Claim Missing Document
Check
Articles

Pencegahan Perilaku Merokok Remaja Melalui Penyuluhan Bahaya Rokok Elektrik dan Konvensional Ika Setya Purwanti; Ni Luh Putu Devhy; Diah Prihatiningsih; Ni Wayan Desi Bintari; A.A Gde Oka Widana
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 2 No. 2 (2021): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v2i2.4022

Abstract

The purpose of this community service activity is to increase knowledge and understanding of the dangers of smoking for adolescents. Activities are carried out online using the Zoom Meeting application in June 2021. The method of activity by providing socialization of the dangers of smoking to adolescents. The community service participants are 8th grade junior high school students, totaling 64 children. Based on gender, the service participants consisted of 34 male students (53,13%) and 30 female students (46,87%). Based on pre-test, 40,5% of students did not know the dangers of smoking and 59,5% of students knew the dangers of smoking. Based on the results of the post test, it was found that there was an increase in knowledge about the dangers of smoking. As many as 98% know about the dangers of smoking and 2% are less aware of the dangers of smoking. Counselling related to the dangers of smoking can increase adolescent awareness of the magnitude of the adverse effects of smoking on health.
Pembentukan Kelompok Teman Sebaya dan Pengenalan Rapid Test Napza Beserta Yoga Healing di SMP Tawwakal Denpasar Bali Anak Agung Gde Oka Widana; Ni Wayan Desi Bintari; Diah Prihatiningsih; Ika Setya Purwanti; Ni Luh Putu Devhy
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 3 No. 1 (2022): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v3i1.4970

Abstract

This service activity aims to form a peer group and introduce the Rapid Test for Drugs and Yoga Healing for Tawwakal Junior High School students, Denpasar Bali. The method of activities carried out is by way of guidance and counseling. The participants of this community service were 24 students, with evaluation instruments used in the form of pre and post test questionnaires. The results of this community service show that; (1) The introduction of Yoga Healing at SMP Tawakkal Denpasar can be implemented through basic breathing processing exercises to control stress, (2) The formation of peer groups is carried out well through the concept of groups organized based on the calculation of the gender characteristics of the participants, and (3 ) The results of the Pre Test and Post Test questionnaires showed a significant increase in student understanding at Tawakkal Junior High School Denpasar regarding the mechanism of drug testing and the dangers of drug abuse.
Perbedaan Kadar Bilirubin Total Sebelum Dan Sesudah Fototerapi Pada Neonatus Di RSU PRIMA MEDIKA Putri Raweg, Pande Made Arie Santika; Bintari, Ni Wayan Desi; Prasetya, Didik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.748

Abstract

Abstrak Hiperbilirubinemia pada neonatus merupakan kondisi klinis yang umum terjadi dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi neurologis. Fototerapi dikenal sebagai metode yang efektif untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar bilirubin sebelum dan sesudah fototerapi yang diberikan selama 24 jam secara kontinu menggunakan alat fototerapi LED. Subjek dalam penelitian ini melibatkan 44 neonatus yang menjalani fototerapi dari Januari hingga Maret 2025. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS, diawali dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kadar bilirubin total sebelum dan sesudah fototerapi (p < 0,001). Rata-rata kadar bilirubin menurun dari 16,24 mg/dL menjadi 9,45 mg/dL, dengan penurunan rata-rata sebesar 6,78 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fototerapi terbukti efektif secara statistik dalam menurunkan kadar bilirubin pada neonatus. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan fototerapi sebagai salah satu intervensi utama dalam penanganan hiperbilirubinemia pada neonatus.   Kata kunci : Fototerapi, Hiperbilirubinemia, Neonatus
Gambaran Hasil Pemeriksaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths dari Sediaan Feses dan Kuku dengan Metode Flotasi pada Pengangkut Sampah di TPS 3R Padangsambian Erikayani, Ni Made Dwi; Idayani, Sri; Bintari, Ni Wayan Desi
Jaringan Laboratorium Medis Vol. 7 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v7i2.13207

