Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Tagline dan Brand Ambassador Song Hye Kyo terhadap Citra Brand Susu Collagena pada Generasi Milenial Kharlina Oktaviani; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the strong role of television as the main promotional medium, as well as the vital function of the tagline and brand ambassador in shaping positive consumer perceptions, especially among the Millennial Generation who are the primary target market for the Collagena milk product. This quantitative survey-based study aims to analyze (1) the partial effect of the Tagline (X₁), (2) the partial effect of Brand Ambassador Song Hye Kyo (X₂),and (3) the simultaneous effect of both variables on the Brand Image (Y) of  Collagena milk among millennials in Jl. SD Inpres RT 008/RW 006, Pulo Gebang Sub-district, Cakung District, East Jakarta. The research employs the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) Theory framework, where the promotional variables act as stimuli processed by consumers. The study sample consisted of 110 Millennial respondents selected through a purposive sampling technique. Data were collected using questionnaires, literature review, and documentation. Data analysis was performed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis. The results indicate that both the tagline and brand ambassador, partially and simultaneously, have a significant influence on Brand Image. The Brand Ambassador proved to be the most dominant variable (β = 0,649) The Coefficient of Determination R² value of 0.889 suggests that 88.9% of the variation in Brand Image is explained by these two independent variables. The study concludes that the appropriate marketing communication strategy employed by Collagena effectively creates a very positive perception and strong brand image among millennials. Keywords : Tagline, Brand Ambassador, Brand Image, Song Hye Kyo,   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya peran media televisi sebagai sarana promosi utama, serta fungsi vital tagline dan brand ambassador dalam membentuk persepsi positif konsumen, khususnya di kalangan Generasi Milenial yang merupakan target pasar utama produk susu Collagena. Penelitian kuantitatif berbasis survei ini bertujuan menganalisis (1) pengaruh tagline (X₁), (2) pengaruh brand ambassador Song Hye Kyo (X₂) secara parsial, dan (3) pengaruh kedua variabel secara simultan terhadap citra brand (Y) susu Collagena pada generasi milenial di Jalan SD Inpres RT 008/RW 006, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan kerangka Teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R), di mana variabel promosi bertindak sebagai stimulus yang diolah konsumen. Sampel penelitian berjumlah 110 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis dat dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tagline dan brand ambassador secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap citra brand. Brand ambassador terbukti menjadi variabel yang paling dominan (β = 0,649). Nilai Koefisien Determinasi R² sebesar 0,889 mengindikasikan bahwa 88,9% variasi citra brand dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Kesimpulannya, strategi komunikasi pemasaran Collagena yang tepat mampu membentuk persepsi dan citra brand yang sangat positif di kalangan milenial. Kata Kunci : Tagline, Brand Ambassador, Citra Brand, Song Hye Kyo
Komunikasi Persuasif Customer Service Dalam Meningkatkan Pemahaman Produk Kepada Konsumen Di XL Center Puri Indah Mall Tin Ayu Amilya Ainun Nisya; Iin Soraya; Yogi Ariska
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Excellent Customer service is one of the key factors in maintaining customer satisfaction, including in the telecommunications industry. XL Center Puri Indah Mall, as a Customer service Center, often faces various customer complaints such as signal issues, expensive package prices, MyXL application problems, and unfriendly services, requiring persuasive communication strategies in delivering product information. This study aims to analyze how persuasive communication by Customer service can improve product understanding among consumers at XL Center Puri Indah Mall. This research uses a qualitative method with an interpretive paradigm through observation, in-depth interviews, and documentation techniques involving Customer service informants and consumers who have used the services. The results show that the application of persuasive communication through the ethos, pathos, and logos approach helps Customer service to explain product information more convincingly and clearly to consumers. Persuasive communication strategies also help reduce consumer complaints related to product misunderstandings, improve consumer understanding of services, and encourage customer trust and loyalty towards XL Center Puri Indah Mall. Keywords: persuasive communication, customer service, product understanding, XL Center.   Abstrak Pelayanan Customer service yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepuasan pelanggan, termasuk dalam industri telekomunikasi. XL Center Puri Indah Mall sebagai pusat pelayanan pelanggan sering menghadapi berbagai keluhan konsumen seperti masalah sinyal, harga paket mahal, kendala aplikasi MyXL, hingga pelayanan yang kurang ramah, sehingga memerlukan strategi komunikasi persuasif dalam menyampaikan informasi produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi persuasif yang dilakukan Customer service dapat meningkatkan pemahaman produk kepada konsumen di XL Center Puri Indah Mall. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma interpretif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kepada informan Customer service dan konsumen yang telah menggunakan layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi persuasif melalui pendekatan ethos, pathos, dan logos membantu Customer service dalam menjelaskan informasi produk dengan lebih meyakinkan dan mudah dipahami oleh konsumen. Strategi komunikasi persuasif juga membantu mengurangi keluhan konsumen terkait ketidakpahaman produk, meningkatkan pemahaman konsumen terhadap layanan, serta mendorong kepercayaan dan loyalitas pelanggan terhadap XL Center Puri Indah Mall. Kata kunci: komunikasi persuasif, customer service, pemahaman produk, XL Center.
Komunikasi Persuasif Untuk Memperkenalkan Kuliner Lokal (Studi Kasus Kuliner Gabus Pucing Saung Babelan Bekasi) Soraya, Iin; Rahastine, Mareta Puri; Susilowati, Susilowati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12137

