p-Index From 2021 - 2026
8.127
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal NERS Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Public Health of Indonesia Jurnal Kesehatan Vokasional Journal Of Nursing Practice Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat CENDEKIA: Jurnal Studi Keislaman Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Journal of Health Sciences Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Medical Technology and Public Health Journal Community Development Journal To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Adi Husada Nursing Journal Community Service Journal of Indonesia The Indonesian Journal of Health Science Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Peduli Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia Journal of Health Community Service Nurse and Holistic Care Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisanggeni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Warmadewa Minesterium Medical Journal Lux Mensana: Journal of Scientific Health Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Community Development in Health Journal Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity Jurnal Medika: Medika Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK)
Claim Missing Document
Check
Articles

CULTURE SHOCK DAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA Difran Nobel Bistara
Adi Husada Nursing Journal Vol 1 No 2 (2015): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.222 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v1i2.15

Abstract

ABSTRAKPendidikan adalah salah satu alasan mengapa beberapa orang bermigrasi dan bersedia pergi untuk mendapatkan pendidikan lebih tinggi dan memiliki kualitas baik. Pertemuan dengan akademisi dari berbagai budaya, terutama pada mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta menjadi suatu bentuk interaksi sosial. Kegagalan untuk berinteraksi secara efektif dengan orang lain akan mengakibatkan gangguan interaksi sosial seseorang. Kesulitan dalam berinteraksi disebabkan oleh keanekaragaman budaya. Studi yang pernah dilakukan dalam ilmu keperawatan dari Universitas Gajah Mada ada 100% mengalami culture shock. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel adalah mahasiswa baru diambil dengan teknik stratified sampling. Analisis data yang digunakan adalah rank spearman. Hasil uji statistik diperoleh p=0.075 (α<0.05) dan r=0348 sehingga tidak ada hubungan culture shock dengan interaksi sosial pada mahasiswa ilmu keperawatan di Universitas Respati Yogyakarta. Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan untuk meningkatkan interaksi sosial.Kata kunci: culture shock, interaksi sosialABSTRACTEducation is one of the reasons why some people migrate and are willing to go to get a higher education and have a good quality. Meeting with academics from various cultures, particularly in Yogyakarta Respati University student into a form of social interaction. Failure to interact effectively with others will result in impaired social interaction a person. Difficulty in interacting caused by cultural diversity. The study ever conducted in nursing science from the University of Gajah Mada there 100% experienced a culture shock. This study uses correlation analytic design with cross-sectional approach. Samples are taken with the new students stratified sampling technique. The data analysis used was Spearman rank. Statistical test results obtained p = 0.075 (α <0,05) and r = 0348 so that there is no relationship with the culture shock of social interaction in nursing science students at the University of Respati Yogyakarta. Students are expected to adapt to the environment to improve social interaction.Keywords: culture shock, sosial interaction DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
Pengalaman Penderita DM Tipe 2 dalam Pengendalian Kadar Gula Darah Rusdianingseh Rusdianingseh; Difran Nobel Bistara
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 2 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i2.4868

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Hiperglikemi pada pasien DM disebabkan oleh gangguan sekresi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat. Sel tubuh yang tidak memberikan respon terhadap gangguan sekresi insulin, atau tidak bisa memanfaatkan secara optimal, maka akan mengalami penumpukan gula darah dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti dan makna pengalaman penderita DM tipe 2 dalam pengendalian kadar gula darah di wilayah Kebonsari Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan indept interview. Partisipan dalam penelitian ini adalah penderita  DM tipe 2 yang tinggal dengan keluarganya di wilayah Kebonsari Surabaya. Data yang dikumpulkan berupa rekaman wawancara dan catatan lapangan. Hasil transkrip verbatim dianalisis menggunakan metode Open Code4.02. Hasil: Penelitian mengidentifikasi 4 tema yaitu pemahaman tentang DM, penyesuaian pola hidup, terapi DM dan kesulitan dalam pengendalian DM. Simpulan dan Implikasi: Pentingnya pemahaman tentang DM, penyesuaian pola hidup, terapi dan pengendalian DM menjadi dasar perlunya program dan panduan peningkatan pengetahuan serta ketrampilan pengendalian DM tipe 2 di rumah.
HUBUNGAN PENINGKATAN NILAI KADAR CREATINE KINASE - MB MORTALITAS PASIEN SINDROMA KORONER AKUT (SKA) Abraham Ahmad Ali Firdaus; Ardyarini Dyah Savitri; Difran Nobel Bistara
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 2 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v10i2.1854

