Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Pengawasan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) dalam Rangka Penerapan Higiene Sanitasi di Industri Tahu Kedelai Herawati, Cucu; Sutarsih, Cicih; Indragiri, Suzana; Dhani, Awis Hamid; Wahyuni, Nuniek Tri; Supriatin, Supriatin; Abdurakhman, Raden Nur
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v7i2.283

Abstract

Upaya higiene sanitasi harus diterapkan di Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) olahan siap saji, sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan berkembang biaknya patogen dalam bahan dan produk pangan yang dapat membahayakan kesehatan. Jumlah TPP yang memenuhi syarat kesehatan atau laik HSP masih jauh di bawah persentase TPP sesuai standar secara nasional, Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk pengawasan TPP dalam rangka penerapan higiene sanitasi di industri tahu kedelai. Pengabdian Kepada Masyarakat bertempat di UPTD Puskesmas Sumber Kabupaten Cirebon. Sasaran intervensi pengawasan TPP dilakukan kepada pemilik serta karyawan pabrik tahu sebanyak 2 pabrik. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat selama 61 hari, yaitu mulai tanggal 12 Agustus sampai 11 Oktober 2024. Metode pengumpulan data dengan observasi ke tempat pengelolaan pangan serta wawancara menggunakan instrumen Inpeksi kesehatan lingkungan (IKL) higiene sanitasi pangan. Bahan yang digunakan untuk kegiatan pengawasan tempat pengelolaan pangan adalah: Formulir IKL, Kit sanitasi, dan Alat tulis. Analisis data dalam menentukan prioritas masalah menggunakan metode USG (Urgenci, Seriousness, Growth). Hasil pengabdian masyarakat, ditemukan prosentase IKL TPP belum mencapai target yaitu 52% dari target 55,2%, intervensi yang dilakukan yaitu pembinaan dan pengawasan terhadap tempat pengelolaan pangan tersebut. Saran hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, perlu dilakukan monitoring berkala sesuai frekuensi inspeksi terhadap TPP dan sebaiknya ada pelatihan kesehatan dan keamanan pangan untuk pemilik dan penjamah TPP.
Wealth Index Association with Elective or Choice of Pre-Labor Caesarean Section among Thai Women Ellyzabeth Sukmawati; Maretalinia, Maretalinia; Nuniek Tri Wahyuni; Supriatin, Supriatin
Unnes Journal of Public Health Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with the Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v14i2.23454

Abstract

The prevalence of caesarean section in Thailand is increasing every year along with the growing capability of women to work. This study examined the correlation between wealth index and caesarean section decision (decided in advance or after labour). This study used secondary data from the Multiple Indicator Cluster Survey (MICS) Thailand in 2022. The sample consisted of women who had at least one child. The dependent variable is the caesarean section decision, and the main independent variable is the wealth index. The data was analyzed for univariate, bivariate (t-test and Chi-square), and multivariate (binary logistic regression). The findings revealed that around 70% of women decided to deliver by caesarean section in advance (not after labour). The multivariate analysis found the richest women were 2.88 times more likely to decide to deliver by caesarean section in advance compared to lower wealth index quantiles. This study contributed to the current phenomenon that the richest women tend to deliver by caesarean section as an elevated social status compared to vaginal birth.  
Domestic Environmental Factors Associated with Pediatric Snoring: A Scoping Review Protocol Supriatin, Supriatin; Wahyuni, Nuniek Tri; Widadi, Sri Yekti; Nurhaeni, Heni; Anitasari, Silvia
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.3268

