Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Terapeutik Dalam Pelayanan Kanker Dan Paliatif Minanton Minanton; Arlina Dewi
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol 3 No 1 (2019): Citra Delima : Jurnal Ilmiah STIKES Citra Delima Bangka Belitung
Publisher : Ilmiah Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.512 KB) | DOI: 10.33862/citradelima.v3i2.47

Abstract

Komunikasi terapeutik diperlukan perawat, pasien kanker dan keluarganya dalam pelayanan kanker dan paliatif dalam memberikan informasi dan memenuhi kebutuhan pasien. Artikel ini untuk mereview artikel yang menyediakan informasi tentang Komunikasi terapeutik dalam pelayanan kanker dan paliatif. Metode: Pencarian dari 3 database yaitu PubMed, Ebscohost, dan ProQuest, serta dari Google Scholar search engine di cari menggunakan kata kunci : Komunikasi terapeutikor effective communication or therapeutic communication or discussion or conversation, Paliatif or Palliative care or terminal care, cancer care, Nurse*, Cancer patient*. Hasil : 17 artikel yang terinklude dalam review ini . Karakteristik komunikasi terapeutik: menunjukan empati dan dukungan emosional, rasa hormat or dignity, informasi yang jelas, terbuka dan jujur, mengklarifikasi dan fokus pada informasi yang lebih disukai dan dibutuhkan pasien dan keluarga, menghindari pemberian harapan palsu dan kata-kata pelembut, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan penggunaan nonverbal, pendengar secara aktif dan baik. Manfaat komunikasi terapeutik yaitu meningkatkan kepuasaan pasien dan keluarga dan membangun hubungan interpersonal. Hambatan berasal dari perawat, pasien dan institusional. Strateginya yaitu training skill communication bagi perawat. Kesimpulan : perawat perlu mengetahui karakteristik, hambatan, manfaat serta strategi berkomunikasi terapeutik karena komunikasi tersebut adalah inti dari pelayanan kanker dan paliatif.
EFEKTIFITAS KOMBINASI TERAPI MUSIK DAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PASIEN POST KATETERISASI JANTUNG Nanik Sri Khodriyati; Arlina Dewi; Azizah Khoiriyati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v6i1.288

Abstract

Latar belakang : Tindakan kateterisasi jantung dapat menimbulkan ketidaknyamanan / nyeri, nyeri dapat diturunkanmenggunakan terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam. Terapi musik adalah Pemberian tindakan mandirikeperawatan menggunakan MP3 dan headphone dengan mendengarkan musik yang telah dipilih oleh responden sesuaistandar terapi musik selama 15 menit minimal satu kali dan teknik relaksasi nafas dalam adalah pemberian metodebernafas secara mendalam dengan frekuensi kurang dari 10 x/menit yang dilakukan sambil mendengarkan musikselama 15 menit dengan mengacu panduan kombinasi terapi musik dan relaksasi nafas dalam yang dibimbing olehpeneliti/asisten peneliti.Tujuan : Untuk menganalisis efektivitas kombinasi terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunanintensitas nyeri pada pasien post kateterisasi jantung.Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pre - post test with control group design, denganpendekatan consecutive sampling. Jumlah sampel 38 responden. Penilaian nyeri menggunakan Numeric Rating Scale(NRS), analisa data menggunakan uji statistik wilcoxon, dan mann-whitney.Hasil: Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan p value < 0.05 sehingga kombinasi terapi musik dan teknik relaksasinafas dalam secara signifikan dapat menurunkan intensitas nyeri pasien post kateterisasi jantung, kemudian dilakukananalisis perbedaan masing-masing variabel ditambah dengan protap rumah sakit sebagai kontrol dengan uji mannwhitney, hasil p value < 0.05 dan dilanjutkan uji mann-whitney tes untuk melihat perbandingan penurunan dua variabeldengan masing-masing p value < 0.05 dengan demikian secara statistik ada perbedaan antara kelompok intervensi dankelompok kontrol.Kesimpulan: Kombinasi terapi musik dan teknik relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan nyeri pada pasienpost kateterisasi jantung.
ANALISIS KEBIJAKAN REGIONALISASI RUJUKAN TERHADAP JUMLAH KUNJUNGAN DAN KEPUASAN PESERTA JKN DI FASKES RUJUKAN TINGKAT LANJUTAN Mustofa, Amirul; Dewi, Arlina
JHeS (Journal of Health Studies) Vol. 1 No. 2: September 2017
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.685 KB) | DOI: 10.31101/jhes.338

