Claim Missing Document
Check
Articles

Variasi Karakter Agronomi dan Kandungan Amilosa Populasi F3 Sorgum Persilangan Pulut 3 × Kawali Alaydi, Nafian; Wirnas, Desta; Marwiyah, Siti
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61772

Abstract

Sorgum merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang berpotensi sebagai pangan fungsional dan memenuhi diversifikasi pangan nasional. Pengembangan sorgum dalam meningkatkan hasil dan kualitas tekstur nasi yang dihasilkan masih perlu dilakukan untuk meningkatkan palatabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keragaman genetik karakter agronomi dan kadar amilosa pada populasi F3 hasil persilangan Pulut 3 × Kawali. Penelitian menggunakan metode Single Seed Descent (SSD). Hasil penelitian menunjukkan keragaman karakter kualitatif maupun kuantitatif berdasarkan analisis Nilai Tengah, Khi-Kuadrat, Skewness and Kurtosis, Korelasi, dan Heritabilitas arti luas. Kandungan amilosa yang bertipe waxy mengikuti nisbah Mendel berdasarkan pengujian pewarnaan iodin pada endosperma biji. Perbedaan karakter yang ditemukan pada F3 belum berbeda nyata dibandingkan tanaman tetua. Aksi gen yang ditemukan yaitu dominan, epistasis, dan aditif dengan jumlah gen yang banyak atau sedikit. Beberapa karakter yang ditemukan memiliki keragaman yang tinggi dan keeratan hubungan yang rendah. Pengelompokan genotipe tanaman berdasarkan karakternya dapat digunakan dalam melakukan seleksi pada generasi lanjutan. Kata kunci: keragaman, klaster, pewarnaan iodin, Single Seed Descent
Pendugaan parameter genetik karakter biomassa dan hasil pada galur-galur F7 sorgum numbu X samurai 2. Pratama, Muhammad Antony Jefri; Trikoesoemaningtyas, Trikoesoemaningtyas; Wirnas, Desta
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/35978

Abstract

This research is a preliminary yield test of the F7 lines crossing from Numbu x Samurai 2. The aims are to obtain selection criteria, a relationship between vegetative characters and yield and biomass characters, and to obtain vegetative characters that have a direct influence on character Yield and biomass and have high production potential. This study used 20 F7 lines and 4 check lines grown using a Randomized Complete Block Design. The data were analyzed for variance and to estimate variance component analysis, broad sense heritability, genetic diversity coefficient, correlation analysis, cross-trace analysis, and selection index. The results showed that to obtain lines with high biomass, attention should be put on the characters of plant height, panicle diameter, and weight while selecting lines with high yields needs to pay attention tocharacters of the number of leaves at harvest and panicle weight. These characters show wide genetic variation, high broad sense heritability values, and have a high correlation and direct influence on biomass and yield. Therefore, they were potent selection criteria for sorghum plant breeding programs. The F7 lines selected for high biomass and yield based on the selection index were NS021, NS126, NS107, NS123, NS112, NS020, NS015, NS119, NS121 and NS011. Penelitian ini merupakan bagian dari uji daya hasil pendahuluan galur-galur F7 hasil persilangan Numbu x Samurai 2. Tujuannya adalah memperoleh kriteria seleksi hasil dan biomassa, memperoleh hubungan antar karakter vegetatif dengan karakter hasil dan biomassa, memperoleh karakter vegetatif yang berpengaruh langsung terhadap karakter hasil dan biomassa dan memperoleh galur sorgum yang memiliki potensi produksi tinggi. Penelitian ini menggunakan 20 galur F7 dan 4 galur pembanding yang ditanam menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak. Data dianalisis ragam, analisis komponen ragam, heritabilitas arti luas, koefisien keragaman genetik, analisis korelasi, analisis sidik lintas dan Indeks seleksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk mendapatkan galur dengan biomassa tinggi perlu memperhatikan karakter tinggi tanaman, diameter dan bobot malai. Sedangkan seleksi galur dengan hasil tinggi perlu memperhatikan karakter bobot malai. Karakter-karakter tersebut menunjukkan ragam genetik yang luas, nilai heritabilitas dalam arti luas yang tinggi, dan mempunyai korelasi dan pengaruh langsung besar terhadap biomassa dan hasil, sehingga merupakan karakter seleksi yang sangat baik untuk program pemuliaan tanaman sorgum. Galur F7 yang terseleksi dengan biomassa dan hasil tinggi berdasarkan indeks seleksi adalah NS021, NS126, NS107, NS123, NS112, NS020, NS015, NS119, NS121 dan NS011.
Karakterisasi Taoge dan Potensinya pada Galur-Galur Kacang Hijau IPB: Characterization of Bean Sprouts and Their Potential in IPB Mung Bean Strains Ishmatalhaq, Zannuba; Siti Marwiyah; Surjono Hadi Sutjahjo; Desta Wirnas
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.14.3.149-155

