosa.
IDENTIFIKASI POLIMORFIS MARKA-MARKA MOLEKULER YANG DIDUGA BERKAITAN DENGAN KARAKTER DAYA HASIL TINGGI PADA 30 GENOTIP PADI Nono Carsono; Pradita N. Lukman; Farida Damayanti; Untung Susanto; Santika Sari
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.438 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n1.9141

Abstract

Identifikasi marka polimorfis yang diduga berasosiasi dengan karakter daya hasil tinggi sangat penting dilakukan guna aplikasi seleksi berbasis marka dalam rangka perakitan padi berdaya hasil tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi 30 genotip padi yang diduga berdaya hasil tinggi dengan menggunakan marka SSR. Amplifikasi produk PCR dipisahkan dengan menggunakan gel agarose 3% atau polyacrylamide gel electrophoresis (PAGE) 8%. Tingkat keinformatifan marka dapat ditentukan dengan cara penghitungan Polymorphic Information Content (PIC). Hasil analisis menunjukan bahwa marka OSBLE3, RM 282, dan RM 259 memiliki nilai PIC ≥ 0,5. Marka SSR dan marka gen spesifik yang digunakan untuk mengidentifikasi padi berdaya hasil tinggi menunjukkan bahwa tiga genotip padi terseleksi dapat direkomendasikan sebagai tetua donor dalam persilangan diantaranya yaitu genotip #1 (Fatmawati), #3 (Inpari13), dan #30 (IPB 160-F-3-3-1). Marka molekuler yang digunakan dapat memperkirakan tingkat polimorfisme dan juga berguna untuk mengkonfirmasi genotip padi yang berpotensi daya hasil tinggi.
Sensory Test and Molecular Marker Based-Selection for Aromatic Rice in the F3 Progenies Nono Carsono; Amalia Purdianty; Santika Sari; Citra Bakti
Agrikultura Vol 31, No 2 (2020): Agustus, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i2.27085

Abstract

Aromatic rice is a special type of rice that highly preferred by people in Asia due to the presence of aroma. Aroma in rice is determined by 2-acetyl-1-pyrroline (2AP) compound which is controlled by a recessive fgr gene. A hybridization between cv. Sintanur (aromatic rice) and PTB33 (non-aromatic, resistant to brown planthopper/BPH) has been done in order to develop aromatic rice lines that resistant to BPH. In the F2 progeny, molecular marker-based selection and bioassay for the brown planthopper resistant lines have been carried out; however selection for the aromatic trait has not been performed yet. The objective of this study was to obtain the F3 progeny’s individual with aromatic trait. Sensory test was conducted by KOH 1.7% solution, meanwhile molecular markers applied were ESP (External Antisense Primer), IFAP (Internal Fragrant Antisense Primer), INSP (Internal Non fragrant Sense Primer) and EAP (External Antisense Primer). Eighty-eight plants from two selected (SP#31 and SP#224) F3 lines progenies derived from cv. Sintanur and PTB33 have been evaluated in this study. Detection by molecular markers found seventy-five genotypes (85.23%) were homozygous recessive (aromatic rice) and one was heterozygous (non-aromatic). Eighty-five (96.59%) genotypes were aromatic as detected by sensory test alone. Seventy-two (81.82%) genotypes were categorized as aromatic rice based on sensory test and molecular markers. Due to inconsistency results from each method alone, it is advised both methods to be applied to ensure the reliability and the accuracy since aroma in rice is affected by genetic composition and environment conditions. Selected genotypes will be continued for breeding program in developing aromatic rice with improved agronomic traits.
Studi Kekerabatan Padi Hasil Piramidisasi Berbasis Marka Molekuler dan Fenotipik Reisyi Rinola Tambunan; Santika Sari; Yoana Saragih; Nono Carsono; Noladhi Wicaksana
Agrikultura Vol 30, No 3 (2019): Desember, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.853 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i3.23882

Abstract

Piramidisasi gen adalah upaya untuk menggabungkan beberapa gen yang menguntungkan dari banyak tetua menjadi satu genotipe tunggal. Hasil tinggi, tahan terhadap wereng cokelat, kandungan amilosa sedang, umur genjah dan aromatik adalah beberapa sifat yang diharapkan untuk digabungkan. Melalui teknik piramidsasi, telah diperoleh 28 genotip, namun analisis kekerabatan genetik, sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan pada tahapan pemuliaan selanjutnya, belum dilakukan. Kombinasi gen ini dicapai dengan persilangan banyak genotipe tetua dengan karakter unggul yaitu Sintanur (aromatik), Pandan Wangi (aromatik), IR64 (kandungan amilosa sedang), PTB33 (tahan wereng coklat), Ciapus (hasil tinggi) dan KA (umur genjah). Tujuan percobaan ini adalah untuk memperoleh hubungan genetik genotip dalam sifat-sifat agro-morfologi dan marka molekuler. Analisis hubungan kekerabatan antara tetua dan 28 genotip piramidisasi dilakukan menggunakan software XLSTAT2016 untuk membentuk matrik similarity shared allele distance dengan koefisien Jaccard sebagai pembentuk jarak genetik untuk marka molekuler dan koefisien korelasi pearson untuk marka fenotipik. Kemudian dilakukan pengelompokan atau clustering dengan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Averages (UPGMA). Hasil pengelompokan berdasarkan marka molekuler dengan menggunakan 11 marka yang terkait erat dengan tujuh karakter target, diperoleh koefisien kemiripan sebesar 41,3% dan terbentuk dua kelompok, sedangkan hasil pengelompokan berdasarkan marka fenotipik dengan 14 karakter agro-morfologi terbentuk tiga kelompok dengan tingkat kemiripan 22,2%. Genotipe SPxCAKA1B, SPxPP3B dan PPxIP4B   dapat dimanfaatkan sebagai tetua atau genotipe harapan karena memiliki jarak kekerabatan yang paling jauh diantara genotip lainnya.
Karakterisasi Mutu Fisik Bulir 30 Genotipe Padi Generasi F5 Hasil Seleksi dari Persilangan Sintanur X PTB33 dan Pandanwangi X PTB33 Nono Carsono; Nita Fitria; Santika Sari; Dedi Ruswandi
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29779

