Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP TINGKAT KONTROL ASMA PADA PENDERITA ASMA Anas Firdaus; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v8i2.104

Abstract

Tingkat kontrol asma merupakan ukuran sejauh mana manifestasi asma dapat diminimalkan dengan intervensi pengobatan. Ketika asma tidak terkontrol, hal tersebut berkaitan erat dengan beban asma, penurunan kualitas hidup, dan peningkatan pemanfaatan fasilitas kesehatan, tingkat kontrol asma harus dinilai pada setiap kunjungan dan pengobatan harus disesuaikan untuk mencapai kontrol. Salah satu penanganan  nonfarmakologinya adalah dengan teknik pernafasan Buteyko, Buteyko merupakan salah satu teknik olah napas yang betujuan untuk menurunkan ventilasi alveolar terhadap hiperventilasi paru penderita asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kontrol pada penderita asma sebelum dan sesudah teknik pernafasan buteyko dilakukan. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen group pretest-postest, dengan intervensi teknik pernapasan Buteyko di RSUD Gunung Jati Cirebon. Sampel sebanyak 29 penderita asma di ambil dari total sampling, instrumen penelitian dengan lembar kuesioner ACT (asthma control test) dan analisa bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil analisis data sebelum dilakukannya teknik pernafasan sebagian besar dengan asma tidak terkontrol yaitu 18 orang  (62,1%) dan hasil analisi data sesudah dilakukan  teknik pernafasan sebagian besar dengan asma terkontrol baik yaitu 17 orang (58,6%). Analisa data dengan menggunakan  uji statistik non parametric test Wilcoxon, didapatkan hasil p value 0,000 bahwa teknik pernafasan Buteyko berpengaruh meningkatkan kontrol asma pada penderita asma (p < 0,05).Kata kunci           : Teknik Pernafasan Buteyko, Tingkat Kontrol Asma  ABSTRACTThe level of asthma control is a measure of the extent to which asthma manifestations can be minimized by treatment intervention. When asthma is not controlled, it is closely related to asthma load, decreased quality of life, and increased utilization of health facilities, asthma control levels should be assessed at each visit and treatment should be adjusted to achieve control. One of the non-pharmacological treatments is by Buteyko breathing technique, Buteyko is one of the techniques of breathing that aims to reduce alveolar ventilation to hyperventilation of the lungs of asthmatics. The purpose of this study was to determine the level of control in patients with asthma before and after buteyko breathing techniques performed. This type of research is quasy experiment one group pretest-postest, with Buteyko respiratory technique intervention in Gunung Jati Hospital Cirebon. A sample of 29 asthma patients were taken from total sampling. Research instrument with ACT questionnaire (asthma control test) and Wilcoxon test was employed in bivariate  analysis.  The result of analysis before the technique of breathing mostly with uncontrolled asthma that is 18 people (62,1%) and result of data analysis after done respiration technique mostly with controlled asthma good that is 17 people (58,6%). Analysis using non parametric test statistic test Wilcoxon, got result p value 0,000 that Buteyko respiratory technique have an effect to improve control of asthma in patient of asthma (p <0,05). Keywords             : Buteyko Breathing Technique, Asthma Control Level
PENGARUH PENERAPAN LAGU “6 LANGKAH MENCUCI TANGAN“ TERHADAP KEMAMPUAN MENCUCI TANGAN SISWA TUNAGRAHITA SEDANG MENGGUNAKAN METODE AUDIO VISUAL DI SDLB-C PANCARAN KASIH KOTA CIREBON Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.125

