Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Sosialisasi Pneumonia dan Imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) pada Ibu anak Balita di Desa Uevolo Parigi Moutong Sulawesi Tengah: Pneumonia Socialization and PCV Immunization (Pneumococcal Conjugate Vaccine) to Mothers of Toddlers in Uevolo Parigi Moutong Village, Central Sulawesi Nasrul Nasrul; Fahmi Hafid; Zainul; Lisnawati; Andi Fatmawati Syamsu; Fajrillah; Selvi Alfrida Mangundap; Niluh Nita Silfia; Sova Evie; Ismunandar; Azizah Saleh; Sigit Muhammad Nuzul; Baharuddin Condeng; Taqwin Taqwin
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.596 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1603

Abstract

Pneumonia is an infectious disease that causes the biggest death of children worldwide. More than 800,000 children under five die each year from pneumonia. There has been no socialization about pneumonia and PCV immunization for toddler mothers in Uevolo Parigi Moutong Village. Purpose: To socialize pneumonia and PCV immunization to increase the knowledge of mothers of toddlers in Euvolo Village, Siniu District, Parigi Moutong Regency. Method: Community service is carried out by providing outreach through health counseling with banners about pneumonia and PCV immunization. The implementation of the activity was carried out at the Posyandu in Uevolo Village, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province on September 21 2022. The target of the dedication was 12 mothers of toddlers. Evaluation in the form of pretest and posttest which is measured on the same day. Results: Community service activities begin with a pre test. The opening question found that all of the mothers had never heard of pneumonia and PCV immunization. In the posttest, there was an increase in the knowledge of toddler mothers with an average value of 83. Conclusion: Outreach through health counseling with banners increases the knowledge of mothers of toddlers about pneumonia and PCV immunization. It is recommended that village midwives put up banners for pneumonia and PCV immunization at posyandu and other health services in the village.
Pelatihan Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Kebakaran Di Desa Wani Dua Kecamatan Tanantovea Donggala Sulawesi Tengah Supirno Supirno; Nurlailah Umar; Azizah Saleh
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran rawan terjadi di kawasan padat perumahan, salah satu wilayah yang padat adalah Desa Wani Dua kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Desa dengan pemukiman padat penduduk dengan jarak rumah berdekatan dan letaknya jauh dari pos mobil pemadam kebakaran ini bila terjadi kebakaran akan dengan mudah menjalar ke rumah warga lain yang akan memperbesar risiko kerugian dan dampak psikologis. Wilayah ini merupakan ibukota kecamatan Tanantovea dengan luas wilayah 302,64 km2 terletak 50 km dari ibu kota kabupaten Donggala. Tujuan kegiatan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mencegah dan menanggulagi kebakaran di pemukiman. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat. Mitra kegiatan Puskesmas Wani, Kepolisian, Kepala Desa Wani Dua.Poltekkes Pemenkes Palu sebagai inisiator dan fasilitator kegiatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi peserta, informd konsent, pre test kemudian dilakukan pelatihan (sosialisasi & simulasi) lalu di lakukan post test untuk mengetahui perubahan perilaku masyarakat. Jumlah peserta 36 orang, terdiri dari perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, PKK dan Kader kesehatan. Hasil peserta sosialisasi dan simulasi diikuti oleh relawan bencana 18 orang, kader kesehatan 5 orang dan dari mahasiswa orang, petugas Puskesmas Wani 1 orang, kepolisian Sector Labuan 3 orang, tokoh masyarakat 3 orang. Jumlah peserta 36 orang yang mengikuti kegiatan ceramah diskusi dan simulasi terlihat bahwa pengetahuan peserta mengalami peningkatan dilihat dari nilai rata-rata pre test 83,3 dan niai rata-rata post test 85,5. Kesimpulan peserta yang lebih muda dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi mengalami peningkatan tertinggi. Saran untuk dapat dilakukan dengan peserta yang lebih banyak dengan melibatkan generasi muda Kata Kunci: Pencegahan, Kesiapsiagaan Kebakaran
Kader Gizi Cegah Stunting dengan Menggunakan Aplikasi Mobile Berbasis Android di Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai: Nutrition Cadres Prevent Stunting by Using Android-Based Mobile Applications in Nuhon District Banggai Regency Baharuddin Condeng; Firdaus J. Kunoli; Azizah Saleh
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4600

