Articles
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Langsung dengan Pembelajaran Kooperatif
Tri Wahyuningsih;
Sri Rezeki;
Zetriuslita .
Jurnal Matematika Vol 3 No 2 (2013)
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model Pembelajaran Langsung dengan Pembelajaran Kooperatif pada siswa SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru tahun ajaran 2011/2012. Bentuk penelitian ini adalah penelitian komparasi. Data dalam penelitian ini berupa hasil belajar matematika siswa yang didapat dari hasil pre-test dan post-test. Hasil belajar matematika siswa yang diperoleh dari penelitian ini kemudian dianalisis dalam dua bentuk yaitu analisis ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis. Hasil analisis ketercapaian KKM menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menerapkan model Pembelajaran Kooperatif pada saat pre-test jumlah siswa yang mencapai KKM yaitu 11 orang dari 32 orang siswa (34,38%) dan pada saat post-test meningkat menjadi 29 orang (90,63%). Sedangkan untuk kelas kontrol yang menerapkan model Pembelajaran Langsung pada saat pre-test jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 11 orang dari 36 orang siswa (30,56%) dan pada saat post-test meningkat menjadi 27 orang (75,00%). Dengan demikian kelas eksperimen mengalami peningkatan sebanyak 56,25% sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan sebanyak 44,44%. Dari hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model Pembelajaran Langsung dengan Pembelajaran Kooperatif pada siswa SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru tahun ajaran 2011/2012, Dalam hal ini hasil belajar matematika siswa yang menerapkan model Pembelajaran Kooperatif lebih baik dibandingkan hasil belajar matematika siswa yang menerapkan model Pembelajaran Langsung.
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Langsung dengan Pembelajaran Kooperatif
Tri Wahyuningsih;
Sri Rezeki;
. Zetriuslita
Jurnal Matematika Vol 3 No 2 (2013)
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JMAT.2013.v03.i02.p35
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model Pembelajaran Langsung dengan Pembelajaran Kooperatif pada siswa SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru tahun ajaran 2011/2012. Bentuk penelitian ini adalah penelitian komparasi. Data dalam penelitian ini berupa hasil belajar matematika siswa yang didapat dari hasil pre-test dan post-test. Hasil belajar matematika siswa yang diperoleh dari penelitian ini kemudian dianalisis dalam dua bentuk yaitu analisis ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis. Hasil analisis ketercapaian KKM menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menerapkan model Pembelajaran Kooperatif pada saat pre-test jumlah siswa yang mencapai KKM yaitu 11 orang dari 32 orang siswa (34,38%) dan pada saat post-test meningkat menjadi 29 orang (90,63%). Sedangkan untuk kelas kontrol yang menerapkan model Pembelajaran Langsung pada saat pre-test jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 11 orang dari 36 orang siswa (30,56%) dan pada saat post-test meningkat menjadi 27 orang (75,00%). Dengan demikian kelas eksperimen mengalami peningkatan sebanyak 56,25% sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan sebanyak 44,44%. Dari hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model Pembelajaran Langsung dengan Pembelajaran Kooperatif pada siswa SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru tahun ajaran 2011/2012, Dalam hal ini hasil belajar matematika siswa yang menerapkan model Pembelajaran Kooperatif lebih baik dibandingkan hasil belajar matematika siswa yang menerapkan model Pembelajaran Langsung.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Kontekstual pada Materi Kubus dan Balok Kelas VIII SMP
Widyanti Widyanti;
Zetriuslita Zetriuslita;
Suripah Suripah;
Rahma Qudsi
Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jpmr.v6i3.16809
Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk perangkat pembelajaran matematika berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kontekstual pada materi kubus dan balok kelas VIII SMP yang valid. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model dari Sugiyono. Dikarenakan penelitian dilakukan dimasa pandemi Covid-19, maka peneliti membatasi prosedur pengembangan menjadi 6 tahap yang telah di modifikasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar validasi RPP dan lembar validasi LKPD. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes berupa lembar validasi yang diberikan kepada 4 orang validator, yaitu 2 orang dosen Pendidikan Matematika dan 2 orang guru matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif. Data hasil validasi yang diperoleh menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran teruji kevalidannya.
Learning interest of seventh grade students towards mathematics learning media assisted by Adobe Flash CS6
Zafrullah Zafrullah;
Zetriuslita Zetriuslita
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33654/math.v7i2.1272
Media pembelajaran matematika merupakan tempat untuk menyalurkan berbagai informasi mengenai pembelajaran matematika dengan disusun dalam teknologi maupun dalam bentuk bacaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan minat belajar siswa terhadap penggunaan media pembelajaran pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel dengan menggunakan Adobe Flash CS6. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan sampel penelitian yang digunakan yaitu peserta didik kelas VII yang terdiri dari 18 orang peserta didik yang terdiri dari sekolah yang berbeda. Instrumen penelitian yang akan dipakai adalah instrumen non-test berupa angket minat belajar peserta didik, yang akan memuat 20 pernyataan dengan 4 kriteria penilaian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil akhir dari penelitian bahwa media pembelajaran Adobe Flash CS6 memberikan respon positif terhadap minat belajar dari siswa dengan rata-rata persentase keempat kategori sebesar 80.47% dan tergolong sangat baik, dengan rincian persentase kategori perasaan senang sebesar 80.00%, kategori ketertarikan siswa sebesar 80.56%, kategori tanggapan siswa sebesar 81.11%, dan kategori keterlibatan siswa sebesar 80.21%. Sehingga media pembelajaran memberikan respon positif kepada siswa.