Abstract

Since one-third of children who snore consistently may have OSAS, understanding the causes is vital. Preventing snoring requires addressing obesity, allergies, and anatomical anomalies. Indoor allergens and enlarged tonsils and adenoids may also cause youngsters to snore. The review aims to identify and categorize key concepts, types of evidence, and research gaps in this area.  The scoping review will follow the methodology and stages outlined by the Joana Briggs Institute ((JBI). The final output will follow the PRISMA-Protocols (PRISMA-P) 2015 checklist. This review serves as a necessary step before conducting a systematic review and clinical studies. Childhood snoring is a common problem that can have adverse effects on a child’s health and well-being. It is importing ant for parents to understand the hazards of snoring and seek support if they suspect their child may have a sleep disorder. Treatment options vary depending on the cause and severity of snoring, and may include lifestyle changes, medication, or surgery. More research is need to better understand the relationship between environmental factors and snoring children, including the impact of pollutant such as NO2 and passive smoking. Early detection and treatment of snoring in children is crucial, as if can have long-term effects on their health and well-being. The conclusion is that knowledge empowers parents to take the necessary steps to ensure the well-being and healthy sleep of their children.
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Posbindu Desa Megu Gede Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon Tahun 2023 Wahyuni, Nuniek Tri; Mahasih, Teki; Muslimin, Muslimin; Taswidi, Didi; Ovtaviana, Popi; Fitriyani Dewi, Lisna Nur
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i3.3388

Abstract

Lanjut usia atau biasa disebut lansia merupakan fase akhir dari perkembangan hidup manusia. Berdasarkan World Health Organization (WHO) lanjut usia adalah mereka yang meliputi usia pertengahan (middle age) yaitu yang berusia 45-59, lanjut usia (elderly) yaitu yang berusia 60-74 tahun, lanjut usia tua (old) yang berusia 75-90 tahun dan usia yang sangat tua (very old) yaitu usia yang di atas 90 tahun. Pada fase lanjut usia akan terjadi banyak perubahan diantaranya perubahan fisik, fungsi kognitif maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Posbindu Desa Megu Gede Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional yang mengkaji hubungan antara variabel dimana peneliti dapat mencari, menjelaskan suatu hubungan antara variabel. Hasil dari penelitian ini yaitu, Aktivitas fisik lansia di Posbindu Desa Megu Gede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon menunjukkan bahwa 47 lansia (49,0%) memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang. Selain itu, fungsi kognitif pada 48 lansia (50,0%) juga berada pada kategori kurang. Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif pada lansia di Posbindu tersebut, dengan p-value sebesar 0,01.
Pengaruh Terapi Pijat Refleksi Kaki Terhadap Perubahan Tekanan Darah Penderita Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Palimanan Kabupaten Cirebon Sutarna, Agus; Wahyuni, Nuniek Tri; Muslimin, Muslimin; Mutiah, Dewi; Dzulyadaen, Luthfi Hadi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 7 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i7.2621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi pijat refleksi kaki terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di kalangan lansia di Puskesmas Palimanan Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah desain pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 36 responden yang diambil menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi, sebagian besar responden mengalami hipertensi tingkat 2. Namun, setelah penerapan terapi pijat refleksi kaki, terdapat peningkatan jumlah responden yang mengalami tekanan darah normal. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menghasilkan p-value 0,000, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari terapi pijat refleksi kaki terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi.
HUBUNGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR DENGAN TUMBUH KEMBANG BAYI (0-1 TAHUN) Nuniek Tri Wahyuni; Selly Oktaviany Prasetya
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v10i2.11

