Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Sosialisasi Pneumonia dan Imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) pada Ibu anak Balita di Desa Uevolo Parigi Moutong Sulawesi Tengah: Pneumonia Socialization and PCV Immunization (Pneumococcal Conjugate Vaccine) to Mothers of Toddlers in Uevolo Parigi Moutong Village, Central Sulawesi Nasrul Nasrul; Fahmi Hafid; Zainul; Lisnawati; Andi Fatmawati Syamsu; Fajrillah; Selvi Alfrida Mangundap; Niluh Nita Silfia; Sova Evie; Ismunandar; Azizah Saleh; Sigit Muhammad Nuzul; Baharuddin Condeng; Taqwin Taqwin
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.596 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v4i1.1603

Abstract

Pneumonia is an infectious disease that causes the biggest death of children worldwide. More than 800,000 children under five die each year from pneumonia. There has been no socialization about pneumonia and PCV immunization for toddler mothers in Uevolo Parigi Moutong Village. Purpose: To socialize pneumonia and PCV immunization to increase the knowledge of mothers of toddlers in Euvolo Village, Siniu District, Parigi Moutong Regency. Method: Community service is carried out by providing outreach through health counseling with banners about pneumonia and PCV immunization. The implementation of the activity was carried out at the Posyandu in Uevolo Village, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi Province on September 21 2022. The target of the dedication was 12 mothers of toddlers. Evaluation in the form of pretest and posttest which is measured on the same day. Results: Community service activities begin with a pre test. The opening question found that all of the mothers had never heard of pneumonia and PCV immunization. In the posttest, there was an increase in the knowledge of toddler mothers with an average value of 83. Conclusion: Outreach through health counseling with banners increases the knowledge of mothers of toddlers about pneumonia and PCV immunization. It is recommended that village midwives put up banners for pneumonia and PCV immunization at posyandu and other health services in the village.
Pelatihan Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Kebakaran Di Desa Wani Dua Kecamatan Tanantovea Donggala Sulawesi Tengah Supirno Supirno; Nurlailah Umar; Azizah Saleh
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran rawan terjadi di kawasan padat perumahan, salah satu wilayah yang padat adalah Desa Wani Dua kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Desa dengan pemukiman padat penduduk dengan jarak rumah berdekatan dan letaknya jauh dari pos mobil pemadam kebakaran ini bila terjadi kebakaran akan dengan mudah menjalar ke rumah warga lain yang akan memperbesar risiko kerugian dan dampak psikologis. Wilayah ini merupakan ibukota kecamatan Tanantovea dengan luas wilayah 302,64 km2 terletak 50 km dari ibu kota kabupaten Donggala. Tujuan kegiatan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mencegah dan menanggulagi kebakaran di pemukiman. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat. Mitra kegiatan Puskesmas Wani, Kepolisian, Kepala Desa Wani Dua.Poltekkes Pemenkes Palu sebagai inisiator dan fasilitator kegiatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi peserta, informd konsent, pre test kemudian dilakukan pelatihan (sosialisasi & simulasi) lalu di lakukan post test untuk mengetahui perubahan perilaku masyarakat. Jumlah peserta 36 orang, terdiri dari perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, PKK dan Kader kesehatan. Hasil peserta sosialisasi dan simulasi diikuti oleh relawan bencana 18 orang, kader kesehatan 5 orang dan dari mahasiswa orang, petugas Puskesmas Wani 1 orang, kepolisian Sector Labuan 3 orang, tokoh masyarakat 3 orang. Jumlah peserta 36 orang yang mengikuti kegiatan ceramah diskusi dan simulasi terlihat bahwa pengetahuan peserta mengalami peningkatan dilihat dari nilai rata-rata pre test 83,3 dan niai rata-rata post test 85,5. Kesimpulan peserta yang lebih muda dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi mengalami peningkatan tertinggi. Saran untuk dapat dilakukan dengan peserta yang lebih banyak dengan melibatkan generasi muda Kata Kunci: Pencegahan, Kesiapsiagaan Kebakaran
Kader Gizi Cegah Stunting dengan Menggunakan Aplikasi Mobile Berbasis Android di Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai: Nutrition Cadres Prevent Stunting by Using Android-Based Mobile Applications in Nuhon District Banggai Regency Baharuddin Condeng; Firdaus J. Kunoli; Azizah Saleh
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4600

