Claim Missing Document
Check
Articles

Interaksi Genotipe x Lingkungan pada Karakter dan Komponen Hasil Galur-galur Sorgum IPB Wibawa, Rentang Fajar Cakra; Trikoesoemaningtyas; Wirnas, Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 49 No. 1 (2021): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.057 KB) | DOI: 10.24831/jai.v49i1.33668

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) merupakan tanaman multiguna yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia sebagai sumber pangan, pakan dan bioenergi. Nilai Brix pada nira batang dan karakter malai pada sorgum merupakan karakter hasil yang perlu diperhatikan dalam perakitan varietas sorgum multiguna. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi keragaman nilai Brix pada nira batang dan karakter malai serta komponen hasil dari galur-galur sorgum multiguna IPB dan responnya terhadap perbedaan kondisi lingkungan. Materi genetik yang digunakan adalah 16 galur sorgum generasi F7 hasil seleksi pedigree dan bulk secara terpisah dari tiga populasi hasil persilangan dan 4 varietas sorgum nasional, ditanam menggunakan rancangan acak kelompok di dua kondisi lingkungan yaitu musim kemarau tahun 2019 dan musim hujan tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan karakter hasil yaitu bobot biji per malai dan nilai Brix pada nira batang selain dipengaruhi oleh genotipe dan lingkungan, juga dipengaruhi oleh interaksi genotipe x lingkungan. Analisis korelasi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara nilai Brix pada nira batang dengan bobot biji per malai. Masing-masing berkorelasi nyata positif dengan tinggi tanaman, sehingga sorgum yang tinggi cenderung menghasilkan bobot biji per malai dan nilai Brix yang tinggi. Genotipe PI 150/N-043-16-5-5-P dan PI 150/K-19-6-2-B merupakan genotipe dengan tinggi tanaman, bobot biji per malai dan nilai Brix yang tinggi dibanding genotipe lainnya, dan setara dengan varietas Bioguma 1, Bioguma 3, dan Numbu. Kata kunci: bioenergi, bobot biji per malai, nilai Brix, pakan, pangan
Kendali Genetik Stay Greenness dan Hasil serta Identifikasi Segregan Transgresif pada Empat Populasi F2 Sorgum Munarti; Trikoesoemaningtyas; Muhamad Syukur; Sobir; Wirnas, Desta; Didy Sopandie
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 1 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.453 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i1.39067

Abstract

Karakter stay greenness pada sorgum berkaitan dengan kemampuan mempertahankan kehijauan daun dan laju fotosintesis pada kondisi cekaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi kendali genetik karakter agronomi, stay greenness serta identifikasi segregan transgresif empat populasi F2 sorgum. Penelitian telah dilaksanakan bulan Februari sampai Mei 2020 di Kebun Percobaan IPB University Leuwikopo, Dramaga, Bogor, dengan ketinggian 250 m di atas permukaan laut (dpl). Bahan genetik yang digunakan adalah populasi Numbu x Samurai 2, Kawali x Pahat, Kawali x B69, Super 2 x PI-150-20-A, dan tujuh genotipe tetuanya. Setiap populasi terdiri atas 300 tanaman F2 dan masing-masing tetua sebanyak 60 tanaman. Pendugaan kendali genetik berdasarkan nilai skewness dan kurtosis. Identifikasi segregan transgresif menggunakan karakter terpilih berdasarkan nilai parameter genetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter bobot biji per tanaman dikendalikan banyak gen aditif pada populasi Numbu x Samurai 2 dan Kawali x Pahat, sedangkan karakter stay greenness pada semua populasi dikendalikan banyak gen aditif. Semua karakter yang diamati memiliki nilai heritabilitas arti luas sedang sampai tinggi. Delapan belas individu dari persilangan Kawali x B69 dan Super 2 x PI-150-20-A diduga sebagai segregan transgresif berdasarkan karakter bobot biji per tanaman dan stay greenness. Segregan yang diperoleh digalurkan dengan menerapkan metode pedigree. Kata kunci: aksi gen, aditif, indeks transgresif, keragaman genetik
Performance and Response Selection on Mung Bean Transgressive Segregants Maulida, Hesti; Hadi Sutjahjo, Surjono; Wirnas, Desta; Marwiyah, Siti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 2 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.487 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i2.40674

