Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN KADAR TIMBAL (Pb) DARAH DAN PROFIL DARAH PADA PEKERJA BENGKEL DI BANJAR KARANGSARI KARANGASEM-BALI Sudarma, Nyoman; Bintari, Ni Wayan Desi
CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry) Vol 11 No 2 (2023): Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry)
Publisher : Graduate Program of Applied Chemistry, Udayana University, Bali-INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Timbal (Pb) adalah salah satu logam berat yang terdapat di udara yang berasal emisi gas buangan kendaraan bermotor yang berbahan bakar minyak yang tercampur dengan timbal (Pb). Salah satu pekerjaan yang terkena paparan timbal cukup besar adalah pekerja bengkel, proses pekerjaan yang berpaparan langsung dengan timbal yang berasal dari emisi gas buangan kendaraan bermotor yang kemungkinan terhirup melalui hidung ataupun menempel pada jaringan kulit serta pada rambut pekerja bengkel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar timbal darah serta profil darah pekerja bengkel di Banjar Karangsari. Penelitian ini menggunakan 9 sampel darah responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Kadar timbal darah diukur dengan Spektrofotometer Serapan Atom Shimadzu AA-7000 dan profil darah diukur dengan Hematology Analyzer Mindray bc 2800. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar timbal dalam darah adalah 0,63 ppm. Seluruh responden memiliki kadar timbal darah melebihi ambang batas yang diperbolehkan yaitu 0,1-0,25 ppm. Profil darah diperoleh jumlah sel darah putih (WBC) rata-rata sebesar 7.15×103/µL, jumlah sel darah merah (RBC) rata-rata sebesar 4,92×106/µL dan jumlah hemoglobin (HGB) rata-rata 15,87 g/Dl. Nilai sel darah putih, sel darah merah, dan hemoglobin masih dalam nilai normal. Red Blood Cell Distribution Width Standart Deviasi (RDW-SD) diperoleh rata-rata 50.68 µm/L atau dalam kategori tinggi. RDW yang meningkat dapat mengindikasikan terjadinya jenis anemia seperti anemia defisiensi besi. Implikasi klinis terhadap peningkatan RDW adalah terjadi anemia makrositik dan dalam penelitian ini diperoleh 33,3% responden terindikasi makrositosis. ABSTRACT: Lead (Pb) is one of the heavy metals found in the air from exhaust gas emissions from motorized vehicles fueled with oil mixed with lead (Pb). One of the occupations that are exposed to large amounts of lead exposure is workshop workers, the work process of which is directly exposed to lead from motor vehicle exhaust emissions that may be inhaled through the nose or attached to the skin tissue and hair of workshop workers. This study aims to analyze blood lead levels and blood profiles of workshop workers in Banjar Karangsari, Karangasem Region in Bali. This study used 9 respondents' blood samples that met the inclusion criteria. Blood lead levels were measured using a Shimadzu AA-7000 Atomic Absorption Spectrophotometer and blood profiles were measured using a Mindray bc 2800 Hematology Analyzer. Based on the results, the average blood lead level was 0.63 ppm. All respondents had blood lead levels exceeding the permissible threshold of 0.1-0.25 ppm. The blood profile obtained an average white blood cell count (WBC) of 7.15×103/µL, an average red blood cell count (RBC) of 4.92×106/µL, and an average hemoglobin (HGB) count of 15.87 g/Dl. The white blood cells, red blood cells, and hemoglobin values are still within normal values. Red Blood Cell Distribution Width Standard Deviation (RDW-SD) obtained an average of 50.68 m/L or in the high category. An elevated RDW may indicate a type of anemia such as iron deficiency anemia. The clinical implication of increasing RDW is macrocytic anemia and based on this study 33.3% of respondents were indicating of macrocytosis.
PERBANDINGAN KADAR TIMBAL (Pb) DARAH YANG DISIMPAN PADA BERBAGAI TABUNG VACUTAINER Nyoman, Sudarma; Bintari, Ni Wayan Desi
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4249

