Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Politik Hukum Arbitrase Dalam Sistem Hukum Indonesia: Analisis Kritis Terhadap Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Diding Jalaludin; Muhamad Kholid; Tatang Astarudin; Asep Rozali
Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2026): Januari
Publisher : Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum Uin Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtishaduna.v7i2.65142

Abstract

Abstrak          Penelitian ini mengeksplorasi dan mengkaji secara kritis politik hukum RUU tentang perubahan UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa dengan menelaah naskah akademik RUU dan membandingkannya dengan kondisi normatif dan praktik penyelesaian sengketa melalui arbitrase di Indonesia guna memberikan kontribusi terhadap RUU tersebut dalam mengatasi problematika aktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan analisis kualitatif terhadap berbagai literatur mutakhir dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian ini menunjukan politik hukum dalam RUU perubahan UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa merupakan peluang strategis untuk memperbaiki sistem arbitrase Indonesia, namun harus dilakukan secara cermat dengan mengakomodir berbagai aspek seperti keadilan, kepastian hukum, konflik norma, arbitrase syariah, arbitrase internasional, dan penyelarasan dengan disrupsi teknologi (e-arbitration). Kata kunci: Politik Hukum, Arbitrase, Naskah Akademik RUU Arbitrase dan APS   Abstract This research explores and critically examines the legal policy of the draft bill on amendments to Law No. 30 of 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution by reviewing the academic text of the draft bill and comparing it with the normative conditions and practices of dispute resolution through arbitration in Indonesia in order to contribute to the draft bill in addressing current issues. This research uses a normative juridical approach and qualitative analysis of various recent literature from primary, secondary, and tertiary legal sources. The results of this study indicate that the legal policy in the draft amendment to Law No. 30 of 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution is a strategic opportunity to improve the Indonesian arbitration system. but it must be done carefully by accommodating various aspects such as fairness, legal certainty, conflict of norms, sharia arbitration, international arbitration, and alignment with technological disruption (e-arbitration). Keywords: Legal Policy, Arbitration, Academic Papers on Arbitration Bill and APS
Legal Protection for Personal Data Leaks and Its Implications for Citizens' Privacy Rights Within The Framework of The Indonesian Legal State Huda, Uu Nurul; Astarudin, Tatang; Nasution, Muhammad Irsan; Khozin, Ahmad Abdul; Irsan, Muhammad
Jambura Law Review VOLUME 8 NO. 1 JANUARY 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33756/jlr.v1i1.32666

Abstract

This study aims to examine the problem of personal data leakage in Indonesia, with a focus on the factors causing the leakage, its impact on citizens' privacy rights, and legal protection measures taken by authorized institutions and electronic system organizers (ESE) within the framework of the Indonesian rule of law.This study uses a qualitative descriptive-analytical approach, combining empirical data from field interviews with legal analysis. Key stakeholders from government institutions responsible for the management and protection of personal data were interviewed, and existing regulations, such as the Personal Data Protection Law and Permendagri No. 17/2020, were analyzed to understand the effectiveness of existing legal protection. Research findings show that data breaches in Indonesia are caused by inadequate data security infrastructure, limited expertise at the local level, and inconsistent implementation of national regulations. Although regulatory frameworks such as ISO 27001 certification are in place, a lack of resources and training in local governments hampers effective data protection. Coordination between central and local governments is essential, but faces challenges in ensuring uniform data management practices and protecting personal data from external threats.
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN TERHADAP PEMBATALAN KONTRAK KARYA: IMPLIKASI TERHADAP KEPASTIAN HUKUM DAN PERLINDUNGAN INVESTOR DI INDONESIA Prayogi, Prayogi; Hendarman, Hari; Astarudin, Tatang; Sumiati, Sumiati
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 1 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v5i1.2748

