Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN CANVA DAN QUIZIZZ TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV SD NEGERI 8 BANJAR ANYAR Suryatini, Ni Luh Gede; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media canva dan quizizz terhadap motivasi dan hasil belajar IPA siswa SD Negeri 8 Banjar Anyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (quasi eksperimen) dengan posttest-only control group design. Sampel yang digunakan yaitu kelas IVA SD Negeri 8 Banjar Anyar sebanyak 36 orang dan kelas IVB sebanyak 34 orang dengan jumlah sampel 70 orang pada semester ganjil Tahun Ajaran 2024/2025. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur motivasi belajar dan tes obyektif pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar IPA siswa. Analisis data menggunakan MANOVA berbantuan IBM SPSS Statistic 26.00 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh motivasi belajar dan hasil belajar IPAS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media canva dan quizizz dengan siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media canva dan quizizz. Motivasi belajar dan hasil belajar IPAS siswa yang mengikuti dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media canva dan quizizz lebih baik dari pada siswa yang tidak dibelajarkan dengan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media canva dan quizizz.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAPAT MENINGKATKAN KERJA SAMA DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 BERABAN Ni Luh Gede Sri Susanthi; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 1 Beraban dalam mata pelajaran IPA, melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Metode ceramah yang digunakan sebelumnya, menunjukkan rendahnya hasil belajar siswa. Kegiatan belajar terlihat monoton dan siswa kurang aktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus, yang masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang di kumpulkan melalui penilaian hasil belajar dan lembar observasi. Ada dua puluh sembilan siswa kelas VI SD Negeri 1 Beraban yang dijadikan subjek peneltian. Pada siklus I hanya 55% (16 orang siswa) yang mencapai KKTP(Kriteria Keterampilan Tujuan Pembelajaran), dan hal tersebut belum menunjukkan nilai ketuntasan belajar klasikal. Pada siklus II mencapai 93% (27 orang siswa) yang mencapai KKTP sehingga hal tersebut sudah menunjukkan nilai ketuntasan belajar klasikal yaitu sebanyak 27 orang siswa sudah mencapai nilai lebih dari atau sama dengan 60. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terbukti efektif dalam meningkatkan kerja sama dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA di sekolah dasar.
Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran IPAS Berbasis Buku Cerita Bergambar Bermuatan Prinsip Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar Yudha Pradana, I Gde Andika; Winangun, I Made Ari; Suparya, I Ketut
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i1.5248

Abstract

Learning Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools requires deep and contextual conceptual understanding. However, classroom practices remain dominated by teacher-centered approaches and conventional learning media, which contribute to low student learning outcomes. This study aims to analyze the needs for developing IPAS learning media in the form of illustrated storybooks integrated with deep learning principles. The study employed a research and development approach focusing on the needs analysis stage and used a descriptive method combining qualitative and quantitative data. The research subjects were fourth-grade teachers and students from six elementary schools in Cluster 7, Tabanan District. Data were collected through classroom observations, teacher interviews, student questionnaires on learning media needs, and document analysis of student learning outcomes. The results show that IPAS instruction is still dominated by lecture-based methods with limited use of visual and contextual media. Quantitatively, only 32% of students achieved the Minimum Learning Achievement Criteria, with an average score of 61.7, particularly indicating difficulties in tasks requiring conceptual understanding and contextual application. Both teachers and students expressed a strong need for visually rich and contextual story-based learning media that are easy to use and relevant to students’ daily lives. These findings position needs analysis as a critical empirical foundation for developing IPAS learning media in the form of illustrated storybooks integrated with deep learning principles, an area that has received limited attention in previous studies. Therefore, the development of such media is considered a crucial pedagogical step to support more meaningful, reflective, and student-centered IPAS learning in elementary schools.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM DALAM PEMBELAJARAN IPAS DI KELAS 5 SD NEGERI 3 BONGAN I Gde Andika Yudha Pradana; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.940

