Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISWA MEMBOLOS SEKOLAH di SMP NEGERI 16 BANDA ACEH MASYITHAH MASYITHAH; Nurhasanah Nurhasanah; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku membolos merupakan salah satu tindakan yang melanggar disiplin atau tata tertib sekolah dengan berbagi alasan dan tanpa izin dari pihak sekolah yang dipengaruhi faktor internal dan eksternal siswa. Penelitian ini berjudul “Analisis faktor- faktor penyebab perilaku siswa membolos sekolah di SMP Negeri 16 Banda Aceh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor penyebab perilaku siswa membolos sekolah di SMP Negeri 16 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif . Penelitian ini dilakukan  SMP Negeri 16 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan  wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab siswa membolos sekolah di SMP Negeri 16 Banda Aceh terdiri dari faktor intenal yang dimaksud adalah sakit perut, sakit kepala telat bangun tidur, tidak menyukai mata pelajaran. Selanjutnya faktor ekstenal  meliputi tidak menyukai cara guru mengajar, jarak sekolah dengan rumah yang telalu jauh, ikut teman untuk meninggalkan kelas pada saat mata pelajaran berlangsung, bosan mengikuti mata pelajar, susah mengerti ketika guru menjelasakan,tidak masuk sekolah karna acara keluarga, kecewa dengan nilai yang diberikan oleh guru. Kesimpulan dari penelitian ini  faktor –faktor penyebab siswa membolos terdapat dua yaitu faktor internal seperti kurang motivasi dan minat siswa dalam belajar  adapun faktor eksternal di pengaruhi oleh teman sebaya.Kata kunci: penyebab perilaku siswa membolos 
KONSEP DIRI DAN ORIENTASI MASA DEPAN PADA SISWA SYZYGY DI BANDA ACEH Khairi Wahyuna; Nurhasanah Nurhasanah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.673 KB)

Abstract

The issue of sexual orientation in adolescents often worries parents, edocators, government and others. How to form a positive self concept so as to have a picture of a good future in accordance with their respective gender. This research aim to know self concept and future orientation of syzygy student in banda aceh. This research use descriptive qualitative approach. The subjects of this study are students whu classified syzygy (aanimma animus) as many as 5 people high school category. While the object of this research is the concept of self and future orientation. Data colection is done by interview.the self concept of syzygy students is viewed from the perspective of physically and non physically, and future orientation is seen fromhow desire to shape life in the future. Positive and negative  self concept that  they have affect the design of their futuere. At first glance looks like LGBT even there is a sexual orientation that has diverged.  Therefore, in relation to counseling service, teachers are expected to provide extensive and in-depth guidance on self-conceptual materials and future orientations specific to syzygy student (anima animus), so that their existing sexual orientation does not fall into the things that are not desirable and that are not in accordance with the norms of life.
Analisis masalah belajar siswa jurusan IPS di SMA Negeri Banda Aceh Reka Mulya Castury; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.787 KB)