Abstract

Pengujian logam berat timbal (Pb) dengan menggunakan spesimen darah perlu memperhatikan pada pemilihan tabung vacutainer. Kandungan koagulan dalam tabung vacutainer memungkinkan mempengaruhi kadar logam timbal (Pb) darah yang diperiksa. Jenis tabung vacutainer yang sering digunakan dalam pemeriksaan logam timbal darah yaitu tutup merah, tutup ungu, dan tutup biru gelap. Tabung vacutainer tutup merah tidak mengandung koagulan sedangkan tutup ungu mengandung koagulan EDTA, dan tutup biru mengandung koagulan bebas logam. Pemilihan jenis tabung vacutainer yang tepat merupakan tahap pra analitik yang mempengaruhi hasil pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar timbal (Pb) darah yang disimpan pada tabung vacutainer melalui uji akurasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, yaitu melakukan perbandingan kadar timbal darah yang disimpan pada tabung vacutainer tutup merah, ungu, kuning, dan biru gelap. Perbandingan dianalisis berdasarkan validasi persen perolehan kembali. Masing-masing sampel darah pada tabung vacutainer dilakukan proses destruksi basah, dan analisis kadar timbal dilakukan dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) dengan penambahkan standar internal. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, persen perolehan kembali pada tabung vacutainer tutup merah, ungu, biru gelap dan kuning berturut-turut 110%, 36,33%, 110%, dan 21,6%. Persen perolehan kembali yang baik berada dalam rentang 80% - 110% sehingga dapat disimpulkan bahwa tabung vacutainer tutup merah dan tutup biru gelap memiliki kadar timbal dengan persen perolehan kembali yang baik yaitu sebesar 110%.
Deteksi dini infeksi saluran kemih dan kesadaran napza di SMA PGRI 4 Denpasar Diah Prihatiningsih; Ni Wayan Desi Bintari; Ika Setya Purwanti; Anak Agung Gde Oka Widana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25919

Abstract

Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah masalah kesehatan yang sering muncul akibat kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan diri, khususnya di area urogenital. Remaja berisiko lebih tinggi terkena ISK karena sering mengabaikan kebersihan pribadi. Selain itu, penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) juga menjadi ancaman serius bagi remaja. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA PGRI 4 Denpasar bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pencegahan ISK dan bahaya Napza. Program ini bekerja sama dengan SMA PGRI 4 Denpasar sebagai mitra utama dalam kegiatan edukasi, sosialisasi, dan demonstrasi pemeriksaan ISK dan Napza. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 33,33% siswa memiliki pengetahuan cukup dan 50% memiliki pengetahuan kurang tentang ISK, sementara 50% siswa memiliki pengetahuan cukup dan 16,67% memiliki pengetahuan kurang tentang Napza. Setelah kegiatan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan: 91,67% siswa memiliki pengetahuan baik tentang ISK (peningkatan 116%) dan 100% memiliki pengetahuan baik tentang Napza (peningkatan 67%). Peningkatan ini menunjukkan efektivitas program PKM dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai ISK dan Napza. Peningkatan pengetahuan ini berbanding lurus dengan peningkatan kesadaran siswa, karena pemahaman yang lebih baik biasanya meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku positif. Kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menghindari penyalahgunaan Napza meningkat sejalan dengan pengetahuan mereka yang lebih baik setelah mengikuti program ini. Implikasi dari program ini menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan masalah kesehatan remaja, serta pentingnya dukungan dari keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan remaja.Kata kunci: pengetahuan; kesadaran; napza;  ISK; remaja Abstract Urinary tract infections (UTIs) are a common health issue often resulting from poor personal hygiene, especially in the urogenital area. Adolescents are at a higher risk of developing UTIs due to frequently neglecting personal hygiene. Additionally, substance abuse (narcotics, psychotropics, and other addictive substances) poses a serious threat to adolescents. The Community Service Program (PKM) at SMA PGRI 4 Denpasar aims to increase adolescents' knowledge and awareness of UTI prevention and the dangers of substance abuse. This program collaborates with SMA PGRI 4 Denpasar as the main partner in educational activities, socialization, and demonstrations of UTI and substance abuse screenings. Pre-test results showed that 33.33% of students had moderate knowledge and 50% had poor knowledge about UTIs, while 50% of students had moderate knowledge and 16.67% had poor knowledge about substance abuse. After the program, post-test results showed a significant improvement: 91.67% of students had good knowledge about UTIs (a 116% increase), and 100% had good knowledge about substance abuse (a 67% increase). This improvement indicates the effectiveness of the PKM program in enhancing students' understanding of UTIs and substance abuse. The increase in knowledge is directly proportional to an increase in students' awareness, as better understanding typically enhances awareness and encourages positive behavioral changes. Students' awareness of the importance of maintaining hygiene and avoiding substance abuse increased in line with their improved knowledge after participating in this program. The implications of this program emphasize the importance of continuous education and the involvement of various parties in preventing adolescent health issues, as well as the crucial role of family and community support in creating an environment that promotes adolescent health. Keywords: knowledge; awareness; substance abuse; UTIs; adolescents
Optimalisasi Kesehatan Remaja Melalui Deteksi Dini Infeksi Saluran Kemih Di Smk Kesehatan Bali Medika Bintari, Ni Wayan Desi; Prihatiningsih, Diah; Ika Setya Purwanti, Ika Setya Purwanti; Ni Luh Putu Devhy, Ni Luh Putu Devhy; Widana, A.A. G. Oka
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.586

