Claim Missing Document
Check
Articles

Keanekaragaman dan kelimpahan gastropoda di perairan Teluk Swage, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur Al-Aqsha, Lalu Mohammad Riri Rivari; Damayanti, Ayu Adhita; Jefri, Edwin
Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan. Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jikk.v6i2.7426

Abstract

GERAKAN BEACH CLEAN UP: KAMPANYE KESADARAN LINGKUNGAN DI WILAYAH PESISIR SAMBELIA, LOMBOK TIMUR, NTB lestariningsih, Wiwid; Himawan, Mahardika Rizqi; Paryono, Paryono; Jefri, Edwin; Nurliah, Nurliah; Rahman, Ibadur; Waspodo, Saptono; Gigentika, Soraya; Damayanti, Ayu Adhita; Larasati, Chandrika Eka; Amir, Sadikin
Jurnal Pepadu Vol 5 No 2 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i2.5042

Abstract

The Sambelia coastal area in East Lombok, West Nusa Tenggara (NTB), is rich in marine biodiversity and has great tourism potential. However, the problem of waste, especially plastic waste, poses a serious threat to the sustainability of coastal and marine ecosystems in this region. The Beach Clean Up movement in the Sambelia coastal area aims to tackle the problem of beach waste while increasing environmental awareness among the local community. The methods used for the Beach Clean Up Movement include preliminary studies, activity planning, and coordination with stakeholders. The activity was attended by approximately 200 participants, consisting of 150 students, 10 lecturers, 30 local residents, and 5 tourists. The Beach Clean Up Movement succeeded in reducing the amount of rubbish on the beach, increasing the beauty and comfort of a tourist destination, and supporting the local economy. This activity also effectively increased participants' awareness and knowledge about the dangers of plastic waste and the importance of waste management. The education provided during the activity offered a better understanding of the importance of keeping beaches clean and reducing the use of single-use plastics, which is expected to bring long-term positive changes in waste management behavior.
TEKNIK NURSERY DAN OUT-PLANTING SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN MANGROVE DI DUSUN SIUNG, SEKOTONG, LOMBOK BARAT Ibadur Rahman; Fadillah, Fitri; Devi, Lokita; Z, Muhammad Fayyadh A.; Sultansyah, Muhammad; Siahaya, Patrick Alexander; Ta'yuni, Qur'a; Asmileen, Suci Dwi; Utami, Widia Tri; Jefri, Edwin; Wahyudi, Rhojim; Damayanti, Ayu Adhita; Himawan, Mahardika Rizqi; Lestrariningsih, Wiwid Andriyani; Buhari, Nurliah; Larasati, Chandrika Eka; Siagian, Raja Aditya Sahala; Putra, Brilliant Rudzaky Ridwan
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5443

Abstract

Mangroves play a crucial role in maintaining environmental balance, including wave attenuation, preventing erosion, providing habitat for various species, and storing carbon to mitigate climate change. However, mangrove ecosystems are currently facing serious degradation threats due to human activities and climate change, necessitating protective measures, rehabilitation, and active community participation to ensure their preservation. This community service initiative aims to conserve mangrove ecosystems through nursery activities (nursery) and mangrove planting (out-planting) in potential areas not yet populated by mangroves in Siung Village, Sekotong, West Lombok. The nursery activities include techniques for collecting seedlings from the wild, selecting and sorting healthy seedlings, placing them in planting media, and caring for the seedlings. Meanwhile, the out-planting activities involve planting the seedlings in the wild and monitoring the planted mangroves to ensure their survival. Over approximately two months, this project has produced 3,200 mangrove seedlings of Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, and Ceriops tagal species, with a survival rate of 87.5%. As for the out-planting activities, 2,700 mangrove seedlings have been successfully planted in areas near the nursery site. Challenges encountered during seedling collection and care include tidal fluctuations, the presence of pests and predators. In the out-planting activities, ongoing monitoring and maintenance are required to maintain a high survival rate for the seedlings planted in the wild.
Pemanfaatan Teknologi GPS Guna Optimalisasi Fishing Ground di Lombok Utara Wahyudi, Rojim; Larasati, Chandrika Eka; Wahyudi, Rhojim; NURLIah, Nurliah; Damayanti, Ayu Adhita; Sakinah, Sholihati Lathifa; Mujib, Abd. Saddam
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5848