Abstract

Taoge atau kecambah merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Taoge salah satunya dihasilkan dari perkecambahan biji kacang hijau (Vigna radiata L.). Taoge mengandung beberapa zat yang berperan sebagai antioksidan di antaranya fitosterol, fenol, flavonoid, vitamin E, niasin, vitamin C, dan mineral. Taoge memiliki potensi produksi yang cukup menjanjikan mengingat banyaknya manfaat yang terkandung dalam sayuran tersebut. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi karakter biji dan taoge, pendugaan potensi taoge serta mendapatkan galur potensial untuk dikembangkan menjadi taoge pada galur-galur kacang hijau IPB. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2023 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultura. Materi genetik kacang hijau terdiri atas 17 galur kacang hijau IPB dan dua varietas nasional (Vima 1 dan Vimil 1) sebagai pembanding. Pengujian kecambah dilaksanakan berdasarkan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) yaitu 19 genotipe dengan tiga ulangan. Penelitian menggunakan 30 butir kacang hijau per satuan percobaan. Pengamatan dilakukan terhadap karakter kuantitatif dan kualitatif taoge dan biji galur kacang hijau IPB. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh nyata genotipe terhadap karakter panjang taoge, bobot satuan taoge, bobot total taoge dan bobot 100 butir. Galur kacang hijau IPB yang memiliki potensi unggul produksi taoge adalah F7-VR10/V1-49, F7-Lom2/129-37, F7-VR10/V1-27, F7-Lom2/129-34, F7-VR10/V1-13, F7-Lom2/129-49, dan F7-VR10/V1-29. Kata kunci: biji, kecambah, kualitatif, kuantitatif, potensi hasil, produksi
Indikator dan Kriteria Seleksi pada Generasi Awal untuk Perbaikan Hasil Biji Kacang Hijau Berumur Genjah Jambormias, Edizon; Sutjahjo, Surjono Hadi; Mattjik, Ahmad Ansori; Wahyu, Yudiwanti; Wirnas, Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.11 KB) | DOI: 10.24831/jai.v41i3.8100

Abstract

ABSTRAKPerbaikan hasil kacang hijau dapat dilakukan melalui seleksi langsung maupun seleksi tak langsung berdasarkankriteria seleksi dari satu atau beberapa sifat kuantitatif sebagai indikator seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilihindikator seleksi bagi hasil biji dan menentukan kriteria seleksi bagi indikator seleksi tersebut pada populasi generasi awalkacang hijau berumur genjah. Penelitian menggunakan rancangan acak tak lengkap berblok bersekat-tersarang 1-tahap.Analisis lintas dan regresi aditif serta genotipik masing-masing digunakan untuk memilih dan menentukan indikator seleksi dan kriteria seleksi. Hasil analisis pengaruh langsung memperlihatkan jumlah biji bernas dan umur berbunga merupakanindikator seleksi bagi hasil biji dengan kriteria seleksi 200 biji pada kisaran umur berbunga 40-46 hari, untuk memperolehhasil > 12 g tanaman. Sebaliknya, hasil analisis pengaruh tak langsung memperlihatkan tinggi tanaman, jumlah cabangdan lama hari panen dapat pula dimasukkan sebagai indikator seleksi. Kriteria seleksi bagi masing-masing indikator seleksiini adalah dua cabang dengan lama hari panen 16-20 hari dan tinggi tanaman sekitar 85 cm untuk menghasilkan 200 biji.Bila dipilih tanaman yang lebih pendek, kriteria seleksi tinggi tanaman 75-80 cm dapat digunakan, namun lama hari panenmenjadi 22-26 hari.-1Kata kunci: analisis regresi, analisis lintas, BLUP, seleksi generasi awal
Potensi dan Stabilitas Hasil, serta Adaptabilitas Galur-galur Padi Gogo Tipe Baru Hasil Kultur Antera ., Purbokurniawan; Purwoko, Bambang Sapta; Wirnas, Desta; Dewi, Iswari Saraswati
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 42 No. 1 (2014): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1517.935 KB) | DOI: 10.24831/jai.v42i1.8142

