Claim Missing Document
Check
Articles

Lingkungan Sekolah dan Motivasi Belajar Siswa Program Keahlian Teknik Otomotif: Studi Korelasional di SMK Negeri 1 Bukittinggi Yondri Pratama; Martias; Rifdarmon; Hasan Maksum
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.344

Abstract

Tingginya tingkat pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan bahwa motivasi belajar dan kesiapan siswa memasuki dunia kerja masih perlu diperkuat, salah satunya melalui penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara lingkungan sekolah dan motivasi belajar siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan sampel 35 siswa yang dipilih melalui stratified random sampling; data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert lima poin dan dianalisis dengan korelasi Spearman’s rho. Hasil menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap lingkungan sekolah berada pada kategori cukup bagus hingga bagus (mean = 39,71), sedangkan motivasi belajar berada pada kategori cukup tinggi (mean = 52,03), dengan koefisien korelasi 0,523 dan signifikansi 0,001. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan aspek fisik dan sosial lingkungan sekolah berimplikasi langsung pada peningkatan motivasi belajar dalam konteks pendidikan vokasi. The high unemployment rate among graduates of vocational high schools indicates that students’ learning motivation and work readiness still need to be strengthened, partly through the creation of a supportive school environment. This study aims to examine the relationship between the school environment and learning motivation of grade XI students in the Automotive Engineering program at SMK Negeri 1 Bukittinggi. A quantitative correlational design was employed with 35 students selected using stratified random sampling; data were collected through a five-point Likert questionnaire and analysed using Spearman’s rho correlation. The findings show that students perceive the school environment as ranging from fairly good to good (mean = 39.71), while learning motivation is at a moderately high level (mean = 52.03), with a correlation coefficient of 0.523 and a significance value of 0.001. These results imply that strengthening the physical and social dimensions of the school environment can directly enhance students’ learning motivation in vocational education settings.
Efektivitas Modul Pembelajaran Berbasis Web terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Siswa Kelas XI TSM SMKN 2 Batusangkar Ikhsanul Fikri Ikhsan; Martias; Hasan Maksum; Rifdarmon
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.347

Abstract

Rendahnya aktivitas belajar siswa pada materi sistem kelistrikan sepeda motor di SMK berdampak langsung pada hasil belajar. Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa kelas XI TSM melalui penerapan modul pembelajaran berbasis web. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan McTaggart, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 24 siswa SMK Negeri 2 Batusangkar. Data aktivitas belajar diperoleh melalui lembar observasi, sedangkan hasil belajar diukur menggunakan tes objektif. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata aktivitas belajar dari 3,04 pada siklus I menjadi 3,50 pada siklus II. Rata-rata nilai hasil belajar naik dari 74,67 menjadi 82,33, dengan ketuntasan belajar meningkat dari 62,5% menjadi 100%. Temuan ini mengindikasikan bahwa modul pembelajaran berbasis web efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar pada pembelajaran sistem kelistrikan sepeda motor. Implikasinya, modul ini layak dijadikan alternatif media pembelajaran berbasis teknologi di SMK. Low student learning activities in motorcycle electrical systems lessons at vocational high schools directly affect learning outcomes. This study aimed to improve the learning activities and learning outcomes of class XI TSM students through a web-based learning module. Classroom action research with the Kemmis and McTaggart model was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. The participants were 24 students of SMK Negeri 2 Batusangkar. Learning activities were measured using observation sheets, and learning outcomes were assessed with objective tests. The findings showed that the average learning-activity score increased from 3.04 in cycle I to 3.50 in cycle II. The mean test score rose from 74.67 to 82.33, while mastery learning improved from 62.5% to 100%. These results indicate that a web-based learning module is effective for enhancing learning activities and learning outcomes in motorcycle electrical system learning.
Efektivitas Model Active Knowledge Sharing Berbantuan Augmented Reality terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik SMK Amin Sholat; Muslim; Rifdarmon; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 3 No. 4 (2025): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v3i4.373

