Claim Missing Document
Check
Articles

Foot Massage dan Latihan Range of Motion Dapat Mengatasi Gangguan Mobilitas Fisik pada Lansia dengan Stroke Dohanis, Putri; Rantesigi, Nirva
Madago Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v4i2.2945

Abstract

Introduction: the elderly are part of the growth process. One of the problems that often occur in the elderly with stroke cases is a decrease in physical mobility. This can be overcome by nursing interventions providing food massage and range of motion exercises. Method: with a case study approach. The research sample was one post-stroke patient who experienced a decrease in muscle strength. by giving foot massage and ROM exercises for 15-30 minutes 2 times a day in the morning and evening for 6 days. Results: there were complaints, weakness in the right extremity, selurred speech, difficulty walking asymmetrical mouth. Nursing interventions identify physical tolerance for movemen. Monitor blood pressure before starting mobilization and ambulation. Implementation facilitates changing positions as comfortable as posibble, providing foot massage and range of montion exercises. Evaluation TTV: 120/90 mmHg, N: 90x/minutes, R: 22x/minutes, S:36.0ᵒC efter being given foot massage and range of montion exercises whit a duration of 15-3o minutes 2 tamies a day in the morning dan evening for 6 days showed that the client eperianced an increase in muscle strength from a score of 2 to 3. Conclusion: giving food massage and range of motion can increase muscle strength. It is hoped that nurses can provide this intervention as a companion to non-pharmacological therapy to overcome physical problems in patients with stroke
Penerapan Massage Kaki Kombinasi Relaksasi Napas Dalam terhadap Kecemasan pada Asuhan Keperawatan Pasien Hipertensi Rantesigi, Nirva
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v6i1.9917

Abstract

This study aims to determine the Application of foot massage combined with deep breathing relaxation for anxiety in nursing care for hypertensive patients. The research method used is descriptive with a case study approach. The results showed that the pain scale was 6 (moderate), blood pressure 160/100 mmHg, pulse 110 x/minute, heart palpitations, and the patient said he was worried that the disease was getting worse, had difficulty sleeping and often woke up at night, anxiety score 21 (moderate), and the patient complained of difficulty moving his right hand, his condition was weak. His family helped him with his activities. Evaluation After carrying out nursing procedures for four days, the patient stated that the pain from the head to the nape of the neck had decreased, the patient looked relaxed, the pain scale was 3, the patient's blood pressure was 130/80 mmHg, the patient was calm, the patient slept soundly, the anxiety was reduced, and the anxiety scale was 13. Conclusion: The Application of foot massage combined with deep breathing relaxation can reduce stress in hypertensive patients. Keywords: Hypertension, Anxiety, Foot Massage, Deep Breathing Relaxation
PENGARUH EDUKASI PERKEMBANGAN LUKA BERBASIS FOTO TERHADAP KECEMASAN PASIEN ULKUS DIABETIK Manggasa, Dafrosia Darmi; Rantesigi, Nirva; Nurjayanti, Nurjayanti
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i2.945

Abstract

Diabetic ulcer patients are at risk of anxiety due to changes in health status, wound conditions, fear of amputation, treatment costs and even the threat of death. Anxiety can decrease quality of life as well as hinder wound healing. Education on wound development is important so that patients know the condition and changes in the wound. Research design pre-post test control group design. The sample of 30 diabetic ulcers was divided into two groups, namely the treatment group who received wound development education based on wound photos and the control group who received wound development education without wound photos. Anxiety scores were measured before and after the intervention using the Zung Self-Rating Anxiety Scale questionnaire. The results of the study in the treatment group decreased anxiety scores after the intervention with a mean value of 56.60 and in the control group after the intervention the mean value was 61.47. The results of statistical analysis using the Mann Whitney test obtained a value of p = 0.036. Conclusion that wound development education based on wound photos is effective in reducing anxiety in diabetic ulcer patients. It is recommended for nurses to provide education on wound development accompanied by photos after treatment.
The Application of Rheumatic Gymnastics to Increase Range of Joint Motion in the Elderly at Tentena Social Werdha Home Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto; Rantesigi, Nirva; Khaira, Nuswatul
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 01 (2024): JUNI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i01.2313

