Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Depresi dengan Kemandirian Lansia dalam Melakukan Activities of Daily living (Literature Review) Imas Hartanti; Siti Haniyah; Feti Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.621 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1077

Abstract

Depresi merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan mental yang umum pada usia lanjut dan merupakan penyakit mental umum di seluruh dunia yang berdampak negatif pada fungsi psikososial dan kualitas hidup pasien. Mempengaruhi sekitar 7% dari lansia di seluruh dunia depresi terdiri dari tiga gejala depresi utama, termasuk gejala emosional, gejala neurovegetatif, dan gejala neurokognitif. Suasana hati yang tertekan dan anhedonia adalah gejala dasar dari depresi. Semakin meningkatnya tingkat depresi dapat menyebabkan menurunnya tigkat kemandirian lansia dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu guna mendeskripsikan gambaran hubungan depresi dan kemandirian lansia dalam melakukan activities of daily living. Tinjauan literatur dengan pencarian artikel yang relevan diterbitkan pada tahun 2017-2022 yang didapatkan melalui database seperti Google scholar, PubMed, dan Elvesier. Kata kunci yang digunakan untuk mencari literatur meliputi Depresi, Kemandirian, Aktifitas Sehari-Hari, Lansia, Depression, Independence, Activity of Daily Living, Elderly. Hasilnya adalah sebelas artikel penelitian telah memenuhi kriteria inklusi. Didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara depresi dengan kemandirian lansia dalam melakukan Activities of daily living. Depresi sering didapatkan pada jenis kelamin perempuan, usia >60 tahun, dengan pendidikan rendah dan kondisi Kesehatan yang buruk. Tingkat depresi yang diderita lansia mayoritas adalah depresi ringan dan sedang dengan ketergantungan pada tingkat ringan dan sedang. Terdapat 9 dari 11 artikel yang diteliti menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara depresi pada lansia dengan kemandirian dalam melakukan activities of daily living. Kesimpulannya terdapat hubungan antara depresi dengan kemandirian lansia dalam melakukan activities of daily living.
Faktor - Faktor yang Memengaruhi Kecemasan Perawat dalam Menghadapi Code Blue di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Taat Agung Widodo; Feti Kumala Dewi; Septian Mixrova Sebayang
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.227 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1096

Abstract

Code blue merupakan tanda isyarat kegawatdaruratan di rumah sakit bilamana ada keadaan pasien yang mengalami henti jantung (cardiac arrest) atau berupa pemberitahuan adannya pasien yang kritis. Untuk mengurangi kecemasan perawat maka diperlukan kesiapan perawat dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan dalam penanganan code blue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan perawat dalam menghadapi code blue. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 56 responden. Terdapat hubungan usia perawat dengan terjadinya kecemasan perawat diperoleh p-value 0,00(<0,05). Tidak ada hubungan jenis kelamin terhadap terjadinya kecemasan perawat dengan p-value 0,154(>0,05). Terdapat hubungan tingkat pendidikan terhadap terjadinya kecemasan perawat dengan p-value 0,026(<0,05). Terdapat hubungan lama kerja / pengalaman perawat terhadap terjadinya kecemasan perawat dengan p-value 0,001(<0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan usia, pendidikan dan lama kerja terhadap terjadinya kecemasan perawat di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara.
Pembentukkan “KEPOKMILI” (Kelompok Ibu Hamil Peduli) Sebagai Upaya Deteksi Dan Pemantauan Hypertensi Kehamilan Linda Yanti; Feti Kumala Dewi; Surtiningsih Surtiningsih; Fauziah Hanum Nur Adriyani; Arlyana Hikmanti; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i5.9125