Abstract

Helminthiasis is a disease caused by parasitic worms that infect the human body. Transmission can occur through contaminated food and water, as well as through skin penetration via soil as the intermediate medium. Soil-Transmitted Helminths (STH) are a group of parasitic worms transmitted through soil and can cause infections, particularly among populatihons with poor hygiene, including waste collectors. This study aims to describe the findings of STH egg examinations from fecal and nail samples using the flotation method among waste collectors. Samples were collected using purposive sampling from waste collectors at TPS 3R Padangsambian based on inclusion and exclusion criteria. This descriptive study employed a qualitative approach. Data analysis was conducted descriptively, and the examination results were presented in tables and narratively explained using univariate analysis to illustrate the frequency and percentage distribution of each research variable. A total of 11 respondents participated in the examination. Fecal and nail specimens were analyzed using the flotation method at the Parasitology and Mycology Laboratory of STIKES Wira Medika Bali. The results showed that 6 fecal samples (54.6%) were positive for STH eggs, while 5 samples (45.5%) were negative. In nail samples, 1 sample (9.1%) tested positive and 10 samples (90.9%) were negative. The identified worm species included Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura. Examination of fecal samples was found to be more effective than nail samples; however, nail examination can serve as an additional detection method for individuals at high risk of STH exposure.
Sosialisasi Platform SatuSehat Mobile dalam Upaya Habituasi Teknologi Kesehatan Berbasis Rekam Medis Kepada Kalangan Pelajar di SMK Kesehatan PGRI Denpasar Widana, Anak Agung Gde Oka; Purwanti, Ika Setya; Bintari, Ni Wayan Desi; Prihatiningsih, Diah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17223

Abstract

ABSTRAK Masalah yang sering terlihat di kalangan pelajar adalah terkait hadirnya sejumlah aplikasi yang berpengaruh pada pada kualitas diri. Salah satu masalah tersebut adalah pemahaman terhadap eksistensi dari aplikasi berbasis kesehatan yang kehadirannya sangat membantu dibidang kesehatan namun belum semua pelajar menyadari eksistensinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempraktekkan serta membiasakan pengoperasian teknologi berbasis kesehatan bagi siswa SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Kegiatan dilaksanakan dengan cara bimbingan serta penyuluhan, Pre Test, Post Test dan diskusi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan. Peserta kegiatan ini secara kuantitas berjumlah 33 orang siswa, yang didominasi oleh peserta didik perempuan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasil bahwa; (1) Peserta pengabdian masyarakat di SMK Kesehatan PGRI Denpasar didominasi oleh siswa perempuan dalam rentang usia 17 tahun, (2) Popularitas platform SatuSehat Mobile pada siswa tergolong masih rendah, namun setelah diberikan sosialisasi secara intensif terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman akan eksistensi, fungsi, kewajiban penggunaan dan keterampilan siswa. Sosialisasi platform SatuSehat Mobile dalam upaya habituasi teknologi kesehatan berbasis rekam medis kepada kalangan pelajar di SMK Kesehatan PGRI Denpasar berjalan sesuai dengan rencana dan menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat responsibility yang tinggi. Kata Kunci: SatuSehat Mobile, Habituasi, Teknologi Kesehatan, Rekam Medis  ABSTRACT A problem that is often seen among students is related to the presence of a number of applications that affect the quality of self. One of these problems is understanding the existence of health-based applications whose presence is very helpful in the health sector but not all students are aware of their existence. This service activity aims to introduce, practice and familiarize the operation of health-based technology for students of SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Activities are carried out by means of guidance and counseling, Pre Test, Post Test and question and answer discussions related to the material that has been delivered. Participants in this activity in quantity amounted to 33 students, which were dominated by female students. The implementation of this community service shows the results that; (1) Community service participants at SMK Kesehatan PGRI Denpasar are dominated by female students in the age range of 17 years, (2) The popularity of the SatuSehat Mobile platform among students is still low, but after being given intensive socialization there is a significant increase in understanding of the existence, function, usage obligations and skills of students. The socialization of the SatuSehat Mobile platform in an effort to habituate medical record-based health technology to students at SMK Dwijendra Denpasar has gone according to plan and shows good results with a high level of responsibility. Keywords: SatuSehat Mobile, Habituation, Health Technology, Medical Records
Aktualisasi Rekam Medis Bersama Pelajar melalui Empathy Reinforcement Terhadap Teknologi Berbasis Kesehatan di SMK Kesehatan Pgri Denpasar Widana, Anak Agung Gde Oka; Purwanti, Ika Setya; Bintari, Ni wayan Desi; Prihatiningsih, Diah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22081