Abstract

Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan kondisi yang mengancam nyawa, oleh karena itu pasien SKA beresiko mengalami mortalitas dan membutuhkan prediksi awal berupa marker jantung salah satunya adalah CK-MB. Pemeriksaan CK-MB dengan hasil yang meningkat dapat sebagai alat diagnostik infark miokard dan menunjukkan adanya nekrosis miosit. Diharapkan dengan mengetahui kadar CK-MB yang meningkat dapat lebih berhati-hati dalam pencegahan terjadinya mortalitas pada pasien SKA. Studi retrospektif dengan desain penelitian case-control di RSI Jemursari Surabaya pada 60 pasien sindroma koroner akut pada Januari 2013 sampai Agustus 2017. Data dianalisis dengan analisis bivariat menggunakan uji x2 atau chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan nilai p0,05 yaitu 0,026 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peningkatan nilai kadar CK-MB dengan peningkatan mortalitas pada pasien SKA. Hasil Odds ratio (OR) peningkatan CK-MB dengan kejadian mortalitas pada pasien SKA adalah OR 4,375 (IK 95% 1,320-14,504), dimana dapat diartikan bahwa pada pasien SKA dengan hasil CK-MB meningkat mempunyai risiko 4,3 kali lebih besar untuk terjadinya mortalitas dibandingkan dengan pasien SKA dengan nilai CK-MB yang normal. Terdapat korelasi yang signifikan antara peningkatan kadar CK-MB dengan kejadian mortalitas pada pasien sindrom koroner akut.Kata Kunci: CK-MB, mortalitas, sindroma koroner akut
Application Coaching Support in Efforts to Regulate Diet and Fluid Restriction in Patients with Chronic Kidney Disease Susanti Susanti; Difran Nobel Bistara
Community Development Journal Vol 6 No 3 (2022): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v6i3.2816

Abstract

Proper diet and fluid restriction are very important things to note, because intake Excessive fluids can worsen the condition of patients with kidney disease. Although patients already understand that failure to limit fluids can be fatal, about 50% of patients with Chronic Kidney Disease (CKD) do not adhere to the recommended dietary and fluid restriction diet. Management of chronic kidney disease with diet and fluid restriction can be done by nurses by providing coaching support. The method of implementing community service which is carried out through the provision of coaching support is by providing health education gradually and continuously by paying attention to the problems experienced by Chronic Kidney Disease (CKD) sufferers so that awareness of the disease is achieved and the end result is an improvement in the behavior of the sufferer. Participants in this activity are all CKD patients who carry out routine checks at the Internal Medicine Poly Hospital of Adi Husada Surabaya from April 2021 to June 2021. Meetings with participants are followed up at the participants' homes for intervention. The behavior of the fiber was observed before and after the intervention. The results obtained before the intervention was given, most of the participants had poor behavior as many as 11 people (55%) and after being given coaching support most of the 12 people (60%) had good behavior in diet and fluid restrictions. Based on these data, it can be seen by using the Wilcoxon Signed Rank Test statistical test, the behavioral value p value = 0.001 so there is an effect of providing coaching support on the behavior of diet regulation and fluid restriction. Providing coaching support can be one of the therapies for CKD sufferers in maintaining stable kidney function so that the patient's quality of life becomes better
Pemberdayaan Kader Dalam Peningkatan Kesehatan Lansia Difran Nobel Bistara; Susanti Susanti; Erika Martining Wardani; Ima Kurniastuti; M. Khafid; Aisyah Aisyah; Budhi Setianto; Agus Aan Adriansyah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.269 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.807