Abstract

Kabupaten Banggai di Provinsi Sulawesi Tengah diketahui menjadi salah satu daerah dalam daftar 100 kabupaten/kota prioritas yang harus diintervensi untuk mengatasi anak tumbuh kerdil atau stunting pada tahun 2018. Dalam jangka pendek, kekurangan gizi akan menyebabkan gangguan kecerdasan, tidak optimalnya ukuran fisik tubuh, serta gangguan metabolisme. Prevalensi stunting di Kabupaten Banggai tahun 2016 menunjukkan, dari 359 ribu penduduk terdapat 9,47 persen atau sekitar 34 ribu penduduk miskin. Sehingga tahun ini kabupaten Banggai menjadi salah satu dari 100 kabupaten/kota untuk intervensi anak kerdil atau stunting. Tujuan untuk memberikan Pelatihan kader gizi cegah stunting dengan menggunakan aplikasi mobile berbasis android kecamatan Nuhon di kabupaten Banggai. Masih kurangnya keterampilan kader dalam pencegahan stunting karena belum adanya pelatihan pada kader posyandu untuk dapat melaksanakan tugasnya sebagai kader stunting. Hal tersebut membuat kami tertarik untuk mengadakan Pelatihan Kader dalam Pencegahan Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nuhon Kabupaten Banggai dengan menggunakan aplikasi mobile berbasis android. Pemecahan masalah melalui Peningkatan pengetahuan kader gizi melalui pelatihan sangat diperlukan agar kader gizi mampu mengelola kegiatan Posyandu sesuai dengan kemampuannya, karena pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting bagi pembentukan tindakan seseorang termasuk pelatihan kader gizi cegah stunting melalui aplikasi mobile berbasis android.
Pelatihan Senam Kaki Diabetik Bagi Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Tondo saleh, azizah; Nurmalisa, Baiq Emy; Kolomboy, Fajrillah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 2 No. 1 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v2i1.1771

Abstract

Persentase diabetes mellitus (DM) tertinggi pada tahun 2016 adalah Kota Palu sebesar 0,45%. Neuropati diabetik yang menjadi komplikasi paling sering pada pasien diabetes melitus ini menjadi penyebab tingginya angka morbiditas pada pasien diabetes melitus dan bahkan menyebabkan amputasi. Senam kaki diabetes digunakan sebagai latihan kaki dan bermanfaat dalam mengurangi nyeri, mengurangi kerusakan saraf dan mengontrol gula darah serta meningkatkan sirkulasi darah pada kaki. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pasien Diabetes Melitus dalam melakukan senam kaki diabetik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penggabungan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktek. Media yang digunakan untuk membantu penyampaian materi adalah leaflet. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Untuk mengetahui efektifitas kegiatan ini maka dilakukan apersepsi untuk mengukur sejauhmana tingkat pengetahuan peserta dan diakhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan terkait materi yang sudah disampaikan serta peserta diminta untuk redemonstrasi senam kaki DM . Tingkat keberhasilan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat dari ketercapaian jumlah peserta, tujuan dan target materi. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 28 peserta. Tujuan pengabdian tercapai dilihat dari antusias para peserta dan di akhir kegiatan peserta bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim pengabdi dan dapat melakukan redemonstrasi senam kaki DM. Diharapkan bagi Puskesmas Talise untuk melaksanakan kegiatan serupa secara berkala dan jumlah peserta yang lebih besar agar semua pasien DM yang ada di wilayah kerja Puskesmas Talise memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam melakukan senam kaki
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Posyandu Lansia Lagarutu CPI 5 Talise Valangguni Palu: Early Detection of Risk Factors for Non-Communicable Diseases at Posyandu for the Elderly Lagarutu CPI 5 Talise Valangguni Palu Kunoli, Firdaus Hi. Yahya; Azizah Saleh; Amir
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 6: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.732 KB) | DOI: 10.56338/jks.v1i1.400

