Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENYULUHAN PUTRI SETIA (SEHAT TANPA ANEMIA) DAN PEMBAGIAN TABLET FE Andi Yulia Kasma; Sitti Nurhadijah; Andi Ayumar; A. Asyratul Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.458

Abstract

Young women are required to take FE tablets because they experience menstruation every month. FE tablets are also useful for replacing iron lost due to menstruation and for meeting iron needs that are not sufficient from food. In general, the symptoms of anemia that are often felt are lethargy, weakness, fatigue, negligence, frequent complaints of dizziness and dizzy eyes. Further symptoms are pale eyelids, lips, tongue, skin and palms. Treatment of anemia can be done independently by taking oral iron therapy or Fe tablets appropriately. This community service method is a counseling method in the form of lecture material and direct presentation related to loyal daughters (healthy without anemia) and direct distribution of Fe tablets. 20 female students. as a whole it was very effective, resulting in an increase in the knowledge of young women in adherence to taking iron tablets. Furthermore, it is hoped that from this activity young female students at SMP Negeri 2 Bangkala Barat can routinely consume blood-boosting tablets to prevent anemia. Keywords: blood supplement tablets, teenage girl, anemia
PENCEGAHAN DEMAN BERDARAH DENGUE (DBD) MELALUI EDUKASI DAN PEMBAGIAN ABATE DI KELURAHAN LAPPA KABUPATEN SINJAI Andi Yulia Kasma; Andi Arnoli; Andi Ayumar; Novitasari Ramadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.599

Abstract

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat menjadi faktor utama tingginya kasus DBD. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi dan pengendalian lingkungan, termasuk pemanfaatan abate. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan dan penerapan gerakan 3M Plus sebagai langkah preventif terhadap penyebaran DBD. Metode: Kegiatan dilakukan di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, yang dihadiri 7 kepala lingkungan dan 7 ibu kader dari perwakilan masing-masing lingkungan, dengan pendekatan penyuluhan menggunakan media proyektor, diskusi interaktif, dan pembagian abate kepada masyarakat melalui kepala lingkungan dan kader kesehatan. Hasil: Peserta penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, mengenal bahaya DBD, serta mengetahui cara penggunaan abate. Kegiatan ini juga membantu mendeteksi dan menanggulangi potensi berkembangnya jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal warga. Kesimpulan: Penyuluhan yang dikombinasikan dengan pembagian abate secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD serta mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk pencegahan yang berkelanjutan. Kata kunci: Sanitasi lingkungan, abate, DBD, penyuluhan, gerakan 3M Plus
Perilaku Pemanfaatan Air Bersih dan Jamban Keluarga dalam Dimensi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK): Behavior of Utilization of Clean Water and Family Latrines in the Dimensions of the Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK) Basri; Andi Yulia Kasma; Muhammad Hatta; Andi Ayumar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3326

Abstract

Latar belakang: Keberadaan keluarga menjadi modal utama dalam promosi kesehatan keluarga yang efektif yang dalam konsep kesehatan yang diamanahkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 dikenal dengan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Salah satu indikator pencapaian PIS-PK adalah ketersediaan air besih dan jamban keluarga serta perilaku pemanfaatannya dalam keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi terhadap perilaku masyarakat terhadap akses air bersih dan pemanfaatan jamban keluarga sebagai indicator capaian PIS-PK. Metode: Penelitian ini bersifat survey observasional yang dilaksanakan di kecamatan Sajoanging Kabupaten Wajo rentang waktu 2 bulan (Juni-Juli 2021). Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 729 orang yang tersebar pada tiga desa/kelurahan termasuk Akkajeng, Assorajeng dan Akkatongeng yang tentukan menggunakan exhaustic sampling. Dana dianalisis dan dikompilasi dalam bentuk tabel distribusi dan grafik menggunakan aplikasi SPSS ver. 16. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sarana air bersih pada keluarga responden lebih banyak menggunakan ledeng dan sumur masing-masing 44,9% dan 23,2%, sedangkan sarana berupa sumur bor dan PDAM masih sangat terbatas (3,2% dan 1,6%). Kepemilikan dan pemanfaatran jamban keluarga lebih banyak menggunakan model kloset dan diikuti leher angsa dan cemplung yang masing-masing 90%, 8,2% dan 1,8%. Kesimpulan: Perilaku dan kepemilikan air bersih dan jamban keluarga dalam konteks pemberdayaan keluarga masih dianggap cukup memadai, meskipun diharapkan kepada pemerintah dan masyarakat untuk terus memberdayakan kelurga dalam mengotimalkan pemanfaatan dan kepemilikan sarana air bersih dan jamban keluarga.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI METODE BRAINSTORMING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI SMA TENTANG PERILAKU HYGIENE MENSTRUASI DI KABUPATEN WAJO Andi Yulia Kasma; Andi Ayumar
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.125

