Claim Missing Document
Check
Articles

Tailoring CEFR to BISOL (Bahasa Indonesia for Speakers of Other Languages): A Model for Integrative Language Teaching Materials Muliastuti, Liliana; Mayuni, Ilza; Nurhaina, Andi; Saddhono, Kundharu
International Journal of Language Education Vol. 7, No. 4, 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijole.v7i4.53219

Abstract

This study aims to adapt CEFR in developing an integrative approach-based teaching material model for a pre-basic BISOL class. The method used in this research is the development research design by Borg and Gall. This study was development research. The stages are identification of the problem, formulation of a hypothetical draft model; feasibility testing by experts; product revision; and test product effectiveness. The data were collected through survey techniques, interviews, and documentation. The needs identification results revealed data encompassing 10 themes, 5 tasks per theme, and diverse evaluations comprising theory, in-class practice, and real-world field assignments, both on an individual and group basis. These identified needs require alignment with CEFR A1 for the development of BISOL learning. These findings were subsequently incorporated into the design of the teaching material model, and the results indicated that tailoring CEFR to BISOL as an integrative language teaching material model was feasible for application in the classroom, as assessed by experts. The implications suggest that integrating CEFR into BISOL is highly feasible for the development of teaching materials, and teachers can leverage this instructional model to enhance students' proficiency in the Indonesian language..
Pengembangan Bahan Ajar Menyimak Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Berbasis Video Animasi di KBRI Ankara Suhendra, Nadha Nuur Annisa; Muliastuti, Liliana; Eriyani, Reni Nur
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v12i1.127931

Abstract

This study developed teaching materials to improve listening skills for learners of Indonesian as a Foreign Language (BIPA) at the Indonesian Embassy in Ankara. Following Thiagarajan's 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate), a needs analysis identified learner requirements. The design phase focused on creating materials, particularly animated videos, to enhance listening comprehension. Development involved creating the materials and obtaining feedback from subject matter and media experts for BIPA 1 learners. Dissemination included internal validation by BIPA instructors and user testing with learners and teachers. Validation results from subject matter and media experts categorized the materials as "Feasible" and "Very Feasible," respectively. User feedback yielded an average score of "Very Feasible." These findings suggest the developed materials are highly suitable for enhancing BIPA 1 listening skills at the Indonesian Embassy in Ankara.
Wacana Kritis Model Van Dijk Pada Film Pendek Paranoid Karya Ferry Irwandi Gusti Noor Amru Hafizhah; Ellychristina D. Hutubessy; Liliana Muliastuti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3848

Abstract

Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang digunakan untuk menyampaikan nilai atau moral dari sebuah realitas yang ada di masyarakat. Melalui film, informasi dan nilai atau moral yang terkandung disampaikan secara tersirat dan tidak tersirat. Film pendek merupakan salah satu kategori film yang memiliki durasi 30 menit atau kurang. Sama halnya dengan film, film pendek juga mengandung informasi serta nilai atau moral. Banyak film pendek yang dapat diakses secara mudah, salah satunya melalui media YouTube. Salah satu film pendek yang terdapat di media YouTube yang dianalisis adalah film pendek berjudul “Paranoid” karya Ferry Irwandi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan untuk menganalisis film pendek tersebut adalah analisis wacana kritis oleh Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dalam dimensi teks, tema film pendek tersebut yaitu hilangnya privasi seiring berkembangnya teknologi, (2) film pendek tersebut mengangkat isu sosial terkait perkembangan teknologi, dan (3) film pendek tersebut berangkat dari kejadian di masyarakat terkait perlindungan privasi di era teknologi.
Pengembangan Purwarupa Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Strategi Literasi pada Siswa Fase D Nunik Eka Sugiyanti; Fathiaty Murtadho; Liliana Muliastuti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan purwarupa modul projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui strategi literasi pada siswa fase D di SMPN I Cikupa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research and development melalui model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Analisis data dilakukan dengan teknik kuantitatif dan kualitatif yang diambil melalui penyebaran kuesioner, observasi, dan wawancara. Proses validasi dilakukan kepada ahli media dan ahli materi. Hasil validasi ahli materi yang diperoleh adalah 4,83 dengan kriteria “Sangat Layak”, sedangkan hasil validasi ahli media sebesar 4,67 dengan kriteria “Sangat Layak.” Hasil pengembangan produk ini disebarluaskan kepada pengguna modul, yakni siswa kelas 7 fase D dan fasilitator P5 SMP Negeri 1 Cikupa. Setelah disebarluaskan, hasil tanggapan dari dua belas orang fasilitator dan lima puluh delapan siswa terhadap modul projek sebesar 4,30 memiliki kriteria “Sangat Layak.” Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa modul projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui strategi literasi pada siswa fase D, khususnya siswa kelas 7 di SMPN 1 Cikupa ini sangat layak untuk digunakan
Pengembangan Bahan Ajar BIPA pada Keterampilan Menulis Cerpen Tingkat Dasar Bermuatan Budaya Indonesia dengan Media Audiovisual Sintia, Haqsir Venny; Muliastuti, Liliana; Eriyani, Reni Nur
Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA) Vol. 3 No. 1 (2023): Kajian Bahasa dan Sastra (KABASTRA)
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar And HISKI Kedu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/kabastra.v3i1.847

