Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PREFERENSI KONSUMEN TENTANG ASPEK KARAKTERISTIK MAKANAN PKL “NASI LALAPAN” DI SUMBERSARI KOTA MALANG Deya Anniza'ul Azizah; Rina Rifqie Mariana; Nunung Nurjanah
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v19i2.10285

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tingkat kesukaan dan tingkat kepentingan konsumen terhadap makanan “nasi lalapan” PKL di Kelurahan Sumbersari Kota Malang berdasarkan karakteristik makanan yang meliputi rasa, harga, tempat, nutrisi, kondimen sambal dan sayur lalap. Kemudian digunakan pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini dengan data berupa angka.  Sumber data meliputi data primer diperoleh dari kuesioner yang  telah    diisi konsumen PKL nasi lalapan dan data sekunder pada penelitian ini adalah literatur  yang mendukung penelitian dan wawancara dengan beberapa pedagang. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Subjek penelitian adalah konsumen nasi lalapan yang dijual oleh PKL dengan jumlah 100 responden. Penelitian ini menggunakan alur pengolahan yaitu editing, coding, entry, dan tabulating. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan  konsumen nasi lalapan  didominasi oleh laki-laki berusia 17 – 25 tahun yang sedang menempuh pendidikan sebagai mahasiswa. Tingkat kesukaan konsumen terhadap makanan nasi lalapan PKL di Kelurahan Sumbersari Kota Malang berdasarkan karakteristik makanan yang pertama adalah rasa, diikuti oleh harga berikutnya nutrisi , kondimen sambal dan sayur lalap, dan tempat. Tingkat kepentingan konsumen terhadap makanan nasi lalapan PKL di Kelurahan Sumbersari Kota Malang berdasarkan karakteristik makanan  yang dianggap sangat penting adalah rasa dan harga.  Adapun  tempat (lokasi), nutrisi, dan terahir kondimen sambal  dan sayur lalap dianggap penting.
Tingkat Kecakapan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah Siswa SMK Program Keahlian Tata Boga se-Kota Malang Yuyun Nailufar; Teti Setiawati; Rina Rifqie Mariana
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.941 KB) | DOI: 10.17977/UM068v1n2p118-122

Abstract

This study aims to describe the level of critical thinking skills and problem solving in Culinary Vocational School students in Malang City. This research is a descriptive study with a quantitative approach. The technique of collecting data used a questionnaire aimed at students of Malang Vocational High School 3, Malang Vocational High School 7, and Malang Kartika IV-I Vocational School. The results showed the level of critical thinking skills and problem solving had an average score of 3 with quite good criteria. Some indicators of this skill, namely: 1) using several types of reasoning types that are appropriate to the situation and conditions have an average score of 2.5 with fairly good criteria; 2) effectively process and analyze data to determine decisions through arguments, have an average score of 3 with fairly good criteria; 3) testing information that has been processed and interpreted with the best analysis through the initial conclusion has an average score of 3.5 with good criteria; and 4) identify, analyze, and solve a problem and have an average score of 2.8 with quite good criteria. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah pada siswa SMK Tata Boga se-Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada siswa SMKN 3 Malang, SMKN 7 Malang, dan SMK Kartika IV-I Malang.Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecakapan berpikir kritis dan pemecahan masalah memiliki rata-rata skor 3 dengan kriteria cukup baik. Beberapa indikator dari kecakapan ini, yaitu: 1) menggunakan beberapa jenis tipe penalaran dengan tepat yang sesuai dengan situasi dan kondisi memiliki rata-rata skor 2.5 dengan kriteria cukup baik; 2) mengolah dan menganalisis data dengan efektif untuk menentukan keputusan melalui argumen, memiliki rata-rata skor 3 dengan kriteria cukup baik; 3) menguji informasi yang sudah diolah dan diinterpretasi dengan analisis terbaik melalui simpulan awal memiliki rata-rata skor 3.5 dengan kriteria baik; dan 4) mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan suatu masalah dan memiliki rata-rata skor 2.8 dengan kriteria cukup baik.
PENGARUH DIFERENSIASI PRODUK KRIPIK TEMPE TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN Rina Rifqie Mariana
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.219 KB) | DOI: 10.17509/boga.v1i1.6284