Abstract

Peningkatan populasi lanjut usia di dunia saat ini sejalan dengan peningkatan jumlah kasus nyeri sendi. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun dan sistem imun yang menyebabkan peradangan kronis pada sendi. Tujuan dari senam rematik ini adalah umtuk mengurangi nyeri sendi dan mejaga kesehatan fisik penderita rematik. Dan adapun manfaat untuk meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan Activity Daily Living (ADL). Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian senam rematik pada lansia. Setelah menemukan dan menentukan permasalahan, selanjutnya mahasiswa keperawatan mengajukan kepada dosen untuk mendapatkan persetujuan dan arahan yang akan dilaksanakan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa senam rematik pada lansia terdapat ada perubahan pada nyeri sendi. Selain mengurangi rasa sakit, kegiatan pengabdian masyarakat ini mempunyai dampak yang sangat baik, namun juga mempunyai dampak lain yaitu olahraga juga memberikan efek kebugaran fisik pada lansia sehingga lansia dapat lebih rileks dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Berdasarkan hasil kerja komunitas dapat disimpulkan bahwa senam rematik yang dilakukan secara rutin dan berkala dapat mengurangi gejala nyeri sendi pada penderita osteoarthritis. Selain mengurangi nyeri sendi, olahraga rematik secara rutin dapat meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus menjaga kesehatan. Diharapkan kepada pihak pelayanan Panti Sosial Tresna Werdha dapat melaksanakan senam rematik ini dan menjadikannya sebagai kegiatan rutin. Kata Kunci: senam rematik; rentang gerak; lansia
Implementasi CERDIK dan PATUH sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Kelurahan Gebangrejo Ichsan, Moh Ichsan; Masulili, Fitria; Rantesigi, Nirva; Nurmalisa, Baiq Emy; Umar, Nurlailah; Agusrianto, Agusrianto; Collein, Irsanty; Pangaribuan, Helena; Ismunandar, Ismunandar; Supirno, Supirno
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 4 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v4i1.3837

Abstract

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu masalah penyakit yang umum terjadi di masyarakat. Prevalensi Hipertensi yang terus meningkat di masyarakat menjadikan hipertensi masalah serius. Adapun komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah. Kesadaran masyarakat yang masih rendah terkait bahaya hipertensi menjadi permasalahan hipertensi sangat kompleks di masyarakat. Perlunya membangun kesadaran dalam melakukan upaya pencegahan termasuk melakukan pemeriksan sedini mungkin untuk deteksi dini risiko hipertensi dan komplikasinya. Salah satu yang dilakukan dalam upaya pencegahan Hipertensi yaitu dengan melakukan implementasi perilaku CERDIK dan PATUH di masyarakat. Tujuan kegiatan ini, yaitu untuk mengedukasi sasaran mengenai perilaku CERDIK dan PATUH sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan edukasi menggunakan bantuan dari media komunikasi berupa leaflet. Sedangkan evaluasi menggunakan kuisioner pre-post test yang dibagikan kepada sasaran. Adapun sasaran dalam kegiatan ini sebanyak 35 orang yang ada di Kelurahan Gebangrejo. Hasil pengukuran pengetahuan sebelum edukasi pengetahuan baik sebanyak 31,4% dan setelah edukasi pengetahuan baik menjadi 88,5%. Implementasi CERDIK dan PATUH diharapkan menjadi solusi pencegahan hipertensi di masyarakat
The Effects of Visual Arts and Animated Film Therapy in Managing Emotional Fatigue in Preschool Children Hospitalized in the Pediatric Ward of RSUD Poso Supetran, I Wayan; Langitan, Rosamey Elleke; Agusrianto, Agusrianto; Ndama, Metrys; Rantesigi, Nirva
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v18i2.3243

Abstract

Preschool-aged children who experience hospitalization in a pediatric ward often face a variety of emotional challenges, including emotional exhaustion. Hospitalization is a frightening and stressful experience for children, especially when they are separated from their family and peers. Visual art and animation film therapy have been recognized as effective therapeutic methods for addressing children's emotional exhaustion and stress. Visual arts play therapy allows children to express their feelings, overcome anxiety, and build emotional connections with their surroundings. The study aimed to look at the effects of visual art play therapy and animated films on managing emotional exhaustion in hospitalized preschool-age children. The data were collected through observation, interviews, and questionnaires given to parents. The result obtained by the treatment group's mean emotional exhaustion score before the action was 32.20, and after the action was 21.80. Wilcoxon statistical analysis, p-value = 0.001. So, it is concluded that there is a significant decrease in children's emotional exhaustion before and after therapy. The conclusion of this study can help improve the care and well-being of preschool children who experience hospitalization, as well as provide valuable insights for health practitioners and educators in supporting the emotional development of children in challenging medical situations.
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PERAWATAN DIRI PASIEN ULKUS DIABETIK Manggasa, Dafrosia Darmi; Rantesigi, Nirva
Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v17i2.41804

