Claim Missing Document
Check
Articles

Kampanye DAGUSIBU Antibiotik yang Tepat di Kantor Kelurahan Pemurus Dalam Banjarmasin Muhammad Firman Akbar; Dian Kusuma Putra; Samsul Hadi; Deni Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i2.9689

Abstract

Intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi merupakan ancaman global bagi kesehatan terutama terkait resistensi. Masyarakat kerap kali keliru dalam penggunaan, penyimpanan dan pemusnahan antibiotik dengan benar. Kegiatan ini bertujuan menghimbau pentingnya penggunaan obat antibiotik yang bijak, baik dari obat tersebut pertama didapatkan, kemudian obat tersebut digunakan dan disimpan, serta tahapan pembuangan obat sesuai dengan jenis dan bentuk dari obat tersebut. Metode promosi kesehatan yang digunakan yaitu ceramah dan pemberian leaflet kepada peserta. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan postest untuk menilai peningkatan pemahaman. Kegiatan diikuti oleh 30 kader Kelurahan Pemurus Dalam. Hasil post-test yang dilakukan pada 30 peserta menunjukkan adanya peningkatan dari pretest dengan rata-rata 45 menjadi 81,25. Berdasarkan data tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah pemberian materi sebesar 36,25. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting untuk kader desa sebagai agen yang membantu menyebarluaskan DAGUSIBU Antibiotik yang tepat.Kata Kunci: Kader, Edukasi, Antibiotik, ResistenThe relatively high intensity of use of antibiotics is a global threat to health, especially related to resistance. People often make mistakes in using, storing and destroying antibiotics properly. This activity aims to encourage the importance of wise use of antibiotics, both from the first time the drug is obtained, then the drug is used and stored, as well as the stages of drug disposal according to the type and form of the drug. The health promotion methods used are lectures and giving leaflets to participants. Evaluation of activities is carried out through pretest and posttest to assess increased understanding. The activity was attended by 30 Pemurus Dalam Village cadres. The results of the post-test conducted on 30 participants showed an increase from the pretest with an average of 45 to 81.25. Based on these data, it shows that there is an increase in understanding after giving material of 36.25. It is hoped that this activity will become an important provision for village cadres as agents who help disseminate DAGUSIBU appropriate antibiotics.
Sosialisasi Batas Penggunaan Obat Atau Beyond Use Date (BUD) di Apotek Kimia Farma 188 Rafiah Anggianingrum; Rezka Fajar Ramadhan; Samsul Hadi; Deni Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i4.10362

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat setelah diracik atau disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka atau rusak. Menggunakan obat yang sudah melewati BUD atau ED-nya berarti menggunakan obat yang stabilitasnya tidak lagi terjamin. Penetapan waktu dan pencantuman BUD di Indonesia masih belum diatur dalam regulasi tersendiri. Apoteker memiliki tanggung jawab profesional untuk menyampaikan Informasi terkait BUD. Kegiatan ini merupakan upaya promotive yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang batas penggunaan obat yang baik dan benar, serta masih aman untuk digunakan. Kegiatan dilaksanakan di apotek Kimia Farma 188 S Parman Banjarmasin pada periode Agustus hingga September menggunakan metode ceramah. Penyampaian informasi dilakukan kepada sekelompok atau setiap individu yang berkunjung secara langsung dengan alat bantu leaflet. Kegiatan diawali dengan menggali pengetahuan tentang BUD (Beyond Use Date) dilanjutkan dengan pemberian materi dan leaflet. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan postest. Sebagian besar peserta (92,3%) tidak mengetahui definisi BUD. Hasil edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rerata postest 97,7%. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas informasi BUD dan peserta menjadi agen of change yang menyampaikan informasi kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Kata Kunci: Beyond Use Date, Promotif, Agen of Change, Leaflet Beyond Use Date (BUD) is the time limit for use of a drug after it has been formulated or prepared or after the primary packaging has been opened or damaged. Using a drug that has passed its BUD or ED means using a drug whose stability is no longer guaranteed. The timing and inclusion of BUD in Indonesia is still not regulated in a separate regulation. Pharmacists have a professional responsibility to convey information related to BUD. This activity is a promotive effort which aims to increase public knowledge and behavior regarding the limits of good and correct use of drugs, which are still safe to use. Activities were carried out at Kimia Farma 188 S Parman Banjarmasin pharmacy from August to September using the lecture method. Delivery of information is carried out to a group or each individual who visits directly using leaflets. The activity began by exploring knowledge about BUD (Beyond Use Date) followed by providing materials and leaflets. Evaluation of activities is carried out using posttest. Most participants (92.3%) did not know the definition of BUD. The educational results show a significant increase in knowledge with a posttest average of 97.7%. It is hoped that this activity can expand BUD information and participants become agents of change who convey information to families and the surrounding community.
Pembuatan Jamu yang Baik dalam Program Kosabangsa di UP2K Permata Mustika di Kabupaten Tanah Bumbu Kunti Pelita Kuranji Blok Nastiti; Noval Noval; Yusri Yusri; Samsul Hadi; Liling Triyasmono; Gunawan Gunawan
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024724

