Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of Health Facilities by Pregnant Women at Pekauman Community Health Center, Banjarmasin, Indonesia Vonny Khresna Dewi; Rita Kirana; Muhammad Mukhtar
Tropical Health and Medical Research Vol. 3 No. 1 (2021): Tropical Health and Medical Research
Publisher : Baiman Bauntung Batuah Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.524 KB) | DOI: 10.35916/thmr.v0i0.33

Abstract

The purpose of this study is to analyze the relationship between the use of government health facilities with predisposing factors (preference and self-efficacy) and reinforcing factors (support) in pregnant women. This survey research with a cross-sectional study design was conducted in the Pekauman Community Health Center's working area in Banjarmasin, Indonesia, with 125 respondents who had babies aged ? six months who lived in the Pekauman Community Health Center's working area who visited the integrated service post in August 2017. The analysis was performed using the Chi-Square test. The results of the study 89 respondents (71.2%) made use of antenatal care facilities; 92 respondents (73.6%) chose health facilities; 88 respondents (70, 4%) have high self-efficacy; 78 respondents (62.4%) received support (family, friends, social groups). This research concludes that there is a relationship between the preferences of pregnant women (p= 0.025) with the use of antenatal services in government health facilities; There was no relationship between self-efficacy (p= 0.096); there is no relationship between family support, friends, social groups (p= 0.227) with the use of antenatal care for pregnant women in government health facilities. It is suggested to conduct further research on the relationship between antenatal services for pregnant women in government health facilities with the completeness of health facilities and the level of respondent satisfaction.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN KADER DALAM PELAKSANAAN KELURAHAN SIAGA DI KOTA BANJARMASIN TAHUN 2013 Norlena Norlena; Vonny Khresna Dewi; Suhrawardi Suhrawardi
Jurnal Skala Kesehatan Vol 5 No 1 (2014): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.8 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v5i1.4

Abstract

Program pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga Aktif sebagai program yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Salah satu keberhasilan dan kelestarian Desa Siaga adalah keaktifan para kader. Kader dianggap paling dekat dengan masyarakat itu sendiri. Data Desa Siaga/Kelurahan Siaga yang ada di Kota Banjarmasin dari 26 Puskesmas terdapat 52 Desa/Kelurahan dan hanya terdapat 7 Desa Siaga Aktif yang terdiri dari 5 Desa Siaga Pratama dan 2 Desa Siaga Madya sedangkan untuk Desa Siaga yang lebih tinggi tingkatannya yaitu Purnama dan  Mandiri belum ada/ berjalan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keaktifan kader dalam pelaksanaan Kelurahan Siaga di Kota Banjarmasin tahun 2013?.Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh kader Desa/Kel;urahan Siaga di kota Banjarmasin Tahun 2013 berjumlah 104 kader. Sampel penelitian ini adalah  seluruh kader Desa/Kel;urahan Siaga di kota Banjarmasin Tahun 2013 berjumlah 52 kader (menggunakan rumus). Teknik pengambilan sampel secara simple random  Sampling.   Analisa yang dilakukan adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian didapatkan Kader  yang aktif dalam pelaksanaan Kelurahan Siaga sebanyak 37 orang (71,2%),  sebagian besar berpendidikan menengah yaitu 30 orang  (57,7 %) , sebagian besar berpengetahuan baik yaitu 26 orang (50,0 %),  sebagian besar berumur dibawah 40 tahun yaitu  34 orang  (65,4%), sebagian besar mengikuti pelatihan yaitu  32 orang  (61,5 %),  sebagian besar sudah menjadi kader diatas 5 tahun yaitu 35 orang  (67,3 %), sebagian besar  tidak bekerja yaitu 34 orang    (65,4 %). Ada hubungan antara pendidikan  kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,005), ada hubungan antara pengetahuan kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,000),  tidak ada hubungan antara umur kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,400),  tidak ada hubungan antara pelatihan  kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,646), Ada hubungan antara lama  menjadi kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,020),  Ada hubungan antara pekerjaan kader  dengan Keaktifan Kader (p = 0,000),Kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan, pengetahuan, lama menjadi kader, serta pekerjaan berhubungan dengan Keaktifan Kader dalam Pelaksanaan Kelurahan Siaga . Umur dan pelatihan tidak berhubungan dengan Keaktifan Kader dalam Pelaksanaan Kelurahan Siaga. Kata Kunci : Keaktifan Kader, Kelurahan Siaga
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA BIDAN DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN DESA SIAGA DI KABUPATEN TAPIN TAHUN 2014 Suhrawardi Suhrawardi; Vonny Khresna Dewi; Norlena Norlena
Jurnal Skala Kesehatan Vol 6 No 2 (2015): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.799 KB) | DOI: 10.31964/jsk.v6i2.41

