Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PENDIDIKAN MIPA

Upaya Peningkatan Literasi Sains melalui Media Majalah Dinding Berbasis Kontekstual dalam Pembelajaran IPA bagi Siswa SMP Kelas VII Karolina Bhebhe; Maria Yuliana Kua; Pisko Yanuarius Djawaria Pare; Ngurah Mahendra Dinatha
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.2091

Abstract

Peningkatan literasi sains pada siswa SMP menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan, khususnya pada mata pelajaran IPA. Siswa cenderung kesulitan memahami konsep sains yang dianggap abstrak dan sulit dihubungkan dengan keseharian. Penelitian ini dilakukan guna meningkatakan literasi sains siswa SMP kelas VII melalui penerapan media majalah dinding berbasis kontekstual. Penelitian ini menerapkan model penelitian tindakan kelas (PTK), yang dibangun oleh Kemmis dan Mc Taggart, mencakup 4 langkah: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data untuk penelituan ini menggunakan tes kemampuan literasi sains. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes literasi sains siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Mauponggo melalui subjek 25 siswa VII. Temuan yang didapat dari siswa pada siklus I dalam penggunaan media majalah dinding berbasisis kontekstual masih rendah. Ini disebabkan oleh ketidakmampuan siswa siswa kelas VII dalam media pembelajaran IPA berbasis kontekstual. Berdasarkan temuan penilaian siswa secara keseluruhan terhadap siklus I mencapai ketuntasan sebesar 8 orang (34, 2%) dan 17 orang mendapatkan nilai tidak tuntas (66, 8%). Setelah dilanjutkan pada siklus II, terjadi peningkatan 20 siswa mendapatkan kriteria tuntas (90, 4%) dan 5 orang mendapatkan tidak tuntas (6%). Terdapat peningkatan signifikan dalam ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II yaitu pada siklus I terdapat 8 siswa yang mencapai kentuntasan, sedangkan pada siklus II meniingkat menjadi 20 siswa. Sebaliknya, jumlah siswa yang tidak tuntas pada siklus I menurun dari 17 siswa menjadi 5 siswa yang tidak tuntas pada siklus II. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus I dan siklus II, tingkat keberhasilan dalam upaya perbaikan dalam pembelajaran.
Upaya Peningkatan Literasi Sains melalui Media Majalah Dinding Berbasis Kontekstual dalam Pembelajaran IPA bagi Siswa SMP Kelas VII Karolina Bhebhe; Maria Yuliana Kua; Pisko Yanuarius Djawaria Pare; Ngurah Mahendra Dinatha
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.2091

Abstract

Peningkatan literasi sains pada siswa SMP menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan, khususnya pada mata pelajaran IPA. Siswa cenderung kesulitan memahami konsep sains yang dianggap abstrak dan sulit dihubungkan dengan keseharian. Penelitian ini dilakukan guna meningkatakan literasi sains siswa SMP kelas VII melalui penerapan media majalah dinding berbasis kontekstual. Penelitian ini menerapkan model penelitian tindakan kelas (PTK), yang dibangun oleh Kemmis dan Mc Taggart, mencakup 4 langkah: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data untuk penelituan ini menggunakan tes kemampuan literasi sains. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes literasi sains siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Mauponggo melalui subjek 25 siswa VII. Temuan yang didapat dari siswa pada siklus I dalam penggunaan media majalah dinding berbasisis kontekstual masih rendah. Ini disebabkan oleh ketidakmampuan siswa siswa kelas VII dalam media pembelajaran IPA berbasis kontekstual. Berdasarkan temuan penilaian siswa secara keseluruhan terhadap siklus I mencapai ketuntasan sebesar 8 orang (34, 2%) dan 17 orang mendapatkan nilai tidak tuntas (66, 8%). Setelah dilanjutkan pada siklus II, terjadi peningkatan 20 siswa mendapatkan kriteria tuntas (90, 4%) dan 5 orang mendapatkan tidak tuntas (6%). Terdapat peningkatan signifikan dalam ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II yaitu pada siklus I terdapat 8 siswa yang mencapai kentuntasan, sedangkan pada siklus II meniingkat menjadi 20 siswa. Sebaliknya, jumlah siswa yang tidak tuntas pada siklus I menurun dari 17 siswa menjadi 5 siswa yang tidak tuntas pada siklus II. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus I dan siklus II, tingkat keberhasilan dalam upaya perbaikan dalam pembelajaran.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi IPA Kelas V UPTD SDI Kolokoa Angeliani Permata Liu; Yosefina Uge Lawe; Prisko Yanuarius Djawaria Pare; Ngurah Mahendra Dinatha
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i2.2829

