Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Frekuensi Latihan Push-Up Terhadap Peningkatan Massa Otot Pectoralis Pada Mahasiswa Laki-Laki Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Angkatan 2023 Seven Steve Figel Sumenda; Vennetia R. Danes; Jimmy F. Rumampuk
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i2.271

Abstract

Kesehatan fisik berperan penting dalam kehidupan manusia, dengan otot sebagai indikator utama kebugaran jasmani. Peningkatan massa otot melalui hipertrofi dapat meningkatkan kekuatan dan ketahanan fisik, sementara atrofi dapat mengurangi fungsi otot. Push-up merupakan latihan sederhana yang efektif dalam meningkatkan massa otot pectoralis tanpa memerlukan alat tambahan. Namun, frekuensi latihan yang optimal masih menjadi perdebatan, karena frekuensi yang terlalu rendah tidak memberikan stimulus cukup, sedangkan frekuensi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan overtraining. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekuensi latihan push-up terhadap peningkatan massa otot pectoralis pada mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test serta kelompok kontrol. Sampel penelitian terdiri dari mahasiswa laki-laki yang dibagi ke dalam kelompok dengan frekuensi latihan push-up yang berbeda. Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan untuk membandingkan perubahan massa otot sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan push-up terhadap peningkatan massa otot pectoralis. Nilai p yang diperoleh adalah p < 0,001 pada kelompok dengan frekuensi latihan ringan maupun sedang, menunjukkan peningkatan massa otot yang signifikan setelah latihan. Kesimpulannya, frekuensi latihan push-up yang optimal memiliki peran penting dalam meningkatkan massa otot pectoralis, sehingga dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kebugaran jasmani. 
Evaluation Of Medicine Management at the UPTD Pharmacy Warehouse Manembo-Nembo Hospital Type C Bitung Nelwan, Olga Enggelina; Bolang, Alexander Sam Leonard; Danes, Vennetia Ryckerens
Lead Journal of Economy and Administration Vol 2 No 1 (2023): Lead Journal of Economy and Administration (LEJEA)
Publisher : International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/lejea.v2i1.118

Abstract

This study was conducted to determine how to evaluate drug management in the pharmaceutical warehouse of the UPTD Manembo-Nembo Hospital type C Bitung. This research uses qualitative research methods by conducting in-depth interviews, document review and observation. This research was conducted at the Pharmacy Warehouse of UPTD Manembo-nembo Hospital Type C Bitung which is located at Jalan SH Sarundajang, Manembo-nembo Tengah Village, Matuari District, Bitung City, North Sulawesi from April to June 2023. The informants of this research are those who have the authority to manage drugs in the Pharmacy Warehouse of the UPTD Manembo-nembo Hospital Type C Bitung. Such as the Head of the Pharmacy Installation, Head of the Hospital Pharmacy Warehouse, Hospital Director, Medical Support and Pharmaceutical Technical Personnel. The results of the study found that Drug Planning at the UPTD Manembo-nembo Hospital Type C Bitung has followed the Guidelines for Planning Drug Needs Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 72 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Hospitals, Drug storage in the Pharmaceutical Warehouse UPTD Manembonembo Hospital Type C Bitung is in accordance with using 21 drug storage parameters used only 2 parameters that are not yet in accordance, namely that there are several boxes of drugs placed on the floor without using pallets on the floor and some drugs have not been placed on the shelves of the medicine cabinet, and Monitoring and evaluation is well underway.
HOT WORK CLIMATE AS AN OCCUPATIONAL ENVIRONMENTAL HEALTH RISK ASSOCIATED WITH FATIGUE AMONG PARKING TICKET ATTENDANTS IN MEGAMAS AREA, MANADO Thesalonika Elisabeth Loucianna Sunkudon; Oksfriani Jufri Sumampouw; Vennetia Ryckerens Danes
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work fatigue is an important problem in occupational health that can decrease productivity and increase the risk of work errors. One of the factors that plays a role is the hot work climate, especially in semi-enclosed workspaces with limited ventilation. This study aims to analyze the relationship between hot work climate and work fatigue in parking ticket officers in the Manado Megamas Area. The study used an analytical quantitative design with a cross-sectional approach on 63 respondents. Hot work climate was measured using a heat stress monitor (WBGT), while work fatigue was measured using the KAUPK2 questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate using the Pearson correlation test. The results showed that most respondents experienced moderate fatigue (57.1%) and the highest exposure to the hot work climate was found in the morning shift (29.8°C). There was a significant association between hot work climate and work fatigue (p = 0.001; r = 0.401), with moderate correlation strength. The study shows that even though heat exposure is still below the threshold value, working environment conditions still contribute to worker fatigue. Therefore, it is necessary to control the working environment through ventilation improvements, the provision of local cooling, and adaptive work-break arrangements.
The correlation between work climate with work-related fatigue among parking ticket Thesalonika Elisabeth Loucianna Sunkudon; Oksfriani Jufri Sumampouw; Vennetia Ryckerens Danes
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 8 No. 2 (2026): May: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v8i2.6968