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memahami efektivitas strategi komunikasi persuasif yang digunakan oleh influencer dalam memperkenalkan kuliner lokal Gabus Pucing di Saung Babelan, Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus, mengumpulkan data primer dan sekunder melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen, lalu dianalisis tematik untuk mengevaluasi strategi komunikasi persuasif Gabus Pucing. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kesadaran publik terhadap Gabus Pucing melalui strategi komunikasi efektif, termasuk media sosial dan kerjasama dengan influencers. Saung Babelan mengalami peningkatan kunjungan dan penjualan signifikan melalui event kuliner, festival makanan, dan promo. Testimoni pelanggan dan narasi emosional berhasil menarik perhatian audiens. Kombinasi media tradisional dan digital mendukung popularitas Gabus Pucing, berdampak positif pada pariwisata lokal dan brand awareness Saung Babelan. Kampanye hashtag di media sosial meningkatkan jumlah pengunjung dan kualitas layanan.
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN ANAK YANG KENCADUAN GAME ONLINE DALAM UPAYA MENCIPTAKAN SIKAP POSITIF DI LINGKUNGAN SOSIAL Akmali, Ahmad Jaiz; Soraya, Iin; Pratiwi, Cindya Yunita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.43477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi antara orang tua dan anak yang mengalami kecanduan game online, serta upaya yang dilakukan untuk menciptakan sikap positif di lingkungan sosial. Kecanduan game online, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja, telah menjadi fenomena yang semakin umum dan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan sosial dan emosional mereka. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami dan menerapkan pola komunikasi yang efektif dalam menghadapi masalah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan orang tua dan observasi terhadap interaksi mereka dengan anak-anak yang kecanduan game online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang demokratis, yang melibatkan dialog terbuka dan saling menghormati, lebih efektif dalam membantu anak mengatasi kecanduan game. Selain itu, dukungan emosional dan keterlibatan orang tua dalam kegiatan positif juga berkontribusi pada pembentukan sikap positif anak. Dengan demikian, pola komunikasi yang baik dapat menjadi kunci dalam mengatasi kecanduan game online dan meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak.
Strategi Komunikasi Beat Radio Dalam Menarik Minat Pendengar Di Era Digital Widyaningsih, Dhika; Soraya, Iin; Muntazah, Arina
Jurnal Media Penyiaran Vol. 3 No. 02 (2023): Desember (2023)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v3i02.2777

Abstract

Era digital merupakan suatu masa dimana sebagian besar masyarakat pada era tersebut menggunakan sistem digital dalam kehidupan sehari-harinya. Saat ini banyak masyarakat yang menggunakan internet dikehidupan sehari-hari seperti membaca buku, membaca berita, hingga berbelanja.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi strategi komunikasi yang digunakan beat radio dan mengetahui apa saja strategi komunikasi yang dilakukan beat radio untuk menarik minat pendengar. Penelitian ini menggunakan teori S-O-R menunjukan bahwa komunikasi merupakan sebuah proses reaksi-aksi.Pendekatan ini dijadikan sebagai peninjau dalam menganalisis terkait strategi komunikasi radio. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, ada dua hasil yang diperoleh dari tulisan yang dijelaskan pada jurnal ini. Yang pertama, beat radio melakukan strategi komunikasi dengan beberapa tahap yaitu perencanaan, tujuan, pesan dan media yang digunakan. Kedua, beat radio melakukan strategi komunikasi dengan mengikuti komunitas atau menjalin kerjasama untuk mendapatkan pendengar, selain itu beat radio melakukan strategi dengan memanfaatkan media sosial yang sering di gunakan oleh masyarakat, seperti Instagram, Youtube, Twitter, TikTok, dan juga aplikasi streaming beatradio.id.
Analisis Foto Instagram Publik Figur Politik Indonesia Melalui Pendekatan Structuralism Pierre Bourdieu Wibowo, Ganjar; Sunuantari , Manik; Soraya, Iin; Gunawan, Imsar
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.8076