Abstract

Kacang hijau merupakan salah satu komoditi pangan penting di Indonesia. Perbaikan varietas kacang hijau diperlukan sebagai upaya untuk mendapatkan varietas unggul kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk menduga respon seleksi serta mengkorfirmasi segregan transgresif pada generasi F4 hasil persilangan kacang hijau. Percobaan dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2021 di kebun percobaan Leuwikopo IPB, Bogor, Jawa Barat (275 m dpl). Rancangan yang digunakan adalah rancangan perbesaran (augmented design) dalam rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) yang terdiri atas 60 famili F4 hasil persilangan VR10 x Vima 1 serta 6 varietas pembanding. Seleksi berdasarkan karakter bobot biji per tanaman dan tinggi tanaman menghasilkan 12 galur yang memiliki bobot biji dan keragaan tanaman yang tinggi. Karakter bobot polong dan bobot biji per tanaman memiliki nilai respon seleksi yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan adanya 4 segregan transgresif berdasarkan karakter bobot biji per tanaman dan tinggi tanaman. Kata kunci: augmented, diferensial seleksi, keserempakan panen, koefisien keragaman genetik
Analisis Genetik Populasi F2 Hasil Persilangan Sorgum Lokal Indonesia dengan Varietas Unggul Baru Rini, Erin Puspita; Marwiyah, Siti; Wirnas, Desta; Trikosoemaningtyas
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.942 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.44699

Abstract

Analisis genetik dan pola pewarisan pada karakter agronomi dan hasil diperlukan dalam merencanakan program pemuliaan dan seleksi yang akan dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keragaan agronomi dan hasil, aksi gen, keragaman genetik dan heritabilitas pada populasi F2 hasil persilangan varietas lokal dengan varietas berdaya hasil tinggi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus-November 2021 di Dramaga, Bogor. Material genetik yang digunakan adalah populasi F2, tetua betina dan jantan serta sepuluh genotipe pembanding. Hasil penelitian menunjukkan karakter kualitatif pada F2 cenderung lebih mirip tetua betina. Karakter hari berbunga, tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, panjang dan diameter malai, bobot malai basah dan kering dikendalikan oleh sedikit gen dengan aksi gen aditif. Karakter jumlah dan lebar daun serta bobot biji per malai dikendalikan oleh aksi gen epistasis komplementer. Bobot basah dan kering malai berkorelasi positif (0.9 dan 0.95) dengan bobot biji per malai dengan nilai h2bs (0%). Karakter panjang dan diameter malai dapat digunakan untuk seleksi tidak langsung karena kedua karakter berkorelasi positif (0.67 dan 0.7) dengan bobot biji per malai serta memiliki h2bs tinggi (90 dan 80%). Kata kunci: aksi gen, keragaman, produktivitas, varietas lokal
Phosphorus deficiency tolerance in sorghum Sopandie, Didy; Trikoesoemaningtyas; Desta Wirnas
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.236 KB) | DOI: 10.24831/ija.v51i1.46535

Abstract

Sorghum is a globally important commodity for food, feed, and fuel, and is known to have a high tolerance to heat, drought, and other abiotic stresses, and have a large genetic variation for grain yield under low-P conditions. Agricultural land in Indonesia is dominated by acid soils with limited P availability, of a total of 144.5 million ha, around 107.3 million ha are acid soils. Information regarding the tolerance of sorghum to P deficiency conditions is still very limited. The review aimed to discuss the adaptation strategy of sorghum to P deficiency. Studies showed that sorghum has a moderate adaptation to Al3+ stress with low P. Under various P levels, the performance of sorghum was also very diverse following the wide genetic diversity. From evaluations of several varieties and inbred lines with high tolerance to P deficiency that has been obtained, sorghum tolerance strategies to low P conditions are: (1) increase root size (length, diameter, and volume), and root proteoid on several genotypes, (2) increase secretion of oxalic acid, particularly in tolerant genotypes, the secretion of which are higher when Al3+ is present, (3) higher P-use efficiency (PUE), eventhough the specific absorption ratio (SAR) was lower than the sensitive ones. The high PUE is thought to contribute to higher grain weight compared to sensitive genotypes under P starvation condition, and (4) higher stay green percentage, which has a high correlation to grain weight/plant. Such strategies should be considered in precission breeding program of sorghum to P deficiency. Keywords: adaptation strategy; oxalic acid; P-use efficiency; sorghum genotypes; sorghum low P; stay green
Keragaman Genetik Karakter Agronomi dan Amilosa Populasi Sorgum F3 Hasil Persilangan Pulut 3 x Soraya 3 Wardhani, Azhahara Putri Kusuma; Wirnas, Desta
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.53055