Abstract

Lombok Utara memiliki potensi perikanan yang besar, namun tantangan dalam penentuan lokasi fishing ground yang optimal seringkali menjadi hambatan dalam peningkatan hasil tangkapan dan pendapatan, khususnya bagi nelayan tradisional. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) guna mengoptimalkan penentuan lokasi fishing ground. Berkolaborasi dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), program ini difokuskan pada peningkatan keterampilan nelayan dalam menggunakan GPS, yang selama ini belum banyak diakses oleh komunitas nelayan tradisional. Melalui serangkaian pelatihan dan penyuluhan, nelayan diperkenalkan pada teknologi GPS, mulai dari cara operasional dasar hingga aplikasi praktis di lapangan. Pendampingan intensif dilakukan untuk memastikan bahwa nelayan mampu menggunakan GPS secara mandiri dalam aktivitas penangkapan sehari-hari. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam efisiensi penentuan lokasi penangkapan, mengurangi penggunaan bahan bakar, mengurangi ketergantungan pada metode tradisional yang memakan waktu, dan meningkatkan hasil tangkapan secara keseluruhan. Melalui kemitraan dengan KNTI, program ini juga mengedepankan nilai-nilai keberlanjutan dan kelestarian lingkungan, sejalan dengan prinsip-prinsip perikanan tradisional yang ramah lingkungan. Dengan demikian, penggunaan teknologi GPS menjadi salah satu solusi efektif dalam meningkatkan produktivitas perikanan dan kesejahteraan nelayan tradisional di Lombok Utara.
PELATIHAN PENGOLAHAN PRODUK PERIKANAN BAGI WANITA PESISIR DI DESA MERTAK KECAMATAN PUJUT KABUPATEN LOMBOK TENGAH Buhari, Nurliah; Waspodo, Saptono; Damayanti, Ayu Adhita; Rahman, Ibadur; Himawan, Mahardika Rizki
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v1i1.40

Abstract

Desa Mertak adalah salah satu dari 6 desa penyangga Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Secara geografis, Desa Mertak berbatasan langsung dengan dua teluk yaitu Teluk Awang dan Teluk Bumbang. Kedua teluk tersebut, merupakan habitat benih lobster dan ikan-ikan karang. Selain itu, sebelah Selatan dari kedua teluk tersebut adalah perairan Samudera Hindia yang merupakan daerah penangkapan untuk ikan-ikan pelagis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas wanita pesisir dalam memanfaatkan sumberdaya laut sekaligus memberikan keterampilan yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang dari pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata super prioritas. Kegiatan dilakukan melalui 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan dengan melakukan kordinasi dengan pemerintah desa dan melakukan diskusi dengan calon peserta terkait dengan waktu pelaksanaan dan lokasi pelatihan. Tahap pelaksanaan yaitu pelaksanaan pelatihan terdiri dari pemaparan materi dan praktek pengolahan produk perikanan secara partisipatif. Tahap evaluasi dilakukan melalui wawancara dengan peserta setelah pelatihan selesai dilaksanakan. Peserta terlihat antusias dan aktif berpartisipasi selama pelatihan dilakukan. Para peserta merasa puas dengan produk yang dihasilkan baik dari segi rasa maupun tampilan. Peserta juga merasa mampu untuk membuat kedua produk tersebut secara mandiri. Namun demikian, wawancara setelah 2 bulan pelaksanaan pelatihan, para peserta belum pernah membuat kembali produk tersebut.
PENGOLAHAN LIMBAH UDANG VANNAME DALAM RANGKA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID19 DI DESA PEMENANG, LOMBOK UTARA Astriana, Baiq Hilda; Damayanti, Ayu Adhita; Larasati, Chandrika Eka; Paryono; Himawan, Mahardika Rizki; Lestari, Dewi Putri
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v2i1.503