Abstract

Tunagrahita adalah kondisi anak yang kecerdasannya dibawah rata-rata yaitu dibawah 70 dan memiliki ketergantungan pada orang lain secara berlebihan, kurang tanggap, penampilan fisiknya kurang proporsional, perkembangan bicara terlambat dan bahasa terbatas. Anak tunagrahita rentan terhadap infeksi dikarenakan imunitas  yang kurang dan kemampuan perawatan diri yang masih lemah. Penyebab infeksi tersebut karena banyak anak usia sekolah terkena diare karena sebelum dan sesudah makan mereka tidak mencuci tangan. Mencuci tangan dapat menekan angka kejadian infeksi diare sampai 47%. Saat ini media pembelajaran untuk melatih anak tunagrahita masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan lagu “6 langkah mencuci tangan” terhadap kemampuan mencuci tangan siswa tunagrahita sedang di SDLB-C Pancaran Kasih Kota Cirebon.   Desain   Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan pre test and post testwithout controlgroup design. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu anak tunagrahita sedang SDLB-C dengan jumlah 37 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi 6 langkah mencuci tangan sesuai dengan standar WHO. Untuk menguji hipotesis digunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian membuktikan terdapat pengaruh penerapan lagu “6 langkah mencuci tangan” terhadap kemampuan mencuci tangan anak tunagrahita sedang (p value 0.000). Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan bahwa lagu ”6 langkah mencuci tangan” dapat digunakan untuk meningkatkan kemandirian anak tunagrahita khususnya mencuci tangan.Kata kunci     : Tunagrahita, Penerapan lagu, 6 langkah mencuci tangan, audio visual ABSTRACTTunagrahita is the child's condition is below average intelligence that is under 70 and has a dependency on others excessively, less responsive, less proportionate physical appearance, delayed speech and language development is limited. In some cases, children with intellectual disability are susceptible to infection due to less immune system and self care. The infection is mostly caused by diarrhea as many school-aged children have no proper hand-washing behavior before and after meals. Hand-washing reduces the risk of infectious diarrhea up to 47 %. However, learning media to train those children with mental retardation still vary from one another.  This research aims to understand the influence of the application of a song “6 steps of washing hands” on the ability of student mental retardation to wash hand was on a method of audio visual at SDLB-C (special elementary school for intellectual disability) Pancaran Kasih Cirebon. The research used quasi experimental design with pre test and post test, without the presence of control group design. Purposive sampling method was used to involve 37 students of SDLB-C with mental retardation as the research respondents. The research instruments were observation sheets of 6 steps of washing hands in accordance with the WHO standards. In testing hypotheses, wilcoxon test was used. The finding suggests that there is positive influence of the application of “6 steps of washing hands” song on the ability of washing hand behavior of children with mental retardation, denoted by p value 0.000. Therefore, the application of song “6 steps of washing hand” can possibly be applied to improve independence of children with mental retardation.Keywords      : Mental retardation, six steps of washing hands, Aplication of the song, audio visual method
PENGARUH ART THERAPY (MENGGAMBAR) TERHADAP STRES PADA LANSIA Uun Kurniasih; Muslimin Ali; Endah Dwi Lestari; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i1.234

