Articles
Development of the Dangerous Road Maze Game to Stimulate Critical Thinking Abilities in Children Aged 5-6 Years
Haq, Azizah Ulfah;
Sutama, I Wayan;
Anisa, Nur;
Putra, Yudithia Dian
Proceedings Series of Educational Studies 2024: The 3rd International Conference on Educational Management and Technology (ICEMT) 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Technological developments can make learning more interesting and varied. In addition, children's development components will increase faster than before. Dangerous Road is an application-based game where players must complete road-finding missions by composing meaningful words that are relevant to the game theme. The ADDIE development model was used to develop the digital maze game “Dangerous Road”. This research uses a Likert scale questionnaire filled out by material experts, media experts and teachers, using qualitative and quantitative data analysis techniques. According to research and development results, the Maze Dangerous Road game is an effective, efficient and interesting learning medium for children aged 5 to 6 years. Small group trials were carried out on 5 children at Dharma Wanita Kencong 2 Kindergarten, with an effectiveness value of 80%, attractiveness 77.5%, and efficiency 72%; Large group trials were carried out on 28 children at the Dharma Wanita Kencong 2 Kindergarten with a total of 8 children and the Elbaith Rif'a Islamic Happy School Kindergarten with a total of 20 children, with an effectiveness score of 95%, attractiveness of 88.2%, and efficiency of 81.7%. Keywords: Early Childhood; Digital Maze Games; Critical Thinking
Teachers' Ability in Compiling Merdeka Curriculum-Based Teaching Modules in Kindergarten in Klojen District, Malang City (Case Study at BA Restu 1 Malang, Taman Indria 1 Malang Kindergarten, and ABA 9 Malang Kindergarten)
Carissima, Putri;
Sutama, I Wayan;
Astuti, Wuri
Proceedings Series of Educational Studies 2024: The 3rd International Conference on Educational Management and Technology (ICEMT) 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to describe the ability of kindergarten teachers in compiling teaching modules based on the Merdeka Curriculum located in Klojen District, Malang City, along with the inhibiting factors and supporting factors. This study uses a descriptive qualitative type with a case study approach. The data source use the teaching module along with the results of interviews with 1 teacher from 3 kindergarten. The data collection techniques use the interviews, observations, and documentation. The study result show that the ability of teachers to compile teaching modules at BA Restu 1 Malang, Kindergarten Taman Indria 1 Malang, and Kindergarten ABA 9 Malang is included in the sufficient category because the inhibiting factors experienced by teachers include teaching modules require many attachments, different self-awareness of teachers, teaching modules content sometimes does not match the learning activities, and difficulties in determining appropriate learning media. The supporting factor that helps teachers include training to prepare teaching modules, free to cooperate with each other, and can prepare teaching modules according to the weekly program that has been made. This research cannot necessarily represent the ability of teachers in compiling teaching modules based on the Merdeka Curriculum because it is included in case study research. Keywords: Teacher Ability; Teaching Module; Merdeka Curriculum; Kidergarten
Penerapan Program Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Di Rumah Bersama Keluarga
Marzuuqoh AR, Farah Yumnaa;
Sutama, I Wayan;
Astuti, Wuri
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um053v7i1p47-56
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pembelajaran daring yang dilaksanakan salah satu sekolah yang berada di Palangka Raya. Data penelitian ini di kumpulkan melalui kuesioner dan wawancara kepada guru dan orang tua tentang pembelajaran online yang di laksanakan di rumah bersama orang tua. Proses pembelajaran online, sekolah tetap menggunakan model Montessori yang dapat berhubungan dengan kegiatan sehari-hari anak dan mencakup lima aspek perkembangan Montessori. Meskipun kegiatan Montessori dilakasanakan di rumah, guru tetap memberikan contoh kepada anak melalui youtube sekolah, kegiatan tersebut anak dapat merasakan dan belajar secara langsung. Kurikulum yang digunakan merupakan kurikulum yang dibuat oleh sekolah dengan hasil perkembangan dari psikolog dan terapis perkembangan anak. Analisis data yang digunakan yaitu penelitian kualitatif interactive model. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu proses pembelajaran Montessori di rumah bersama keluarga, proses pembelajaran Montessori di sekolah, serta kurikulum yang digunakan oleh sekolah. Orang tua tidak memaksakan kepada anak untuk mengi kuti pembelajaran melalui via zoom jika suasana hati anak tidak baik. Media pembelajaran yang digunakan oleh anak di rumah menggunakan benda yang berada di sekitar anak, aplikasi untuk pembelajaran online, serta alat permainan Montessori yang dipinjam dan dipilih langsung oleh anak di sekolah. Pembelajaran online di TKIT Sahabat Alam berjalan dengan baik serta menyenangkan bagi anak serta berkat kerja sama dari orang tua dan guru.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Pola Makan Anak Kelompok B di TK Kemala Bhayangkari 11 Tumpang
Rachmasari, Satyaning;
Sutama, I Wayan;
Anisa, Nur
Jurnal PAUD: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 2 (2024): March
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um053v6i2p45-52
Orang tua memiliki peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun masih banyak orang tua yang terlalu sibuk dengan kepentingannya sehingga membuat perannya sebagai orang tua terlalaikan. Kesibukan orang tua ini menyebabkan kurangnya perhatian terhadap anak, salah satunya yaitu kurang memperhatikan pola makan anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan pola makan anak kelompok B di TK Kemala Bhayangkari 11 Tumpang. Metode penelitian ini yaitu penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua dari peserta didik kelompok B di TK Kemala Bhayangkari 11 Tumpang dengan jumlah 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian dengan pengujian Spearman Rank diperoleh nilai value sebesar 0,002 , sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan pola makan anak kelompok B di TK Kemala Bhayangkari 11 Tumpang. Dari hasil penelitian diharapkan orang tua dapat menambah pengetahuan mengenai pola asuh dan pola makan anak.