Abstract

Kelompok usia remaja merupakan periode masa transisi sehingga mempunyai permasalahan yang cukup kompleks. Adanya perubahan fisiologis serta perubahan hormon yang fluktuatif pada remaja menimbulkan adanya peningkatan resiko infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih merupakan masalah kesehatan karena kebiasaan yang kurang baik dan bisa menjadi faktor terjadinya infeksi saluran kemih, seperti kurang menjaga personal hygiene yang baik khususnya pada sistem urogenitalia. Berdasarkan analisa situasi tersebut pengabdian masyarakat ini dilakukan di SMK Kesehatan Bali Medika pada Desember 2023 dengan tujuan memberikan edukasi terkait deteksi dini ISK pada remaja. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui edukasi berupa ceramah dengan media audiovisual dan demonstrasi terkait deteksi ISK dengan pemeriksaan rapid test dipstick urine. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa terkait gambaran umum, faktor resiko dan pencegahan kejadian ISK pada remaja yang ditunjukkan melalui peningkatan nilai post test siswa. Berdasarkan hasil pre test sebanyak 15% memiliki pengetahuan yang baik, 31% cukup dan 14% kurang. Setelah peserta diberikan edukasi terjadi peningkatan hasil post test dimana sebanyak 88% siswa telah memiliki pengetahuan yang baik dan 12% memiliki pengetahuan yang cukup. Selain itu siswa juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman terkait pemeriksaan screening ISK beserta pengelolaan spesimen yang baik untuk pemeriksaan tersebut. Kata kunci : Infeksi saluran kemih, Personal hygiene, Uji dipstick
CEMARAN ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) DAN ANGKA KAPANG KHAMIR (AKK) PADA BOLU KUKUS DENGAN LAMA PENYIMPANAN 3 HARI: STANDARD PLATE COUNT, YEAST AND MOLD PLATE COUNT OF TRADITIONAL STEAMED CAKE AFTER 3 DAYS OF STORAGE Noviawati, Dewa Ayu Sri; Bintari, Ni Wayan Desi; Sudiari, Made
Bali Medika Jurnal Vol 5 No 2 (2018): Bali Medika Jurnal Vol 5 No 2 Desember 2018
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v5i2.41

