Claim Missing Document
Check
Articles

FUNGSI KOGNITIF PADA LANJUT USIA DENGAN ARTHRITIS DI KOTA BANDA ACEH Abrar Fazillah; Nurhasanah Nurhasanah; Dara Febriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Depresi, stress, kecemasan serta penggunaan obat-obatan pada lansia dengan arthritis rheumatoid dianggap menjadi faktor yang bisa mempengaruhi penurunan fungsi kognitif pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi kognitif dan kecemasan pada lanjut usia dengan arthritis di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia di Kecamatan Baiturrahman yang berjumlah 278 orang menggunakan Teknik Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan Saint Louis University Mental Status Examination yang dilakukan dengan Teknik wawancara terpimpin . Hasil menunjukkan bahwa fungsi kognitif pada responden arthritis berada pada kategori normal dengan jumlah 213 orang (76,6%). Penelitian ini diharapkan mampu menjadi masukan bagi masyarakat luas. Kemudian untuk masyarakat lebih memahami dan memiliki wawasan untuk selalu menjaga pola makan, olahraga teratur, menjaga kalsium tetap terpenuhi selalu mengontrol kadar asam urat dalam tubuh dan juga memeriksa sesuatu yang tidak wajar apabila menyebabkan nyeri sendi ke pelayanan kesehatan terdekat. Sehingga dapat mencegah komplikasi yang nanti nya bisa saja terjadi. Untuk tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan terhadap lansia dalam upaya penanganan dan pencegahan penurunan fungsi kognitif.
Penerapan layanan konseling kelompok dalam mengembangkan kemampuan social siswa di SMA Negeri Se-Kota Banda Aceh Irma Yani; Nurhasanah Nurhasanah; Dahliana Abd.
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14097

Abstract

Abstract: Group counseling service is one of the programs in the school education system that can help problems or difficulties experienced by students. Group counseling services are carried out as a way to facilitate the realization of changes in individual behavior in a good direction, and try to help individuals know and positively accept every strength and weakness in themselves. Therefore this service is expected to be able to support the development process of students' social abilities in interacting with their environment. This study aims to determine the application of group counseling services in developing students' social abilities. The population in this study were all the counseling teachers of State Senior High Schools throughout Banda Aceh, totaling 36 counseling teachers. The determination of the sample in this study is a saturated sampling method. This study uses descriptive quantitative methods. Data processing is done using percentage descriptive formula. The method of retrieving data uses the Guttman scale (yes no). The results of this study can be concluded that the application of group counseling services in developing social skills of students in high school throughout the city of Banda Aceh is applied. It can be seen that (77.2%) the application of group counseling services has been carried out and (83.33%) BK teachers have succeeded in helping students develop social skills.Keywords: Group Counseling Services, Social Ability Abstrak: Layanan konseling kelompok merupakan salah satu program dalam sistem pendidikan disekolah yang dapat membantu masalah kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa. Layanan konseling kelompok dilaksanakan sebagai suatu cara untuk memudahkan terwujudnya perubahan-perubahan tingkah laku individu atau siswa menuju ke arah yang baik, serta mengenal dan menerima secara positif setiap kekuatan dan kelemahan pada dirinya sendiri, oleh karena itu layanan ini diharapkan mampu menunjang proses perkembangan kemampuan sosial siswa dalam berinteraksi dengan lingkunagnnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan layanan konseling kelompok dalam mengembangkan kemampuan sosial siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru bimbingan konseling SMA Negeri se-kota Banda Aceh yang berjumlah 36 orang guru bimbingan konseling. Penentuan sampel  dalam penelitian ini adalah metode sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus deskriptif persentase. Adapun variable dari penelitian ini terdiri dari dua variable yaitu penerapan layanan konseling kelompok dan kemampuan sosial. Metode pengambilan data menggunakan skala Guttman (ya tidak). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan layanan konseling kelompok dalam mengembangkan kemampuan sosial siswa pada sekolah SMA Negeri se-kota Banda Aceh ada diterapkan. Hal ini dapat dilihat bahwa (77,2%) penerapan layanan konseling kelompok telah dilaksanakan dan (83,33%) guru BK yang sudah berhasil membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan sosial.Kata Kunci: Layanan Konseling Kelompok, Kemampuan Sosial
Kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus dalam mengikuti pendidikan inklusi Muzakkir Muzakkir; Nurhasanah Nurhasanah; Fajriani Fajriani; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v5i2.20660

