Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Makna Profesi Barista sebagai Personal Branding pada Generasi Z Irgiana Fajri Andjani; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8920

Abstract

Abstract. The development of coffee in Indonesia has been very rapid, because coffee is one of the plantation commodities sold on the world market. With the development of coffee in Indonesia, the consumption of coffee and coffee shops in Indonesia has also increased, this shows the growth of new professional fields that are increasingly popular among Generation Z in the city of Bandung, one of which is becoming a Barista. Generation Z grew up in the digital era and has unique characteristics in building their identity. The Barista profession is an attractive career choice for generation Z, as it provides an opportunity to express their creativity, expertise and interest in the fast-growing world of coffee. The purpose of this research is to find out the motives, meanings, and personal branding formed in Generation Z who work as Baristas. This study uses a qualitative research method with a phenomenological approach. Thus, researchers here are trying to unravel the various existing phenomena by way of in-depth interviews, observation and documentation selected as data collection techniques. The phenomenon of the rise of the Barista profession, which is of great interest to Generation Z, is studied using the theory of self-identity along with Alfred Schutz's phenomenological approach in the hope of being able to analyze data and information about this phenomenon more deeply. The results of the study show that informants as generation Z have several motives, namely motives for forming self-confidence, increasing experience, and increasing self-existence. The Barista profession is also interpreted as a positive trend for informants so that the personal branding that is formed gives an image as a barista who has different characteristics and characteristics. Abstrak. Perkembangan kopi di Indonesia sudah sangat pesat, karena kopi sudah termasuk salah satu komoditas perkebunan yang dijual ke pasar dunia. Dengan berkembangnya kopi di Indonesia, maka meningkat pula konsumsi kopi dan kedai kopi di Indonesia, hal ini menunjukan tumbuh bidang profesi baru yang kian digemari di kalangan Generasi Z di Kota Bandung salah satunya menjadi seorang Barista. Generasi Z tumbuh dalam era digital dan memiliki karakteristik yang unik dalam membangun identitas mereka. Profesi Barista menjadi salah satu pilihan karir yang menarik bagi generasi Z, karena memberikan peluang untuk mengungkapkan kreativitas,keahlian, dan minat mereka di dunia kopi yang berkembang pesat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Motif, Makna, dan personal branding yang terbentuk pada Generasi Z yang bekerja menjadi seorang Barista. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dengan demikian, peneliti disini berusaha untuk mengurai berbagai fenomena yang ada dengan cara, Wawancara yang mendalam, Observasi dan Dokumentasi dipilih sebagai Teknik pengumpulan data. Fenomena maraknya profesi Barista yang diminati banyak Generasi Z ini dikaji menggukan teori identitas diri bersama pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dengan harapan dapat mengurai data dan informasi mengenai fenomena tersebut lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukan informan selaku generasi Z memiliki beberapa motif yaitu motif membentuk kepercayaan diri, menambah pengalaman, dan meningkatkan eksistensi diri. Profesi Barista ini juga di maknai sebagai tren yang positif bagi para informan sehingga personal branding yang terbentuk memberikan image sebagai barista yang memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda-beda.
Analisis Semiotika Pesan Motivasi Mencintai Diri Sendiri pada Lagu “Si Lemah” Karya RAN feat. Hindia Fitria Nabillah Nabillah; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9031

