Articles
The Analysis of Science Literacy Ability and Teachers' Capability in Implementation of Learning by Science Literacy Oriented in Islamic Kindergarten at Bangko City
Siti Aisyah;
Minnah El Widdah;
Sukarno Sukarno
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 7 No. SpecialIssue (2021): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppipa.v7iSpecialIssue.1125
This study aims to determine the analysis of scientific literacy skills and the ability of teachers in developing science literacy-oriented learning in Islamic Kindergartens in Bangko City. This study uses a quantitative approach with survey techniques. Data analysis was carried out by means of quantification on each measured aspect and continued with descriptive analysis. Based on the data and discussion as described above, at the end of this study it can be concluded that in general the ability of Islamic Kindergarten teachers in Bangko City is evenly distributed in each category. The scientific literacy ability of teachers with category "A" is 8 people or about 22.22%. There are 9 teachers with literacy ability categories "B" and "C" each or about 25%, while the rest, as many as 10 people or around 27.78% are categorized as "D". In the aspect of teacher ability in developing science literacy-based learning, it is dominated by teachers with the ability category "D", as many as 12 people or about 33.33%, then followed by teachers with category "B" abilities as many as 10 people or about 27.27%. In the third place are teachers with the ability category "C" as many as 9 people or about 25%, and the rest are teachers group with category "A", which is as many as 5 people or about 13.89%. Therefore, the improvement and development of teachers' scientific literacy skills still needs to be improved
Manajemen Kepala Madrasah dalam Peningkatan Profesional Guru di Madrasah Tsanawiyah Sa’adah El-Islamiyah Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir
M. Efendi;
Minnah El Widdah;
Mohd. Arifullah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i2.484
Kepala madrasah yang ideal mampu mengsinergikan kemampuan manajemen dan kemampuan kepemimpinan secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat (1) bagaimana fakta manajemen Kepala Madrasah dan profesionalitas guru di Madrasah Tsanawiyah Sa’adah El-Islamiyah Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (2) bagaimana upaya manajemen Kepala Madrasah dalam peningkatan profesionalitas guru di Madrasah Tsanawiyah Sa’adah El-Islamiyah Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (2) bagaimana hasil manajemen Kepala Madrasah dalam peningkatan profesionalitas guru di Madrasah Tsanawiyah Sa’adah El-Islamiyah Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan pendekatan kualitatif dan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi penelitian ini menghasilkan (1) Kualitas manajemen Kepala Madrasah dalam peningkatan profesional guru mayoritas informan menyatakan berkualitas menengah atau sedang yakni 51,76%. Sedangkan responden yang menyatakan berkualitas tinggi sebesar 22,12%, dan yang menyatakan berkualitas rendah sebesar 25,67% (2) upaya peningkatan profesional guru Madrasah Tsanawiyah Sa’adah El-Islamiyah kabupaten Indragiri Hilir hanya mencapai kategori menengah atau sedang adalah: Faktor yang mendukung adalah (a) Tingkat pendidikan Kepala Madrasah; (b) Motivasi berprestasi Kepala Madrasah, dan (c) Tingkat pendidikan guru. Sedangkan faktor penghambat adalah (a) Kemampuan Manajerial Kepala Madrasah, (b) Kualitas administrasi madrasah, dan (c) Kualitas sarana dan prasarana (3) Manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan professionalitas guru di Madrasah Tsanawiyah Sa’adah El Islamiyah yaitu a) meningkatnya semangat kerjasama antar guru, b) mengikutsertakan guru dalam pelatihan, c) meningkatnya kesejahteraan guru.
Hubungan Antara Kemampuan Guru Bercerita dan Komunikasi Interpersonal Dengan Kemampuan Anak Usia 5-6 Tahun Dalam Menyimak Di Taman Kanak-Kanak Al-Jamiah UIN STS Jambi
Pitriani Pitriani;
Minnah El Widdah;
Shalahuddin Shalahuddin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2701
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kemampuan guru bercerita, dan komunikasi interpersonal dengan kemampuan anak menyimak di taman kanak-kanak Al-Jami’ah UIN STS Jambi baik secara parsial maupun simultan.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei yang dilaksanakan pada taman kanak-kanak Al-Jami’ah UIN STS Jambi di Provinsi Jambi, populasi 10 orang dan sampel menggunakan total sampling. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: kemampuan guru bercerita dan komunikasi interpersonal memiliki hubungan yang signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kemampuan anak menyimak. Pengujian hipotesis menggunakan analisis teknik Korelasi Product Moment Pearson dan regresi berganda, dengan taraf signifikansi alpha 5 persen (α=0,05). Penelitian ini menghasiIkan temuan, yaitu: kemampuan guru berceriita, dan komunikasi interpersonal memiliki hubungan 83,8% dengan kemampuan anak menyimak.
