Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP TINGKAT KONTROL ASMA PADA PENDERITA ASMA Anas Firdaus; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.239 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i2.104

Abstract

Tingkat kontrol asma merupakan ukuran sejauh mana manifestasi asma dapat diminimalkan dengan intervensi pengobatan. Ketika asma tidak terkontrol, hal tersebut berkaitan erat dengan beban asma, penurunan kualitas hidup, dan peningkatan pemanfaatan fasilitas kesehatan, tingkat kontrol asma harus dinilai pada setiap kunjungan dan pengobatan harus disesuaikan untuk mencapai kontrol. Salah satu penanganan  nonfarmakologinya adalah dengan teknik pernafasan Buteyko, Buteyko merupakan salah satu teknik olah napas yang betujuan untuk menurunkan ventilasi alveolar terhadap hiperventilasi paru penderita asma. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kontrol pada penderita asma sebelum dan sesudah teknik pernafasan buteyko dilakukan. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen group pretest-postest, dengan intervensi teknik pernapasan Buteyko di RSUD Gunung Jati Cirebon. Sampel sebanyak 29 penderita asma di ambil dari total sampling, instrumen penelitian dengan lembar kuesioner ACT (asthma control test) dan analisa bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil analisis data sebelum dilakukannya teknik pernafasan sebagian besar dengan asma tidak terkontrol yaitu 18 orang  (62,1%) dan hasil analisi data sesudah dilakukan  teknik pernafasan sebagian besar dengan asma terkontrol baik yaitu 17 orang (58,6%). Analisa data dengan menggunakan  uji statistik non parametric test Wilcoxon, didapatkan hasil p value 0,000 bahwa teknik pernafasan Buteyko berpengaruh meningkatkan kontrol asma pada penderita asma (p < 0,05).Kata kunci           : Teknik Pernafasan Buteyko, Tingkat Kontrol Asma  ABSTRACTThe level of asthma control is a measure of the extent to which asthma manifestations can be minimized by treatment intervention. When asthma is not controlled, it is closely related to asthma load, decreased quality of life, and increased utilization of health facilities, asthma control levels should be assessed at each visit and treatment should be adjusted to achieve control. One of the non-pharmacological treatments is by Buteyko breathing technique, Buteyko is one of the techniques of breathing that aims to reduce alveolar ventilation to hyperventilation of the lungs of asthmatics. The purpose of this study was to determine the level of control in patients with asthma before and after buteyko breathing techniques performed. This type of research is quasy experiment one group pretest-postest, with Buteyko respiratory technique intervention in Gunung Jati Hospital Cirebon. A sample of 29 asthma patients were taken from total sampling. Research instrument with ACT questionnaire (asthma control test) and Wilcoxon test was employed in bivariate  analysis.  The result of analysis before the technique of breathing mostly with uncontrolled asthma that is 18 people (62,1%) and result of data analysis after done respiration technique mostly with controlled asthma good that is 17 people (58,6%). Analysis using non parametric test statistic test Wilcoxon, got result p value 0,000 that Buteyko respiratory technique have an effect to improve control of asthma in patient of asthma (p <0,05). Keywords             : Buteyko Breathing Technique, Asthma Control Level
PENGARUH TERAPI GENGGAM BOLA TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK HALUS PADA PASIEN STROKE Nelly Nurartianti; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.956 KB) | DOI: 10.38165/jk.v8i1.98