Profil Sikap Ilmiah Rasa Ingin Tahu (Curiosity) Matematis Mahasiswa
Zetriuslita Z
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 8 No 1 (2016)
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu sikap ilmiah adalah memiliki rasa ingin tahu (curiosity). Rasa ingin tahu (curiosity) sangat diperlukan dalam hidup di zaman sekarang ini, jika tidak, pasti akan tertinggal informasi yang berkembang sangat pesat, sepertinya juga berlaku pada pembelajaran. Khususnya dalam pembelajaran matematika, sikap ini harus selalu dan perlu diasah dan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan memaparkan dan mendeskripsikan secara komprehensif sikap ilmiah curiosity matematis mahasiswa. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika semester 4 FKIP Universitas Islam Riau tahun akademik 2015/2016 yang terdiri dari 3 kelas paralel dan berjumlah 61 orang. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket curiosity. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara keseluruhan rasa ingin tahu (curiosity) mahasiswa tergolong ‘baik’, ini ditandai dengan banyaknya mahasiswa yang memilih ‘selalu dan sering’ untuk pernyataan positif adalah 68% dan yang memilih ‘jarang dan tidak pernah’ untuk pernyataan negatif adalah 83%, dengan rata-rata persentase 76%. Ini menunjukkan bahwa adanya rasa ingin tahu (curiosity) terhadap matematika. Namun perlu penelitian lanjut, bagaimana mengasah sikap ilmiah ini dalam pembelajaran matematika, pembelajaran efektif apa yang cocok dalam mengasah sikap ilmiah ini.
Pengembangan Bahan Ajar Berdasarkan Model Problem Based Learning Berorientasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII SMP
Heriska Irwanti;
Zetriuslita Zetriuslita
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (648.924 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v4i2.12568
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berdasarkan model Problem Based Learning berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis yang valid. Penelitian ini berlangsung kurang lebih selama 4 bulan. Adapun bahan ajar yang dikembangkan oleh peneliti ialah Rencana Pelaksana Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang dimodifikasi menjadi 3 tahapan, yaitu: (1) Analysis (analisis), (2) Design (desain), (3) Development (pengembangan). Pada model ADDIE peneliti tidak menggunakan tahap Implementation dan Evaluation dikarenakan pada saat ini masih masa pandemic Covid-19. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif yang mendeskripsikan data yang telah terkumpul. Adapun instrumen yang digunakan adalah lembar validasi. Lembar validasi terdiri dari 2 buah yaitu lembar validasi RPP dan lembar validasi LKPD. Hasil data yang diperoleh dari validasi kemudian dianalisis. Sehingga diperoleh hasil validasi RPP tiap aspek yang dinilai dan RPP keseluruhan tiap pertemuan memiliki rata-rata diperoleh rata-rata sebesar 94,55% dan 94,77% dengan tingkat validitas sangat valid. Dan untuk hasil validasi LKPD dari segi tiap aspek yang dinilai dan LKPD keseluruhan tiap pertemuan memiliki rata-rata sebesar 91,33% dan 92,19% dengan tingkat validitas sangat valid. Kelebihan dari penelitian ini yaitu sudah menghasilkan bahan ajar berdasarkan model Problem Based Learning berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP yang layak digunakan dan diujicobakan karena sudah melalui proses yang benar dan hasilnya sangat valid. Namun penelitian ini memiliki kekurangan yaitu belum diujicoba, karena keterbatasan peneliti menerapkan model ADDIE pada tahap Implementation dan Evaluation
Analisis Minat Belajar Matematika Siswa dalam Menggunakan Aplikasi Scratch pada Materi Trigonometri
Syarah Aulia;
Zetriuslita Zetriuslita;
Sindi Amelia;
Rahma Qudsi
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2291.928 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v4i3.13128
Belajar merupakan hal yang harus dilakukan semua siswa, sehingga faktor –faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa penting untuk diketahui, salah satu pendukung proses belajar adalah minat siswa. Dengan berkembangnya teknologi, penting menarik minat siswa dalam penggunaan teknologi pada proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar matematika siswa dalam menggunakan aplikasi scratch pada materi trigonometri. Metode yang digunakan yaitu deskripsi kuantitatif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan angket yang disebarkan secara online melalui Google Form. Perangkat sudah teruji kevalidannya memalui uji validitas dengan instrumen angket. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2020/2021 terhadap 15 orang siswa Kelas X SMA selama 2 kali pertemuan. Temuan penelitian ini adalah adanya minat belajar siswa menggunakan scratch pada materi trigonometri yang dibuktikan melalui rata-rata persentase minat belajar siswa sebesar 77,6% dengan kategori tinggi. Dari hasil data penelitian, disimpulkan bahwa tingginya minat belajar matematika siswa menggunakan aplikasi scratch pada materi trigonometri.
