Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Ibu Balita Dengan Kunjungan Ke Posyandu Di Kelurahan Pelaihari Puskesmas Pelaihari Tahun 2024 Ratnaningtyas, Devi Vemmy; Dewi, Vonny Khresna; Rusmilawaty, Rusmilawaty; Tunggal, Tri
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.251

Abstract

Latar belakang: Data rendahnya capaian D/S di tingkat posyandu dimana pada tahun 2023 capaian D/S rata-rata kunjungan ibu ke posyandu di bawah 50% dari 2026 ibu balita yang berada diwilayah kerja Puskesmas Pelaihari. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap Ibu balita dengan kunjungan ibu ke Posyandu di Kelurahan Pelaihari Tahun 2024. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Jumlah sampel penelitian 96 responden, Teknik sampling  Proportionate Stratified Random Sampling. Variabel independen adalah Tingkat Pengetahuan (X1) dan Sikap Ibu (X2), variabel dependen adalah Kunjungan ke Posyandu (Y). Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisa menggunakan uji Unvariat dan Bivariat dengan signifikansi α=0.05. Menggunakan data primer dengan menggunakan uji statistik SPSS versi 25.0. Hasil: Ibu yang ke posyandu aktif sebanyak 72 orang (25%), ibu tidak aktif 24 orang (25%), Ibu yang berpengetahun baik sebanyak 73 orang (76%), tingkat pengetahun kurang sebanyak 23 orang (24%) dan Ibu yang memiliki sikap positif sebanyak 73 orang (76%), Ibu yang memiliki sikap negatif sebanyak 23 orang (24%). Secara Bivariat Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kunjungan keposyandu dengan dan ada hubungan antara sikap ibu balita dengan kunjungan keposyandu. Kesimpulan:Berhubungan tingkat pengetahuan dengan kunjungan ibu balita keposyandu
Hubungan Pekerjaan Dana Akses Pelayanan Kesehatan Dengan Kunjungan K4 Pada Ibu Hamil di Puskesmas Lontar Tahun 2024 Rabianti, Sulistina; Hipni, Rubiati; Dewi, Vonny Khresna; Suhrawardi, Suhrawardi
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.253

Abstract

Latar Belakang: Antenatal care (ANC) merupakan pelayanan antenatal komprehensif berkualitas yang diberikan kepada ibu. Pelayanan antenatal harus dilakukan secara rutin terpadu dan sesuai sandar pelayanan yang berkualitas. K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang kompeten untuk mendapatkan pelayanan antenatal terpadu dan komprehensif sesuai standar minimal 4 kali dengan distribusi waktu: 1 kali pada trimester pertama (0-12 minggu), 1 kali pada trimester kedua (>12minggu -24 minggu), dan 3 kali pada trimester ketiga (>24 minggu sampai dengan kelahiran). Kunjungan antenatal bisa lebih dari 4 kali sesuai kebutuhan (jika ada keluhan, gangguan kehamilan). Dari studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan April 2024 3 dari 10 ibu hamil melakukan kunjungan K4 di Puskesmas Lontar hanya ada 4 orang ibu yang melakukan kunjungan k4 sesuai standar, 2 orang ibu melakukan K1 pada trimester 2, 4 orang ibu tidak rutin melakukan kunjungan. Tujuan penelitian: menganalisa Hubungan pekerjaan dan akses pelayanan kesehatan dengan kunjungan K4 pada ibu hamil di Puskesmas Lontar Tahun 2024. Metode penelitian:: kuantitatif cross sectional study. Sampel diambil dengan menggunakan metode Probability Sampling dengan teknik Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 Ibu hamil. Hasil Penelitian : Dari 84 responden masing-masing 42 (50%) melakukan kunjungan dan tidak melakukan kunjungan, mayoritas responden tidak bekerja sebanyak 53 (63,1%) akses mudah sebanyak 45 (53,6 %). Hasil uji statistik chi square pekerjaan menunjukkan ρ-value 0,458 > 0,05 dan akses . Ada hubungan yang bermakna antara  Akses ρ-value 0,000 < α 0,05. Kesimpulan Pekerjaan ibu merupakan faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI Eksklusif. Temuan ini memperlihatkan bahwa pekerjaan ibu dapat menjadi hambatan dalam memberikan ASI Eksklusif pada bayinya, oleh karena itu program edukasi yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak tetap diperlukan untuk meningkatkan angka pemberian ASI Eksklusif di kalangan ibu bekerja dan yang memiliki pendidikan rendah.
Hubungan Pengetahuan Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Desa Bayansari Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Sebamban 2 Kabupaten Tanah Bumbu Rosalina, Dana; Kirana, Rita; Laili, Fitria Jannatul; Dewi, Vonny Khresna
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.262