Abstract

Pendekatan pembelajaran mendalam merupakan strategi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa dengan menekankan eksplorasi, analisis kritis, dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan pembelajaran mendalam dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 5 SD Negeri 3 Bongan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Guru menggunakan strategi yang mendorong berpikir kritis, seperti diskusi berbasis pertanyaan tingkat tinggi dan kerja kelompok berbasis pemecahan masalah. Namun, terdapat beberapa kendala dalam implementasi, seperti keterbatasan sumber belajar dan kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran yang menuntut analisis mendalam. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lebih lanjut dalam hal pengembangan profesional guru dan penyediaan sarana pembelajaran yang lebih memadai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif di sekolah dasar serta memperkuat pentingnya penerapan pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
IPAS MELALUI METODE STORYTELLING UNTUK MEMBENTUK KESADARAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN SISWA KELAS 4 SD NO. 2 TUBAN Mahardika, I Gede Agus; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui metode storytelling guna membentuk kesadaran sosial dan lingkungan siswa kelas 4 SD No. 2 Tuban. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa storytelling secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep IPAS, serta menanamkan nilai-nilai karakter terkait kepedulian sosial dan lingkungan. Siswa menjadi lebih reflektif dan kritis dalam mengaitkan isi cerita dengan fenomena di sekitar mereka. Selain itu, wawancara dengan guru dan siswa mengungkapkan bahwa metode ini meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya storytelling sebagai strategi inovatif dalam pendidikan karakter. Guru disarankan untuk mengintegrasikan metode ini dalam pembelajaran IPAS dengan mempertimbangkan relevansi cerita terhadap konteks sosial dan lingkungan siswa. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengukur dampak storytelling pada jenjang pendidikan dan mata pelajaran lainnya.
INOVASI PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS OUTDOOR LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PENGALAMAN BELAJAR SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 MENGESTA Utami, Luh Ketut Ari; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.942

Abstract

Sosial (IPAS) berbasis outdoor learning dalam meningkatkan keterlibatan dan pengalaman belajar siswa kelas VI di SD Negeri 2 Mengesta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode outdoor learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Siswa lebih aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan mengeksplorasi lingkungan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Selain itu, pengalaman belajar siswa menjadi lebih bermakna karena mereka dapat melihat langsung fenomena yang dipelajari di kelas. Pembelajaran berbasis pengalaman ini juga berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa. Studi ini merekomendasikan penerapan outdoor learning sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
PERAN PENDEKATAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (SETS) DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK ME NINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS 6 SD NEGERI 2 BUWIT Sugiani, Ni Kadek Ari; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.943

Abstract

Pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS) merupakan strategi pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan isu-isu lingkungan, perkembangan teknologi, dan dampaknya terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk meningkatkan kesadaran lingkungan siswa kelas 6 SD Negeri 2 Buwit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SETS mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep lingkungan, mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta menumbuhkan perilaku ramah lingkungan, seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan SETS dalam pembelajaran IPAS dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk kesadaran lingkungan siswa sejak dini. Oleh karena itu, diharapkan para pendidik dapat mengimplementasikan pendekatan ini secara lebih luas dalam kurikulum sekolah dasar guna mendukung pendidikan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPAS SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 PANGKUNG KARUNG Tistari, Ni Komang Sri Wahyu; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.944

Abstract

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam penyelesaian proyek yang autentik dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi PjBL dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), menganalisis dampaknya terhadap pemahaman konsep siswa, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam penerapannya di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di SD Negeri 1 Pangkung Karung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL mampu meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa secara signifikan, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta memperkuat kolaborasi antar siswa. Tantangan utama dalam implementasi PjBL meliputi kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan akan waktu yang lebih fleksibel dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, rekomendasi penelitian ini menekankan pada pentingnya pelatihan bagi guru, penyediaan sarana pembelajaran yang mendukung, serta fleksibilitas dalam penyusunan kurikulum guna mengoptimalkan efektivitas PjBL dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
DAMPAK PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS LITERASI DIGITAL TER- HADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PROBLEM SOLVING SISWA KELAS 4 SD NEGERI 1 NYAMBU Nurtini, Ni Luh Putu; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.945

