Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BANJIR DI KELURAHAN RAPPOKALLING KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Andi Yulia Kasma; Ilham Syam; Natalia Sapan; Andi Ayumar
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.453

Abstract

Latar belakang: kejadian bencana di dunia sering terjadi berupa bencana banjir. Data BNPB di tahun 2021 terhitung 1 Januari sampai 18 Juni 2021 tercatat 1.441 kali kejadian bencana alam terjadi di Indonesia. Sulawesi Selatan merupakan provinsi sering terjadi bencana banjir dan kota Makassar sendiri rawan bencana banjir. Pada tanggal 4-7 Desember Kelurahan Rappokalling terkena dampak banjir, kejadian ini karena curah hujan yang melanda wilayah tersebut. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir di Kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo Makassar. Metode: Jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian sebanyak 282 keluarga dengan jumlah sampel sebanyak 131 responden.Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling menggunakan instrumen kuesioner. Hasil: menunjukkan pengetahuan yang tertinggi yaitu kategori rendah sebanyak 66 (50,4%), sikap yang tertinggi yaitu kategori negatif sebanyak 72 (55,0%) dan kesiapsiagaan yang tertinggi yaitu kategori tidak siap sebanyak 68 (51,9%). Hal ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000<0,05) dan sikap (p=0,000<0,5) dengan kesiapsiagaan. Kesimpulan: terdapat adanya hubungan antara pengetahuan serta sikap dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir di Kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo Makassar. Adapun saran berupa ditujukan kepada pemerintah setempat untuk mengadakan kegiatan simulasi dan sosialisasi tentang kesiapsiagaan banjir.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS LONRONG KECAMATAN PONRE KABUPATEN BONE Andi Ayumar; Halmina Ilyas; Susanti; Andi Yulia Kasma
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.538

Abstract

Latar belakang: ASI eksklusif merupakan pemberian ASI sampai usia 6 bulan tanpa memberikan makanan pendamping ASI lainya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI ekskluisf di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lonrong Kecamatan Ponre.. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 48 ibu menyusui di wilayah kerja UPTD Puskesmas Lonrong. Penarikan sampel dilakukan secara purposive sampling Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan dengan menggunakan Uji chi-square fisher exact yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif dengan nilai yang didapatkan yaitu ρ = 0,254 > ɑ = 0,05 Kesimpulan: Kesimpulan dari hasil penelitian tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif
GAMBARAN RISIKO ERGONOMI PADA PEKERJA BURUH DI PELABUHAN LAUT SOEKARNO HATTA MAKASSAR Andi Ayumar; Ilham Syam; Desmawati; Andi Yulia Kasma
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.564

Abstract

Latar belakang: Risiko ergonomi merupakan kondisi atau situasi yang di buat dengan sengaja atau tidak sengaja untuk mendorong kondisi bertentangan dengan prinsip ergonomi yang dapat membahayakan kesehatan dan mengganggu kenyamanan pada saat bekerja maupun setelah bekerja. Tarwaka mengatakan bahwa 80% kecelakaan kerja di akibatkan perilaku kerja tidak aman (unsafe act) dan sisanya kondisi kerja tidak aman (unsef condition) serta faktor lain. Tujuan: Diketahuinya gambaran risiko ergonomi pekerja buruh di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional, populasi penelitian pekerja buruh di pelabuhan laut soekarno hatta makassar 300 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampel jumlah sampel 171 orang. Hasil: Pekerja dan pergerakan risiko ergonomi 169 orang (98,8%) sedangkan kriteria tidak berisiko ergonomi 2 orang (1,2%), kriteria berisiko ergonomi posisi dan sikap kerja 160 orang (93,6%), sedangkan kriteria tidak berisiko ergonomi 11 orang (6,4%) kriteria berisiko ergonomi berat beban dan pengerahan tenaga 154 orang (90,1%), sedangkan kriteria tidak berisiko ergonomi 17 orang (9,9%). Kesimpulan: Menunjukkan sebagian besar pekerja menghadapi risiko tinggi terutama pada pekrjaan dan pergerakan, posisi dan sikap kerja, berat beban dan pengerahan tenaga. Disarankan perbaikan kondisi kerja memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
PENYULUHAN PUTRI SETIA (SEHAT TANPA ANEMIA) DAN PEMBAGIAN TABLET FE Andi Yulia Kasma; Sitti Nurhadijah; Andi Ayumar; A. Asyratul Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.458

Abstract

Young women are required to take FE tablets because they experience menstruation every month. FE tablets are also useful for replacing iron lost due to menstruation and for meeting iron needs that are not sufficient from food. In general, the symptoms of anemia that are often felt are lethargy, weakness, fatigue, negligence, frequent complaints of dizziness and dizzy eyes. Further symptoms are pale eyelids, lips, tongue, skin and palms. Treatment of anemia can be done independently by taking oral iron therapy or Fe tablets appropriately. This community service method is a counseling method in the form of lecture material and direct presentation related to loyal daughters (healthy without anemia) and direct distribution of Fe tablets. 20 female students. as a whole it was very effective, resulting in an increase in the knowledge of young women in adherence to taking iron tablets. Furthermore, it is hoped that from this activity young female students at SMP Negeri 2 Bangkala Barat can routinely consume blood-boosting tablets to prevent anemia. Keywords: blood supplement tablets, teenage girl, anemia
PENCEGAHAN DEMAN BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI EDUKASI DAN PEMBAGIAN ABATE DI KELURAHAN LAPPA KABUPATEN SINJAI Andi Yulia Kasma; Andi Arnoli; Andi Ayumar; Novitasari Ramadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.599

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat menjadi faktor utama tingginya kasus DBD. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi dan pengendalian lingkungan, termasuk pemanfaatan abate. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dan penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah preventif terhadap penyebaran DBD. Metode: Kegiatan dilakukan di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, yang dihadiri 7 kepala lingkungan dan 7 ibu kader dari perwakilan masing-masing lingkungan, dengan pendekatan penyuluhan menggunakan media proyektor, diskusi interaktif, dan pembagian abate kepada masyarakat melalui kepala lingkungan dan kader kesehatan. Hasil: Peserta penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mengenal bahaya DBD, serta mengetahui cara penggunaan abate. Kegiatan ini juga membantu mendeteksi dan menanggulangi potensi berkembangnya jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal warga. Kesimpulan: Penyuluhan yang dikombinasikan dengan pembagian abate secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD serta mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk pencegahan yang berkelanjutan. Kata kunci: Sanitasi lingkungan, abate, DBD, penyuluhan, gerakan 3M Plus