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Bolu kukus merupakan jajanan pasar yang digemari oleh semua kalangan masyarakat. Jajanan ini memiliki daya simpan yang singkat. Penyimpanan bolu kukus lebih dari 3 hari dapat meningkatkan faktor resiko pertumbuhan jamur dan bakteri kontaminan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cemaran Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK) pada bolu kukus yang di produksi oleh prodeusen di Desa Bebalang Bangli dengan lama penyimpanan 3 hari pada suhu ruangan (270C) dan mengidentifikasi jamur apa saja yang mengkontaminasi bolu kukus. Metode: Penelitian yang digunakan adalah eksperimental, sampel yang digunakan adalah bolu kukus yang dibuat oleh produsen yang kurang dari 18 jam. Jumlah sampel yang digunakan adalah 15 buah bolu kukus dari 3 produsen rumah tangga. Hasil: Angka Lempeng Total (ALT) pada produsen A sebanyak 897×104 CFU/mL, Produsen B sebanyak 86×104 CFU/mL, Produsen C sebanyak 167×104 CFU/mL.Hasil penelitian Angka Kapang Khamir (AKK) didapatkan hasil yang melebihi batas standar SNI 7388-2009, menyatakan standar Angka Kapang Khamir (AKK) pada roti yaitu batas maksimum 1×104 koloni/g. Hasil Angka Kapang Khamir (AKK) Produsen A sebanyak 1,85×104 CFU/mL, Produsen B sebanyak 8,4×104 CFU/mL, Produsen C sebanyak 12,5×104 CFU/mL. Hasil pengamatan jamur kontaminan didapatkan 3 spesies jamur yaitu Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus dan Rhizopus stolonifer. Diskusi: Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil yang melebihi batas standar SNI 7388-2009 yang sudah ditetapkan yaitu ALT dan AKK batas maksimum 1×104 koloni/g. Kata kunci : Angka Lempeng Total (ALT) Angka Kapang Khamir (AKK), bolu kukus, Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus dan Rhizopus stolonifer. Introduction: Steamed cake or “bolu kukus” is one of the most favorite cake in traditional market. Steamed cake has a short shelf life, in more than 3 days of storage it may increase the risk factors of bacteria and mold contamination. The aim of this research is to know bacterial and mold contamination of traditional steam cake using standard plate count and yeast and mold plate count after 3 days of storage (270C) and also to identify type of mold in sample. Method: Type of this study is experimental study, using 15 steamed cake as a sample. Sample was taken from 3 traditional steamed cake producer in Bebalang Village, Bangli and stored in room temperature (270C). Result: Meanwhile in sample the total bacteria using standard plate count are 897x104 colony/ g (A producer), 86x104 colony/ g (B producer) and 167x104 colony/g (producer C). Yeast and mold plate count also show that contamination are more than SNI 7388-2009 (1x104 colony/g). The result shows that yeast and mold contamination are 1.85 × 104 colony /g (A Producer), 8.4 × 104 colony/g (B producer) and 12.5 × 104 colony/g (C Producer). Identification result shows that mold contaminant in traditional steamed cake is Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus and Rhizopus stolonifer. Discussion: The result of this study show that total bacterial and fungi of steamed cake after 3 days of storage are more than standard using Standar National Indonesia 7388-2009 (SNI 7388-2009). The maximum contaminant level of bacteria using SNI 7388-2009 is 1x104 colony/g. Key words : Standard Plate Count, Yeast and Mold Plate Count, Aspergillus flavus, Aspergillus fumigatus, Rhizopus stolonifer, Traditional Steamed Cake.
INFEKSI JAMUR KUKU (ONYCHOMYCOSIS) PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA WANA SERAYA: ONYCHOMYCOSIS IN ELDERLY AT WANA SERAYA NURSING HOME Aryasa, I Nyoman; Bintari, Ni Wayan Desi; Sudarsana, I Dewa Agung Ketut
Bali Medika Jurnal Vol 7 No 1 (2020): Bali Medika Jurnal Vol7 No 1 Juli 2020
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v7i1.115

Abstract

Onychomycosis is an infection of the nail plate that can be caused by dermatophyte fungi (Tinea unguium), non dermatophytes or yeast. Onychomycosis infection causes damage to the nails which causes the nail plate to thicken, brittle and break easily. This study aims to describe onychomycosis in the elderly at Tresna Werdha Social Home (PSTW) Wana Seraya. This type of research is descriptive research. Sampling was conducted at the Tresna Werdha Social Home (PSTW) Wana Seraya on 66 Gemitir St., Kesiman Kertalangu, East Denpasar, Denpasar City, Bali. Samples analyzed in Parasitology Laboratory STIKes Wira Medika Bali. Sampels examination using direct observation techniques using 10% potassium hydroxide (KOH) dye on nail scrapings on 15 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The results of the examination showed that there was 1 respondent (6.67%) who tested positive for onychomycosis with the discovery of hyphae on microscopic observation of nail scrapings preparations. Meanwhile 14 other samples (93.33%) were stated negative. The screening results in this study show that the elderly in PSTW Wana Seraya have had good personal hygiene, especially in maintaining the cleanliness of toenails and hands, thereby reducing the risk factors for nail fungus infection.
Gerakan Teman Sebaya Sadar Bahaya NAPZA : Edukasi, Pendampingan dan Pengenalan Rapid Test Urine di SMK Kesehatan Bali Khresna Medika Bintari, Ni Wayan Desi; Prihatiningsih, Diah; Widana, A.A.G. Oka; Purwanti, Ika Setya
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 2 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i2.1458

