Articles
ANALISIS OVER CURRENT RELAY SEBAGAI PROTEKSI ARUS LEBIH DI GARDU INDUK RANGKAS KOTA 70 KV BAY KOPEL
RAIHAN FAHREZI;
IRWANTO IRWANTO
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 8 No 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/instek.v8i2.41729
Tujuan penelitian ini menganalisis tentang Over Current elay (OCR) pada gardu induk rangkas kota 70 KV bay kopel. Gardu Induk adalah suatu sistem instalasi listrik yang di mulai dari TET (Tegangan Ekstra Tinggi), TT (Tegangan Tinggi), TM (Tegangan Menengah) yang terhubung pada sistem peralatan listrik. Sumber listrik pada gardu induk ini dari sebuah pembangkit serta dari gardu induk lain. Gardu induk berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik (KVA, MVA) sesuai dengan kebutuhan pada tegangannya. Konsep sadar mengenai gardu induk ini adalah satu kesatuan dari sistem transmisi tenaga listrik. OCR merupakan relai yang berkerja dengan menggunakan input analog arus, dimana relai dapat bekerja apabila mendeteksi gangguan diatas setingan khususnya yaitu gangguan untuk fasa-fasa. OCR di setting lebih besar dari kemampuan arus nominal peralatan terkecil (110%-120%) dan harus bekerja dengan arus hubung singkat 1 fasa minimum. Waktu kerja OCR penghantar di setting +/- 1 (satu) detik pada harus hubung singkat 2 fasa maksimum di lokal bus.
Pengaruh Azimuth terhadap Intensitas Cahaya, Tegangan, dan Arus Panel Surya 50 WP Off-Grid pada Program Match Fund Solar Cell UNTIRTA
Wahyu Alisia Pratama;
Mohammad Fatkhurrokhman;
Irwanto Irwanto
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jtmei.v4i1.4761
The adverse impact of fossil fuel use on the environment has prompted various parties to look for alternative solutions that are more environmentally friendly. One potential renewable energy source is solar energy. Solar panels, which function to convert solar energy into electrical energy, are the top choice because of their abundant abundance, clean nature, and ability to reduce dependence on fossil fuels. However, the performance of solar panels is affected by several factors, one of which is azimuth. The azimuth angle determines the orientation of the solar panel on the horizontal plane. The proper azimuth orientation helps to improve the overall efficiency of solar energy collection. A non-optimal azimuth angle can reduce the intensity of light received by the panel surface, thereby lowering the electrical voltage and the generated electric current. In off-grid systems, which rely entirely on solar energy to meet electricity needs, proper azimuth arrangement becomes crucial to ensure light absorption efficiency. From the results of the experiment, it was found that the influence of azimuth on light intensity, voltage and current was greater in the North position with a position of 0 degrees where a light intensity of 92000 lux, a voltage of 20.01 V, and a current of 2.0 A were obtained, so it can be concluded that the cardinal direction and angle can affect the intensity of light, electrical voltage and electric current obtained.
ANALISIS YURIDIS PELAKSANAAN PROSES PERIZINAN DALAM PENATAAN RUANG DI INDONESIA
Mohammad Hifni;
Irwanto Irwanto
YUSTISI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/yustisi.v12i1.19029
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis yuridis pelaksanaan proses perizinan sebagai pengendali penataan ruang di Indonesia. Perizinan menjadi aspek yang sangat penting bagi para pelaku usaha, izin menjadi nyawa dari kegiatan usaha. Tanpa adanya izin, kegiatan usaha tidak dapat berjalan. Demikian pentingnya perizinan itu sehingga pemerintah terus berusaha memperbaiki sistem perizinan yang ada di Indonesia. Betapa pun sistem dibuat, tidak ada sistem yang sempurna. Kekurangan dari sebuah sistem dapat ditemukan dalam banyak hal. Penelitian ini didasarkan pada metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konsep melalui studi kepustakaan. Sumber data yang dikaji dalam penelitian ini antara lain melalui studi kepustakaan berupa buku-buku, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kepustakaan