p-Index From 2021 - 2026
6.622
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN POS KESEHATAN KELURAHAN DI SIWALANKERTO Nindy Kurnia Cahyawati; Novera Herdiani; Martha Ariana Wijayanti; Indri Riza Priescisila
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v1i4.1668

Abstract

Sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan, Puskesmas memiliki tanggung jawab utama dalam penyelenggaraan upaya kesehatan tingkat pertama di wilayahnya. Sesuai fungsinya, Puskesmas harus berkomitmen untuk memberikan pelayanan berkualitas guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sejalan dengan tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat, maka dibentuk Poskeskel (Pos Kesehatan Kelurahan) yang merupakan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka menekan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas pelayanan Poskeskel. Metode yang di gunakan deskriptif kualitatif, dengan melakukan analisis yang dilakukan secara terus menerus dari awal penelitian hingga analisis data. Hasil dari penelitian variabel input yaitu 73%, beberapa indikator yang belum tercapai yaitu tidak ada ruang rapat, hanya mempunyai kader aktif sebanyak 4 orang. Sedangkan variabel proses yaitu 79,4%, yang diamana indikator hanya melakukan penyuluhan dengan 4 topik yaitu kadarzi, Kesehatan ibu & anak, penyehat lingkungan, dan PHBS harusnya ada 8 topik yaitu yaitu survey dan pemetaan kadarzi, P4K (program perencanaan, persalinan dan pencegahan komplikasi), kesiapsiagaan rawan bencana, penyehatan lingkungan, survey dan pembinaan PHBS, pengamatan faktor resiko masalah kesehatan (SBM = Surveilans Berbasis Masyarakat), menumbuhkembangkan UKBM. Untuk variabel output yaitu Jumlah KK yang disurvey kadarzi <10% atau dalam kategori belum sesuai yang sesuai dengan standar pengukuran harusnya 70%-100% KK yang disurvey kadarzi hasil dari penelitian ini bahwa banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya Poskeskel di Kelurahan Siwalankerto diharapkan petugas puskesmas dapat mensosialisasikan mengenai pelayanan Poskeskel yang ada di Puskesmas Siwalankerto. Tujuannya agar masyarakat mengetahui adanya Poskeskel.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN VERTIKULTUR UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI RW 07 KELURAHAN KETABANG KECAMATAN GENTENG SURABAYA Herdiani, Novera; Wijaya, Satriya; Wikurendra, Edza Aria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24254

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk memiliki konsekuensi terhadap peningkatan kebutuhan pangan. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam meningkatkan ketahanan pangan adalah melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Di wilayah RW 07 Kelurahan Ketabang Kecamatan Genteng Surabaya letak pemukiman warga berdekatan sehingga tidak banyak lahan kosong yang bisa dijadikan untuk tempat bercocok tanam, untuk menyiasati lahan sempit tersebut digunakanlah teknik vertikultur. Sarana untuk melakukan distribusi pangan menjadi sangat terbatas sehingga terjadi kurangnya produktivitas pangan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberdayakan masyarakat melalui pendampingan pembuatan tanaman vertikultur sebagai bentuk ketahanan pangan berbasis masyarakat di masa pandemi di RW 07 Kelurahan Ketabang Kecamatan Genteng Surabaya. Metode pelaksanaan yaitu tahap perencanaan melakukan survey lokasi, sosialisasi kegiatan dengan metode penyuluhan, metode praktek yaitu pelatihan pembuatan pot dan tanaman vertikultur serta menayangkan media video vertikultur yang dapat dicontoh untuk dibuat secara mandiri, metode evaluasi penilaian pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat RW 07 Kelurahan Ketabang Kecamatan Genteng Surabaya. Hasilnya adalah terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan penyuluhan pengenalan teknik budidaya vertikultur yang dilihat dari nilai p-value dengan nilai 0,000 (<0,05). Penyuluhan yang diberikan memberikan respon yang positif, hal ini diketahui dari nilai rata-rata posttest yang lebih tinggi dari pada pretest. Hasil persentase pretest dan posttest tentang penyuluhan pengenalan teknik budidaya vertikultur menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yaitu sebanyak 18% dari hasil pretest (75%) menjadi hasil posttest (93%). Terlihat para warga yang terlibat sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini dengan aktif bertanya dan berdiskusi. Sebagian besar warga (85%) menyukai metode praktik langsung, karena lebih mudah untuk langsung dipahami dan mereka juga sangat berkeinginan mencoba secara mandiri dipekarangan rumah. Kesimpulan yaitu pendampingan pembuatan vertikultur untuk meningkatkan ketahanan pangan secara mandiri ini menunjukkan antusias warga sangat baik. Penyuluhan pengenalan teknik budidaya vertikultur menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan evaluasi. Saran dengan adanya program vertikultur diharapkan berkelanjutan sehingga dakan menjadi alternatif sumber bahan pangan untuk mengatasi masalah ketahanan pangan masyarakat khususnya di masa pandemi.
SOSIALISASI PEMANFAATAN KULIT MANGGIS SEBAGAI ALTERNATIF TANAMAN HERBAL UNTUK MENINGKATKAN STATUS GIZI SANTRI PONDOK PESANTREN DI SIDOARJO Herdiani, Novera; Zamzam, Maki; Wijaya, Satriya; Biladi , Maslikhatul Amilatil; Tazkiyah, Fadlilatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30852