Hubungan Gaya Kognitif dan Habit’s of Mind terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis
Rezi Ariawan;
Zetriuslita Zetriuslita
JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) Vol 2, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.902 KB)
|
DOI: 10.24014/juring.v2i4.8772
Gaya Kognitif, Habit’s of Mind dan kemampuan berpikir kritis matematis adalah aspek softskiils yang harus dimiliki dan diketahui oleh peserta didik maupun pendidik dalam pembelajaran matematika. Memandang pentingnya ketiga aspek tersebut, maka perlu dilakukan kajian mengenai hubungan antara gaya kognitif, habits of mind dengan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa. Penelitian ini dilakukan di Pekanbaru pada program studi pendidikan matematika FKIP UIR semester genap tahun ajaran 2018/2019. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling, dengan subjek penelitian berjumlah sebanyak 137 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Tes digunakan untuk mendapatkan data tentang kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa dan data tentang gaya kognitif mahasiswa, sedangkan non tes digunakan untuk mendapatkan data tentang habits of mind mahasiswa. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar tes kemampuan berpikir kritis matematis, lembar tes GEFT, dan lembar angket habits of mind. Teknik analisis data terdiri dari analisis korelasi ganda dan regresi ganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian diperoleh: (1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kognitif dengan kemampuan berpikir kritis matematis; (2) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara habits of mind dengan kemampuan berpikir kritis matematis; (3) terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kognitif dengan habits of mind; (4) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kognitif dan habits of mind dengan kemampuan berpikir kritis matematis
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Mahasiswa ditinjau dari Gaya Kognitif (Studi Kasus pada Mata Kuliah Persamaan Differensial)
Rezi Ariawan;
Zetriuslita Zetriuslita
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i2.652
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kritis matematis dalam mempelajari mata kuliah persamaan differensial. Selain itu, kemampuan berpikir seseorang akan sangat dipengaruhi oleh gaya kognitif individu tersebut. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa ditinjau dari gaya kognitif pada mata kuliah persamaan differensial. Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UIR dengan melibatkan subjek penelitian sebanyak 77 orang mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah persamaan differensial. Teknik analisis data menggunakan tahapan Miles and Huberman. Berdasarkan hasil analisis data penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa pada mata kuliah persamaan differensial termasuk ke dalam kategori kritis. Terdapat satu indikator kemampuan berpikir kritis matematis yaitu kemampuan menganalisis atau mengevaluasi algoritma dimana kemampuan mahasiswa termasuk ke dalam kategori cukup kritis. Gaya kognitif yang mendominasi adalah gaya kognitif Field Dependent. Mahasiswa dengan gaya kognitif Field Independent memiliki kemampuan berpikir kritis matematis dengan krtieria sangat kritis, sedangkan mahasiswa dengan gaya kognitif Field Dependent memilik kemampuan berpikir kritis matematis dengan kriteria cukup.
Curiosity Matematis Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring Ditinjau Berdasarkan Level Kemampuan Akademik dan Gender (Studi Kasus dalam Pembelajaran Kalkulus Integral)
Zetriuslita Zetriuslita;
Rezi Ariawan
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.1027
The possession of mathematical curiosity (curiosity) in learning Integral calculus is very important. Moreover, learning is carried out online due to the covid-19 pandemic. The level of academic ability and gender, which is a social behavior inherent in individuals, will indirectly contribute to mathematical curiosity (curiosity). Therefore, this study was conducted with the aim of describing students' mathematical curiosity in online learning in terms of academic ability level and gender. The Mathematics Education Study Program FKIP UIR is the place where this research is carried out. The implementation time is the odd semester of the 2020/2021 academic year with a sample of 50 people obtained with consideration. This research was conducted using quantitative research. The research instrument was a mathematical curiosity questionnaire which was given to students on a non-test basis with the help of google classroom. Descriptive analysis was used to analyze the data obtained in this study. The results of the analysis of research data inform that Overall, students' curiosity in bold learning is included in the criteria with a percentage of 78.88%. The mathematical Curiosity of students with a high level of academic ability is included in the criteria with a percentage of 79.79%, 78.19%, and the mathematical Curiosity of students with a low level of academic ability is included in the very strong criteria with a percentage of 83, 13% . The mathematical curiosity of male and female students is included in the criteria with a percentage of 75.89% and 78.74%