Abstract

Stroke adalah penyakit penyebab kecacatan nomor satu di dunia dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Hasil laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menyatakan terjadinya peningkatan kasus stroke di Indonesia dari tahun 2007 sebanyak 8,3% sedangkan 2013 menjadi 12,1% per1000 orang. Gejala stroke adalah kelemahan otot pada lengan bagian kanan atau kiri bila tidak mendapatkan penanganan yang baik akan menimbulkan kecacatan, sehingga untuk meminimalkan kecacatan tersebut dengan melakukan terapi genggam bola secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi genggam bola terhadap peningkatan motorik halus pada pasien stroke di ruang rawat inap RSUD Gunung Jati Kota Cirebon Tahun 2017. Desain penelitian ini adalah pre eksperiment. Jumlah sampel 30 responden dengan teknik Accidental sampling. Variabel independent terapi genggam bola sedangkan variabel dependent motorik halus. Penelitian ini dilaksanakan 06 Februari-06 Maret 2017. Analisa data dengan menggunakan uji statistik wilcoxon.Hasil analisa menunjukan bahwa ada perbedaan antara motorik halus sebelum dan sesudah terapi genggam bola 2 kali sehari dengan nilai 20,67 menjadi 35,13.  P value  0,000  <0,05 sehingga dalam penelitian ini ada pengaruh terapi genggam bola terhadap peningkatan motorik halus pasien stroke.Kata kunci     : Motorik Halus, Terapi Genggam Bola   ABSTRACTStroke is a leading cause of disability in the world and the third cause of death in the world.  Resultsfrom Health Research Association (RISKESDAS) in 2013 declared an increase in cases of stroke in Indonesia from 2007 to 8.3% in 2013 to 12.1% while per1000 people. Stroke symptoms is muscle weakness in the right or left arm when not get a good handling will cause disability, so as to minimize the disability by performing handheld ball therapy.This study aims to determine the effect of  handheld ball therapy  to increase  motor skills in stroke patients in hospitals GunungJati Cirebon Year 2017. This study desain usedquasy experiment. Number of samples  30 respondents with a Accidental sampling.Independent variabelhandheld ball therapy while the dependent variable is motor skills. This study was undertaken 06 February to 06 March 2017 using Wilcoxon statistical test. The analysis shows that there is a different between motor skills before and after handheld ball therapy 2 times a day with a value of 20,67 into 35,13. p value = 0,000 <0,05 so that in this study take effect handheld ball therapy to increase motor skills stroke patients.Keywords : Motor Skills, Handheld Ball Therapy
HUBUNGAN CEDERA KEPALA DENGAN DISORIENTASI PADA PASIEN KECELAKAAN LALU LINTAS Nuniek Tri Wahyuni; Winda Indahsari
Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.456 KB) | DOI: 10.38165/jk.v9i2.84

Abstract

Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya cedera kepala, salah satu penyebab terjadinya cedera kepala yang serius adalah kecelakaan lalu lintas (sekitar 60% kematian yang disebabkan kecelakaan lalu lintas merupakan akibat cedera kepala). Tujuan penelitian ini utuk mengidentifikasi cedera kepala dengan disorientasi pada pasien kecelakaan lalu lintas di IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kolerasi yang bersifat deskriptif, dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien cedera kepala di RSD Gunung Jati Kota Cirebon, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 22 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi penilaian GCS dan lembar kuesioner TOAG. Analisis bivariat  menggunakan uji  chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar cedera kepala ringan yaitu sebanyak 16 dari 22 responden atau sekitar (72.7%) dan sebagaian besar mengalami disorientasi sedang, yaitu sebanyak 14 orang dari 22 responden atau sekitar (63,6%). Berdasarkan analisa statistik uji Spearman’s Rho menunjukan bahwa terdapat hubungan cedera kepala dengan disorientasi pada pasien kecelakaan lalu lintas di IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon serta nilai probabilitas (p = 0.001). Kata Kunci : Cedera Kepala, Disorientasi  ABSTRACTMany of the causes of head injury, one of the causes of serious head injuries are traffic accidents (about 60% of deaths caused by traffic accidents are the result of head injury). The purpose of this study was to identify head injury with disorientation in traffic accident patients at IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon 2018.The type of research used in this study is a descriptive correlation study, using a cross sectional approach. The population in this study were head injury patients at IGD RSD Gunung Jati Kota Cirebon, the sampling technique used was accidental sampling with a sample of 22 respondents. Data collection techniques used the GCS assessment sheet and TOAG questionnaire sheet. Bivariate analysis using the chi square test.The results of this study indicate that, which is mostly light weight that is as much as 16 out of 22 respondents or approximately (72.7%) and most of moderate disorientation, which is as many as 14 people from 22 respondents or approximately (63.6%).Based on statistical analysis Spearman’s Rho showed that there was correlation with the patient in RSD Teachers Mountain Jati Cirebon City and probability value (p = 0,001).Keywords: Head Injury, Disorientation
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Kejadian ISPA pada Balita Nandang Sutrisna; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.738 KB)