Abstract

Abstract: This research type is quantitative research with Cross Sectional Study approach. This study used secondary data of JKN participants who came both in outpatient and inpatient at Bantul Regency Hospital. Data analysis using paired t-test paired test and Analysis of variance (Anova). Research data were taken in 7 hospitals. The number of visits before and after the policy came into effect indicates a statistically significant difference. Satisfaction after the policy was enacted showed no statistically significant difference between 2015 and 2016. The number of post-policy visits enacted showed no statistically significant difference between the types of FKRT. The number of visits after the policy came into effect revealed a statistically significant difference between the FKRTL classes.Keywords: national health insurance, regionalization, polic
KOMPRESI UNNA BOOT DALAM PENYEMBUHAN ULKUS VENA KAKI: LITERATURE REVIEW: KOMPRESI UNNA BOOT DALAM PENYEMBUHAN ULKUS VENA KAKI: LITERATURE REVIEW Ayu, Yennyka Dwi; Dewi, Arlina
MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 9 No. 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.317

Abstract

Pendahuluan: Ulkus vena kaki adalah  gangguan vena pada ekstremitas bawah yang mencakup kelainan fungsional dari system venaseperti: pasien akan mengalami nyeri pada kaki, terjadi edema sampai terjadi perubahan pada kulit. Sehingga ulkus vena kakimerupakan insiden yang selalu meningkat dalam setiap tahunnya, hal ini mengakibatkan ulserasi berulang, penyembuhannya yanglama dan perawatannya yang mahal. Metode: Review ini menggunakan metode literature review. Peneliti melakukan pencarian sumber data dari database seperti: PubMed dan Sage Journal. Pencarian artikel menggunakan Bahasa Inggris dan tahun publikasi 2010-2020. Terdapat 4 artikel yang masuk dalam kriteria inklusi. Hasil: Hasil review 4 artikel menunjukkan bahwa periode yang tepat dalam menggunakan kompresi unna boot adalah 7 hari karena diwaktu tersebut kompresi unna boot harus diganti kemudian dilakukan kembali. Kekuatan dalam pemberian kompresi unna boot belum diketahui karena belum dijelaskan dengan detail berapa kekuatan balutan unna boot yang seharusnya diberikan pada pasien ulkus vena kaki dan tidak dijelaskan juga alat yang digunakan untuk mengukur tekanan kompresi balutan. Simpulan: Unna boot adalah terapi kompresi inelastis untuk meningkatkan drainase danpenyembuhan pada ulkus vena kaki. Kekuatan dalam pemberian kompresi unna boot belum diketahui karena belum dijelaskan dengan detail berapa kekuatan balutan unna boot yang seharusnya diberikan pada pasien ulkus vena kaki dan tidak dijelaskan jugaalat yang digunakan untuk mengukur tekanan kompresi balutan.
Analysis of 12-Dimensions of Patient Safety Culture at PKU Muhammadiyah Bantul Hospital (Plenary Accredited) Saputra, Rahmana Febri; Dewi, Arlina; Kusuma Dewi, Dyah Tri; Urhmila, Mariska
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 24, No 2 (2024): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v24i2.22947