Abstract

Pembelajaran berbasis literasi digital telah menjadi pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan, terutama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa kelas 4 SD Negeri 1 Nyambu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dalam pembelajaran IPAS mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat kemampuan analitis mereka dalam memahami permasalahan, serta mendorong mereka untuk mengembangkan solusi yang lebih kreatif dan sistematis. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif, sehingga siswa lebih termotivasi dalam menyelesaikan tugas akademik mereka. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital bukan hanya alat bantu pembelajaran, tetapi juga strategi yang efektif dalam membentuk pola pikir kritis dan kemampuan problem solving yang lebih baik bagi siswa sekolah dasar.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VI SDN 3 GUBUG PADA MATA PELAJARAN IPAS Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.947

Abstract

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) telah terbukti sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi PBL dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas VI SDN 3 Gubug pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta kerja sama dalam tim. Selain itu, siswa juga menunjukkan pemahaman konsep yang lebih mendalam dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Namun, beberapa tantangan dalam implementasi PBL mencakup kebutuhan waktu yang lebih panjang serta perlunya pelatihan bagi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis masalah secara efektif. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan tenaga pendidik, sangat diperlukan agar PBL dapat diterapkan secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa PBL merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta keterampilan berpikir siswa di tingkat sekolah dasar.
Co-Authors ., Komang Surya Adnyana A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Artini, Ni Wayan Sani Aryani, Ni Luh Kade Dwi Ayu Winiati, Ni Kadek Ayu, Putu Eka Sastrika Budiarsa, Bagus Bayu Devi, Luh Putu Sherly Arima Dewi, Desak Kade Puspita Dewi, Ni Luh Putu Karina Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna Dewi, Ni Putu Candra Prastya Dipayana, I Ketut Hariyantini, Made Rian I Gde Andika Yudha Pradana I Gede Bayu Indrawan I Gede Bayu Indrawan I Gede Dodik Sanjiartha I Gede Suwindia I Gede Yuda Permana I Kadek Sutrisna I Ketut Ngurah Ardiawan I Ketut Suparya I Komang Edi Santosa I Komang Surantika I Komang Wahyu Wiguna I PUTU PRANATHA SENTOSA I Putu Suardipa I Wayan Eka Mahardika, I Wayan Eka I Wayan Sadia I Wayan Suastra I Wayan Subagia Ketut Suma Komang Suparmini Komang Surya Adnyana kusumawati, Yeni Angumasanita L. Heny Nirmayani Luh Putu Parwika Luh Putu Parwika Luh Putu Sherly Arima Devi Luh Tri Utami Made Adi Nugraha Tristaningrat Made Ariwimarsi, Gusti Ayu Made Suriadi Mahardika, I Gede Agus Ni Luh Gede Sri Susanthi Ni Made Dwijayanti Ni Made Erpia Ordani Astuti Ni Nyoman Lisna Handayani Ni Putu Gina Widaswara Ni Putu Meldania Bestari Ni Putu Ratnawati Ni Putu Sri Utami Ni Wayan Juli Artini Novitayanti, Ni Wayan Nurtini, Ni Luh Putu Paramitha, I Dewa Ayu Agung Pertiwi, Uina Polih, Ni Komang Sri Purwati, Ni Made Ari Putu Ayu Widiari Suseni Putu Budi Adnyana Ratnadi, Ni Wayan Saifudin Zuhri Samvara, Nana Sanjiartha, I Gede Dodik Santosa, I Komang Edi Sedana, I Made Sinta Diarini, I Gusti Ayu Agung Sudarmi, Made Yanthi Sudiarsana, I Gusti Putu Sudiatmika, Ketut Sugiani, Ni Kadek Ari Sukanti, Ni Wayan Erni Surini, Ketut Suryadnyani, Ni Ny. Sri Suryaninsih, Komang Suryatini, Ni Luh Gede Sutawan, Made Sutiawan, I Gede Nyoman Terianita, Made Sutrisna Maha Tistari, Ni Komang Sri Wahyu Tristaningrat, Made Adi Nugraha Utami, Luh Ketut Ari Widyantari, Luh Desy Wiradana, Made Wistari, Gusti Ayu Putu Alit Yudaparmita, Gusti Ngurah Arya Yudha Pradana, I Gde Andika Yuliartini, Ni Made