Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Representasi Nilai Karakter Bangsa dalam Tradisi Mandai Ulu Taon Masyarakat Mandailing Rokanhulu Provinsi Riau Ryan Prayogi; Kokom Komalasari; Dadang Sundawa; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11371

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan kajian mendalam tentang representasi nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Kaiti sebagai upaya mempertahankan karakter bangsa, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dan generasi muda akan nilai-nilai karakter dalam tradisi mandai ulu taon. Penelitian ini dilaksanakan di Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah Kabupaten Rokanhulu, Provinsi Riau. Sedangkan narasumber penelitian dalam penelitian ini melibatkan Tokoh Agama Tokoh Adat, Tokoh budaya, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, pelaku budaya, Pemerintah Desa dan Kecamatan Serta Masyarakat Desa Kaiti. Penelitian ini sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan metode etnografi, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dan teknik analisis data melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data, serta triangulasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi mandai ulu taon masyarakat Desa Rambah Tengah Barat meliputi tahapan dari tradisi mandai ulu taon yang meliputi tahapan persiapan mandai ulu taon (nilai musyawarah, nilai kebersamaan, nilai peduli lingkungan, nilai kepercayaan), tahapan malaksanaon mandai ulu taon (nilai gotong royong, nilai tanggung jawab, nilai kesenian, dan nilai rasa bangga budaya daerah), tahapan pangaluon mandai ulu taon (nilai religius, nilai cinta damai dan nilai toleransi).
Revitalisasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum Berbasis Proyek: Upaya Meningkatkan Civic Engagement dan Karakter Kewargaan Agung Tesa Gumilar; Rahmat Rahmat; Cecep Darmawan; Leni Anggraeni
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12137

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji revitalisasi Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) berbasis proyek dalam upaya meningkatkan civic engagement dan karakter kewargaan melalui Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di Universitas Telkom. Studi ini didasarkan pada pentingnya peran pendidikan tinggi dalam membentuk warga negara yang aktif, reflektif, partisipatif dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat. Pembelajaran MKWK selama ini dinilai belum sepenuhnya efektif dalam menjawab tantangan tersebut, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis integrasi antara kebijakan nasional, kebijakan internal perguruan tinggi, serta penerapan model pembelajaran berbasis proyek melalui pendekatan Digital-Based Collaborative and Active Learning to Create Meaningful Education. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui reduksi data, pengelompokan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi MKWK mampu memperkuat civic engagement dan karakter kewargaan mahasiswa, seperti tanggung jawab sosial, sikap kritis, kepedulian terhadap isu publik, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Keberhasilan ini ditopang oleh kurikulum yang transformatif, strategi pembelajaran yang kolaboratif, serta dukungan kebijakan dan kelembagaan yang progresif.
Identitas Kesukuan dan Multikulturalisme Etnis Mahasiswa Makassar Dalam Membangun Relasi Sosial Inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta Rianda Usmi; Dasim Budimansyah; Rahmat Rahmat; Iim Siti Masyitoh; Beti Indah Sari
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5176

Abstract

The plurality of religions, ethnicities, languages, and cultures in Indonesia is prone to potential conflict, especially regarding intolerance and violence. The Makassar ethnic group is known to have a strong sense of tribalism towards their ethnicity. This study aims to (1) discribe of the tribal or ethnic identity of Makassar students in Yogyakarta; (2) to reveal the multiculturalism of Makassar students, the strength of their recognition and the depth of their respect for cultural diversity other ethnic’s cultures. This research uses a qualitative approach with a ethnography method. The subjects of this study were South Sulawesi students living in the Makassar Dormitory (Bawakaraeng and Lantimojong Dormitories) in the Special Region of Yogyakarta. Data collection techniques included in-depth interviews, documentation, and observation. Data validity was tested using source triangulation. The analysis technique used was inductive data analysis. The results of this study yielded the following findings: (1) the ethnic awareness embedded in Makassar students is very high, as demonstrated by their sense of pride and belonging to their ethnic group as a legacy of their ancestors; (2) the multiculturalism of Makassar students towards other ethnic/tribal cultures is relatively high, as seen from the type of multiculturalism they embrace, namely critical-interactive. The findings of this study, it can be concluded that the ethnic identity of Makassar students in Yogyakarta does not give rise to exclusivism. On the contrary, it is consistent with the practice of critical-interactive multiculturalism, which means that the Makassar ethnic group builds inclusive social relations in the Yogyakarta community.