Claim Missing Document
Check
Articles

THE CONNECTION HUBUNGAN TINGKAT HIPERTENSI DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBANG 1: RELATIONSHIP OF HYPERTENSION LEVEL WITH DECREASING COGNITIVE FUNCTIONS IN THE ELDERLY WORKING AREA OF PUSKESMAS SUMBANG 1 SANTI SUSANTI NINGSIH; Feti Kumala Dewi; Surtiningsih Surtiningsih; Wasis Eko Kurniawan
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i2.170

Abstract

Hipertensi ialah tekanan darah yang melebihi batas normal karena adanya gangguan pada sistem peredaran darah. Hipertensi menjadi salah satu penyakit pada usia lanjut dengan prevalensi terbesar di Indonesia. Lansia umumnya mengalami penurunan fungsi kognitif seperti orientasi, konsentrasi, berpikir, memori dan gangguan bahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat hipertensi dengan penurunan fungsi kognitif lansia di wilayah kerja Puskesmas sumbang1. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden. Data dikumpulkan dengan mengukur tekanan darah dan menilai fungsi kognitif lansia menggunakan kuesioner MMSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia lansia di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1 berada pada rentang usia 60-69 tahun (79%), dengan hipertensi stadium II (45,5%) dan sebagian besar responden mengalami fungsi kognitif ringan. (38,7%). Data tersebut menunjukkan ada  hubungan tingkat hipertensi dengan penurunan fungsi kognitif pada lansia menggunakan skor tes Spearman Rank dengan p-value 0,0001 (p-value < ) dan rho sebesar0,342. Kata Kunci: Tingkat hipertensi. Fungsi kognitif
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. I DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI:: HARGA DIRI RENDAH DI RSJ PROF.DR. SOEROJO MAGELANG TAHUN 2021 Indah Liyana Sari; Ita Apriliyani; Feti Kumala Dewi
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 5: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa merupakan respon maladaptif individu yang berupa sekumpulan reaksi psikotis dengan ciri-ciri pengunduran diri dari kehidupan sosial, gangguan emosional dan afektif yang kadang kala disertai dengan delusi serta tingkah laku yang negative/ merusak. Pasien dengan harga diri rendah cenderung mengurung diri dan menyendiri, kebiasaan itulah yang memicu munculnya masalah lain diantaranya isolasi social. Peran perawat dalam menjalankan perannya sebagai pemberi asuhan keperawatan memerlukan suatu perangkat instruksi atau langkah-langkah. Hal ini bertujuan agar penyelenggaraan pelayanan keperawatan memenuhi standar keperawatan. Tujuan penulis adalah memberikan asuhan keperawatan pada ny. i dengan gangguan konsep diri: harga diri rendah. Tindakan dengan memberikan implementasi pada klien yaitu membantu klien untuk mengidentifikasi situasi atau perasaan yang mungkin perilaku menyakiti diri, melakukan kontrak dengan klien, mengajarkan dan kuatkan klien untuk melakukan tingkah laku koping yang efektif, memberikan pengobatan dengan cara yang tepat untuk menurunkan cemas, menstabilkan alam perasaan dan menurunkan stimulasi diri. Intervensi terus dilakukan sesuai dengan keadan pasien.
Hubungan Kesehatan Mental Dengan Status Ibu Tidak Menyusui Di Kabupaten Banyumas Fauziah Hanum Nur Adriyani; Arlyana Hikmanti; Feti Kumala Dewi
Midwifery Care Journal Vol 4, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v4i1.9440

Abstract

A mother's mental health greatly impacts breastfeeding and child growth health. Due to the high rate of discontinuation of breastfeeding, we aimed to assess the relationship between maternal mental health and breastfeeding status and find underlying psychological disorders. This will enable us to improve the health of children, mothers, and families communities by adjusting and controlling for factors contributing to the cessation of breastfeeding. This study uses analytical methods. The research sample includes mothers who stopped breastfeeding, used formula milk for babies and toddlers, and used mixed methods (breast milk and formula) for babies aged 0-6 months. The mental health data collection method was adopted from GHQ-28 (General Health Questionnaire). Data analysis used descriptive statistics (absolute frequency, relative frequency, mean, standard deviation) and OR test, Chi-square or Mann-Whitney test. The results showed that mental health influenced the reasons for mothers not breastfeeding because the baby was small 74%, the baby did not gain weight 55.2%, the mother because she worked 77.4%, lack of support 95.3%, breastfeeding was not. Did not come out as much as 89.8%. There were 21 (29.5) mental health problems for working mothers, and 23 (41.1%) breast milk did not come out smoothly, which had an effect of 30,286 times which was the main reason for mothers not coming out. 
Pengaruh Breathing Exercise Diafragma (Bed) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Ditiro Sigli Said Muhammad Yusuf; Murniati Murniati; Feti Kumala Dewi
Viva Medika Vol 16 No 2 (2023): VOLUME 16 / Nomor 02 /MARET/ 2023
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i2.911