Abstract

Penggunaan sorgum sebagai alternatif pangan di Indonesia belum cukup berkembang karena tekstur sorgum yang pera kurang disukai masyarakat. Perbaikan terhadap kualitas biji sorgum perlu dilakukan untuk memperoleh sorgum berbiji pulen dan diterima masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi keragaman genetik pada populasi F3 sorgum hasil persilangan Pulut 3 x Soraya 3 serta seleksi cepat genotipe sorgum dengan kadar amilosa rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2022 hingga Desember 2022 di Kebun BBPSI Biogen, Cimanggu, , Kota Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata karakter kuantitatif yang beraneka ragam. Jumlah gen yang terlibat terbagi menjadi dua macam yaitu banyak dan sedikit gen. Aksi gen yang muncul yaitu epistasis. Hasil pewarnaan pada endosperma biji menunjukkan sebagian besar sorgum populasi F3 bertipe waxy. Kata kunci: aksi gen, epistasis, seleksi, Sorghum bicolor, staining
Pewarisan Sifat Waxy Populasi F3 Sorgum Hasil Persilangan Pulut 3 x PI-150-20A Mardhiyyah, Rodhiyatan; Wirnas, Desta; Trikoesoemaningtyas
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 2 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i2.54529

Abstract

Sorgum dapat dijadikan sebagai bahan pangan alternatif beras padi, namun beras dari biji sorgum kurang disukai masyarakat. Karena itu diperlukan adanya perbaikan terhadap kualitas biji sorgum untuk memperoleh biji sorgum yang disukai oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan memperoleh pengetahuan tentang keragaman genetik dan seleksi pada karakter agronomi dan tipe waxy pada populasi F3 sorgum persilangan Pulut 3 x PI-150-20A. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2022 hingga November 2022 di Kebun BSIP Biogen, Cimanggu, Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi F3 memiliki nilai tengah yang cenderung lebih kecil daripada kedua tetuanya. Aksi gen yang muncul yaitu epistasis komplementer dan epistasis duplikat dengan jumlah gen yang terlibat banyak pada mayoritas karakter. Heritabilitas arti luas dan koefisien keragaman genetik termasuk tinggi. Pengamatan tipe sorgum berdasarkan kandungan amilosa. Hasil dari pewarnaan biji menunjukkan bahwa populasi F3 sorgum persilangan Pulut 3 x PI-150-20A mayoritas bertipe waxy atau memiliki kandungan amilosa yang rendah. Kata kunci: beras, epistasis, gen, pewarnaan, segregasi
Gamma Irradiation-Induced Changes in Morphology, Nutritional Traits, and In Vitro Digestibility of Pennisetum purpureum cv. Mott on Post-Gold Mining Soil Putra, B.; Karti, P. D. M. H.; Abdullah, L.; Prihantoro, I.; Wirnas, D.; Gopar, R. A.
Tropical Animal Science Journal Vol. 49 No. 1 (2026): Tropical Animal Science Journal
Publisher : Faculty of Animal Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5398/tasj.2026.49.1.88