Abstract

All producers offer the superiority of their products by showing the unique thing among the differences called differentiation. This strategy is used to keep the product position not to decline in its Life Cycle. All these are to keep the consumers’ loyalty. This research used correlation aiming to know the influence of product’s (X) differentiation consisting of: package (X1), Price (X2), Service (X3), Brand (X4) and quality (X5) on consumers’ loyalty (Y) through consumers’ satisfaction (Z) partially and simultaneously. The samples are 100 respondents. The technique of data collection is closed questionnaire. The data analysis used is double linear regression analysis using t test and F, and PATH analysis to measure the influence of X variable on Y through Z. The result showed (1) There is a significant influence of package, price, service, and quality product but brand. Brand doesn’t influence consumers’ loyalty. (2) There is a significant influence of consumers’ satisfaction on loyalty (3) There is a significant influence of package, price, service, and quality on loyalty through satisfaction. However, brand doesn’t give a significant influence on loyalty through satisfaction. The result showed that the most influencing point on loyalty is the package and product quality.. It is suggested to (1) Kripik tempe producers to improve their work on service speed, quality of product and kinds of flavor, package cleanliness, and package specification. (2) Next researchers to add the research object and area.
KREATIVITAS OLAHAN MAKANAN DAN MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS NIRA TEBU UNTUK MENDUKUNG WISATA KULINER DI DESA PAGELARAN KABUPATEN MALANG Rina Rifqie Mariana; Laili Hidayati; Lismi Animatul Chisbiyah; Muhamad Zaki
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16408

Abstract

Desa Pagelaran merupakan desa binaan Universitas Negeri Malang yang terletak di Kabupaten Malang Jawa Timur. Salah satu kekuatan desa ini adalah pemandangannya yang indah, terkenal dengan seni karawitannya dan dikenal sebagai kampung gerabah, sehingga tidak salah jika desa ini diproyeksikan untuk menjadi desa pariwisata. Namun sayangnya tujuan ini tidak didukung dengan kulinernya khasnya. Padahal desa ini memiliki 144 Ha kebun tebu yang sebagian besar hasil panen dibeli oleh pabrik Gula Krebet baru dan Gondang Legi. Para petani tebu dan masyarakat hampir tidak pernah memberdayakan dan mengolah tebu untuk olahan yang lebih fungsional. Berdasarkan kesepakatan dengan aparat desa, untuk mengatasi masalah di atas adalah mengembangkan produk nira tebu untuk menjadi minuman kesehatan yang sekaligus dapat mendukung brand image sebagai desa pariwisata Untuk itu tujuan abdimas ini adalah: 1) Mengolah minuman fungsional berbahan dasar nira tebu yaitu : yocah, canapple, Jelly cane, dan Caragout (Ice cream nira tebu) dengan menggunakan teknologi secara konvensional agar senyawa dan kandungan antioksidannya tidak hilang/berkurang dan memiliki nilai jual, 2) memberikan branding produk dengan packaging yang refresentatif, dan marketing digital, 3) membentuk wirausaha produk baru skala rumah tangga. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah: 5 orang aparat desa, 26 peserta yang tergabung di UMKM dan kelompok tani. Kegiatan ini didampingi oleh 3 orang dosen dan 2 orang mahasiswa. Setelah dilakukan pendampingan, ada 3 kelompok UMKM yang memproduksi Yocah, Jelly cane,dan canapple, walaupun dipasarkan di lingkup terbatas.
SOSIALSIASI PELAKU UMKM UNTUK MEMBANGUN BRAND AWARENESS PADA PRODUK MAKANAN: DENGAN TEKNIK PEMASARAN INOVATIF Sitti Aminah; Indriyani; Sella Antesty; Mesak Yandri Masela; Eva Desembrianita; Rina Rifqie Mariana; Fenny
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 1 No 03 (2023): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v1i03.129

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Namun, pelaku UMKM sering kali menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness atau kesadaran merek untuk produk makanan mereka. Dalam era digital yang semakin berkembang, teknik pemasaran inovatif dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi tantangan ini. Tujuan melakukan pengabdian ini adalah untuk memberikan perbaikan toko, pengetahuan tentang penjualan, motivasi dan semangat kepada pelaku UMKM agar dapat melakukan wirausaha dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana sosialisasi pelaku UMKM dapat membantu membangun brand awareness pada produk makanan melalui teknik pemasaran inovatif. Hasil pengabdian ini dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dan pihak terkait lainnya dalam mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan kreatif untuk meningkatkan kesadaran merek dan mengoptimalkan potensi pasar mereka.
Pemberdayaan Potensi Lokal Melalui Inovasi Kuliner Produk “Buah Naga Merah” Di desa Rejosari Kabupaten Malang Rina Rifqie Mariana; Nunung Nurjanah; Teti Setiawati; Putri Jayanti; Yon Ade Lose
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 07 (2023): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i07.454

