Articles
Incorporating Multicultural Literature in EFL Classroom
Vidya Mandarani;
Ahmad Munir
IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics) Vol 6, No 1 (2021): Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21093/ijeltal.v6i1.832
Nowadays’ multicultural education poses various challenges. One of the latent issues currently emerged in Indonesia education is the mistreatment towards the students of minority ethnic amongst the fellow learners. This status quo pushes schools’ stakeholders to reflect upon their responsibilities and reconsider the use of multiculturalism in enhancing diversity awareness towards both teachers and students. In an attempt to promote multicultural education, the use of multicultural literature that portrays various cultures, values, and views, may assist the students in appreciating their own culture by the acquisition of diverse perspectives of the society. Moreover, it provides potential teachers to comprehend the diversity of multicultural issues beyond mono-cultural perspectives. This paper aims to emphasize the significance of multicultural literature as teaching materials; recommend selection and evaluation criteria for the said literature; as well as to present strategies of formulating literature-based classrooms. In providing the best teaching materials, it is necessary to select high-quality multicultural literature to present accurate and authentic representations of cultural communities. At any rate, 10 overall criteria should be embedded within the selected literature, thus the QUILT metric can be utilized to assess its quality. Afterward, there are also several recommended approaches, techniques, or strategies for formulating a literature-based classroom that may promote critical thinking in literary discussion.
LECTURERS' ATTITUDES TOWARDS ENGLISH VARIETY EXPOSURE IN INDONESIA
Alfan Hariri;
Ahmad Munir;
Syafiul Anam
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (943.72 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.875
This study was spawned from the lack of research of English varieties concept in Indonesia. In this study the lecturers’ attitude toward the English varieties is explored as well as their view about using the English varieties in the classroom. The study uses qualitative research design to seek the participant attitude toward the English varieties. The subjects of the study of this research are ten lecturers of three higher educations in Surabaya; two privates and one state university with ten lecturers in total. To collect the data, the prompt-production will be used to explore in depth lecturers’ attitude. One of the more significant findings to emerge from this study is that the differences between the international graduated lectures and national graduated lectures in term of their attitude toward the English varieties. Furthermore, this attitude also influences their perception about teaching the varieties in English language teaching (ELT) classroom.
THE ROLE OF RATIONALETM APPLICATION ON STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILL IN ARGUMENTATIVE WRITING
Nova AlfiLaili Rahmah;
Ahmad Munir;
Syafi’ul Anam
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (371.98 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.877
This paper aims to evaluate an innovative way to teach argumentative writing by using an electronic learning. This paper will focus on writing skill because through writing the learner can express their idea in written form. However, there is a little guidance to encourage critical thinking skills in learning process, it makes students get difficulty to express and generate their ideas in writing, as a result they get stuck in the process of writing without being critical thinker. Because of this reason, the researcher promotes rational application as e-learning media to help the students learn concepts, understand argument structure, and develop reasoning skills. This paper used descriptive qualitative method to describe how the teacher implement rationale application and how the students’ critical thinking in their argumentative writing task. The result showed that rationale application provides students not only with greater motivation to write and to engage their creativity in writing argumentative text, but it also leads them to think critically of evaluating something.
SCDV (STUDENT-CREATED DIGITAL VIDEOS) dalam kelas dengan berbagai metode
Intan Rachmatillah;
Ahmad Munir;
Syafiul Anam
Jurnal Education and Development Vol 7 No 2 (2019): Vol.7.No.2.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1186.722 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i2.878
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan SCDVs (video digital yang dibuat siswa) dalam Flipped classroom (kelas terbalik). Flipped classroom merupakan kegiatan belajar yang membalik kegiatan di kelas dan juga di rumah. Ini menjadi strategi yang baik dalam belajar menciptakan suasana yang berbeda dengan menggunakan teknologi terhadap aktivitas siswa. Dalam studi ini, peneliti mencoba untuk melibatkan SCDVs (video digital buatan siswa) sebagai proyek siswa yang diposting di Saluran YouTube di luar kelas dan dalam kegiatan kelas. Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif untuk mengetahui bagaimana penerapan media sosial "YouTube" sebagai jembatan SCDVs (video digital yang dibuat siswa) dan praktik pembelajaran baru di kelas terbalik. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X sains 1 dan seorang guru SMA Negeri 1 Kedamean di wilayah Kabupaten Gresik. Untuk mengumpulkan data, observasi akan digunakan untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang media sosial online dalam pembelajaran dalam tujuan pedagogik. Penelitian ini telah membuktikan bahwa pendidik tentu dapat menarik manfaat dari masalah yang sedang berlangsung di situs jejaring sosial karena dapat memberikan kontribusi positif bagi prestasi siswa dalam pembelajaran dan keterampilan bahasa.