Abstract

Non-pharmacological therapy that can be done to reduce pain in post sectio caesarea patients can be done with diaphragmatic breathing exercise. This study aims to determine the effect of diaphragmatic breathing exercise on reducing pain in post sectio caesarea patients with spinal anesthesia at Tgk Chik Ditiro Sigli Hospital. This research method is a Quasi Experiment with a pretest – posttest approach with a control group. The number of samples in this study were 40 sectio caesarea patients who were divided into 2 groups, namely 20 experimental groups and 20 control groups. The instrument used in this study to measure the pain scale is the Phase Pain Scale (FPS). The collected data were analyzed univariately and bivariately using the Wilcoxon Test. The results showed that the average pain scale in the intervention group before being given the diaphragmatic breathing exercise technique was 5 (SD 1.29777 and confidence interval (2-6)) and after being given the diaphragmatic breathing exercise technique the average pain scale decreased to 3. 1 (SD 1.11921 and confidence interval (1-5)). There is an effect of diaphragmatic breathing exercise on pain reduction in post-cesarean section patients with spinal anesthesia with a p-value of 0.0001 (P<0.05). This study concluded that there was an effect of diaphragmatic breathing exercise on pain reduction in post-cesarean section patients with spinal anesthesia at Tgk Chik Ditiro Sigli Hospital.
Pengaruh Menggendong Posisi M Shape dengan Bonding Attachment dan Kualitas Tidur Bayi Feti Kumala Dewi; Tin Utami; Susilo Rini
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.733 KB)

Abstract

Untuk membuat bayi nyaman, salah satu cara yang digunakan adalah menggendongnya. Posisi M Shape, dianggap paling aman karena membuat panggul bayi tetap berada di dalam rongganya. Posisi M Shape juga memungkinkan bayi lebih tenang, mudah tidur, dan mempererat ikatan emosional dengan orang tua (bonding attachment) karena wajah bayi menghadap orang yang menggendongnya. Penelitian ini adalah cross sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling, sampel penelitian ini adalah 200 bayi. Data penelitian adalah data primer dari wawancara tentang bonding attachment dan kualitas tidur bayi. Instrumen penelitian adalah kuisioner bonding attachment dan kualitas tidur bayi. Analisis dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian Bonding Attachment sebelum posisi M Shape cukup dan setelah posisi M Shape menjadi baik sebanyak 54 ibu (27%), hasil uji Wilcoxon p value adalah 0,000 artinya ada pengaruh menggendong posisi M Shape terhadap Bonding Attachment. Kualitas tidur bayi sebelum posisi M Shape cukup dan setelah posisi M Shape menjadi baik sebanyak 54 ibu (27%) hasil uji Wilcoxon p value adalah 0,000 artinya ada pengaruh menggendong posisi M Shape terhadap kualitas tidur. Kesimpulan ada pengaruh menggendong posisi M Shape terhadap Bonding Attachment dan kualitas tidur bayi bayi di Posyandu Desa Toyareka Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga.
Gambaran Tingkat Stres Akademik dan Respon Stres dalam Menjalani Perkuliahan Online pada Mahasiswa Sarjana Keperawatan Tingkat Akhir di Universitas Harapan Bangsa Inggar Permana Putri; Madyo Maryoto; Feti Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.571 KB)

Abstract

Coronavirus disease (Covid-19) selain berdampak pada bidang kesehatan pandemi ini juga berdampak pada bidang pendidikan. Selama periode pandemi menunjukkan tingkat kecemasan, depresi, dan stres yang jauh lebih tinggi, dibandingkan dengan para mahasiswa pada masa-masa normal. Stres merupakan salah satu reaksi atau respon psikologis manusia saat dihadapkan pada hal-hal yang dirasa telah melampaui batas atau dianggap sulit untuk dihadapi. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat stres akademik dan respon stres dalam menjalani perkuliahan online pada mahasiswa Sarjana Keperawatan tingkat akhir di Universitas Harapan Bangsa. Desain penelitiannya survei deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa keperawatan S1 tingkat akhir sebanyak 90 mahasiswa dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner stres akademik dan Physio-Psycho- Social Response Scale (PPSRS). Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres remaja dalam kategori sedang (75,6%), respon terhadap stres yang sangat baik terdapat pada respon fisiologis (50%), respon yang baik terdapat pada respon psikologis (55,5%) dan respon sosial (56,7%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat stres dalam kategori sedang dalam menjalani pembelajaran online dengan respon terhadap stres yang baik dan sangat baik.
Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Pasien Skizofrenia di Bangsal Jiwa RSI Banjarnegara Ari Yogo Prasetiyo; Ita Apriliyani; Feti Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.097 KB)