Abstract

ABSTRAK Hypertensi kehamilan masih menjadi penyebab utama dari angka kmatian ibu (AKI). Di Indonesia sebayak 1.077 kasus ibu meninggak karena mengalami hypertensi kehamilan, di Jawa Tengah sebanyak 156 ibu meniggal karena hypertensi kehamilan dan kabupaten banyumas sebanyak 29 kasus kematian terjadi saat hamil. Permasalahannya adalah terdapat 2 kasus kematian tersebt berada di kecamatan kembaran. Di Desa Bantarwuni terdapat 5 ibu hamil yang mengalami hypertensi, belum ada kelompok ibu hamil yang terbentuk sehingga banyak informasi penting yang tidak diketahui oleh ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk KEPOKMILI (Kelompok Ibu Hamil Peduli), ibu hami juga mampu memberdayakan diri, peningkatan pengetahuan, meningkatkan partisipasi dan minat untuk deteksi dini, pemantauan, dan pencegahan hypertensi serta komplikasi kehamilan. Metode kegiatan ini dengan ceramah, tanya jawab, diskusi pembentukan kelompok ibu hamil perduli, edukasi, deteksi dini dan pemantauan hypertensi kehamilan pemberian informasi dan pemberdayaan diri. Khalayak sasaran yang dipilih adalah ibu hamil dan tempat yang dipilih adalah di Desa Bantarwuni. Hasil kegiatannya yang diikuti oleh 28 peserta penetapan fasilitator, pembentukan KEPOKMILI, pretest, pemberian informasi, posttest, deteksi hypertensi ibu hamil dengan pemeriksaan cold pressor test (CPT), pemantauan tekanan darah. Kesimpulan: terbentuknya KEPOKMILI, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan setelah kegiatan, terdapat 4 ibu hamil yang beririko hypertensi, pemantauan tekanan darah dilakukan intensif selama 1 minggu sekali. Saran: Diharapkan ibu hamil yang baru dapat bergabung dengan komunitas KEPOKMILI, deteksi hypertensi ibu hamil dapat dilakukan dengan pemeriksaan CPT, pemantauan tekanan darah ibu hamil harus dilakukan setiap 1 minggu sekali untuk semua ibu hamil. Kata Kunci: Hypertensi, KEPOKMILI (Kelompok Ibu Hamil Peduli), Cold Pressor Test (CPT)  ABSTRACT Pregnancy hypertension is still the main cause of maternal mortality (MMR). In Indonesia, 1,077 cases of mothers died due to pregnancy hypertension, in Central Java, 156 mothers died due to gestational hypertension, and in Banyumas district, 29 cases of death occurred during pregnancy. The problem is that there were 2 cases of death in the Twin District. In Bantarwuni Village there are 5 pregnant women who experience hypertension, no groups of pregnant women have been formed so that there is a lot of important information that pregnant women do not know. This activity aims to form KEPOKMILI (Caring Pregnant Women Group), pregnant women are also able to empower themselves, increase knowledge, increase participation and interest in early detection, monitoring, and prevention of hypertension and complications of pregnancy. The method of this activity is with lectures, questions and answers, discussions on forming groups of caring pregnant women, education, early detection and monitoring of pregnancy hypertension, providing information and self-empowerment. The selected target audience is pregnant women and the chosen place is in Bantarwuni Village. The results of the activities which were attended by 28 participants were the appointment of facilitators, formation of KEPOKMILI, pretest, provision of information, posttest, detection of hypertension in pregnant women by examining the cold pressor test (CPT), monitoring of blood pressure. Conclusion: the formation of KEPOKMILI, there was an increase in the knowledge of pregnant women before and after the activity, there were 4 pregnant women who were at risk of hypertension, blood pressure monitoring was carried out intensively once a week. Suggestion: It is expected that new pregnant women can join the KEPOKMILI community, detection of hypertension in pregnant women can be done by CPT examination, monitoring of blood pressure in pregnant women must be done once every 1 week for all pregnant women. Keywords: Hypertension, KEPOK MILI (Concerned Pregnant Women Group), Cold Pressor Test (CPT)
Gambaran Pengetahuan Pasien Pra Operasi Tentang Pentingnya Puasa Sebelum Tindakan Operasi di RSUD Pidie Jaya Noval Aulia; Tophan Heri Wibowo; Feti Kumala Dewi
Viva Medika Vol 16 No 3 (2023): VOLUME 16 / Nomor 03 /JULI/ 2023
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i3.1039

Abstract

Pre-surgical information for patients is important for patients to know so that they are better prepared for the surgical process. Inadequate pre-surgical preparation can be a cause of anesthetic accidents. This study aims to describe the knowledge of preoperative patients about the importance of fasting before surgery at Pidie Jaya Hospital. This research method is quantitative with a descriptive approach. Sampling technique with nonprobability sampling by means of accidental sampling as many as 104 respondents who perform operations. Data analysis was performed univariately. The results showed that the majority of patients aged > 35 years were 59 respondents (56.7%), the majority were male, 63 respondents (60.6%), the majority had junior high school education, 61 respondents (58.7%), the majority 37 respondents (35.6%) worked as farmers, the majority had never undergone surgery, namely 92 respondents (88.5%). The majority of preoperative patients' knowledge about the importance of fasting is in the less category, namely as many as 43 respondents (41.3%). This study concluded that the knowledge of preoperative patients about the importance of fasting at Pidie Jaya General Hospital was mostly in the less category
KECEMASAN SANTRI PONDOK PESANTREN TERHADAP KASUS COVID-19 DI PONDOK PESANTREN MAMBAUL IHSAN KECAMATAN KERTANEGARA KABUPATEN PURBALINGGA Tono Aminudin; Tophan Heri Wibowo; Ita Apriliyani; Feti Kumala Dewi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Ilmu Vol 1 No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Melati Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59004/metta.v1i3.165

