Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Relevance of The Independent Learning Curriculum to the 21st Century Learning Model in Development of Society Era 5.0 Limbong, Ezra Egidia Shelomita; Pasaribu, Shofia Debora; Tampubolon, Yenji Betaria Sonata; Lubis, Rajo Hasim
EDUCTUM: Journal Research Vol. 3 No. 3 (2024): Eductum: Journal Research
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ejr.v3i3.606

Abstract

Society 5.0 is a society that can solve various social challenges and problems by utilizing various innovations that were born in the era of the industrial revolution 4.0, such as the internet of things (internet for everything), artificial intelligence (artificial intelligence), Bit Data (large amounts of data), and robots to improve the quality of human life. This era is a new opportunity and challenge for students to improve their soft skills as preparation for the future. It is generally known that the curriculum is the "soul" of education. The curriculum should need to be evaluated dynamically and periodically following current developments, especially science and technology. The curriculum is also prepared taking into account the competencies needed by society and graduates. Kukirikulm independent learning is one of the new policies of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Republic of Indonesia (Kemendikbudristek RI) which is aimed at realizing an innovative learning process and following the needs of students (Student-Centered). The era of society 5.0 takes place in the 21st century, which is the glory of the digital world. An innovative learning model is an approach or learning method that uses new, creative ways and prioritizes critical thinking, active involvement and active participation of students in the learning process with the aim of developing students' ability to think independently, creatively and innovatively, so that they can generate new ideas, solve problems, and apply knowledge in real life. Innovative learning models are very relevant in the Merdeka Curriculum because the Merdeka Curriculum emphasizes a studentcentered learning approach, which prioritizes creativity, collaboration and problem-solving abilities. Innovative learning models such as project-based learning, problem-based learning, or technology-based learning can help realize these goals by providing interesting and relevant learning experiences for students.
PERAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING SETELAH COVID-19: LITERATURE REVIEW Karina Angely Sinaga; Karyn Arme Septia Br Ritonga; Maria Putriguna Sinaga; Shella Veronica Br Perangin-Angin; Rajo Hasim Lubis
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i6.7242

Abstract

Penelitian ini merupakan studi literatur yang mendalami model pembelajaran blended learning sebagai pendekatan yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring untuk menciptakan pengalaman belajar yang fleksibel, interaktif, dan relevan di era digital. Dengan menggunakan metode narrative review, penelitian ini mengkaji berbagai artikel dan jurnal nasional maupun internasional untuk mengevaluasi efektivitas blended learning dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Hasil studi menunjukkan bahwa blended learning mampu mendorong motivasi belajar, meningkatkan kemandirian, literasi digital, dan hasil belajar peserta didik. Model ini memberikan fleksibilitas dalam waktu dan tempat belajar, serta memungkinkan integrasi teknologi untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik. Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti kesenjangan akses teknologi, kesiapan infrastruktur, dan kemampuan digital yang bervariasi di kalangan siswa dan pendidik. Penelitian ini menekankan pentingnya desain sistem pembelajaran yang matang, pelatihan guru untuk mengoptimalkan teknologi, serta dukungan kebijakan pendidikan yang memadai. Dengan pendekatan yang tepat, blended learning berpotensi menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masa depan.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL: STUDI KASUS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Teti Damayanti; Enjelaria Siregar; Raihan Asy Shifa Arifin; Rajo Hasim Lubis
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i8.7380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui studi literatur terhadap 15 artikel ilmiah. Model pembelajaran kontekstual diyakini dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menghubungkan materi akademik dengan kehidupan nyata siswa. Pembelajaran berbasis kearifan lokal juga memberikan kontribusi dalam mengembangkan kemampuan saintifik, berpikir kritis, dan membentuk karakter siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model ini efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, keterampilan sosial, serta karakter siswa. Implementasi kearifan lokal seperti budaya dan nilai-nilai tradisional memperkuat relevansi pembelajaran serta mendukung internalisasi nilai sosial dan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, meskipun keberhasilannya memerlukan dukungan pelatihan guru dan integrasi yang baik ke dalam kurikulum.
MEMBANGUN KETERAMPILAN ABAD 21: REVIEW LITERATUR TENTANG EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING (Building 21st Century Skills: A Literature Review on the Effectiveness of Problem-Based Learning Learning Models) Lubis, Rajo Hasim; Manullang, Agnes Angelina; Malau, Cindy Klovia; Pasaribu, Monika Dian Sari; Situmorang, Sentia
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i1.7637

Abstract

Penelitian ini menganalisis literatur mengenai efektivitas model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dalam membangun keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Studi literatur terhadap 18 artikel ilmiah menunjukkan bahwa PBL memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar, serta memberikan pengalaman belajar berbasis masalah nyata yang relevan. Penelitian ini menyoroti pentingnya desain masalah yang relevan dan dukungan fasilitas dalam implementasi PBL. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pendidik untuk mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
STUDI LITERATUR MODEL PEMBELAJARAN "PROJECT BASED LEARNING” Fadilah, Nurul; Gunawan, Rifa Ardhana; Chairani, Sarah; Syahputri, Susi; Lubis, Rajo Hasim
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i1.7661