Abstract

Abstract: Basically the selection of majors held in high school is an effort to develop students' abilities. However, in its implementation it actually caused discriminatory actions against the Social Sciences department so that a negative view appeared on them. This study was conducted to find out: (1) Learning problems faced by Social Sciences students, and (2) factors that influence students' learning problems. This study uses descriptive methods and quantitative approaches. The population is all students of Social Sciences majoring in class XI of Banda Aceh 3, 4 and 12 High Schools with 231 students. The sample of this study was 49 students. The data collection technique used the AUM-PTSDL questionnaire and the influencing factor questionnaire instrument. Analysis of AUM - PTSDL questionnaire data using the BK software program and questionnaire instruments using descriptive percentages. The results of the research in the three schools show that the most dominant learning problem is in the field of learning skills. Also found factors that influence learning problems are physical / child health factors, parenting / ways parents educate children and inadequate school facilities.Keywords: Learning problems, students of Social Science Department Abstrak: Pada dasarnya penjurusan yang dilaksanakan di SMA ialah sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan siswa. Namun, dalam pelaksanaannya justru menimbulkan tindakan diskriminatif terhadap jurusan IPS sehingga muncul pandangan negatif pada mereka. Studi ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Masalah-masalah belajar yang dihadapi siswa jurusan IPS, dan (2) faktor yang mempengaruhi masalah belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah semua siswa jurusan IPS kelas XI SMA 3, 4 dan 12 Banda Aceh sebanyak 231 siswa. Sampel penelitian ini sebanyak 49 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket AUM – PTSDL dan instrumen angket faktor yang mempengaruhi. Analisis data angket AUM – PTSDL mengggunakan program software BK dan instrumen angket menggunakan deskriptif presentase P+f:Nx100%. Hasil penelitian di ketiga sekolah tersebut memiliki masalah belajar paling dominan ialah di bidang keterampilan belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah belajarnya ialah faktor jasmaniah/kesehatan anak, pola asuh/cara mendidik orangtua dan fasilitas sekolah yang kurang memadai.Kata kunci: Masalah Belajar, Siswa Jurusan IPS
PROGRAM SEKOLAH DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI SMAN 13 DAN SMAN 7 BANDA ACEH Erna Juita; Bahrun Bahrun; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 1, No 2 (2016): Wisuda Periode November 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.193 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Program Sekolah dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program yang dilaksanakan di SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar dan untuk mendeskripsikan pandangan siswa SMAN 13 dan SMAN 7 Banda Aceh mengenai narkotika. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, kepala sekolah dan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan suatu gejala atau peristiwa yang sedang terjadinya perilaku penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar  khususnya di sekolah menengah atas. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dengan cara mereduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan data dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah kepala sekolah membuat tata tertib sekolah dengan sanksi yang tegas dan memaksimalkan tugas guru. Guru bimbingan konseling  melakukan razia secara intensif, bekerjasama dengan instansi terkait guna penyuluhan dan sosialisasi, menggunakan ekstrakurikuler sebagai sarana pencegahan, memasukkan materi tentang narkotika kedalam kurikulum pengajaran. Siswa di sekolah banyak yang mengetahui tentang dampak dan akibat yang timbul jika memakai narkotika sehingga siswa menolak untuk menggunakannya. Kata Kunci: Upaya Pencegahan, Penyalahgunaan Narkotika, Pelajar.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN GESTALT DENGAN TEKNIK PARADOXICAL INTERVENTION UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA Euis Mayangsari; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percaya Diri merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan diri sendiri, dapat mengembangkan kesadaran diri, berpikir positif, memiliki kemandirian, dan mempunyai kemampuan untuk memiliki serta mencapai sesuatu yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh teknik paradoxical intervention dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif Pre-Eksperiment dengan bentuk One Group Pretest-Postest. Objek dalam penelitian ini yaitu siswa yang memiliki percaya diri yang rendah. Adapun subjek dalam penelitian terdiri dari 10 orang siswa, dimana penentuan subjek berdasarkan hasil observasi peneliti di lapangan dan juga direkomendasi oleh guru bimbingan dan konseling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala kepercayaan diri dengan reliabilitas sebesar 0,881 artinya memiliki reliabilitas yang tinggi. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan pada siswa rata-rata peningkatan mencapai 80%. Dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan antara data sebelum dan sesudah treatment.
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR OLEH GURU BK DI SMA NEGERI KOTA BANDA ACEH Sutriska Hendra Yoga; . Nurhasanah; Nazir Basyir
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The importance of tutoring services because in reality there are many students who have difficulty learning. Therefore, BK teachers play an important role in providing guidance services. This study aims to determine the implementation of tutoring services and constraints faced by BK BK Banda Aceh City teachers. This study uses a qualitative approach. The subjects of this study were 4 BK teachers. The object of research is the implementation of tutoring services. Data collection is done using interviews. The results of the study showed that the implementation of tutoring services by high school BK Banda Aceh teachers was relatively good. The implementation includes the development of good learning attitudes and habits, fostering the discipline of independent and group learning, developing mastery of material in high school learning programs, developing understanding and utilization of physical, social and cultural conditions and orientation to learning in higher education. In general there are obstacles in the implementation of tutoring services by BK teachers, namely the lack of care or response of students and the difficulties or lack of material material. Keywords: Implementation, Tutoring Services, Counselors ABSTRAK Pentingnya layanan bimbingan belajar karena dalam realitanya banyak ditemui peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, guru BK berperan penting dalam memberikan layanan bimbingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan belajar dan kendala yang dihadapi oleh guru BK SMA Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 4 orang guru BK. Objek penelitian adalah pelaksanaan layanan bimbingan belajar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan bimbingan belajar oleh guru BK SMA Kota Banda Aceh relatif berjalan baik. Pelaksanaannya meliputi pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, menumbuhkan disiplin belajar mandiri dan berkelompok, mengembangkan penguasaan materi program belajar di SMA, mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya serta orientasi belajar di perguruan tinggi. Secara umum terdapat kendala dalam pelaksanaan layanan bimbingan belajar oleh guru BK, yakni kurangnya kepedulian atau respon siswa dan kesulitan atau kekurangan bahan materinya.  Kata Kunci: Pelaksanaan, Layanan Bimbingan Belajar, Guru BK
Efektivitas Penerapan Konseling Gestalt Melalui Teknik Reframing Untuk Menurunkan Perilaku Internet Addiction Pada Siswa Di SMP (Suatu Penelitian di SMPN 1 Banda Aceh) Fattayatinur Fattayatinur; Nurhasanah Nurhasanah; Abu Bakar
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.257 KB)