yang merupakan rujukan untuk menganalisis hasil penelitian, wawancara yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang seakurat mungkin. Adapun hasil yang ditemukan bahwa dalam pelaksanaan proses perizinan di Indonesia sudah dirancang dengan baik, tetapi ada beberapa bagian yang masih perlu revisi untuk meningkatkan kualitas tersebut. Masalah seperti panjangnya waktu proses perizinan, kurangnya koordinasi antar lembaga terkait, serta ketidakpastian hukum menjadi hambatan utama. Upaya pemerintah dalam meningkatkan dalam penataan ruang dalam laju pertumbuhan ekonomi serta kerangka dasar otonomi daerah ditempuh melalui profesionalisme pelayanan publik, termasuk di dalamnya penataan di bidang perizinan di Indonesia. Kata kunci: kebijakan; perizinan; penataan ruang
ATURAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL DALAM PELANGGARAN KEJAHATAN GENOSIDA
Zaenudin;
Irwanto Irwanto;
Jaka Surya
YUSTISI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/yustisi.v12i1.19030
Dalam hukum pidana internasional, belum banyak orang mengetahui tentang hal ini. Ada yang mengatakan bahwa selain masih kurangnya referensi tentang hukum pidana internasional, juga hukum pidana internasional sangat lambat berkembang, hal ini tidak sepenuhnya benar. Cicero mengatakan bahwa ibi societas ubi ius menjelaskan bahwa hukum tidak statis melainkan dinamis. Permasalahan penelitian adalah bagaimana aturan yang diberlakukan dalam hukum pidana internasional dalam tindakan pelanggaran kejahatan genosida di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aturan hukum pidana internasional dalam tindakan pelanggaran kejahatan genosida, dimana terdapat perbuatan atau tindakan dikriminalisasi menjadi kejahatan lintas territorial dan atau kejahatan yang mengganggu perdamaian dan keamanan umum internasional. Salah satau contohnya kejahatan genosida, merupakan kejahatan yang berkaitan dengan pemusnahan etnis. Manfaat penelitian ini adalah mengetahui aturan hukum pidana internasional dalam pelanggaran kejahatan genosida di dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang memiliki sifat deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan fokus kepada norma dan juga aturan hukum yang berlaku, dengan pendekatan penelitiannya yuridis normatif. Data yang dibutuhkan adalah perundang-undangan dan bahan hukum sekunder seperti jurnal, literatur dan artikel terkait dari sumber yang jelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persoalan-persoalan hukum dan kejahatan-pun berkembang sedemikian rupa; tidak hanya terjadi secara domestik-konvensional melainkan juga modern-lintas territorial. Bahkan tidak ada satu negara yang tidak mempunyai perjanjian dengan negara lain, dan tidak ada satu negara yang tidak diatur oleh perjanjian internasional dalam kehidupan dan pergaulan internasionalnya yang dilakukan tersebut. Rekomendasinya, segala bentuk aturan hukum pidana internasional di dunia harus benar-benar di taati dan diberlakukan dengan baik supaya kehidupan lebih tentram dan damai. Kata kunci: hukum pidana internasional, aturan, kejahatan, genosida.
ANALISIS YURIDIS PELAKSANAAN PROSES PERIZINAN DALAM PENATAAN RUANG DI INDONESIA
Mohammad Hifni;
Irwanto Irwanto
YUSTISI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/yustisi.v12i1.19029
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis yuridis pelaksanaan proses perizinan sebagai pengendali penataan ruang di Indonesia. Perizinan menjadi aspek yang sangat penting bagi para pelaku usaha, izin menjadi nyawa dari kegiatan usaha. Tanpa adanya izin, kegiatan usaha tidak dapat berjalan. Demikian pentingnya perizinan itu sehingga pemerintah terus berusaha memperbaiki sistem perizinan yang ada di Indonesia. Betapa pun sistem dibuat, tidak ada sistem yang sempurna. Kekurangan dari sebuah sistem dapat ditemukan dalam banyak hal. Penelitian ini didasarkan pada metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konsep melalui studi kepustakaan. Sumber data yang dikaji dalam penelitian ini antara lain melalui studi kepustakaan berupa buku-buku, dan