Abstract

Perbaikan genetik padi saat ini tidak hanya mengarah pada peningkatan produktivitas saja, namun juga ke arah perbaikan mutu terutama karakter mutu beras yang disukai konsumen, seperti, ukuran, bentuk, dan penampilan butir beras. Dalam rangka mengembangkan karakter mutu fisik yang baik, telah dilakukan beberapa persilangan dari tetua-tetua yang terpilih, seperti Sintanur, Pandanwangi, dan PTB33. Hasil persilangan tersebut telah mencapai generasi F5, akan tetapi pengujian mutu fisik bulir belum dilakukan, sebelum galur-galur harapan tersebut dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh genotipe padi unggul yang memiliki karakter mutu fisik bulir terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 34 genotipe (termasuk 4 varietas cek) dan dilakukan sebanyak 3 ulangan. Penampilan genotipe-genotipe padi yang diuji dibandingkan dengan varietas ceknya dievaluasi dengan menggunakan Least Significant Increase (LSI). Berdasarkan uji LSI, seluruh genotipe hasil persilangan varietas Pandanwangi X PTB33 (PP) dan SP87-25-29 memiliki mutu fisik bulir yang lebih baik dibandingkan tetuanya. Genotipe-genotipe yang telah terseleksi akan dilanjutkan guna pengujian adaptabilitas dan stabilitas.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ade Ismail Adilah Nurul Fitrah Afifah, Zulfa Agung Karuniawan Al Findy Yuhibba Fitriah Amalia Purdianty Amaliah, Lia Anas Anas Anas Anas, Anas Anas Zubair, Anas Anggita Dewi Ani Apriani Anita R. S. Wardani Anita Rachmasari S.W. Arif Solehudin Baehaki S.E. Baehaki S.E. Bambang Sriyadi Bambang Sriyadi, Bambang Betty Natalie Fitriatin Christian Bachem Christian Bachem, Christian Citra Bakti, Citra Danar Dono Dedi Ruswandi Desy Lidiasari Dewi, Atri Prautama Dwi Ariyani Eldikara, Ranggi Ema Komalasari Ema Komalasari, Ema Fachrunnisa, Laras Sitta Fadli Kurnia Farida Damayanti Feliatra Fitri Utami Hasan Fitri Widiantini Gatut Bayuaji Gigih Ibnu Prayoga Hasan, Fitri Utami Hasan, Fitri Utami Hera Hera Heri Syahrian Heri Syahrian, Heri Hersanti - Ibnu Dwi Buwono Ibrahim, Muhammad Yasser Inez Nur Indrayani Irma Mangatur Juniati, Atie Tri Kang, Seung Won kinya toriyama Leni Nurlaeli Irmayanti Lukman, Pradita N. M. Untung Kurnia Mahardhika, Dimas Kembara Mas Dadang Enjat Munajat Maulana, Haris Meddy Rachmadi Mitalo, Oscar W. Murdaningsih H. Karmana Nenet Susniahti Neni Rostini Neni Rostini Neni Rostini Nita Fitria Noladhi Wicaksana Nuryani Tinumbia, Nuryani Pradita N. Lukman Prayitno Prayitno Puji Syara Anggia Putra, Fitriansyah Rangga Jiwa Wibawa Ranggi Eldikara Reginawanti Hindersah Reisyi Rinola Tambunan Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami S Imam Wahyudi Safitri, Adam Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Sari, Santika Sari, Santika SATRIYAS ILYAS Slamet, Whitea Yasmine Soedarsono Soedarsono Solehudin, Arif Sri Nurlianti Syindy Raffini Nasihin Tomohiko Yoshida Tomohiko Yoshida, Tomohiko Tri Joko Santoso Untung Susanto Untung Susanto Veithzal Rivai Zainal Vitria Puspitasari Rahadi Vitria Puspitasari Rahadi Wendy Wijaya Whitea Yasmine Slamet Wieny H. Rizky Yoana Saragih Yuniar Mulyani Zubair, Anas Zulfa Afifah