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) is a type of infectious disease transmitted by Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Anxietyunclear feeling of fear accompanied by feelings of uncertainty, insecurity, helplessness and isolation. This study aims to identify the level of Anxiety of Islamic Boarding School Students against Covid-19 Cases at Mambaul Ihsan Islamic Boarding School. The research method is descriptive research with a sampling technique using purpose sampling. This study identifies the anxiety status of students by using 20 standard questionnaire questions from Zung Self. -Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS). The results of the research from the number of respondents 171 students aged 13-17 years, male students 53 students (31%) and female students 118 students (69%), obtained the results 167 students (97.7%) were not anxious / normal, 4 students (2.3%) mild anxiety, and no moderate or severe anxiety (0%).
Upaya Memperlancar Produksi ASI dengan Pijat Woolwich dan Teknik Menyusui yang Benar pada Ibu Nifas Dwi Febriana Aini; Feti Kumala Dewi; Surtiningsih Surtiningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11327

Abstract

ABSTRAK Penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif pada ibu nifas primipara diantaranya karena ASI sedikit keluar bahkan ada yang tidak keluar. Dengan pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yang benar, bayi akan mendapatkan nutrisi yang cukup dari ASI. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin adalah dengan memberikan rasa rileks pada ibu dengan meberikan pijatan woolwich. Tingkat pengetahuan terkait pengetahuan dan ketrampilan teknik menyusui yang benar di Puskesmas Pagedongan masih dikategorikan rendah dan berdampak buruk terhadap kualitas pemberian ASI eksklusif. Untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kelancaran produksi ASI pada ibu nifas primipara. Menggunakan pertanyaan kuesioner pre test post test dan demontrasi terkait pijat woolwich dan teknik menyusui yang benar dan juga pemompaan ASI pada payudara. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatnya pengetahuan ibu nifas primipara tentang pijat woolwich dan teknik menyusui yang benar sebayak 5 responden (100%) dalam kategori baik, ketrampilan sebanyak 3 dari 5 responden (60%) dalam kategori baik, sebelum dan sesudah dilakukannya pemompaan dan pemijatan pada payudara ibu mengalami perubahan pada pengeluaran ASI dengan rata-rata awal jumlah ASI 2.4 cc menjadi 8.12 cc. Terdapat peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan produksi ASI pada ibu nifas primipara di Puskesmas Pagedongan Kabupaten Banjarnegara. Kata Kunci: Ibu Nifas Primipara, Teknik Menyusui Yang Benar, Pijat Woolwich  ABSTRACT The cause of the failure of exclusive breastfeeding in primiparous puerperal mothers is that milk comes out a little or some doesn’t even come out. With the mother’s knowledge of proper breastfeeding techniques, the baby will get sufficient nutrition from breast milk. One of the efforts that can be made to increase the hormones prolactin and oxytocin is to give the mother a sense of relaxation by giving a woolwich massage. The level of knowledge related to knowlwdge and skills of correct breastfeeding techniques at the Pagedongan Health Centeris still in the low category and has a negative impact on the quality of exclusive breastfeeding. To increase knowledge, skills and fluency in milk production in primiparous postpartum mothers. Using pre-test post-test questionnaire questions and demonstrations related to woolwich massage and correct breastfeeding techiques as well as pumping milk into the breasts. The result of this community service is the increased knowledge of primiparous puerperal mother about woolwich massage and correct breastfeeding techiques as many as 5 respondents (100%) in the good category, skills as many as 3 out of 5 respondents (60%) in the good category, before and after doing it pumping and massaging the mother’s breast experienced a change in milk production with an initial average amount of milk from 2.4 cc to 8.12 cc. There is an increase in knowledge, skills, and milk production in primiparous puerperal mothers as the Pagedongan Health Center, Banjarnegara District. Keywords: Primiparous Postpartum Mothers, Correct Breastfeeding Techniques, Woolwich Massage
Pendekatan Edukatif Breast Care dan Pijat Oksitosin sebagai Solusi Alternatif Gangguan Menyusui pada Ibu Nifas Dewi Ayu Lestari; Feti Kumala Dewi; Arlyana Hikmanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11329