sumber lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kepustakaan yang merupakan rujukan untuk menganalisis hasil penelitian, wawancara yang digunakan untuk mendapatkan informasi yang seakurat mungkin. Adapun hasil yang ditemukan bahwa dalam pelaksanaan proses perizinan di Indonesia sudah dirancang dengan baik, tetapi ada beberapa bagian yang masih perlu revisi untuk meningkatkan kualitas tersebut. Masalah seperti panjangnya waktu proses perizinan, kurangnya koordinasi antar lembaga terkait, serta ketidakpastian hukum menjadi hambatan utama. Upaya pemerintah dalam meningkatkan dalam penataan ruang dalam laju pertumbuhan ekonomi serta kerangka dasar otonomi daerah ditempuh melalui profesionalisme pelayanan publik, termasuk di dalamnya penataan di bidang perizinan di Indonesia. Kata kunci: kebijakan; perizinan; penataan ruang
ATURAN HUKUM PIDANA INTERNASIONAL DALAM PELANGGARAN KEJAHATAN GENOSIDA
Zaenudin;
Irwanto Irwanto;
Jaka Surya
YUSTISI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/yustisi.v12i1.19030
Dalam hukum pidana internasional, belum banyak orang mengetahui tentang hal ini. Ada yang mengatakan bahwa selain masih kurangnya referensi tentang hukum pidana internasional, juga hukum pidana internasional sangat lambat berkembang, hal ini tidak sepenuhnya benar. Cicero mengatakan bahwa ibi societas ubi ius menjelaskan bahwa hukum tidak statis melainkan dinamis. Permasalahan penelitian adalah bagaimana aturan yang diberlakukan dalam hukum pidana internasional dalam tindakan pelanggaran kejahatan genosida di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aturan hukum pidana internasional dalam tindakan pelanggaran kejahatan genosida, dimana terdapat perbuatan atau tindakan dikriminalisasi menjadi kejahatan lintas territorial dan atau kejahatan yang mengganggu perdamaian dan keamanan umum internasional. Salah satau contohnya kejahatan genosida, merupakan kejahatan yang berkaitan dengan pemusnahan etnis. Manfaat penelitian ini adalah mengetahui aturan hukum pidana internasional dalam pelanggaran kejahatan genosida di dunia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang memiliki sifat deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan fokus kepada norma dan juga aturan hukum yang berlaku, dengan pendekatan penelitiannya yuridis normatif. Data yang dibutuhkan adalah perundang-undangan dan bahan hukum sekunder seperti jurnal, literatur dan artikel terkait dari sumber yang jelas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persoalan-persoalan hukum dan kejahatan-pun berkembang sedemikian rupa; tidak hanya terjadi secara domestik-konvensional melainkan juga modern-lintas territorial. Bahkan tidak ada satu negara yang tidak mempunyai perjanjian dengan negara lain, dan tidak ada satu negara yang tidak diatur oleh perjanjian internasional dalam kehidupan dan pergaulan internasionalnya yang dilakukan tersebut. Rekomendasinya, segala bentuk aturan hukum pidana internasional di dunia harus benar-benar di taati dan diberlakukan dengan baik supaya kehidupan lebih tentram dan damai. Kata kunci: hukum pidana internasional, aturan, kejahatan, genosida.
Motor Listrik 3 Fasa Sebagai Sistem Penggerak Motor Roll Pada Mesin Case Sealer di Pt. Matahari Megah
Muhammad Iqbal Naufal;
Irwanto Irwanto
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2023): Juni : Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58169/saintek.v2i1.132
The electric motor is a system that plays an important role in the operation of production machines in the industrial world. The advantages of a 3 Phase Electric Motor are that it is economical, uses a strong construction and has high efficiency. In order to carry out its functions properly, this drive system is equipped with various other electrical equipment to synergize with each other so that the case sealer machine can function optimally and always prioritize periodic maintenance. The drive system used is a 3-phase electric motor which functions to move the motor roll so that the product to be packaged in the case sealer machine can run.