Abstract

Latar Belakang : Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk perkembangan bayi, karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit, serta mengurangi risiko kesakitan dan kematian. Data dari Desa Bayansari, wilayah kerja Puskesmas Perawatan Sebamban 2 Kabupaten Tanah Bumbu, cakupan ASI eksklusif pada tahun 2023 tercatat 55,5%, dengan 30 bayi dari 54 bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 70 bayi dari 84 bayi. Tujuan : Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di Desa Bayansari Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Sebamban 2 Kabupaten Tanah Bumbu. Metode : Metode penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua bayi yang bertempat tinggal di Desa Bayansari Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Sebamban 2 pada bulan Desember tahun 2023-Mei 2024 dengan total sampling sebanyak 40 orang. Teknik analisa data dengan uji Chi  square dengan ethical approval nomer.1005/KEPK-PKB/2024. Hasil : Pemberian ASI eksklusif menunjukkan bahwa tidak diberikan ASI eksklusif sebanyak 23 responden (57,5%) dan ibu menyusui memiliki pengetahuan baik sebanyak 13 responden (32,5%). Ada hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian Asi Eksklusif sebesar 0,000 maka p value < 0,05. Kesimpulan : Ada Hubungan pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian Asi Eksklusif di Desa Bayansari Wilayah kerja Puskesmas Perawatan Sebamban 2 Kabupaten Tanah Bumbu
Hubungan Dukungan Suami Dengan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Trimester 3 Di Puskesmas Perawatan Sebamban 2 Huswatun Hasanah; Hapisah, Hapisah; Dewi, Vonny Khresna; Kirana, Rita
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.265

Abstract

Latar Belakang : Kecemasan selama kehamilan, terutama di trimester ketiga, adalah hal umum yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perubahan fisik, kekhawatiran persalinan, dan kesehatan bayi. Data Puskesmas Perawatan Sebamban 2 menunjukkan peningkatan kasus kecemasan pada ibu hamil trimester ketiga, dari 25 kasus pada 2022 menjadi 30 kasus pada 2023. Dukungan suami berperan penting dalam mengurangi kecemasan ini. Suami yang memberikan dukungan emosional, fisik, dan informasi dapat membantu ibu merasa lebih tenang dan siap menghadapi persalinan. Kehadiran suami yang aktif memberikan rasa aman dan kenyamanan, yang berdampak positif pada kesehatan mental ibu dan tumbuh kembang janin. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester 3 di Puskesmas Perawatan Sebamban 2. Metode : Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah semua ibu hamil trimester 3 yang berkunjung ke Puskesmas Perawatan Sebamban 2 sebanyak 42 ibu. Teknik pengambilan sampel secara total sampling sebanyak 42 responden. Teknik Analisa data Chi Square. Hasil : Ibu hamil trimester 3 sebagian besar mengalami kecemasan sedang sebanyak 27 responden (64,3%) dan Ibu hamil trimester 3 sebagian besar suami mendukung sebanyak 22 responden (52,4). Ada hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester 3 dengan nilai pvalue=0,000 < 0,05. Kesimpulan : Tingkat kecemasan pada ibu hamil berhubungan dengan adanya dukungan suami.
Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Lontar Kabupaten Kotabaru Tahun 2024 Handayani, Dewi Suci; Dewi, Vonny Khresna; Megawati, Megawati; Rusmilawaty, Rusmilawaty
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.277

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi yang berdampak pada kesehatan ibu dan janin, termasuk risiko anemia. Di Puskesmas Lontar, Kabupaten Kotabaru, prevalensi KEK mencapai18,7% dan anemia 39,6% pada tahun 2023, menandakan pentingnya analisis hubungan keduanya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan kejadian anemia pada Ibu hamil di Puskesmas Lontar Kabupaten Kotabaru Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional terhadap seluruh Ibu hamil trimester I yang mendapatkan pemeriksaan kadar HB (Hemoglobin) di Puskesmas Lontar Kabupaten Kotabaru tahun 2024 yaitu sebanyak 127 orang dengan metode total Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Ibu hamil Kekurangan Energi Kronis ( KEK), sedangkan variabel dependennya adalah Anemia. Pengumpulan data diperoleh dari Register Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), kemudian di analisis menggunakan analisis bivariat dan analisis univariat. Hasil: Didapatkan ibu hamil yang mengalami KEK (7,9%) dan tidak mengalami KEK (92,1%), Didapatkan ibu hamil yang mengalami anemia (11%)  dan tidak anemia (89%) dengan p-value 0,000, menegaskan bahwa KEK berkontribusi terhadap peningkatan risiko anemia pada ibu hamil. Kesimpulan: Semakin buruk status KEK, semakin tinggi risiko anemia.
Hubungan Pengetahuan dan Budaya Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024 Satriani, Satriani; Dewi, Vonny Khresna; Megawati, Megawati; Hipni, Rubiati
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 1 No. 8 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v1i8.301

