Claim Missing Document
Check
Articles

Workshop: Stunting Prevention Effort in Sidoraharjo Village, Kedamean District, Gresik Regency Setianto, Budhi; Hasina, Siti Nur; Bistara, Difran Nobel; Adriansyah, Agus Aan; Wikurendra, Edza Aria; Asih, Akas Yekti Pulih; Fasya, Abdul Hakim; Handayani, Dwi; Alfaridzi, Aditya Rizky; Zahro, Novianti Fatimahtus; Imamate, ewi Sinta Nuriatul
Journal of Health Community Service Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Health Community Service: 2024 January
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v4i1.6786

Abstract

Stunting is a condition in which children fail to grow, both physically and mentally Reported from Jawa Pos news on July 23, 2022, information obtained by Jawa Pos, NEW data from the Gresik Regency Health Office, until July 2021, there were 5,288 stunting toddlers. This figure comes from the number of children who were weighed and measured as many as 80,663 toddlers. So KKN activities from Group 18 of Sidoraharjo Village held socialization of stunting prevention activities aimed at residents of Sidoraharjo village. The purpose of this activity is to provide knowledge related to stunting prevention. The method used is holding a workshop involving residents of Sidoraharjo, as well as making brochures and posters so that people are more aware of the importance of stunting prevention. The satisfaction of the workshop participants was 89.3% and there was an increase in knowledge of 16.6%. From this activity, it was concluded that this workshop was very beneficial to the participants. The presentation in simple language and followed by a discussion made the participants happy and increased awareness together to prevent stunting.
Workshop on Making MPASI as an Effort to Prevent Stunting in Sukoraharjo Village, Kedamean District, Gresik Regency Setianto, Budhi; Hasina, Siti Nur; Bistara, Difran Nobel; Adriansyah, Agus Aan; Wikurendra, Edza Aria; Asih, Akas Yekti Pulih; Fasya, Abdul Hakim; Handayani, Dwi
Journal of Health Community Service Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Health Community Service: 2024 January
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhcs.v4i1.6788

Abstract

Stunting is a condition in which a child's body fails to grow due to chronic malnutrition so that the child's age is too short. The prevalence of stunting in children under five according to the World Health Organization (WHO) is the country with the third highest prevalence in the Southeast Asia/South-East Asia Regional (SEAR) region, the prevalence of stunting in Indonesia in children under five in 2017 was 36.4% and in 2018 it was 30.8%. One of the stunting preventions can be provided by providing complementary foods from 6-24 months. By holding a workshop related to making complementary foods to prevent stunting, this workshop aims to provide insight to Sidoraharjo residents about the importance of knowledge in compiling complementary foods, and how to make them, as well as preparing the complementary food process. 87.8% and 16.2% increase in knowledge.
Peningkatan Kesadaran Tentang Air Bersih Melalui Pengenalan Teknologi Pengolahan dan Pengukuran Kualitas Air Bagi Siswa Sekolah di Malaysia Syafiuddin, Achmad; Iswahyudi, Iswahyudi; Dahalan, Farrah Aini; Wikurendra, Edza Aria
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 01 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.01.87-91

Abstract

Peningkatan kesadaran tentang air bersih di sekolah adalah langkah fundamental untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat. Pengelolaan air bersih tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan individu tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya air bersih melalui pengenalan teknologi pengolahan dan pengukuran kualitas air bagi siswa sekolah di malaysia. Edukasi ini diberikan pada siswa dari beberapa sekolah terpilih yaitu Sekolah Kebangsaan Guar Jentik, Sekolah Kebangsaan Islam 1, Sekolah Kebangsaan Paya, dan Sekolah Kebangsaan Kubang Gajah yang terletak di Negeri Perlis, Malaysia. Edukasi ini dilakukan melalui dua tahap yaitu seminar tentang pentingnya air bersih bagi siswa dan teknologi sederhana yang bisa diterapkan untuk pemurnian air dan dilanjutkan untuk tahap kedua tentang pendampingan pengukuran kualitas air yang ada di sekitar sekolah. Pengabdian masyarakat masyarakat ini telah berhasil memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya air bersih bagi siswa dan telah berhasil memperkenalkan beberapa teknologi sederhana untuk proses pemurnian air.
Characterization of Airborne Microplastics Particles on Urban Roads: Types, Sizes, and Total Particles Wati, Mimin Setia; Akas Yekti Pulih; Zamzam, Maki; Wikurendra, Edza Aria
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v17i2.2025.168-176

