Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Keterampilan Tata Kecantikan Merias Wajah Flawless Melalui Metode Explicit Instruction bagi Siswa Disabilitas Rungu (Classroom Action Research Kelas VIII di SLBN 2 Sawahlunto) Puspa, Dara; Zulmiyetri, Zulmiyetri; Efrina, Elsa; Triswandari, Retno; Zulpiani, Mardhatillah
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 6 No. 5 (2025): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v6i5.3918

Abstract

This research aims to improve the flawless makeup artistry skills of hearing-impaired students through the explicit instruction method. The study was conducted on two eighth-grade students at SLBN 2 Sawahlunto using a Classroom Action Research (CAR) approach in two cycles, each consisting of four meetings. Data collection techniques were carried out through observation, documentation, and performance assessment. The research results indicate a significant improvement in flawless makeup skills. The RRP skill score increased from 40.57% to 94.92% at the end of Cycle I, and reached 100% in Cycle II. VAP improved from 35.50% to 92.75% by the end of Cycle I, and reached 99.27% in Cycle II. Both students were able to complete all stages of makeup application independently with smooth, neat, and symmetrical final results. These findings indicate that the explicit instruction method is effective in enhancing beauty skills among hearing-impaired students.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAUR HIDUP HEWAN BERBASIS VIRTUAL REALITY UNTUK PESERTA DIDIK DISABILITAS RUNGU (RESEARCH AND DEVELOPMENT) Fitri, Yasifa Rawza; Marlina, Marlina; Efrina, Elsa; Mahdi, Arisul
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 3 (2025): September (Regular Issue)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i3.809

Abstract

The problem of this research is that the teaching materials used so far have not been optimal, resulting in a low understanding of the concept of recognizing animal life cycles in deaf students of class XI SMALB which affects the effectiveness of natural science learning. This study aims to determine the process of developing teaching materials designed to improve understanding of animal life cycles in deaf students. The type of research used in this study is R&D and uses the ADDIE method starting from analysis, design, development and only up to the implementation stage for the development of virtual reality-based animal life cycle teaching materials. Data collection techniques are simple qualitative and quantitative analysis techniques. The subjects used in this study include 3 validators, namely media experts, deaf children experts, material experts, educators, and deaf students of class IX SMALB totaling 3 people. The results of the study show that the validity assessment of the teaching materials by expert validators as a whole has achieved a scoring that meets the criteria of very valid with the statement that it does not need to be revised.
MEDIA DIGITAL FLIPBOOK BERBASIS BISINDO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA TUNARUNGU Ilhami, Seppa Aulya; Marlina, Marlina; Iswari, Mega; Efrina, Elsa
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 3 (2025): September (Regular Issue)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i3.853

Abstract

This study aimed to develop a digital learning medium in the form of a flipbook integrated with Indonesian Sign Language (Bisindo) to support the early reading skills of students with hearing impairments. The research employed a Research and Development (R&D) approach, adopting a modified 4D model limited to three main stages: define, design, and develop. Data collection instruments included observation sheets, interview guides, expert validation questionnaires (covering media, content, and Bisindo), and student practicality questionnaires. Data were gathered through observation, interviews, and product trials, and analyzed using descriptive qualitative methods. The results demonstrated that the developed digital flipbook was considered valid by experts in terms of content accuracy, visual quality, and its relevance to the learning needs of deaf students. Practicality testing also showed positive responses, with students expressing increased engagement and improved comprehension of reading material through the integration of text, images, and Bisindo videos. The presence of communicative visual elements played a key role in creating a more meaningful and enjoyable learning experience. In conclusion, the Bisindo-based flipbook offers an effective alternative medium to enhance early reading instruction for deaf students in educational settings.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mengidentifikasi Peserta Didik Disabilitas untuk Mewujudkan Pendidikan Inklusif Efrina, Elsa; Nasri, Yosa Yulia; Handayani, Endang Sri; Mahdi, Arisul; Taufan, Johandri; Safaruddin, Safaruddin; Zulmiyetri, Zulmiyetri; Tsaputra, Antoni; Rahmahtrisilvia, Rahmahtrisilvia; Sukma, Yoga Hadia; Amani, Risca; Tasya, Tasya; Rahmadhani, Indri
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v6i3.1617