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah terjadinya pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Indonesia saat ini menghadapi beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan Penyakit Tidak Menular. Penyakit Tidak Menular (PTM) masih merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada indikator-indikator kunci PTM yaitu Prevalensi tekanan darah tinggi pada penduduk usia 18 tahun keatas meningkat dari 25,8% menjadi 34,1%. Sebagai upaya pengendalian dan deteksi dini faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat, perlu diadakan kegiatan deteksi dini penyakit tidak menular di Posbindu. Kegiatan yang dilaksanakan dalam Posbindu-PTM yaitu berupa pemeriksaan kesehatan mulai dari pengukuran massa tubuh, cek tekanan darah, pemeriksaan serum darah dan konsultasi kesehatan. Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini penyakit tidak menular di Posyandu Lansia Lagarutu CPI 5 Talise Valangguni Palu. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 40 sasaran posyandu yang terdiri dari pra lansia dan lansia di Posyandu Lansia Lagarutu CPI 5 Talise Valangguni Palu. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pengukuran tekanan darah, pengukuran kadar serum darah, pengukuran indeks massa tubuh, wawancara perilaku berisiko dan edukasi perilaku gaya hidup sehat serta penyuluhan tentang penyakit tidak menular (PTM). Hasil pemeriksaan deteksi dini PTM dari 40 lansia yang berkunjung ke posyandu 70% memiliki Hipertensi sedang dan memiliki keluhan penyerta, memiliki kadar serum darah yang melebihi ambang batas normal sehingga di berikan pengobatan oleh dokter. Kesimpulan hasil kegiatan penelitian adalah kegiatan berjalan lancar baik dalam proses kegiatan maupun koordinasi dengan mitra dan masih terdapat masalah dan keluhan lansia yang mengalami penyakit tidak menular. Disarankan diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular dan kerjasama antara pihak puskesmas, kelurahan dan kader kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Peningkatan Kapasitas Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Tsunami di Desa Wani Satu Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah: Increasing Community Preparedness Capacity in Facing Tsunami Disaster in Wani Satu Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Baharuddin Condeng; Amyadin; Supriadi Abdul Malik; Iwan; Azizah Saleh
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5703

Abstract

Desa Wani Satu di Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, merupakan daerah yang rawan terhadap bencana tsunami. Untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman ini, berbagai upaya telah dilakukan. Peningkatan kapasitas ini melibatkan beberapa aspek penting yaitu Edukasi dan Pelatihan: Masyarakat diberikan edukasi mengenai tanda-tanda tsunami dan tindakan yang harus diambil ketika bencana terjadi. Pelatihan evakuasi rutin dilakukan untuk memastikan warga mengetahui rute evakuasi dan titik kumpul yang aman, pembangunan Infrastruktur : Pembangunan dan perbaikan infrastruktur, seperti jalur evakuasi dan tempat perlindungan sementara, sangat penting untuk memastikan evakuasi yang cepat dan aman. Penempatan rambu-rambu evakuasi di tempat-tempat strategis juga menjadi prioritas. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyrakat Desa Wani Satu dengan partisipan Babinsa, Babinkatibmas, Petugas Puskesmas, dan Kader. Kondisi Sistem Peringatan Dini sangat diperlukan untu Implementasi sistem peringatan dini yang efektif untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat mengenai potensi tsunami. Ini termasuk penggunaan sirene dan teknologi komunikasi lainnya, selanjutnya kerjasama dan Koordinasi: Penguatan kerjasama antara pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat setempat untuk memastikan kesiapsiagaan yang terintegrasi. Koordinasi ini mencakup simulasi bencana dan penyusunan rencana aksi tanggap darurat dan kesadaran dan Partisipasi Masyarakat: Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan kesiapsiagaan melalui pembentukan kelompok-kelompok siaga bencana di tingkat desa. Peningkatan kesadaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan juga dilakukan melalui kampanye dan sosialisasi.
The Impact of Animated Videos on Student Awareness of Bullying Baharuddin Condeng; Mohammad Novrian Hasanuddin; Azizah Saleh
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i1.6125