Abstract

Model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) telah banyak diterapkan dalam berbagai konteks pendidikan sebagai metode pembelajaran aktif yang efektif. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas PjBL dalam meningkatkan hasil belajar, keterampilan abad ke-21, dan motivasi siswa, khususnya pada mata pelajaran fisika. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis data dari berbagai jurnal yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL berkontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis serta kreatif siswa. Pendekatan ini juga mendukung pengembangan keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah melalui proyek yang relevan. Meskipun menghadapi tantangan seperti kebutuhan waktu dan sumber daya, PjBL sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan pembentukan profil Pelajar Pancasila. Studi ini merekomendasikan penerapan PjBL yang lebih luas dengan pelatihan bagi pendidik untuk memastikan keberhasilan implementasi.
Development of differentiated e-module using the AppYet application on measurement material at taruna high school Tulung, Laila Tulisna; Lubis, Rajo Hasim
ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/orbita.v10i2.24930

Abstract

Merdeka Curriculum is designed to meet the challenges of 21st-century skills, focusing on student development, thus requiring differentiated teaching materials that accommodate students' interests and learning styles. This research aims to develop a differentiated e-module using the AppYet application on measurement material for X IPAS 1 students at Taruna high school in Medan, which is feasible, practical, and effective. The research method used is Research and Development (R&D) with a 4D development model that includes Define, Design, Develop, and Disseminate. The research subjects were 20 students in class X IPAS 1 at Taruna high school . The research instruments used were validation questionnaires, teacher and student response questionnaires, and validated test questions. The data analysis technique used the Likert scale to determine feasibility and practicality, and the N-gain to determine the effectiveness of the e-module. The results showed that the developed e-module was highly feasible, validated by material, media, and language experts, with an overall average of 85.92%. The practicality obtained from student responses in the large group test, was 87.35%, categorized as very practical, while the responses from the physics teacher were 90.3%, also categorized as very practical. The effectiveness of the e-module, determined using the N-gain based on pre-test and post-test results, was 0.774 or 77.4%, indicating that the e-module is effective for use in learning activities. Based on the research results, it can be concluded that the developed e-module is proven to be highly feasible, practical, and effective, thus facilitating more structured and organized learning by providing content tailored to the learning styles of each student.
PENGARUH RADIASI ELEKTROMAGNETIK TERHADAP KESEHATAN DAN UPAYA PENCEGAHANNYA Turnip, Elfrida; Meta Sari, Meta Sari; Hutajulu, Putri Sridewi; Sirait, Yohana; Lubis, Rajo Hasim
Karst: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya Vol 7 No 2 (2024): Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/karst.v7i2.2314

Abstract

The impact of electromagnetic radiation on health and preventive measures. Laptops emit electromagnetic radiation, including blue light from screens and microwaves from Wi-Fi modules, which pose potential cumulative health risks. This study aims to measure the electromagnetic radiation emitted by laptops, evaluate its impact on user health, and identify applicable preventive measures. The research employed a qualitative method based on library research with a content analysis approach. The findings reveal that blue light intensity ranges from 10–50 µW/cm², while microwave radiation from Wi-Fi reaches up to 2.0 mW/cm² at close distances. Health impacts include eye fatigue, accommodation disorders, and neurological effects such as headaches and fatigue due to prolonged radiation exposure. Identified preventive measures include blue light filters, screen distance adjustments, and low-power Wi-Fi technology. This study offers practical guidelines to minimize health risks associated with electronic device usage.
IDENTIFIKASI PENGARUH GELOMBANG DAN BUNYI PADA FENOMENA MENDENGAR Sihotang, Hartati Kartika Br; Karo, Judha Stepanus; Sihotang, Kartini Anggi Agata; Simbolon, Vipta Niva Mariana; Lubis, Rajo Hasim
Karst: Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya Vol 7 No 2 (2024): Karst : Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/karst.v7i2.2527

Abstract

Waves are vibrations that propagate, either through the media or not through the media. Sound is wave energy that comes from a sound source, namely a vibrating object. Where the purpose of this study is to find out how waves and sound affect the phenomenon of hearing. Based on the problems raised, the research method that is suitable for use is in the form of literature studies or literature studies. Literature study can be reached by collecting references consisting of several previous studies which are then compiled to draw conclusions. The sound that the human ear hears changes from a mechanical acoustic signal to an electrical signal that is passed on by the auditory nerve to the brain. The results showed that the process of hearing goes through three stages, namely the stage of transferring physical energy in the form of a sound stimulus to the hearing organ, the conversion or transduction stage, namely the conversion of the physical energy stimulation to the receiving organ and the stage of transmitting nerve impulses to the auditory cortex and of course it cannot be separated from the human hearing organ. namely ears. The process of hearing is a process that is not simple, in order to hear humans must have good hearing organs and hearing function. The organ system of hearing is divided into peripheral and central.
Model Pembelajaran Kolaboratif : Tinjauan Literatur Tina Suryani Siregar; Anike Renti Anita Sinaga; Apri Ananta Sitio; Icha Netanya Sianturi; Rajo Hasim Lubis
Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 4 (2024): Desember: Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/pentagon.v2i4.326