Abstract

The aim of this study was to analyze the relationship between family support and self-care adherence in diabetic ulcer patients. The research design was a cross sectional study, the sample was 53 diabetic ulcer patients undergoing wound treatment at health service facilities in Poso City. The research results showed that of the 10 respondents (18.9%) who received high family support, 9 respondents (17.0%) were compliant with self-care and 1 respondent (1.9%) was not compliant with self-care. Of the 43 respondents (81.1%) who received low family support, 5 respondents (9.4%) were compliant with self-care and 38 respondents (71.7%) were not compliant with self-care. The results of statistical tests using the Fisher's exact test obtained a p value = 0.000, indicating that there is a significant relationship between family support and compliance with self-care for diabetic ulcer patients. The conclusion is that family support is related to compliance with self-care for diabetic ulcer patients. The higher the family support, the higher the level of compliance with self-care for diabetic ulcer patients, so it is recommended for nurses to educate families to provide support for patients.
PENGUATAN KADER POSBINDU DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) PADA MASYARAKAT Suharto, Dewi Nurviana; Rantesigi, Nirva
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i1.1757

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit pernapasan kronis menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Perubahan pola hidup masyarakat, seperti kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, berkontribusi signifikan terhadap meningkatnya prevalensi PTM. Banyak kasus PTM yang tidak terdeteksi pada tahap awal karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Permasalahan di Desa Tangkura banyak warga desa yang belum memahami dengan baik apa itu PTM dan bagaimana cara mencegah serta mengelolanya. Rendahnya tingkat pengetahuan ini berakibat pada kurangnya tindakan pencegahan yang dilakukan oleh masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan ini, upaya penguatan kader Posbindu sangat diperlukan agar mereka bisa lebih efektif dalam deteksi dini dan penanganan PTM di Desa Tangkura. Dengan adanya peran kader Posbindu PTM dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya penguatan Kader Posbindu Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) Pada Masyarakat. Metode pengabdian dengan memberikan edukasi dan melatih kader dalam melakukan deteksi PTM di Masyarakat, kader sebanyak 15 orang. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan kader meningkat dari pengetahun kurang (60%) menjadi pengetahuan baik (80%). Penguatan kader Posbindu adalah langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini PTM di masyarakat. Diharapkan dapat Melakukan kampanye kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini PTM dan peran Posbindu dalam menjaga kesehatan masyarakat.  
Psychosocial Problems Among Diploma Nursing Students: A Descriptive Study Rantesigi, Nirva; Agusrianto, Agusrianto; Suharto, Jeane Sriani
Madago Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v6i1.3812

Abstract

Background: Psychosocial problems among nursing students have become a significant concern in healthcare education. High academic demands combined with clinical practice pressures create vulnerability to mental health issues. This study aimed to describe psychosocial problems among D-III nursing students in Poso. Methods: This descriptive study was conducted among 111 nursing students using the SRQ-29 questionnaire. Data were collected through online forms and interviews over three days. The study focused on identifying neurosis-related psychosocial problems among respondents. Results: The findings revealed that 57 students (51.4%) experienced neurosis problems, while 54 students (48.6%) showed no significant psychosocial issues. Female students showed higher prevalence (52.7%) compared to males (48.6%). The highest proportion of neurosis cases was found among third-year students (56.3%) and those aged 16-17 years (71.4%). Conclusion: More than half of nursing students experience psychosocial problems, primarily neurosis. These findings highlight the need for mental health support programs and counseling services within nursing education institutions.
Pelatihan Budidaya Curcuma spp dan Pembuatan Olahan Minuman Kesehatan untuk Peningkatan Imunitas: Training of Curcuma spp Cultivation and Processing Health Drink for Increase Immunity Rantesigi, Nirva; Sufyaningsi, Ulfa; Agusrianto, Agusrianto
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v1i1.654

