Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Representasi Nilai Karakter Bangsa dalam Tradisi Mandai Ulu Taon Masyarakat Mandailing Rokanhulu Provinsi Riau Ryan Prayogi; Kokom Komalasari; Dadang Sundawa; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11371

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan kajian mendalam tentang representasi nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Kaiti sebagai upaya mempertahankan karakter bangsa, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dan generasi muda akan nilai-nilai karakter dalam tradisi mandai ulu taon. Penelitian ini dilaksanakan di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokanhulu, Provinsi Riau. Sedangkan narasumber penelitian dalam penelitian ini melibatkan Tokoh Agama Tokoh Adat, Tokoh budaya, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, pelaku budaya, Pemerintah Desa dan Kecamatan Serta Masyarakat Desa Kaiti. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan metode etnografi, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Desa Rambah Tengah Barat meliputi tahapan dari tradisi mandai ulu taon yang meliputi tahapan persiapan mandai ulu taon (nilai musyawarah, nilai kebersamaan, nilai peduli lingkungan, nilai kepercayaan), tahapan malaksanaon mandai ulu taon (nilai gotong royong, nilai tanggung jawab, nilai kesenian, dan nilai rasa bangga budaya daerah), tahapan pangaluon mandai ulu taon (nilai religius, nilai cinta damai dan nilai toleransi).
Revitalisasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum Berbasis Proyek: Upaya Meningkatkan Civic Engagement dan Karakter Kewargaan Agung Tesa Gumilar; Rahmat Rahmat; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12137

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji revitalisasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis proyek dalam upaya meningkatkan civic engagement dan karakter kewargaan melalui Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Telkom. Studi ini didasarkan pada pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk warga negara yang aktif, reflektif, partisipatif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran MKWK selama ini dinilai belum sepenuhnya efektif dalam menjawab tantangan tersebut, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis integrasi antara kebijakan nasional, kebijakan internal perguruan tinggi, serta penerapan model pembelajaran berbasis proyek melalui pendekatan Digital-Based Collaborative and Active Learning to Create Meaningful Education. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui reduksi data, pengelompokan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi MKWK mampu memperkuat civic engagement dan karakter kewargaan mahasiswa, seperti tanggung jawab sosial, sikap kritis, kepedulian terhadap isu publik, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Keberhasilan ini ditopang oleh kurikulum yang transformatif, strategi pembelajaran yang kolaboratif, serta dukungan kebijakan dan kelembagaan yang progresif.
Identitas Kesukuan dan Multikulturalisme Etnis Mahasiswa Makassar Dalam Membangun Relasi Sosial Inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta Rianda Usmi; Dasim Budimansyah; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh; Beti Indah Sari
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5176

Abstract

The plurality of religions, ethnicities, languages, and cultures in Indonesia is prone to potential conflict, especially regarding intolerance and violence. The Makassar ethnic group is known to have a strong sense of tribalism towards their ethnicity. This study aims to (1) discribe of the tribal or ethnic identity of Makassar students in Yogyakarta; (2) to reveal the multiculturalism of Makassar students, the strength of their recognition and the depth of their respect for cultural diversity other ethnic’s cultures. This research uses a qualitative approach with a ethnography method. The subjects of this study were South Sulawesi students living in the Makassar Dormitory (Bawakaraeng and Lantimojong Dormitories) in the Special Region of Yogyakarta. Data collection techniques included in-depth interviews, documentation, and observation. Data validity was tested using source triangulation. The analysis technique used was inductive data analysis. The results of this study yielded the following findings: (1) the ethnic awareness embedded in Makassar students is very high, as demonstrated by their sense of pride and belonging to their ethnic group as a legacy of their ancestors; (2) the multiculturalism of Makassar students towards other ethnic/tribal cultures is relatively high, as seen from the type of multiculturalism they embrace, namely critical-interactive. The findings of this study, it can be concluded that the ethnic identity of Makassar students in Yogyakarta does not give rise to exclusivism. On the contrary, it is consistent with the practice of critical-interactive multiculturalism, which means that the Makassar ethnic group builds inclusive social relations in the Yogyakarta community.
Social media: A means of developing Generation Z's political participation in the digital era Hariyanti Hariyanti; Cecep Darmawan; Rahmat Rahmat; Leni Anggraeni; Al Rafni; Radini Radini; Hamdi Abdullah Hasibuan
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v23i1.90231

Abstract

This article examines how social media is utilised to enhance broader political participation among young people. The study employed a descriptive survey design using a Google Form, complemented by in-depth interviews conducted between September and December 2024. The participants consisted of 356 Generation Z individuals in Pekanbaru City, including first-time student voters and pre-voters. Data were analysed using descriptive techniques based on survey responses, expressed as percentages. The findings reveal three main typologies. First, social media functions as the primary source of political information due to its accessibility, practicality, up-to-date content, comprehensive coverage, and visually engaging format. Second, social media serves as a medium for political communication, where individuals engage by following political accounts, commenting on posts, or passively consuming content that still influences their daily discussions. Third, social media serves as a platform for political expression, as evidenced by reactions such as likes, dislikes, content sharing, and reporting. The study suggests that voter education actors should optimise their social media presence by producing engaging, accessible content aligned with current trends, such as podcasts, short videos, reels, and interactive Q&A formats. Collaboration with educational institutions and youth communities is also essential. Ultimately, these strategies aim to foster meaningful political participation among Generation Z, extending beyond electoral involvement to more active non-electoral engagement.
Global Trends and Collaboration in Community-Based Learning and Civic Engagement Research in Higher Education: A Bibliometric Analysis of 2015-2025 Mariyani Mariyani; Aim Abdulkarim; Rahmat Rahmat; Kokom Komalasari; Nadiyah Dzatul Izzah
International Journal of Social Learning (IJSL) Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher in cooperation with Indonesian Social Studies Association (APRIPSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijsl.v6i2.567