Abstract

Abstract. Song is a communication tool that involves songwriters and listeners where songwriters can convey messages to listeners through mass communication. Songs can be effective learning tools if the messages in them are well conveyed. This study aims to analyze the text of motivational messages and the relationship between signs and motivation by using objects from the lyrics of the song "Si Lemah" by RAN and Indies and then analyzing each stanza using Ferdinand De Saussure's semiotic analysis which focuses on the meaning of signifiers and signifieds. Then you will find keywords in each stanza that have meaning. This research uses qualitative methods and is carried out systematically with a constructivist paradigm. The results of this study found that there is a motivational text in each verse in the song "Si Weak" which can motivate listeners to love themselves and there is a relationship between the sign and the motivation in each verse to love oneself by accepting one's shortcomings and focusing on oneself. Abstrak. Lagu merupakan salah satu alat komunikasi yang melibatkan antara pencipta lagu dan pendengar dimana pencipta lagu dapat menyampaikan pesan kepada pendengarnya melalui komunikasi massa. Lagu bisa menjadi alat pembelajaran yang efektik apabila pesan didalamnya tersampaikan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks pesan motivasi dan relasi antara tanda dengan motivasi dengan menggunakan objek dari lirik lagu “Si Lemah” karya RAN dan Hindia lalu akan dianalisis setiap baitnya menggunakan analisis semiotika Ferdinand De Saussure yang berfokus pada makna penanda dan petanda. Kemudian akan ditemukan kata kunci pada setiap baitnya yang memiliki makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dilakukan secara sistematis dengan paradigma konstruktivis. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa adanya teks motivasi pada setiap bait dalam lagu “Si Lemah” yang dapat memotivasi pendengar untuk mencintai diri sendiri dan terdapat relasi antara tanda dengan motivasi pada setiap baitnya untuk mencintai diri sendiri dengan menerima kekurangan dan fokus pada diri sendiri.
Analisis Logo Hari Jadi Kota Bandung ke-212: Representasi “Bangkit Bersama Untuk Bandung Juara” pada Logo Ulang Tahun Kota Bandung Ke 212 Faisal Miftah Fadhillah; Ferry Darmawan
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.12348