Abstract

Keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran Sistem Pemindah Tenaga di SMKN 4 Pariaman masih rendah, sehingga diperlukan model pembelajaran yang lebih partisipatif dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model Active Knowledge Sharing berbantuan media Augmented Reality (AR) terhadap keaktifan belajar peserta didik kelas X TKR. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest pada 33 peserta didik yang dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data keaktifan belajar dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji paired samples t-test dan effect size Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari kategori “kurang aktif” menjadi “aktif”, dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05) dan Cohen’s d = 2,576 yang mengindikasikan pengaruh sangat besar. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi Active Knowledge Sharing dan Augmented Reality efektif meningkatkan keaktifan belajar dalam pembelajaran vokasional otomotif. Students’ learning activeness in the Power Transmission Systems subject at SMKN 4 Pariaman remains low, indicating the need for more participatory, technology-based instruction. This study investigates the effect of the Active Knowledge Sharing learning model assisted by Augmented Reality (AR) on the learning activeness of tenth-grade automotive students. A quantitative one-group pretest–posttest design was applied to 33 students selected through saturated sampling. Learning activeness data were collected using questionnaires and analyzed with paired-samples t-test and Cohen’s d effect size. The results show an increase in mean scores from the “less active” to the “active” category, with a significance value of 0.001 (p < 0.05) and Cohen’s d = 2.576, indicating a very large effect. These findings confirm that integrating Active Knowledge Sharing with Augmented Reality is effective for promoting learning activeness in vocational automotive education.
Analisis Korelasional antara Disiplin Belajar dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Siswa Kelas X Teknik Otomotif SMK Negeri 1 Baso Dedi Rinaldi; Rifdarmon; Hasan Maksum; Iffarial Nanda
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i1.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara disiplin belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (DDPK) Jurusan Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Baso. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional terhadap 49 siswa kelas X. Disiplin belajar diukur menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan hasil belajar diperoleh dari dokumentasi nilai rapor. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa disiplin belajar berada pada kategori baik (M = 162,22) dan hasil belajar pada kategori cukup baik (M = 79,51). Koefisien korelasi r = 0,203 dengan nilai p = 0,163 (> 0,05) menunjukkan hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan, dengan kontribusi hanya 4,12% terhadap variasi hasil belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan disiplin belajar perlu disertai penguatan faktor lain untuk mengoptimalkan prestasi belajar siswa SMK. Education plays an important role in improving human resources, and learning discipline is often regarded as a key determinant of achievement. This study investigates the relationship between learning discipline and learning outcomes in the Basic Competency Program (DDPK) subject of the Automotive Engineering Department at SMK Negeri 1 Baso. A quantitative correlational design was applied to 49 tenth-grade students. Learning discipline was measured using a validated Likert-scale questionnaire, whereas learning outcomes were obtained from school records. Data were analysed using descriptive statistics and Pearson product–moment correlation. The results show that learning discipline is generally good (M = 162.22) and learning outcomes are fairly good (M = 79.51). The correlation between both variables is positive but weak and not statistically significant (r = 0.203, p = 0.163), explaining only 4.12% of the variance. These findings indicate that improving learning discipline alone is insufficient to enhance vocational students’ academic achievement.
Analisis Penggantian Kendaraan Konvensional Universitas Negeri Padang dengan Kendaraan Listrik Aina Fadilla; Milana Milana; M. Yasep Setiawan; Rifdarmon Rifdarmon
MSI Transaction on Education Vol 6 No 3 (2025): MSI Transaction on Education
Publisher : Minangkabau Scholar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46574/mted.v6i3.185

Abstract

Peningkatan polusi udara dan program percepatan kendaraan listrik nasional mendorong Universitas Negeri Padang untuk mengevaluasi transisi armada operasionalnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan ekonomi penggantian kendaraan konvensional (Defender) dengan kendaraan listrik (Challenger) menggunakan metode Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC). Hasil analisis menunjukkan efisiensi biaya signifikan pada kategori roda dua, di mana Honda Em1 e memiliki nilai EUAC sebesar Rp 41.530, jauh lebih rendah dibandingkan Honda Vario A/T sebesar Rp 2.134.090. Sebaliknya, pada kategori bus, Bus Hino terbukti masih lebih ekonomis dengan EUAC Rp 36.231.650 dibandingkan BYD K9 sebesar Rp 453.247.311. Berdasarkan perhitungan tersebut, 29 dari 36 unit kendaraan (80,5%) direkomendasikan untuk segera diganti guna mengoptimalkan anggaran operasional. Temuan ini menegaskan bahwa transisi selektif ke kendaraan listrik merupakan kebijakan strategis yang mampu meningkatkan efisiensi finansial jangka panjang sekaligus mewujudkan komitmen keberlanjutan lingkungan kampus (Green Campus). The rise in air pollution and the national acceleration program for electric vehicles have prompted Padang State University to evaluate the transition of its operational fleet. This study aims to analyze the economic feasibility of replacing conventional vehicles (Defender) with electric vehicles (Challenger) using the Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) method. The analysis results show significant cost efficiency in the two-wheeled category, where the Honda Em1 e has an EUAC value of Rp 41,530, substantially lower than the Honda Vario A/T at Rp 2,134,090. Conversely, in the bus category, the Hino Bus remains more economical with an EUAC of Rp 36,231,650 compared to the BYD K9 at Rp 453,247,311. Based on these calculations, 29 out of 36 vehicle units (80.5%) are recommended for immediate replacement to optimize the operational budget. These findings confirm that a selective transition to electric vehicles is a strategic policy capable of improving long-term financial efficiency while fulfilling the commitment to campus environmental sustainability (Green Campus).