The Relationship of Professional Competence with Teacher Work Productivity in Madrasah Aliyah
Ayu Asmarani;
Sukarno Sukarno;
Minnah El Widdah
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2021): Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31538/ndh.v6i2.1365
The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between professional competence and teacher work productivity at Madrasah Aliyah Negeri 1 Batang Hari. This type of research approach is quantitative. The research population of teachers at Madrasah Aliyah Negeri 1 Batang hari was 30 people, using a saturated sampling technique (census). The data collection technique used a questionnaire (questionnaire), and the data were analyzed using simple correlation analysis. The results showed that there was a positive and significant relationship between professional competence and teacher work productivity, with the obtained t count value > t table value (7,75415> 1,7011) and p value 0,000. Then obtained an r value of 0,826, which states that there is a strong relationship between professional competence and teacher work productivity. The amount of the effective contribution of the professional competency variable with the teacher work productivity variable was 70,2%. Thus, the better the professional competence of teachers, the more teacher work productivity will increase.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 KOTA JAMBI
Rosadi, Kemas M Raihan;
widdah, Minnah El;
Fadhil, M.
Jurnal Literasiologi Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47783/literasiologi.v10i2.624
Implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Jambi. Permasalahan terkait implementasi kurikulum merdeka menarik untuk diteliti, karena ingin melihat lebih dekat bagaimana kurikulum ini di jalankan dan kontribusi apa yang telah di berikan oleh kurikulum ini kepada peningkatan mutu Pendidikan pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Jambi. Maka penelitian ini membahas tentang perencanaan, pelaksanaan, kendala dan upaya pengimplementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan peneliti yakni Perencanaan implementasi kurikulum merdeka di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Jambi telah di lakukan oleh Kepala sekolah dalam perencanaannya telah menerapkan kurikulum merdeka di sekolah yang di pimpinnya, dalam hal ini kepala sekolah berperan dalam mengambil keputusan terkait implementasi kurikulum merdeka dengan melibatkan guru dan staf. Pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Jambi mendapatkan dukungan penuh dari kepala sekolah. dukungan ini merupakan hal yang utama dalam implementasi kegiatan kurikulum merdeka yang berjalan secara baik untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kota Jambi. Kepala sekolah juga di dukung oleh para guru terhadap pekerjaanya sebagai pendamping siswanya dalam pelatihan praktek membatik. Siswapun ikut serta aktif dan antusias mengikuti pelatihan praktek membantik yang merupakan implementasi kurikulum merdeka dengan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Kendala dan upaya implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan mutu pendidikan terkendala pendanaan masih terbatas.
Motivasi dan Persepsi Kepala SMP Adiwiyata di Kepulauan Riau
Parida;
Maisah;
Widdah, Minnah El
Journal of Education and Culture Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Education and Culture
Publisher : Indra institute Research & Publication
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58707/jec.v4i3.954
Leadership is an important element in achieving, maintaining and improving organizational performance. As the focus of this study, the researcher investigated the impact of motivation and perception of SMPN principals on the achievement of Adiwiyata schools in the Riau Islands. The research method used is a quantitative research approach with a field survey method. The population of this study was SMPN Pembinaan Adiwiyata schools in the Riau Islands which have the same level of accreditation and status as Adiwiyata. The research data were collected by distributing questionnaires that were tested for validity and reliability. The tool needed to reveal the variables is a questionnaire using a Likert scale. The results of this study indicate that work motivation has a partial effect on manager perceptions. In addition, a significant partial effect was found between work motivation and manager perceptions. The conclusion of this study is that high staff work motivation determines the principal's perception and the success of Adiwiyata schools.
Organizational Behavior in The Implementation of The Merdeka Curriculum at The Center of Excellence Vocational School in Batam City
Suaduon, Jogie;
Yamin, Martinis;
Widdah, Minnah El
IJELR: International Journal of Education, Language, and Religion Vol 6, No 1 (2024): May
Publisher : Universitas Teuku Umar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35308/ijelr.v6i1.8905
The purpose of this research is to find out about the Organizational Behavior of the Center of Excellence Vocational School in Batam City in implementing the Merdeka Curriculum. The research uses a descriptive qualitative research approach. Data collection techniques were carried out using observation, interviews and documentation. Research subjects include the Principal, Deputy Principal, Head of Skills Program & Teachers. The results of this research are that in managing the Center for Excellence Vocational School program in Batam, the Principal carries out his role well, the program management process includes activities including program planning, program implementation and program evaluation. Leadership Style, Organizational Culture & Motivation influence Individual Behavior in carrying out the planned Merdeka Curriculum Program. Individual behavior can be in accordance with organizational expectations if the Leadership Style can be adaptive according to the needs of the organization, motivation is maintained, and the Organizational Culture is able to provide value for itself. If individual behavior is integrated with these values, commitment to the organization will be strong, thereby creating the best quality of education.