Abstract

Penyebab paling umum dari anemia pada kehamilan adalah kekurangan zat besi, asam folat, dan perdarahan akut dapat terjadi karena interaksi antara keduanya. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, serta penyakit infeksi. Dari data Puskesmas Mantewe selama Januari sampai Juli 2024 didapatkan 563 ibu hamil  yang melakukan ANC , didapatkan 78 ibu hamil dengan anemia (13,8%). Tujuan dalam penelitia ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan budaya dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2024. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 70 ibu hamil. Sampel dalam penelitian sebanyak 73 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikansi 0,05. Kejadian anemia ibu hamil sebanyak 31 ibu (42,5%), ibu yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 27 (37,0%), ibu yang tidak memiliki budaya yang bertentangan sebanyak 36 ibu (49,3%). Ada hubungan pengetahuan dengan kejadian anemia (p.value = 0,018 < α 0,05) dan ada hubungan budaya dengan kejadian anemia (p.value = 0,046  < α 0,05). Semakin baik pengetahuan dan budaya ibu hamil maka semakin menurun angka kejadian anemia pada ibu hamil.
HUBUNGAN ANTARA LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI  IMPLANT DENGAN PERUBAHAN KENAIKKAN BERAT BADAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG EMPAT  TAHUN 2024 Harmiyah, Vonny Khresna Dewi, Megawati, Rita Kirana, Hapisah, Nur Rohmah
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 01 Februari (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang; Peningkatan berat badan pada akseptor kb implant dapat memberikan beberapa dampak negatif seperti penyakit degeneratif misalnya penyakit jantung, darah tinggi, juga berpengaruh pada aktivitas keseharian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian kontrasepsis implant dengan kenaikkan berat badan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Empat Tahun 2024. Metode; Jenis penelitian menggunakan desain kuantitatif, dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah Akseptor kb implant sebanyak 74 orang responden. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling. Variabel independen (bebas) penelitian i     ni adalah lama pemakaian kontrasepsi implant. Sedangkan, variabel dependen (terikat) adalah Perubahan berat badan. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil; Hasil penelitian membuktikan ada hubungan yang signifikan antara lama pemakaian kontrasepsi implant dengan perubahan kenaikkan berat badan di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Empat Tahun 2024. Kesimpulan; Sesuai dengan teori, lamanya pemakaian kontrasepsi implant dapat memberikan efek samping peningkatan berat badan yang jika terjadi terus menerus dapat menyebabkan kegemukan (obesitas) sehingga meningkatkan risiko relatif seorang wanita untuk menderita diabetes mellitus, risiko relatif untuk terkena penyakit kardiovaskuler misalnya darah tinggi, selanjutnya dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner.  
PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA KALIUKAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASTAMBUL Dewi, Vonny Khresna Dewi; Rusmilawaty; Tunggal, Tri
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v4i2.118

Abstract

ABSTRACT Kaliukan Village is located in Astambul District, Banjar Regency, with 34 6-month-old babies, based on May 2024 data. Of the 6-month-old babies in Kaliukan Village who faced problems with exclusive breastfeeding, 33 were not exclusively breastfed, representing 97% of the total. The solution used is to provide counseling on the importance of providing exclusive breastfeeding, correct breastfeeding techniques and methods, breast care methods, Oxytocin Massage, how to express breast milk and how to store breast milk properly, especially with limited knowledge and inadequate practices and lack of support from husbands/families. by providing education and assistance related to providing exclusive breastfeeding, so as to increase the understanding and awareness of mothers, husbands/families and cadres about the importance of providing exclusive breastfeeding for optimal health and growth of babies. The method we will implement includes mentoring 20 parents and 5 cadres, through education and mentoring on Exclusive Breastfeeding including providing Exclusive Breastfeeding, correct breastfeeding techniques and methods, breast care methods, Oxytocin Massage, how to express breast milk and how to store breast milk properly by involving cadres. The contribution of target partners and target groups is responsible for facilitating the location of community service activities and maintaining the sustainability of the implementation of community activities for parents. The target of this community service is to increase the number of cadres and parents regarding exclusive breastfeeding, improve infant health and growth (BB/TB), and improve good nutrition in infants. Mandatory output targets are publication in online electronic media on the Poltekkes Banjarmasin YouTube, videos, leaflets and increased empowerment of partners. The implementation of community service activities and evaluations revealed that mothers understood and were able to practice them, and that breast milk flowed smoothly. This success was also due to the good collaboration between midwives and Posyandu cadres, as well as the support of husbands and families.
The PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENERAPAN APLIKASI WEB TENTANG PREDIKSI DAN PENCEGAHAN RESIKO PADA IBU HAMIL : COMMUNITY EMPOWERMENT IN THE IMPLEMENTATION OF WEB APPLICATIONS ON RISK PREDICTION AND PREVENTION IN PREGNANT WOMEN Hipni, Rubiati; ZAKIAH; Vonny Khresna Dewi
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v4i2.122