Abstract

Continuous use of the internet can get negative effects for every individual who uses it. In this case the reframing technique is one of the alternatives to break the behavior of addiction to the internet. This study aims to determine the effectiveness of the application of reframing techniques using the gestalt approach in reducing the behavior of Internet addiction. this study includes the type of pre-experimental research using a quantitative approach.The population of this study were 70 students in the class vii SMPN 1 Banda Aceh while the sample used included 30 students selected from the population. The sampling technique is purposive sampling. Data collection techniques used is a Likert scale questionnaire while data anaisis technique using paired T test (paired sample T-test). The results showed that the average value of pretest was 112.77 higher than the mean posttest score of 68.90. In addition, the value of t arithmetic results obtained that thitung ≥ ttabel is 17.269 ≥ 2.045 with a significant level of 5% or 0.05 which means the alternative hypothesis (Ha) and nil hypothesis (H0) rejected. In other words, the application of gestalt counseling through effective reframing techniques to be used in reducing Internet Addiction behavior. Keywords: Gestalt Counseling Approach, Reframing Technique, Internet addiction
Pemanfaatan komputer berbicara sebagai media pembelajaran di sekolah dasar luar biasa negeri Banda Aceh Syifa Urrachmah; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Talking Computer is a set of ordinary computer that is equipped with a screen reader program (screen reader). This program translates information and all activities on the monitor screen into audio data which are then sent to the Sound Cart on the CPU (Central Processing Unit). Through computer talking media, blind students can obtain information and access the wider subject materials and overcome students' saturation using braille in learning. This research is a follow up of student creativity program which was done in 2017. This study aims to describe the use of talking computer as a medium of learning and obstacles faced by teachers and students in the state SDLB Banda Aceh. This research uses descriptive approach with qualitative research type, involving 4 (four) participants. Data were collected through interview, documentation and observation. Based on the results of the research, Talking Computer has been utilized as a medium of learning by the teachers and students in SDLB Banda Aceh, although only on Indonesian language lessons for certain materials and extracurricular activities. However, in the use of Talking Computer, students experienced some barriers in understanding the programming language *screen reader* that still uses English. Teacher also experienced some obstacles, such as the unavailability of a special room to use Talking Computer, as such the teachers with impaired vision (blind) were unable to direct students with visual impairment to enter the library into a temporary space. Therefore, there is a need for special space and advanced training to train students. Keywords: Blind students, Learning Media, Screen Reader, Talking Computer Abstrak: Komputer berbicara merupakan seperangkat komputer biasa yang telah dilengkapi dengan program pembaca layar (screen reader). Program ini menterjemahkan informasi dan seluruh aktivitas pada  layar  monitor menjadi  data  audio yang selanjutnya dikirim ke Sound Cart pada CPU  (Central  Processing  Unit). Melalui media komputer berbicara, siswa tunanetra dapat memperoleh informasi dan mengakses materi pelajaran yang lebih luas serta mengatasi kejenuhan siswa menggunakan huruf Braille dalam belajar. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan program kreatifitas mahasiswa (PKM) yang telah dilakukan pada tahun 2017 lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan komputer berbicara sebagai media pembelajaran serta hambatan-hambatan yang dihadapi guru dan siswa di SDLB Negeri Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif, subyek penelitian berjumlah 4 (empat) orang, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, komputer berbicara telah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran oleh guru dan siswa di SDLB Negeri Banda Aceh, meskipun hanya pada pelajaran bahasa Indonesia untuk materi tertentu saja dan kegiatan ekstrakurikuler. Dalam pemanfaatan komputer berbicara, siswa mengalami hambatan dalam memahami Bahasa pemrograman screen reader yang masih menggunakan Bahasa Inggris. Sedangkan hambatan yang dialami guru adalah tidak tersedianya ruangan khusus untuk menggunakan komputer berbicara sehingga guru yang juga mengalami hambatan penglihatan (tunanetra) kesulitan mengarahkan siswa tunanetra untuk memasuki perpustakaan yang menjadi ruang sementara. Oleh karena itu, perlu adanya ruang khusus dan pelatihan lanjutan untuk melatih keterampilan siswa dalam mengoperasikan komputer berbicara.Kata Kunci: Tunanetra, Media Pembelajaran, Screen Reader, Komputer Berbicara
Gambaran pengunjung Warnet Andezka di Desa Kajhu Aceh Besar pada tahun 2018 Ahmad Danil; Nurhasanah Nurhasanah; Khairiah Khairiah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.023 KB)