KETERLIBATAN SISWA DALAM KELAS BAHASA INGGRIS MELALUI PENGAJARAN KREATIF
Anton Setiawan;
Ahmad Munir;
Suhartono Suhartono
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (519.332 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1143
Penelitian ini berdasar pada fenomena yang dibuktikan dengan studi awal melalui kuesioner terhadap siswa di 5 sekolah di Surabaya Barat dan Utara yang menunjukkan bahwa kurangnya minat dan keterlibatan perilaku siswa kota Surabaya dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas. Sebanyak 64% siswa menganggap pelajaran agama lebih penting daripada bahasa Inggris. Selain itu 54% siswa menganggap bahasa Inggris merupakan pelajaran yang sulit karena banyak kosakata yang tidak mereka ketahui. Ironisnya, mereka tidak didukung oleh peran serta orang tua tentang pentingnya bahasa Inggris. Sebanyak 88% tidak mengikuti pelajaran tambahan bahasa Inggris di luar sekolah. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif untuk mengetahui bagaimana keterlibatan perilaku siswa pada saat guru mengajar dengan metode mengajar kreatif. Subyek dari penelitian ini adalah 40 siswa dari 1 sekolah di Surabaya. Pengamatan dan rekaman video digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil yang signifikan dari penelitian ini adalah 90% siswa terlibat aktif, 5% siswa terlibat pasif dan 5% siswa tidak terlibat dalam pengajaran kreatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa minat dan keterlibatan perilaku siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris dapat ditingkatkan dengan melalui mengajar kreatif.
PARAPHRASING TECHNIQUES USED BY ENGLISH POST GRADUATE STUDENTS
Euis Fauziah Ramadhani;
Slamet Setiawan;
Ahmad Munir
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.457 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1160
Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekhnik paraphrase yang diterapkan oleh mahasiswa pascasarjana untuk menghindari plagiasi. Penelitian ini dilakukan secara qualitatif dengan meneliti 10 thesis proposal mahasiswa pascasarjana disebuah universitas negeri di JawaTimur yang memiliki hasil plagiasi dibawah 20%. Data-data penelitian ini berasal dari thesis proposal mereka beserta sumber teorinya. Hasil menunjukkan bahwa plagiasi juga dapat ditemukan dalam tulisan mahasiswa pascasarjana, namun hanya dalam jumlah presentase yang sedikit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa plagiasi pada tulisan mereka akan terdeteksi plagiasi apabila mereka hanya menerapkan 1 atau 2 tekhnik paraphrase saja. Misalnya, hanya mengganti beberapa kata (changing word choice) atau hanya mengganti part of speech dari beberapa kata dalam kalimat. Sedangkan, ada dua cara yang paling sering muncul dan efektif sebagai tekhnik paraphrase yang digunakan mahasiswa pascasarjana untuk menghindari plagiasi dalam mem-paraphrase teori atau hasil penelitian dalam tulisan mereka; yang pertama adalah mengkombinasi beberapa tekhnik (lebih dari 2 tekhnik) seperti mengubah struktur ide pokok sumber, mengubah struktur kalimat sumber, mengambil ide pokok sumber; yang kedua adalah selalu menambahkan ide atau dasar fikiran mereka dalam mem-paraphrase.