Abstract

 banyak 98 orangProgram pengembangan Desa Siaga sebagai program yang berbasis Pemberdayaan masyarakat, Pada pengembangan Desa Siaga, tenaga kesehatan yang banyak berperan adalah bidan desa. Kabupaten Tapin  terdiri dari 12 kecamatan dan mempunyai 75 desa, dengan jumlah bidan sebanyak 98 orang.Sejak dicanangkannya program Desa Siaga oleh Menteri Kesehatan pada Nopember 2006, sampai pada akhir 2013 sudah terbentuk 62 Desa Siaga (82,66%). Pada pengembangan Desa Siaga, baru 5 desa yang mencapai strata III (Desa Siaga Purnama) dan 31 desa dengan strata II (Desa Siaga Madya) serta hanya 1 desa yang sudah dengan strata IV (Desa Siaga Mandiri), sedangkan 26 Desa Siaga lainya masih pada strata I (Desa Siaga Pratama). (Dinkes Tapin, 2013).Tujuan penelitian adalah  mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan kegiatan Desa Siaga di Kabupaten Tapin tahun 2014.Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional.  Populasi penelitian ini adalah seluruh bidan yang bekerja di Desa Siaga Kabupaten Tapin tahun 2014  berjumlah 62 orang.  Sampel adalah seluruh bidan yang bekerja di Desa Siaga Kabupaten Tapin tahun 2014, berjumlah 62 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Teknik analisa data adalah univariat, bivariat dan analisis data kualitatifHasil penelitian  menunjukan kinerja bidan yang aktif dalam pelaksanaan kegiatan Desa Siaga sebanyak  40 orang (64,5%, Pendidikan bidan sebagian besar lulusan Diploma III Kebidanan sebanyak 53 orang (85,5%), Umur bidan sebagian besar berusia di atas 35 tahun sebanyak 43 orang (69,3%), Bidan sebagian besar telah mengikuti pelatihan sebanyak 38 orang (61,3%), Bidan sebagian besar telah bekerja lebih dari 5 tahun sebanyak 44 orang (71%), ada hubungan pendidikan bidan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga , ada hubungan umur bidan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga, ada hubungan pelatihan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga, ada hubungan yang bermakna antara lama bekerja dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Tapin.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kinerja bidan dalam pelaksanaan desa siaga berhubungan dengan pendidikan, umur,pelatihan dan lama bekerja dari bidan tersebut. Kata Kunci : Kinerja Bidan, Desa Siaga
Factors Assosiated With Hellp Syndrome On Severe Preeclampsi Dan Eclampsia In General Hospital Ulin Banjarmasin 2012-2013 zakiah zakiah; vonny khresna dewi; Ahmad rizani
Jurnal Skala Kesehatan Vol 7 No 1 (2016): JURNAL SKALA KESEHATAN
Publisher : Politeknik Kementerian Kesehatan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.011 KB)

Abstract

Purpose: To know the factors that assosiated with HELLP syndrome on severe preeclampsi dan eclampsia in General Hospital Ulin banjarmasin 2012-2013. Methods: the research was analytical with cross sectional study. The sampel was parturient with preeclampsia and eclampsia in General Hospital Ulin Banjarmasin periode 2012-2013. The sampels selected through simple random samplingwith 100 respondent. Data analyzed with Chi Square test(α=0,05). Result: the prevalence of HELLP syndrome at General Hospital Ulin Banjarmasin was 24%, wich consisted 61,0% multipararous, 77,0% found at maternal age ≥ 25 years and with no delivery complication. There was no assosiation between parity, age, and historical delivery. Conclusion: prevalence of HELLP syndrome was 24%, most of the cases was found at maternal age ≥ 25 years.
HUBUNGAN RIWAYAT FREKUENSI ANTENATAL CARE DENGAN PEMILIHAN TENAGA PENOLONG PERSALINAN Vonny Khresna Dewi; A Rizani; Marissa Andriana
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.388 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v4i1.5668