Abstract

Jumlah populasi lansia secara global dan di Indonesia terus mengalami peningkatan. Peningkatan proporsi penduduk lansia ≥10% menyebabkan perubahan struktur penduduk menuju struktur penduduk tua (ageing population). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk membentuk kader dan meningkatkan motivasi lansia untuk menjaga kesehatannya. Metode yang akan diterapkan adalah model Participatory Tecnology Development dan educative yaitu dengan pemberian edukasi kepada kader terkaitpenyakit degeneratif yang sering dialami oleh lansia, pelatihan pemeriksaan kimia darah dan juga penggunaan teknologi berupa pelatihan penggunaan Aplikasi Penentuan Pemeriksaan Kimia Darah (APEMEKIDA). Terbentuk 16 kader yang telah dibekali ilmu tentang penyakit degeneratif. Pengetahuan kader tentang penyakit degenerative dan kemampuan kader dalam mengaplikasikan APEMEKIDA sebesar 94,7%. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah Aplikasi Penentuan Pemeriksaan Kimia Darah (APEMEKIDA) merupakan media yang tepat untuk monitoring kesehatan para lansia terutama kadar gula darah, kadar asam urat dan kadar kolesterol.
The Miracle of Breast Feading Peningkatan pemahaman pemberian ASI dalam Kelas laktasi Online RS Islam Surabaya “Kelor” Mery Susantri; Budhi Setianto; Elly Dwi Masita; Agus Aan Adriansyah; Difran Nobel Bistara
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.906 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.816

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan karunia terbesar yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. ASI sendiri merupakan sumber nutrisi terbaik bagi hampir semua bayi. Di luar pertumbuhan somatik, ASI sebagai cairan biologis memiliki berbagai manfaat lain, termasuk modulasi fungsi usus pascakelahiran, peningkatan kekebalan, dan perkembangan otak. Rendahnya capaian angka keberhasilan ibu dalam memberikan ASI ekslusif merupakan masalah yang cukup besar dalam era sekarang. Kesibukan orang tua sebagai pekerja membuat ASI tidak diberikan secara maksimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan untuk memberikan pengetahuan tentang ASI melalui kelas laktasi online. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada seluruh peserta antusiasme peserta dalam kegiatan ini sangat besar, sebagai tindak lanjut dan evaluasi dibuatlah grup WA yang nantinya kan membuat para peserta akan bertanya dan berbagi pengalaman kepada satu sama lain
Mengenal Sejuta Manfaat Dibalik IMD Di Dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan Budhi Setianto; Hartatiek Nila Karmila; Agus Aan Adriansyah; Difran Nobel Bistara
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.08 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.933

Abstract

Dalam hal perkembangan otak, ASI adalah makanan super terbaik. ASI mengandung bermacam-macam nutrisi, faktor pertumbuhan dan hormon yang vital untuk perkembangan otak awal anak. Karena ASI adalah zat hidup dengan komponen unik itu tidak dapat direplikasi dalam susu formula bayi, dampaknya terhadap perkembangan otak tak tertandingi, minimnya pengetahuan serta kepedulian masyarakata terkait pemberian Inisiasi Menyusui Dini terhadap ASI menetukan keberhasilan dalam suksesnya seorang ibu dalam memberikan ASI kepada bayi. Tujuan pengabdian masyarakan ini adalah untuk meningkatkan penegetahuan dan kemampuan dalam Pemberian inisiasi menyusu terhadap manfaat ASI pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dengan metode dengan mengadakan kelas online laktasi yang diberi nama KELOR (Kelas Laktasi Online RS Islam Surabaya). Peserta sangat antusias sehingga dibentuklah grup lanjutan Whatsup Group sebagai upaya pendampingan para ibu untuk melakukan konsultasi dalam pemberian ASI,dari hasil Pre dan Post Test didapatkan pula dengan adanya kelas ini terjadi peningkatan pengetahuam dari peserta.
Pelatihan Kader Dalam Peningkatan Status Kesehatan Difran Nobel Bistara; Arif Helmi Setiawan; Umi Hanik; Hafid Algristian; Susanti Susanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 2 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : BERKARYA DAN MENGABDI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.759 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v2i1.956