Abstract

Proses menua atau menjadi tua suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan dalam melakukan fungsi serta memenuhi kebutuhan hidup. Lansia adalah suatu periode dimana organ–organ tubuh sudah mengalami atau sudah mencapai kemunduran ataupun penurunan ukuran serta fungsi yang sejalan dengan waktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh art therapy (menggambar) terhadap stres pada lansia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi eksperimen dan dengan menggunakan pendekatan one group pretest and posttest design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 Maret sampai 01April 2019 di Wilayah Kerja Puskesmas Lebakwangi Kabupaten Kuningan. Teknik Sampel yang digunakan adalah total sampling sebanyak 22 responden yaitu lansia yang mengalami stres. Instrumen pada penelitian ini adalah DASS (Depression Anxiety Stress Scale). Hasil penelitian dengan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test memiliki nilai probabilitas p value 0,000. Dimana nilai probabilitas p value lebih kecil 0,05 (p – value ≤ 0,05).  Yang berarti ada pengaruh art therapy (menggambar) terhadap   stres   pada   lansia   di   Wilayah   Kerja Puskesmas Lebakwangi Kabupaten Kuningan Tahun 2019. Dengan 22 responden. Hasil   penelitian   ini   di   harapkan   dapat   menjadi   masukan   serta pertimbangan dan menjadikan kegiatan di setiap pertemuan posbindu dalam upaya pencegahan atau menghindari serta untuk mengalihkan stres pada lansia dengan menggunakan metode art therapy (menggambar).  Hasil penelitian ini disarankan untuk   peneliti   selanjutnya agar dapat   melakukan penelitian ulang yang berbeda seperti pengembangan instrumen yang lebih baik lagi.Kata Kunci: Lansia, Stres, Art Therapy AbstractThe process of aging or getting old is a process where the gradual disappearance of network capabilities in performing functions and fulfilling life needs. Elderly is a period in which the body’s organs have experienced or have reached a decline or a decrease in sizes and function that is in line with time. The purpose of study is knowing the effect of art therapy (drawing) on stress in the elderly. This type of research is quantitative research using a quasi-experimental design and using an approach one group pretest and posttest design.  This research was conducted on March 25, until April 1, 2019 at Wilayah Kerja Puskesmas Lebakwangi Kabupaten Kuningan. Samples taken using a total sampling of 22 respondents namely elderly who experience stress. The research instrument used was DASS (Depression Anxiety Stress Scale). The results of the research were obtained using Wilcoxon Signed Rank Test obtained a probability value p value 0,000. Where the probability value of p value is smaller 0,05 (p – value ≤ 0,05). Which mean there is an effect of art therapy (drawing) on   stress in the elderly at Wilayah Kerja Puskesmas Lebakwangi Kabupaten Kuningan Tahun 2019. With 22 respondents. The results of the research are expected to be input and consideration and make the activities at each posbindu meeting in an effort to prevent or avoid and to divert stress to the elderly using the art therapy (drawing) method. The results if research is recommended for future researchers, it is recommended to conduct different research such as developing a better instrument. Keywords: Elderly, Stress, Art therapy
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DEMENSIA PADA LANSIA Uun Kurniasih; Nuniek Tri Wahyuni; Heni Fa'riatul Aeni; Suzana Indra Giri; Affah Fuadah
Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v12i2.253

Abstract

Penyakit demensia sering ditemukan pada lansia hal ini berkaitan dengan bertambahnya usia yang semakin tua. Kejadian demensia pada lansia di Puskesmas Plumbon tahun 2020 paling tinggi yaitu sebesar 37,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga pada pasien lansia dengan demensia. Jenis penelitiannya yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu lansia yang berkunjung ke Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Kabupaten Indramayu pada bulan Maret 2020 sebanyak 63 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan datanya menggunaan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik chi square Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga pada pasien lansia dengan demensia di Posbindu Wilayah Kerja Puskesmas Plumbon Indramayu Kabupaten Indramayu tahun 2020 dengan p value = 0,017. Petugas kesehatan agar meningkatkan kegiatan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya memberikan dukungan kepada lansia yang mengalami demensia baik moril maupun materil, mengoptimalkan kegiatan posbindu dengan kegiatan-kegiatan untuk lansia seperti senam lansia, pengobatan, dan juga pemberian informasi kepada lansia mengenai demensia dan cara penanganannya.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Demensia, Lansia   AbstractDementia disease is often found in the elderly, this is related to increasing age. The incidence of dementia in the elderly at the Plumbon Health Center in 2020 was the highest at 37.5%. This study aims to determine the relationship of family support in elderly patients with dementia. The type of research is a quantitative study with a cross sectional design . The sample in this study was the elderly who visited the Posbindu in the Plumbon Health Center Work Area, Indramayu Regency in March 2020 as many as 63 people with purposive sampling technique. Collecting data using a questionnaire with interview techniques . Analysis of the data using the chi square statistical test. The results showed that there was a significant relationship between family support for elderly patients with dementia in Posbindu, Plumbon Indramayu Health Center Work Area, Indramayu Regency in 2020 with p value = 0.017. Health workers should increase outreach activities to families about the importance of providing support to the elderly with dementia both morally and materially, optimizing posbindu activities with activities for the elderly such as elderly gymnastics, treatment, and also providing information to the elderly about dementia and how to handle it.Keywords: Family Support, Dementia, Elderly