Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Korelasi Marka Simple Sequence Repeats Molecular Markers dengan Karakter Ketahanan terhadap Wereng Cokelat pada Lima Kultivar Padi Prayoga, Gigih Ibnu; Sari, Santika; Dono, Danar; Carsono, Nono
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41024

Abstract

Hama wereng cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) telah lama menjadi masalah utama dalam budidaya padi di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Merakit tanaman yang memiliki ketahanan terhadap hama ini, dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif dan ramah terhadap lingkungan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbedaan pada karakter penting padi antara kultivar padi tahan dengan kultivar rentan wereng cokelat, selain itu juga untuk mendapatkan marka-marka SSR yang bisa digunakan untuk Marker Assisted Selection (MAS) dan hubungannya dengan karakter penting. Riset ini meliputi pengamatan karakter penting dan skrining delapan marka SSR yang diduga berkaitan dengan gen bph (ketahanan terhadap wereng cokelat) pada lima kultivar padi tetua yaitu PTB-33 (genotipe tahan), IR-64, Pandan Wangi, Ciherang, dan Sintanur. PTB-33 memiliki laju fotosintesis yang lebih tinggi (toleran), trikoma yang lebih panjang, dan kandungan protein yang lebih rendah dibandingkan kultivar lainnya yang diuji. Hasil visualisasi marka RM8213 menunjukkan adanya polimorfisme pita DNA pada genotipe tahan PTB-33 dengan kultivar lainnya. Selain itu, marka RM586 dan RM589 juga menunjukkan adanya polimorfisme pada kultivar PTB-33 dengan kultivar lainnya kecuali dengan kultivar IR-64. Hasil analisis Z-Mantel antara marka SSR dengan karakter penting genotipe uji menunjukkan bahwa gen Qbph4 dan Bph17(t) mempunyai korelasi yang sangat tinggi dengan karakter laju fotosintesis dan panjang trikoma, sedangkan gen gen Bph3 dan bph4 berkorelasi tinggi dengan kandungan protein. Ketiga karakter tersebut diduga berperan penting dalam mekanisme pertahanan terhadap hama wereng cokelat pada padi.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN BIMBINGAN PRA NIKAH BP4 DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH, MAWADDAH, WARAHMAH DI KUA KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP Nono Carsono
Perwira Journal of Economics & Business Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : UNPERBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjeb.v1i2.57

Abstract

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan berperang penting dalam melaksanakan pembinaan dan pelayanan keluarga sakinah, sesuai dengan KMA Nomor 3 Tahun 1999 tentang pembinaan gerakan keluarga sakinah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas manajemen bimbingan pra nikah BP4 dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah di KUA Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Dalam menjawab tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan Manajemen. Penelitian ini tergolong penelitian kulitatif, Data dikumpulkan dengan menggunakan beberapa cara yang dianggap relevan dengan penelitian, diantaranya observasi, wawancara, dokumentasi, metode analisis data dan metode penentuan informan, jumlah informan dalam penelitian ini adalah Hasil penelitian menunjukkan Pelaksanan bimbingan pra nikah di Kantor Urusan Agama kecamatan Wanareja dianggap sudah efektif, namun demikian masih ditemukan pasangan calon pengantin yang masih sangat sulit memahami materi kursus pra nikah yang disampaikan oleh Konselor disebabkan kurangnya atau rendahnya pendidikan calon pengantin, dan masih perlu tindak lanjut peningkatan pelayanan pembinaan pasangan suami-isteri dalam pembentukan keluarga yang lebih mapan lagi dan tercermin dalam keluarga sakinah, mawaddah, warahmah
KURSUS CALON PENGANTIN (PENDAMPINGAN PRANIKAH) SEBAGAI UPAYA MENCEGAH TERJADINYA PERCERAIAN DI WILAYAH KECAMATAN WANAREJA KABUPATEN CILACAP Nono Carsono
Perwira Journal of Community Development Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v1i1.56