Abstract

Latarbelakang. Kesehatan merupakan asset masa depan dan merupakan modal terciptanya hidup yang sejahtera. Agar status kesehatan dapat diraih, perlu dilakukan upaya pencegahan penyakit dengan mengurangi atau menghilangkan faktor resiko penyakit, diantaranya pada tingkat pertama adalah melakukan pengontrolan dan pengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol. Metode. Metode yang akan diterapkan adalah model Participatory Tecnology Development dan educative yaitu dengan pemberian edukasi kepada kader terkait penyakit degeneratif yang sering dialami oleh lansia, pelatihan pemeriksaan kimia darah dan juga penggunaan teknologi berupa pelatihan penggunaan Aplikasi Penentuan Pemeriksaan Kimia Darah (APEMEKIDA). Hasil dan Pembahasan. Terdapat peningkatan pengetahuan yang semula pengetahuan cukup 10 orang kader (66,7%) menjadi pengetahuan baik 13 orang kader (86,7%). Dan seluruh kader 15 orang (100%) memiliki kemampuan mandiri dalam mengaplikasikan APEMEKIDA. Kesimpulan. Aplikasi Penentuan Pemeriksaan Kimia Darah (APEMEKIDA) merupakan media yang tepat untuk monitoring kesehatan warga di wilayah Rukun Warga (RW) 08 Kelurahan Wonokromo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Selanjutnya, diharapkan aplikasi ini bisa di download di playstore secara mudah sehingga dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh seluruh masyarakat untuk monitoring kesehatan secara kontinyu guna mempertahankan kualitas hidup secara optimal.
Rehabilitasi Psikososial berbasis Rumah Sakit sebagai Upaya Sustainable bagi ODGJ di Kabupaten Gresik Hafid Algristian; Difran Nobel Bistara; Fifi Khoirul Fitriyah; Abdul Hakim Fasya; Khamida
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Treatment for people with mental disorders (orang dengan gangguan jiwa, ODGJ) in Gresik Regency is still limited to curative (medication) because Gresik Regency does not yet have adequate psychosocial rehabilitation facilities (RPS). RPS aims to restore the social functions of ODGJ so that they are more productive according to their abilities. Activity goals. To initiate the hospital-based RPS activities. Problem-solving framework. The framework is carried out through several activities, such as conducting assessments and focused group discussions with hospitals managers as potential partners, creating RPS service guidelines, conducting training and upgrading skills for health workers, involving ODGJ, families, and health cadres in RPS services, and planning a follow-up with the community health center (community health center, puskesmas), social institutions, and local officials. Results. Grha Husada Gresik Hospital (RSGH) is willing to initiate RPS services in Gresik Regency. This RPS service will be carried out for a minimum of two years, with ODGJ clinical evaluations every three months. The RSGH’s advantage is that it has 4 (four) certified health workers as behavior therapists for children with special needs (ABK). The RPS module was made by modifying the ABK behavior therapy module to suit the needs of adult ODGJ. RPS training is carried out based on the module. A total of 30 participants attended the initial RPS service, consisting of 10 ODGJ patients, 10 companions, and 10 local health cadres. The consistency of the arrival of ODGJ and companions is still low, due to the lack of awareness of the benefits of RPS services. RSGH and the health cadres took the initiative together to pick them up, but the arrival rate was still around 5-6 people per meeting. Conclusion. Good cooperation between hospitals, health cadres, and families is the first step for sustainable RPS services. The main challenge is to raise awareness of the need for RPS services for patients and their families.
Promosi Kesehatan Pencegahan Penularan Infeksi Covid-19 Pada Masyarakat Melalui Webinar Series Erika Martining Wardani; Difran Nobel Bistara; Yurike Septianingrum
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v5i1.441