Abstract

Introduction: Airborne microplastics are part of air pollution that can enter the body orally, through direct contact with the skin and inhalation. Microplastic pollution raises concerns about health and environmental impacts, especially in urban areas with high activity. This study aims to characterize microplastic particles suspended in the air on urban roads by identifying the type, size, and total number of particles. Methods: Sampling method was carried out systematically in four strategic locations with high traffic levels. Laboratory analysis using a combination of spectroscopy and optical microscopy techniques were carried out to identify the type of polymer contained in the particles and to measure the particle size distribution in detail. Results and Discussion: This study identified a total of 223 airborne microplastic particles across four urban sites, dominated by fiber types (>80%), likely from synthetic textiles. Particle sizes ranged from 0.2 mm to 4.8 mm, with Small Microplastics (<1 mm) comprising over 60% and posing potential respiratory health risks. The highest concentration was found at Point 2 (63 particles), influenced by high traffic and nearby industry. Conclusion: Microplastics, which are predominantly in the form of fibers, especially small (<1 mm) in size, which are easily dispersed by the wind and have the potential to endanger health through inhalation, are thought to come from tire friction and industrial and household activities.
Penerapan Sarana Sehat dan Sistem Filtrasi Sederhana untuk Mentransformasi Pesantren Hidayatun Najah Menjadi Bersih dan Sehat Syafiuddin, Achmad; Wikurendra, Edza Aria; Salim, Hotimah Masdan; Putri, Endah Budi Permana; Garfansa, Marchel Putra; Iswahyudi, Iswahyudi; Ekalaturrahmah, Yenni Arista Cipta
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 02 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.02.213-219

Abstract

Pondok pesantren (PP) Hidayatun Najah untuk memenuhi kebutuhan air bersih diperoleh dari air sungai yang berada di sekitar pondok pesantren. Namun, upaya ini masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut serta santri belum mengetahui dampak penggunaan air serta lingkungan yang kotor bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan edukasi tentang pentingnya air bersih untuk kesehatan. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman dan penggunaan teknologi pemurnian air, kegiatan pengabdian ini akan fokus pada introduksi dan penerapan sistem filtrasi pasir lambat. Metode wawancara digunakan untuk menggali pemahaman dan tanggapan santri terhadap materi yang disampaikan. Pelatihan ini memberikan dampak positif yang signifikan, termasuk peningkatan kualitas air yang memenuhi standar baku mutu air minum, serta peningkatan pengetahuan dan kesadaran santri tentang pentingnya menjaga kebersihan air. kegiatan ini juga membangun struktur organisasi Kadarsih yang melibatkan santri dalam pengelolaan kebersihan lingkungan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Trends in integrated waste management research: A content analysis Wikurendra, Edza Aria; Nagy, Imre
Environmental and Toxicology Management Vol. 2 No. 1 (2022): Waste management and environmental remediation
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.379 KB) | DOI: 10.33086/etm.v2i1.2911

Abstract

Analyze the trends that characterize scientific production through textual statistics and text mining methods, highlighting the most debated topics useful for developing new research perspectives in this field. Textual statistics and text mining methods were chosen to analyse the real scope of integrated waste management, focus the investigation on the central elements of their discussion, and the trends that characterized scientific production in that field. Two argumentative dimensions that characterize the corpus, the one with the greatest response, in terms of quotation, is aspects with 48 extracted quotations. This result indicates how scientific research focuses more on the relationship between integrated waste management and waste treatment, recycling, disposal, and environmental. The analysis made it possible to define the most debated issues in integrated waste management clearly. From an elements point of view, integrating waste management depends on the treatment, recycling, and disposal.
Concept of green marketing in environment conservation: A Literature review Osiako, Peter Onyonje; Wikurendra, Edza Aria; Abdeljawad, Nour Salah
Environmental and Toxicology Management Vol. 2 No. 2 (2022): Environmental flows and natural resources management
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.194 KB) | DOI: 10.33086/etm.v2i2.3335