Abstract

Media sosial adalah wadah untuk berkomunikasi dan berbagi aktivitas sehari-hari atau penting melalui tulisan atau foto. Instagram adalah salah satu platform jejaring sosial yang paling umum digunakan. Public figur tampaknya menjadi simbol bagi mereka. Apa yang mereka lakukan dapat dilihat di Instagram. Di Instagram, mereka memiliki banyak penggemar (mengikuti). Citra yang mereka bangun menggunakan Instagram didasarkan pada konsep diri yang mereka kembangkan melalui personal branding. Artikel ini mengulas dua akun Instagram public figure politik, yaitu Ganjar Pranowo (ganjar_pranowo), Ridwan Kamil (ridwankamil), berdasarkan karakter akun masing-masing dan bagaimana mereka menggambarkan diri mereka sebagai public figure politik melalui Instagram melalui berbagai aktivitas dan pola yang ditunjukkan melalui unggahan fotografi atau tulisan. Pembahasan ini menggunakan teori struktural konstruktif atau teori praktik sosial berdasarkan habitus, ranah, modal, dan kekerasan simbolik yang dikembangkan oleh Pierre Bourdieu. Dari artikel ini dapat disimpulkan bahwa ketika public figure politik muncul di media sosial, mereka membayangkan diri mereka sebagai public figur politik dan berusaha menampilkan diri mereka sebaik mungkin dengan menggunakan modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik untuk tampil mendominasi. Selanjutnya, dampak pada akun public figure politik dapat digambarkan sebagai pelabelan masyarakat atas dominasi simbolik.
Women’s Fashion Simulacra A Compulsive Narrative in Syahrini’s Shopee Advertisement Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno; Soraya, Iin; El Hidayah, Nur Iman; Ningtyas, Dito Anjasmoro
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 15, No 2 (2022): (Accredited Sinta 2)
Publisher : Unisba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v15i2.9675

Abstract

Advertising is essential in persuading, strengthening, and reminding the product of the public. Advertising is a representation of a product. From the modern communication perspective, advertising is used to make up the product's image. Recently, advertisements have appeared not only in conventional media but also in new media. Advertising works are becoming more varied and creative considering that new media are relatively uptight regulation than conventional media. This creates a hyper-reality that goes beyond the function of the ad itself. This study seeks to reveal Syahrini's Shopee marketplace advertisement on Youtube. The advertisement's content is examined critically and analyzed using Pierce's triangle of meaning: object, interpretant, and representamen. The research found that hyper-reality simulacra were created as a compulsive shopping narrative. This occurs due to unpleasant events or negative feelings caused by addiction, depression, and boredom. However, the public does not know this.
Self Identity Pelari Kalcer Gen Z melalui Aplikasi Strava Soraya, Iin; Herman, Herman; Retno, Laurensia
Jurnal Cyber PR Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : University of Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/cyberpr.v5i2.6542

Abstract

The development of this media also supports runners to easily record running performance. One of the media that supports runners is the Strava application, this application is dedicated to morning running can function as a way to provide training and schedule guidance, but the use of the Strava application has shifted the meaning of running activities from just a health sport to a lifestyle, self-image and self-existence, this gave rise to a phenomenon in Indonesia called Kalcer Runners. For Kalcer runners, Strava becomes a digital space to affirm who they are, not only as individuals who run, but as part of a community with a certain lifestyle so as to form a self-identity among Gen Z. This study aims to analyze the self-identity of Kalcer runners among Gen Z using the Strava application. This study uses a qualitative approach, through digital observation and in-depth interviews with Gen Z runners who actively use Strava. The results show that Strava not only functions as a tool for monitoring sports activities, but also as a symbolic space to build self-image, gain social recognition, and form a community based on a healthy and aesthetic lifestyle. The identity of Kalcer runners.
Dramaturgi Dalam Membentuk Persentasi Diri Presenter Ganjar Wibowo; Iin Soraya
Jurnal Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i1.11849

