Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lampuhyang

Logika dalam Berbahasa Indonesia (Suatu Tinjauan Filsafat Bahasa) Wirahyuni, Kadek; Juliantari, Ni Kadek
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.175

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan logika dalam bahasa masyarakat, kaitan/hubungan antara fakta dan logika dalam berbahasa Indonesia, penggunaan kalimat efektif dalam kaitannya dengan logika berbahasa, dan salah nalar yang terjadi dalam berbahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa yang digunakan dalam masyarakat kadang kala tidak logis atau bahasa yamh mengandung ketidaknalaran. Kata ketidaknalaran mengandung pengertian adanya sesuatu yang tidak sesuai dengan nalar atau logika (logic). Ketidaklogisan atau kesalahnalaran itu tercermin dalam bahasa yang kita produksi dalam bentuk tutur. Ujaran atau tutur kita jadinya dapat mencerminkan cara kita berpikir, sehingga muncul ungkapan bahasa yang logis dan bahasa yang tidak logis. Bahasa ternyata tidak selalu tunduk kepada kebenaran fakta dan kebenaran penalaran secara logika. Di satu sisi bahasa harus tuntuk kepada logika dan di sisi lain bahasa tidak selamanya tunduk kepada logika. Penggunaan atau penataan kalimat juga berkaitan dengan logika. Kalau sebuah kalimat memiliki sebuah kata yang tidak berfungsi, kalimat tersebut disebut kalimat mubazir, dan dianggap tidak efektif. Adanya kata yang mubazir itu juga menyebabkan kalimat itu tidak benar dan tidak logis karena penutur tidak mengikuti alur penalaran yang benar. Ada beberapa corak berpikir salah atau salah nalar, yang dapat menghasilkan kalimat-kalimat yang tidak dapat diterima akal sehat atau tidak logis. Corak yang dapat menyebabkan salah nalar di antaranya adalah dalam wujud generalisasi atau stereotype.
Logika dalam Berbahasa Indonesia (Suatu Tinjauan Filsafat Bahasa) Kadek Wirahyuni; Ni Kadek Juliantari
LAMPUHYANG Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v10i1.175

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan logika dalam bahasa masyarakat, kaitan/hubungan antara fakta dan logika dalam berbahasa Indonesia, penggunaan kalimat efektif dalam kaitannya dengan logika berbahasa, dan salah nalar yang terjadi dalam berbahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa yang digunakan dalam masyarakat kadang kala tidak logis atau bahasa yamh mengandung ketidaknalaran. Kata ketidaknalaran mengandung pengertian adanya sesuatu yang tidak sesuai dengan nalar atau logika (logic). Ketidaklogisan atau kesalahnalaran itu tercermin dalam bahasa yang kita produksi dalam bentuk tutur. Ujaran atau tutur kita jadinya dapat mencerminkan cara kita berpikir, sehingga muncul ungkapan bahasa yang logis dan bahasa yang tidak logis. Bahasa ternyata tidak selalu tunduk kepada kebenaran fakta dan kebenaran penalaran secara logika. Di satu sisi bahasa harus tuntuk kepada logika dan di sisi lain bahasa tidak selamanya tunduk kepada logika. Penggunaan atau penataan kalimat juga berkaitan dengan logika. Kalau sebuah kalimat memiliki sebuah kata yang tidak berfungsi, kalimat tersebut disebut kalimat mubazir, dan dianggap tidak efektif. Adanya kata yang mubazir itu juga menyebabkan kalimat itu tidak benar dan tidak logis karena penutur tidak mengikuti alur penalaran yang benar. Ada beberapa corak berpikir salah atau salah nalar, yang dapat menghasilkan kalimat-kalimat yang tidak dapat diterima akal sehat atau tidak logis. Corak yang dapat menyebabkan salah nalar di antaranya adalah dalam wujud generalisasi atau stereotype.
Co-Authors A.A Istri Dewi Adhi Utami Adelia, Ni Putu Cahya Agus Aan Jiwa Permana Ahmad Abdan Syakur Anita Dwi Berlian Putri Anjani, Arnum Hardyanti Ardiningsih, Ni Luh Putu Susi Arnum Hardyanti Anjani Ayu Cahyaningsih, Ni Made Bilal, Arpan Islami Budi, Imanuel Setyo Christina Purwanti, Christina Darmurtika, Linda Ayu Dewantara, Putu Mas Dewi, Ketut Ayu Suriantini Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Engel Bertha Halena Gena Fajri Sidqi, Dias Franciska, Holla Gde Artawan Gede Arta Sujana Putra Hasbul, Wahyuni Hijriyah Hijriyah I Gede Nurjaya I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Agung Galuh Wismadewi I Gusti Ayu Niken Launingtia, I Gusti Ayu Niken I Ketut Paramarta I Made Sutama I Nengah Martha I Nengah Suandi I Nyoman Yasa I Putu Gede Sutrisna I Putu Gede Sutrisna . I Putu Mas Dewantara I Wayan Artika Ida Bagus Putrayasa Indrawati, I Gusti Ayu Putri Indrawati Jayanti, Gusti Made Dwi Juliantari, Ni Kadek M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Sri Indriani Mariyati, I Gusti Ayu Mas Dewantara, I Putu Moon, Yuliana Jetia Nengah Martha, I Nengah Suandi Ni Made Dwi Cahyani Ni Made Rai Wisudariani Ni Putu Dwi Sucita Dartini nyana, Putu Suwid Pelipus Wungo Kaka Pramesti, Wikan Ayu Pramudhita, Kadek Denya Chandra Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Purnama, Yulian Purnawarman Purnawarman, Purnawarman Putri, Kadek Dwi Utami Sari, Ni Putu Diana Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Suandi, Nengah Sujana Putra, Gede Arta Susianti, Hartanti Woro SUTAMA, I. MADE Suwiwa, Gede Syahfitri, Dian Tania Dwitayanti Widiani, NI Ketut Widiani, Ni Made