Abstract

Contract of Work is a legal instrument that plays an important role in natural resource management and investment in Indonesia. However, in practice, manyContracts of Work have been revoked by court decisions, giving rise to serious issues related to legal certainty and investor protection. This studyaims to analyze the legal considerations of judges in court decisions that cancel Work Contracts and their implications for the investment climate in Indonesia. The research method used is normative legal research with a legislative approach, a conceptual approach, and a case approach, by examining court decisions that have the force of law. The results of the study show that the annulment of Contracts of Work by the court is generally based on violations of the principles of agreement, inconsistency with the provisions of laws and regulations, as well as changes in legal policy in the field of mining and investment. These rulings have an impact on reducing legal certainty for investors, particularly in relation to contract stability and legal protection guarantees. Therefore, there is a need for regulatory harmonization, consistency in court rulings, and strengthening of the pacta sunt servanda principle in order to create a fair, sustainable, and legal certainty-oriented investment climate in Indonesia.ABSTRAKKontrak Karya merupakan instrumen hukum yang berperan penting dalam pengelolaan sumber daya alam dan penanaman modal di Indonesia. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit Kontrak Karya yang dibatalkan melalui putusan pengadilan, sehingga menimbulkan persoalan serius terkait kepastian hukum dan perlindungan investor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis pertimbangan hakim dalam putusan pengadilan yang membatalkan Kontrak Karya serta implikasinya terhadap iklim investasi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus, dengan menelaah putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan Kontrak Karya oleh pengadilan pada umumnya didasarkan pada adanya pelanggaran asas-asas perjanjian, ketidaksesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta perubahan kebijakan hukum di bidang pertambangan dan investasi. Putusan tersebut berdampak pada menurunnya kepastian hukum bagi investor, khususnya terkait stabilitas kontrak dan jaminan perlindungan hukum. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, konsistensi putusan pengadilan, serta penguatan asas pacta sunt servanda guna menciptakan iklim investasi yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepastian hukum di Indonesia.
DINAMIKA KONTRAK KERJA WAKTU TERTENTU DALAM UU CIPTA KERJA EVALUASI PERUBAHAN REGULASI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA DI INDONESIA Hidayat, Agi Attaubah; Anwar, Amalia Nur; Astarudin, Tatang; Sumiati, Sumiati
Jurnal Ilmiah Dinamika Hukum Vol 27 No 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Universitas Stikubank

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/dh.v27i1.10487

Abstract

This study critically examines the transformation of the regulatory framework governing Fixed-Term Employment Agreements (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/PKWT) following the enactment of Indonesia’s Job Creation Law and its implications for workers’ legal protection. The research focuses on the paradigm shift from a worker-protection-oriented model toward labor market flexibility and its impact on employment security. Using a normative juridical approach, this study employs comparative legal analysis between the Manpower Act No. 13 of 2003 and the Job Creation Law No. 6 of 2023, along with its implementing regulation, Government Regulation No. 35 of 2021. The analysis is supported by systematic statutory interpretation, labor law doctrine, and Constitutional Court Decision No. 168/PUU-XXI/2023. The findings reveal a significant regulatory shift characterized by the extension of the maximum duration of fixed-term contracts, the removal of mandatory grace periods for contract renewal, and the substantial narrowing of grounds for automatic conversion of PKWT into permanent employment agreements (PKWTT). Although the Job Creation Law introduces new protective instruments, including end-of-contract compensation and expanded social security coverage, these measures are insufficient to offset the decline in job security and legal certainty for workers. Consequently, workers face an increased risk of prolonged employment precarity. This study underscores the urgency of rebalancing labor market flexibility with the constitutional rights of workers in Indonesia’s future labor law reform. Keywords: Job Creation Law; Fixed-Term Employment Agreement (PKWT); Legal Protection; Labor Market Flexibility; Precarious Work; Constitutional Court Decision.
HAKI DALAM PERSFEKTIF ISLAM (Hak, Sifat dan Kedudukan Ibtikar) Ramadan, Deden faldi; Attsani, Adi Purnomo; Astarudin, Tatang; Kholid, Muhammad
Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum Vol 5, No 1 (2026): JPS (Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum)
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jps.v5i1.1874