Abstract

ABSTRAK Masalah yang sering muncul pada kalangan pelajar di lingkungan pendidikan adalah rendahnya empati atau kepedulian (low empathy) dari para siswa ketika dihadapkan pada perkembangan teknologi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan, mempraktekkan serta membiasakan pengoperasian teknologi berbasis kesehatanbagi siswa SMK Kesehatan PGRI Denpasar. Kegiatan dilaksanakan dengan cara bimbingan serta penyuluhan, Pre Test, Post Test dan diskusi tanya jawab terkait materi yang telah disampaikan. Peserta kegiatan ini secara kuantitas berjumlah 21 orang dengan keseluruhan siswa perempuan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasilbahwa; (1) Peserta pengabdian masyarakat di SMK Kesehatan PGRI Denpasar keseluruhan dihadiri oleh siswa perempuan dalam rentang usia 17 tahun, (2) Popularitas teknologi berbasis kesehatan pada siswa tergolong masih rendah, namun setelah diberikan sosialisasi secara intensif terdapat peningkatan yang signifikan pada pemahaman akan eksistensi, fungsi, kewajiban penggunaan dan keterampilan siswa. Aktualisasi rekam medis bersama pelajar melalui empathy reinforcement terhadap teknologi berbasis kesehatan di SMK Kesehatan PGRI Denpasar berjalan sesuai dengan rencana dan menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat responsibility yang tinggi. Kata Kunci: Rekam Medis, Empathy Reinforcement, Teknologi Kesehatan  ABSTRACT A common problem among students in educational settings is low empathy or concern (low empathy) when faced with developments in health technology. This community service activity aims to introduce, practice, and familiarize students at PGRI Denpasar Health Vocational School with the operation of health-based technology. The activity was conducted through guidance and counseling, pre-tests, post-tests, and question-and-answer discussions related to the material presented. The number of participants in this activity was 21, all of whom were female students. The implementation of this community service activity showed the following results: (1) All participants in the community service activity at PGRI Denpasar Health Vocational School were female students aged 17 years, (2) The popularity of health-based technology among students was still low, but after intensive socialization, there was a significant increase in understanding of its existence, functions, usage obligations, and skills. The implementation of medical record updating with students through empathy reinforcement toward health-based technology at SMK Kesehatan PGRI Denpasar proceeded as planned and yielded good results with a high level of responsibility. Keywords: Medical Records, Empathy Reinforcement, Health Technology
Analisa Tingkat Capaian Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium Sebelum Dan Sesudah Penggunaan Laboratory Information System (LIS) Sari, Ni Putu Yuli Purnama; Cahyani, Anak Agung Ayu Eka; Bintari, Ni Wayan Desi; Parwati, Putu Ayu
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10230

Abstract

Hasil kritis laboratorium adalah hasil yang menunjukkan adanya resiko yang dapat mengancam nyawa pasien dan segera dilaporkan. Pelaporan hasil kritis laboratorium berhasil tercapai dengan baik dengan memperhatikan waktu pelaporan ≤ 30 menit, capaian indikator mutu 100%, dan informasi pelaporan lengkap terdokumentasi. Rumah Sakit menerapkan sistem LIS yang terintegrasi dengan Hospital Information System (HIS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat capaian pelaporan hasil kritis laboratorium sebelum dan sesudah penggunaan LIS di RS Bangli Medika Canti. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh capaian kegiatan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium tahun 2023 dan 2024 di RS Bangli Medika Canti. Hasil analisa sebelum penggunaan LIS adalah waktu pelaporan 36 menit, capaian indikator mutu 94,3%, dan informasi tidak terdokumentasi lengkap. Hasil analisa sesudah penggunaan LIS adalah waktu pelaporan 10 menit, capaian indikator mutu 100%, dan informasi lengkap terdokumentasi.Berdasarkan hasil tersebut tingkat capaian pelaporan hasil kritis laboratorium tercapai dengan baik dengan penggunaan LIS. Peran LIS dapat membantu meningkatkan efisiensi komunikasi untuk pelaporan hasil kritis laboratorium karena sedikit melibatkan pihak lain dan informasi lengkap pada sistem
Identifikasi Malassezia furfur Pada Kerokan Kulit Anak-Anak Di Banjar Dinas Batang Karangasem Bali Adelia, I Gusti Ayu Devi; Bintari, Ni Wayan Desi; Idayani, Sri
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v15i2.581

