Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Aplikasi Mesin Pencuci Ubi Model Rotary untuk Peningkatan Nilai Jual Ubi Jalar di Koto Tinggi Kabupaten Agam Randi Purnama Putra; Arif Juliari Kusnanda; Yogi Dian Alfana
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1414

Abstract

Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, dikenal sebagai daerah penghasil ubi jalar berkualitas tinggi. Namun, petani di wilayah ini menghadapi tantangan besar akibat proses pencucian ubi jalar yang masih dilakukan secara manual. Metode ini menghabiskan banyak waktu dan tenaga serta kurang efisien, yang berpotensi menurunkan nilai jual produk. Dalam upaya mengatasi masalah ini, pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pencucian ubi jalar melalui penerapan teknologi mesin pencuci. Hasil dari pengabdian ini adalah tercipta sebuah mesin pencuci ubi jalar dengan kapasitas 300 kg/jam. Dengan menggunakan mesin pencuci ubi model rotary ini, mitra dapat meningkatkan produktivitasnya dan mengurangi beban kerja fisik. Mesin ini bekerja dengan prinsip putaran drum yang dilengkapi sikat pembersih, memungkinkan ubi bersentuhan dengan alat pembersih saat berputar, sehingga kotoran dan tanah dapat dihilangkan secara efektif. Setelah serah terima mesin dan pelatihan penggunaan kepada mitra pada 8 September 2024, hasilnya mulai terlihat. Dengan penerapan teknologi ini, nilai jual ubi jalar mengalami peningkatan dari Rp 4.500/kg menjadi Rp 5.500/kg. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani tetapi juga membuka peluang untuk diversifikasi produk, menjadikan kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat di Nagari Koto Tinggi.
Perancangan Mesin Pengolahan Air Tanah Menjadi Air Bersih di Nagari Koto Tinggi Kabupaten Agam Randi Purnama Putra; Fadhilah Fadhilah; Romy Dwipa Yamesa Away
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1415

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan merancang dan membuat mesin pengolahan air tanah menjadi air bersih yang layak pakai di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam. Berdasarkan observasi, masyarakat setempat bergantung pada air tanah yang tidak layak pakai. Tim merancang mesin pengolahan air dengan kapasitas 120 liter per 10 menit, menggunakan sistem filtrasi yang melibatkan media seperti mangan, pasir silika dan karbon aktif untuk memastikan kualitas air yang aman serta layak pakai. Proses perancangan melibatkan partisipasi masyarakat, yang tidak hanya meningkatkan rasa kepemilikan, tetapi juga memberikan pemahaman tentang teknologi pengolahan air. Setelah pembuatan mesin selesai, dilakukan uji coba dan sosialisasi kepada masyarakat, serta serah terima mesin kepada mitra untuk pengelolaan lebih lanjut. Proyek ini memberikan dampak positif, meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan kesadaran akan pentingnya kualitas air untuk kehidupan sehari-hari.
ANALISIS KINERJA TURBIN AIR VERTIKAL TIPE S-SHAPE PADA SALURAN MELENGKUNG MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) Asadellah, Dimas Pandhu; Qalbina, Fitrah; Fernanda, Yolli; Putra, Randi Purnama
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5793

Abstract

Abstract: The s-shaped turbine is a hydrokinetic turbine that has the potential to be applied to open channel flows due to its ability to operate at low flow velocities and its simple construction. However, the performance of this turbine is greatly influenced by the surrounding hydrodynamic conditions, including the geometry of the flow domain. This study aims to analyze the effect of variations in the open channel domain angle on the flow characteristics and performance of the s-shaped Savonius turbine using a Computational Fluid Dynamics (CFD) approach. Simulations were carried out at three variations of domain angles, namely 20°, 30°, and 40°, with an inlet flow velocity of 0.5 m/s, a turbine diameter of 76 mm, and a turbine height of 76 mm. The performance parameters analyzed included torque, power coefficient (Cp), and torque coefficient (Ct), as well as flow characteristics in the form of velocity contours, pressure contours, and streamlines. The simulation results show that variations in the domain angle have a significant effect on the flow distribution, pressure pattern, and torque stability produced by the turbine. The domain with an angle of 20° produces the highest Cp and Ct values, while the 30° domain shows a significant decrease in performance due to the increase in the recirculation zone and pressure imbalance around the rotor. Keyword: S-Shape Turbine; Hydrokinetics; Open Channel; CFD; Domain Angle Abstrak: Turbin tipe s-shape merupakan salah satu turbin hidrokinetik yang potensial untuk diaplikasikan pada aliran saluran terbuka karena kemampuannya beroperasi pada kecepatan aliran rendah dan konstruksinya yang sederhana. Namun, kinerja turbin ini sangat dipengaruhi oleh kondisi hidrodinamika di sekitarnya, termasuk geometri domain aliran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi sudut domain saluran terbuka terhadap karakteristik aliran dan performa turbin s-shape menggunakan pendekatan Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi dilakukan pada tiga variasi sudut domain, yaitu 20°, 30°, dan 40°, dengan kecepatan aliran masuk 0,5 m/s, diameter turbin 76 mm, dan tinggi turbin 76 mm. Parameter kinerja yang dianalisis meliputi torsi, koefisien daya (Cp), dan koefisien torsi (Ct), serta karakteristik aliran berupa kontur kecepatan, kontur tekanan, dan streamline. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi sudut domain memberikan pengaruh signifikan terhadap distribusi aliran, pola tekanan, dan stabilitas torsi yang dihasilkan turbin. Domain dengan sudut 20° menghasilkan nilai Cp dan Ct tertinggi, sedangkan domain 30° menunjukkan penurunan kinerja yang cukup signifikan akibat meningkatnya zona resirkulasi dan ketidakseimbangan tekanan di sekitar rotor. Kata kunci: Turbin S-Shape; Hidrokinetik; Saluran Terbuka; CFD; Sudut Domain
ANALISIS PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN CROSSFLOW DI PT XYZ Farhan Rahmat Putra; Andre Kurniawan; Yolli Fernanda; Randi Purnama Putra
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8777

Abstract

This study aims to analyze the effect of blade number variation on the performance of a crossflow turbine used in the Micro-Hydro Power Plant (PLTMH) system at PT XYZ. The research was conducted using a numerical simulation approach based on Computational Fluid Dynamics (CFD) with Solidworks 2022 for geometry modeling and ANSYS Fluent 2025 R1 for fluid flow simulation. The variations of blade numbers investigated were 18, 24, 30, and 32 blades, with constant operating parameters including a flow rate of 0.03678 m³/s, a head of 0.3 m, and a rotational speed of 1500 rpm. The simulation results indicate that the number of blades significantly affects the torque, output power, and efficiency of the crossflow turbine. The configuration with 18 blades produced the best performance, achieving a torque of 21.39 Nm, an effective power of 3359.64 W, and an efficiency of 31.09%, while configurations with 24 and 32 blades showed a significant decrease in efficiency to around 6%. The analysis of velocity contours, pressure contours, and streamlines revealed that the 18-blade configuration provides a more stable and focused flow with uniform pressure distribution along the blade’s leading edge, resulting in greater tangential force on the runner shaft. In contrast, increasing the number of blades causes higher turbulence and energy losses. Therefore, it can be concluded that the 18-blade configuration is the most optimal design for achieving efficient crossflow turbine performance under the specified operating conditions.