Abstract

Hot work climate is a physical environmental factor that can affect both physical and mental health of workers. Continuous exposure to excessive heat without adequate control may trigger physiological responses. This study aimed to determine the correlation between hot work climate and work-related fatigue among parking ticket attendants in the Megamas Manado area. This study employed quantitative approach using an analytical survey design with cross-sectional method. The study population consisted of all 63 parking ticket attendants. Data were collected through direct measurement of heat exposure using heat stress monitor and assessment of work-related fatigue using standardized fatigue questionnaire. Statistical analysis was conducted using the Pearson correlation test. The statistical analysis revealed significant correlation between hot work climate and work-related fatigue among parking ticket attendants (p-value = 0.001). The correlation coefficient (r = 0.401) indicated moderate positive correlation, suggesting that higher heat exposure was associated with increased levels of work-related fatigue. There is significant positive correlation between hot work climate and work-related fatigue among parking ticket attendants. These findings highlight the importance of implementing effective heat control measures to reduce fatigue and improve occupational health and work performance.
Pelatihan Pembuatan Mpasi Ubi Jalar untuk Batita pada Kader Posyandu di Puskesmas Minanga Asterlita Ryane Wenas; Vennetia Ryckerens Danes
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2et7m924

Abstract

Masalah gizi pada bayi dan batita masih menjadi tantangan di wilayah kerja Puskesmas Minanga. Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan kader Posyandu mengenai pembuatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) lokal bergizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang cara membuat MPASI lokal berbahan dasar ubi jalar yang kaya karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test terhadap lima kader Posyandu. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 54 pada pre-test menjadi 88 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 34 poin. Pelatihan terbukti efektif meningkatkan pemahaman kader tentang pemanfaatan bahan pangan lokal untuk MPASI. Diharapkan kegiatan ini berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor dan integrasi dalam program gizi masyarakat.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana Alam Vennetia Ryckerens Danes; Sri Seprianto Maddusa; Asterlita Ryane Wenas
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/hpbr9w24

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Bencana alam yang sering terjadi ini menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat khususnya perempuan, sering kali menjadi kelompok yang rentan dalam situasi darurat. Sebagai penjaga keluarga dan penggerak masyarakat perempuan memainkan peran penting dalam penanggulangan bencana, baik dalam upaya mitigasi, evakuasi, maupun pemulihan pasca-bencana. Namun, seringkali perempuan tidak memperoleh akses informasi atau pelatihan yang memadai tentang cara menghadapi dan mengelola risiko bencana. Pelatihan dasar penanggulangan bencana merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya perempuan sebagai agen perubahan di tingkat keluarga dan komunitas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dasar perempuan dalam menghadapi bencana melalui kegiatan pelatihan dan evaluasi pembelajaran menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 13 peserta perempuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai post-test dibandingkan pre-test, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas perempuan dalam mitigasi bencana berbasis komunitas
Analisis Kandungan Timbal (Pb) pada Sedimen di Teluk Totok Kabupaten Minahasa Tenggara Stanley Klemens Ferdinand Posumah; Sri Seprianto Maddusa; Vennetia Ryckerens Danes
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.5393