Abstract

Kalimantan Selatan merupakan daerah dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Hal tersebut juga berdampak pada masyarakat yang tinggal mempunyai keanekaragaman suku dan budaya. Desa Mustika terletak di Kabupaten Tanah Bumbu yang terdiri dari berbagai suku adat antara lain Suku Banjar, Bugis, Jawa, Bali dan Madura yang meyakini warisan leluhur mengenai pengobatan tradisional terutama menggunakan tanaman obat dan meyakini bahwa obat berasal dari alam lebih aman daripada obat sintetik. Namun, Obat herbalpun tidak sepenuhnya aman bila digunakan tidak sesuai aturan dan juga proses pengolahan akan mempengaruhi mutu, kualitas dan khasiat. Diperlukan suatu pendampingan dalam penggunaan jamu yang sesuai dengan aturan, pengolahan dari bahan baku hingga proses produksi, dan pengemasan melalui pendekatan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dalam prosenya. Sebelum kegiatan dilakukan masyarakat diberikan kuisioner dan pretes. Selanjutnya, diberikan materi sekaligus praktek penggunaan alat dan diakhiri dengan postes dan evaluasi praktek. Kuisioner dan hasil pretes menunjukkan bahwa masyarakat pada UP2K Permata ini dalam memproses pengolahan jamu masih menggunakan peralatan sederhana, dan belum terlalu memperhatikan kehigienisan seta tahapan pembuatannya tidak terstandar sehingga sangat memungkinkan hasil produksi selanjutnya mempunyai perbedaan rasa, mutu maupun khasiat. Melalui kegiatan pengabdian ini masyarakat di UPPK Permata ini mendapatkan ilmu bagaimana mengelola sekaligus praktek bagaimana memilih bahan baku, memproduksi jamu yang baik dan pengolahan kemasan yang baik serta ,ikut dalam mengedukasi penggunaan jamu yang sesuai aturan. Kesimpulan pengolahan jamu yang terstandarisasi dan mengikuti prosedur Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dapat menghasilkan suatu produk jamu yang bermutu, berkualitas dan berkhasiat
Pendampingan Pengolahan Nira Pohon Nipah dalam Diversifikasi usaha GKN bersujud Tanahbumbu pada Program Kosabangsa Samsul Hadi; Liling tryasmono; Gunawan Gunawan; Deni Setiawan; Kunti Nastiti; Noval Noval; Yusri Yusri; Eka Setya Wijaya
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024704

Abstract

Nipah, sebuah tumbuhan yang dapat tumbuh pada daerah payau sampai dengan daerah mangrove, juga daerah pasang-surut laut. Nipah termasuk dalam genus palm yang dapat menghasilkan nira yang manis. Melihat potensi itu maka pangabdian ini dilakukan, dengan tujuan melakukan diversifikasi usaha GKN, menggunakan bahan baku nira dari sadapan tanaman nipah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah kegiatan observasi, analisis, pelatihan dan pengarahan. Hasil dari pendampingan ini adalah peningkatan ilmu pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan anggota GKN bersujud berkaitan dengan pengalahan nira dari pohon nipah untuk menjadi gula rendah kalori. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah anggota GKN bersujud mendapatkan pengeetahuan baru dan ketrampilan dalam melihat potensi yang ada disekitarnya berkaitan dengan keberadaan pohon nipah.
Promosi Kesehatan Tentang Literasi Kesehatan Kepada Pengunjung Puskesmas Guntung Manggis Kota Banjarbaru Ludowika Adonita Tarong; Samsul Hadi; Fanli Yudi Anwar; Kunti Nastiti; Pertiwi Awilda; Sheila Nurrahmah; Bawaihi Bawaihi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Vol. 3 No. 1 (2024): Maret: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/jpmis.v3i1.1551