Abstract

Abstract. In celebration of the 212th Anniversary of the City of Bandung in 2022, the Bandung City Culture and Tourism Office is holding a logo competition to celebrate the 212th Anniversary of the City of Bandung. In the design itself, the logo must have a background regarding the process of creating the logo. This use of the logo for the 212th Anniversary of the City of Bandung provides a representation of the theme raised, namely Rising Together for Bandung to be Champion. The research objectives of this study are as follows: To find out the meaning of "Rising Together for Bandung Champion" which is represented in the Object, Interpretant, Representament of the 212th Bandung City Anniversary logo. This research uses a semiotic method by analyzing the 212th Bandung City Anniversary logo which analyzes , and explains the results based on Charles Sanders Pierce's semiotic signs in the logo for the 212th Anniversary of the City of Bandung. The results in the logo for the 212th Anniversary of the City of Bandung have these elements consisting of a logogram showing the silhouette of a bird that forms the writing 212, then in Bandung City logotype, and finally the logotype tagline in the form of Rise Together for Bandung Champion. The use of the colors of this logo refers directly to the use of the colors of the Bandung City symbol. In conclusion, in object terms, the meaning of rising together for Bandung to become champions is depicted through a bird symbol that gives hope, on Bandung's 212th anniversary. Interpretantly, in this case, the designation of the fowl animal that is identified with the city of Bandung is the kutilang bird or manuk cangkurileung. In this case, representation can provide a spirit of trust in the city of Bandung, which will resolve the problem of the Covid-19 pandemic that has befallen Bandung since 2020, and give the impression of a success that can be achieved and realized. Abstrak. Dalam perayaan Hari Jadi Kota Bandung yang ke-212 pada tahun 2022 ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung melakukan sebuah sayembara logo untuk perayaan Hari Jadi Kota Bandung ke 212. Dalam desain sendiri logo harus memiliki latar belakang tentang proses terciptanya logo. Hal ini penggunaan logo Hari Jadi Kota Bandung yang ke 212 memberikan sebuah representasi atas tema yang diangkat yaitu Bangkit Bersama untuk Bandung Juara. Tujuan penelitian pada penelitian ini sebagai berikut : Untuk mengetahui makna “Bangkit Bersama Untuk Bandung Juara” yang direpresentasikan dalam Object, Interpretant, Representament logo Hari Jadi Kota Bandung ke 212. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dengan menganalisis logo Hari Jadi Kota Bandung ke 212 yang menganalisis, dan memaparkan hasilnya berdasarkan dari tanda secara semiotika Charles Sanders Pierce dalam logo Hari Jadi Kota Bandung ke 212. Hasilnya dalam logo Hari Jadi Kota Bandung ke 212 memiliki unsur-unsur tersebut terdiri atas Logogram yang menujukan siluet dari burung yang membentuk tulisan 212, lalu pada Logotype Kota Bandung, dan yang terakhir Logotype tagline yang berupa Bangkit Bersama Untuk Bandung Juara. Penggunaan warna logo ini merujuk langsung kepada penggunaan warna lambang Kota Bandung. Kesimpulannya secara Object makna bangkit Bersama untuk Bandung juara tersebut digambarkan melalui sebuah simbol burung yang memberikan sebuah harapan, pada ulang tahun Bandung yang ke 212. Secara interpretant dalam hal ini penunjukan hewan unggas yang di identik dengan Kota Bandung adalah burung kutilang atau manuk cangkurileung. Secara Representament dalam hal ini bisa memberikan sebuah semangat kepercayaan kepada Kota Bandung, yang akan menuntaskan masalah tentang masalah pamdemi covid 19 yang sudah menimpa Bandung sejak tahun 2020, dan memberikan kesan sebuah kejayaan yang bisa tercapai dan terwujud.
Co-Authors Abdullah, Sandi Ibrahim Abu Setiawan Pratama Alam, Fadhli Noor Alex Sobur Alfiansyah Alfiansyah Andalusia Neneng Permatasari Andhiya, Syifa Anisa Suci Rahmawati Arif Hakim Arif Hakim Ariyanto, Jarot Asih Handayanti Betha Dwi Octaviani Carissa Izza Shafa Dadi Ahmadi Dawam, Dawam Dedeh Fardiah Dwiana Ocviyanti Faisal Miftah Fadhillah Fathurrohman, Rizal Fitria Nabillah Nabillah Giszela Deviona Hadi Baku Pangestu Hadnansyah, Edwan Hakim, Arif Hakim, Imam Chaerul Handy Maulana Yusuf Ihsan, Zainal Ike Junita Irgiana Fajri Andjani Izni Nur Indrawati Maulani Joe, Michael Kant, Mohamad Alif Gibran Kemal Pri Hutama Kiki Zakiah Darmawan Kurnia Lucky Kurniawan, Yogiek Indra Kusumalestari, Ratri Rizki Lasmedi Afuan Listiani, Endri Maya Amalia Oesman Palapah Muhamad Thiraafi Salni Muhammad Hafizh Rashiif Aryanto Muhammad Irsyad Sabiq Musyrifah, Farida Mutia Umar Nadia Nadia Ayu Budiani Nadyta Hana Radhiyah Naufal Hadi Makarim Naufal Tijani Neni Yulianita Nia Kurniati Nidya, Khalifia Rahma Nirwansyah Rustaman Novita, Sophia Nurrahmawati Nurru Alfi Fazri Furau'ki Nuryati, Wulan Ogy Mahendra Puteri Saleha Nurhidayah Putri, Radisya Eka Putri, Shulbi Raden Nisrina Aulia Indallah Rifqi Abdul Rini Rinawati Riyanti Hayuning Pratiwi Riza Hernawati Saefuddin Saefuddin Saefuddin Saefuddin Sandi Ibrahim Abdullah Sapitri, Intan Sasongko, Bintang Loantara Shanty Olivia Shawila Nolanda Destiano Lestari Suhaeri, Dedy Supaat, Viky Edya Martina Suprihatin, Ati Tamarisky Setiawan Putra Venny Sevtiany Venny Sevtiany Yanti Yanti Yeva Rosana Yuristia Wira Cholifah Zahra, Ainun Zidnal Falah