Claim Missing Document
Check
Articles

Model Integratif Mitigasi Banjir, Sistem Peringatan Dini Hidrometeorologi dan Penguatan Resiliensi Kesehatan Komunitas di Kelurahan Terondol Reqgi First Trasia; Ni Made Anggira Dhira Vinaya; Muhammad Zacky Jaya Permana; Atabik Ali Abdul Qodir; Fioni Fing; Bunga Oktavia
Abdimas Mandalika Vol 5, No 5 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i5.39915

Abstract

Banjir masih menjadi permasalahan lingkungan dan kesehatan yang berulang di Kelurahan Terondol. Wilayah ini selalu tergenang air dengan ketinggian mencapai 0.5–1 meter yang berdampak pada aktivitas masyarakat, kerusakan lingkungan, serta meningkatnya risiko penyakit saat banjir. Kondisi ini dipicu oleh perubahan fungsi lahan dari area persawahan menjadi permukiman tanpa diimbangi sistem drainase yang memadai, topografi wilayah yang lebih rendah, terputusnya saluran drainase sejak 2013–2014 yang belum mendapatkan penanganan optimal dari pihak berwenang, serta sumbatan sampah domestik dan vegetasi liar dari tindakan masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir masih terbatas yang juga diperberat dengan keterbatasan sistem peringatan diri banjir, kapasitas layanan kesehatan, peran komunitas dalam mitigasi bencana. Namun, masyarakat juga memiliki potensi sosial berupa rutinitas gotong royong serta kehadiran kader posyandu yang aktif, sehingga dapat menjadi modal sosial dalam penguatan mitigasi bencana berbasis komunitas. Program Resiliensi Tirta diusulkan sebagai model integratif mitigasi banjir berbasis komunitas dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat. Program ini terdiri dari lima komponen utama, yaitu Flood Care melalui peningkatan literasi kebencanaan dan kesehatan, Flood Alert melalui pengembangan sistem peringatan dini hidrometeorologi, Eco Resist melalui peningkatan kapasitas resapan air, Flow Guard melalui peningkatan pengelolaan drainase permukiman, dan Health Shield melalui peningkatan ketahanan kesehatan melalui edukasi. Program ini dilaksanakan melalui identifikasi masalah, edukasi dan pelatihan masyarakat, implementasi intervensi lingkungan dan kesehatan, pembentukan kader komunitas, serta monitoring dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Luaran yang diharapkan berupa terbentuknya kader tangguh banjir, sistem peringatan dini berbasis komunitas, kapasitas resapan air lingkungan, sistem pengelolaan drainase partisipatif, serta peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan mitigasi banjir masyarakat.
PERAN KUALITAS ASUPAN NUTRISI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN PERANTAU DENGAN RIWAYAT GANGGUAN GUT HEALTH AKIBAT INFEKSI PROTOZOA USUS Reqgi First Trasia; Regina Kesi Ramadhani; Trismiyanti Trismiyanti
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, September 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v3i3.2896

Abstract

Intestinal protozoal infections remain a significant global health problem, particularly in developing countries with suboptimal sanitation. This condition has the potential to worsen gut health, which is heavily influenced by the balance of the gut microbiome and the quality of nutritional intake. Migrant medical students are a vulnerable group due to lifestyle changes, academic pressure, and a diet that tends to be irregular and low-quality. This study aims to analyze the relationship between nutritional intake quality and gut health disorders caused by intestinal protozoal infections in migrant medical students at Sultan Ageng Tirtayasa University (Untirta). The method used was a systematic review of 25 relevant articles. The results showed that the nutritional intake quality of migrant students is generally suboptimal, characterized by low macronutrient and micronutrient adequacy, low dietary diversity, and high fast food consumption. These conditions contribute to gut microbiome dysbiosis and weaken the mucosal immune system, thereby increasing susceptibility to protozoan infections such as Giardia lamblia and Entamoeba histolytica. Theoretically, this relationship can be explained through the complex interactions between nutrition, immunity, and infection, including the concepts of Nutritional Parasitology and the Gut-Brain Axis. Protozoal infections further worsen nutritional status through impaired absorption, creating a self-perpetuating cycle of malnutrition. It was concluded that inadequate nutritional intake plays a significant role in increasing the risk of gut health disorders in out-of-town medical students. Therefore, preventive interventions based on nutrition education and improved campus environmental hygiene are needed.