Abstract

Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang perilaku hygiene menstruasi, sangatlah penting, sehingga perlu dilaksanakan pendidikan kesehatan terkait dengan hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode brainstorming terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang perilaku hygiene menstruasi di SMAN 1 Belawa, dan SMAN 1 Pitumpanua. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan nonrandomized control group pretest postest design. Sampel yang diambil sebanyak80 remaja putri SMA. Penarikan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan responden mengalami peningkatan yaitu metode brainstorming 44,6%, , dan kontrol 4,2%. Sama halnya dengan rata-rata skor sikap responden yaitu metode brainstorming 26,36%, dan kontrol 2,44%. Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata peningkatan skor pengetahuan dan sikap responden antara kelompok brainstorming dengan kontrol (p=0,000). Pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode brainstorming tentang perilaku hygiene menstruasi kepada remaja putri dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri SMA di Kabupaten Wajo sehingga dapat berperilaku hygiene menstruasi dengan baik.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS) TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES SP Andi Yulia Kasma; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Renaldi M
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.197

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebarkan melalui vektornyamuk (Vector Borne Disease), yang dapat dicegah penyebarannya dengan menggunakanlarvasida. Salah satu tanaman yang dapat berfungsi sebagai larvasida alami adalah daunpandan wangi (Pandanus amaryllifolius). Kandungan kimia yang ada di daun pandan wangiadalah senyawa pahit berupa polifenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius)dalam mematikan larva Aedes sp. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment.Populasi penelitian adalah larva nyamuk Aedes sp yang diambil dari habitat asli, kemudiansampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian inimenyimpulkan bahwa ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) efektif dalammematikan larva Aedes sp. Hasil uji probit Lethal Concentration 50% dan 90% ekstrak daunpandan wangi selama 24 jam terhadap larva Aedes sp menunjukkan angka 9,445% dan14,087%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalammengaplikasikan ekstrak daun pandan wangi sebagai larvasida alternatif di kehidupan seharihari untuk mengendalikan penyakit vektor khususnya demam berdarah dengue.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA Andi Yulia Kasma; Esse Puji Pawenrusi; Andi Ayumar; Yulianti
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.214

Abstract

Lansia sangat rentan terhadap gangguan pola tidur (insomnia), keluhan tidur biasanya terjadi adalah kesulitan untuk tertidur, kesulitan untuk tetap tertidur, terbangun lebih awal, terbangun di malam hari dan mengantuk yang berlebihan. Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering ditemukan. Gangguan mental yang erat hubungannya dengan gangguan tidur adalah kecemasan, kecemasan pada lansia memperkirakan antara 10%-20% yang berusia lebih dari 65 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 lansia. Instrument penelitian pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan yang cemas sebanyak 35 responden, lansia yang mengalami insomnia sebanyak 25 responden (71,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 10 responden (29,6%), sedangkan lansia yang tidak cemas sebanyak 27 responden, lansia yang mengalami insomnia 12 responden (44,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 15 responden (55,6%).Pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-Square, maka diperoleh nilai ρ = 0,032, Artinya, lebih kecil nilai α = 0,05. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada lansia tetap melakukan aktivitas fisik dan menjalankan ibadah untuk mencegah terjadinya kecemasan supaya terhindar dari risiko insomnia.
Gambaran Mutu Komunikasi Perawat terhadap Pelayanan Pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar Andi Ayumar; Irwan; Andi Yulia Kasma; Fifi Alfirah
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.274