Abstract

The concept of green marketing mix is as well as the conventional marketing mix refers to the satisfaction of customer needs, wants, and desires related to the maintenance and preservation of the environment. Consumers interest in environmental care creates opportunities for companies to apply green marketing and to increase sales. Green marketing becomes an alternative strategy helps the company's image, adds value to the company's business, even consumers demand green choices and will to pay higher prices. The marketing strategy includes the company's external and internal factors. The marketing mix strategy is the basic idea and generic function of marketing which consists of product, price, place, and promotion elements to shape the occurrence of sales. Developing the concept of green marketing mix (green marketing mix) is inseparable from the traditional 4P concepts (product, price, place, promotion), except a number of additional component are closely related to the intent of green marketing itself and other very influential things. The implementation of a green marketing strategy requires a fundamental, comprehensive and integrated approach in all functional aspects of marketing, including the overall marketing mix, such as product design, pricing, location and promotion.
Pelatihan Pemantauan Jentik bagi Santri di Pondok Pesantren Burhanul Hidayah Wikurendra, Edza Aria; Syafiuddin, Achmad; Fasya, Abdul Hakim Zakkiy; Masithah, Dewi
ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Public Health, University of Jember in collaboration with PERSAKMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/abdimayuda.v3i2.52627

Abstract

Kondisi geografis dan padatnya hunian rumah terutama di pesantren menjadi faktor risiko terjadinya demam berdarah dengue. Selain itu kebiasaan sebagian santri yang suka buang sampah disembarangan tempat membuat munculnya genangan air pada barang-barang bekas dan menjadi tempat biakan nyamuk. Upaya penanggulangan yang dilakukan pemerintah dinilai belum cukup untuk memberantas dan menanggulangi demam berdarah dengue. Pondok Pesantren Burhanul Hidayah sebagai wilayah mitra pengabdian masyarakat ini. Demam berdarah dengue di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi masalah serius karena merupakan salah satu kabupaten yang cukup tinggi kasus demam berdarah dengue di Jawa Timur pada Tahun 2020. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan kontribusi dalam pemahaman lebih lanjut tentang penyakit demam berdarah dan teknis pemantauan jentik. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan dalam mendukung eliminiasi kasus demam berdarah di Kabupaten Sidoarjo. Peserta penyuluhan pengabdian kepada masyarakat sebanyak 13 santri dari 15 yang mengisi uji pre-test kemudian setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan terkait penyakit demam berdarah dan teknis pemantauan jentik terdapat kenaikan sebesar 100% atau seluruh santri berhasil meningkatkan hasil post-testnya. Pelatihan ini memberikan manfaat yang signifikan guna mengurangi kasus demam berdarah di lingkungan Pondok Pesantren Burhanul Hidayah.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN VERTIKULTUR UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI RW 07 KELURAHAN KETABANG KECAMATAN GENTENG SURABAYA Herdiani, Novera; Wijaya, Satriya; Wikurendra, Edza Aria
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24254

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk memiliki konsekuensi terhadap peningkatan kebutuhan pangan. Salah satu hal yang dapat dilakukan dalam meningkatkan ketahanan pangan adalah melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Di wilayah RW 07 Kelurahan Ketabang Kecamatan Genteng Surabaya letak pemukiman warga berdekatan sehingga tidak banyak lahan kosong yang bisa dijadikan untuk tempat bercocok tanam, untuk menyiasati lahan sempit tersebut digunakanlah teknik vertikultur. Sarana untuk melakukan distribusi pangan menjadi sangat terbatas sehingga terjadi kurangnya produktivitas pangan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberdayakan masyarakat melalui pendampingan pembuatan tanaman vertikultur sebagai bentuk ketahanan pangan berbasis masyarakat di masa pandemi di RW 07 Kelurahan Ketabang Kecamatan Genteng Surabaya. Metode pelaksanaan yaitu tahap perencanaan melakukan survey lokasi, sosialisasi kegiatan dengan metode penyuluhan, metode praktek yaitu pelatihan pembuatan pot dan tanaman vertikultur serta menayangkan media video vertikultur yang dapat dicontoh untuk dibuat secara mandiri, metode evaluasi penilaian pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat RW 07 Kelurahan Ketabang Kecamatan Genteng Surabaya. Hasilnya adalah terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan penyuluhan pengenalan teknik budidaya vertikultur yang dilihat dari nilai p-value dengan nilai 0,000 (<0,05). Penyuluhan yang diberikan memberikan respon yang positif, hal ini diketahui dari nilai rata-rata posttest yang lebih tinggi dari pada pretest. Hasil persentase pretest dan posttest tentang penyuluhan pengenalan teknik budidaya vertikultur menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yaitu sebanyak 18% dari hasil pretest (75%) menjadi hasil posttest (93%). Terlihat para warga yang terlibat sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini dengan aktif bertanya dan berdiskusi. Sebagian besar warga (85%) menyukai metode praktik langsung, karena lebih mudah untuk langsung dipahami dan mereka juga sangat berkeinginan mencoba secara mandiri dipekarangan rumah. Kesimpulan yaitu pendampingan pembuatan vertikultur untuk meningkatkan ketahanan pangan secara mandiri ini menunjukkan antusias warga sangat baik. Penyuluhan pengenalan teknik budidaya vertikultur menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan evaluasi. Saran dengan adanya program vertikultur diharapkan berkelanjutan sehingga dakan menjadi alternatif sumber bahan pangan untuk mengatasi masalah ketahanan pangan masyarakat khususnya di masa pandemi.
Analisis Kualitas Mikrobiologi Air Minum Isi Ulang di Depo Air Minum Isi Ulang Kelurahan Jemur Wonosari Kota Surabaya Ajeng Dwi Rahmawati; Akas Yekti Pulih Asih; Edza Aria Wikurendra
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i1.1185