Abstract

Kabupaten Banggai di Provinsi Sulawesi Tengah diketahui menjadi salah satu daerah dalam daftar 100 kabupaten/kota prioritas yang harus diintervensi untuk mengatasi anak tumbuh kerdil atau stunting pada tahun 2018. Dalam jangka pendek, kekurangan gizi akan menyebabkan gangguan kecerdasan, tidak optimalnya ukuran fisik tubuh, serta gangguan metabolisme. Prevalensi stunting di Kabupaten Banggai tahun 2016 menunjukkan, dari 359 ribu penduduk terdapat 9,47 persen atau sekitar 34 ribu penduduk miskin. Sehingga tahun ini kabupaten Banggai menjadi salah satu dari 100 kabupaten/kota untuk intervensi anak kerdil atau stunting. Tujuan untuk memberikan Pelatihan kader gizi cegah stunting dengan menggunakan aplikasi mobile berbasis android kecamatan Nuhon di kabupaten Banggai. Masih kurangnya keterampilan kader dalam pencegahan stunting karena belum adanya pelatihan pada kader posyandu untuk dapat melaksanakan tugasnya sebagai kader stunting. Hal tersebut membuat kami tertarik untuk mengadakan Pelatihan Kader dalam Pencegahan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nuhon Kabupaten Banggai dengan menggunakan aplikasi mobile berbasis android. Pemecahan masalah melalui Peningkatan pengetahuan kader gizi melalui pelatihan sangat diperlukan agar kader gizi mampu mengelola kegiatan Posyandu sesuai dengan kemampuannya, karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting bagi pembentukan tindakan seseorang termasuk pelatihan kader gizi cegah stunting melalui aplikasi mobile berbasis android.
Pelatihan Senam Kaki Diabetik Bagi Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Tondo saleh, azizah; Nurmalisa, Baiq Emy; Kolomboy, Fajrillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 2 No. 1 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v2i1.1771

Abstract

Persentase diabetes mellitus (DM) tertinggi pada tahun 2016 adalah Kota Palu sebesar 0,45%. Neuropati diabetik yang menjadi komplikasi paling sering pada pasien diabetes melitus ini menjadi penyebab tingginya angka morbiditas pada pasien diabetes melitus dan bahkan menyebabkan amputasi. Senam kaki diabetes digunakan sebagai latihan kaki dan bermanfaat dalam mengurangi nyeri, mengurangi kerusakan saraf dan mengontrol gula darah serta meningkatkan sirkulasi darah pada kaki. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pasien Diabetes Melitus dalam melakukan senam kaki diabetik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penggabungan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktek. Media yang digunakan untuk membantu penyampaian materi adalah leaflet. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini maka dilakukan apersepsi untuk mengukur sejauhmana tingkat pengetahuan peserta dan diakhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan terkait materi yang sudah disampaikan serta peserta diminta untuk redemonstrasi senam kaki DM . Tingkat keberhasilan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat dari ketercapaian jumlah peserta, tujuan dan target materi. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 28 peserta. Tujuan pengabdian tercapai dilihat dari antusias para peserta dan di akhir kegiatan peserta bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim pengabdi dan dapat melakukan redemonstrasi senam kaki DM. Diharapkan bagi Puskesmas Talise untuk melaksanakan kegiatan serupa secara berkala dan jumlah peserta yang lebih besar agar semua pasien DM yang ada di wilayah kerja Puskesmas Talise memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam melakukan senam kaki
Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) Usia 45- 59 Tahun Melalui Penguatan Peran Kader Intergasi Layanan Primer (IIP) Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Palu: Early Detection of Non-Communicable Diseases (NCDs) in People Aged 45-59 Years Through Strengthening the Role of Primary Health Service Integration (IIP) Cadres in the Work Area of the Talise Palu Community Health Center Firdaus Hi. Yahya Kunoli; Azizah Saleh; Baharuddin Condeng
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8372