Abstract

This study aims to analyze the application of collaborative learning models in the digital era based on a literature review of 15 related journals. Collaborative learning, which involves social interaction between learners and utilization of digital technology, has great potential in improving student engagement, concept understanding, and 21st century skills. The analysis shows that technology-based collaborative learning, such as the use of Learning Management Systems (LMS), online platforms and other collaborative applications, is effective in improving learning quality. However, the implementation of this model also faces challenges related to technology access, digital literacy, and online learning management. In conclusion, collaborative learning model in the digital era can enrich learners' learning experience, provided it is supported by adequate infrastructure and training for educators. Technology-based collaborative learning has the potential to be a solution to create a more inclusive, interactive and competency-based education in the future.
STUDI LITERATUR: PENERAPAN KONSEP USAHA DAN ENERGI DALAM BIOMEKANIKA UNTUK OPTIMALISASI KINERJA ATLET DAN REHABILITASI CEDERA Simanungkalit, Ferawati; Pitaloka, Mike Vanesa; Padang, Relasti; Sinaga, Vincen Ision; Lubis, Rajo Hasim
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 13 No. 6 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v13i6.11969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konsep kerja dan energi dalam biomekanika olahraga dan rehabilitasi cedera. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, di mana peneliti mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber tertulis seperti jurnal ilmiah dan buku referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip fisika dalam analisis biomekanika dapat meningkatkan performa atlet dan mencegah cedera dengan mengoptimalkan efisiensi gerakan dan memahami mekanisme perpindahan energi. Energi mekanik, sebagai bentuk energi utama dalam olahraga, harus dikelola dengan baik untuk mengurangi risiko cedera. Sebagai kesimpulan, pemahaman yang mendalam tentang kerja dan energi dalam biomekanika sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan rehabilitasi. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi perlunya integrasi prinsip biomekanika dalam pendidikan jasmani dan pelatihan atlet, serta pengembangan program rehabilitasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien individu untuk memastikan pemulihan yang optimal dan pencegahan cedera berulang. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi interaksi antara faktor-faktor yang memengaruhi cedera dalam konteks olahraga yang berbeda.
Co-Authors Agustina, Dhiah Ayu Andini, Khairanum Anggreiny, Lavenia Puspa Anike Renti Anita Sinaga Apri Ananta Sitio Arya, Danu Dwi Bara, Agung Setia Batu Batubara, Agung Setia Br Manurung, Siska Yulianti Budiman Nasution Chairani, Sarah Deo Demonta Panggabean Derlina . Enjelaria Siregar Febriza, Tiara Rizka Fitri Handayani Gunawan, Rifa Ardhana Hani Diana Sipayung Hura, Dania Priskilla Hutagalung, Nazma Yanti Hutajulu, Putri Sridewi Icha Netanya Sianturi Ida Wahyuni Irfandi Irfandi Juniar Hutahaean Karina Angely Sinaga Karo, Judha Stepanus Kartika, Suci Dwi Karyn Arme Septia Br Ritonga Khairul Amdani Khoir, Aji Ibnu Limbong, Ezra Egidia Shelomita Lubis, Nur Saimah Malau, Cindy Klovia Manullang, Agnes Angelina Maria Putriguna Sinaga Meta Sari, Meta Sari Milda, Debora Nanda Safarati Nurul Fadilah, Nurul Padang, Relasti Pasaribu, Monika Dian Sari Pasaribu, Shofia Debora Pitaloka, Mike Vanesa Purba, John Tampil Rahmatsyah Rahmatsyah Rahmatsyah, Rahmatsyah Raihan Asy Shifa Arifin Ratna Tanjung Ridwan Abdullah Sani Rifandha, Surya Azi Rita Juliani Rugaya, Rugaya Sahyar . Sani, Ridwan A Satria Mihardi Sembiring, Rinawati Shella Veronica Br Perangin-Angin Sihotang, Hartati Kartika Br Sihotang, Kartini Anggi Agata Silaban, Adeline Silvia Dona Sari Simanihuruk, Rahel Novita Simanjuntak, Andrew Simanungkalit, Ferawati Simbolon, Vipta Niva Mariana Sinaga , Johana Theresia Sinaga, Erdina Sari Sinaga, Vincen Ision Sirait, Yohana Situmorang, Sentia Stephanie Stephanie Suriatama, Dimas Sutria, Yuna Syahdila, Tiara Syahputri, Airi Rizki Syahputri, Susi Tampubolon , Togi Tampubolon, Yenji Betaria Sonata Teti Damayanti Tina Suryani Siregar Tulung, Laila Tulisna Turnip, Elfrida Wahyuni , Ida Wawan Bunawan Yeni Megalina Yeni Megalina, Yeni Zuhra, Siti