Abstract

This article discusses the application of teaching materials to a BIPA (Indonesian Language for Foreign Speakers) teaching, especially in reading skills through a culturally charged audiovisual learning medium. The purpose of this study was to explain teaching materials delivered in culturally charged audiovisual media at the basic level of BIPA teaching with short story writing skills. Audiovisual media pages also accommodate the needs of online BIPA learning. This audiovisual media can be in the form of dialogue videos and explanation videos, as well as supporting media in the form of materials or handbooks. The research method used is descriptive qualitative. The reference source used here is in the form of the BIPA AI guidebook "Sahabatku Indonesia" published by the Language Agency of the Ministry of Education and Culture. The technique for checking the validity of the data in this study used a method triangulation technique by checking the understanding of lecturers and students on the use of audiovisual media containing Indonesian culture in short story writing skills. The conclusion of this study is that BIPA teaching materials, especially writing skills, use audiovisual media with Indonesian culture in short story writing skills at the basic level. This teaching material is quite helpful in providing a breakthrough and can make it easier for BIPA students to understand the material presented as well as being able to introduce cultures in Indonesia. Thus, it is hoped that with this media it can be used as a source of inspiration in further, more complete research. and innovative.
Pengembangan Buku Pengayaan Multisensori pada Pembelajaran Literasi Baca Usia Dini Ningrum, Pandita; Muliastuti, Liliana; Anwar, Miftahulkhairah
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v12i3.131161

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku pengayaan multisensori untuk anak usia dini guna meningkatkan literasi mereka. Dengan pendekatan yang melibatkan berbagai indra (visual, audio, kinestetik, dan taktil), buku ini diharapkan membantu anak-anak memahami materi secara lebih efektif, memperkuat fondasi literasi mereka, serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan akademik di masa depan, termasuk peningkatan skor dalam tes PISA. Penelitian ini dilakukan di tiga sekolah PAUD di Jakarta pada semester II tahun 2023/2024, menggunakan pendekatan RnD model Borg and Gall untuk mengembangkan buku pengayaan multisensori bagi literasi baca usia dini. Proses meliputi analisis kebutuhan, desain produk, validasi, dan revisi buku berdasarkan hasil angket, observasi, dan wawancara dengan guru dan ahli. Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan dari kurikulum PAUD dan masukan dari guru serta siswa. Guru menginginkan buku pengayaan yang fungsional, edukatif, menarik, dan menghibur, sedangkan anak-anak lebih suka tema petualangan dan rekreasi dengan elemen permainan sensori. Buku pengayaan ini menawarkan variasi baru dalam literasi baca usia dini, menggunakan pendekatan multisensori, termasuk silent book, smell book, sound book, dan pop-up book. Pengembangan buku melalui beberapa tahap desain dan model telah divalidasi oleh ahli literasi dan media pop-up. Buku "Aku Bisa Merasakan" dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pengajaran literasi baca usia dini. Penelitian buku pengayaan multisensori perlu dilanjutkan hingga uji coba dan efektivitas. Buku ini dapat dikembangkan dengan tema berbeda untuk meningkatkan kualitas pembelajaran literasi baca usia dini.
PENGAJARAN BIPA MELALUI VIDEO ANIMASI CERITA RAKYAT INDONESIA DI SEKOLAH CANBERRA AUSTRALIA Liliana Muliastuti; Iqbal Ifada
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In accordance with the mandate of Article 44 Paragraph (1) of Law Number 24 of 2009, the Indonesian government successfully proposed the Indonesian language as an official language at a UNESCO session. This proposal was unanimously accepted during the UNESCO General Assembly on November 20, 2023, making Indonesian one of the ten official languages used in the session. This designation enhances Indonesia's image on the global stage as a nation that supports cultural diversity and is committed to promoting these values internationally. However, in Australia, the teaching of Indonesian as a foreign language (BIPA) has seen a decline over the past two decades. To revive interest in learning Indonesian, the Faculty of Languages and Arts at Universitas Negeri Jakarta (FBS-UNJ), through its Master of Indonesian Language Education Program, introduced Indonesian folklore through animated videos to students at two schools—Trinity Christian School and Burgmann Anglican School—in February 2024. The evaluations from both schools indicated that teaching BIPA through animated folklore videos is a highly effective means of promoting Indonesian language and culture. They expressed hope that similar programs could be continued and expanded with internship opportunities and joint research initiatives. Keywords: bipa teaching; folktales; animated video   Abstrak Pemerintah Indonesia, sesuai dengan amanat Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, telah berhasil mengajukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam sidang UNESCO. Usulan ini diterima secara bulat pada Sidang Umum UNESCO tanggal 20 November 2023, menjadikan bahasa Indonesia salah satu dari sepuluh bahasa resmi yang digunakan dalam sidang tersebut. Penetapan ini memperkuat citra Indonesia di mata dunia sebagai negara yang mendukung keragaman budaya dan berkomitmen mempromosikan nilai-nilai tersebut di tingkat global. Namun, di Australia, pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) telah mengalami penurunan selama dua dekade terakhir. Untuk menghidupkan kembali minat belajar bahasa Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS-UNJ) melalui Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, melaksanakan kegiatan pengenalan cerita rakyat Indonesia melalui video animasi kepada siswa di dua sekolah, yaitu Trinity Christian School dan Burgmann Anglican School pada Februari 2024. Berdasarkan hasil evaluasi oleh kedua sekolah bahwa pengajaran BIPA melalui video animasi cerita rakyat sebagai sarana mempromosikan bahasa dan budaya Indonesia sangat efektif dan berharap agar program serupa dapat dilanjutkan dan diperluas dengan program magang serta penelitian bersama. Kata Kunci: pembelajaran bipa; cerita rakyat; video animasi
PELATIHAN KETERAMPILAN BERBAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA ASING ALUMNI PROGRAM DARMASISWA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Muliastuti, Liliana; Purbarani, Etsa; Diyantari
Bahasa Indonesia Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.201.1