Digital Literacy Competence in Intercultural Interaction in the Dayan Gunung Community, North Lombok, Indonesia
Sutama, I Wayan;
Pawito, Pawito;
Hastjarjo, Sri;
Demartoto, Argyo
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35508/jikom.v14i1.9561
This research aims to explains digital literacy competencies based on multicultural and traditional knowledge and their implications for community interaction in Dayan Gunung North Lombok. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through limited observation and interviews. The results show that it is necessary to develop digital literacy and intercultural interaction competencies through (1) understanding and appreciating cultural differences in intercultural interactions, (2) adjusting communication strategies and behaviors to accommodate cultural differences through cultural sensitivity, (3) critically evaluating and analyzing information and media content, (4) collaborating and working together effectively for a common goal, and (5) developing an understanding and practice of digital ethics that promotes inclusivity, equity, and responsible digital citizenship for all multicultural communities. The implication of this study is that to ensure that digitalization brings maximum benefits to traditional communities, a holistic approach is needed, including improved access to technology, digital literacy training, and policies that protect and promote local culture.
E-Modul Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini Sebagai Sumber Belajar Digital
Sutama, I Wayan;
Astuti, W.;
Anisa, N.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v9i3.41385
Era digital berdampak pada semua aspek kehidupan termasuk dalam pendidikan dan pembelajaran. Pembelajaran berubah dari pola tatap muka menuju ke arah dalam jaringan. Kemudahan dan mobilitas pembelajaran untuk mahasiswa S1 PGPAUD belum didukung oleh sumber belajar yang fleksibel, mudah diakses dan adaptif serta terprogram, sehingga mereka masih tergantung pada kehadiran dosen melalui web meeting dan atau tatap muka. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, diperlukan sumber dan program pembelajaran yang efektif dan efisien, serta menarik sehingga mahasiswa dapat belajar secara mandiri maupun kolaboratif secara online. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan e-modul strategi pembelajaran anak usia dini, yang efektif, efisien dan menarik. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan model Borg & Gall. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa S1 PGPAUD sejumlah 15 orang untuk uji kelompok kecil dan 40 orang untuk uji kelompok besar. Selain itu melibatkan penguji ahli materi dan desain pembelajaran masing-masing 2 orang. Untuk penguji ahli materi berasal dari dosen S1 PGPAUD dan penguji ahli desain dari dosen jurusan Teknologi Pembelajaran. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran quisener dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan teknik prosentase. Simpulan penelitian ini adalah bahwa e-modul ini sangat layak digunakan sebagai salah satu sumber belajar digital pada matakuliah Strategi pembelajaran Anak Usia Dini, karena memenuhi unsur keefektivan, keefisienan, dan kemenarikan.
Improving 21st Century Competencies: Implementation of Problem- and Project-Based Digital Maze Games in Early Childhood
Sutama, I Wayan;
Astuti, Wuri;
Pramono
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v12i1.69997
21st century competencies are very important to develop. Developments continue to occur over time, especially in the fields of technology and economics. However, the reality on the ground shows that 90% of IT use in education is only to access information and videos shown to children. This makes communication only go in one direction and does not stimulate children's critical thinking skills. This research aims to produce a design and analyze the validity of digital maze game media to stimulate 21st century skills in children aged 5-6 years. This research is included in the type of development research using the ADDIE model. The subjects in this study were 30 children with 2 material expert validators and 2 media expert validators. The data collection technique uses a questionnaire. The data that has been collected is then analyzed using descriptive quantitative analysis. The results of the material expert validity test obtained a score of 90% (very feasible), the media expert validation test 97% (very feasible), the results of individual trials obtained a total average of 77.5% (feasible). It can be concluded that the novelty of the digital maze game media is suitable for use in learning to stimulate the 21st century skills of children aged 5-6 years. The implication of this research is that it can attract children's enthusiasm for learning. In this way, children can have collaboration skills, digital literacy, and improve critical thinking skills through problem solving to discover new vocabulary.
