Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN SKOR BASIL TAHAN ASAM PADA PEMERIKSAAN SPUTUM TEKNIK ZIEHL-NEELSEN KONVENSIONAL DAN PENAMBAHAN BLEACH 0,5% Ayudin, Ayudin; Bintari, Ni Wayan Desi; Parwati, Putu Ayu
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6337

Abstract

Latar belakang: Kualitas spesimen sputum berperan krusial dalam pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam (BTA). Pada pasien tuberkulosis paru, dahak yang melewati tenggorokan sering mengandung debris mikroskopis yang dapat mengganggu kualitas pewarnaan. Penggunaan bleach sebagai dekontaminan dinilai mampu meminimalkan gangguan tersebut dengan membersihkan lapang pandang mikroskopis. Tujuan: membandingkan skor BTA pada pewarnaan Ziehl Neelsen konvensional dan dengan penambahan bleach 0,5%. Metode: eksperimental yang dilakukan di UPTD Puskesmas Gonenggati Donggala pada Januari -April 2025. Sampel pada penelitian ini adalah sputum dari pasien dengan suspek TB paru di UPTD Puskesmas Gonenggati Donggala sebanyak 67 sampel. Pemeriksaan BTA dilakukan dengan metode pengecatan Ziehl Nelseen. Hasil: hasil pemeriksaan BTA dengan metode Ziehl Nelseen konvensional didapatkan skor negatif (83,6%), scanty (0 %), positif 1 (10,4%), positif 2 (3,0%) dan positif 3 (3,0%). Sementara itu hasil pemeriksaan BTA dengan metode Ziehl Nelseen dengan penambahan bleach 0,5% didapatkan skor negatif (82,6%), scanty (1,5%), positif 1 (10,4%), positif 2 (3,0%) dan positif 3 (3,0%). Hasil uji beda dengan Wilcoxon Range Test didapatkan hasil nilai p > 0,665. Kesimpulkan: bahwa tidak ada perbedaan hasil skor basil tahan asam pada pewarnaan Ziehl Nelseen konvensional dengan Ziehl Nelseen dengan penambahan bleach 0,5%.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN MALARIA METODE RDT DENGAN PENGGUNAAN MIKROPIPET DAN PIPET TETES DALAM PENUANGAN SPESIMEN Sakti, Saputro Panca; Abadi, Moh. Fairuz; Bintari, Ni Wayan Desi
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Analis Laboratorium Medik
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v10i2.6338

Abstract

Latar belakang: Malaria merupakan penyakit menular yang tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, sehingga dibutuhkan metode diagnosis yang cepat dan akurat. Rapid Diagnostic Test (RDT) banyak digunakan sebagai metode deteksi, namun keakuratannya dapat dipengaruhi oleh alat yang digunakan dalam penanganan spesimen darah, seperti mikropipet dan pipet tetes. Tujuan: membandingkan hasil pemeriksaan malaria metode RDT menggunakan kedua alat tersebut. Penelitian pra-eksperimental ini dilakukan di Puskesmas Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, dengan 30 spesimen darah pasien bergejala klinis malaria yang dipilih melalui purposive sampling. Metode: Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi perbedaan hasil antara penggunaan mikropipet dan pipet tetes. Hasil: analisis menunjukkan nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode. Meskipun demikian, penggunaan mikropipet cenderung menghasilkan tampilan garis merah muda pada strip RDT yang lebih jelas dan konsisten dibandingkan pipet tetes. Kesimpulan: pentingnya pemilihan alat yang tepat guna mendukung keakuratan interpretasi hasil pemeriksaan malaria.
Pendidikan Remaja Sadar Test Anti Napza (PRESTASI): Edukasi dan Pendampingan: Adolescent Education on Anti-Drug Awareness Test (PRESTASI): Education and Mentoring Prihatiningsih, Diah; Bintari, Ni Wayan Desi; Widana, Anak Agung Gde Oka; Purwanti, Ika Setya
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v5i1.116