Abstract

Lead (Pb) heavy metal contamination in coastal areas adjacent to mining activities poses a serious threat to aquatic ecosystems and public health. This study aimed to analyze Pb content in sediment at Totok Bay, Southeast Minahasa Regency, and assess its compliance with applicable quality standards. A laboratory-based descriptive quantitative study was conducted in November–December 2025 using purposive sampling at 16 coordinate points in Totok Bay waters. Pb concentration was analyzed using Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS) at the Ministry of Health Laboratory (Labkesmas Makassar I), and results were compared against the Australia and New Zealand Guidelines for Fresh and Marine Water Quality (ANZG) with a DGV of 50 mg/kg. Results showed Pb concentrations in sediment ranging from 7.45–53.74 mg/kg, with a mean value of 13.81 mg/kg. Fifteen out of 16 sampling points (93.75%) were below the threshold, while Point 13 recorded 53.74 mg/kg, exceeding the ANZG DGV. Localized contamination at Point 13 was associated with its proximity to mining operations, sand dredging activities, and fine-grained sediment characteristics with higher Pb sorption capacity. This study concludes that Totok Bay has experienced localized Pb contamination requiring continuous environmental monitoring and risk-based coastal management.
Analisis Penurunan Torsi Fleksi Siku Sebagai Indikator Fatigue Selama Serial Dumbbell Bicep Curl Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Aurelio H. Karel; Vennetia R. Danes; Fransiska Lintong; Maya E.W. Moningka; Jimmy F. Rumampuk
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7284

Abstract

Kemampuan otot untuk menghasilkan gaya akan menurun akibat kontraksi berulang, yang dikenal dengan istilah muscle fatigue. Penurunan ini dapat diukur secara objektif dengan pengukuran torsi, yang secara biomekanik menunjukkan efektivitas gaya otot terhadap sumbu rotasi sendi. Torsi fleksi siku, yang dihasilkan oleh kontraksi otot Biceps brachii, menjadi indikator penting dalam menilai performa otot ekstremitas atas. Namun, penggunaan alat pengukur torsi berbasis elektromiografi (EMG) atau alat isokinetik sering dianggap mahal dan kurang praktis untuk penelitian berskala mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan biomekanika berbasis analisis sudut eksternal dengan software Kinovea untuk menghitung torsi fleksi siku selama gerakan dumbbell bicep curl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat penurunan torsi fleksi siku yang signifikan sebagai indikator muscle fatigue selama serangkaian gerakan dumbbell bicep curl pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain within-subject repeated measures yang melibatkan 20 mahasiswa laki-laki berusia 18-25 tahun. Gerakan tiga set dumbbell bicep curl direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan sudut torsi fleksi siku, kemudian dihitung torsi secara manual. Data antar set diuji dengan Repeated Measures Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan torsi fleksi siku yang signifikan antar set (p < 0,001), dengan uji post-hoc Bonferroni menunjukkan semua perbandingan set bermakna. RPE juga meningkat seiring bertambahnya set. Torsi fleksi siku menurun secara signifikan selama serial dumbbell bicep curl, sehingga dapat digunakan sebagai indikator objektif muscle fatigue.
Hubungan Postur Tubuh Saat Bekerja dengan Nyeri Otot Postural Berdasarkan Penilaian Nordic Musculosceletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada Pegawai Administrasi di Universitas Sam Ratulangi Raina A. R. Manalu; Vennetia R. Danes; Maya E.W. Moningka; Fransiska Lintong; Jimmy F. Rumampuk
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3020

Abstract

Latar Belakang : Gangguan musculoskeletal merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh pegawai kantoran, terutama akibat dari postur tubuh yang kurang ergonomis selama bekerja dalam durasi yang panjang. Tujuan : Mengetahui hubungan antara postur tubuh saat bekerja dan nyeri otot postural berdasarkan penilaian Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada pegawai administrasi Universitas Sam Ratulangi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 97 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penilaian postur tubuh dilakukan dengan metode RULA melalui analisis foto posisi kerja, sedangkan keluhan nyeri otot dinilai menggunakan NMQ dan VAS. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori risiko sedang berdasarkan penilaian RULA. Terdapat hubungan bermakna antara postur tubuh saat bekerja dengan keluhan nyeri pada beberapat bagian tubuh, yaitu leher atas (p<0,001), leher bawah (p<0,001), bahu kiri (p=0,005), bahu kanan (p<0,001), dan lengan kanan atas (p=0,002). Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan  antara postur tubuh saat bekerja dengan nyeri otot postural berdasarkan penilaian Nordic Musculosceletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada pegawai administrasi Universitas Sam Ratulangi.
Evaluation Of Medicine Management at the UPTD Pharmacy Warehouse Manembo-Nembo Hospital Type C Bitung Olga Enggelina Nelwan; Alexander Sam Leonard Bolang; Vennetia Ryckerens Danes
Lead Journal of Economy and Administration Vol 2 No 1 (2023): Lead Journal of Economy and Administration (LEJEA)
Publisher : International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/lejea.v2i1.118