Abstract

Hospital accreditation is a practice of systemically assessing hospital performance against accepted standards. Hospital accreditation can improve patient safety through the implementation of service standards and continuous service improvement through a patient safety culture. PKU Muhammadiyah Bantul Hospital received a score of 73.9% in 2015 when the accreditation was intermediate. This research aims to show the patient safety culture at the PKU Muhammadiyah Bantul Hospital, which has been plenarily accredited. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach with a descriptive research design to show the value of 12 dimensions of patient safety culture at PKU Muhammadiyah Bantul Hospital, which is plenarily accredited. The research subjects were 77 nurses and midwives who worked in the non-intensive care room at PKU Muhammadiyah Bantul Hospital based on inclusion and exclusion criteria. Nine dimensions got good grades, namely the dimensions of supervision, organizational learning, teamwork within units, openness and communication, feedback about errors, response to errors, management support, teamwork across units, handoffs, and transitions. Sufficient grades were obtained in the dimensions of perception, frequency of reports and staff/employees. The patient safety culture at PKU Muhammadiyah Bantul Hospital, when it received plenary accreditation, was classified as good (average score of 76.82%).
Evaluasi Pelayanan Kesehatan di Wilayah dengan Angka Kematian Bayi (AKB) Tinggi Asmi, Sarah Ayu Budi; Dewi, Arlina
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1(s) (2008): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v8i1 (s).1645

Abstract

Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia has been decrease but it is still high compared with the other ASEAN’s countries, the third higher rank in ASEAN, after Laos and Burma. Indirect causes of IMR include health services, relative difficult to be solved so it is still influence health status disparity of rural and urban area. High IMR regions should be more concerned, such as Pejawaran District which has a high IMR in 5years recent are 46,8/1.000 birth life on 2007, that is higher than national’s IMR are 26,9/1.000 birth life. The objective of this study is to evaluate health services (antenatal andperinatal care) in a high IMR region, Pejawaran District. This study use observational method with survey approach. The population is Pejawaran District ’s community. The samples are housewives who live at this district minimum 5 years and given birth minimum 1 life baby born. Ninety seven samples are selected by Lameshow formula of sample size and were selected by unproportional simple random from 3 villages that are selected by purposive sampling. The result are analyzed by descriptive analysis Generally, maternal-neonatal health care in Pejawaran district are good. There is needed an effort to make health cost and health care location more affordable and accessible for all Pejawaran ’s communities.Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia telah menurun, tetapi masih tinggi dibandingkan anggota ASEAN lain yaitu peringkat ketiga setelah Laos dan Burma. Penyebab tidak langsung AKB termasuk pelayanan kesehatan relatif sulit ditanggulangi sehingga masih menimbulkan disparitas antarpedesaan-perkotaan. Daerah dengan AKB tinggi perlu lebih diperhatikan, seperti Kecamatan Pejawaran yang selalu tinggi dalam 5 tahun terakhir yaitu 46,8/1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007, terlihat lebih tinggi dari AKB nasional yaitu 26,9/1.000 kelahiran hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan (perawatan antenatal dan perinatal) di wilayah dengan AKB tinggi, yaitu Kecamatan Pej awaran. Penelitian ini menggunakan metode observasional pendekatan survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Pej awaran, dengan sampel ibu rumah tangga yang pernah melahirkan minimal satu bayi lahir hidup dan tinggal di kecamatan ini minimal selama 5 tahun. Sampel sebesar 97 ditentukan berdasarkan rumus besar sampel Lameshow dan diambil secara unproporsional simple random dari tiga desa yang ditentukan secara purposive sampling. Data diolah dengan analisis deskriptif. Secara umum didapatkan hasil, pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di Kecamatan Pejawaran cukup baik, biaya kesehatan dan lokasi tempat pelayanan kesehatan perlu diupayakan supaya lebih terj angkau dan tercapai bagi seluruh masyarakat Kecamatan Pej awaran.
Enhancing Hospital Efficiency and Patient Outcomes Through Flexible Resident Scheduling: A Meta-Analysis Dharmayuda, Cokorda Gde Oka; Arlina Dewi
Community Medicine and Education Journal Vol. 5 No. 3 (2024): Community Medicine and Education Journal
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/cmej.v5i3.639