Abstract

Status gizi adalah ketika ada keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dan kebutuhan zat gizi untuk metabolisme tubuh. Obesitas adalah masalah gizi yang dihadapi banyak remaja Indonesia. Manggis adalah salah satu tanaman yang digunakan untuk mengobati obesitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pemanfaatan kulit manggis sebagai alternatif tanaman herbal untuk meningkatkan status gizi santri. Metode pelaksanaan dengan beberapa metode antara lain; penyuluhan, tanya jawab, diskusi, video serta pelatihan berupa praktek langsung status gizi. Sasaran peserta dalam kegiatan ini adalah santri putra dan putri Pondok Pesantren Sidoarjo. Hasil pengmas yang dihadiri oleh 61 santri yaitu hampir setengah berusia 17 tahun (33%), sebagian besar adalah jenis kelamin perempuan 40 orang (65,6%). Status gizi menurut IMT sebagian besar adalah normal (73,8%). Status gizi menurut Lila sebagian besar adalah normal (73,8%), dan obesitas (1,6%), serta underweight (16,4%). Kadar lemak yang sebagian besar adalah normal (65,6%), dan sebagian kecil adalah sangat tinggi (3,4%). Hasil evaluasi penilaian pretest dan posttest diketahui sebagian besar santri mengalami peningkatan pengetahuan mengenai penerapan pemanfaatan kulit manggis sebagai alternatif tanaman herbal untuk status gizi santri (85,3%). Sangat jelas terlihat para santri sangat terlibat dalam kegiatan ini dan aktif bertanya dan diskusi. Pelatihan penilaian status gizi lebih mudah untuk dipahami secara langsung dan santri sangat ingin mencoba secara mandiri. Sebagian besar santri (90%) memilih metode praktik langsung. Hasil dari pengabdian ini mungkin membuat santri sadar betapa pentingnya menggunakan kulit manggis sebagai alternatif tanaman herbal untuk meningkatkan status gizi. Diharapkan, santri akan memberdayakan dan meningkatkan keterampilan dalam menilai status gizi dan menerapkan penggunaan kulit manggis sebagai bahan alami untuk mencegah masalah kesehatan lebih lanjut
PEMANFAATAN TEH HIJAU SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIKANKER DI PONDOK PESANTREN AL HIKAM BANGKALAN Veterini, Lysa; Salamy, Achmad Yarziq Mubarak Salis; Herdiani, Novera; Agnovianto, Yuriske; Wijaya, Annisa' Dharmestha; Wibowo, Novan Kurnia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37402