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa presentasi diri presenter menggunakan pendekatan Teori  Dramaturgi milik Erving Goffman sebagai main teory. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa presentasi diri presenter, mendeskripsikan dan menganalisa front stage dan back stage presenter, dan mendeskripsikan dan menganalisa komunikasi verbal dan non verbal presenter. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi dramaturgi, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam presenter sebagai key forman dan Informan pendukung lainnya. Analisa data menggunakan model interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yaitu presentasi diri presenter yang terjadi dalam dua wilayah yaitu front stage (wilayah depan) dan back stage (wilayah belakang). Dalam wilayah depan presenter selalu mempersiapkan dan mempresentasikan diri secara sempurna dan penuh perencanaan yang baik sehingga tujuan pencitraan diri tercapai. Sedangkan wilayah belakang penuh dengan strategi yang disiapkan untuk wilayah depan. Pesan verbal dan non verbal ini yang menjadi akan selalu ada di panggung depan sebuah aktor. Yang menarik dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran bahwa panggung depan tersebut,  presenter melakukan manipulasi diri, dengan menampilkan perilaku yang baik dan sempurna. Pada akhirnya presentasi diri yang akan ditampilkan presenter di hadapan khalayak
Strategi Komunikasi dan Personal Branding Pengguna Facebook Pro Dalam Membangun Makna Sosial (Studi Kasus Pada Akun @Lhia Silaen) Nova Florentina Silaen; Iin Soraya
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 1: AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i1.9326

Abstract

This research aims to understand how communication strategies and personal branding implemented by the owner of the Facebook Professional Mode account (@Lhia Silaen) shape social meaning in the digital space. This study employs a qualitative approach with a case study design, focusing on an in-depth analysis of digital communication practices, self-representation styles, and symbolic interactions between the account owner and the audience. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, digital observations, and content documentation, and analyzed using an interpretative approach. The results show that the communication strategy applied by the account owner refers to the principles of the Cocreational Model of Strategic Communication (Botan, 2017), where the communication process is carried out in a two-way, participatory, and collaborative manner with the audience. Meanwhile, personal branding is built through four main factors according to Montoya (2002), namely authenticity, consistency, credibility, and differentiation. The research findings indicate that the combination of communication strategies and personal branding produces social meaning that reflects values of professionalism, empathy, and digital credibility. The interaction between the account owner and the audience serves as a medium for forming a professional identity that is not only representative but also collaborative and emotional. Thus, this research strengthens the view that social media, particularly Facebook Pro, functions as a symbolic space where individuals negotiate identity and build social legitimacy in the digital era.
Co-Authors Ade Irmayanti Adnan Aditiyana Akmali, Ahmad Jaiz Alifahmi, Hifni Andi Setyawan Angel Nabella Sydney Potonengan Annisarizki, Annisarizki Arina Muntazah Ario Bimo Adipura Bagus Hajianto Cindya Yunita Pratiwi Cindya Yunita Pratiwi Depvia Faizah Tsaniyah Devy Putri Kussanti Dina Andriana Diyas Aenur Ropiq Earth Yakhin Da’boas Abedneju Lasut Eka Akmaliyah Ekowati , Sari Ekowati, Sari Ernila Gusari Siregar Fauzi Syarief Fauziah Rahmawati Faza Sava’Atul Ulya Fifit Fitriansyah Firdaus, Alfian Nur Gan Gan Giantika Ganjar Wibowo Ganjar Wibowo Hammamiardi, Helmi Aji Hikmatul Rafif Hanifah Imsar Gunawan Inas Vhatinah Irwanto Irwanto Jaqualine Pramanta Putra Jusuf Fadilah Kharlina Oktaviani Laurensia Retno Hariatiningsih Lila Sari Andamaya Linujaya Samudra M. Ismail Alif, M. Ismail M. Yogi Riyantama Isjoni Manik Sunuantari Mareta Puri Rahastine Mareta Puri Rahastine, Mareta Puri Mario Komarindo Saputra Maulaniah, Suci Nasir, Ikhwan Muchtar Nazilah Nazilah, Nazilah Ningtyas, Dito Anjasmoro Nova Florentina Silaen Noventa, Christifera Nur Iman El Hidayah Nurul Robiyah Pramelani Pratiwi, Cindya Yunita Putra, Rizki Pramana Rasendra, Keefe Ratna Kartika Sari Retno, Laurensia Rifaldy Rios Wanadri Rita Amira Robiyah, Nurul Sarah Rizqi Aprilia Sari Ekowati Hadi3 Setiawan, Abdul Lafif Shelomitha Anjani Sunuantari , Manik Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Syachzidan Mahadi Dwi Kusuma Syifa Nadia Tin Ayu Amilya Ainun Nisya Widarti Widarti Widyaningsih, Dhika Yogi Ariska Yunita Pratiwi, Cindya