Abstract

Desa Rejosari Kabupaten Malang, merupakan wilayah binaan Universitas Negeri Malang yang sudah sejak lama dijadikan lokasi KKN. Salah satu permasalahan desa yang belum tertangani adalah melimpah nya buah naga saat panen (rat-rata 2 ton/panen), namun 20-30% tidak terjual karena tidak sesuai standar (buahnya kecilkecil) yang mengakibatkan kerugian pada petani. Untuk itu, masalahnya harus segera diselesaikan dengan mengolah buah naga yang bernilai jual tinggi. Solusi yang ditawarkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan pengolahan buah naga untuk dijadikan kue dan minuman fungsional, dilanjutkan dengan packaging dan pelatihan digital marketing nya. Kegiatan ini diikuti oleh 38 orang peserta yang terdiri dari aparat desa, anggota UMKM dan kelompok petani buah naga. Kegiatan ini menghasilkan 4 jenis minuman dan 1 jenis kue berbasis buah naga. Setelah dilakukan pendampingan selama 1 bulan, teridentifikasi ada 2 kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok UMKM yang mulai memproduksi dan memasarkan produk hasil pelatihan dalam lingkup terbatas.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KENTANG TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK BUMBU GADO-GADO Ikhlasul Putri Sekar Langit; Rina Rifqie Mariana; Issutarti Issutarti
Journal of Food Technology and Agroindustry Vol 5 No 2 (2023): Journal of Food Technology and Agroindustry
Publisher : Journal of Food Technology and Agroindustry dipublikasikan oleh Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jfta.v5i2.2768

Abstract

The making of gado-gado seasoning by adding potato flour is expected to get a better texture of the gado-gado seasoning. Production of potato starch has been widely marketed and easy to obtain. This study aims to examine the organoleptic properties of the gado-gado seasoning substituted with potato flour. The type of research used is experimental research. The design in this study used a completely randomized design (CRD) with one treatment, namely the addition of potato flour with three percentages (15%, 25%,35%). The data obtained were then analyzed by the ANOVA method if there was a difference followed by Duncan's test. There are significant differences in the hedonic quality of color, aroma, taste and texture as well as the level of preference for color, aroma, taste and texture. The highest average hedonic quality and level of color preference is found in the addition of 15%, the highest average hedonic quality and aroma preference level is found in the addition of 15%, the highest average hedonic quality and taste preference level is found in the addition of 15%, the highest average hedonic quality and texture preference level found in 15% increments.
Primer Pairs Specificity Test for Frog Meat Identification Using PCR Technique Norman Yoshi Haryono; Rizqi Layli Khusufi; Delia Wahyu Pangesti; Evi Susanti; Rina Rifqie Mariana; Hartati Eko Wardani; Norazlinaliza Salim
Indonesian Journal of Chemistry Vol 23, No 5 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.83626