Abstract

Abstract: This research with title “The 2018th Visitor Description Of Andezka Internet Cafe In The Village Of Kajhu, Aceh Besar”. The purpose of this study was to explain the description of visitors to Andezka cafe in Kajhu village. This research method is descriptive with a quantitative approach. The location of this study took place at andeska cafe kajhu village kec. Baitussalam kab. Aceh is large with a population of all visitors to andezka cafe. Data collection is done by using documentation studies. Data analysis using quantitative descriptive analysis. The results showed that the description of visitors to Andeska cafe consisted of four categories. The first category in the form of visitor overview based on education level is known that internet cafe users are domiciled at the high school level of education with a total of 10 respondents or 38.5%, while internet users are at least at the level of college education (PT) with a total of 3 people or at 11.5%. The description of internet cafe users based on age / age level category is known that internet cafe users are dominated by respondents with an age range between 12 to 16 years with a total of 9 people or 34.6%, whereas internet cafe users are seen based on age / age who are at least in the age range between 36 to 45 years, amounting to 0 people or 0%. The description of internet cafe users based on the number of billing (in a matter of hours) is known that the number of billing that is most widely used by respondents is 4 hours as many as 10 people or by 38.5%, while internet cafe users with the least number of billing is in 7 hours billing with 1 person or 3.8%. The description of internet cafe users based on gender is known to the most users in men with a total of 26 people or 100%. Thus it can be concluded that the description of visitors to Andezka cafe in Kajhu village is found at the level of adolescents with the number of billing that is often used as much as 4 hours a day and internet cafe users are all male.Keywords: Study of documentation, description of Visitor of Internet Cafe Abstrak: Penelitian ini berjudul “Gambaran Pengunjung Warnet Andezka di Desa Kajhu Aceh Besar pada Tahun 2018”. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan gambaran para pengunjung warnet Andezka di desa Kajhu. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini bertempat di warnet andezka desa kajhu kec. Baitussalam kab. Aceh besar dengan jumlah populasi semua pengunjung warnet andezka. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pengunjung warnet andezka terdiri atas empat kategori. Kategori pertama berupa gambaran pengunjung berdasarkan tingkat pendidikan diketahui bahwa pengguna warnet berdominan pada tingkat pendidikan SMA dengan jumlah responden 10 orang atau sebesar 38,5%, sedangkan pengguna warnet paling sedikit berada pada tingkat pendidikan perguruan tinggi (PT) dengan jumlah 3 orang atau sebesar 11,5%. Gambaran pengguna warnet berdasarkan kategori tingkat usia/umur diketahui bahwa pengguna warnet didominasi oleh responden dengan rentang usia antara 12 sampai 16 tahun dengan jumlah 9 orang atau sebesar 34,6%, sedangkan pengguna warnet di lihat berdasarkan usia/umur yang paling sedikit berada pada rentang usia antara 36 sampai 45 tahun berjumlah 0 orang atau sebesar 0%. Gambaran pengguna warnet berdasarkan jumlah billing (dalam hitungan jam) diketahui bahwa jumlah billing paling banyak digunakan oleh responden adalah 4 jam sebanyak 10 orang atau sebesar 38,5%, sedangkan pengguna warnet dengan jumlah billing paling sedikit terdapat pada billing 7 jam dengan jumlah 1 orang atau sebesar 3,8%. Gambaran pengguna warnet berdasarkan jenis kelamin diketahui pengguna paling banyak terdapat pada laki-laki dengan jumlah 26 orang atau sebesar 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gambaran pengunjung warnet Andezka di desa kajhu terdapat pada tingkat remaja dengan jumlah billing yang sering digunakan sebanyak 4 jam dalam sehari dan para pengguna warnet semuanya berjenis kelamin laki-laki.  Kata kunci: Studi dokumentasi, gambaran pengunjung Warnet
Hubungan konformitas kelompok sebaya dan motivasi berprestasi remaja (Suatu penelitian pada siswa di SMA Negeri 8 Banda Aceh) Juliansyah Juliansyah; Dahliana Abd; Nurhasanah Nurhasanah
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.793 KB)