Abstract

This study investigates global trends and collaboration patterns in Community-Based Learning (CBL) and Civic Engagement (CE) research in higher education between 2015 and 2025, focusing on fragmented civic engagement practices, limited student participation, and weak university–community partnerships as the central rationale. Employing a bibliometric approach, 110 Scopus-indexed publications were examined using VOSviewer and Publish or Perish to identify publication trajectories, influential authors, productive institutions, and emerging thematic clusters. Results indicate steady growth in research outputs, with peaks in 2023–2024, and journal articles as the primary dissemination medium. The United States emerges as the largest contributor, followed by India, South Africa, and the United Kingdom. Keyword analysis highlights five thematic clusters: civic engagement, interdisciplinarity, health, sustainability, and community capacity building. These findings reveal regional disparities and emphasize the importance of digital integration and stronger collaboration among universities, communities, and students to advance inclusive and transformative civic learning.
Studi Evaluasi Satuan Kurikulum Pendidikan Non Formal Di PKBM Yayasan Quantum Indonesia Junaidi Junaidi; Rahmat Rahmat; Sri Wahyuni Tanshzil
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol. 11 No. 1 (2026): SAP
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sap.v11i1.1875

Abstract

Non-formal education plays a strategic role in expanding access to education, but its curriculum implementation in PKBM still faces challenges related to suitability with students' needs and adaptation to the Merdeka Curriculum policy. This study aims to evaluate the non-formal education curriculum unit at the PKBM Yayasan Lingkaran Quantum Indonesia in Denai Lama Village to assess the alignment of curriculum planning, implementation, and evaluation with the local context and national education policy. The research method uses a qualitative method with a descriptive approach with data collection through interviews, observation, and documentation with a research period of 1 month from November to December 2025. As well as data analysis using data reduction, data display, and data verification. The results of the study indicate that the non-formal education curriculum unit at the PKBM Yayasan Lingkaran Quantum Indonesia in Denai Lama Village has been designed and implemented adaptively, contextually, and in line with the principles of non-formal education and the Merdeka Curriculum policy. The curriculum structure that integrates intracurricular, co-curricular, and extracurricular activities has been proven to support the strengthening of academic competencies, life skills, and the values ​​of the Pancasila Student Profile. The implementation of deep learning through a mindful, meaningful, and joyful learning approach, supported by various active learning models, increases student engagement and the quality of the learning experience. Furthermore, a holistic assessment system based on assessment for learning, assessment as learning, and assessment of learning allows for comprehensive and continuous monitoring of student progress.
Implications of ChatGPT implementation on students' understanding level in Pancasila Education subjects Ismi Adnin; Sapriya Sapriya; Rahmat Rahmat; Abhi Rachma Ramadhan; Karlin Geriun Antonius Manik; Daffa Fakhri Maulana; Aland Aryaguna; Kireida Rona Islam; Muhammad Fajri Mubarok; Tebi Lesmana
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 4 (2024): Inovasi Kurikulum, November 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i4.75634

Abstract

Learning requires supporting media to achieve the desired goals. The modern era makes technology an inseparable part of human life, including in the learning process in educational units. The technology that is currently developing rapidly is artificial intelligence (Artificial Intelligence), one of which is implemented in the form of the ChatGPT program. Currently, many students use ChatGPT to help them understand the subject matter, supported by the various conveniences offered by this technology. This study aims to provide an argumentative overview of the importance of utilizing technology, especially the ChatGPT program, in improving student understanding. The approach used in this study is qualitative with a descriptive method, which includes data and document analysis through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In this study, the resource persons involved were 36 students in grade XI-4 at SMA Negeri 1 Tanjung Raja. The results of the study showed that the use of ChatGPT significantly helped improve students' understanding in the Pancasila Education subject, as well as supporting the achievement of educational goals such as critical thinking skills, creativity, and independent problem-solving skills.   Abstrak Pembelajaran membutuhkan media pendukung untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Era modern menjadikan teknologi sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan. Teknologi yang saat ini berkembang pesat adalah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang salah satunya diimplementasikan dalam bentuk program ChatGPT. Saat ini, banyak pelajar menggunakan ChatGPT untuk membantu mereka memahami materi pelajaran, didukung oleh berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi ini. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran argumentatif tentang pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya program ChatGPT, dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, yang melibatkan analisis data dan dokumen melalui proses reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini, narasumber yang dilibatkan adalah peserta didik kelas XI-4, sebanyak 36 orang di SMA Negeri 1 Tanjung Raja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan ChatGPT secara signifikan membantu meningkatkan pemahaman peserta didik dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan seperti kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan keterampilan menyelesaikan masalah secara mandiri. Kata Kunci: ChatGPT; pemahaman peserta didik; pendidikan Pancasila