Abstract

Tinea versicolor is a common superficial fungal infection found in tropical regions such as Indonesia. This condition is often caused by Malassezia furfur, especially in environments with high temperature and humidity and less than optimal hygiene. This study aimed to identify the presence of M. furfur in elementary school children in Banjar Dinas Batang, Karangasem, Bali, a region with a cool, humid climate and limited sanitation access. The study used a descriptive design with a purposive sampling approach, involving 23 children aged 6–18 years who showed skin lesion symptoms and had not undergone antifungal therapy. Skin scrapings were examined microscopically using a 10% KOH solution combined with Parker ink. Observations were made at 100× and 400× magnifications, identifying the distinctive morphology of M. furfur as a “spaghetti and meatballs” structure. Of the 23 samples examined, 13 (56.5%) tested positive for Malassezia furfur. The majority of cases occurred in boys (83%). Hygiene data showed that 61% bathed once a day, 78% changed clothes twice a day, but 87% washed clothes only once a week. Furthermore, most respondents (56%) used rainwater as their source of clean water. The relatively high prevalence of M. furfur infection reflects the strong influence of the humid environment, inadequate sanitation, and suboptimal hygiene behaviors. Microscopic examination using the KOH and Parker ink method proved effective as an initial screening tool in rural areas. Nevertheless, health education interventions and improved access to clean water are needed to reduce the incidence of skin fungal infections in children
PERBEDAAN SKOR BASIL TAHAN ASAM PADA PEMERIKSAAN SPUTUM TEKNIK ZIEHL-NEELSEN KONVENSIONAL DAN PENAMBAHAN BLEACH 0,5% Ayudin, Ayudin; Bintari, Ni Wayan Desi; Parwati, Putu Ayu
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6337

Abstract

Latar belakang: Kualitas spesimen sputum berperan krusial dalam pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam (BTA). Pada pasien tuberkulosis paru, dahak yang melewati tenggorokan sering mengandung debris mikroskopis yang dapat mengganggu kualitas pewarnaan. Penggunaan bleach sebagai dekontaminan dinilai mampu meminimalkan gangguan tersebut dengan membersihkan lapang pandang mikroskopis. Tujuan: membandingkan skor BTA pada pewarnaan Ziehl Neelsen konvensional dan dengan penambahan bleach 0,5%. Metode: eksperimental yang dilakukan di UPTD Puskesmas Gonenggati Donggala pada Januari -April 2025. Sampel pada penelitian ini adalah sputum dari pasien dengan suspek TB paru di UPTD Puskesmas Gonenggati Donggala sebanyak 67 sampel. Pemeriksaan BTA dilakukan dengan metode pengecatan Ziehl Nelseen. Hasil: hasil pemeriksaan BTA dengan metode Ziehl Nelseen konvensional didapatkan skor negatif (83,6%), scanty (0 %), positif 1 (10,4%), positif 2 (3,0%) dan positif 3 (3,0%). Sementara itu hasil pemeriksaan BTA dengan metode Ziehl Nelseen dengan penambahan bleach 0,5% didapatkan skor negatif (82,6%), scanty (1,5%), positif 1 (10,4%), positif 2 (3,0%) dan positif 3 (3,0%). Hasil uji beda dengan Wilcoxon Range Test didapatkan hasil nilai p > 0,665. Kesimpulkan: bahwa tidak ada perbedaan hasil skor basil tahan asam pada pewarnaan Ziehl Nelseen konvensional dengan Ziehl Nelseen dengan penambahan bleach 0,5%.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN MALARIA METODE RDT DENGAN PENGGUNAAN MIKROPIPET DAN PIPET TETES DALAM PENUANGAN SPESIMEN Sakti, Saputro Panca; Abadi, Moh. Fairuz; Bintari, Ni Wayan Desi
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6338

Abstract

Latar belakang: Malaria merupakan penyakit menular yang tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, sehingga dibutuhkan metode diagnosis yang cepat dan akurat. Rapid Diagnostic Test (RDT) banyak digunakan sebagai metode deteksi, namun keakuratannya dapat dipengaruhi oleh alat yang digunakan dalam penanganan spesimen darah, seperti mikropipet dan pipet tetes. Tujuan: membandingkan hasil pemeriksaan malaria metode RDT menggunakan kedua alat tersebut. Penelitian pra-eksperimental ini dilakukan di Puskesmas Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, dengan 30 spesimen darah pasien bergejala klinis malaria yang dipilih melalui purposive sampling. Metode: Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi perbedaan hasil antara penggunaan mikropipet dan pipet tetes. Hasil: analisis menunjukkan nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode. Meskipun demikian, penggunaan mikropipet cenderung menghasilkan tampilan garis merah muda pada strip RDT yang lebih jelas dan konsisten dibandingkan pipet tetes. Kesimpulan: pentingnya pemilihan alat yang tepat guna mendukung keakuratan interpretasi hasil pemeriksaan malaria.