Abstract

Manfaat limbah udang berupa cangkang dan kepala udang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Padahal menurut penelitian yang pernah dilakukan, hasil analisis tepung dari limbah ini memiliki kandungan protein sebesar 63%. Apabila bahan ini ditambahkan ke makanan sehari-hari maka dapat meningkatkan nilai gizi makanan tersebut. Desa Pamenang, sebagai salah satu Desa di Kabupaten Lombok Utara, dikenal sangat mengandalkan sektor wisata sebagai mata pencaharian masyarakatnya mengingat posisinya yang berhadapan lansung dengan Gili Matra. Dengan adanya bencana alam yaitu gempa di tahun 2018 yang diikuti oleh pandemi COVID19, lumpuhnya sektor wisata menyebabkan menurunnya pendapatan masyarakat di desa tersebut. Masalah lain yang muncul adalah meningkatnya lokus stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis di daerah ini. Oleh karena itu, pemberian pelatihan pengolahan cangkang dan kepala udang menjadi bubuk kaldu udang sebagai zat aditif alami yang memiliki nilai gizi diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat. Selain itu, diversifikasi pemanfaatan kaldu bubuk udang ini diharapkan dapat meningkatkan added value dari panganan lokal. Metode pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode penyelesaian masalah yang meliputi penyuluhan serta pelatihan yang dibarengi dengan inisiasi pembentukan dan pendampingan kelompok masyarakat termasuk pemberian bantuan peralatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan peserta kegiatan mengenai manfaat limbah udang, dan diperolehnya keterampilan mengolah limbah udang menjadi bahan makanan yang memiliki nilai gizi dan ekonomi. Selain itu, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, sampel kaldu bubuk udang yang dihasilkan dianalisa di laboratorium untuk mengetahui kandungan nutrisi yang dimiliki.
PEMANFAATAN PERALATAN PENGOLAHAN IKAN BERBENTUK MESIN UNTUK PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA KELOMPOK PENGOLAH DAN PEMASAR IKAN DI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN TWP GILI MATRA Gigentika, Soraya; Hilyana, Sitti; Waspodo, Saptono; Paryono, Paryono; Sumsanto, Muhammad; Martanina, Martanina; Ashari, Rowi; Murdin, Lalu Ferdi Alfarisi; Amir, Sadikin; Nurliah, Nurliah; Damayanti, Ayu Adhita; Rahman, Ibadur; Larasati, Chandrika Eka; Himawan, Mahardika Rizqi; Jefri, Edwin; Lestariningsih, Wiwid Andriyani; Wahyudi, Rhojim; Sakina, Sholihati Lathifa
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1317

Abstract

The fish processing and marketing group (poklahsar) in the Gili Matra Marine Protected Area has received intervention from the central government through Bappenas in the COREMAP-CTI III program. This intervention involves improving human resource capacity and providing grants for fish processing equipment. However, the limited duration of the program has resulted in suboptimal assistance in utilizing the donated fish processing equipment. Therefore, the involvement of universities in assisting the community is deemed necessary. This assistance activity aims to inform and educate the poklahsar about the use of fish processing equipment, particularly machines, to enhance production capacity in the Gili Matra Marine Protected Area. The assistance activities were carried out in July 2023 at the respective production locations of each poklahsar. The educational method for adults in this assistance activity involves lectures and hands-on practical training. The outcome of this assistance activity is an increased understanding and knowledge among poklahsar in the Gili Matra Marine Protected Area regarding the functions and uses of various machine-based fish processing equipment. Additionally, it was identified that some obstacles hinder optimizing machine-based equipment utilization, including a lack of understanding in using such equipment and limited market demand for processed fish products. In conclusion, the poklahsar have diverse views on using machine-based equipment, enabling them to optimize the use of such equipment despite the limited demand for processed fish products.
RABBITFISH GROWTH PATTERNS IN THE WATERS OF THE ALAS STRAIT, WEST NUSA TENGGARA PROVINCE Listiani, Ulmi; Gigentika, Soraya; Damayanti, Ayu Adhita
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 4 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.4.561-577