Abstract

Percaya diri merupakan kemampuan individu untuk dapat memahami dan meyakini seluruh potensinya agar dapat dipergunakan dalam menghadapi penyesuaian diri dengan lingkungan hidupnya. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri siswa berkebutuhan khusus dalam mengikuti pendidikan inklusi di SMP Negeri 18 Kota Banda Aceh. Jenis pendekatan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Adapun subjek pada penelitian ini adalah 12 siswa berkebutuhan khusus. Metode pengumpulan data mengunakan skala kepercayaan diri dalam bentuk skala Likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan secara umum siswa ABK memiliki kepercayaan diri yang cukup baik dalam menjalani pendidikannya di sekolah inklusi. Hanya ada beberapa pernyataan berkaitan dengan interaksi dengan teman dan guru serta keyakinan untuk menyelesaikan masalah sendiri dan menjawab soal yang dilaporkan oleh lebih banyak siswa dengan indikasi kepercayaan diri rendah.
Hubungan Bimbingan Orangtua Dengan Kemandirian Belajar Siswa Di SMP N 1 Darussalam Aceh Besar Eva Surianingsih; M Husen; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i1.25352

Abstract

Learning independence is important for students and one of them can be influenced by the guidance provided by parents in the learning process. The purpose of this study was to describe the conditions of parental guidance and learning independence as well as the relationship between the two variables in students of SMPN 1 Darussalam Aceh Besar. The type of research is descriptive and correlational with the method of total sampling and data collection using a scale with the choice of answers of the Likert scale type. The results of the study showed that parental guidance and learning independence in students of SMPN 1 Darussalam were predominantly in a combination of high and very high categories.  Meanwhile, the correlation analysis between the two variables produced a correlation index of 0.642. This indicates that the two variables are positively and strongly related. This means that there is a relationship between parental guidance and learning independence in students of SMPN 1 Darussalam. The implications of the study will be discussed. Keywords: Parental Guidance, Independent Learning, Descriptive Correlational Design ABSTRAKKemandirian belajar merupakan yang penting bagi siswa dan salah satunya dapat dipengaruhi oleh bimbingan yang diberikan oleh orangtua dalam proses belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi bimbingan orang tua dan kemandirian belajar serta hubungan kedua variabel pada siswa SMPN 1 Darussalam Aceh Besar. Jenis penelitian adalah deskriptif dan korelasional dengan metode total sampling dan pengumpulan data menggunakan skala dengan pilihan jawaban jenis skala Likert. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan orangtua dan kemandirian belajar pada siswa SMPN 1 Darussalam dominan berada pada gabungan kategori tinggi dan sangat tinggi. Sementara analisis korelasi antara kedua variabel menghasilkan indeks korelasi sebesar 0,642. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua variabel berhubungan secara positif dan kuat. Artinya ada hubungan antara bimbingan orangtua dengan kemandirian belajar pada siswa SMPN 1 Darussalam. Implikasi dari penelitian akan didiskusikan.Kata Kunci; Bimbingan Orangtua, Kemandirian Belajar, Korelasi deskriptif
HUBUNGAN MOTIF AFILIASI DENGAN PERILAKU ASERTIF SISWA Zulhamdi Zulhamdi; Nurhasanah Nurhasanah; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i1.14167

Abstract

Abstract: Generally students behave non-assertively because of fear of their peers. They are unable to express their most ordinary feelings, needs and opinions so that they always feel guilty for all the actions and decisions they make. The purpose of this study was to describe the affiliation motives, the description of assertive behavior, the relationship of affiliation motives with assertive behavior. This type of research is descriptive correlational research with a quantitative approach. The research location at SMAN 6 Banda Aceh with a total sample of 92 students. Data collection techniques are questionnaires with a psychological scale. Data processing and analysis techniques are percentage and correlational analysis. The results showed an illustration of affiliate motives in the medium category, assertive behavior was also in the medium category and there was a positive and significant relationship between the motives of affiliation with assertive behavior with the calculated r value of 0.749 and in the strong category.. Keywords: Affiliate Motive, Assertive BehaviorAbstrak: Umumnya siswa berperilaku non asertif karena dihinggapi rasa takut pada teman sebayanya. Mereka tidak mampu menyatakan perasaan, kebutuhan dan pendapatnya yang paling biasa sehingga mereka selalu merasa bersalah atas segala tindakan dan keputusan yang diambilnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran motif afiliasi, gambaran perilaku asertif, hubungan motif afiliasi dengan perilaku asertif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di SMAN 6 Banda Aceh dengan jumlah sampel 92 siswa. Teknik pengumpulan data adalah angket dengan bentuk skala psikologis. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis persentase dan korelasional. Hasil penelitian menunjukkan gambaran motif afiliasi berada pada kategori sedang, perilaku asertif juga berada pada kategori sedang dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motif afiliasi dengan perilaku asertif dengan nilai r hitung sebesar 0,749 dan berada pada kategori kuat.Kata kunci: Motif Afiliasi, Perilaku Asertif
Emotional Awareness In Syiah Kuala University Students Khairiah Asfaruddin; Nurhasanah Nurhasanah; Wildania Wildania
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v6i2.15568