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental yang paling umum. Interaksi sosial yang buruk pada pasien skizofrenia akan menyebabkan isolasi diri atau isolasi sosial, hal ini dapat memicu risiko bunuh diri dan perawatan yang lama. Upaya keperawatan yang dapat dilakukan dengan cara melakukan interaksi sosial sehingga pasien memiliki kenyamanan saat berhubungan dengan orang lain seperti Terapi Kegiatan Kelompok Sosialisasi (TAKS). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan interaksi sosial pasien skizofrenia di Bangsal Jiwa RSI Banjarnegara. Desain yang dilakukan menggunakan pra eksperimen tipe one group pretest-posttest. Sampel adalah pasien skizofrenia di Bangsal Jiwa RSI Banjarnegara sebanyak 21 pasien dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan analisis data menggunakan Wilcoxon. Penelitian ini mendapatkan data kemampuan interaksi sosial pasien skizofrenia sebelum TAKS berada pada kategori kurang aktif (66,7%) dan setelah diberikan TAKS dalam kategori cukup aktif (90,5%). Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok sosialisasi terhadap kemampuan interaksi sosial pasien skizofrenia di Ruang Jiwa RSI Banjarnegara dengan nilai p value 0,0001.
Asuhan Keperawatan Gangguan Hipertermia pada An. A dengan Kejang Demam Kompleks di Ruang Anggrek RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Novita Kustriani; Roro Lintang Roro lintang; Feti Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.323 KB)

Abstract

Kejang demam merupakan gangguan neurologis akut yang sering ditemukan pada anak-anak. Kejadian kejang demam terutama pada anak umur 4 sampai 6 tahun. Tipe kejang yang sering ditemukan pada usia anak ialah kejang demam. Pada anak antara usia 6 bulan sampai 5 angka kejadian kejang demam mencapai 2-5%. Masalah yang terjadi pada pasien kejang demam seperti risiko cedera, kecemasan, ketidakefektifan pola nafas, hipertemia. Tujuan penelitian yaitu memberikan gambaran asuhan keperawatan gangguan hipertemia pada An. A dengan Kejang Demam Kompleks di ruang Anggrek RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif. Pada studi kasus ini yang menjadi subjek adalah An. A dengan masalah kejang demam kompleks di ruang Anggrek RSUD dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Hasil menunjukan bahwa penulis membuat perencanaan asuhan keperawatan pada An. A yang mencakup NIC Perawatan Demam (3740) dan Kontrol Infeksi (6540). Evaluasi setelah melakukan Tindakan yang sesuai dengan rencana, dilakukan evaluasi untuk mengetahui dan memantau perkembangan dan menilai seberapa tingkat keberhasilan dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan pada An. A. Evaluasi yang dilakukan selama 3 hari gangguan hipertermia berhubungan dengan penyakit sudah teratasi.
Hubungan Obesitas dan Stress dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Purwokerto Selatan Nuraeni Nuraeni; Feti Kumala Dewi; Wilis Sukmaningtyas
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.36 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1066

Abstract

Hipertensi memiliki bebarapa faktor resiko yang bisa diubah diantaranya yaitu obesitas dan stress, pemeriksaan yang digunakan untuk menentukan obesitas yaitu indeks massa tubuh sedangkan dalam menetukan stress yaitu menggunakan kuesioner DASS 42. Penyakit tekanan darah tinggi ataupun yang sering di kenal dengan penyakit hipertensi merupakan kondisi kronis yang menyebabkan tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri yang mengalami peningkatan yaitu hasil pemeriksaan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan obesitas dan stress dengan kejadian hipertensi pada lansia di puskesmas purwokerto selatan. Jenis penelitian ialah penelitian kuantitatif menggunakan pendektan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 83 lansia yang mengikuti prolanis di puskesmas purwokerto selatan. Pengambilan data dengan cara pengukuran berat badan, tinggi badan pasien dan mengukur tekanan darah, serta melakukan wawancara untuk pengisian kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh antara obesitas dengan kejadian hipertensi didapatkan nilai sig 2-tailed sebesar 0,012 (p value < 0,05) nilai correlation coefisien 0,276. Sedangkan stress dengan kejadian hipertensi didapatkan nilai sig 2-tailed sebesar 0,027 (p value < 0,05) nilai correlation coefisien 0,243 yang menunjukan kesimpulan terdapat hubungan antara Obesitas dan Stres dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Purwokerto Selatan.
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Post Operative Nausea Vomiting (PONV) dan Shivering pada Pasien General Anestesi di RSUI Harapan Anda Tegal Hadi Heri Nurhanto; Made Suandika; Feti Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.92 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1076