Abstract

Health is an optimal condition, both physical and spiritual, which enables a person to carry out all activities optimally without any obstacles. This situation can be realized by increasing health literacy. Health literacy is an individual's ability to understand health information and apply it in making appropriate health decisions. The aim of this health promotion is to provide information and knowledge to the public regarding health literacy so that the public can better understand the importance of having good health literacy in creating a healthy society. The method used is the lecture method using leaflet media. There were 11 participants in this activity, while the resource persons or presenters were PKPA students from Lambung Mangkurat University at the Guntung Manggis Health Center. Health promotion results obtained from the pretest and post-test results of 11 participating respondents showed an increase in understanding in all question items up to 100%. It is hoped that this increase in knowledge will influence people's behavior to further improve the health literacy of each individual.
Alternatif Pewarnaan Benang Tenun Menggunakan Daun Tudung Laut (Aegiceras corniculatum) Hadi, Samsul; Ramadani, Rizka aulia; Rahmadina, nazwa; Nastiti, Kunti
Jurnal Farmasi SYIFA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Farmasi SYIFA
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jfs.v2i1.378

Abstract

Tudung laut mengandung zat warna yang dapat digunakan sebagai sumber bahan pewarna yang dapat diekstraksi dengan metode ekstraksi padat-cair, dengan menggunakan air sebagai pelarut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu ekstraksi dengan warna yang dihasilkan. Metode yang digunakan secara experimental yaitu penyiapan bahan baku, tahap ekstraksi dan penguapan, dan tahapan warna. Variabel yang digunakan adalah suhu 25°C, 50°C, 75°C dan 100°C serta waktu ekstraksi 1,5; 2.5; 3,5 dan 4,5 jam, ukuran serbuk 40 mesh. Perbandingan pelarut dengan air adalah 1:10. Untuk membentuk bubuk pewarna, larutan hasil ekstraksi dikeringkan dalam oven pada suhu 105˚°C selama 3 jam. Kadar zat warna maksimum diperoleh pada kondisi proses dengan suhu ekstraksi 100°C dan waktu ekstraksi 4 jam yaitu 1,85 gram. Warna yang dihasilkan adalah hijau muda-hijau tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi berpengaruh terhadap peningkatan zat warna yang dihasilkan. Simpulan pewarna terbanyak diperoleh pada suhu 100°C dengan waktu ekstraksi 4 jam pada mesh 30 dengan berat endapan zat warna 1,85 gram.
Antioxidant Activities of Various Fraction Levels of Kaik Kaik (Uruparia Multiflora K.Schum. & Lauterb): indonesia Hadi, Samsul; Setiawan, Deni; Nastiti, Kunti
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v9i3.291

Abstract

Borneo has abundant biodiversity, especially regarding medicinal plants. One of the plants used in traditional medicine by the Dayak tribe in Kalimantan is kaik-kaik (Uncaria cordata (Lour.) Merr.), so research is needed to evaluate the activity of this plant. One of the methods used to assess its medicinal properties is through its antioxidant activity. This research aimed to test the antioxidant activity of various fractions derived from U. cordata stems. The study began with ethanol extraction followed by fractionation using n-hexane, ethyl acetate, and distilled water. The extracts and fractions obtained were then tested for antioxidant activity using the DPPH radical capture method. The results indicated that the n-hexane fraction, with a yield of 0.69%, contains terpenoids/steroids, alkaloids, and flavonoids; the ethyl acetate fraction, with a yield of 1.453%, contains alkaloids and flavonoids; and the distilled water fraction, with a yield of 4.832%, contains saponins, tannins, alkaloids, phenols, and flavonoids. The n-hexane, ethyl acetate, and distilled water fractions exhibited antioxidant capacity with IC₅₀ values of 138.39 ± 0.3777 ppm, 48.51 ± 0.056 ppm, and 36.31 ± 0.111 ppm, respectively. This research concluded that the distilled water fraction was the most active and is classified as a very strong antioxidant.
Pemberdayaan Desa Manurung Sebagai Sentra Tenun Kaliman Selatan menggunakan ATBM Hadi, Samsul; Setiawan, Deni; Ramadani, Rizka Aulia; Rahmadina, Nazwa; Febriani, Noor Rahmi; Khadijah, Nor; Sukma, M. Laily Qadry; Yusri, Yusri
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024946