Abstract

ABSTRAK Banyaknya kasus gangguan menyusui salah satunya ASI yang kurang lancar, kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam teknik menyusui.  Dengan memberikan edukasi atau pendekatan secara personal melalui pertanyaan pre test dan  post test.  Banyaknya ibu yang jarang mengikuti kelas hamil sehingga banyak ibu yang  kurang  mengetahui tentang brest care dan pijat oksitosin . Untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pada responden. sasaran pengabdian  masyarakat ini adalah ibu nifas dan keluarga pasien. Yang digunakan pada pengabdian  masyarakat ini yaitu edukasi instrument kuesioner pre test dan  post test tentang brest care dan pijat oksitosin pada ibu nifas, dengan persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dilakukan 1 hari.  Pengabdian masyarakat pada 10 responden menunjukan bahwa gambaran karakteristik pada permasalahan menyusui banyak ditemukan  pada ibu dengan tingkat pendidikan SD sebanyak 5 responden (50%), sedangkan pada tingkat SMP sejumlah 3 responden (30%), dan pada tingkat SMA sejumlah 2 responden (20%).  Berdasarkan usia didapatkan sebagian ada pada usia 20-35 tahun sebanyak 8 responden (80%), pengetahuan ibu tentang breast care dan pijat oksitosin yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 responden (70%), cukup berjumlah 3 responden (30%).  Sedangkan pada keterampilan ibu tentang breast care dan pijat oksitosin pada kategori baik sebanyak 8 responden (80%), sedangkan pada kategori kurang sejumlah 2 responden (20%). Karakteristik responden menunjukan bahwa usia dan pendidikan juga dapat mempengaruhi seseorang dalam memahami ilmu pengetahuan, dan di dapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan responden tentang breast care dan pijat oksitosin setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kata Kunci : Breast Care, Pijat Oksitosin, Ibu Nifas  ABSTRACT The majority of cases of breastfeeding disorders include inadeguete breast-feeding, lack of mother’s knowledge and skills in breastfeed technigues.  By providing education of personal approach through pre-test and post-test questions. there are so many mothers who don’t’ attend pregnancy classes that they know a lot less about brest care and oxytocin massege.  To increase the milk production of the breast-feeding mother, improve knowledge and skills in respondents. The goal of this community’s service is the breast mother and the patient’s family.  Used in this community service are educational instruments questionnaire pre test and post test about breast care and oxytocin massege in mother breathing, with preparation, implementation, monitoring and evaluation carried out one day.  Public dedication 10 respondents showed that the charactestic picture of breastfeeding problems was found in mothers with a SD education level pf 5 respondents (50%0, compared to 3 respondents (30%) at the primary level, and at the secondary level of 2 respondents (20%). based on aage obtained there were at the age of 20-35  years as many as 8 respondents (80%), knowledge as much as 7 respondents (70%), quite a number of 3 respondents (30%0. as for the mother’s shills on breast care and oxytocin massege in the category of well as 8 respondents (80%), while in the category of less than 2 respondents (20%).  Respondent characteristic show that age and education can also influence a person’s understanding of science, and in gaining increased knowledge and skills of respondents about breast care and oxytocin massege. Keywords : Breast Care, Oxytocin Massage, Postpartum Mother
Pengaruh Rebusan Daun Sirih dan Daun Sirsak Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Sawangan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara Wahyu Dianto; Wasis Eko Kurniawan; Feti Kumala Dewi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1186