Abstract

Abstract: This research with title “The Correlation Between The Conformity In Teenage Peer Group Towards Teenager Performance Motivation” (A research that was conducted in SMA Negeri 8 Banda Aceh) would explain how the comformity in teenegaepeer group affects the teenager performance motivation at SMA Negeri 8 Banda Aceh, the study will describe the whole image of conformity within the teenage peer group and teenager performance motivation and the correlation between both. This research use quantitative method with correlational technique. The populations of subject are teenge students at class XI in SMA Negeri 8 Banda Aceh which are 97 students. The research samples are pulled randomly using simple random sampling technique. The total number of samples are 78 students with their ages amongs 15-16 years. The data collection were collected by using the quetionaire method and likert scale. The result of the research shows that the conformity within teenage peer group and teenager performance motivation based on the categorization of the students do not prove a positive result. The analysis ends up with the information that most of the teenager are in the conformity of teenage peer group at the medium stage wich are 60 students (76,9%) and less af half of the number posses the performance motivation at the medium stage which are 37 students (47,7%). This shows a correlation value of -0,145 which lesser than the value of rtabel = 0.220 (rxy rtabel (0.05) (78)). For this the alternate hipotesis was rejected, this means no significant correlation between peer group conformity and achievement motivation in teenage of SMA Negeri 8 Banda Aceh.Keyword : Peer Group Conformity, Achievement Motivation. Abstrak: Penelitian yang berjudul “Hubungan Konformitas Kelompok Sebaya terhadap Motivasi Berprestasi Remaja (Suatu penelitian pada siswa di SMA Negeri 8 Banda Aceh)” ini mengangkat masalah bagaimana kaitan atau hubungan antara konformitas kelompok sebaya dengan motivasi berprestasi remaja di SMAN 8 Banda Aceh, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konformitas kelompok sebaya dan motivasi berprestasi remaja serta hubungan konformitas kelompok sebaya dengan motivasi berprestasi remaja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 8 Banda Aceh yang berjumlah 97 orang siswa. Penarikan sampel dilakukan secara acak (probability sampling) dengan menggunakan teknik simple random sampling. Total sampel sebanyak 78 orang siswa pada usia 15-16 tahun. Pengumpulan data menggunakan metode quesioner (angket) dengan model skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran konformitas kelompok sebaya dan motivasi berprestasi remaja berdasarkan kategorisasi diperoleh hasil analisis bahwa sebagian besar remaja memiliki tingkat konformitas kelompok sebaya pada taraf sedang yaitu sebanyak 60 siswa (76,9%) dan sementara motivasi berprestasi juga berada pada taraf sedang yaitu sebanyak 37 siswa (47,4%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rhitung = -0.145 lebih kecil dari nilai rtabel = 0.220 (rxy rtabel (0.05) (78)). Dengan demikian hipotesis alternatif ditolak, artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara konformitas kelompok sebaya dan motivasi berprestasi remaja di SMA Negeri 8 Banda Aceh.Kata kunci: Konformitas kelompok sebaya, Motivasi Berprestasi.