Abstract

This study was conducted to determine how to evaluate drug management in the pharmaceutical warehouse of the UPTD Manembo-Nembo Hospital type C Bitung. This research uses qualitative research methods by conducting in-depth interviews, document review and observation. This research was conducted at the Pharmacy Warehouse of UPTD Manembo-nembo Hospital Type C Bitung which is located at Jalan SH Sarundajang, Manembo-nembo Tengah Village, Matuari District, Bitung City, North Sulawesi from April to June 2023. The informants of this research are those who have the authority to manage drugs in the Pharmacy Warehouse of the UPTD Manembo-nembo Hospital Type C Bitung. Such as the Head of the Pharmacy Installation, Head of the Hospital Pharmacy Warehouse, Hospital Director, Medical Support and Pharmaceutical Technical Personnel. The results of the study found that Drug Planning at the UPTD Manembo-nembo Hospital Type C Bitung has followed the Guidelines for Planning Drug Needs Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 72 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Hospitals, Drug storage in the Pharmaceutical Warehouse UPTD Manembonembo Hospital Type C Bitung is in accordance with using 21 drug storage parameters used only 2 parameters that are not yet in accordance, namely that there are several boxes of drugs placed on the floor without using pallets on the floor and some drugs have not been placed on the shelves of the medicine cabinet, and Monitoring and evaluation is well underway.
Co-Authors Alexander S. L. Bolang Angela Sarah Sumual Arum Anisa Mokodompit Asterlita Ryane Wenas Aurelio H. Karel Bagania, Jeremia Bolang, Alexander Sam Leonard D. E. Purba, Yohana D. H. C. Pangemanan Damayanti Pangemanan Danial T. Nusi Doda, Diana V.D. E. W. Moningka, Maya E.W. Moningka, Maya Elisa Liuvita, Dea Erawati, Yanti Esther Wullur Moningka, Maya F. Rumampuk, Jimmy Fauziah N. Manoppo Fernando P. Salipadang Fransiska Lintong Fransiska Lintong Fransiska Lintong Grace Korompis Gracela Marchtica Siada Harvey L. Suwongso, Harvey L. I Made S. K. Raka, I Made S. K. I. Manahampi, Janly Indra N. S. Ruray Jimmy F. Rumampuk Jimmy F. Rumampuk Jimmy Franky Rumampuk Jimmy Rumampuk Koapaha, Brigitha Dinda Lily Wongso Maino, Irny E. Maya E. W Moningka Maya E. W. Moningka Maya E.W. Moningka Maya E.W. Moningka Maya Esther Wullur Moningka Maya Moningka Mercy Manembu, Mercy Moningka, Maya Esther Wullur Muh A. Amiruddin Nelwan, Olga Enggelina Nina P. Lumonang, Nina P. Oksfriani Jufri Sumampouw Olga Enggelina Nelwan Paul Artur Tennov Kawatu Pingkan Senduk, Pingkan Rahayu D. C. Ruslam Raina A. R. Manalu Rainbow D. Tambunan, Rainbow D. Raja T. Todingan, Raja T. Ramdan P. I. Timang, Ramdan P. I. Ria M. Rantung, Ria M. Rianna J Sumampouw Rumampuk, Jimmy Franky Sahabati, Grania Virgie Seven Steve Figel Sumenda Siada, Gracela Marchtica Sri Seprianto Maddusa Stanley Klemens Ferdinand Posumah Thesalonika Elisabeth Loucianna Sunkudon Thesalonika Elisabeth Loucianna Sunkudon V. Damanik, Jelita Warouw, Jovando T. Wenny Supit Woodford B. S. Joseph Woodford Baren Solaiman Joseph