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok, dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas guru sekolah dasar dalam melakukan identifikasi peserta didik disabilitas. Latar belakang kegiatan ini adalah masih terbatasnya pengetahuan guru di sekolah dasar mengenai konsep, karakteristik, serta prosedur identifikasi peserta didik disabilitas, sehingga berdampak pada keterlambatan pemberian layanan pendidikan yang sesuai. Metode yang digunakan berupa pelatihan intensif melalui ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, serta simulasi identifikasi peserta didik disabilitas. Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test dan post-test terhadap peserta. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru setelah mengikuti pelatihan, yang tercermin dari kenaikan skor rata-rata post-test 87,5% dibandingkan dengan pre-test 70,25%. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan guru mengenai identifikasi peserta didik disabilitas efektif dalam meningkatkan kompetensi dasar guru sekolah dasar untuk mendukung implementasi pendidikan inklusif di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kapasitas guru dalam rangka memperkuat layanan pendidikan bagi peserta didik disabilitas di daerah pedesaan.
Efektifitas Media Pembelajaran Hedgehog dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Vokal pada Siswa Disabilitas Intelektual Kelas VI di SLBN 1 Lubuk Basung Viora, Gea Oska; Efrina, Elsa; Safaruddin, Safaruddin
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu.v13i2.135181

Abstract

This research is motivated by issues identified by the author at SLBN 1 Lubuk Basung, where a child with intellectual disabilities has not been able to recognize all vowel letters despite being in a higher grade level. The child can only recognize the letters 'a' and 'o' and often makes mistakes in pronouncing vowel letters, for example, misidentifying the letter 'u' as 'e'. This study adopts an experimental method with a Single Subject Research (SSR) approach using an A-B design. The hedgehog media applied in this research is a concrete medium shaped like a hedgehog character, designed to attract the attention of students and facilitate the visual and tactile recognition of vowel letters. The subject of this research is a child with intellectual disabilities who is in the sixth grade at SLBN 1 Lubuk Basung. The results of the study indicate an improvement in the child's ability to recognize vowel letters after the application of hedgehog media. This improvement is evidenced by the change in the ability to recognize vowel letters from the baseline condition (A), which recorded percentages of 12%, 12%, and 12% over three meetings, to the intervention condition (B), which showed percentages of 100%, 100%, and 100% over three meetings. Therefore, it can be concluded that hedgehog media is effective in enhancing the ability to recognize vowel letters in children with intellectual disabilities.ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan yang diidentifikasi oleh penulis di SLBN 1 Lubuk Basung, di mana seorang anak dengan disabilitas intelektual belum mampu mengenali seluruh huruf vokal meskipun telah berada di tingkat kelas yang lebih tinggi. Anak tersebut hanya dapat mengenali huruf a dan o, serta sering melakukan kesalahan dalam pengucapan huruf vokal, contohnya menyebut huruf u sebagai huruf e. Penelitian ini mengadopsi metode eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) yang menggunakan desain A-B. Media hedgehog yang diterapkan dalam penelitian ini merupakan media konkret berbentuk karakter hewan landak, yang dirancang untuk menarik perhatian peserta didik dan memfasilitasi pengenalan huruf vokal secara visual dan taktil. Subjek penelitian ini adalah seorang anak dengan disabilitas intelektual yang berada di kelas VI di SLBN 1 Lubuk Basung. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengenalan huruf vokal pada anak setelah penerapan media hedgehog. Peningkatan ini dibuktikan dengan perubahan kemampuan mengenal huruf vokal dari kondisi baseline (A) yang tercatat sebanyak tiga kali pertemuan denganpersentase 12%, 12%, dan 12%, menjadi kondisi intervensi (B) yang menunjukkan persentase 100%, 100%, dan 100% pada tiga kali pertemuan. Dengan demikian, dapat disimpulkan meskipun hasil selama intervensi menunjukkan kestabilan, penelitian ini belum dapat dijadikan dasar yang kuat untuk menyimpulkan efektivitas media secara menyeluruh. Keterbatasan waktu intervensi yang singkat menjadi kendala utama dalam membuktikan keberlanjutan dan konsistensi hasil dalam jangka panjang.
Media Fun Shape Board sebagai Inovasi Pembelajaran Bangun Datar bagi Siswa Disabilitas Rungu Rahmadani, Annisa Wulan; Efrina, Elsa; Irdamurni, Irdamurni; Ardisal, Adisal; Triswandari, Retno; Nasri, Yosa Yulia
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu.v13i2.135536