CODE-SWITCHING IN ENGLISH CLASSROOM INTERACTION IN A JUNIOR HIGH SCHOOL
Ainy Mauliddiyah;
Ahmad Munir;
Ali Mustofa
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.311 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1167
Abstract Code switching is not only encountered in social contexts, but we can also find it in the context of English classroom interaction. Therefore this study aims to observe code-switching that occurred in good English class interactions. That has been done by the students or by a teacher. This research was conducted to find out what factors that triggers the occurrence of code switching in English classroom interactions at the junior high school. The data in this study were analyzed qualitatively and through several stages, namely: such as (1) transcription of data, (2) classification of data, (3) analysis of data for the use of code that occurred in English class interactions and (4) data interpretation. Based on the results of data analysis, the results of this study indicated that the factors that trigger the occurrence of code-switching in English classroom interactions, the first factor was do not know words or sentences in English, the second factor was to avoid misunderstandings, the third was add emphasis factor on a sentence by repeating words, the fourth was a trigger factor for the participation of others (friends, other students, or teachers) Keywords: Code-Switching, Interaction in the Class, Data Transcription, Triggering Factors for Code-Switching
TEACHERS’ PRACTICESOF INTEGRATED PRONUNCIATION INSTRUCTION INJUNIOR HIGH SCHOOL
Siska Hidayatin Nikmah;
Slamet Setiawan;
Ahmad Munir
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (891.271 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v7i3.1168
Penelitian ini dilakukan dilatarbelakangi oleh kurangnya penelitian-penelitian yang berfokus pada praktek pengajaran pengucapan Bahasa Inggris khususnya di sekolah menengah pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktek-praktek pengajaran pengucapan Bahasa Inggris khususnya di level sekolah menengah pertama yang selama ini telah dilakukan oleh guru Bahasa Inggris di Indonesia. Selanjutnya, berangkat dari hasil yang akan diperoleh dari penelitian ini, praktek-praktek tersebut dapat dikaji lebih dalam pada penelitian-penelitian selanjutnya maupun kebijakan pemerintah untuk pengembangan kualitas dan profesionalitas pengajaran pengucapan Bahasa Inggris khususnya pada level sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan pengalaman dan praktek dalam mengajarkan materi pengucapan Bahasa Inggris. Subjek dalam penelitian ini adalah empat guru Bahasa Inggris yang mengajar di sekolah-sekolah menengah pertama di Surabaya dan Mojokerto. Hasil penelitian menggambarkan telah adanya kesadaran pentingnya dalam menyisipkan pengajaran pengucapan dalam setiap materi Bahasa Inggris yang diajarkan, pendekatan pengajaran yang sering dilakukan oleh para pengajar meliputi pengajaran pengucapan bersamaan dengan penegenalan kosa kata baru dan mengikutsertakan murid untuksenantiasa menunjukkan pemerolehan pengajaran pengucapan dengan role play, berpidato atau membuat proyek video.
THE CHALLENGES OF ONLINE PEER REVIEW OF STUDENTS’ NARRATIVE WRITING IN INSTAGRAM
Frederick Lukas Tahapary;
Oikurema Purwati;
Ahmad Munir
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (791.264 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kesulitan siswa dari implementasi peer review secara online di dalam pengajaran menulis Bahasa Inggris pada level siswa menengah kejuruan. Studi ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami siswa melalui proses dari online peer review di Instagram. Data yang diambil untuk penelitian ini berupa jawaban siswa yang diambil melalui interview yang semi struktur. Subjek dari studi ini merupakan seorang guru dan 32 murid, yang terdiri dari 7 murid laki-laki dan 25 murid perempuan. Studi ini dilakukan dari bulan September hingga Oktober tahun 2019. Dari hasil temuan, semua siswa memasang teks naratif mereka pada akun Instagram mereka. Kesulitan siswa ketika melakukan peer review adalah memahami kesalahan dari teks naratif teman mereka dan kebahasaan yang digunakan di teks-teks tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, proses dari online peer review dapat digunakan sebagai alternatif yang positif untuk mengganti metode pengajaran yang dirasa monoton. Online peer review juga dapat digunakan untuk menciptakan aktifitas produktif untuk siswa, namun, pemahaman siswa terhadap teks atau topik yang digunakan dan juga praktik dari online peer review harus menjadi hal yang penting untuk dipahami sebelum menerapkan online peer review di media sosial.
Promoting Students’ Communication Skill through the Application of Project Based Learning
Farida Nova Kurniawati;
Susanto Susanto;
Ahmad Munir
Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal Vol 3 No 1 (2019): Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31539/leea.v3i1.970
The aim of this research is to describe how Project Based Learning promotes students’ ability to communicate ideas. Qualitative was used as the research method of this research. The subjects of this research were five students were chosen as the subject of this research. They were in the ninth grade in one of state Islamic schools in a relative big city. The researcher collected the data from observation and the recording video of the process of making the project which was wall magazine. All the data from observation were in the form of verbal data. After analyzing the data, the result shows the students can reach all of indicators of communicating ideas with eight examples as the evidences. In short, it can be concluded that Project Based Learning can promote students’ communication skill particularly students’ ability to communicate with others. Keywords: project based learning, communication skill