Penerapan Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran PAI Materi ( Asmaul Husna )
Sarni Sarni;
Irwanto Irwanto;
Erlida Erlida
Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 3 (2022): Juli : Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59059/tabsyir.v3i3.2186
This study aims to evaluate the effectiveness of the application of the singing method in improving student learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) subjects, with a special focus on the material of Asmaul Husna. The singing method was chosen because it is believed to create a more enjoyable and interactive learning atmosphere, so that students can more easily memorize and understand the Asmaul Husna. In this study, the approach used was quantitative with an experimental method. Data were collected through learning outcome tests conducted before and after the application of the singing method. The results showed a significant increase in student learning outcomes after this method was applied. Students seemed more enthusiastic and motivated in the learning process, and experienced significant progress in memorizing Asmaul Husna. In terms of memorization, there was a striking increase, from 40% to 85%, while in understanding, the results increased from 35% to 80%. Based on these findings, the singing method is recommended as an effective alternative to improve student learning outcomes in PAI subjects.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING BERBASIS EDUKASI DI DESA KORANJI KECAMATAN PULOSARI PANDEGLANG
Irwanto Irwanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.1,No.2, Juli 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Program Hibah Indonesia (PDPHI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59971/jpkm.v1i2.109
Masalah kesehatan yang harus diperhatikan secara khusus sejak bayi merupakan salah satu faktor kunci utama untuk menjaga kelangsungan kehidupan yang seutuhnya di Desa Koranji Kecamatan Pulosari Kabupatan Pandeglang. Permasalahan yang banyak terjadi di Indonesia saat ini merupakan penyakit stunting. Penyakit stunting merupakan suatu masalah yang harus diperhatikan oleh pemerintah karena kurangnya gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan mengalami gangguan pertumbuhan pada anak diantaranya tinggi badan anak lebih rendah atau pendek, dan kurus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan sosialisasi dalam upaya pencegahan stunting berbasis edukasi. Dalam kegiatan yang dilakukan meliputi pengkajian, pertemuan bersama warga Desa Koranji, refreshing kader posyandu balita di Kecamatan Pulosari, sosialisasi program cegah stunting ners pada masyarakat Desa Koranji, pendampingan keluarga, serta pelaksanaan posyandu balita. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini merupakan metode deskriptif kualitatif, dimana analisis data yang diperoleh (berupa kata-kata, gambar atau perilaku), dan tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan dengan memberikan paparan atau penggambaran mengenai situasi atau kondisi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap peserta anak balita yang ada di Desa Koranji Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang. Serta adapun metode yang dikaji dalam pengabdian ini yaitu pendekatan program tindak partisipatif yang melibatkan secara langsung kader posyandu Kecamatan Pulosari. Hasil dalam pengabdian ini adalah masyarakat Desa Koranji Kecamatan Pulosari sangat aktif dalam diskusi mengenai pencegahan penyakit stunting. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancar berkat bantuan masyarakat Desa Koranji Kecamatan Pulosari untuk mencegah terjadinya stunting di Desa Koranji tersebut. Saran dari kegiatan ini adalah kepada masyarakat untuk aktif memperoleh informasi mengenai pencegahan stunting serta peran aktif kader posyandu Kecamatan Pulosari untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang stunting setiap kegiatan posyandu dilaksanakan.Kata Kunci: Stunting, Gizi, Posyandu
SOSIALISASI MANAJEMEN SAMPAH TERPADU MELALUI PENGABDIAN KKM DI DESA KORANJI KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PANDEGLANG
Irwanto Irwanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.2, No.3, Nopember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Program Hibah Indonesia (PDPHI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desa Koranji merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang. Sehingga dalam pelaksanaan KKM Kelompok 55 tahun 2024 di laksanakan di desa Koranji dengan program utamanya adalah pengelolahan sampah. Kita ketahui bahwa masyarakat di desa Koranji belum sepenuhnya memahami penanganan sampah apalagi mengelolah sampah rumah tangga tersebut. Kurangnya kesadaran warga di desa Koranji untuk mengelola sampah rumah tangga dan belum berfungsinya TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle) di desa tersebut, sehingga mendorong Tim pengabdian KKM UNIBA untuk membangun desa menawarkan program pengelolaan sampah secara terpadu tersebut. Dalam program pengelolaan sampah terpadu melalui kegiatan pemberdayan dilakukan melalui beberapa tahap dari penetapan dan peninjauan lokasi, penyusunan program kerja yang meliputi kegiatan desain dan pengadaan roadmap pengelolaan sampah, sosialisasi program bank, sosialisasi pengelolaan sampah dengan sasaran utama anggota kelompok masyarakat, serta edukasi mengenai pengelolaan sampah di sekolah-sekolah melalui pemanfaatan botol bekas minuman. Hasil dari program kerja meliputi peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan sampah sebesar 60% peserta sosialisasi dan 30% dari masyarakat peserta program sosialisasi mendapatkan manfaat ekonomis dari sampah rumah tangga mereka. Selain itu kegiatan ini mampu membantu mewujudkan lingkungan yang asri, terstruktur dan bersih dalam kehidupan bermasyarakat di desa Koranji tersebut. Serta yang paling utama adalah adanya dukungan dari masyarakat untuk bisa menanggulangi manajemen sampah di desa Koranji.