PERMAINAN ESTAFET BOLA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR DI TK ISLAM AL-MAHIR KOTA JAMBI: BALL RELAY GAME TO IMPROVE GROSS MOTOR SKILLS AT AL-MAHIR ISLAMIC KINDERGARTEN, JAMBI CITY
Oktaviah Amaliah;
Minnah El Widdah;
Yusria
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol. 7 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum berkembangnya indikator motorik kasar pada anak. Penelitian ini didasari suatu pemikiran bahwa aktivitas bermain merupakan kebutuhan bagi anak, Permainan yang serupa dengan lari estafet kemudian dimodifikasi dengan menggunakan media berupa bola. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui permainan estafet bola. Hasil yang diperoleh pada pra siklus yaitu 25,63% Selanjutnya, hasil penelitian siklus 1 yaitu 48,75% kemudian dilanjutkan dengan siklus 2 yaitu 82,5% kemudian penelitian dihentikan karena sudah sesuai dengan nilai indikator keberhasilan. Hasil yang diperoleh berdasarkan pada kriteria aktivitas anak menunjukkan mengenai ketercapaian bermain estafet bola dalam meningkatkan perkembangan motorik kasar anak adalah terdapat 0 anak berada pada kriteria kurang baik, 0 anak berada pada kriteria cukup baik, 1 anak berada pada kriteria baik, dan 7 anak berada pada kriteria sangat baik. Sehingga, sudah 80% dari jumlah anak, yaitu 8 anak yang sudah berada pada kategori sangat baik.
Proses Membuat Kebijakan Pendidikan Islam
Aldila, Romanda;
Su’aidi, Su’aidi;
Widdah, Minnah El;
Hamdan, M;
Rosadi, Kemas M Raihan
Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 15 No 1 (2025): Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54459/aktualita.v15i1.958
Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang mennjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak. Istilah ini dapat diterapkan pada pemerintahan, organisasi dan kelompok sektor swasta serta individu. Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum. Jika hukum dapat memaksakan atau melarang suatu perilaku (misalnya suatu hukum yang mengharuskan pembayaran pajak penghasilan), kebijakan hanya menjadi pedoman tindakan yang paling mungkin memperoleh hasil yang diinginkan. Pendidikan Islam memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan moralitas individu, serta membangun fondasi spiritual dalam masyarakat. Kebijakan pendidikan Islam menjadi landasan untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan tersebut dapat tercapai secara efektif. Keberhasilan suatu negara dalam mengembangkan kebijakan pendidikan Islam tidak hanya memengaruhi kualitas pendidikan, tetapi juga membentuk pandangan hidup dan sikap masyarakat terhadap nilai-nilai keagamaan. Pendidikan Islam memiliki peran utama dalam membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Melalui kurikulum yang tepat dan pendekatan yang holistik, kebijakan pendidikan Islam dapat memberikan landasan moral yang kokoh bagi generasi muda.
Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Pendidikan
Anisyah, Nur;
Su’aidi, Su’aidi;
Widdah, Minnah El;
Sahroni, Sahroni;
Anisah, Anisah
Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 15 No 1 (2025): Aktualita: Jurnal Penelitian Sosial Dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAI An-Nadwah Kuala Tungkal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54459/aktualita.v15i1.959
Salah satu bidang penting dalam administrasi/manajemen pendidikan terkait dengan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses dinamika pendidikan lembaga, seperti guru dan tenaga kependidikan, yaitu personel administrasi/struktural. Sumber daya manusia pendidikan manajemen disebut juga dengan manajemen pendidik dan pendidikan. Manajemen pendidik dan pendidikan merupakan sumber daya manusia yang potensial berperan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Mulai dari staf pengajar dan pendidikan yang masuk dalam organisasi pendidikan hingga akhirnya terhenti melalui proses perencanaan SDM yang meliputi rekrutmen, seleksi, penempatan, kompensasi, penghargaan, pendidikan dan pelatihan atau pengembangan dan pemberhentian. Kualitas sumber daya manusia lembaga pendidikan sangat menentukan hasil/produk/lulusan dari lembaga pendidikan itu sendiri.