Abstract

Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 2 Kabupaten Banjar menurun pada tahun 2014 ke 2015 mencapai 65,2% menjadi 64,5% begitu juga dengan cakupan K4 mencapai 68,5% pada tahun 2014 menjadi 63,5% pada tahun 2015 dan belum mencapai target yakni sebesar 95%. Penelitian bertujuan untuk menganalisa hubungan riwayat frekuensi antenatal care (ANC) dengan pemilihan tenaga penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk 2 Kabupaten Banjar Tahun 2017. Metode dalam penelitian menggunakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Populasi adalah seluruh ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Sungai Tabuk Kabupaten Banjar tahun 2016 yang berjumlah 229 orang dan sampel 63 orang dengan perbandingan antara kasus dan kontrol 1 : 2. Pengambilan sampel untuk kasus kontrol menggunakan random sampel secara acak sistematis. Instrumen menggunakan register kohort ibu dan lembar wawancara. Teknik analisa data dengan uji statistik chi-square dengan kepercayaan α= 0.05. Dari 40 orang yang memiliki riwayat frekuensi antenatal care sesuai standar minimal sebanyak 32 orang (76,2%) yang melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan dan dari 23 orang ada 10 orang (23,8%) yang tidak memiliki riwayat frekuensi antenatal care sesuai standar minimal melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan. Hasil uji statistik diketahui nilai ρ=0,007 ≤ α= 0.05, yaitu ada hubungan antara frekuensi antenatal care dengan pemilihan tenaga penolong persalinan. Secara statistik ada hubungan antara riwayat frekuensi antenatal care dengan pemilihan tenaga penolong persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk 2 Kabupaten Banjar Tahun 2017.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Bidan dalam Pelaksanaan Kegiatan Desa Siaga di Kabupaten Tapin Suhrawardi Suhrawardi; Vonny Khresna Dewi
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.674 KB) | DOI: 10.26630/jk.v7i2.203

Abstract

Pada pengembangan Desa Siaga di  Kabupaten Tapin  terdiri dari 12 kecamatan dan mempunyai 132 desa, baru 5 desa yang mencapai strata III (Desa Siaga Purnama) dan 31 desa dengan strata II (Desa Siaga Madya) serta hanya 1 desa yang sudah dengan strata IV (Desa Siaga Mandiri), sedangkan 50 Desa Siaga lainya masih pada strata I (Desa Siaga Pratama). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan kegiatan Desa Siaga di Kabupaten Tapin tahun 2014. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional.  Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh bidan yang bekerja di Desa Siaga Kabupaten Tapin tahun 2014  berjumlah 62 orang. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Teknik analisa data adalah analisis data Kuantitatif : univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja bidan yang aktif dalam pelaksanaan kegiatan Desa Siaga sebanyak 40 orang (64,5%), Pendidikan bidan sebagian besar lulusan D-III Kebidanan sebanyak 53 orang (85,5%), Umur bidan sebagian besar berusia di atas 35 tahun sebanyak 43 orang (69,3%), Bidan sebagian besar telah mengikuti pelatihan sebanyak 38 orang (61,3%), Bidan sebagian besar telah bekerja lebih dari 5 tahun sebanyak 44 orang (71%), ada hubungan pendidikan bidan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga, ada hubungan umur bidan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga, ada hubungan pelatihan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga, ada hubungan yang bermakna antara lama bekerja dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan Desa Siaga di Kabupaten Tapin.
The Role of Nurse in the Form of Palliative Care on the Quality of Life of Patients with Cervical Cancer Rita Kirana; Tut Barkinah; Vonny Khresna Dewi
Aloha International Journal of Health Advancement (AIJHA) Vol 3, No 2 (2020): February
Publisher : Alliance oh Health Activists (AloHA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/aijha30202

Abstract

The diagnosis of cervical cancer has become a big burden for both patients and families. Most patients with advanced stage cancer have a low quality of life score which indicates they have a problem. while the family may not be ready to carry out its role in the quality of life of patients with cervical cancer. The objective of this research was to identify the correlation of nurse support in the form of palliative care on the quality of life of patients with cervical cancer. This research employed cross-sectional design. Population in this research was all patients with cervical cancer in gynecology ward in Banjarmasin. Participant for this research were patients with cervical cancer and nurses. Data were taken by structured interview and task question form. Linear regression analysis was applied with level of significance ≤0.05. The results shown that most nurses ha good level of their role in the form of palliative care while most patients also have moderate level of quality of life. Also there are significance correlations of nurse role in the form of palliative care on the quality of life of patients with cervical cancer. Keywords: cervical cancer; quality of life; palliative care; nurse; role
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN SUAMI TENTANG IMUNISASI Mega Wasilah; Rusmilawaty Rusmilawaty; Vonny Khresna Dewi
MMJ (Mahakam Midwifery Journal) Vol 7 No 1 (2022): Mahakam Midwifery Journal Vol 07 No. 1 Mei 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35963/mmj.v7i1.181