Abstract

Introduction: Bullying among teenagers is a pervasive issue with significant physical, mental, verbal, and psychological repercussions. Effective health education methods that captivate students' attention are essential for addressing such detrimental behaviours. This study assesses the effectiveness of animated videos as a tool to enhance high school students' understanding of bullying, using a case study from Karya Bakti Mamboro High School. The dynamic and visually engaging nature of animated videos offers a promising avenue for improving educational outcomes. Methods: A pre-experimental design was adopted, involving 31 students from Karya Bakti High School. Data collection was performed using identity forms and pre- and post-intervention questionnaires. The impact of the animated video intervention was evaluated through Univariate and Bivariate analysis. Results: The intervention significantly improved the students’ knowledge about bullying. Initially, 54.8% of students were in the "poor" knowledge category, which decreased to 58.1% achieving "sufficient" knowledge post-intervention. The paired t-test revealed a significant increase in the average knowledge scores from 52.58 to 75.16 post-intervention (Sig. (2-tailed) = 0.000). Conclusion: Animated videos significantly enhance the understanding of bullying among high school students. This educational strategy not only improves knowledge but also engages students more effectively than traditional methods. The broader implications of this study suggest that incorporating such dynamic visual content into school curriculums or anti-bullying programs can play a critical role in mitigating bullying behavior. This method could potentially transform health education approaches, fostering a more interactive and impactful learning environment.
Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) Usia 45- 59 Tahun Melalui Penguatan Peran Kader Intergasi Layanan Primer (IIP) Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Palu: Early Detection of Non-Communicable Diseases (NCDs) in People Aged 45-59 Years Through Strengthening the Role of Primary Health Service Integration (IIP) Cadres in the Work Area of the Talise Palu Community Health Center Firdaus Hi. Yahya Kunoli; Azizah Saleh; Baharuddin Condeng
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8372

Abstract

Masalah yang dihadapi dalam pembangunan kesehatan saat ini adalah terjadinya pergeseran pola penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular. Menurut WHO penyakit Tidak Menular (PTM) sampai ini merupakan penyebab utama kematian di dunia dari 63% dari semua kematian pertahun. PTM membunuh lebih dari 36 juta orang setiap tahun. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) usia 45- 59 tahun melalui penguatan peran kader Intergasi Layanan Primer (ILP) Kesehatan di Wilayah kerja Puskesmas Talise Palu. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh kader ILP dan sasaran lansia di wilayah kerja Puskesmas Talise di Kelurahan Talise valangguni Palu sebanyak 30 sasaran. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan simulasi pengukuran tekanan darah, pengukuran lingkar perut, tinggi badan dan berat badan sesuai SOP kepada kader ILP dan melakukan pendampingan kepada kader dalam memberikan edukasi kepada lansia di Posyandu Lansia tentang perilaku gaya hidup dalam mencegah penyakit tidak menular (PTM). Hasil pendampingan penguatan peran kader Intergasi Layanan Primer (ILP) Kesehatan di Wilayah kerja Puskesmas Talise Palu berjalan dengan baik, para kader ILP sudah mampu mengukur tekanan darah, pengukuran lingkar perut, tinggi badan dan berat badan dengan benar sesuai SOP, memberikan edukasi tentang deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada Lansia dengan lancar. Disarankan diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular dan kerjasama antara pihak puskesmas, kelurahan dan kader Integrasi Layanan Primer (ILP) kesehatan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toaya Kab. Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Empowerment of Posyandu Cadres in Stimulation, Detection and Early Growth and Development Intervention (SDIDTK) for Toddlers in the Working Area of the Toaya District Health Center. Donggala, Central Sulawesi Province Andi Fatmawati; Azizah Saleh; Fajrilah Kolomboy; Metrys Ndama; Lisnawati; Baharuddin Condeng
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Donggala merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah Puskesmas sebanyak 18 unit. Tahun 2022 jumlah balita di kabupaten Donggala sebanyak 29.583 orang. Dari jumlah tersebut balita yang mendapat pelayanan penimbangan berat badan sebanyak 21.150 orang (71,5%), balita yang memiliki buku KIA dan dilakukan pemantuan pertumbuhan dan perkembangan sebanyak 21.077 orang (71,25%) serta dilakukan SDIDTK 19.784 orang (66,88%). Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita sudah dilaksanakan tetapi hanya sebatas menimbang berat badan saja, demikian juga pelayanan SDIDTK sudah dilakukan tetapi interpretasi hasil SDIDTK belum dilaksanakan secara maksimal, karena masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang melaksanakan di Posyandu serta sarana prasarana yang dimiliki. Selain itu masih terbatasnya pemahaman dan minat orang tua untuk membawa anak balitanya untuk mendapatkan pelayanan SDIDTK, Oleh karena itu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan pada balita harus terus dikawal karena indikator ini memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak serta ikut berperan dalam menurunkan angka kecacatan dan kematian pada anak. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dapat meningkatkan mutu layanan pada balita karena melibatkan kolaborasi antara Dosen Poltekkes Kemenkes Palu dengan pihak Puskesmas Toaya.
Competence Of Mothers and Cadres in Early Detection Of Stunting in 3 Provinces in Indonesia Muhasidah, Muhasidah; Hartati, Hartati; Baharuddin, Baharuddin; Saleh, Azizah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 20 No 2 (2025): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v20i2.1582