Abstract

ABSTRACTThe objectives of the research were to obtain information on yield potential, adaptability and stability of the upland rice lines. Ten lines and two cultivars were planted at five different locations in November 2010-March 2011. In each location, the experimental design was randomized complete block design with four replications. Observation was done on grains weight per hectar. The results showed that FM1R-1-3-1 achieved the highest productivity (5.65 ton ha-1). Genotype FG1R-36-1-1 was classified as stable genotype by four yield stability analysis as followed: Francis-Kannenberg, Finlay-Wilkinson, Eberhart-Russell and AMMI. Genotypes FG1-70-2-1, FG1R-30-1-5, FG1R-30-1-4 and FG1R-30-1-3 were classified as stable genotypes by three yield stability analysis: Finlay-Wilkinson, Eberhart-Russell and AMMI. AMMI  analysis showed that FG1-6-1-2, FG1-65-1-2, FG1R-30-1-1, FM1R-1-3-1, Fat-4-1-1, Situ Bagendit and Towuti as specific genotypes in certain environment.Keywords: dynamic, new plant type, specific, static, yield
Identifikasi Aksi Gen Epistasis pada Toleransi Kedelai terhadap Cekaman Aluminium Sihaloho, Arvita Netti; ., Trikoesoemaningtyas; Sopandie, Didy; Wirnas, Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.275 KB) | DOI: 10.24831/jai.v43i1.9587

Abstract

The efectiveness of selection depends on the gene action cotrolling the character.  The presence of epistatic gene action will delay the genetic gain in self pollinated crops like soybean. The objective of this research was to obtain information on genetic control of soybean tolerance to aluminum toxicity on nutrient culture. This research was conducted at green house of  the University Farm IPB Cikabayan, Bogor, from April to June 2013. This research used 120 seedlings of F2 population  generated from  crossing between Argomulyo (Al-sensitive) with Tanggamus (Al-tolerant). Seedlings were grown in nutrient culture for 14 days with Al concentration of 1.5 mM and pH 4.0, to observe the vegetative growth under aluminum stress condition. The result showed that mean of roots length, shoot length, shoot to root ratio, wet and dry weight of root and shoot exceeded  both parents mean value with moderate to high heritability. All observed characters had continue distribution pattern, and controlled by many genes. Duplicate epistasis additive gene action controlled only root length while other characters were controlled by complementary epistasis gene action.Keywords: gene action, heritability, nutrient culture, selection, tocixity
Seleksi Segregan Gandum (Triticum aestivum L.) pada Dataran Tinggi Wardani, Sri; Wirnas, Desta; Wahyu, Yudiwanti
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.708 KB) | DOI: 10.24831/jai.v43i1.9590

Abstract

Pedigree selection is a method of selection used in segregating populations which takes the expertise of breeders in achieving the desired goal. This method is implemented on the early generations with a high degree of segregation and is generally performed on highly heritable traits. The purpose of this research was to study the performance of F3 generation segregants and to estimate the genetic parameters to be used for identification and selection of wheat segregants under optimum environmental condition. The research was carried out at the experiment field of  Research Institute for Ornamental Crops, in Cipanas from May to September 2012. Genetic material used were 58 F3 family and six check varieties, namely  Dewata, Selayar, Oasis, Rabe, Basribey, and HP 1744. The experiment used an augmented design. Results of analysis of variance showed that the family effect was significant for days to flowering, days to harvest, percentage of empty florets, number of grains per panicle, grain weight per panicle, number of seeds per plant and seed weight per plant. High heritability estimates were  found in days to flowering, days to harvest, seed filling period, percentage of empty florets, number of grains per panicle, grain weight per panicle, number of seeds per plant, and seed weight per plant. These characters are suitable for yield improvement of tropical highland wheat due to its high heritability values. The mean value of F3 generation changes subsequent to selection either based on grain weight per plant, or based on  number of productive tillers,  number of grain per panicle, and grain weight per plant. Keywords: selection criteria, segregation, tropical, yield
Keragaan dan Keragaman Genetik Karakter Agronomi Galur Mutan Putatif Gandum Generasi M5 Febrianto, Eka Bobby; Wahyu, Yudiwanti; Wirnas, Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 43 No. 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.019 KB) | DOI: 10.24831/jai.v43i1.9591