Abstract

Setiap tahun di seluruh dunia terjadi peningkatan kasus kanker sebesar 3-5%. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan pencegahan terhadap penyakit kanker masih belum efektif dan perlu dicari senyawa pencegahnya. Salah satu pilihan yang paling memberikan harapan untuk pencegahan penyakit kanker adalah teh hijau. Selain sebagai antikanker, teh hijau juga sebagai antioksidan. Untuk itu, sangat penting dilakukan penyuluhan “Pemanfaatan Teh Hijau sebagai antioksidan dan antikanker di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan". Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dengan memberikan edukasi kepada santri agar dapat memahami pentingnya pemanfaatan teh hijau sebagai antioksidan dan antikanker. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil pre-test dan post-test mengenai pengetahuan pemanfaatan teh hijau sebagai antioksidan dan antikanker melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 70,5%. Dari hasil analisis Uji T-test, menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,0000 (p < 0,05), yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan santri saat sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan. Kesimpulannya, Penyuluhan Pemanfaatan teh hijau sebagai antioksidan dan antikanker di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman santri.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG MASALAH GIZI DAN STRES DI PESANTREN BURHANUL HIDAYAH SIDOARJO Zamzam, Maki; Herdiani, Novera; Algristian, Hafid; Anggraeni, Yulia; Ramadhani, Maulani Putri; Radiani, Qilmi Faradila; Wardani, Amelia Citra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37411

Abstract

Pondok pesantren Burhanul Hidayah memiliki hampir 700 santri aktif dari tingkat SD, SMP, dan SMA yang tinggal di asrama. Santri menghadapi berbagai stressor karena latar belakang yang berbeda dari lingkungan sekolah lain. Status gizi santri dipengaruhi oleh kecukupan asupan gizi harian. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang masalah gizi dan stres melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 dengan peserta santri putra dan putri. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masalah gizi dan stres pada santri. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan berdampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan kesehatan santri. Penyuluhan kesehatan harus rutin dilakukan untuk menjaga kesehatan para santri.
Pengaruh Ekstrak Kelopak Rosella Merah Menaikkan Kadar Superoksida Dismutase (SOD) Tikus Wistar Yang Diberi Minyak Jelantah Novera Herdiani
MEDICA MAJAPAHIT Vol 8 No 1 (2016): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jelantah yang sering digunakan berulang oleh masyarakat mempunyai ikatan asam lemak jenuh dan mengandung radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kelopak rosella merah terhadap kondisi stres oksidatif tikus wistar yang diberi minyak jelantah melalui pengujian SOD serum. Penelitian ini merupakan  eksperimental laboratorium. Sampel penelitian ini berjumlah 24 ekor tikus yang dipilih secara random dan dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol negatif (normal), kontrol positif,  perlakuan ekstrak kelopak rosella merah dosis 540 mg/kg bb, dan dosis 810 mg/kg bb. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji statistik One Way ANOVA dan Tukey HSD (α = 0,05).  Pemberian ekstrak kelopak rosella merah dosis 810 mg/kg bb dan dosis 540 mg/kg bb dapat meningkatkan kadar SOD serum tikus wistar yang diberi minyak jelantah. Dosis perlakuan yang paling efektif adalah kelompok perlakuan ekstrak kelopak rosella merah dosis 810 mg/kg bb.
Association Between Posyandu Attendance Frequency and Accuracy of Anthropometric Measurement with Stunting Status in Under-Five Children at Puskesmas X Nada, Alivi Qotrun; Maulidy, Arnetha Arlyn; Herdiani, Novera; Aan Adriansyah, Agus
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 9 No. 3 (2025): VOLUME 9 - NUMBER 3 - November 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v9i3.48019

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, negatively affecting child development and the quality of human resources. Early detection through routine monitoring at Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) is crucial for stunting prevention. However, low attendance among under-five children and inaccurate anthropometric measurement by cadres often hinder timely interventions. This study aimed to analyze the association between Posyandu attendance frequency and the accuracy of anthropometric measurement with stunting status among under-five children aged 0–59 months at Puskesmas X. A cross-sectional analytical study involving 100 children selected through multistage cluster sampling was conducted. Primary data were obtained through re-measurement using calibrated anthropometric tools, while secondary data were collected from Posyandu attendance records, KIA books, and cadre measurement recaps. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of p<0.05. The results showed a significant association between Posyandu attendance frequency and stunting status (p = 0.000; OR = 44.33) and between anthropometric measurement accuracy and stunting status (p = 0.017; OR = 0.26). The study concludes that both variables are associated with stunting status among under-five children. Strengthening Posyandu attendance and improving cadre training in accurate anthropometric measurement may enhance early detection and prevention of stunting.
Literature Review: Faktor Sanitasi Kapal dengan Keberadaan Vektor di Kapal Asrifah, Rofiatul; Herdiani, Novera
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i1.1178