Abstract

Imunisasi dasar yang terdiri atas BCG, DPT, Hepatitis B, polio, dan campak sangat penting diberikan pada bayi berusia 0-12 bulan untuk memberikan kekebalan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) antara lain Tuberkulosis, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Hepatitis B dan Campak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengalisis hubungan pemberian imunisasi dasar dengan tumbuh kembang pada bayi (0-1 Tahun). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kartu Menuju Sehat (KMS), antropometri status gizi dan Denver II. Jumlah sampel yang digunakan 58 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling.Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian imunisasi dasar dengan pertumbuhan dan pemberian imunisasi dasar dengan perkembangan bayi. Analisis penelitian ini menunjukkan hasil pertumbuhan p value = 0,034 dan perkembangan p value = 0,046 (α ≤ 0,05).Artinya pada penelitian ini terdapat hubungan pemberian imunisasi dasar dengan pertumbuhan dan terdapat hubungan pemberian imunisasi dasar dengan perkembangan bayi.Kata Kunci : Imunisasi Dasar, Tumbuh Kembang   ABSTRACTBasic immunization consisting of BCG, DPT, Hepatitis B, polio, and measles is very important given to infants aged 0-12 months to provide immunity from diseases that can be prevented by immunization (PD3I) including Tuberculosis, Diphtheria, Pertussis, Tetanus, Polio , Hepatitis B and measles. The purpose of this study was to analyze the relationship between basic immunization and growth and development in infants (0-1 years). This type of research used in this research is analytic descriptive using a cross sectional approach. The instruments used in this study were the Card to Health (KMS), anthropometry of nutritional status and Denver II. The number of samples used 58 respondents with a sampling technique that is accidental sampling. The analysis used in this study is univariate analysis and bivariate analysis. The results of this study indicate that there is a significant relationship between basic immunization with growth and basic immunization with infant development. The analysis of this study shows the results of the growth of p value = 0.034 and the development of p value = 0.046 (α ≤ 0.05). This means that in this study there is a relationship between basic immunization and growth and there is a relationship between basic immunization and infant development.Keywords: Basic Immunization, Growth and Development
HUBUNGAN CEDERA KEPALA DENGAN DISORIENTASI PADA PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS Nuniek Tri Wahyuni; Winda Indahsari
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v9i2.84

Abstract

Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya cedera kepala, salah satu penyebab terjadinya cedera kepala yang serius adalah kecelakaan lalu lintas (sekitar 60% kematian yang disebabkan kecelakaan lalu lintas merupakan akibat cedera kepala). Tujuan penelitian ini utuk mengidentifikasi cedera kepala dengan disorientasi pada pasien kecelakaan lalu lintas di IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kolerasi yang bersifat deskriptif, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien cedera kepala di RSD Gunung Jati Kota Cirebon, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 22 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi penilaian GCS dan lembar kuesioner TOAG. Analisis bivariat  menggunakan uji  chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar cedera kepala ringan yaitu sebanyak 16 dari 22 responden atau sekitar (72.7%) dan sebagaian besar mengalami disorientasi sedang, yaitu sebanyak 14 orang dari 22 responden atau sekitar (63,6%). Berdasarkan analisa statistik uji Spearman’s Rho menunjukan bahwa terdapat hubungan cedera kepala dengan disorientasi pada pasien kecelakaan lalu lintas di IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon serta nilai probabilitas (p = 0.001). Kata Kunci : Cedera Kepala, Disorientasi  ABSTRACTMany of the causes of head injury, one of the causes of serious head injuries are traffic accidents (about 60% of deaths caused by traffic accidents are the result of head injury). The purpose of this study was to identify head injury with disorientation in traffic accident patients at IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon 2018.The type of research used in this study is a descriptive correlation study, using a cross sectional approach. The population in this study were head injury patients at IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon, the sampling technique used was accidental sampling with a sample of 22 respondents. Data collection techniques used the GCS assessment sheet and TOAG questionnaire sheet. Bivariate analysis using the chi square test.The results of this study indicate that, which is mostly light weight that is as much as 16 out of 22 respondents or approximately (72.7%) and most of moderate disorientation, which is as many as 14 people from 22 respondents or approximately (63.6%).Based on statistical analysis Spearman’s Rho showed that there was correlation with the patient in RSD Teachers Mountain Jati Cirebon City and probability value (p = 0,001).Keywords: Head Injury, Disorientation
PENGARUH TERAPI GENGGAM BOLA TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK HALUS PADA PASIEN STROKE Nelly Nurartianti; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i1.98