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah terjadinya pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Menurut WHO penyakit Tidak Menular (PTM) sampai ini merupakan penyebab utama kematian di dunia dari 63% dari semua kematian pertahun. PTM membunuh lebih dari 36 juta orang setiap tahun. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) usia 45- 59 tahun melalui penguatan peran kader Intergasi Layanan Primer (ILP) Kesehatan di Wilayah kerja Puskesmas Talise Palu. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh kader ILP dan sasaran lansia di wilayah kerja Puskesmas Talise di Kelurahan Talise valangguni Palu sebanyak 30 sasaran. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan simulasi pengukuran tekanan darah, pengukuran lingkar perut, tinggi badan dan berat badan sesuai SOP kepada kader ILP dan melakukan pendampingan kepada kader dalam memberikan edukasi kepada lansia di Posyandu Lansia tentang perilaku gaya hidup dalam mencegah penyakit tidak menular (PTM). Hasil pendampingan penguatan peran kader Intergasi Layanan Primer (ILP) Kesehatan di Wilayah kerja Puskesmas Talise Palu berjalan dengan baik, para kader ILP sudah mampu mengukur tekanan darah, pengukuran lingkar perut, tinggi badan dan berat badan dengan benar sesuai SOP, memberikan edukasi tentang deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada Lansia dengan lancar. Disarankan diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular dan kerjasama antara pihak puskesmas, kelurahan dan kader Integrasi Layanan Primer (ILP) kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Posyandu Lansia Lagarutu CPI 5 Talise Valangguni Palu: Early Detection of Risk Factors for Non-Communicable Diseases at Posyandu for the Elderly Lagarutu CPI 5 Talise Valangguni Palu Firdaus Hi. Yahya Kunoli; Azizah Saleh; Amir
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.732 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.400