Abstract

Tenun merupakan karya manusia bernilai estetika dan memuat simbol dengan berbagai makna yang dituangkan ke dalam bentuk helaian kain berbahan dasar benang, dibuat dengan proses yang lama melalui cara menyatukan benang pakan melintang secara berulang-ulang. Salah satu sentra desa tenun di Kalimantan Selatan adalah Desa Manurung. Tehnik tenun yang dilakukan di Desa ini menggunakan tehnik gedog. Salah satu kelemahan tehnik gedog yaitu untuk memproduksi 1 kain dengan ukuran 2 meter diperlukan waktu satu bulan. Sehingga diperlukan tehnik lain untuk mempercepat produksi kain tenun. Salah satu tehnik tenun yang sederhana adalah menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin.  Metode pengabdian yang dilakukan dimulai dengan Identifikasi Kebutuhan dan Potensi Masyarakat; Perencanaan Program Pelatihan ATBM; Pelaksanaan Pelatihan; Pelatihan Managerial. Hasil dari kegiatan ini adalah ketertarikan generasi muda berjumlah dua belas orang untuk mempelajari menenun menggunakan ATBM, dari dua belas orang yang terampil menggunakan ATBM lima orang, sehingga di Desa manurung yang terampil menggunakan ATBM delapan orang. Berdasarkan pelatihan managerial terdata aset Mitra 1 sebesar Rp 159.500.000,- dan Mitra II sebesar Rp 15.900.000,-. Kesimpulan Kegiatan Pengabdian berupa pelatihan penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin dan managerial terhadap Mitra 1 dan Mitra 2 dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam hal tehnik menenun dan managerial dapat menjadi peluang pekerjaanAbstract. Tenun is a human work that has aesthetic value and contains symbols with various meanings that are poured into the form of strands of cloth made from yarn, made with a long process by repeatedly uniting the weft threads across. One of the centers of weaving villages in South Kalimantan is Manurung Village. The Tenun technique used in this village uses the gedog technique. One of the weaknesses of the gedog technique is that it takes one month to produce 1 cloth measuring 2 meters. So other techniques are needed to speed up the production of woven fabrics. One of the simple Tenun techniques is using Alat Tenun Bukan Mesin. The community service method used begins with Identifying Community Needs and Potential; ATBM Training Program Planning; Training Implementation; Managerial Training. The result of this activity is the interest of the young generation totaling twelve people to learn to weave using ATBM, of the twelve people who are skilled at using ATBM five people, so that in Manurung Village eight people are skilled at using ATBM. Based on the managerial training, the assets of Partner 1 were recorded at IDR 159,500,000 and Partner II at IDR 15,900,000. Conclusion Community Service Activities in the form of training on the use of Alat Tenun Bukan Mesin and managerial for Partners 1 and 2 can improve the knowledge and skills of partners in terms of tenun techniques and managerial can be a job opportunity
Skrening Kandungan Kimia Macaranga gigantea Reichb.f. & Zoll Interaksi terhadap GSTs : Chemical Compound Screening Macaranga gigantea Reichb.f. & Zoll Interaction against GSTs Samsul Hadi; Kunti Nastiti; Dian Ekowati; Ana Muliana; Arif Subekti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.576

Abstract

Penelitian Macaranga gigantea sebagai antioksidan sudah banyak dilakukan, Metode yang dipakai yaitu penangkap radikal DPPH dan Lipidperoksidasi. Metode isolasi senyawa dari Macaranga gigantea juga sudah dilakukan dan menghasilkan berbagai macam kandungan. Sehingga penelitian ini bertujuan mencari senyawa yang mempunyai interaksi paling stabil terhadap reseptor GSTs, karena GSTs adalah salah satu enzim yang berperan dalam antioksidan secara alami di dalam tubuh. Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah docking dengan metode PLANTS, persiapan ligand dengan Marvin Beans, dan visualisasi dengan Discovery studio. Dari penelitian ini diperoleh skor docking yang lebih baik dari ligand original pada 1TDI yaitu corilagin (-94,764), glyasperin A (-86,784), macagigantin (-104,752), musennin (-82,217), skor docking yang terbaik ketika berikatan dengan 3LJR adalah macagigantin (-110,028) dan dengan 18GS adalah macagigantin (-83,675). Kesimpulan dari penelitian ini adalah macagigantin dari Macaranga gigantea merupakan ligand potensial dalam hal stabilasi interaksi dengan reseptor.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Terhadap Permasalahan Penyakit Hipertensi di Desa Tambak Baru Ilir Kabupaten Banjar Rizki, Muhammad Ikhwan; Triyasmono, Liling; Hadi, Samsul; Normaidah, Normaidah; Ratnapuri, Prima Happy; Izma, Hayatun; Mahdi, Nur; Malahayati, Siti; Buih, Putri Helena Junjung; Agustina, Ni Kadek Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i4.13964