Abstract

Stroke adalah penyakit penyebab kecacatan nomor satu di dunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menyatakan terjadinya peningkatan kasus stroke di Indonesia dari tahun 2007 sebanyak 8,3% sedangkan 2013 menjadi 12,1% per1000 orang. Gejala stroke adalah kelemahan otot pada lengan bagian kanan atau kiri bila tidak mendapatkan penanganan yang baik akan menimbulkan kecacatan, sehingga untuk meminimalkan kecacatan tersebut dengan melakukan terapi genggam bola secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi genggam bola terhadap peningkatan motorik halus pada pasien stroke di ruang rawat inap RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2017. Desain penelitian ini adalah pre eksperiment. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik Accidental sampling. Variabel independent terapi genggam bola sedangkan variabel dependent motorik halus. Penelitian ini dilaksanakan 06 Februari-06 Maret 2017. Analisa data dengan menggunakan uji statistik wilcoxon.Hasil analisa menunjukan bahwa ada perbedaan antara motorik halus sebelum dan sesudah terapi genggam bola 2 kali sehari dengan nilai 20,67 menjadi 35,13.  P value  0,000  <0,05 sehingga dalam penelitian ini ada pengaruh terapi genggam bola terhadap peningkatan motorik halus pasien stroke.Kata kunci     : Motorik Halus, Terapi Genggam Bola   ABSTRACTStroke is a leading cause of disability in the world and the third cause of death in the world.  Resultsfrom Health Research Association (RISKESDAS) in 2013 declared an increase in cases of stroke in Indonesia from 2007 to 8.3% in 2013 to 12.1% while per1000 people. Stroke symptoms is muscle weakness in the right or left arm when not get a good handling will cause disability, so as to minimize the disability by performing handheld ball therapy.This study aims to determine the effect of  handheld ball therapy  to increase  motor skills in stroke patients in hospitals GunungJati Cirebon Year 2017. This study desain usedquasy experiment. Number of samples  30 respondents with a Accidental sampling.Independent variabelhandheld ball therapy while the dependent variable is motor skills. This study was undertaken 06 February to 06 March 2017 using Wilcoxon statistical test. The analysis shows that there is a different between motor skills before and after handheld ball therapy 2 times a day with a value of 20,67 into 35,13. p value = 0,000 <0,05 so that in this study take effect handheld ball therapy to increase motor skills stroke patients.Keywords : Motor Skills, Handheld Ball Therapy
PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP TINGKAT KONTROL ASMA PADA PENDERITA ASMA Anas Firdaus; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.104

Abstract

Tingkat kontrol asma merupakan ukuran sejauh mana manifestasi asma dapat diminimalkan dengan intervensi pengobatan. Ketika asma tidak terkontrol, hal tersebut berkaitan erat dengan beban asma, penurunan kualitas hidup, dan peningkatan pemanfaatan fasilitas kesehatan, tingkat kontrol asma harus dinilai pada setiap kunjungan dan pengobatan harus disesuaikan untuk mencapai kontrol. Salah satu penanganan  nonfarmakologinya adalah dengan teknik pernafasan Buteyko, Buteyko merupakan salah satu teknik olah napas yang betujuan untuk menurunkan ventilasi alveolar terhadap hiperventilasi paru penderita asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kontrol pada penderita asma sebelum dan sesudah teknik pernafasan buteyko dilakukan. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen group pretest-postest, dengan intervensi teknik pernapasan Buteyko di RSUD Gunung Jati Cirebon. Sampel sebanyak 29 penderita asma di ambil dari total sampling, instrumen penelitian dengan lembar kuesioner ACT (asthma control test) dan analisa bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil analisis data sebelum dilakukannya teknik pernafasan sebagian besar dengan asma tidak terkontrol yaitu 18 orang  (62,1%) dan hasil analisi data sesudah dilakukan  teknik pernafasan sebagian besar dengan asma terkontrol baik yaitu 17 orang (58,6%). Analisa data dengan menggunakan  uji statistik non parametric test Wilcoxon, didapatkan hasil p value 0,000 bahwa teknik pernafasan Buteyko berpengaruh meningkatkan kontrol asma pada penderita asma (p < 0,05).Kata kunci           : Teknik Pernafasan Buteyko, Tingkat Kontrol Asma  ABSTRACTThe level of asthma control is a measure of the extent to which asthma manifestations can be minimized by treatment intervention. When asthma is not controlled, it is closely related to asthma load, decreased quality of life, and increased utilization of health facilities, asthma control levels should be assessed at each visit and treatment should be adjusted to achieve control. One of the non-pharmacological treatments is by Buteyko breathing technique, Buteyko is one of the techniques of breathing that aims to reduce alveolar ventilation to hyperventilation of the lungs of asthmatics. The purpose of this study was to determine the level of control in patients with asthma before and after buteyko breathing techniques performed. This type of research is quasy experiment one group pretest-postest, with Buteyko respiratory technique intervention in Gunung Jati Hospital Cirebon. A sample of 29 asthma patients were taken from total sampling. Research instrument with ACT questionnaire (asthma control test) and Wilcoxon test was employed in bivariate  analysis.  The result of analysis before the technique of breathing mostly with uncontrolled asthma that is 18 people (62,1%) and result of data analysis after done respiration technique mostly with controlled asthma good that is 17 people (58,6%). Analysis using non parametric test statistic test Wilcoxon, got result p value 0,000 that Buteyko respiratory technique have an effect to improve control of asthma in patient of asthma (p <0,05). Keywords             : Buteyko Breathing Technique, Asthma Control Level
PENGARUH PENERAPAN LAGU “6 LANGKAH MENCUCI TANGAN“ TERHADAP KEMAMPUAN MENCUCI TANGAN SISWA TUNAGRAHITA SEDANG MENGGUNAKAN METODE AUDIO VISUAL DI SDLB-C PANCARAN KASIH KOTA CIREBON Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.125