Abstract

Drug and addictive substance abuse (NAPZA) among adolescents continues to rise and brings serious consequences—ranging from physical and mental health problems to impaired social relationships and academic performance. In response to this issue, the community service program Pendidikan Remaja Sadar Tes Anti NAPZA (PRESTASI) was implemented at SMA PGRI 4 Denpasar to strengthen students’ knowledge, attitudes, and awareness regarding the dangers of NAPZA and the importance of early detection. This program employed a one-group pre-test–post-test design. A total of 30 students participated, with 10 students selected as peer educators. The activities included interactive lectures, group discussions, peer educator role-play simulations, and demonstrations on the use of rapid urine test kits. Changes in knowledge were measured using a 10-item multiple-choice questionnaire administered before and after the program. The results showed a clear improvement in knowledge: in the post-test, all participants (100%) achieved a “good” knowledge category, up from 26.67% in the pre-test. In addition, students demonstrated high enthusiasm during the rapid urine test demonstration session and expressed readiness to actively serve as peer educators in school-based prevention efforts. Overall, the PRESTASI program proved effective in improving students’ knowledge while strengthening the role of peer educators as health promotion agents within the school environment. Going forward, the program is recommended to be integrated into School Health Unit (UKS) activities and reinforced through collaboration with the National Narcotics Board (BNN) and other relevant stakeholders to ensure sustainable education and early detection initiatives.
Deteksi dini infeksi saluran kemih dan kesadaran napza di SMA PGRI 4 Denpasar Diah Prihatiningsih; Ni Wayan Desi Bintari; Ika Setya Purwanti; Anak Agung Gde Oka Widana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25919

Abstract

Abstrak Infeksi saluran kemih (ISK) adalah masalah kesehatan yang sering muncul akibat kebiasaan buruk dalam menjaga kebersihan diri, khususnya di area urogenital. Remaja berisiko lebih tinggi terkena ISK karena sering mengabaikan kebersihan pribadi. Selain itu, penyalahgunaan Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) juga menjadi ancaman serius bagi remaja. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA PGRI 4 Denpasar bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang pencegahan ISK dan bahaya Napza. Program ini bekerja sama dengan SMA PGRI 4 Denpasar sebagai mitra utama dalam kegiatan edukasi, sosialisasi, dan demonstrasi pemeriksaan ISK dan Napza. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 33,33% siswa memiliki pengetahuan cukup dan 50% memiliki pengetahuan kurang tentang ISK, sementara 50% siswa memiliki pengetahuan cukup dan 16,67% memiliki pengetahuan kurang tentang Napza. Setelah kegiatan, post-test menunjukkan peningkatan signifikan: 91,67% siswa memiliki pengetahuan baik tentang ISK (peningkatan 116%) dan 100% memiliki pengetahuan baik tentang Napza (peningkatan 67%). Peningkatan ini menunjukkan efektivitas program PKM dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai ISK dan Napza. Peningkatan pengetahuan ini berbanding lurus dengan peningkatan kesadaran siswa, karena pemahaman yang lebih baik biasanya meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku positif. Kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menghindari penyalahgunaan Napza meningkat sejalan dengan pengetahuan mereka yang lebih baik setelah mengikuti program ini. Implikasi dari program ini menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan masalah kesehatan remaja, serta pentingnya dukungan dari keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan remaja.Kata kunci: pengetahuan; kesadaran; napza;  ISK; remaja Abstract Urinary tract infections (UTIs) are a common health issue often resulting from poor personal hygiene, especially in the urogenital area. Adolescents are at a higher risk of developing UTIs due to frequently neglecting personal hygiene. Additionally, substance abuse (narcotics, psychotropics, and other addictive substances) poses a serious threat to adolescents. The Community Service Program (PKM) at SMA PGRI 4 Denpasar aims to increase adolescents' knowledge and awareness of UTI prevention and the dangers of substance abuse. This program collaborates with SMA PGRI 4 Denpasar as the main partner in educational activities, socialization, and demonstrations of UTI and substance abuse screenings. Pre-test results showed that 33.33% of students had moderate knowledge and 50% had poor knowledge about UTIs, while 50% of students had moderate knowledge and 16.67% had poor knowledge about substance abuse. After the program, post-test results showed a significant improvement: 91.67% of students had good knowledge about UTIs (a 116% increase), and 100% had good knowledge about substance abuse (a 67% increase). This improvement indicates the effectiveness of the PKM program in enhancing students' understanding of UTIs and substance abuse. The increase in knowledge is directly proportional to an increase in students' awareness, as better understanding typically enhances awareness and encourages positive behavioral changes. Students' awareness of the importance of maintaining hygiene and avoiding substance abuse increased in line with their improved knowledge after participating in this program. The implications of this program emphasize the importance of continuous education and the involvement of various parties in preventing adolescent health issues, as well as the crucial role of family and community support in creating an environment that promotes adolescent health. Keywords: knowledge; awareness; substance abuse; UTIs; adolescents
Larvicidal Activity of Streptomyces sp. Liquid Cultures Against Aedes aegypti Larvae Ni Wayan Desi Bintari; Putu Ayu Parwati
Elkawnie Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v8i2.11436