Abstract

Early detection and prevention of risks in pregnant women are very important to ensure the health of both mother and fetus. Lack of access to information leads to limited knowledge. Therefore, efforts are needed to improve risk prediction in pregnant women and risk prevention efforts in pregnant women. The community of Cempaka Village, especially pregnant women who are vulnerable to risky pregnancies, and Posyandu cadres are the main partners in handling this problem. Lack of access to information leads to limited knowledge. Therefore, efforts are needed to improve risk prediction in pregnant women and risk prevention efforts in pregnant women. The solution used to solve the problem in Cempaka Village is to provide counseling, training, education and assistance related to Prediction and Prevention of Risks in Pregnant Women by implementing a Web Application. This community service aims to increase public awareness of the importance of early detection and Screening Efforts for Pregnant Women at Risk, Increase accessibility of health information for pregnant women in the Cempaka Village area. Increased knowledge about Prediction and Prevention of Risks in Pregnant Women and reduce risks in pregnant women. The implementation method includes an initial survey to assess the level of public awareness and knowledge regarding the health of pregnant women with a questionnaire, training by providing education to 12 pregnant women and 12 Posyandu cadres, practice and assistance in using information-based web applications that include Prediction and Prevention of Risks in Pregnant Women, Implementation of Web Applications to the community, monitoring their use and Evaluation. The results of the activity increased the knowledge and skills of pregnant women and cadres in using applications for early detection of risks in pregnant women. It is recommended that this activity can be carried out continuously in collaboration with other health workers and the sub-district.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi di Desa Telang Baru Wilayah Puskesmas Telang Siong Tahun 2025 Rini Astuti; Tri Tunggal; Vonny Khresna Dewi; Erni Yuliastuti
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Barito Timur Regency Health Office in 2024 reported that 66.3% of couples were active family planning participants. At Telang Siong Community Health Center, there were 1,207 active FP participants, with 2.48% using IUDs, 46.89% injections, 30.24% pills, 16.48% implants, and 2.65% MOW, MOP, or condoms. This study used an analytic survey design with a cross-sectional approach and an accidental sampling technique involving 73 respondents. The instrument used was a questionnaire, and data were analyzed using the Chi-Square test. Results showed that 74.0% of acceptors used non-long-term contraceptive methods (non-LTCM), 52.1% had low knowledge, 61.6% had negative attitudes, and 58.9% did not receive husband support. There was a significant correlation between knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.000), and husband support (p = 0.000) with the selection of contraceptive methods. Health workers are advised to provide clear and appropriate counseling so that the community is informed about the benefits, types, and advantages of contraceptive methods.   Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur tahun 2024 melaporkan penggunaan KB aktif sebesar 66,3%. Di Puskesmas Telang Siong terdapat 1.207 peserta KB aktif dengan 2,48% menggunakan AKDR, 46,89% suntik, 30,24% pil, 16,48% implan, dan 2,65% MOW, MOP, atau kondom. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan potong lintang dan teknik accidental sampling terhadap 73 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan 74,0% akseptor menggunakan kontrasepsi non-MKJP, 52,1% memiliki pengetahuan rendah, 61,6% bersikap negatif, dan 58,9% tidak mendapatkan dukungan suami. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), dan dukungan suami (p = 0,000) dengan pemilihan alat kontrasepsi. Disarankan tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang jelas dan tepat agar masyarakat mengetahui manfaat, jenis, dan keunggulan alat kontrasepsi. Kata Kunci: Alat Kontrasepsi, Dukungan Suami, Pengetahuan, Sikap