Abstract

Tunagrahita adalah kondisi anak yang kecerdasannya dibawah rata-rata yaitu dibawah 70 dan memiliki ketergantungan pada orang lain secara berlebihan, kurang tanggap, penampilan fisiknya kurang proporsional, perkembangan bicara terlambat dan bahasa terbatas. Anak tunagrahita rentan terhadap infeksi dikarenakan imunitas  yang kurang dan kemampuan perawatan diri yang masih lemah. Penyebab infeksi tersebut karena banyak anak usia sekolah terkena diare karena sebelum dan sesudah makan mereka tidak mencuci tangan. Mencuci tangan dapat menekan angka kejadian infeksi diare sampai 47%. Saat ini media pembelajaran untuk melatih anak tunagrahita masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan lagu “6 langkah mencuci tangan” terhadap kemampuan mencuci tangan siswa tunagrahita sedang di SDLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon.   Desain   Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre test and post testwithout controlgroup design. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu anak tunagrahita sedang SDLB-C dengan jumlah 37 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi 6 langkah mencuci tangan sesuai dengan standar WHO. Untuk menguji hipotesis digunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan terdapat pengaruh penerapan lagu “6 langkah mencuci tangan” terhadap kemampuan mencuci tangan anak tunagrahita sedang (p value 0.000). Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bahwa lagu ”6 langkah mencuci tangan” dapat digunakan untuk meningkatkan kemandirian anak tunagrahita khususnya mencuci tangan.Kata kunci     : Tunagrahita, Penerapan lagu, 6 langkah mencuci tangan, audio visual ABSTRACTTunagrahita is the child's condition is below average intelligence that is under 70 and has a dependency on others excessively, less responsive, less proportionate physical appearance, delayed speech and language development is limited. In some cases, children with intellectual disability are susceptible to infection due to less immune system and self care. The infection is mostly caused by diarrhea as many school-aged children have no proper hand-washing behavior before and after meals. Hand-washing reduces the risk of infectious diarrhea up to 47 %. However, learning media to train those children with mental retardation still vary from one another.  This research aims to understand the influence of the application of a song “6 steps of washing hands” on the ability of student mental retardation to wash hand was on a method of audio visual at SDLB-C (special elementary school for intellectual disability) Pancaran Kasih Cirebon. The research used quasi experimental design with pre test and post test, without the presence of control group design. Purposive sampling method was used to involve 37 students of SDLB-C with mental retardation as the research respondents. The research instruments were observation sheets of 6 steps of washing hands in accordance with the WHO standards. In testing hypotheses, wilcoxon test was used. The finding suggests that there is positive influence of the application of “6 steps of washing hands” song on the ability of washing hand behavior of children with mental retardation, denoted by p value 0.000. Therefore, the application of song “6 steps of washing hand” can possibly be applied to improve independence of children with mental retardation.Keywords      : Mental retardation, six steps of washing hands, Aplication of the song, audio visual method