Abstract

The cultivation of wheat in Indonesia especially at medium-low altitude faces problems such as high temperatures whicheffect negativelyon the yield. The aims of this research was to obtain informations on performance, genetic variability and heritability of agronomic characters of wheat putative mutant lines on M5 generation. Genotypes evaluated in the study consisted of 98 putative mutant lines of M5 generation and six varieties as checks, namely Dewata, Selayar, Oasis, Rabe, Kasifbey, and Basribey. The research was conducted at Research Station of IOCRI (Indonesian Ornamental Crops Research Institute), Cipanas. Genotypes were arranged in an augmented, randomized block design. Result of the experiment showed that high heritability estimates were observed for plant height (83.03%), tiller number (61.75%), days to flowering (85.41%), days to maturity (67.45%), spike length (70.25%), spikelet number (65.08%), unfilled grain number (71.49%), seed number per spike (75.16%), seed weight per spike (81.69%), and seed weight per plant (74.21%). The estimated genotypic coefficient of variation (GCV) were high for unfilled grain number(26.35%) and seed weight per plant (18.35%). Based on seed weight per plant, 30 best putative mutant lines were selected.Keywords: Augmented design, heritability, Triticum aestivum
Keragaan Karakter Morfologi dan Agronomi Galur-Galur Sorgum pada Dua Lingkungan Berbeda Saniaty, Arina; ,, Trikoesoemaningtyas; Wirnas, dan Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 44 No. 3 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.327 KB) | DOI: 10.24831/jai.v44i3.12907

Abstract

ABSTRACTThe phenotype is a result of expression from genetic, environment, and their  interaction. Genetic X environment interaction information is important for plant breeders to determine stable genotypes in various environments or stable genotypes in specific environments. The objective of this study was to evaluate morphological and agronomical traits and genetic X environment interaction of IPB sorghum breeding lines. The characterization was conducted at IPB experimental Field, based International Union for The Protection of New Varieties of Plants (UPOV), used 16 IPB sorghum breeding lines and six national varieties. Evaluation of genetic Х environment interaction was conducted in Gowa South Sulawesi and Bogor West Java. This experiment used 16 sorghum lines and two national varieties. The results showed that breeding lines exhibited variation in morphological traits, have medium plant height, small diameter, short panicle length, and medium 1,000 grain weight. There was qualitative genetic X environment interaction on panicle length, days to flowering, 1,000 grain weight, grain filling rate, grain yield, and productivity. UP/N-124-7, UP/N-89-3, UP/N-151-3, UP/N-32-8, UP/N-17-10, UP/N-4-3, UP/N-118-3, and UP/N-118-7 were well adapted in dry soil with dry climate. UP/N-48-2, UP/N-32-8, UP/N-17-10, UP/N-156-8, UP/N-118-3, and UP/N-139-1  were well adapted in dry soil with wet climate.Keywords: characterization, IPB sorgum breeding lines, qualitative genetic X environment interaction
Karakter Seleksi pada Generasi Awal untuk Adaptasi Padi terhadap Cekaman Suhu Tinggi Manalu, Victor Manotar Pademan; Wirnas, Desta; Sudarsono, dan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 45 No. 2 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.896 KB) | DOI: 10.24831/jai.v45i2.12938