Abstract

Background: Ship are related to public health because they allow the spread of disease due to public health risk factors, one of which is the presence of vectors that can trigger disease exchange in human. The existence of vectors on board is caused by poor sanitation such as bad hygiene, inadequate lighting and ventilation, bad food storage, and scattered garbage that is not properly disposed of. Objectives: This literature review aims to determine the relationship between ship sanitation factors and the presence of vectors on ship Research Metodes: This study use the literature review method by searching for journals on the google scholar database and one search (2010-2020). The keyword used are "ship sanitation with vector presence", "ship sanitation and presence of vectors" and "ship and vector sanitation". Results: The result obtained on google scholar 150 articles and one search 16 articles where only 11 articles match this study. The result of this study, unqualified ship compartments namely kitchen and warehouse, due to ineligible hygiene, do not have adequate trash cans, and are free of insects and rat. The presence of cockroach vectors tends to be found on passenger ships and the presence of mosquito and mouse vectors tends to be found on cargo ship. Conclusion: The conclusion in this study is that ship sanitation factors are related to the existence of vectors. The advice given is to increase routine ship sanitation checks by the Port Health Office officers.
Empowerment of Santri through Health Cadre Training and Peer Counseling Programs to Address Academic Stress in Islamic Boarding Schools Zamzam, Maki Zamzam; Herdiani, Novera; Lubis, Clarissa Alfiyah; Mazayah, Elinatul
Journal of Health Community Service Vol. 5 No. 3 (2025): Journal of Health Community Service: 2025 September Editor's Choice
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic stress is a significant issue frequently experienced by students (santri) in Islamic boarding schools (pesantren) due to high academic demands, busy schedules, and limited access to mental health support, all of which negatively impact their learning motivation, as well as physical and mental health. This community service program aimed to enhance students' understanding of academic stress, empower them as mental health cadres, develop a peer counseling system, and equip them with stress management skills. The program was conducted at Pondok Pesantren Burhanul Hidayah Sidoarjo, involving 14 Santri Husada cadres through two main stages: education on academic stress and training in peer counseling. Education was delivered through seminars, discussions, and distribution of printed and digital materials, while training included lectures, group discussions, role simulations, and practical peer counseling sessions. Evaluation was carried out using pre- and post-tests, as well as observation of counseling skills. The results showed an improvement in students' knowledge, with the average score increasing from 90 to 94 after intervention, along with the establishment of peer counseling groups that provided internal support. Furthermore, students became more skilled in applying basic stress management techniques such as relaxation and time management. These findings indicate that education and peer counseling training are effective in enhancing students' capacity to cope with academic pressure. In conclusion, empowering students through peer counseling represents a sustainable strategy for strengthening mental health support in Islamic boarding schools, and wider, routine implementation is recommended to improve students’ resilience in facing academic challenges.
Stress Levels, Macronutrient Intake, and Physical Activity and Their Relation to Nutritional Status in New Students Herdiani, Novera
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 10 No 1 (2026): Medical Technology and Public Health Journal March 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v10i1.7862