Abstract

Tingkat pencapaian belajar siswa kelas V dalam materi sistem pencernaan dan pernapasan manusia masih tergolong rendah. Kondisi ini disebabkan oleh minimnya partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran serta dominasi pendekatan tradisional seperti ceramah satu arah masih menjadi kendala utama dalam dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) digunakan dalam penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dikenal cukup kompleks. STAD dipilih karena pendekatannya yang interaktif dan kolaboratif dinilai mampu memicu keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian dilakukan di kelas V UPTD SDI Kolokoa dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran di ruang kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata siswa yang signifikan, dari 45% pada siklus pertama menjadi 87% di siklus kedua. Persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga meningkat, dari semula 45% menjadi 87%. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam diskusi kelompok serta kemampuan mereka dalam menjelaskan pemahaman tentang sistem pencernaan dan pernapasan juga mengalami peningkatan. Oleh karena itu, penerapan model STAD terbukti efektif dalam memperbaiki prestasi akademik serta menumbuhkan keterampilan sosial dan kerja sama antar siswa.
Co-Authors Afrianus Gelu Agus Donny Susanto Allo, Marselina M.G. Angeliani Permata Liu Arimbawa S, Putu Bajo, Yohanes Bate, Nikodemus Bhala, Maria Regina Bili, Orance Dedo , Bernardus Ardi Elisabeth Tantiana Ngura Fachry Abda El Rahman Foa, Anna Julita Fransiskus Xaverius Dolo Geli, Maria Herlina Asumpta Gelu, Afrianus Gervarsia Virjinlia Anita Dhena Iju, Maria Vianney Isang, Maria Rosvita Itu, Kristina Evanjelina Kaka, Pilipus Wungo Karismayani, Gusti Ayu Mutiara Karolina Bhebhe Konstantinus Dua Dhiu, Konstantinus Dua Kua , Maria Yuliana Kua, Maria Yulian Kua, Maria Yuliana Kugu, Yustina Paulina Kui, Maria Goreti Laksana, Dek Ngurah Laba Laudasarni, Yohana Leneng, Lusia Lopa, Sebastiana Beo Luna, Yohana Yosefa Made Dewi Sariyani Maharwati, Ni Komang Malo, Ferdinanda Gole Maria Goreti Kui Maria Stefania Wae Marindo, Alfionita Frederika Mau, Maria Yunita Meme, Yosefina Owa Mere, Veronika Owa Miding, Maria Kristianti Mina, Rofina Moza, Mario Ama Nae, Rikardus Ferinius Natal, Yanuarius Ricardus Natal, Yanuarius Rikardus Ngongo, Frederikus Nou, Krensensiana Nua, Marselina Nugraha, I Gusti Ngurah Manik Ombong, Aurelia Mbali Pajo, Bernadethe Ines Sede Pelipus Wungo Kaka Pisko Yanuarius Djawaria Pare Prisko Yanuarius Djawaria Pare Raden Mohamad Herdian Bhakti Raga Moi, Maria Goreti Rai Riska Resty Wasita Rewo, Josep Marsianus Roas, Novita Rongga, Maria Ruju, Gabriel Sela, Maria Petrosia Wea Suparmi, Ni Wayan Tapo, Yohanes Bayo Ola Teang , Lidia Langley Teang, Lidia Langley Teku, Maria Selviana Trivonia Bay, Maria Seventia Wani, Bernabas Wea Sela, Maria Petrosia Wea, Helena Rhero Wea, Maria Sindrela Wele, Maria Ancelina Weti, Maria Oncilia Wijayanti, Putu Okta Wio, Maria Kristina YOSEFINA UGE LAWE . Zae, Maria Fridolin