Abstract

Latar Belakang : Usia Balita adalah kelompok yang paling rentan dengan infeksi saluran pernapasan. di Puskesmas Rajagaluh kasus ISPA tahun sebanyak 559 yang menjadi peringkat pertama. Tujuan adalah untuk mengetahui hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dengan kejadian ISPA di Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh yaitu sebanyak 559 balita. Teknik pengambilan sampel accidental sampling, di dapatkan sampel 83 responden. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan α = (0,05). Hasil penelitian menunjukkan kurang dari setengah responden (32,5%) balita mengalami ISPA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka tahun. Kurang dari setengah responden (41,0%) keluarga dengan rumah tangga tidak sehat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Ada hubungan antara PHBS dengan kejadian ISPA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rajagaluh Kabupaten Majalengka, sehingga hipotesis penelitian terbukti dengan nilai p value 0,000 maka nilai p < 0,05. Saran ditunjukan bagi petugas kesehatan agar lebih aktif lagi dalam memberikan informasi bagi masyarakat tentang gizi yang baik dan pencegahan ISPA dan sebagai bahan pertimbangan dalam membentuk program kebijakan Program Penanggulangan (P2) ISPA.
Edukasi Vaksinasi Covid-19 Pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Di Rumah Sakit Umum Antam Medika Cucu Herawati; Sri Wahyuni; Suzana Indragiri; Nuniek Tri Wahyuni; R. Nur Abdurakhman; Supriatin Supriatin; Dewi Mutiah
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.18 KB) | DOI: 10.31943/abdi.v4i2.62

Abstract

Ibu hamil mempunyai risiko tinggi apabila terinfeksi COVID-19 pada kehamilan dan bayinya, sehingga memerlukan upaya intervensi kesehatan untuk memutus mata rantai penularan penyakit, yaitu melalui upaya vaksinasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan cakupan vaksinasi pada ibu hamil dan menyusui. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan cara penyuluhan dan sosialisasi. Sasaran pengabdian ini yaitu ibu hamil dan ibu menyusui. Langkah-langkah pelaksanaan pengabdian ini, yatitu persiapan sosialisasi, Inform Consent dan Pre Test, sosialisasi Kesehatan, dan post test. Hasil kegiatan ini diperoleh adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dan menyusui setelah di lakukan sosialisasi vaksin covid-19 dan cakupan Ibu Hamil yang sudah Vaksin Covid-19 bertambah dari 39% menjadi 42 %, dan ibu menyusui bertambah dari 46% menjadi 50% setelah di lakukan Sosialisasi Kesehatan. Sebaiknya petugas Kesehatan meningkatkan frekuensi dan kualitas promosi kesehatan dan diharapkan pasien khususnya Ibu hamil dan menyusui aktif ikut serta dalam sosialisasi vaksinasi Covid-19.
Hubungan Pengetahuan Covid-19 dengan Kecemasan Ibu Hamil Pada Masa Pendemi di Poli Kandungan Rumah Sakit Asiah Asiah; Heni Fa'riatul Aeni; Yani Rohayani; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : STIKES YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v10i1.158