Abstract

Kesadaran emosi pada masa dewasa awal, terutama di kalangan mahasiswa, merupakan komponen penting dalam perkembangan psikososial yang dapat mempengaruhi keberhasilan akademik dan penyesuaian diri di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran emosi pada mahasiswa di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di Universitas Syiah Kuala yang berjumlah 28.004 mahasiswa. Jumlah sampel sebanyak 398 mahasiswa, ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah sampel yang dihitung melalui rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan dengan menggunakan Emotional Awareness Questionnaire (EAQ30), yang terdiri dari 30 item pernyataan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Berdasarkan hasil analisis deskriptif ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa (62%) memiliki tingkat kesadaran emosi dalam kategori sedang, sedangkan 31% mahasiswa masuk dalam kategori tinggi, 4% masuk dalam kategori rendah, dan 2% masuk dalam kategori sangat tinggi. Analisis berdasarkan aspek menunjukkan bahwa “Analisis Emosi” memiliki nilai tertinggi (48%), yang mengindikasikan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan memahami penyebab emosi mereka. Hal ini diikuti oleh “Memperhatikan Emosi Orang Lain” (39%), yang mencerminkan kemampuan untuk berempati dan memahami emosi orang lain, dan “Membedakan Emosi” (32%), yang menunjukkan kemampuan yang baik untuk membedakan emosi. Kesimpulannya, secara rata-rata, mahasiswa Universitas Syiah Kuala menunjukkan kesadaran emosi yang baik, yang mengindikasikan adanya potensi positif dalam menghadapi tantangan emosi.
Peran stakeholder sekolah dalam menangani perilaku membolos di sekolah menengah pertama Badratun Hikmah; Nurhasanah Nurhasanah; Evi Rahmiyati
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 9 No. 4 (2024): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033875000

Abstract

Perilaku membolos sudah menjadi suatu masalah yang lumrah terjadi baik di sekolah perkotaan maupun perdesaan. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut permasalahan perilaku membolos ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal dari siswa itu sendiri, perilaku membolos ini perlu perhatian dan penanganan dari berbagai pihak karena jika terus dibiarkan tentu mengakibatkan penurunan dari kualitas pendidikan. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian skripsi ini adalah stakeholder yang ada di sekolah yaitu, Kepala Sekolah, Guru Mapel, Guru BK dan Satpam sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam skripsi ini dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan dari pembahasan penelitian skripsi ini terhadap masalah yang berkenaan dengan judul penelitian yang mana telah diungkapkan pada hasil pembahasan sebelumnya bahwa peran stakeholder yang ada di sekolah dalam menangani perilaku membolos ini sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi prilaku siswa yang selalu bolos pada saat jam pembelajaran maupun di jam istirahat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana peran stakeholder sekolah dalam menangani perilaku membolos di SMP Negeri 1 Montasik dan apa saja yang menjadi kendala dalam penanganan perilaku membolos.
Kontrol orang tua terhadap penggunaan gadget pada anak usia dini usia 4-6 tahun Annisa Nazariani; Nurhasanah Nurhasanah; Dara Rosita
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 9 No. 4 (2024): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30033898000

Abstract

Kontrol orang tua terhadap penggunaan gadget penting dilakukan pada Anak Usia Dini usia 4-6 tahun. Tujuan penelitian untuk  mengetahui gambaran kontrol orang tua terhadap pengawasan penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini usia 4-6 tahun oleh orang tua. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak dengan usia Anak Usia Dini 4-6 tahun pada komunitas grup WA parenting/google form sebanyak 100 orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan Uji validitas dan Uji Realibilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian 4 tindakan kontrol orang tua terhadap penggunaan gadget dengan m : (1) Pemberian Bimbingan: Orang tua memberikan pemahaman cara menggunakan gadget dengan benar dan memberikan contoh penggunaan gadget yang baik pada anak, (2) Pembatasan: Orang tua memberikan arahan pada anak dalam membatasi penggunaan Gadget agar tidak terlalu kebiasaan bermain gadget, sebaiknya batasan waktu yang diberikan anak usia dini untuk bereksplorasi dengan pendampingan orang tua maksimal 2 jam, (3) Pengaturan: Orang   tua mengontrol penggunaan gadget anak, agar anak terhindar dari kelalaian menggunakan gadget, (4) Perhatian: Orang tua memiliki fokus saat menggunakan gadget baik secara langsung maupun secara tidak langsung dengan mengarahkan anak pada  kontens-kontens  positif yang menyenangkan yang mampu mensimulasi proses pertumbuhan dan  perkembangan  anak  sesuai  dengan  tingkatan usianya. Dalam penelitian ini dapat dilihat sangat dipentingkan oleh orang tua agar senantiasa pengontrolan saat anak menggunakan gadget dan pengontrolan yang diberikan sangat variatif tergantung aktivitas anak menggunakan gadget.