Abstract

Timbulnya permasalahan dalam pernikahan merupakan sebuah alasan perceraian yang umum diajukan oleh pasangan suami istri. Alasan tersebut kerap diajukan apabila kedua pasangan atau salah satunya merasakan ketimpangan dalam pernikahan yang sulit yang diatasi sehingga mendorong mereka untuk mempertimbangkan perceraian. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya perceraian, sebelum menikah calon pengantin perlu mendapatkan pendampingan (kursus calon pengantin). Metode pendampingan yang dilakukan. Pendampingan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif dalam pembahasannya. Adapun target grup dampingan ini adalah individu yang akan melangsungkan pernikahan. Mereka adalah tiga pasangan yang akan melangsungkan pernikahan dalam kurun waktu kurang dari enam bulan, dan dua pasangan yang akan melangsungkan pernikahan dalam kurun waktu 6-12 bulan yang akan datang. Kegiatan yang berlangsung pada rentang bulan Januari-Maret 2020 ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam proses pendampingan ini diantaranya: pengumpulan data baik melalui angket tentang data demografi subjek beserta pertanyaan terbuka mengenai persiapan pranikah, melalui wawancara kepada subjek yang berkaitan secara langsung dengan pernikahan, Observasi dan dokumentasi juga dilakukan untuk mengadakan pengamatan langsung pada obyek untuk mengetahui secara langsung tentang persiapan psikologis pranikah, serta dokumentasi digunakan sebagai data pendukung hasil wawancara dan pengamatan terkait data perceraian. Berdasarkan proses dampingan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pendampingan pranikah bagi pasangan Muslim merupakan salah satu cara yang tepat dalam membantu kemantapan calon pasangan sebelum menikah. Hal ini dikarenakan proses pendampingan dilakukan dengan mengkombinasi sebuah modul sebagai sarana belajar individu dewasa dan proses bimbingan konseling sebagai sarana diskusi, eksplorasi harapan masing-masing individu dan sampai pada proses membantu calon pasangan untuk meurmuskan tujuan dan bentuk keluarga seperti apa yang ingin mereka wujudkan.
PERAN BADAN PENASIHATAN PEMBINAAN DAN PELESTARIAN PERKAWINAN (BP4) DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH MAWADAH DAN WAROHMAH : Studi Kasus di Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Nono Carsono
TarbiyahMU Vol. 1 No. 1 (2021): TarbiyahMu
Publisher : TarbiyahMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya permasalahan pernikahan yang bisa menghambat untuk mencapai taraf keluarga yang harmonis pada masyarakat Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap, hal ini menunjukkan perlu adanya pencerahan berupa bimbingan dan pembinaan, baik itu berasal dari tokoh masyarakat, tokoh agama, psikiater, atau bahkan diperoleh dari lembaga pemerintah yang berwenang dan bertugas dalam pembinaan perkawinan yang tujuannya mampu meningkatkan pemahaman mengenai konsep keluarga harmonis (sakinah) yang sebenarnya demi terciptanya keutuhan keluarga. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif dalam pembahasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) dalam dalam membentuk Keluarga Sakinah Mawadah dan Warohmah di Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap dengan menyelenggarakan kursus calon pengantin kepada pasangan yang akan melakukan perkawinan. Sebelum pasangan calon pengantin menikah, harus dilakukan kursus calon pengantin terlebih dahulu. Kursus calon pengantin dilakukan selama tiga hari. Dalam kursus calon pengantin tersebut, kedua calon pengantin diberikan gambaran tentang hidup keluarga. Dalam kursus calon pengantin juga dijelaskan mengenai perkawinan, kewajiban suami isteri dalam keluarga dan dijelaskan pula mengenai keluarga yang sakinah mawadah warahmah serta cara mewujudkan keluarga yang Sakinah mawadah warahmah.
Uji Daya Hasil 15 Klon Ubi Kayu (Manihot esculenta) F1 Berdasarkan Karakter Hasil dan Komponen Hasil Di Jatinangor Wijaya, Wendy; Karuniawan, Agung; Carsono, Nono
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52969