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang jarang terkontrol pada masyarakat, kejadian hipertensi yang sering terkendali dapat mengakibatkan stroke dan penyakit jantung. Metode terapi yang digunakan adalah rebusan daun sirih dan daun sirsak dalam penelitian ini untuk menurunkan tekanan darah. Jenis penelitian Quasi eksperimen dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group. Ukuran sampel yang digunakan adalah 20 orang. Metode pendapatan sampel tersebut adalah Total Sampling. Lembar observasi responden sebagai metode untuk memeperoleh data, dengan cara jumlah sampel bagi menjadi 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok rebusan daun sirih dan kelompok rebusan daun sirsak. Terdapat pengaruh pada kelompok terapi daun sirih untuk menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi, dari Uji Wilcoxon, yang menghasilkan analisis rebusan daun sirih nilai p-value sistol = 0,005 < 0,05 kemudian Uji Paired Samples nilai p-value diastole = 0,000 <i 0,05. Terdapat pengaruh pemberian daun sirsak untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi, hasil Uji Wilcoxon untuk analisis rebusan daun sirsak yang menunjukkan nilai p-value sistol = 0,005 < 0,05, sedangkan Uji Paired Samples nilai p-value diastole = 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan antara rebusan daun sirih dan rebusan daun sirsak memiliki pengaruh yang sama dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Sawangan.
Peningkatan Nafsu Makan pada Balita Stunting dengan Baby Gym dengan Menggunakan Citronella Oil: Studi Kasus: Increasing Appetite in Stunned Toddlers with Baby Gym Using Citronella Oil: Case Study Berliana Putri Utami; Fauziah Hanum Nur Adriyani; Feti Kumala Dewi
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.319

Abstract

Toddlers aged 1 – 5 years are a critical period, due to experiencing accelerated growth and development of babies during this golden period. Toddlers are considered as a vulnerable age group for problems related to nutrition. One of the impacts of nutritional problems is stunting nutritional disorder. Stunting is a disorder that occurs in toddlers regarding their growth caused by diseases such as chronic infectious diseases or there is chronic malnutrition of nutrient intake, as well as the z-score value for height for age with less than -2 SD. The problem of appetite disorders in stunting toddlers is given complementary care in the form of baby massage to improve appetite, which can improve the function of the vagus nerve which makes children easily hungry so that appetite disorders can be treated. Safe massage can use citronella oil. The content of geraniol and citronellal in CITRONELLA OIL is useful for increasing appetite in toddlers. The aim of this case study is to increase appetite in stunted toddlers with Baby Gym and Citronella Oil. Case study method was carried out on 5 stunted toddlers aged 1-5 years for 3 days in the Pagedongan Health Center area by giving baby massage using citronella oil. This case study was carried out using observation, history taking and physical examination. Observations were carried out using food record sheets to determine the appetite of stunted toddlers. The results obtained were that after being given a baby massage with citronella oil, there were 3 toddlers who experienced an increase in the frequency and portion of their meals, 2 of them experienced an increase in appetite in just their portion without any addition to the frequency of eating. These results can be seen that there is an increase in appetite both in frequency and portion in the 5 respondents.   ABSTRAK Balita usia 1–5 tahun merupakan masa kritis, dikarenakan mengalami percepatan pertumbuhan dan perkembangan bayi pada masa golden period ini. Balita yang dianggap sebagai kelompok usia rentan terjadinya masalah berkaitan dengan gizi. Dampak dari permasalahan gizi salah satunya gangguan gizi stunting. Stunting yaitu gangguan yang terjadi pada balita mengenai pertumbuhannya yang disebabkan oleh penyakit seperti penyakit infeksi kronis atau terdapat malnutrisi asupan zat gizi kronis, serta nilai z-score tinggi badan menurut usia dengan kurang dari -2SD. Permasalahan gangguan nafsu makan pada balita stunting diberikan pemberian asuhan komplementer berupa baby massage untuk memperlancar nafsu makan, dimana dapat memperbaiki fungsi nervus vagus yang menjadikan anak mudah lapar sehingga gangguan nafsu makannya dapat ditangani. Pemijatan yang aman dapat menggunakan citronella oil. Kandungan geraniol dan sitronelal pada CITRONELLA OIL bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan pada balita. Tujuan pada studi kasus ini yaitu Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Stunting Dengan Baby Gym dan Citronella Oil. Metode studi kasus dilakukan yaitu pada 5 balita stunting umur 1–5 tahun selama 3 hari di wilayah Puskesmas Pagedongan dengan pemberian pijat bayi menggunakan citronella oil. Studi kasus ini dilakukan dengan observasi, anamnesa, dan pemeriksaan fisik. Observasi yang dilakukan menggunakan lembar observasi makan untuk mengetahui nafsu makan pada balita stunting. Hasil yang diperoleh bahwa setelah diberikan baby massage dengan citronella oil terdapat 3 balita yang mengalami peningkatan pada frekuensi dan porsi makannya, 2 diantaranya mengalami peningkatan nafsu makan pada porsinya saja tanpa adanya penambahan pada frekuensi makannya. Hasil tersebut dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan nafsu makan baik itu frekuensi maupun porsi pada ke 5 responden.
PROGRAM INTEGRASI LANSIA DAN REPRODUKSI (PILAR) DI BINA KELUARGA LANSIA DAN BINA KELUARGA REMAJA FETI KUMALA DEWI
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2018): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v2i2.282