Abstract

Abstract One of the solution to reduce this number is by implementing immunizations. The purpose of this study is to determine the effectiveness of the health promotion using audio-visual media and booklet to increase maternal knowledge and husband's support about the basic of immunization. This research was conducted using The Quasy Experiment with the approach of The Two Group Pretest-Posttest method. The population of this research are 204 married couples who have babies. Samples in this study are 74 pairs. The results of this study is the average knowledge of mothers and husbands support increasing after the implementation of the group treatment by using audio-visual and booklet. The knowledge of mothers who were given information through audio-visual media is 75.51 (ρ value= 0.000) and through booklet media is 70,41 (ρ value= 0,000) averagely. Then the husband's support who were given the information through audio-visual is of 63.51 (ρ value= 0.000) and through booklet media is 56.68 (ρ value= 0.000) averagely. The conclusion is health promotion of basic immunization for maternal knowledge and husband's support in the work area of East Martapura Health Center is more effective by using audio-visual. Keywords: Audio Visual, Booklet, Health Promotion, Knowledge, Support, Complete Basic Immunization Abstrak Salah satu cara mengurangi angka tersebut dengan pemberian imunisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas promosi kesehatan media audio visual dan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan ibu dan dukungan suami tentang imunisasi dasar lengkap. Metode penelitian ini adalah Quasy Eksperiment dengan pendekatan The Two Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini yaitu 204 pasangan suami istri yang memiliki bayi.. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 74 pasangan. Hasil penelitian ini adalah terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan ibu dan dukungan suami setelah diberikan perlakuan kelompok audio visual dan booklet, dengan pengetahuan ibu yang diberikan informasi melalui media audio visual sebesar 75,51 (ρ value=0,000) dan melalui media booklet sebesar 70,41 (ρ value=0,000). Dukungan suami yang diberikan informasi melalui media audio visual didapat rata-rata sebesar 63,51 (ρ value=0,000) dan melalui media booklet sebesar 56,68 (ρ value=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah promosi kesehatan imunisasi dasar lengkap pada pengetahuan ibu dan dukungan suami di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur dengan media audio visual lebih efektif dibandingkan dengan media booklet. Kata Kunci: Audio Visual, Booklet, Promosi Kesehatan, Pengetahuan, Dukungan, Imunisasi Dasar Lengkap
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN ASFIKSIA NEONATORUM Tri Tunggal; Vonny Khresna Dewi; Wulandari Wulandari; Siti Yulia Sari
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v5i2.875

Abstract

Faktor risiko asfiksia neonatorum, umur ibu, paritas, KPD, dan BBLR. Data dari RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin tahun 2017 sebanyak 107 bayi (4,6%) mengalami asfiksia neonatorum, tahun 2018 sebanyak 172 bayi (8,3%) dan tahun 2019 sebanyak 112 bayi (7,4%) tetap berada di urutan ke 4 kasus komplikasi pada bayi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor risiko yang Berhubungan dengan Asfiksia Neonatorum di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2019. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan case control. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang berjumlah 1.505 di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2019. Sampel sebagai case seluruh bayi yang mengalami asfiksia neonatorum dengan data yang lengkap dan sampel sebagai control adalah bayi yang tidak mengalami asfiksia neonatorum. Analisa data dengan teknik analisa univariat dan bivariate menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian dari 336 responden didapatkan bahwa 112 orang (33,3%) mengalami Asfiksia Neonatorum. Umur ibu tidak aman sebanyak 8 orang (7,1%), Paritas tidak aman sebanyak 23 orang (23,2%), KPD sebanyak 38 orang (33,9%) dan BBLR sebanyak 73 orang (65,2%). Hasil uji statistik menunjukan (ρ = 0,034< 0,05) adanya hubungan antara umur ibu, paritas (ρ = 0,025< 0,05), KPD (ρ = 0,000< 0,05), dan BBLR (ρ = 0,000< 0,05) dengan asfiksia neonatorum. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara umur ibu, paritas ibu, KPD dan BBLR dengan kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2019.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK RETARDASI MENTAL RINGAN DI SDLB YPLB BANJARMASIN Vonny Khresna Dewi
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 4, No 1 (2017): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.016 KB) | DOI: 10.31602/ann.v4i1.1015

Abstract

Mental retardation populations keep the greatest numbers compared to other children. WHO data in 2012 prevelensi mental retardation in Indonesia is currently estimated at 1-3% of the population of Indonesia about 6.6 million people. Independence in children starts from the family also by parenting parents. In the family, parents are instrumental in nurturing, guiding and helping to direct the child to become independent. This research is intended to find out the relationship between parenting parenting with the level of independence of children with mild mental retardation in SDLB YPLB Banjarmasin in 2016. This study used analytical method with cross sectional approach. The population is all parents who have children of mild mental retardation in SDLB YPLB Banjarmasin need 40 people with sample 35 people. Sampling technique by purposive sampling. Data collection with questionnaire and data analysis with univariate analysis and bivariate analysis (Spearman Rank test). The result of this research was obtained from 35 respondents mostly 25 people (71,4%) parents using authoritarian parenting and mental retardation children's independence is 20 people (57,1%). There is a relationship between parenting parenting with the level of independence of children with mild mental retardation in SDLB YPLB Banjarmasin Year 2016. It is suggested at school to further improve the provision of health information to parents about democratic parenting and trained also at home in order to improve independence