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia penghasil ubi kayu yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan produksi yang disebabkan oleh konversi lahan. Dengan meningkatnya kebutuhan dan impor ubi kayu Indonesia maka diperlukan ubi kayu yang dapat berproduksi tinggi untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penelitian ini merupakan salah satu tahapan pada program pemuliaan untuk mengembangkan varietas ubi kayu lokal pada lokasi Jatinangor yang memiliki produksi lebih tinggi dari varietas sebelumnya. Jatinangor dipilih karena memiliki agroekologi yang mirip dengan kabupaten – kabupaten produsen ubi kayu di Jawa Barat antara lain Garut, Sumedang, Tasikmalaya, dan Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi genotipe yang berpotensi menjadi varietas unggul baru dan menyiapkan bahan tanam untuk penelitian selanjutnya. Kegiatan penelitian telah dilakukan pada Kebun Percobaan Ciparanje Unpad, Jatinangor, Sumedang dengan periode waktu dari Desember 2019 hingga November 2020. Pengidentifikasian genotipe yang berpotensi unggul dilakukan dengan membandingkan lima belas genotipe uji dengan tiga varietas cek. Pembandingan dilakukan dengan metode Least Significant Increase (LSI) pada lima belas karakter agronomi. Hasil dari penelitian ini adalah Genotipe 1, Genotipe 4, Genotipe 8, dan Genotipe 9 melebihi varietas cek pada satu karakter agronomi atau lebih. Genotipe 1 memiliki karakter panjang umbi yang melebihi ketiga cek dan berat umbi per tanaman melebihi Cek 2. Genotipe 4 memiliki diameter yang melebihi Cek 2. Genotipe 8 melebihi Cek 3 pada karakter indeks panen. Genotipe 9 melebihi Cek 2 dan Cek 3 pada karakter indeks panen.
Seleksi Toleransi Cekaman Kekeringan pada Delapan Genotipe Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Lokal Damayanti, Farida; Fachrunnisa, Laras Sitta; Slamet, Whitea Yasmine; Carsono, Nono; Karuniawan, Agung
Zuriat Vol 35, No 2 (2024): September, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i2.59232

Abstract

Cekaman kekeringan merupakan salah satu permasalahan besar dalam bidang pertanian di Indonesia karena dapat mengakibatkan penurunan hasil yang signifikan. Penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi tingkat toleransi cekaman kekeringan pada genotipe kacang tanah lokal koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni - November 2014 di fasilitas rumah kaca kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan split plot yang diulang tiga kali. Petak utama adalah perlakuan pemberian air/water availability (dua taraf) yaitu pemberian air optimal (100% water availability dan 25% water availability). Adapun anak petak adalah genotipe kacang tanah (sepuluh taraf), terdiri dari delapan genotipe kacang tanah lokal yaitu Soe Timur, Atambua, Kanonang Putih, Gorontalo C, Larantuka, Tondegesan Putih, Madura 2, Kinali Putih, serta varietas yang telah dilepas yaitu Singa dan Jerapah. Data dianalisis menggunakan uji Fisher taraf nyata 5%, uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT), dan Least Significant Difference (LSD) taraf nyata 5%. Pembobotan dan perangkingan untuk menentukan genotipe kacang tanah lokal yang memiliki nilai Drought Tolerance Indeks (DTI) lebih baik dibandingkan varietas Singa dan Jerapah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe Gorontalo C, Madura 2 dan Atambua merupakan genotipe kacang tanah lokal yang memiliki penampilan yang lebih baik dibandingkan genotipe Singa dan Jerapah berdasarkan nilai DTI untuk karakter morfologi, hasil dan komponen hasil, serta parameter toleransi cekaman kekeringan. Terdapat korelasi positif antara karakter hasil (bobot basah polong) dengan parameter LRWC 80, namun tidak terdapat korelasi antara karakter komponen hasil (jumlah polong) dengan parameter pengamatan toleransi cekaman kekeringan.
Breeding Methods for Antrachnose Resistant Chili Pepper in the Last Decade: A Review Putra, Fitriansyah; Carsono, Nono; Widiantini, Fitri; Bakti, Citra; Mitalo, Oscar W.; Kang, Seung Won
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 8 No 2 (2024): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v8i2.796