Abstract

Health problem faced is health service of elderly and elderly with age 45 years old and above who get health service according to health standard either at community health centers or in integrated service post elderly group that is equal to 63,26%. This coverage still does not meet the target of 75%. Elderly Family Development and Youth Family Development is an active community organization implemented monthly, all within the reproductive age range, pre menopause and menopause. Participants are still in the reproductive and pre-elderly age range, so it still needs care and service family planning and healthy reproduction. Output target of this activity is the examination of blood sugar, cholesterol and uric acid as detection of Diabetes Militus disease, koleterol, gout and monitoring with control card of examination result. Improve Communication, Information and education about reproductive health and elderly health. The results of examination with necso tool in Elderly Family Development and Youth Family Development as a whole that is high blood pressure value 57 mother (36,31%), high blood sugar counted 8 mother (5,1%), high uric acid 52 mother (33,12%) and high cholesterol counted 14 mothers (8,92%). Knowledge before information about the highest reproduction health is less knowledge as much as 22 mothers (46,81%), after done the highest information is good knowledge as many as 21 mothers (44,68%). Knowledge before information about the highest health of elderly is knowledge of less than 49 mother (44,55%), after done the highest information is good knowledge as much 48 mother (43,64%).
Co-Authors Ailsya Farhana Anas, Fauriza Hayatul Anatria Septama Putri Anita, Debbi Tri Apriliani, Ita Apriliyani, Ita Ari Hidayatun Ari Yogo Prasetiyo Ariya Dwi Kristiyanti Arni Nur Rahmawati Asih Syifa'ul Hasanah Asmat Burhan Aulia, Noval Bagas Kara Alfaridzi Berliana Putri Utami Burhan, Asmat Danang Tri Yudono Dani, Dwi Darmawan Desy Yulita Dewi Ayu Lestari Dewi, Anggi Gusti Dwi Febriana Aini Dwi Novitasari Elvina, Windy Evi Dayanti Faizah, Maisarotul Fauziah Hanum Nur Adriani Fauziah Hanum Nur Adriyani Fauziah Hanum Nur Adriyani Fika Warginingtyas Fitri Nurhayati Fitriani, Revica Nur Hadi Heri Nurhanto Hikmanti, Arlyana Imas Hartanti Indah Liyana Sari Indri Heri S Inggar Permana Putri Irawati, Fanni Siska Islamiati, Shinta Ita Apriliyani Ita Apriliyani Linda Yanti Made Suandika Madyo Maryoto Madyo Maryoto Marfungah, Sari Fatul Maya Anjarsari Maya Safitri Melati Khusnanisa Murniati . Murniati Murniati Ni'mah, Khoirun Nisa, Nur Khoerotun Noval Aulia Novita Kustriani Nur Adriyani, Fauziah Hanum Nur Fatichahtus Sa'adah Nur Oktariani Nuraeni Nuraeni Nurjanah, Sifa Siti Oktaviana Oktaviana Oktaviani, Fani Try Peppy Octaviani Dewi Permani, Nara Putri, Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Rahmadiya Hadi Putri Rahmaya Nova Handayani Ratih Padmasari Rere Ardia Cahyani Ririn Isma Sundari Roro Lintang Roro lintang Rosi Kurnia Sugiharti Said Muhammad Yusuf SANTI SUSANTI NINGSIH Septian Mixrova Sebayang Setiowati, Marliana Sulis Siti Haniyah solehah, Fita ayu Supayo, Sri Ayuni Surtiningsih Surtiningsih Surtiningsih SURTININGSIH, SURTININGSIH Susilo Rini Susilo Rini Susilo Rini, Susilo Taat Agung Widodo Tin Utami Tin Utami Tono Aminudin Tophan Heri Wibowo Ubjaan, Natasya Putri Wahyu Dianto Wasis Eko Kurniawan Wasis Eko Kurniawan Wibowo, Tophan Heri Wilis Sukmaningtyas Wulandari, Nelsa Mei Yudono, Danang Tri Yustika, Dewani Yusuf, Said Muhammad