Abstract

Kasus yang menjadi pusat perhatian yaitu Covid-19 yang telah menyebar ke dunia. Hal ini masyarakat perlu memahami tentang Covid-19 sehingga mampu melakukan pencegahan penularan Covid-19 dengan baik melalui cara Promosi kesehatan dengan webinar sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dari rumah masing-masing. Tujuan dari pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19. Berdasarkan hasil pre test yang diikuti oleh 60 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang infeksi Covid-19 sebesar 16 responden (26,7%) mengerti tentang infeksi Covid-19 sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 51 responden (85%). Proporsi berdasarkan hasil pre test tentang pencegahan penularan infeksi Covid-19 sebesar 18 responden (30%) mengerti tentang pencegahan penularan infeksi Covid-19 sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 45 responden (75%). Hasil uji statistik didapatkan p=0.001, artinya ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat sebelum dengan setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan webinar. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat terutama di wilayah RW 03 Kelurahan Simomulyo Baru Kecamatan Sukomanunggal.
Co-Authors -, Rusdianingseh Abdul Hakim Fasya Abdul Rahman, Haliza Abraham Ahmad Ali Firdaus Abu Bakar Afiyah, R. Khairiyatul Agus Aan Adriansyah Aisyah Aisyah Aizatun Nisa Akas Yekti Pulih Asih Alfaridzi, Aditya Rizky Algristian, Hafid Algristian, Hafid Alva Cherry Mustamu Andi Roesbiantoro Ardyarini Dyah Savitri Arif Helmi Setiawan Arif Helmi Setiawan Aris Setyawan Ariyanto Nugroho Bariyah, Khadijah Khairul Budhi Setianto Budhi Setianto Budury, Syiddatul Choirotussanijjah Chuang, Yeu-Hui Dwi Andriani, Dwi Dwi Handayani Dwinanda Djunaedi Edza Aria Wikurendra Effendi Effendi Effendi Eppy Setiyoati Eppy Setiyowati Evy Afiyah Syagran Evy Afiyah Syagran Fajriyah, Novita Faridah Umamah Fasya, Abdul Hakim Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fifi Khoirul Fitriyah Firdaus, Abraham Ahmad Ali Fritria Dwi Anggraini Hadi, Achmad Hafid Algristian Haliza Abdul Rahman Hartatiek Nila Karmila Hartatik Nila Karmila Hatmanti, Nety Mawarada Heri Suroso, Heri Ikwan, Mochamad Ima Kurniastuti Imamate, ewi Sinta Nuriatul Imamatul Faizah Izzah, Shobibatur Rohmah Khamida Khuzaimah Ahmad Sharoni, Siti Kombih, Muhammad Fifin Kristiani, Rina Budi Liang, Shu-Yuan Lina Andriani Lu, Kuo-Cheng M. Khafid Masita, Elly Dwi Masita Mawarda Hatmanti, Nety Maya Purnia Sari Mery Susantri Millah, Hanifiyatul Moch. Ikwan Muhammad Khafid Nafiah, Ilmi Nailah Tri Iswira Nata Ratnawati Nety Mawarada Hatmanti Nikmatus Sa’adah Nordin, Roswati Binti Nugroho, Riezky Faisal Nur Ainiyah Pradita, Nabilla Annisa Priyagung Gusmantara Pulih Asih, Akas Yekti Putri, Rahmadaniar Aditya Ratna Yunita Sari Ratriwardhani, Ratna Ayu Retna Gumilang Roesbiantoro, Andi Rohmawati, Riska Rusdianingseh Rusdianingsih Rusdianingsih Satriya Pranata Savitri, Ardyarini Dyah Savitri, Ardyarini Dyah Septianingrum, Yurike Setiawan, Arif Helmi Setyaningrum, Niken Siti Fadlilah Siti Khuzaimah Ahmad Sharoni Siti Nur Qomariah Siti Nurjannah Soleha, Umdatus SUSANTI Susanti Susanti Susanti Susanti Susanti Susanti Susanti Susanti Susanti Susanti Susanti Taufiqurrahman, Affan Tsaaqif Umi Hanik Umi Hanik Vranada, Aric Wahyu Pranoto Wang, Tsae-Jyy Tiffany Wardani, Erika Martining Wijayanti, Lono Winoto, Priyo Mukti Pribadi Wu, Shu-Fang Vivienne Yanis Kartini Yobel, Sosilo Zahro, Novianti Fatimahtus Zahroh, Chilyatiz