Abstract

Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta (FBS-UNJ) sejak 1999 menerima mahasiswa asing belajar bahasa Indonesia sebagai implikasi kerja sama FBS-UNJ dengan perguruan tinggi di Korea Selatan. Selain itu, FBS-UNJ juga menyelenggarakan program Darmasiswa yaitu program bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) dengan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Saat ini lulusan program BIPA Darmasiswa FBS-UNJ telah bekerja di berbagai negara. Di antara mereka ada yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dalam bekerja. Pelatihan ini dilaksanakan untuk menyegarkan dan meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia mereka setelah beberapa tahun selesai belajar di UNJ. Pelatihan dilaksanakan selama dua minggu secara virtual karena lokasi tinggal para alumni yang berbeda-beda. Materi yang dilatihkan meliputi empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, serta keterampilan menulis. Materi yang dikembangkan untuk kegiatan ini merupakan materi singkat untuk dua minggu. Semua materi mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 27 tahun 2017. Tugas akhir peserta kegiatan pelatihan ini berupa tulisan dengan tema Pandemi 19. Setelah dianalisis teridentifikasi terjadi peningkatan kemampuan peserta pelatihan dalam kemampuan menulis.
The Role of Non-Indigenous Papuan Teachers in Understanding Literacy in Cultural Diversity for Identity, Power and Social Justice of Indigenous Papuan Students in Senior High School Rajaguk-guk, Sastri Br; Mayumi, Ilza; Muliastuti, Liliana
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 7 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i7.51632

Abstract

Papua, with its cultural and linguistic diversity, faces unique challenges in the field of education, particularly at the senior high school level. This study aims to analyze the role of non-Papuan teachers or migrant teachers in understanding literacy, cultural diversity, and its impact on the identity, power dynamics, and social justice of local Papuan students. The findings indicate that the obstacles faced by teachers include a lack of understanding of local culture, language differences, and minimal institutional support. As a result, many local Papuan students feel alienated, less motivated, and marginalized in the learning process.  Migrant teachers have the potential to play a crucial role in creating an inclusive educational environment by employing culturally responsive pedagogical approaches. Collaborating with local communities and developing curricula that reflect local values can enhance the sense of belonging and engagement among local students. With strengthened ongoing professional training, teachers can be more effective in addressing cultural diversity and promoting social justice in the classroom. This research recommends the development of culturally-based curricula, intensive teacher training, and the use of technology as tools to bridge cultural gaps. These steps are expected to create a more inclusive education system, empower local Papuan students, and improve the quality of education in the region.
Pengembangan Purwarupa Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Strategi Literasi pada Siswa Fase D Sugiyanti, Nunik Eka; Fathiaty Murtadho; Liliana Muliastuti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan purwarupa modul projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui strategi literasi pada siswa fase D di SMPN I Cikupa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research and development melalui model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Analisis data dilakukan dengan teknik kuantitatif dan kualitatif yang diambil melalui penyebaran kuesioner, observasi, dan wawancara. Proses validasi dilakukan kepada ahli media dan ahli materi. Hasil validasi ahli materi yang diperoleh adalah 4,83 dengan kriteria “Sangat Layak”, sedangkan hasil validasi ahli media sebesar 4,67 dengan kriteria “Sangat Layak.” Hasil pengembangan produk ini disebarluaskan kepada pengguna modul, yakni siswa kelas 7 fase D dan fasilitator P5 SMP Negeri 1 Cikupa. Setelah disebarluaskan, hasil tanggapan dari dua belas orang fasilitator dan lima puluh delapan siswa terhadap modul projek sebesar 4,30 memiliki kriteria “Sangat Layak.” Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa modul projek penguatan profil pelajar Pancasila melalui strategi literasi pada siswa fase D, khususnya siswa kelas 7 di SMPN 1 Cikupa ini sangat layak untuk digunakan