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa disabilitas rungu di SLB Autisma Permata Bunda Fase B dalam mengidentifikasi bangun datar. Dua siswa, HM dan DN, kesulitan mengenali bangun datar saat diperlihatkan secara acak, meski sudah hafal urutan bergambar. Dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas dan penggunaan media Fun Shape Board, siswa diajak menunjuk, mencocokkan, dan menuliskan  bangun datar. Hasilnya sangat positif, ketuntasan belajar HM meningkat dari 30% menjadi 97%, dan DN dari 40% menjadi 95%. Media ini terbukti efektif membantu siswa memahami dan mengingat bentuk serta nama bangun datar secara lebih baik meskipun tanpa urutan, sehingga dapat disimpulkan bahwa Fun Shape Board signifikan meningkatkan kemampuan identifikasi bangun datar bagi siswa disabilitas rungu
Peran Guru dan Orang Tua tentang Kesadaran Keselamatan Diri Anak Down Syndrome di Lingkungan Sekolah dan Rumah Umizahra, Wika; Nurhastuti, Nurhastuti; Efrina, Elsa; Triswandari, Retno; Nasri, Yosa Yulia
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu.v13i2.135801

Abstract

Studi pendahuluan yang dilakukan membuahkan hasil yakni anak Down Syndrome berinisial D masih belum memiliki kesadaran keselamatan diri yang baik. Seperti belum memahami bahaya di jalan raya, bahaya kebakaran, serta bahaya benda-benda tajam. Sehingga masih membutuhkan peran guru dan orang tua dalam kegiatan sehari- hari yang berhubungan dengan kesadaran keselamatan diri. Masih perlunya perhatian terhadap pendidikan keselamatan diri pada anak-anak disabilitas, termasuk Down Syndrome. Diperlukan kajian untuk mengetahui sejauh mana peran guru dan orang tua telah dijalankan dan bagaimana sinerginya dapat ditingkatkan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan peran guru dan orang tua tentang kesadaran keselamatan diri anak Down Syndrome di lingkungan sekolah dan rumah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan subjek penelitian adalah guru, orang tua, serta kepala sekolah. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian data direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan guru dan orang tua telah menjalankan perannya sesuai dengan kedudukannya. Guru dan orang tua tetap menjalankan perannya dengan baik walaupun mengalami tantangan dalam pembelajaran kesadaran keselamatan diri anak. Penelitian ini menyajikan data deskriptif yang memuat pentingnya peran guru dan orang tua serta sinergi keduanya dalam membentuk kesadaran keselamatan diri anak Down Syndrome.
Counting Box : Cara Seru Membuat Penjumlahan Lebih Mudah Bagi Peserta Didik Disabilitas Intelektual Syukriani, Viola; Efrina, Elsa; Marlina, Marlina; Zulmiyetri, Zulmiyetri; Yuliana, Syari
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu.v13i2.135522