Abstract

Halal food assurance is becoming more important with the growth of the halal industry globally. Adulteration of halal meat products using non-halal sources such as pork, dog, boar, and even frog meat has become a major problem for moslems. The purpose of this study is to initiate the method for frog meat identification using polymerase chain reaction (PCR) technique. In this study, three primer pairs (Fk1-Rk1, Fk2-Rk2, Fk3-Rk3) were analyzed for their specificity toward frog meat against other common halal meat sources such as beef, chicken, shrimp, squid, and mackerel. The visualization of DNA amplification showed that primer pair Fk1-Rk1 produced primer-dimer, thus cannot be used for this circumstance. Primer pair Fk2-Rk2 showed a better result where DNA amplicon was produced at ~100 bp for frog meat and no amplicons for other meat. Primer pair Fk3-Rk3 showed a different pattern of DNA amplification for all the meat tested, where the amplicon of frog meat was shown at ~100 bp, while the other meat showed multiple amplicons or none. In conclusion, primer pairs Fk2-Rk2 and Fk3-Rk3 showed their potential as primer pairs for frog meat identification using PCR for implementing halal food assurance, although sensitivity analysis needs to be investigated. 
Pemurnian Minyak Jelantah Menggunakan Arang Aktif Sebagai Solusi Masalah Pedagang Ayam Goreng Rina Rifqie Mariana; Evi Susanti; Yon Ade Lose
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat 9314 pedagang makanan kaki lima di kota Malang, dan jumlah terbanyak (717 pedagang) adalah “nasi lalapan” yang berjualan mulai sore hari (jam 17.00) sampai malam hari. Usaha ini cukup diminati dan tidak pernah sepi dari pengunjung khususnya konsumen mahasiswa dan masyarakat kota Malang. Namun, ada beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh para pedagang pada umumnya yaitu: sudah mulai menggunakan minyak goreng bekas di awal penggorengan, dan melakukan pengulangan penggorengan sampai 20 – 30 kali penggorengan. Kondisi ini tentu saja akan sangat membahayakan bagi konsumen. Solusi yang tepat untuk mengatasi ini adalah pelatihan penggunaan arang aktif untuk pemurnian minyak goreng jelantah agar tetap dapat menjaga kesehatan dan keamanan pangannya dengan memperhatikan nilai ekonomisnya. Metode pengabdian dilakukan melalui penyuluhan tentang bahaya penggunaan minyak goreng jelantah melalui video motion grafis yang menarik, pelatihan pemurnian minyak goreng, dan pendampingan ke 10 lokasi pedagang “ayam lalapan” di lingkar kampus. Pemberian edukasi ini sangat dirasakan kebermanfaatannya, dan langsung dapat dipraktekan oleh para pedagang karena bisa menekan biaya produksi, mudah diperoleh, dan mudah pengerjaannya serta tetap memperhatikan kesehatan konsumennya. Pemberian pelatihan ini juga bisa dilakukan kepada para pedagang yang lainnya karena memiliki masalah yang sama.Kata kunci—pemurnian, minyak jelantah, arang aktif, pedagang kaki lima
Workshop Urban Farming Dengan Metode Hidroponik dan Budikdamber di Desa Wonokerso Wahyu Nur Hidayat; Rina Rifqie Mariana; Titi Mutiara Kiranawati; Fuad Indra Kusuma; Rachmawati Rachmawati; Naurah Septi Anggraini
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekayaan hasil pertanian yang melimpah menjadikan Desa Wonokerso sebagai salah satu daerah yang berpotensi untuk menjadi suatu kawasan wisata edukasi pertanian. Pengembangan wisata edukasi pertanian perlu adanya konsep wisata yang sesuai dengan keadaan alam dan kondisi Desa Wonokerso, salah satunya adalah Urban Farming. Urban farming atau pertanian perkotaan adalah salah bentuk kegiatan pertanian untuk mengatasi kurangnya lahan pertanian yang produktif. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian petani Desa Wonokerso sebagai upaya mempersiapkan Desa Wonokerso sebagai desa wisata edukasi pertanian. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan hidroponik untuk memberikan edukasi perikanan kepada warga desa. Kegiatan pengabdian masyarakat terbagi menjadi lima tahapan yakni sosialisasi, pelatihan, monitoring, instalasi dan pengembangan branding. Pengabdian ini memberikan pemahaman terhadap peserta mengenai bagaimana metode budidaya ikan dalam ember dan hidroponik dengan media air sebagai upaya pengembangan desa wisata edukasi pertanian di Desa Wonokerso. Melalui pengabdian ini mampu meningkatkan kemampuan warga untuk mempersiapkan Desa Wonokerso sebagai desa wisata edukasi pertanian.Kata Kunci: urban farming, hidroponik, budikdamber
Co-Authors Aditia Gustiana Gunawan Aisyah Larasati Andoko Andoko Andoko, Andoko Andreas Syah Pahlevi Animatul Chisbiyah, Lismi Asep Awaludin Prihanto Aulia Azzardina Budi Wibowotomo Delia Wahyu Pangesti Deya Anniza'ul Azizah Dian Prayogi Dwi Agus Sudjimat Erwanti Anggraini Anggrek Eva Desembrianita Evi Susanti Fadila, Eurima Zahra Rahma Fenny Firyal, Fadila Fikri Fuad Indra Kusuma Haq, Salsabila Thifal Nabil Hartati Eko Wardani Hendranawan, Rian Syahmulloh Hermanto, Yon Ade Lose Hidayati , Laili Ikhlasul Putri Sekar Langit Indriyani Indriyani Isnandar Issutarti Issutarti Issutarti Issutarti, Issutarti Khornaylius, Ester Abigail Theresia Laili Hidayati Langit, Ikhlasul Putri Sekar Lismi Animatul Chisbiyah Lose , Yon Ade Maftuchin Romlie Martin, Denny Mesak Yandri Masela Mohammad Efendi Muhamad Zaki Muhammad Aris Ichwanto Muntholib Muyasyaroh, Hidayatun Nada Itorul Umam Najih Gilang Ramadhan Naurah Septi Anggraini Nindry Efrinasari Norazlinaliza Salim Norman Yoshi Haryono Nunung Nurjanah Nunung Nurjanah Nur Hidayat, Wahyu Nurul Farikhatir Rizkiyah Permata, Citra Diah Permatasari, Adisti Putri Prasetya, Luhur Adi Prawesti, Halifia Lintang Putri Jayanti Putriningtyas, Ayu Rachmawati Rachmawati Ramadhan, Najih Gilang Rizqi Layli Khusufi Rofiudin, Amir Saputri, Anggi Martiningtyas Januwati Sella Antesty Sitti Aminah Soenar Soekopitojo Suhendri Suhendri Syafi’i, Imam Syamsul Hadi Syamsul Hadi Teti Setiawati Thomas Soseco Titi Mutiara Kiranawati Umam, Nada Itorul Ummi Rohajatien WAHYU HIDAYAT, NUR Wibowo, Ary Agung Widi Rimastuti Yon Ade Lose Yon Ade Lose Yoto Yuyun Nailufar