Abstract

The traditional, rigid work schedules of medical residents have been linked to fatigue, burnout, and potential adverse effects on patient safety. The implementation of flexible working hours has been proposed as a potential solution to mitigate these risks and improve patient outcomes. This meta-analysis aims to evaluate the impact of flexible resident scheduling on hospital efficiency, patient safety, and resident well-being. A systematic search of electronic databases (PubMed, Embase, Cochrane Library, Web of Science) was conducted to identify studies published between 2014 and 2024 that investigated the effects of flexible resident work hours on patient outcomes, medical errors, length of stay, and resident well-being. The quality of included studies was assessed, and data were extracted for meta-analysis using random-effects models. The meta-analysis included four studies. The results demonstrated that flexible resident scheduling was associated with a significant reduction in prolonged length of stay (pooled odds ratio [OR] = 1.10, 95% confidence interval [CI] = 1.06-1.14) and a decrease in medical errors (pooled OR = 0.93, 95% CI = 0.30-2.87). The results highlight the positive correlation between resident flexibility and enhanced patient care efficiency, indicating a decrease in medical errors. The findings of this meta-analysis suggest that implementing flexible resident scheduling can enhance hospital efficiency, improve patient outcomes, and promote resident well-being. Healthcare institutions should consider adopting flexible work-hour policies to optimize patient care and support the professional development of resident physicians.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar JKN Pada Pekerja Informal Di Kulon Progo Nugroho, Irfan Helmi; Dewi, Arlina; Nazaruddin, Ietje
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 7, No 1 (2021): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, April 2021
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.137 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v7i1.595

Abstract

Jumlah peserta jaminan kesehatan nasional merupakan salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional. Rendahnya kepesertaan jaminan kesehatan nasional yang berasal dari pekerja informal merupakan salah satu hambatan tercapainya indikator tersebut. Sehingga perlu diadakan penelitian untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kemauan untuk membayar jaminan kesehatan nasional pada pekerja sektor informal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif femonenologi dengan teknik sampling yang diambil secara purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah 10 kepala keluarga yang bekerja pada sekor informal dan belum tergabung dalam jaminan kesehatan nasional. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor yang mempengaruhi kemauan pekerja informal untuk membayar jaminan kesehatan naional yakni pengetahuan akan jaminan kesehatan nasional, faktor ekonomi, faktor kebutuhan mengenai perawatan kesehatan, dan memiliki persepsi negatif mengenai kualitas pelayanan kesehatan dan lembaga pengelola asuransi. Dari hasil yang ditemukan mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi kemauan membayar jaminan kesehatan nasional pada sektor informal, dapat disimpulkan bahwa pekerja informal cenderung menunda untuk bergabung dengan jaminan kesehatan nasional.
THE IMPLEMENTATION OF PATIENT SAFETY GOALS FOR PATIENTS' SATISFACTION IN THE HEMODIALYSIS UNIT Ambarwati, Dwi; Dewi, Arlina
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v12i1.2024.25-36

Abstract

Background: Surveys on patient safety in dialysis units uncover a range of significant patient safety issues. Hemodialysis centers are particularly vulnerable to adverse events due to a number of risk factors, such as machine malfunctions, excessive blood loss, patient falls, prescription errors, and inadequate infection control procedures. Aim: Analyze the problem of implementing patient safety goals and describe the patients' satisfaction with the implementation of patient safety goals. Methods: This study employs a concurrent embedded methodology with a mixed-methods design, utilizing quantitative data to complement the qualitative data. Applying the focus group discussion (FGD) technique, questionnaires and observations of hemodialysis patients' satisfaction with implementing patient safety goals were utilized to complete the data collection. Results: According to the patient satisfaction survey, two patients were worried that their dialyzer tubes had been mixed up, earning a negative score of 5.13%. 23.07% of patients had negative results on the infection prevention risk questionnaire; 3 patients (7.69%) only seldom cleaned their hands before starting dialysis, and 6 patients (15.38%) did not. Conclusion: The implementation of patients' identification and the reduction of infection risk through hand hygiene have not been carried out consistently, concerning patient safety goals in the hemodialysis unit. Keywords: hand hygiene, hemodialysis, patient safety goals, patients' satisfaction, patients' identification
NAVIGATING BARRIERS: THE NEED FOR INTEGRATED HEALTH INFORMATION SYSTEM FOR TUBERCULOSIS-DIABETES CO-SCREENING Arini, Merita; Prakoso, Denny Anggoro; Suryanto, Farid; Dewi, Arlina; Basha, Muzaitul Akma Binti Mustapa Kamal
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v12i1.2024.162-176