Abstract

Chili is one of the most economically valuable commodities cultivated worldwide. The high interest in chili can be attributed to capsaicin, which provides a spicy sensation when consumed. The level of interest in chili cultivation does not necessarily correlate with the yields obtained. The loss in production and yield can be attributed to the disruption of the Colletotrichum spp., which causes anthracnose disease. Breeding for anthracnose-resistant chili has been a focus of research for many scientists in various countries. Conventional and molecular methods are employed in the production of anthracnose-resistant chilies. This study will examine a range of articles and investigate the development of anthracnose-resistant chilies. The article was searched in the Scopus database. The articles were filtered based on the publication date range of 2014 to 2024, resulting in 343 articles. Furthermore, the articles were evaluated based on predetermined criteria, resulting in the identification of 22 articles. The breeding of anthracnose-resistant chili plants employs a range of conventional and molecular techniques to identify the most suitable lines. Various techniques, including crossing and different kinds of selection, were employed and validated through the development of molecular markers. Markers and genes have been identified, including RA80f6_r1, RA80f6_g1, RA80f6_g2, and RCT1, which are responsible for anthracnose resistance. This review provides an overview of the various anthracnose-resistant chili breeding methods.
The Prediction of Rice Production to Support Food Security in Bogor Regency using Linear Regression and Support Vector Machine (SVM) Ani Apriani; Nono Carsono; Mas Dadang Enjat Munajat
Jurnal Teknika Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i1.1192

Abstract

Prediksi adalah perkiraan mengenai sesuatu yang belum terjadi. Prediksi bertujuan meminimumkan pengaruh ketidakpastian yang dapat meminimalisir kesalahan dalam merencanakan. Kabupaten Bogor merupakan kabupaten yang memiliki jumah penduduk terbesar di Jawa barat, sehingga memerlukan pangan dengan jumlah besar pula. Produksi padi sebagai sumber pangan harus dapat mengimbangi jumlah kebutuhan konsumsi penduduknya. Untuk mengantisipasi potensi kekurangan padi, sekaligus melakukan perencanaan yang lebih efektif, dan mencegah ketergantungan terhadap impor beras, maka perlu dilakukan penelitian untuk memprediksi produksi padi. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi produksi padi. Metoda analisis yang digunakan yaitu algoritma Regresi Linier dan Support Vector Machine (SVM). Data yang digunakan berupa data sekunder yang bersumber dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. Hasil penelitian dengan menggunakan metoda algoritma Regresi Linier menghasilkan nilai MSE 236202,323; RMSE 486,007 ;  MAE 388,712 dan R2  1,000. Sedangkan metoda algoritma SVM menghasilkan nilai MSE 1461472466,751; RMSE 38229.2,10 ; MAE 303333,535 dan R2  -0,065. Nilai MSE, RMSE, dan MAE dari Regresi Linier lebih kecil dari Supprot Vector Machine. Untuk nilai R2 dari Regresi Linier adalah 1, artinya memiliki akurasi yang baik dibandingkan SVM. Dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah metoda algortima Regresi Linier memprediksi lebih baik dibandingkan dengan Support Vector Machine (SVM).
DETEKSI GEN KETAHANAN HAWAR DAUN BAKTERI PADA PADI FAMILI F7 PERSILANGAN SINTANUR X PTB33 DAN FAMILI F5 PANDANWANGI X PTB33 SEBAGAI UPAYA AWAL SKRINING GENOTIPE POTENSIAL Prayitno, Prayitno; Carsono, Nono; Anas, Anas; Mahardhika, Dimas Kembara
Jurnal Agroteknologi Vol 15, No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ja.v15i2.35238

Abstract

The decrease in rice production due to bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) has been reported to be quite high, ranging from 15–23%. Based on its spread and rice losses due to this pathogen, efforts are highly needed to reduce and control it. The BLB resistance gene is called the Xa gene. Currently, there are 42 Xa genes controlling BLB resistance that have been identified in some cultivars, mutant population and wild species of rice. The Xa3, Xa4 and xa8 genes are the three well-known of bacterial leaf blight resistance genes in hybrid rice in China and South Asian countries. Considering their dominant existence in Indonesia, molecular screening by means of PCR detection has been done in eight families of F7 Sintanur x PTB33 and two families of F5 Pandanwangi x PTB33 for these three Xa genes. Molecular markers BB3RF, BB3RR, MP1, MP2, and RM21044 were applied to detect those three genes. Based on DNA visualization it was found that SP101-3-1-5-8, SP101-3-1-19-26, SP101-3-1-38-4, SP87-1-1-7-7, PP48-5-1, and PP48-5-24 had the Xa3 gene. The genotypes that carry the Xa4 gene were SP101-3-1-19-27, SP101-3-1-38-4 and SP101-3-1-38-25. Meanwhile, the xa8 gene was only detected in Pandanwangi, meanwhile the SP101-3-1-38-4 carried the Xa3 and Xa4 genes. No genotypes were found with three genes. The selected genotypes will be further developed in order to assembly multiple resistance genes for this particular disease.
Breeding Methods for Antrachnose Resistant Chili Pepper in the Last Decade: A Review Putra, Fitriansyah; Carsono, Nono; Widiantini, Fitri; Bakti, Citra; Mitalo, Oscar W.; Kang, Seung Won
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 8 No 2 (2024): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/agrosainstek.v8i2.796