Abstract

Post Operative Nausea Vomitingm (PONV) adalah mual dan atau muntah yang terjadi dalam 24 jam pertama setelah pembedahan dengan demikian bila PONV tidak segera ditangani, dapat menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, hipertensi vena, perdarahan, reptur esophageal Shivering adalah aktivitas otot yang involunter serta berulang satu otot rangka atau lebih yang biasanya terjadi pada masa awal pemulihan post anestesi. Shivering menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien, Tujuan Umum pada penelitian ini adalah Mengetahui Hubungan Lama Puasa dengan kejadian post operative nausea vomiting (PONV) dan Shivering di RSUI Harapan Anda Tegal Berdasarkan hasil perhitungan maka didapatkan sampel pada penelitian ini berjumlah 132 responden. Dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, yaitu merupakan suatu bentuk penelitian dengan pengukuran variabel yang hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa Lama Puasa dengan “Puasa cukup” maka akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 94 sampel (71,2%) dan PONV sebanyak 3 sampel (2,3%). Kemudian pada “Puasa tidak cukup” akan menghasilkan Tidak PONV sebanyak 15 sampel (11,4%) dan PONV sebanyak 20 sampel (15,2%), diketahui bahwa Lama Puasa dengan “Puasa cukup” maka akan menghasilkan Tidak ada Shivering sebanyak 96 sampel (72,7%) dan Shivering sebanyak 1 sampel (0,8%). Kemudian pada “Puasa tidak cukup” akan menghasilkan Tidak ada Shivering sebanyak 23 sampel (18,9%) dan Shivering sebanyak 10 sampel (7,6%). Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat hubungan Lama Puasa dengan PONV. Untuk hubungan lama puasa dengan shivering Terdapat hubungan yang signifikan antara Lama Puasa dengan Shivering yang ditunjukkan sig 0,000 sig lebih kecil dari nilai yang ditentukan yaitu 0,05 (0,000 < 0,05).
Co-Authors Ailsya Farhana Anas, Fauriza Hayatul Anatria Septama Putri Anita, Debbi Tri Apriliani, Ita Apriliyani, Ita Ari Hidayatun Ari Yogo Prasetiyo Ariya Dwi Kristiyanti Arni Nur Rahmawati Asih Syifa'ul Hasanah Asmat Burhan Aulia, Noval Bagas Kara Alfaridzi Berliana Putri Utami Burhan, Asmat Danang Tri Yudono Dani, Dwi Darmawan Desy Yulita Dewi Ayu Lestari Dewi, Anggi Gusti Dwi Febriana Aini Dwi Novitasari Elvina, Windy Evi Dayanti Faizah, Maisarotul Fauziah Hanum Nur Adriani Fauziah Hanum Nur Adriyani Fauziah Hanum Nur Adriyani Fika Warginingtyas Fitri Nurhayati Fitriani, Revica Nur Hadi Heri Nurhanto Hikmanti, Arlyana Imas Hartanti Indah Liyana Sari Indri Heri S Inggar Permana Putri Irawati, Fanni Siska Islamiati, Shinta Ita Apriliyani Ita Apriliyani Linda Yanti Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Marfungah, Sari Fatul Maya Anjarsari Maya Safitri Melati Khusnanisa Murniati . Murniati Murniati Ni'mah, Khoirun Nisa, Nur Khoerotun Noval Aulia Novita Kustriani Nur Adriyani, Fauziah Hanum Nur Fatichahtus Sa'adah Nur Oktariani Nuraeni Nuraeni Nurjanah, Sifa Siti Oktaviana Oktaviana Oktaviani, Fani Try Peppy Octaviani Dewi Permani, Nara Putri, Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Rahmadiya Hadi Putri Rahmaya Nova Handayani Ratih Padmasari Rere Ardia Cahyani Ririn Isma Sundari Roro Lintang Roro lintang Rosi Kurnia Sugiharti Said Muhammad Yusuf SANTI SUSANTI NINGSIH Septian Mixrova Sebayang Setiowati, Marliana Sulis Siti Haniyah solehah, Fita ayu Supayo, Sri Ayuni Surtiningsih Surtiningsih Surtiningsih SURTININGSIH, SURTININGSIH Susilo Rini Susilo Rini Susilo Rini, Susilo Taat Agung Widodo Tin Utami Tin Utami Tono Aminudin Tophan Heri Wibowo Ubjaan, Natasya Putri Wahyu Dianto Wasis Eko Kurniawan Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wilis Sukmaningtyas Wulandari, Nelsa Mei Yudono, Danang Tri Yustika, Dewani Yusuf, Said Muhammad