Abstract

Resiko tertular Covid-19 pada saat hamil menjadi salah satu faktor pemicu kecemasan ibu hamil. Diketahui bahwa tingkat kecemasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu yang palig penting adalah pengetahuan, dimana pengetahuan erat kaitannya dengan usia, lingkungan, dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini pengalaman difokuskan untuk mengetahui seberapa siginifikan hubungan antara pengetahuan tentang Covid-19 dengan kecemasan ibu hamil pengguna pelayanan poli kandungan sebuah rumah sakit. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 290 ibu hamil poli kandungan di sebuah rumah sakit. Sampel sebanyak 43 responden dengan teknik purposive sampling menggunkan rumus 10-15% dari populasi. Sedangkan data analisis bivariat menggunakan rumus uji statistik Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan responden terhadap Covid-19 dengan kategori baik mencapai 40 (93%) responden. Sedangkan status kecemasan ibu hamil kategori tidak mengalami kecemasan mencapai 23 (53,5%) responden. Analisis bivariat diperoleh nilai p 0,049<0,05, hal tersebut menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan Covid-19 dengan kecemasan ibu hamil. Tempat pelayanan kesehatan harus bisa meningkatkan sarana informasi Covid-19 melalui berbagai media promosi kesehatan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil pengguna pelayanan poli kandungan rumah sakit yang sedang mengalami kecemasan mengenai dampak pandemik Covid-19.
PENERAPAN KEBIJAKAN KAWASAN BEBAS PASUNG DENGAN GANGGUAN JIWA BERAT PADA MASYARAKAT Iin Kristanti; Cucu Herawati; Lilis Banowati; Sri Rizki; Laili Nurjannah; Dewi Mutiah; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIRAH) Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Desa Kaliwedi merupakan wilayah yang letaknya berbatasan langsung dengan di Kabupaten Indramayu dan mempunyai penduduk usia muda. Penerapan Kawasan Bebas Pasung di Puskesmas Kaliwedi belum sepenuhnya efektif di kerenakan masih terdapat hambatan sumber daya. Sumber daya tersebut adalah sumber daya manusia, Sepenuhnya masyarakat masih belum memiliki kesadaran dan menerapkan tidakan pasung pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku terhadap penerapan kawasan bebas pasung. Metode yang dilaksanakan adalah penyuluhan dan edukasi pada masyarakat, keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat, pemberian obat dan pendampingan keluarga ODGJ berat. Hasil kegiatan penyuluhan dan edukasi pendampingan  keluarga ODGJ  berat dilaksanakan pada 05 – 22 Oktober 2022 di Balai Desa Kaliwedi, dihadiri perangkat desa , tokoh masyarakat,  kader desa dan  masyarakat umum. materi yang dipaparkan berasal dari tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu penerapan kawasan bebas pasung.Kata Kunci: Pasung, Kesehatan Mental, Konseling Abstract:Klaipeda Village is an area that is directly adjacent to Indramayu Regency and has a young population. The implementation of the Pasung-Free Area at the Kaliwedi Health Center has not been fully effective because there are still resource constraints. These resources are human resources. In full, the community still does not have awareness and applies shackling practices to people with severe mental disorders (ODGJ). The purpose of this activity is to increase knowledge and behavior towards the application of shackle-free areas. The method implemented is counseling and education to the community, families of people with severe mental disorders (ODGJ), administering medication and assisting families with severe ODGJ. The results of counseling and educational activities for assisting the ODGJ family were carried out on 05-22 October 2022 at the Kaliwedi Village Hall, attended by village officials, community leaders, village cadres and the general public. the material presented comes from the purpose of community service activities, namely the application of a shackle-free area.Keywords: Shackle, Mental Health, Counseling
Snakes and Ladders Game Education in Choosing Healthy Snacks for Elementary School Students Cucu Herawati; Heni Endayani; Suzana Indragiri; Nuniek Tri Wahyuni; Supriatin Supriatin; Iin Kristanti
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i2.3372

Abstract

Snacks for school children whose health is not guaranteed can cause food poisoning. The minimum level of knowledge of elementary school children about the dangers of the snacks they consume. One of the efforts to prevent health problems due to food in school children is educational activities about food sanitation hygiene. The purpose of this community service is to provide education on the game of snakes and ladders in choosing healthy snacks for elementary school students, so that it is hoped that children's knowledge will increase and behave healthily in choosing snacks.The target of implementing the intervention was grade IV students. The method of implementing the intervention is by observing and educating students with the snakes and ladders game method with the theme of healthy snacks. Primary data was obtained through observation and question and answer before education was carried out through the game of snakes and ladders. The secondary data includes a description of the school, the number of students. Stages or educational procedures for snakes and ladders game: stage 1 (opening), stage 2 (division of groups) and stage 3 (game atmosphere), namely game rules such as snakes and ladders games in general. This community service activity was carried out for class IV students, totaling 25 students. The activity was carried out on 29 August -16 September 2022. The results of observations on student behavior in choosing snacks showed that many chose brightly colored snacks, snacks that were sold openly and used newspaper wrappers. The intervention method for community service activities uses the snakes and ladders game method with the theme of healthy snacks. Here students are invited to play while learning. It is better for school children to get used to having breakfast before school and bringing supplies and getting used to washing hands using soap and running water, especially before eating and after eating.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP SKALA NYERI SENDI PADA LANSIA DI PUSKESMAS PLUMBON KABUPATEN CIREBON Sri Lestari; Uun Kurniasih; Nuniek Tri Wahyuni; Rohmatul Hikmah; Sri Ajeng
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14181