Abstract

Baronang fish is a type of fish that is commonly found in the waters of the Alas Strait. Baronang fishing carried out continuously can affect the growth and existence of baronang fish in waters. This study aims to find out the types of baronang fish, the composition of types and sizes of baronang fish, as well as to find out the growth pattern of baronang fish caught in the waters of the Alas Strait. This research was conducted from April to June 2025. Data collection was carried out through interviews who were selected using the Snowball sampling method and direct measurements. Fish length measurement was carried out with the WCS Image Tools application, and the data obtained was analyzed through identification, length distribution analysis, type composition, and the relationship between length and weight of baronang fish. The results of the study show that there are 7 species of baronang fish in the waters of the Alas Strait. The species Siganus canaliculatus is the most common species found in the waters of the Alas Strait, with a percentage of 53.15%. On the other hand, the species with the lowest number of individuals are Siganus corallinus and Siganus spinus, which is equivalent to a percentage of 0.23%. The growth pattern of baronang fish in the waters of the Alas Strait showed a negative allometric growth pattern (b<3) which indicates that the increase in the body length of the fish is faster than the increase in weight. Key words: Alas Strait, growth pattern, rabbitfish
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK MASYARAKAT PENYELAM DALAM MENGENALI, MENDATA DAN MEMETAKAN SATWA DILINDUNGI SEBAGAI UPAYA KONSERVASI LAUT DI GILI MATRA, NTB Himawan, Mahardika Rizqi; Lestaringsih, Wiwid Andriyani; Gigentika, Soraya; Damayanti, Ayu Adhita; Amir, Sadikin; Jefri, Edwin; Pratama, Alfian; Roslina, Roslina; Suteja, Yulianto; Adiwijaya, Cakra
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i4.9269

Abstract

Kawasan Konservasi Pulau Gili Matra merupakan kawasan konservasi laut yang memiliki nilai ekologis tinggi sekaligus menjadi destinasi wisata bahari unggulan di Nusa Tenggara Barat. Tingginya aktivitas wisata bahari di kawasan ini menuntut adanya pengelolaan yang berorientasi pada konservasi dan keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra strategis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat penyelam dalam mengenali, mendata, dan memetakan satwa laut dilindungi sebagai upaya mendukung konservasi laut berbasis masyarakat. Kegiatan dilaksanakan pada periode Juli–Agustus 2025 dengan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan teknis identifikasi dan pendataan, penerapan teknologi dan pemetaan sederhana, pendampingan menjadi pemandu wisata konservasi, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat penyelam terhadap pentingnya konservasi satwa laut dilindungi, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai pemahaman dari 42% menjadi 85%. Selain itu, peserta mampu memanfaatkan teknologi sederhana untuk pendataan dan pemetaan satwa laut dilindungi, serta sebagian peserta mampu berperan sebagai pemandu wisata konservasi. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan kelompok kerja Citizen Science sebagai dasar keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil memperkuat peran masyarakat penyelam sebagai mitra konservasi dan mendukung pengelolaan kawasan konservasi di Gili Matra secara partisipatif dan berkelanjutan.  
PENDAMPINGAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENDATAAN PENDARATAN GURITA UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN BERKELANJUTAN DI SELAT ALAS Aini, Muslihuddin; Putri, Iqlima; Hafizah, Dinda Kharisma; Gigentika, Soraya; Damayanti, Ayu Adhita; Junaidi, M.
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3220