Abstract

Komunikasi merupakan faktor yang paling mendukung untuk kesuksesan seseorang, berdasarkan penelitian sebelumnya di RSUD Labuang Baji Kota Makassar tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan komunikasi yang kurang baik sebanyak 12 pasien (23,1%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran mutu komunikasi terhadap pelayanan perawat di instalasi rawat inap RSUD Labung Baji Makassar. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah pasien rawat inap kelas II RSUD Labuang Baji Makassar sebanyak 262 pasien dengan sampel sebanyak 158 pasien dengan tehnik Purposive Sampling. Hasil penelitian diperoleh 96,8% pasien yang menyatakan Baik terhadap Keterbukaan perawat Instalasi Rawat Inap kelas II. Sebesar 98,7% pasien yang menyatakan Baik terhadap Sikap Empati Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Sebesar 86,7% pasien yang menyatakan Baik terhadap Sikap Mendukung Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Sebesar 87,7% pasien yang menyatakan Baik terhadap Sikap Positif Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Sebesar 86,1% pasien yang menyatakan Baik terhadap Kesamaan Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Simpulan penelitian ini adalah dari 5 variabel Mutu Komunikasi Perawat berada pada kategori baik. Oleh karena itu disarankan kepada Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II mampu mempertahankan dan meningkatkan lagi Mutu komunikasi Perawat terhadap Pelayanan Pasien di RSUD Labuang Baji Makassar.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Prestasi Belajar Anak Di SDN Inpres Salimbongan Kabupaten Pinrang Andi Yulia Kasma; Andi Ayumar; Sri Wahyuni Rahim
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.298

Abstract

Pola asuh merupakan pencerminan tingkah laku orang tua yang diterapkan kepada anak. Hal tersebut berhubungan terhadap prestasi belajar di sekolah, terutama pada anak usia Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan prestasi belajar anak Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SDN Inpres Salimbongan Kabupaten Pinrang yaitu sebanyak 37 Siswa, menggunakan teknik Total sampling. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola Asuh Demokratis, yaitu sebanyak 27 (72,9%) orang dan otoriter, yaitu sebanyak 10 (27.0%), sedangkan untuk prestasi belajar anak yang baik, yaitu sebanyak 28 (75,6%) dan yang kurang, yaitu sebanyak 9 (24,3%). Hasil analisis Statistik dengan menggunakan uji fisher exact, diperoleh nilai ρ = 0,005 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar di SDN Inpres Salimbongan Kabupaten Pinrang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola asuh demokratis dengan prestasi belajar anak baik yang ada di SDN Inpres Salimbongan Kabupaten Pinrang, agar senantiasa memperhatikan dan memberi penghargaan kepada anak yang memiliki prestasi yang baik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN K3 DENGAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3 TENAGA MEDIS DI PUSKESMAS MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Andi Ayumar; Ilham Syam; St. Nadia Risma; Andi Yulia Kasma
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 3 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i3.763

Abstract

Latar belakang: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu upaya untuk mewujudkan keamanan dan meminimalkan risiko kecelakaan dan kontaminasi penyakit, baik berupa fisik, mental, maupun emosi terhadap pekerjaan, instansi, masyarakat, dan lingkungan sekitar. 7 Melalui penerapan K3, semua pihak diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan dengan aman dan nyaman. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara pengetahuan tenaga medis dengan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Puskesmas Mangarabombang. Metode: Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Mangarabombang pada bulan Agustus–September 2025. Populasi yang digunakan yaitu seluruh tenaga medis sebanyak 107 tenaga medis dan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 107 tenaga medis dengan menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan K3 dan SMK3 diperoleh nilai p = 0.000. Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan penerapan SMK3 pada Tenaga Medis di Puskesmas Mangarabombang. Kesimpulan: Pengetahuan berkorelasi langsung dengan penerapan sistem manajemen K3 pada tenaga medis dengan nilai p = 0,00. Saran bagi puskesmas adalah untuk menerapkan sistem manajemen K3 secara konsisten dan melakukan pelatihan yang intensif terkait K3.
CEGAH STUNTING MELALUI PERMAINAN TEBAK GAMBAR CTPS PADA ANAK DI SD NEGERI 171 LOMPO BARU Andi Ayumar; Suarni; Jufri; Andi Yulia Kasma; Aulia Aryani Purnama Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v6i2.732

Abstract

Latar belakang: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku hidup bersih yang sangat penting dalam mencegah penularan penyakit seperti diare, ISPA, dan infeksi lainnya. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang belum memahami langkah CTPS yang benar dan waktu-waktu penting melakukannya, sehingga diperlukan edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran dan keterampilan mereka. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan edukasi CTPS serta melihat peningkatan pengetahuan dan praktik siswa mengenai cuci tangan yang benar sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Metode: Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi tujuh langkah CTPS, permainan edukatif tebak gambar, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Pengetahuan siswa meningkat setelah penyuluhan, di mana sebelum kegiatan 64,5% berada pada kategori cukup dan 35,5% kurang, sedangkan setelah penyuluhan seluruh siswa (100%) berada pada kategori cukup. Kesimpulan: Edukasi CTPS terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku cuci tangan siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dapat digunakan sebagai strategi promotif untuk mendukung kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.