Abstract

Abstract: The tropics have significant future challenges in controlling the vectors of dengue hemorrhagic fever. The occurrence of resistance to chemical control encourages the development of strategies based on biological control. This study aimed to test the larvicidal activity of Streptomyces sp. liquid culture toward A. aegypti larvae. The selection of Streptomyces as a bio-larvicide was carried out by a chitinase test. Chitinase-producing bacteria were cultivated in biomass culture. The study was conducted using a completely randomized design. The results of this study can be isolated 4 Streptomyces isolates from muddy soil. Among the isolates, Streptomyces sp.4 showed chitinolytic activity on in vitro tests; therefore, it was used for larvicidal activity. Based on the Duncan test result, Streptomyces sp.4 culture showed a significant effect on larval mortality compared to the negative control (p<0.05). The highest rate of larval mortality was found in the A6B1 treatment (34.35%). The results of the Probit test showed that the LD50 value of the Streptomyces sp.4 culture was 24.6±5.4 mL. Based on the in vivo test, showed that Streptomyces sp.4 liquid culture affected the mortality rate of A. aegypti larvae and was significantly different from the negative control (p<0.05). Streptomyces sp.4 is known to have potential benefits as a biological larvicidal agent.Abstrak: Daerah tropis memiliki tantangan besar kedepannya dalam pengendalian vektor demam berdarah dengue (DBD). Adanya kejadian resistensi pengendalian dengan zat kimiawi mendorong strategi pengembangan berbasis pengendalian biologis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian aktivitas kultur Streptomyces sp. sebagai larvasida A. aegypti. Seleksi Streptomyces sebagai biolarvasida dilakukan dengan uji aktivitas kitinase. Bakteri penghasil kitinase dilakukan kultivasi kultur biomassa untuk pengujian in vivo. Rancangan uji menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian dapat diisolasi 4 isolat Streptomyces yang diisolasi dari tanah berlumpur. Diantara keempat isolat, satu isolat yaitu Streptomyces sp.4 menunjukkan aktivitas kitinolitik sehingga digunakan untuk uji aktivitas larvasida secara in vivo. Hasil uji larvasida menunjukkan perlakuan kultur Streptomyces sp.4 berpengaruh nyata terhadap persentase kematian larva dibandingkan kontrol negatif (p<0.05) berdasarkan hasil uji Duncan. Persentase kematian tertinggi didapatkan pada perlakuan A6B1 yaitu sebesar 34.35%. Hasil uji Probit menunjukkan nilai LD50 dari kultur Streptomyces sp.4 adalah 24.6 ± 5.4 mL. Berdasarkan hasil uji in vivo diketahui bahwa perlakuan kultur cair Streptomyces sp.4 berpengaruh terhadap tingkat kematian larva A. aegypti dan berbeda nyata dengan kontrol negative (p<0.05). Streptomyces sp. 4 diketahui memiliki potensi sebagai salah satu agen larvasida biologis.
Analisa Tingkat Capaian Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium Sebelum Dan Sesudah Penggunaan Laboratory Information System (LIS) Ni Putu Yuli Purnama Sari; Anak Agung Ayu Eka Cahyani; Ni Wayan Desi Bintari; Putu Ayu Parwati
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10230

Abstract

Hasil kritis laboratorium adalah hasil yang menunjukkan adanya resiko yang dapat mengancam nyawa pasien dan segera dilaporkan. Pelaporan hasil kritis laboratorium berhasil tercapai dengan baik dengan memperhatikan waktu pelaporan ≤ 30 menit, capaian indikator mutu 100%, dan informasi pelaporan lengkap terdokumentasi. Rumah Sakit menerapkan sistem LIS yang terintegrasi dengan Hospital Information System (HIS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat capaian pelaporan hasil kritis laboratorium sebelum dan sesudah penggunaan LIS di RS Bangli Medika Canti. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh capaian kegiatan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium tahun 2023 dan 2024 di RS Bangli Medika Canti. Hasil analisa sebelum penggunaan LIS adalah waktu pelaporan 36 menit, capaian indikator mutu 94,3%, dan informasi tidak terdokumentasi lengkap. Hasil analisa sesudah penggunaan LIS adalah waktu pelaporan 10 menit, capaian indikator mutu 100%, dan informasi lengkap terdokumentasi.Berdasarkan hasil tersebut tingkat capaian pelaporan hasil kritis laboratorium tercapai dengan baik dengan penggunaan LIS. Peran LIS dapat membantu meningkatkan efisiensi komunikasi untuk pelaporan hasil kritis laboratorium karena sedikit melibatkan pihak lain dan informasi lengkap pada sistem
IDENTIFIKASI TELUR CACING STH PADA KUKU PETUGAS PENGANGKUT DAN PENGELOLA SAMPAH DI TPS 3R PADANGSAMBIAN Ayu Eka Febiani; Sri Idayani; Ni Wayan Desi Bintari
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.153