Abstract

Stunting can affect a child's growth and development, leading to low human resource quality, thus posing a risk to work productivity. The stunting rate has increased significantly over the past 10 years, particularly in Eastern Indonesia, requiring serious attention from various professions, particularly the government, in collaboration with health workers. Research Objectives: 1) To identify the understanding, attitudes, and skills of mothers and health workers regarding the recognition, early detection, and risk factors of stunting, 2) increasing the knowledge of mothers and health cadres about early detection of stunting from the womb to the first 1000 days of life, and 3) To design an effective and practical guidebook that mothers and health workers can use to identify, early detection, and risk factors for stunting in the first 1,000 lives.  Methods: This quantitative research study used a descriptive analytical design using a "One Group Pre-Post Test Design" and a pre-experimental method. The sample size was 210 mothers and health workers using a purposive sampling technique in the cities of Makassar, Mataram, and Soe, NTT.  The results of the study in Makassar City and Soe City (NTT) showed that the level of knowledge of mothers about early detection of stunting was mostly lacking, namely 136 (93.8%). The level of knowledge of cadres about early detection of stunting was mostly high, namely 13 people (86.7%). Most were lacking, namely 113 (93.42%). While the skills of cadres about early detection of stunting were mostly good, namely 55 people (61.8%). The mother's attitude towards early detection of stunting was mostly lacking, namely 106 (99.1%). Meanwhile, the cadre's attitude towards early detection of stunting was mostly good, namely 62 people (60.2%). The statistical test results obtained p = 0.000, so it can be concluded that there is a difference in the proportion of the level of knowledge, skills and attitudes of mothers and health cadres with the ability to recognize early detection and risk factors stunting. Conclusion: Knowledge, skills and attitudes of mothers and health cadres are very lacking regarding the introduction, early detection and risk factors for stunting, and there is a significant relationship between the level of knowledge, skills and attitudes of mothers and health cadres, with the introduction of early detection and risk factors for stunting.
Co-Authors Abd Farid Lewa Agusrianto Amat S Arhama Aminuddin Aminudin Aminudin Amir Amsal Amyadin, Amyadin Andi Bungawati Andi Fatmawati Andi Fatmawati Andi Fatmawati Syamsu Andi Nurhany Andi Nurhany Anna Veronica Pont Ansar Ansar Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azwar Azwar Baharuddin Baharuddin Baharuddin Condeng Baiq Emy Baiq Emy Nurmalisa Candriasih, Putu Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dafrosia Darmi Manggasa Dedi Mahyudin Syam Diah Ayu Hartini Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fajrilah Kolomboy Fajrillah Fajrillah Kolomboy Firdaus Hi Jahja Kunoli Firdaus Hi. Yahya Kunoli Firdaus J. Kunoli Firdaus J. Kunoli Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hartati Hartati Hasanudin Hasanudin Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hasni Hasni Hastuti Usman I Wayan Supetran I Wayan Supetran, I Wayan Indro Subagyo Irsanty Collein Ismunandar Iwan Iwan Iwan Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Kunoli, Firdaus Hi. Yahya Lili Suryani Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati Lisnawati Malik, Supriadi Abdul Mardani Mangun Masda Masda Masudin Masudin Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Moammar Safari Moh. Fadli Dg. Patompo Mohammad Novrian Hasanuddin Muhasidah, Muhasidah Muliani Nasrul Ndama, Metrys Ni Made Ridla Nilasanti Niluh Nita Silfia Nirva Rantesigi Nitro Galenso Novarianti Novarianti Nur Fitri Rahmayanti Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurjaya Nurlailah Umar Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Patompo, Moh. Fadli Dg. Raoda Rina Tampake Ros Arianty Rusneni Saharudin Saharudin Salman Saman Selvi Alfrida Mangundap Sigit M. Nuzul Sigit Muhammad Nuzul Silfia, Niluh Nita Siti Hadijah Batjo Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri M. Hasan Sri Restu Tempali Sri Yanti Kusika Sudarman H Melangka, Yulianus Sukmawati Sukmawati Sumiaty Sumiaty Supirno Supriadi Supriadi Abd Malik Supriadi Abdul Malik Supriadi Abdul Malik Syamsul Arifin Taqwin Taqwin Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Unun Fadliah Wery Aslinda Wijianto Yasmin H Yasmin H Zainul