Abstract

The Alas Strait is a marine area with abundant potential of octopus (Octopus cyanea), serving as a primary livelihood source for coastal communities in Seruni Mumbul and Seriwe Villages, East Lombok Regency. However, the lack of catch landing data has become a major challenge in achieving sustainable fisheries management. This activity aimed to enhance community capacity and participation in recording octopus landing data through a participatory approach. The method consisted of two main stages: socialization and technical training. The results showed an improvement in community understanding of the importance of fisheries data, as well as their ability to routinely record catch information, including the number, size, location, and time of landings. In addition, local collectors were involved as they have direct access to fishers’ catches. The data collected are valuable as a basis for management policies, such as the establishment of conservation zones and seasonal closures. This activity strengthened the role of the community as an essential part of the fisheries resource management system. The findings suggest that community involvement in octopus landing data collection directly supports the development of a participatory, adaptive, and sustainable management system.
Co-Authors Abd Saddam Mujib Abidin, Z Ade Irawan Adiwijaya, Cakra Ahmad Nawawi Ahmad, Wira Nata Kusumah Al-Aqsha, Lalu Mohammad Riri Rivari Alis Mukhlis Amri Wijaya Anggriani, Anggi Aprilya, Nabilah Aryan Perdana Putra Ashari, Rowi Asmileen, Suci Dwi Bagus Dwi Hari Setyono Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana Baiq Hilda Astriana, Baiq Hilda Chandrika Eka Larasati Chandrika Eka Larasati Chandrika Eka Larasati, Chandrika Eka Devi, Lokita Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Edwin Jefri Fadillah, Fitri Fanitalya Fanitalya Fanitalya, Fanitalya Fariq Azhar Gigentika, Soraya Gondo Puspito Hafizah, Dinda Kharisma Hamdani Hamdani Harman, Carlen Aufa Haykal, Muhammad Hidayanti, Laili Himawan, Mahardika Rizki Ibadur Rahman Jefri, Edwin Junaidi, M. Laili Hidayanti Lalu Ferdi Alfarisi Murdin Lalu Harya Deni Prayata Lestaringsih, Wiwid Andriyani lestariningsih, Wiwid Lestariningsih, Wiwid Andriyani Lestrariningsih, Wiwid Andriyani Listiani, Ulmi Lumbessy, Salnida Yuniarti Lutfi Hamzan Wari Mahardika Rizqi Himawan Martanina, Martanina Moh Ali Albar Muhammad Kahfika Ikhwanushafa Muhammad Saufi Muhammad Soewandhi Muhammad Sumsanto Murdin, Lalu Ferdi Alfarisi Muslihuddin Aini Nunik Cokrowati Nurliah Nurliah Buhari nurliah, nurliah Nursihan, Muhammad Nyoman Widi Artha Putra Opi Aprilianti Pandya Bara Nidal Parwati, Galuh Paryono Pratama, Alfian Prayata, Lalu Harya Deni Prayogi Dwina Angga Puna, Salvina Herawaty Putra, Brilliant Rudzaky Ridwan Putri, Iqlima Rahfika Rahman, Ibadur ratihpangesturahayu Rhojim Wahyudi Roslina Roslina, Roslina Sadikin Amir Sahrani, Putri Sakina, Sholihati Lathifa Sakinah, Sholihati Lathifa Sandrayani Sandrayani Sandrayani, Sandrayani Saopiadi Saopiadi Saopiadi, Saopiadi Saptono Waspodo Sholihati Lathifa Sakina Siagian, Raja Aditya Sahala Siahaya, Patrick Alexander Sitti Hilyana Sitti Hilyana Soewandhi, Muhammad Soraya Gigentika Sudirman Sudirman Sultansyah, Muhammad Syawal, Abdul Syafiq Ta'yuni, Qur'a Tirayya, Nadia Hulwa Utami, Widia Tri Wahyudi, Rojim Wijaya, Amri Wiwid Andriyani Lestariningsih Yulianto Suteja Z, Muhammad Fayyadh A. ZA, Siti Asiah Zaenal Abidin Zaenal Abidin