Abstract

WHO menetapkan Corona Virus (nCoV-19) sebagai wabah pendemi global. Ancaman pandemic semakin besar ketika berbagai kasus menunjukkan penularan antar manusia (human to human transmission) pada petugas kesehatan yang merawat pasien, menyebabkan peningkatan jumlah kasus yang luar biasa hingga kasus terkonfirmasi covid 19 sampai Juni 2021 berjumlah 178.837.204. pada kelompok rentan dengan imunitas yang menurun rentan untuk tertular dan menderita infeksi Covid 19, peningkatan imunitas masyarakat penting untuk mencegah dan melawan infeksi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam membudidayakan dan mengolah curucuma sebagai salah satu minuman untuk meningkatkan imunitas tubuh. Metode kegiatan ini adalah pelatihan, pembuatan olahan minuman kesehatan dan pembuatan kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Hasil kegiatan yaitu meningkatnya pengetahuan tentang manfaat curcuma untuk imunitas, keluarga membuat kebun TOGA dan mampu membuat plahan dari bahan curcuma. Kesimpulan yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pengolahan curcuma menjadi minuman kesehatan. Saran bagi petugas kesehatan untuk rutin memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam upaya peningkatan imunitas fisik seperti penggunaan bahan alam dimasa pandemi covid.
Co-Authors ., Agusrianto Abas, Istiqamariah Abd Farid Lewa Agusrianto Agusrianto Agusrianto, Agusrianto Akuba, Magfira S Aminudin Aminudin Amir Amir Amsal Andi Fatmawati Anna Veronica Pont Ansar Ansar Asrawaty Asrawaty Asri Widyayanti Azizah Saleh Azwar Azwar Baiq Emy Baiq Emy Nurmalisa Candriasih, Putu Christina Entoh Christine Christine Condeng, Baharuddin Dafrosia Darmi Manggasa Dedi Mahyudin Syam Deswita, Salsa Dewi Nurviana Suharto Diah Ayu Hartini Diana Nurhayati Sinurat Djadid Subchan Dohanis, Putri Dwi Erma Kusumawati Dwi Kartika Eka S. Riyanto Ekasari Dewi Pertiwi Elfyrah Faisal Evie, Sova Fahmi Hafid Faisal, Elvyrah Fajrillah Kolomboy Firdaus Hi Jahja Kunoli Fitria Masulili Gusman Hadina, Hadina Hadriani Hamsiah Hamsiah Hanum Sasmita Hasbunsyah Hasbunsyah Hasdrini Hasnawati Hasnawati Hasni Hasni Hastuti Usman Hermanto, Raden Bagus Bambang Hestiani K, Dewi I Wayan Supetran I Wayan Supetran, I Wayan Ichsan, Moh Ichsan Indro Subagyo Irsanty Collein Ismunandar Junaidi Junaidi Kadar Ramadhan Khaira, Nuswatul Lili Suryani Linda Linda Lindanur Sipatu Lisda Widianti Longgupa Lisnawati Malinta, Salsabila Daeng Manggasa, Dafrosia Darmi Manggasa Mardani Mangun Masda Masda Masudin Masudin Mercy Joice Kaparang Moammar Safari Muliani najamuddin, nur isriani Nasrul Ndama, Metrys Ni Made Ridla Nilasanti Nitro Galenso Novarianti Novarianti Nurarifah Nurarifah Nurfatimah Nurfatimah Nurindah Nurindah Nurjaya Nurlailah Umar Nurul Aulia Putri Ningsih Olkamien J. Longulo Pangaribuan, Helena Putri Pratiwi Raoda Rina Tampake Ros Arianty Rosamey Elleke Langitan Rusneni Salman Saman Sari, Salsa Deswita Selvi Alfrida Mangundap Sigit M. Nuzul Silfia, Niluh Nita Siti Hadijah Batjo Siti Nurazizah Sony Bernike Magdalena Sitorus Sri M. Hasan Sri Restu Tempali Sri Yanti Kusika Sudarman H Melangka, Yulianus Sufyaningsi, Ulfa Suharto, Jeane Sriani Sukmawati Sukmawati Supirno, Supirno Supriadi Supriadi Abd Malik Supriadi Supriadi Syamsul Arifin Taqwin Taqwin Tasnim Tasnim Tjitrowati Djaafar Tondong, Henrietta Imelda Ulfa, A Maria Wery Aslinda Wijianto Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yanala, Ferensia Karenia Yasmin H Yasmin H Yunita, Agil Rahmah Zainul