Abstract

Infeksi kecacingan adalah salah satu penyakit yang sering dijumpai dalam masyarakat dan diakibatkan oleh parasit nematoda usus atau parasit golongan Soil Transmitted Helminths (STH). Salah satu pekerjaan yang berisiko terinfeksi parasit yaitu petugas pengangkut dan pengelola sampah, sebab mereka akan bersentuhan langsung dengan sampah atau kotoran tanpa menggunakan alat pelindung diri. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui hasil identifikasi telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) pada kuku petugas pengangkut dan pengelola sampah di TPS 3R Padangsambian Kota Denpasar, Bali. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel kuku yang diambil dari petugas pengangkut dan pengelola sampah di TPS 3R Padangsambian Kota Denpasar Bali yang berjumlah 38 sampel. Pemeriksaan telur cacing ini dilakukan dengan metode sedimentasi menggunakan larutan NaCl 0,9%. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Parasitologi STIKES Wira Medika Bali. Data hasil penelitian di analisa dengan cara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dari sampel kuku, petugas pengangkut dan pengelola sampah di TPS 3R Padangsambian Kota Denpasar Bali diperoleh 2 sampel (5,2%) ditemukan telur cacing Soil Transmitted Helminths (STH) spesies Ascaris lumbricoides pada kedua sampel dan 36 sampel (94,8%) lainnya negatif atau tidak ditemukan telur cacing. Saran kepada para petugas pengangkut dan pengelola sampah untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri secara lengkap dan tepat saat bekerja dan selalu menjaga kebersihan diri serta kebersihan lingkungan.
PERBANDINGAN KADAR TIMBAL (Pb) DARAH YANG DISIMPAN PADA BERBAGAI TABUNG VACUTAINER Sudarma Nyoman; Ni Wayan Desi Bintari
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4249

Abstract

Lead heavy metal (Pb) testing using blood specimens needs to pay attention to the selection of vacutainer tubes. The coagulant content in the vacutainer tube may affect the blood lead metal (Pb) levels examined. The types of vacutainer tubes that are often used in blood lead metal examination are red caps, purple caps, and dark blue caps. The vacutainer tube of the red cap does not contain coagulants while the purple cap contains EDTA coagulant, and the blue cap contains metal-free coagulants. The selection of the right type of vacutainer tube is a pre-analytical stage that affects the results of the examination. This study aims to determine the ratio of blood lead (Pb) levels stored in vacutainer tubes through accuracy tests. This study is an experimental study, which compares blood lead levels stored in the vacutainer tube of red, purple, yellow, and dark blue caps. The comparison is analyzed based on the validation of percent recovery. Each blood sample in the vacutainer tube was wet destroyed, and lead level analysis was performed with an Atomic Absorption Spectrophotometer (SSA) with internal standard additions. Based on the results obtained, the percentage of recovery in red, purple, dark blue and yellow cap vacutainer tubes was 110%, 36.33%, 110%, and 21.6%, respectively. A good percentage of recovery is in the range of 80% - 110% so it can be concluded that the vacutainer tube of the red cap and dark blue cap has a lead content with a good percentage of recovery of 110%.
PENGARUH PENUNDAAN PEMERIKSAAN SPESIMEN URINE DENGAN PENYIMPANAN PADA COOLBOX TERHADAP VIABILITAS BAKTERI Ni Wayan Desi Bintari; Nyoman Sudarma
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2024): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i2.5160