Abstract

Penelitian ini berawal dari temuan di SLB Peduli Anak Bangsa Payakumbuh, di mana seorang siswa disabilitas intelektual ringan mengalami kesulitan melakukan penjumlahan hingga hasil maksimal 10. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan penjumlahan tersebut melalui penggunaan media counting box. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen Single Subject Research (SSR) desain A-B-A. Variabel terikat adalah kemampuan penjumlahan, sedangkan variabel bebas adalah media counting box. Data dikumpulkan melalui tes dan dianalisis secara visual grafik. Hasil menunjukkan kondisi baseline (A1) dengan persentase stabil 53%, intervensi (B) mencapai 80%, dan baseline (A2) meningkat menjadi 87%. Kesimpulannya, media counting box efektif meningkatkan kemampuan penjumlahan hingga hasil maksimal 10 pada peserta didik disabilitas intelektual ringan.
Penerapan Teknik Total Task Presentation dalam Meningkatkan Kemampuan Bina Diri Peserta Didik Disabiltas Intelektual Sedang Puspita, Aulia Dinda; Efrina, Elsa; Iswari, Mega; Budi, Setia; Handayani, Endang Sri
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu.v13i2.135106

Abstract

Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan bina diri dalam aktivitas mandi peserta didik disabilitas intelektual sedang dengan menggunakan teknik total task presentation. Subjek pada penelitian ini adalah seorang peserta didik berinisial RAV berjenis kelamin perempuan, berumur 10 tahun dan sedang duduk dikelas I SLB Kasih Ummi Padang, mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan mandi secara mmandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan SSR (Single Subject Research) dengan desain A-B. yang mana pada kondisi baseline (A) peserta didik belum diberikan perlakuan, dan pada kondisi  intervensi (B) peserta didik diberi perlakuan/intervensi dengan menggunakan teknik total task presentation. Hasil pada penelitian ini meningkat secara signifikan yang mana kemampuan peserta didik meningkat dari 31,25% pada fase baseline (A) menjadi 90,62 pada fase intervensi (B). Teknik ini terbukti efektif dikarenakan peneliti dapat mengajarkan seluruh langkah – langkah kegiatan mandi secara sistematis dengan menggunakan prompt dan reinforcment yang dikurangi secara bertahap sampai peserta didik mampu melakukannya secara mandiri. 
Pembelajaran Crochet Kreatif melalui Direct Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Merajut Siswa Tunarungu Mazaya, Fatharani; Efrina, Elsa; Irdamurni, Irdamurni; Rahmahtrisilvia, Rahmahtrisilvia; Triswandari, Retno
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu.v13i2.135524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan merajut tempat air minum berbasis teknik Crochet pada siswa disabilitas rungu dengan menerapkan model Direct Instruction di SLBN 1 Payakumbuh. Latar belakang penelitian ini adalah proses pembelajaran keterampilan didasarkan pada temuan bahwa pembelajaran yang belum maksimal. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek dua siswa disabilitas rungu kelas IX.  Penelitian terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat pertemuan dengan tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan Tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, dokumentasi dan test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan merajut siswa, setelah mengikuti pembelajaran dengan model Direct Instruction, baik segi tehknik, kerapihan, maupun kemandirian dalam menyelesaikan produk rajutan. Hal ini terlihat dari perbandingan nilai siswa sebelum diberikan Tindakan yaitu HN (52%) dan VLN (56%). Setelah diberikan Tindakan pada siklus pertama kemampuan HN dan VLN meningkat dengan skor HN (66%) dan VLN (70%). Penelitian dilanjutkan pada siklus ke dua untuk memaksimalkan kemampuan siswa dengan skor akhir diperoleh HN (89%) dan VLN (92%), maka dapat disimpukan bahwa Teknik Crochet melalui model Direct Instruction dapat meningkatkan keterampilan siswa disabiitas rungu dalam merajut tempat air minum.