Abstract

Abuse of drugs, psychotropics, and other addictive substances among adolescents is a problem that requires attention and support from various parties. The peer model is one of the potential programs to be activated in the school environment in implementing peer counseling. Peers will act as role models who are able to convey information related to drug abuse to their peers. This community service was carried out at the Khresna Bali Medika Health Vocational School with an implementation period of December 2024-January 2025. The implementation of activities was in the form of providing education related to the types of drugs and their abuse, peers and health promotion that must be carried out related to drug abuse and rapid urine test examinations for early detection of drug abuse. The results of community service can increase students' knowledge regarding the types of drugs and their abuse and health promotion that can be carried out. The pre-test results showed that students' knowledge was good at 33.33%, sufficient at 25% and lacking at 41.67%. After being given education, all students (100%) already had good knowledge regarding the types and abuse of drugs and health promotion that can be carried out. In addition, students as potential peers have also been able to explain again the dangers of drug abuse to their peers in the simulation session. In this activity, a demonstration was also carried out regarding drug examinations using the strip test method which was followed by all community service participants.ABSTRAKPenyalahgunaan narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) di kalangan remaja merupakan permasalahan yang perlu perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Model teman sebaya merupakan salah satu program yang potensial digiatkan di lingkungan sekolah dalam pelaksanaan konseling sebaya. Teman sebaya akan berperan sebagai role model yang mampu menyampaikan informasi terkait penyalahgunaan NAPZA bagi rekan sebayanya. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMK Kesehatan Khresna Bali Medika dengan periode pelaksanaan Desember 2024- Januari 2025. Pelaksanaan kegiatan berupa pemberian edukasi terkait jenis NAPZA dan penyalahgunaannya, teman sebaya dan promosi kesehatan yang harus dilakukan terkait penyalahgunaan NAPZA dan pemeriksaan rapid test urine untuk deteksi dini penyalahgunaan narkoba. Hasil pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan siswa terkait jenis NAPZA dan penyalahgunaannya serta promosi kesehatan yang dapat dilakukan. Hasil pre test menunjukkan bahwa pengetahuan siswa baik sebanyak 33,33%, cukup sebanyak 25% dan kurang sebanyak 41,67%. Setelah diberikan edukasi seluruh siswa (100%) sudah memiliki pengetahuan yang baik terkait jenis dan penyalahgunaan NAPZA dan promosi kesehatan yang dapat dilakukan. Selain itu siswa sebagai calon teman sebaya juga sudah mampu menjelaskan kembali terkait bahaya penyalahgunaan NAPZA kepada rekan sesamanya pada sesi simulasi. Pada kegiatan ini juga dilakukan demonstrasi terkait pemeriksaan narkoba dengan metode strip test yang diikuti oleh seluruh peserta pengabdian. 
Identifikasi Jamur Candida albicans Pada Urine Ibu Hamil Di Puskesmas III Denpasar Utara Putri, Luh Putu Devani Maeyta; Idayani, Sri; Bintari, Ni Wayan Desi
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v5i1.1735