Abstract

The natural course of the disease in patients with urinary tract infections (UTIs) is often unpredictable, so a proper diagnosis is needed through accurate laboratory tests. Urine specimen management is important for laboratory staff to pay attention to because delays in examination risk increasing false positive or negative results. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of delaying the examination of urine specimens stored in a cool box on the viability of bacteria from urine culture examination results. The type of research was experimental, conducted at the Bacteriology Laboratory of STIKES Wira Medika Bali in June-August 2024. The experimental group consisted of delays in urine specimen examination for 0 hours, 2 hours, 4 hours and 6 hours. The calculation of bacterial viability was carried out by examining urine cultures with a calibrated loop technique. The research data were analyzed using the Kruskal Wallis bivariate test. The results showed that there was no significant difference in the viability of bacteria from urine culture at delays of 0 hours, 2 hours, 4 hours and 6 hours (p> 0.05) stored in a cool box. Urine specimens for calculating bacterial viability were still stable in cool box storage up to a delay time of 6 hours. It is suggested that further research is needed to determine whether there is a difference in bacterial viability in specimens stored in a cool box with a delay time of > 6 hours.
PERBEDAAN SKOR BASIL TAHAN ASAM PADA PEMERIKSAAN SPUTUM TEKNIK ZIEHL-NEELSEN KONVENSIONAL DAN PENAMBAHAN BLEACH 0,5% Ayudin Ayudin; Ni Wayan Desi Bintari; Putu Ayu Parwati
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kualitas spesimen sputum berperan krusial dalam pemeriksaan mikroskopis basil tahan asam (BTA). Pada pasien tuberkulosis paru, dahak yang melewati tenggorokan sering mengandung debris mikroskopis yang dapat mengganggu kualitas pewarnaan. Penggunaan bleach sebagai dekontaminan dinilai mampu meminimalkan gangguan tersebut dengan membersihkan lapang pandang mikroskopis. Tujuan: membandingkan skor BTA pada pewarnaan Ziehl Neelsen konvensional dan dengan penambahan bleach 0,5%. Metode: eksperimental yang dilakukan di UPTD Puskesmas Gonenggati Donggala pada Januari -April 2025. Sampel pada penelitian ini adalah sputum dari pasien dengan suspek TB paru di UPTD Puskesmas Gonenggati Donggala sebanyak 67 sampel. Pemeriksaan BTA dilakukan dengan metode pengecatan Ziehl Nelseen. Hasil: hasil pemeriksaan BTA dengan metode Ziehl Nelseen konvensional didapatkan skor negatif (83,6%), scanty (0 %), positif 1 (10,4%), positif 2 (3,0%) dan positif 3 (3,0%). Sementara itu hasil pemeriksaan BTA dengan metode Ziehl Nelseen dengan penambahan bleach 0,5% didapatkan skor negatif (82,6%), scanty (1,5%), positif 1 (10,4%), positif 2 (3,0%) dan positif 3 (3,0%). Hasil uji beda dengan Wilcoxon Range Test didapatkan hasil nilai p > 0,665. Kesimpulkan: bahwa tidak ada perbedaan hasil skor basil tahan asam pada pewarnaan Ziehl Nelseen konvensional dengan Ziehl Nelseen dengan penambahan bleach 0,5%.
Co-Authors A.A Gde Oka Widana A.A Gde Oka Widana A.A Gde Oka Widana5 Oka Widana A.A. Gede Oka Widana AA Gde Oka Widana Abadi, Moh. Fairuz Adelia, I Gusti Ayu Devi Anak Agung Ayu Eka Cahyani Anak Agung Gde Raka Dalem Anak Agung Oka Widana Anggraeni Suarsana Aryasa, I Nyoman Ayu Eka Febiani Ayu Trisnawati Ayudin Ayudin Ayudin, Ayudin Brigita Elsza Liana Brigita Elsza Liana Diah Prihatiningsih Diah Prihatiningsih Didik Prasetya Ferry Sutrisna Putra I Gusti Putu Agus I Gusti Putu Agus Fery Sutrisna Putra I Nyoman Sudarma Ida Ayu Manik Damayanti Idayani , Sri Ika Setya Purwanti Kadek Buja Harditya M. FAIRUZ ABADI, M. FAIRUZ Meitini Proborini Wahyuni Moh. Fairuz Abadi Nadya Treesna Wulansari Ni Luh Putu Devhy Ni Luh Putu Devhy Ni Luh Putu Devhy, Ni Luh Putu Ni Luh Putu Devhy, Ni Luh Putu Devhy Ni Made Dwi Erikayani Ni Made Krisna Ayu Lestari Ni Made Septi Ariani Ni Made Sudiari Ni Made Suryantari Ni Putu Yuli Purnama Sari Ni Wayan Evi Damayanti Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Sukma Antari Noviawati, Dewa Ayu Sri Nyoman Sudarma Pande Made Arie Santika Putri Raweg Parwati, Putu Ayu Pradnyawati, Ni Luh Mona Prasetya, Didik Putri, Luh Putu Devani Maeyta Putu Ayu Parwati Putu Ayu Parwati Putu Ekawati Ida Ayu Putu Rina Wahyuni Ray Clara Cendy Regina Rejito, Ahmad Retno Kawuri Sakti, Saputro Panca Saputro Panca Sakti Sri Dewi Megayanti Sri Idayani Sri Idayani Sri Idayani Sri Idayani Sri Idayani Sri Idayani, Sri Sudarma Nyoman Sudarsana, I Dewa Agung Ketut Widana, A.A. G. Oka Widana, A.A.G. Oka Widana, Anak Agung Gde Oka Widyas Pranata, Gst. Kade Adi