Abstract

Intellectual Property Rights (IPR) in Islamic economic law are known as Ibtikar. IPR are specific rights granted through regulations or laws to individuals or organizations for their creations. Based on research findings, in Islamic law, copyright is referred to as Haq Al-Ibtikar, which is the right to the first work created. Fiqh scholars agree that the mubtakir's right of ownership to the results of his thoughts and creations is a material right of ownership. However, if the ibtikar right is related to tabi'at mal, which can be transacted, then it can be inherited if the owner dies. If a painting protected by copyright contradicts Islamic values, then the painting is not identified as a painting protected by copyright and there is no form of protection for the painting. Intellectual property rights protection in Islam has conditions,including: a). Does not contain haram elements b). Does not harm society c). Does not contradict Islamic rules. ABSTRAKHak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam hukum ekonomi Islam dikenal dengan Ibtikar, HAKI merupakan hak tersendiri yang diberikan melalui peraturan atau undang-undang kepada seseorang atau organisasi manusia atas ciptaannya. Berdasarkan temuan penelitian menunjukan bahwa dalam ranah hukum Islam hak cipta disebut Haq Al-Ibtikar, yaitu hak atas karya yang pertama kali dibuat. Para ulama fiqh sepakat menyatakan bahwa hak kepemilikan mubtakir terhadap hasil pemikirannya dan ciptaanya adalah hak milik yang bersifat material, namun demikian apabila hak ibtikar tersebut dikaitkan dengan tabi’at mal dapat ditransaksikan, maka ia dapat diwarisi jika pemiliknya meninggal dunia. Jika sebuah lukisan yang dilindungi hak cipta bertentangan dengan nilai-nilai Islam maka lukisan tersebut tidak teridentifikasi sebagai lukisan yang dilindungi hak cipta dan bahkan tidak ada bentuk perlindungan terhadap lukisan tersebut. Perlindungan HAKI dalam Islam memiliki syarat diantaranya; a). Tidak mengadung unsur haram b). Tidak merugikan masyarakat c). Tidak bertentangan dengan aturan Islam.
ISI DAN TEKNIK PENYUSUNAN KONTRAK Ransya Ayu Zulvia; Muhammad Abdi Dermawan; Tatang Astarudin; Sumiati
Dinamika Hukum & Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): DINAMIKA HUKUM DAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/dhm.v9i1.7621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam isi (substansi)dan teknik (metodologi) yang digunakan dalam penyusunan dokumen kontrak gunamenciptakan perjanjian yang sah, mengikat, dan efektif dalam memitigasi risikohukum. Kontrak merupakan instrumen vital dalam praktik bisnis dan hukum, yangfungsinya mentransformasi kesepakatan para pihak menjadi kekuatan hukum.Aspek isi kontrak dieksplorasi dengan membedah komponen wajib (syarat sahkontrak berdasarkan hukum perikatan) serta klasifikasi klausul esensial(essentialia), naturalia, dan aksidentalia. Penekanan diberikan pada pentingnyaformulasi hak dan kewajiban yang jelas, serta pengaturan mekanisme wanprestasidan ganti rugi. Sementara itu, teknik penyusunan kontrak dikaji melalui pendekatanpraktis, mencakup struktur formal kontrak (judul, komparisi, recital, isi, danpenutup), penggunaan bahasa hukum yang presisi dan tidak ambigu, serta strategimitigasi risiko. Analisis difokuskan pada penerapan klausul-klausul pelindungseperti Force Majeure, pilihan hukum, dan klausul penyelesaian sengketa (mediasi,arbitrase, atau litigasi).Metode penelitian yang digunakan adalah normatif-empiris atau dogmatikpraktis, melibatkan studi kepustakaan terhadap undang-undang, yurisprudensi, danpraktik standar penyusunan kontrak. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikankerangka kerja yang komprehensif bagi praktisi hukum dan pelaku usaha dalammenyusun kontrak yang tidak hanya memenuhi aspek legalitas, tetapi juga mampumengantisipasi dan mengelola dinamika hubungan kontraktual.