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah terjadinya pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Indonesia saat ini menghadapi beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan Penyakit Tidak Menular. Penyakit Tidak Menular (PTM) masih merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada indikator-indikator kunci PTM yaitu Prevalensi tekanan darah tinggi pada penduduk usia 18 tahun keatas meningkat dari 25,8% menjadi 34,1%. Sebagai upaya pengendalian dan deteksi dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat, perlu diadakan kegiatan deteksi dini penyakit tidak menular di Posbindu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam Posbindu-PTM yaitu berupa pemeriksaan kesehatan mulai dari pengukuran massa tubuh, cek tekanan darah, pemeriksaan serum darah dan konsultasi kesehatan. Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini penyakit tidak menular di Posyandu Lansia Lagarutu CPI 5 Talise Valangguni Palu. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 40 sasaran posyandu yang terdiri dari pra lansia dan lansia di Posyandu Lansia Lagarutu CPI 5 Talise Valangguni Palu. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pengukuran tekanan darah, pengukuran kadar serum darah, pengukuran indeks massa tubuh, wawancara perilaku berisiko dan edukasi perilaku gaya hidup sehat serta penyuluhan tentang penyakit tidak menular (PTM). Hasil pemeriksaan deteksi dini PTM dari 40 lansia yang berkunjung ke posyandu 70% memiliki Hipertensi sedang dan memiliki keluhan penyerta, memiliki kadar serum darah yang melebihi ambang batas normal sehingga di berikan pengobatan oleh dokter. Kesimpulan hasil kegiatan penelitian adalah kegiatan berjalan lancar baik dalam proses kegiatan maupun koordinasi dengan mitra dan masih terdapat masalah dan keluhan lansia yang mengalami penyakit tidak menular. Disarankan diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular dan kerjasama antara pihak puskesmas, kelurahan dan kader kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya Kab. Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Empowerment of Posyandu Cadres in Stimulation, Detection and Early Growth and Development Intervention (SDIDTK) for Toddlers in the Working Area of the Toaya District Health Center. Donggala, Central Sulawesi Province Andi Fatmawati; Azizah Saleh; Fajrilah Kolomboy; Metrys Ndama; Lisnawati; Baharuddin Condeng
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Donggala merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah Puskesmas sebanyak 18 unit. Tahun 2022 jumlah balita di kabupaten Donggala sebanyak 29.583 orang. Dari jumlah tersebut balita yang mendapat pelayanan penimbangan berat badan sebanyak 21.150 orang (71,5%), balita yang memiliki buku KIA dan dilakukan pemantuan pertumbuhan dan perkembangan sebanyak 21.077 orang (71,25%) serta dilakukan SDIDTK 19.784 orang (66,88%). Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita sudah dilaksanakan tetapi hanya sebatas menimbang berat badan saja, demikian juga pelayanan SDIDTK sudah dilakukan tetapi interpretasi hasil SDIDTK belum dilaksanakan secara maksimal, karena masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang melaksanakan di Posyandu serta sarana prasarana yang dimiliki. Selain itu masih terbatasnya pemahaman dan minat orang tua untuk membawa anak balitanya untuk mendapatkan pelayanan SDIDTK, Oleh karena itu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada balita harus terus dikawal karena indikator ini memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak serta ikut berperan dalam menurunkan angka kecacatan dan kematian pada anak. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dapat meningkatkan mutu layanan pada balita karena melibatkan kolaborasi antara Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dengan pihak Puskesmas Toaya.
Co-Authors Abd Farid Lewa Agusrianto Amat S Arhama Aminuddin Aminudin Aminudin Amir Amsal Amyadin, Amyadin Andi Bungawati Andi Fatmawati Andi Fatmawati Andi Fatmawati Syamsu Andi Nurhany Andi Nurhany Anna Veronica Pont Ansar Ansar Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azwar Azwar Baiq Emy Baiq Emy Nurmalisa Candriasih, Putu Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dafrosia Darmi Manggasa Dedi Mahyudin Syam Diah Ayu Hartini Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fajrilah Kolomboy Fajrillah Fajrillah Kolomboy Firdaus Hi Jahja Kunoli Firdaus Hi. Yahya Kunoli Firdaus J. Kunoli Firdaus J. Kunoli Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hasanudin Hasanudin Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hasni Hasni Hastuti Usman I Wayan Supetran I Wayan Supetran, I Wayan Indro Subagyo Irsanty Collein Ismunandar Iwan Iwan Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Lili Suryani Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati Malik, Supriadi Abdul Mardani Mangun Masda Masda Masudin Masudin Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Moammar Safari Moh. Fadli Dg. Patompo Muliani Nasrul Ndama, Metrys Ni Made Ridla Nilasanti Niluh Nita Silfia Nirva Rantesigi Nitro Galenso Novarianti Novarianti Nur Fitri Rahmayanti Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurjaya Nurlailah Umar Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Patompo, Moh. Fadli Dg. Raoda Rina Tampake Ros Arianty Rusneni Saharudin Saharudin Salman Saman Selvi Alfrida Mangundap Sigit M. Nuzul Sigit Muhammad Nuzul Silfia, Niluh Nita Siti Hadijah Batjo Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri M. Hasan Sri Restu Tempali Sri Yanti Kusika Sudarman H Melangka, Yulianus Sukmawati Sukmawati Sumiaty Sumiaty Supirno Supriadi Supriadi Abd Malik Supriadi Abdul Malik Syamsul Arifin Taqwin Taqwin Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Unun Fadliah Wery Aslinda Wijianto Yasmin H Yasmin H Zainul