Abstract

Background: Tuberculosis-diabetes mellitus (TB-DM) is a co-epidemic condition representing a double burden for high TB burden countries like Indonesia. Private primary care (PPC) in Indonesia was newly reintroduced to the TB program. Aims: This study explores the challenges PPC healthcare workers (HCWs) face in implementing TB-DM bi-directional screening and strategies to improve it. Methods: An explorative qualitative method was used by conducting two-round focus group discussions (FGDs) with HCWs (n=15) from five private clinics in Yogyakarta Special Region Province Indonesia and triangulated with 10 DM patients and the TB program manager from the provincial health office. The data were audio recorded, transcribed verbatim, and subjected to thematic analysis. Results: HCWs face complex barriers in TB-DM co-screening implementation from patients, HCWs, and health system aspects. An integrated system to remind, support decision-making, report, reduce documentation duplication, monitor, and evaluate co-screening implementation emerged as a potential strategy, although some challenges to deploy. Conclusion: Albeit HIS is promising in enhancing integrated TB-DM screening and management, a comprehensive approach and multisector roles are still needed to overcome impediments to TB-DM bidirectional screening in PPCs. Keywords: diabetes mellitus, health information system, screening, tuberculosis
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agus Aan Adriansyah Agus Tri Widiyantara Agus Tri Widiyantara, Agus Tri Agustiani, Sirli Amirul Mustofa ANNISA FIRDAUSI Arini, Merita Aris Suparman Wijaya Aris Suparman Wijaya, Aris Suparman Asmi, Sarah Ayu Budi Asri Bashir Astuti, Yurni Dwi Aulia, Ariadne Ayu, Yennyka Dwi azizah khoiriyati Basha, Muzaitul Akma Binti Mustapa Kamal Bekti, Nikma Kurnianingtyas Bekti, Nikma Kurnianingtyas Cahyani, Faridha Cherol Nelson Ering Cita Rosita Sigit Prakoeswa Della Mawros Dwita Della Mawros Dwita, Della Mawros Dewi, Trisna Setya Dharmayuda, Cokorda Gde Oka Dianita Sugiyo, Dianita Dwi Ambarwati, Dwi Dwi Nur Anggraeni Ekorini Listiowati, Ekorini Elsye Maria Rosa Endang Sulistyawati Erni Rahmawati Fananie, Yasser Ahmad Fidela Firwan Firdaus Fidela Firwan Firdaus, Fidela Firwan Fradita Eka Sukardi Fradita Eka Sukardi, Fradita Eka Gofur Ahmad Harigustian, Yayang Idris, Desi Natalia Trijayanti Ietje Nazaruddin Indah Purnamasari Kusuma Dewi, Dyah Tri Kusumo, Mahendro Prasetyo Lellee, Ralph. J. Mariska Urhmila, Mariska Merita Arini Minanton Murnani, Sari Nanik Sri Khodriyati Novita Kurnia Sari Novita Kurnia Sari Nugroho, Irfan Helmi Nur Hidayah Prakoso, Denny Anggoro R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rudy Dwi Laksono Saputra, Rahmana Febri Sekarsiwi, Anggraini Respati Setyonugroho, Winny Sri Sumaryani Suhendar Sulaeman Sumardi Sumardi Supriyatiningsih, Supriyatiningsih Supriyatiningsih, Supriyatiningsih Suryanto, Farid Susanto Susanto Tendean, Angelia Friska Titih Huriah Veronica Retno Setyaningsih Warih Andan Puspitosari, Warih Andan Widyatmoko, Danar Wijaya, Adi Indra Wirasto, Anggit Yaqub, Amak M. Yurni Dwi Astuti