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan suatu penyakit yang tidak bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Salah satu PTM yang cukup banyak diderita oleh masyarakat adalah hipertensi. PTM dapat disebabkan pola hidup maupun pola makan yang tidak berimbang menyebabkan angka kejadian penyakit ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Tingkat penyakit hipertensi pada masyarakat Desa Tambak Baru Ilir masih tinggi dan diketahui masyarakat desa ini masih memiliki pengetahuan yang minim termasuk keterampilan pengelolaan manajemen hipertensi. Tujuan pengabdian yang telah dilakukan yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan penyakit hipertensi di Desa Tambak Baru Ilir. Kegiatan pengabdian dilakukan pada bulan agustus 2024. Secara umum kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi kegiatan pada kepala desa. Selanjutnya tim pengbadian masyarakat membuat media edukasi berupa leaflet tentang hipertensiMasyarakat yang akan diberikan edukasi sebelumnya diminta mengisi pretest, selanjutnya diakhir kegiatan mengerjakan posttest. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan pengabdian masyakat diikuti oleh 13 orang yang terdiri atas perempuan, usia 38-70 tahun, dan pekerjaan didominasi ibu rumah tangga. Nilai pretest dari skala 0-10 yang didapatkan rata-rata 7,08 dan nilai posttest rata-rata 9,23. Kesimpulannya yaitu terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hiprtensi secara signifikan sebelum dan sesudah edukasi pada kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tambak Baru Ilir. Kata Kunci: Edukasi, Hipetensi, Masyarakat, Pengetahuan, Banjar Non-communicable diseases (NCDs) cannot be transmitted from one person to another. One of the NCDs that is quite common in the community is hypertension. NCDs can be caused by an unbalanced lifestyle or diet, causing the incidence of this disease to continue to increase over time. The level of hypertension in the Tambak Baru Ilir village community is still high and it is known that the people of this village still have minimal knowledge, including hypertension management skills. The purpose of the community service that has been carried out is to increase public knowledge about hypertension in Tambak Baru Ilir village. Community service activities were carried out in August 2024. In general, community service activities began with the socialization of activities to the village head. Furthermore, the community service team made educational media through leaflets about hypertension. The community who would be given education were previously asked to fill out a pretest, then at the end of the activity, they did a posttest. The results of community service activities showed that community service was attended by 13 people consisting of women, aged 38-70 years, and jobs dominated by housewives. The pretest score on a scale of 0-10 obtained an average of 7.08 and the average posttest score was 9.23. The conclusion is that there was a significant increase in public knowledge about hypertension before and after education in community service activities in Tambak Baru Ilir village.
Co-Authors Ag. Yuswanto Ag. Yuswanto Agustina, Ni Kadek Ayu Amalia Khairunnisa Amalia Khairunnisa Amalia Khairunnisa Ana Maulana Ana Muliana Arif Subekti Arif Subekti Bawaihi Bawaihi Buih, Putri Helena Junjung Deni Setiawan Desiya Ramayanti Azhara Desiya Ramayanti Azhara Diah Aulia Rosanti Diah Aulia Rosanti Dian Ekowati Dian Ekowati Dian Kusuma Putra Eko Suhartono Elvina Astria Agustin Endang Lukitaningsih Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah Fanli Yudi Anwar Farida Istiqamah Fathul Jannah, Fathul Febriani, Noor Rahmi Fery Ramadhan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Indriani, Erika Irawati Irawati Izma, Hayatun Khadijah, Nor Khoerul Anwar Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Pelita Kuranji Blok Nastiti Liling Triyasmono Liling Triyasmono Liling tryasmono Linda Wahyuni Ludowika Adonita Tarong Lutfi Chabib, Lutfi Malahayati, Siti Melviani Melviani Mirza Maulana Ahmad Muhammad Firman Akbar Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Luthfi Firdaus Muhammad Syihab Setia Budi Nashrul Wathan Nastiti, Kunti Noer Komari Normaidah, Normaidah Normilawati Noval Noval Noval Noval Noval Noval Nugi Maulana Nur Mahdi Nurul Mardiati Okta Muthia Sari Pertiwi Awilda Rafiah Anggianingrum Rahmadina, Nazwa Rahmawati, Nanda Hesti Ramadani, Rizka aulia Ratnapuri, Prima Happy Rezka Fajar Ramadhan Rinda, Ririn Purnama Risye Hendry Rizki Swastika Puri ROBIATUL ADAWIYAH RR. Endang Lukitaningsih Rufi'i Salma Salma Sefa Nur Khalifah Setia Budi Sheila Nurrahmah Shindi, Muhammad Riki Sintya Oktaviani Sri Oktaviana Sari Sri Oktaviana Sari Subagus Wahyuono Subagus Wahyuono Suci Kamelia Sukmana, M. Laily Qadry Tazkia Safarina Ulfah, Nahdiati Umi Nur Hapifah Umi Nur Hapifah Uripto Trisno Santoso Viogenta, Pratika Wijaya, Eka Setya Yusri Yusri Yusri Yusri