Abstract

Kandidiasis adalah penyakit jamur akut atau subakut yang disebabkan oleh Candida albicans yang dapat menginfeksi mulut, vagina, kulit, kuku, bronkus, dan paru-paru. Kandidiasis pada ibu hamil menimbulkan risiko pada janin selama kehamilan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, ketuban pecah dini, kelahiran prematur, stomatitis pada bayi. Tanda-tanda dari kandidiasis vulvovaginal adalah adanya cairan putih kekuningan berbentuk gumpalan (cottage cheese-like), dengan adanya sensasi rasa terbakar, nyeri dan gatal disertai kemerahan pada vulva dan vagina. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jamur Candida albicans pada urin ibu hamil di Puskesmas III Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian secara deskriptif untuk mengidentifikasi jamur Candida albicans pada ibu hamil di Puskesmas III Denpasar Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 30 urin ibu hamil di Puskesmas III Denpasar Utara. Metode pemeriksaan menggunakan kultur pada media SDA (Sabouraud Dextrose Agar), pewarnaan Gram, dan uji germ tube. Hasil penelitian menunjukkan dari 30 sampel urine ibu hamil yang dilakukan pemeriksaan terdapat 1 sampel (3,3%) positif terdeteksi Candida albicans dan 29 sampel (96,7%) negatif. Karakteristik koloni Candida albicans yaitu pada media SDA terlihat halus licin, sedikit timbul di permukaan, berwarna putih kekuningan dan beraroma seperti ragi. Hasil pewarnaan Gram ditemukan blastospora yang berbentuk oval, serta berwarna ungu secara mikroskopis dan hasil pada uji germ tube ditemukan hasil jamur membentuk kecambah dan berbentuk raket. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan ibu hamil untuk selalu menjaga kebersihan diri khususnya di daerah kewanitaan, mengurangi penggunaan pembalut pantyliner, dan mengurangi penggunaan antiseptik yang dapat meningkatkan kelembaban di daerah genital.
Identification of Malassezia furfur in Skin Scrapings of Elementary School Students in Antiga Village, Karangasem, Bali Bintari, Ni Wayan Desi; Pradnyawati, Ni Luh Mona; Idayani , Sri
Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis Vol 2 No 2 (2025): Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/tropis.v2i2.19870

Abstract

Fungal skin infections that have a fairly high prevalence in the community are tinea versicolor or Tinea Versicolor. Tinea Versicolor generally occurs in individuals with poor hygiene and sanitation conditions. School-age children have a fairly high risk of being infected with Tinea versicolor due to their high physical activity. The purpose of this study was to determine the results of Malassezia furfur identification in skin scrapings of students at State Elementary School 6 in Antiga Village, Karangasem Regency, Bali. This type of research uses a descriptive study to identify the fungus that causes tinea versicolor in students' skin scrapings using direct observation methods. The samples in this study were skin scrapings from 30 students selected using purposive sampling techniques. Laboratory examinations for Malassezia furfur identification were carried out at the Parasitology and Mycology Laboratory of STIKES Wira Medika Bali using direct observation. The results showed that out of 30 samples examined, 20 samples (67%) showed positive results for the identification of Malassezia furfur in their skin-scraping specimens and 10 samples (33%) showed negative results. Reviewed based on the frequency distribution of Malassezia furfur identification results based on gender, it is known that out of 20 positive results, 2 were female (10%) and 18 were male (90%). Based on the results of this study, it was concluded that in the sample population studied, there was a relatively high prevalence of Tinea versicolor, which was around two-thirds of the total samples examined
Implementasi Pengabdian Masyarakat Berbasis Kesehatan Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Covid 19 di Desa Bedulu Gianyar Bali Ika Setya Purwanti; Ni Luh Putu Devhy; Diah Prihatiningsih; Ni Wayan Desi Bintari; A.A Gde Oka Widana5 Oka Widana
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 1 No. 2 (2020): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v1i2.2844

Abstract

This service activity aims to increase citizen awareness of the importance of using masks and washing hands using soap and running water for at least 20 seconds.. This community service activity was held in Bedulu Village, Gianyar Bali in April 2020. The method of activity carried out is by distributing masks, vitamins, soap, disinfectant liquid and also leaflets/posters on how to prevent COVID 19. This poster will be posted in several strategic places so that it can be seen directly by the public. Participants in this community service activity were carried out by a team of STIKes WIra Medika Bali lectures and also assisted by students. As a result of this community service activity, the community knows how to wash their hands, how to use masks and can spray disinfectans in their home environment.