Advancing 21st-Century Skills in Early Childhood Through the Project-Based Learning Model: Evidence from Children Aged 5–6 Years
Shiddiq, Azka Arina Nur Kamila;
Sutama, I Wayan;
Astuti, Wuri
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v12i2.75057
The paradigm shifts of 21st century education directs children to have not only knowledge, but also skills. The skills in question include communication, critical thinking, creativity, and collaboration, known as the 4Cs. In early childhood education, it is important for teachers to use learning models that can stimulate 21st century skills, one of which is the project-based learning model. This study aims to analyze the effect of the project-based learning model on the 21st century skills of children aged 5–6 years. The subjects of the study were children in group B at a school that had implemented a project-based learning model. The research design used was Nonequivalent Control Group Design. Data collection was carried out through participatory observation using observation sheets that had been tested for reliability and construct validity. Data were analyzed using descriptive analysis and non-parametric tests. From the experimental class, the average pretest score was 41.813 and the average posttest score was 80.938, indicating an increase in 21st century skills after treatment using project-based learning. Hypothesis testing using the Mann-Whitney U Test produces a significance value of <0.001 (<0.05). It can be concluded that there is a significant influence of the project-based learning model on the 21st century skills of children aged 5–6 years. The implication of this study is to provide the latest information on the influence of project-based learning in improving 21st century skills.
Permainan Kartu Kreatif sebagai Media Belajar pada Anak Usia Dini
Pramono;
Putra, Yudhitia Dian;
Sutama, I Wayan;
Tirtaningsih, Munaisra Tri;
Galuh, Ajeng;
Badzlin, Safira
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8690
Dunia anak dunia bermain, belajarnya anak sebagian belajar melalui bermain permainan yang mereka lakukan. Belajar melalui bermain inilah pola hubungan yang paling ideal antara belajar dan bermain. Bermain sambil bermain adalah lebih mengutamakan belajar daripada permainan. Bermain hanya sebatas sarana, bukan sebagai tujuan. Permainannya bisa dalam bentuk apa saja, salah satunya permainan kartu kreatif untuk meningkatkan rasa percaya diri anak. Kartu kreatif memberikan manfaat memberikan atau menciptakan inovasi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dan. Dalam aktivitas gerak memberikan banyak kegiatan untuk mengembangkan kreatifitas pada anak usia dini, menggunakan bergabai aktivitas dengan motorik kasar maupun motork halus. Adapun permainan yang dipilih disesuikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Ketercapaian semua kegiatan aktivitas pada anak tidak lepas dari perhatian jangka Panjang yang diperagakan oleh anak, mulai dari Gerakan-gerakan tangan dan Gerakan-gerakan lainya serta perpaduan atau pengorganisasian antara gerakan motorik kasar dan motorik halus.Pelaksanaan pembuatan kartu kreatif bagi orang tua dan guru PAUD Matahari Tegalgondo yang bertujuan untuk memenuhi permintaan pendidik paud matahari dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas gerak dalam pemebalajaran pengembangan fisik motorik anak usia dini. Permainan kartu kreatif sebagai media belajar pada anak usia dini sangat membantu pada proses pembelajaran aktivitas gerak pada anak usia dini di PAUD Matahari
Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Penyebaran COVID-19 pada Masyarakat di Desa Seminyak, Kabupaten Badung
Janandewi, Anak Agung Ayu Bintang;
Sutama, I Wayan;
Putri, Dewa Ayu Putu Adhiya Garini
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2022.v6i1.2030
Virus corona atau COVID-19 saat ini telah menyebar luas di berbagai negara bahkan Indonesia. Virus corona atau COVID-19 adalah keluarga besar virus yang dapat menginfeksi burung dan mamalia, termasuk manusia. Virus ini mengakibatkan penyakit mulai dari flu ringan hingga infeksi pernapasan yang lebih parah seperti MERS-CoV dan SARS-CoV. Kabupaten Badung merupakan salah satu wilayah dengan grafik perkembangan COVID-19 yang menunjukkan peningkatan cukup tinggi. Desa Seminyak adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Badung. Desa Seminyak juga sebagai daerah tujuan wisata yang menyebabkan perlunya pengetahuan yang rinci dan lengkap mengenai COVID-19 kepada masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai COVID-19 dengan cara melakukan sosialisasi dan edukasi COVID-19. Kegiatan ini dilakukan dengan dua metode yaitu daring dan luring. Kegiatan sosialisasi dan edukasi daring dilakukan dengan menyebarkan slide PowerPoint, poster, dan video melalui grup WhatsApp serta melakukan sosialisasi dan edukasi luring dengan cara door to door pada masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan serta menempelkan poster pada tempat-tempat strategis dan mudah dilihat oleh masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yakni pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 mengalami peningkatan sebesar 80% dan masyarakat lebih mengerti untuk menerapkan cara pencegahan COVID-19.