Abstract

New students are prone to lifestyle changes, such as increased stress, changes in diet, and decreased physical activity, which can affect their nutritional status. Nutritional problems can affect the health and academic achievement of the students. This study aimed to examine the correlation of the nutritional status of new students with the stress levels, macronutrient intake, and physical activity. With a cross-sectional design, this study is an analytical observational study. The population consisted of all 263 new students at the Faculty of Health. The sample consisted of 73 students, selected using proportional stratified random sampling. Stress level was measured using the DASS-21 questionnaire, nutrient intake through a 24-hour food recall, physical activity using the IPAQ-SF, and nutritional status through measurement of Body Mass Index. Data were analysed using the Spearman correlation test. The results showed severe stress (28.8%), normal carbohydrate intake (27.4%), moderate protein deficit (34.2%), mild fat deficit (35.6%), moderate activity (53.4%), and normal nutritional status (60.3%). This study found a relationship between stress level and nutritional status (p=0.002, r=-349), macronutrient intake (carbohydrate, protein, fat) with nutritional status respectively (p=0.007, r=0.315), (p=0.000, r=0.595), (p=0.000, r=0.481), and physical activity has a relationship with nutritional status (p=0.005, r=-0.323). In conclusion, there is a relationship between stress levels, macronutrient intake, and physical activity with nutritional status. The strongest relationship to nutritional status is macronutrient intake, especially protein and fat. It is expected that new students possess good stress management skills, a balanced nutritional intake, and engage in sufficient physical activity. Keywords: Nutrients, Nutritional Status, Physical Activity, Stress
Co-Authors Achmad Yarziq Mubarak Salis Salamy Afridah, Wiwik Agnovianto, Yuriske Agus Aan Adriansyah Agus Aan Adriyansyah Akas Yekti Pulih Asih Akas Yekti Pulih Asih Akas Yekti Pulih Asih Algristian, Hafid Ananda Putri Fadlillah Anggraeni, Yulia Asrifah, Rofiatul Ayu, Friska Bambang Wirjatmadi Biladi , Maslikhatul Amilatil Choirotussanijjah Deah Oktavita Devyana Dyah Wulandari Dhamayanti, Noviana Putri Dita Amelia Sari Dithasari, Erica Dwi Dwi Handayani Dwi Handayani Dwi Handayani Dyas Dwi Arianti Edza Aria Wikurendra Ekiq Kurniavie, Lidia Endah Budi Permana Putri Erica Dwi Dithasari Farah Nuriannisa Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fatmawati, Yuni Firda Rahayu Kusumawati Fitria Ulfah Fitriyah, Choirunnisa' Nur Fiyadila, Rizka Ganis Sasmita Kusumahati Herdiantri Sufriyana Hidayat, Muhammad Taufiq Indri Riza Priescisila Kardita Puspa Monitasari Kartika Yuliani Khurin, Nazilatul Linda Oktaviana, Linda Lubis, Clarissa Alfiyah Lysa Veterini Maki Zamzam Martha Ariana Wijayanti Maulidy, Arnetha Arlyn Mazayah, Elinatul Megaratri Puspitasari Merryana Adriani Mursyidul Ibad Mutiaraningrum, Indah Nada, Alivi Qotrun Naila Mafaza Ahsana Nindy Kurnia Cahyawati Nisak, Zulfa Shofawatun Nuke Chesti Nur Ike Putiara Nurul Jannatul Firdausi Odilia Ika Auliya Permadina Kanah Arieska Pratiwi Hariyani Putri Pratiwi Hariyani Putri, Pratiwi Hariyani Putri, Anisa Qonita Radiani, Qilmi Faradila Ramadhani, Maulani Putri Rhomadhoni, Muslikha Nourma Ridho, Muhammad Arief Rasyid Rizka Fiyadila Rofiatul Asrifah Rosda Rodhiyana Sabrina Anindya Anisafitri Sagitaria, Salsa Bintang Salim, Hotimah Masdan Samputri, Fatma Ryalda Sari, Aqilia Shofi Kurnia Sari, Pingka Widia Satriya Wijaya Savitri, Diva Ali Shobihatus Syifak Tazkiyah, Fadlilatul Vena Alifia Nurfirda Vionie Putri Istiqomah Istiqomah Wardani, Amelia Citra Wardatul Jannah, Wardatul Wibowo, Novan Kurnia Wijaya, Annisa' Dharmestha Wijaya, Satriya - Yauwan Tobing Lukiyono Yulia Rahmawati, Yulia Yuliani, Kartika Yuni Fatmawati Zidny Nurrochmawati Zulfa Shofawatun Nisak