Abstract

ABSTRACT            Developing new rice  varieties adaptive to heat stress is important to maintain high rice production in anticipating global warming effects. This research was aimed to find selection characters and to select the best segregant in early generation based on agronomic characters for adaptation of rice to heat stress. The experiment was carried out in September 2014 to Januari 2015. About 210 F2 segregants generated trough hybridization between IPB 4S (sensitive parent) and Situ Patenggang (tolerant parent), 20 individuals of IPB 4S, and 20 individuals of Situ Patenggang, were used as genetic control. All genetic materials were exposed to high temperature stress by growing in a green house of Bogor Agricultural University. The average temperature in the research period was 24 °C and 42.09 °C, respectively for minimum and maximum temperature.  The results showed that charachters of productive and total tiller number, total grain number, and seed weight had high heritability, high coeffiecient of genetics variability-with an additive gene action. That charachters could be proposed as selection criteria in early generation for rice breeding of adaptation to high temperature stress. The characters could be applied  in either single trait or multiple traits selection. Based on multiple traits selection we found 50 the best F2 segregation.Keywords: differential selection, early generation, heat tolerant, heritability, gene action, variability genetics coeffiecient
Co-Authors ,, Mawaddah . SUDARSONO . SUWARSO Achmad . Adinda Wuriandani Adinda Wuriandani Agung Wahyu Susilo Agung Wahyu Susilo Agung Wahyu Susilo Ahmad Ansori Mattjik Ahmad Ansori Mattjik AHMAD JUNAEDI Aidi Noor Akhmadi, Gerland Alaydi, Nafian Amris Makmur Anita Rahayu Arvita Netti Sihaloho, Arvita Netti Atika Bakti Sari Azri Kusuma Dewi Bambang Sapta Purwoko Buang Abdullah Dedek hanafiah Dewi Andriani Diana Sofia Hanafiah Didy Sopandie Edi Santosa Edison Jambormias EDIZON JAMBORMIAS Eka Bobby Febrianto, Eka Bobby Eni Widajati Faqih Udin Faradila Median Rini Firman Ardiansyah Gopar, R. A. HAJRIAL ASWIDINNOOR Halimah Tus Sa'diah Halimatus Syahdia Hasibuan Heni Safitri HESTI MAULIDA Hidayatun, Nurul Human, dan Soeranto I. Prihantoro, I. Imam Widodo Ishmatalhaq, Zannuba Iskandar Lubis Isnaini Iswari S. Dewi Iswari Saraswati Dewi Jaisyurahman, Usamah Jasmi Jekki Irawan Junaedi, dan Ahmad Karlin Agustina Khairil Anwar L. Abdullah Lela Marlenasari M A Chozin Mahpuzah, Marfiatun Manalu, Victor Manotar Pademan Mardhiyyah, Rodhiyatan Marlenasari, Lela Maryono, Marina Yuniawati Mattjik, Ahmad A Maulida, Hesti Mayang Sari Memen Surahman Mizan, Muhammad Rauful Mizan, Muhammad Rauful Momongan, Jorex Daniel Muhamad Syukur Muhammad Antony Jefri Pratama Muhammad Arif Yudiarto Munarti Munif Ghulamahdi Nindita, Anggi Nita Kartina, Nita Nofika Senjaya NUR KHOLISOH NURHAJATI AA MATTJIK NURHAJATI MATTJIK Nurheni Wijayanto OTIH ROSTIANA P. D. M. H. Karti Patty, Jacob R Pipit Werdhiwati Prasetiyono, dan Joko Prasetiyono, Joko Purbokurniawan . Putra, B. Putri Andini Mandasari Ratih Irma Khairani Saragih REFLINUR REFLINUR Rini, Erin Puspita Rini, Faradila Median S. Human Saniaty, Arina Saragih, Ery Leonardo Saragih, Ratih Irma Khairani Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi Sayurandi, Sayurandi Sekar Woelan Sekar Woelan Sekar Woelan Sekar Woelan SESANTI BASUKI SESANTI BASUKI Sherly Rahayu Siti Marwiyah Siti Marwiyah Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Sobir Soeranto Human SRI WARDANI Sudarsono SUDARSONO SUDARSONO Sudarsono, dan Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudirman Yahya Sudirman Yahya - Sumiati, dan Sungkono Sungkono Sunyoto Sunyoto Surjono H Sutjahjo, Surjono H Surjono Hadi Sutjahjo Suwarno, Punjung Medaraji SUWARSO SUWARSO Tasliah, nFN Tias Arlianti Tri Budiyanti Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas Trikoesoemaningtyas Trikosoemaningtyas Trikosoemaningtyas Trikosoemaningtyas Usamah Jaisyurahman W. Puspitasari Wage Ratna Rohaeni WAGE RATNA ROHAENI Wardhani, Azhahara Putri Kusuma Wibawa, Rentang Fajar Cakra Wuriandani, Adinda Yani Nurhadryani Yudiwanti Wahyu E. Kusumo Yulidar Yulidar