Abstract

Background: Based on the preliminary test using laboratory tests from three refill drinking water samples in Jemur Wonosari Village, all three were positive for Coliform. Therefore, researchers are interested in researching Analysis of the Microbiological Quality of Refilled Drinking Water at the Refill Drinking Water Depot in Jemur Wonosari Village. Objectives: Knowing the microbiological quality of refill drinking water produced at the refill drinking water depot in Jemur Wonosari Village. Research Methods: This research is a descriptive study with a cross-sectional quantitative approach using primary and secondary data sources. The population in this study were all 13 refill drinking water depots. The research takes the total population. Refillable drinking water samples were tested at the Gayung Sari Regional Health Service Laboratory. Data analysis used descriptive analysis by comparing the results of laboratory tests with Permenkes 492 of 2010. Results: The results showed that 13 samples found that 13 samples were positive for Coliform, and 13 samples were negative for Escherichia coli. According to Permenkes No. 429 of 2010, the maximum limit per 100 ml of sample is 0. So the 13 samples of refill drinking water based on microbiological parameters, namely Escherichia coli in refilled drinking water, meet the standard while the Coliform does not meet the standard. Conclusion: All refill drinking water depots in Keluraham Jemur Wonosari produce refilled drinking water whose quality does not meet the government's microbiological standards. There is a need for increased supervision and guidance at refill drinking water depots.
Co-Authors A. T Diana Nerawati Abdeljawad, Nour Salah Abidah, Hilda Nur Abraham Ahmad Ali Firdaus Aditya Sukma Pawitra Afridah, Wiwik Agus Aan Adriansyah Ajeng Dwi Rahmawati Akas Yekti Pulih Akas Yekti Pulih Asih Alfaridzi, Aditya Rizky Amira Dhisa Fakhira Andryade Kurniawan Annif Munjidah Budhi Setianto Crismiati, Merry Dahalan, Farrah Aini Dewi Lia Listyawati Dewi Masithah Difran Nobel Bistara Dwi Handayani Endah Budi Permana Putri Fasya, Abdul Hakim Fasya, Abdul Hakim Zakkiy Fatmawati, Ulik Fifi Khoirul Fitriyah Garfansa, Marchel Putra Globila Nurika Halimatus Sanila Herdiantri Sufriyana Imamate, ewi Sinta Nuriatul Imre Nagy Irmayanti, Selvi Ismah, Hashifah Azatil Iswahyudi Iswahyudi ISWAHYUDI ISWAHYUDI Isyrofi , Atik Qurrota A Yunin Al Iva Rustanti Eri Wardojo Khambali, Khambali Khuliyah Candraning Diyanah Lini Delina M. Dwinanda Junaedi Ma'ruf, Khabib Fadlilatul Maki Zamzam Marlik Muhammad Shafly Rabbani Mursyidul Ibad Nadatien, Ima Nagy, Imre Nour Salah Mohammad Abdeljawad Novera Herdiani, Novera Nurika, Globila Osiako, Peter Onyonje Paramita Sari Primasari, Niken Savitri Puspitasari, Silvi R. Azizah Rachmaniyah Rahmawati, Ajeng Dwi Ririh Yudhastuti Rosanna, Siti Farihah Salim, Hotimah Masdan Satriya Wijaya Setya Haksama Sri Ita Tarigan Syafiuddin, Achmad Tiwik Suci Pratiwi Ubaidillah Zuhdi Wati, Mimin Setia Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Yanti, Alfiyah Indah Yauwan Tobing Lukiyono Yenni Arista Cipta Ekalaturrahmah Yogi Aditya Yudhied Agung Mirasa Yuriske Agnovianto Yuriske Agnovianto Zahro, Novianti Fatimahtus