Abstract

Chili is one of the most economically valuable commodities cultivated worldwide. The high interest in chili can be attributed to capsaicin, which provides a spicy sensation when consumed. The level of interest in chili cultivation does not necessarily correlate with the yields obtained. The loss in production and yield can be attributed to the disruption of the Colletotrichum spp., which causes anthracnose disease. Breeding for anthracnose-resistant chili has been a focus of research for many scientists in various countries. Conventional and molecular methods are employed in the production of anthracnose-resistant chilies. This study will examine a range of articles and investigate the development of anthracnose-resistant chilies. The article was searched in the Scopus database. The articles were filtered based on the publication date range of 2014 to 2024, resulting in 343 articles. Furthermore, the articles were evaluated based on predetermined criteria, resulting in the identification of 22 articles. The breeding of anthracnose-resistant chili plants employs a range of conventional and molecular techniques to identify the most suitable lines. Various techniques, including crossing and different kinds of selection, were employed and validated through the development of molecular markers. Markers and genes have been identified, including RA80f6_r1, RA80f6_g1, RA80f6_g2, and RCT1, which are responsible for anthracnose resistance. This review provides an overview of the various anthracnose-resistant chili breeding methods.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ade Ismail Adilah Nurul Fitrah Afifah, Zulfa Agung Karuniawan Al Findy Yuhibba Fitriah Amalia Purdianty Amaliah, Lia Anas Anas Anas Anas, Anas Anas Zubair, Anas Anggita Dewi Ani Apriani Anita R. S. Wardani Anita Rachmasari S.W. Arif Solehudin Baehaki S.E. Baehaki S.E. Bambang Sriyadi Bambang Sriyadi, Bambang Betty Natalie Fitriatin Christian Bachem Christian Bachem, Christian Citra Bakti, Citra Danar Dono Dedi Ruswandi Desy Lidiasari Dewi, Atri Prautama Dwi Ariyani Eldikara, Ranggi Ema Komalasari Ema Komalasari, Ema Fachrunnisa, Laras Sitta Fadli Kurnia Farida Damayanti Feliatra Fitri Utami Hasan Fitri Widiantini Gatut Bayuaji Gigih Ibnu Prayoga Hasan, Fitri Utami Hasan, Fitri Utami Hera Hera Heri Syahrian Heri Syahrian, Heri Hersanti - Ibnu Dwi Buwono Ibrahim, Muhammad Yasser Inez Nur Indrayani Irma Mangatur Juniati, Atie Tri Kang, Seung Won kinya toriyama Leni Nurlaeli Irmayanti Lukman, Pradita N. M. Untung Kurnia Mahardhika, Dimas Kembara Mas Dadang Enjat Munajat Maulana, Haris Meddy Rachmadi Mitalo, Oscar W. Murdaningsih H. Karmana Nenet Susniahti Neni Rostini Neni Rostini Neni Rostini Nita Fitria Noladhi Wicaksana Nuryani Tinumbia, Nuryani Pradita N. Lukman Prayitno Prayitno Puji Syara Anggia Putra, Fitriansyah Rangga Jiwa Wibawa Ranggi Eldikara Reginawanti Hindersah Reisyi Rinola Tambunan Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami S Imam Wahyudi Safitri, Adam Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Sari, Santika Sari, Santika SATRIYAS ILYAS Slamet, Whitea Yasmine Soedarsono Soedarsono Solehudin, Arif Sri Nurlianti Syindy Raffini Nasihin Tomohiko Yoshida Tomohiko Yoshida, Tomohiko Tri Joko Santoso Untung Susanto Untung Susanto Veithzal Rivai Zainal Vitria Puspitasari Rahadi Vitria Puspitasari Rahadi Wendy Wijaya Whitea Yasmine Slamet Wieny H. Rizky Yoana Saragih Yuniar Mulyani Zubair, Anas Zulfa Afifah