Abstract

Lansia mengalami penurunan fungsi sistem muskuloskeletal yang ditandai nyeri sendi. Upaya mengatasi nyeri sendi tersebut adalah senam lansia. Tindakan tersebut untuk meredakan nyeri sendi pada lansia. Masalah yang ada di puskesmas plumbon pada saat posbindun adalah kurangnya ketertarikan lansia terhadap senam karena harus dilakukan sangat pagi dan lansia memilki sifat pemalas untuk melakukan aktiftas seperti halnya senam agar sendi-sendi tidak kaku dan bisa beraktifitas seperti biasanya tanpa adanya rasa nyeri yang menganggu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap skala nyeri sendi pada lansia di puskesmas Plumbon. Penelitian dilakukan dengan metode quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang mengalami nyeri sendi dengan usia 55-87 tahun di Puskesmas Plumbon Kabupaten Cirebon sebanyak 30 orang. Psenelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel senam lansia sebagai variabel bebas, dan skala nyeri pada lansia sebagai variabel terikatnya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, kuesioner, pre test dan post test. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan Lansia di Puskesmas Plumbon mengalami nyeri sendi. Sebelum dilakukan senam lansia, nyeri berat 6 (20%), nyeri ringan 3 (10%), nyeri sedang 21 (70%). Setelah dilakukan senam lansia di puksesmas Plumbon sebanyak 3 kali dalam seminggu, mayoritas lansia mengalami penurunan skala nyeri sendi di antara nyeri ringan 10 (33,3%), nyeri sedang 20 (66,7). Kesimpulannya senam lansia berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri sendi pada lansia secara signifikan.
Hubungan Pengetahuan Covid-19 dengan Kecemasan Ibu Hamil Pada Masa Pendemi di Poli Kandungan Rumah Sakit Asiah Asiah; Heni Fa'riatul Aeni; Yani Rohayani; Nuniek Tri Wahyuni
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v10i1.158

Abstract

Resiko tertular Covid-19 pada saat hamil menjadi salah satu faktor pemicu kecemasan ibu hamil. Diketahui bahwa tingkat kecemasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu yang palig penting adalah pengetahuan, dimana pengetahuan erat kaitannya dengan usia, lingkungan, dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini pengalaman difokuskan untuk mengetahui seberapa siginifikan hubungan antara pengetahuan tentang Covid-19 dengan kecemasan ibu hamil pengguna pelayanan poli kandungan sebuah rumah sakit. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 290 ibu hamil poli kandungan di sebuah rumah sakit. Sampel sebanyak 43 responden dengan teknik purposive sampling menggunkan rumus 10-15% dari populasi. Sedangkan data analisis bivariat menggunakan rumus uji statistik Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan responden terhadap Covid-19 dengan kategori baik mencapai 40 (93%) responden. Sedangkan status kecemasan ibu hamil kategori tidak mengalami kecemasan mencapai 23 (53,5%) responden. Analisis bivariat diperoleh nilai p 0,049<0,05, hal tersebut menunjukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan Covid-19 dengan kecemasan ibu hamil. Tempat pelayanan kesehatan harus bisa meningkatkan sarana informasi Covid-19 melalui berbagai media promosi kesehatan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil pengguna pelayanan poli kandungan rumah sakit yang sedang mengalami kecemasan mengenai dampak pandemik Covid-19.