Abstract

Post-mining lands, especially abandoned gold mining areas, present serious challenges for agriculture and forage cultivation due to poor soil fertility, heavy metal contamination, and damaged soil structure. To address these issues, this study evaluated the impact of gamma irradiation on the agronomic traits, nutritional content, anatomical characteristics, and in vitro digestibility of dry matter, organic matter, and fiber fractions of Pennisetum purpureum cv. Mott grown on degraded post-gold mining soil. A completely randomized design was used, applying seven doses of gamma rays (0, 5, 10, 15, 20, 25, and 30 Gy). Initially, irradiated plants were cultivated under optimal soil conditions. Selected cuttings were then transplanted onto post-mining soil for two months. Variables observed included growth performance, proximate composition, fiber fractions, macro minerals, and digestibility (dry matter digestibility [DMD], organic matter digestibility [OMD], in vitro digestibility [IVD], neutral detergent fiber digestibility [NDFD], acid detergent fiber digestibility [ADFD], cellulose digestibility [CeD], hemicellulose digestibility [HmD]). Results showed that a moderate dose of 10 Gy significantly enhanced dry matter digestibility, in vitro digestibility, and fiber degradation, accompanied by increases in crude protein and mineral levels. Anatomically, beneficial changes such as thicker mesophyll and vascular tissues were observed at this dose. While the 20 Gy dose also showed improvements in some fiber digestibility parameters, it did not provide an optimal balance with productivity, which was better achieved at 10 Gy. Multivariate analysis revealed distinct treatment clustering, reflecting physiological responses to irradiation. Cultivars treated with 10 Gy exhibited an optimal balance between productivity and forage quality. These findings suggest that gamma irradiation can successfully induce advantageous mutations, improving both adaptability and nutritional value of P. purpureum on marginal soils. In particular, a dose of 10 Gy is promising for breeding superior forage cultivars for the reclamation of post-mining land.
Co-Authors ,, Mawaddah . SUDARSONO . SUWARSO Achmad . Adinda Wuriandani Adinda Wuriandani Agung Wahyu Susilo Agung Wahyu Susilo Agung Wahyu Susilo Ahmad Ansori Mattjik Ahmad Ansori Mattjik AHMAD JUNAEDI Aidi Noor Akhmadi, Gerland Alaydi, Nafian Amris Makmur Arvita Netti Sihaloho, Arvita Netti Atika Bakti Sari Azri Kusuma Dewi Bambang Sapta Purwoko Buang Abdullah Dedek hanafiah Dewi Andriani Diana Sofia Hanafiah Didy Sopandie Edi Santosa Edison Jambormias EDIZON JAMBORMIAS Eka Bobby Febrianto, Eka Bobby Eni Widajati Faqih Udin Faradila Median Rini Firman Ardiansyah Gopar, R. A. HAJRIAL ASWIDINNOOR Halimah Tus Sa'diah Halimatus Syahdia Hasibuan HESTI MAULIDA Hidayatun, Nurul Human, dan Soeranto I. Prihantoro, I. Imam Widodo Ishmatalhaq, Zannuba Iskandar Lubis Isnaini Isnaini Iswari S. Dewi Iswari Saraswati Dewi Jaisyurahman, Usamah Jasmi Jekki Irawan Junaedi, dan Ahmad Karlin Agustina Khairil Anwar L. Abdullah Lela Marlenasari M A Chozin Mahpuzah, Marfiatun Manalu, Victor Manotar Pademan Mardhiyyah, Rodhiyatan Marlenasari, Lela Maryono, Marina Yuniawati Mattjik, Ahmad A Maulida, Hesti Mayang Sari Memen Surahman Mizan, Muhammad Rauful Mizan, Muhammad Rauful Momongan, Jorex Daniel Muhamad Syukur Muhammad Arif Yudiarto Munarti Munif Ghulamahdi Nindita, Anggi Nita Kartina, Nita Nofika Senjaya NUR KHOLISOH NURHAJATI AA MATTJIK NURHAJATI MATTJIK Nurheni Wijayanto OTIH ROSTIANA P. D. M. H. Karti Patty, Jacob R Pipit Werdhiwati Prasetiyono, dan Joko Prasetiyono, Joko Pratama, Muhammad Antony Jefri Purbokurniawan . Putra, B. Putri Andini Mandasari Ratih Irma Khairani Saragih Rini, Erin Puspita Rini, Faradila Median S. Human Saniaty, Arina Saragih, Ery Leonardo Saragih, Ratih Irma Khairani Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi, Sayurandi Safitri, Heni Sekar Woelan Sekar Woelan Sekar Woelan Sekar Woelan SESANTI BASUKI SESANTI BASUKI Sherly Rahayu Siti Marwiyah Siti Marwiyah Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Soeranto Human SRI WARDANI Sudarsono SUDARSONO SUDARSONO Sudarsono, dan Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudirman Yahya - Sumiati, dan Sungkono Sungkono Sunyoto Sunyoto Surjono H Sutjahjo, Surjono H Surjono Hadi Sutjahjo Suwarno, Punjung Medaraji SUWARSO SUWARSO Tasliah, nFN Tias Arlianti Tri Budiyanti Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas Trikosoemaningtyas Trikosoemaningtyas Trikosoemaningtyas Usamah Jaisyurahman W. Puspitasari Wage Ratna Rohaeni WAGE RATNA ROHAENI Wardhani, Azhahara Putri Kusuma Wibawa, Rentang Fajar Cakra Wuriandani, Adinda Yani Nurhadryani Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yulidar Yulidar