Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECTIVENESS TEST OF OIL PALM LEAF EXTRACT (Elaeis guineensis Jacq.) AS A MOSQUITO BIOLARVACIDE Aedes aegypti Setiawan, Deni; Hadi, Samsul; Shindi, Muhammad Riki; Mahdi, Nur; Rinda, Ririn Purnama
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 11 No 1 (January-April 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v11i1.10275

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that is transmitted by female mosquito species Aedes aegypti which has spread all over the world. Efforts to control the Aedes aegypti mosquito vector by using natural biolarvicides using oil palm leaf extract. The purpose of this study was to determine the effectiveness of oil palm leaf extract (Elaeis guineensis Jacq.) as a biolarvicide for the Aedes aegypti mosquito. This study employs 600 Aedes aegypti larvae in an experimental post-test only control group design. Concentrations of oil palm leaf extract (OPLE) ranging from 1000 to 4000 ppm, using temephos as a positive control and aquadest as a negative control. The mortality of Aedes aegypti larvae was calculated every 1 hour during the 48-hour observation period. SPSS was used to analyse data to determine the concentrations of LC90 and LT50. The results of this study indicate the probit analysis value (LC90) of Aedes aegypti larvae is 2190 ppm with time (LT50) the fastest concentration of killing 4000 ppm with a time of 37,183 hours. Based on the results of research, oil palm leaf extract (Elaeis guineensis Jacq.) has a biolarvicidal effect on the larvae of the third instar Aedes aegypti mosquito.
Kegiatan Pengabdian Di Desa Manurung Kalimantan Selatan Sebagai Desa Tenun dan Hilirisasi Produknya [Community Service Activities in Manurung Village, South Kalimantan, as a Weaving Village and Its Product Downstreaming] Hadi, Samsul; Setiawan, Deni; Sukmana, M. Laily Qadry; Yusri, Yusri; Febriani, Noor Rahmi; Khadijah, Nor; Ulfah, Nahdiati; Indriani, Erika; Rahmawati, Nanda Hesti; Jannah, Fathul
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251291

Abstract

Abstract. This community service activity was conducted in Manurung Village, Kusan Tengah District, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan, known as a traditional weaving village. The main challenges faced by the community are limited skills in producing value-added derivative products and a lack of understanding of Intellectual Property Rights (IPR). The objective of this activity was to improve sewing skills for woven-based products, strengthen innovative designs with an IPR orientation, and encourage downstream product processing to increase economic value. The activity employed a participatory approach through training, mentoring, and evaluation involving two partner groups: the Mandiri Weaving Group and the Pagatan Weaving Generation Group. The results of the activity showed a significant increase in assets, skills, and income. The Mandiri Weaving Group recorded a 250% increase in sewing skills and a 97.1% increase in income, while the Pagatan Weaving Generation Group experienced a 62.6% increase in assets and a 132% increase in income. Other visible impacts included increased motivation, cross-generational involvement, and awareness of the importance of IPR protection. In conclusion, this community service activity successfully strengthened Manurung Village's position as a weaving village by combining cultural preservation and sustainable creative economic development. Abstrak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Manurung, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang dikenal sebagai desa penghasil tenun tradisional. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan keterampilan dalam menghasilkan produk turunan bernilai tambah serta minimnya pemahaman terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan menjahit produk berbasis tenun, memperkuat desain inovatif dengan orientasi HKI, serta mendorong hilirisasi produk untuk memperbesar nilai ekonomi. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan, dan evaluasi yang melibatkan dua kelompok mitra, yakni Kelompok Tenun Mandiri dan Kelompok Generasi Tenun Pagatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan aset, keterampilan, dan pendapatan secara signifikan. Kelompok Tenun Mandiri mencatat peningkatan keterampilan menjahit hingga 250% dan pendapatan 97,1%, sedangkan Kelompok Generasi Tenun Pagatan mengalami kenaikan aset sebesar 62,6% dan pendapatan hingga 132%. Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya motivasi, keterlibatan lintas generasi, serta kesadaran akan pentingnya perlindungan HKI. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini berhasil memperkuat posisi Desa Manurung sebagai desa tenun dengan menggabungkan aspek pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Uji Ketoksikan Akut Ekstrak Etanol Combretum indicum (L.) DeFilipps Metode Fixed Dose Hadi, Samsul; Indriani, Erika; Rahmawati, Nanda Hesti; Khadijah, Nor; Febriani, Noor Rahmi; Ulfah, Nahdiati; Nastiti, Kunti; Noval, Noval
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 6 No 1 (2025): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v6i1.1012

Abstract

Latar belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan obat herbal di masyarakat yang sering kali belum disertai data keamanan toksikologis yang memadai. Combretum indicum (L.) DeFilipps merupakan tanaman obat tradisional yang banyak dimanfaatkan, namun informasi ilmiah mengenai ketoksikan akut ekstrak etanolnya masih terbatas. Tujuan: mengevaluasi profil ketoksikan akut ekstrak etanol C. indicum sebagai dasar penentuan keamanan penggunaannya. Metode: Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode fixed dose sesuai pedoman OECD(Kpemissi et al., 2020). Hewan uji berupa tikus putih betina galur wistar yang diberikan ekstrak etanol C. indicum secara oral pada dosis 50, 100, 300, dan 2000 mg/kgBB. Parameter yang diamati meliputi kondisi umum, gejala klinis toksik, perubahan berat badan, dan mortalitas selama 14 hari pengamatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hewan uji tetap aktif dan tidak menampilkan gejala toksik maupun kematian pada seluruh dosis yang diuji. Berat badan tikus menunjukkan peningkatan normal tanpa perbedaan signifikan antar kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak etanol C. indicum memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah dengan perkiraan LD50 lebih dari 2000 mg/kgBB Simpulan: ekstrak etanol C. indicum relatif aman pada paparan akut dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan herbal, meskipun uji toksisitas lanjutan masih diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang
Optimasi Suhu dan Waktu Ekstraksi Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia jack.) Menggunakan Metode RSM (response surface methodology) dengan Pelarut Etanol 70% Khoerul Anwar; Farida Istiqamah; Samsul Hadi
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9085

Abstract

Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Indonesia sebagai aprodisiaka. Ekstraksi akar tumbuhan ini dilakukan dengan berbagai pelarut yang salah satunya menggunakan etanol 70%.  Pemilihan pelarut ini dilakukan untuk memperoleh kandungan zat berkhasiat semaksimal mungkin yang ditandai dengan rendemen yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu dan waktu ekstraksi optimum pada proses ekstraksi akar E. longifolia dengan pelarut etanol 70%. Metode OFAT (One Factor at The Time) digunakan pada uji pendahuluan dan metode RSM (Response Surface Methodology) digunakan pada desain eksperimen dengan bantuan software MINITAB 17. Penelitian dilakukan menggunakan 13 titik perlakuan dengan kombinasi suhu dan waktu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik optimum rendemen ekstraksi akar E.longifolia sebesar 4,07% diperoleh pada suhu 51,8oC dan waktu 12,13 jam dengan nilai D (desirability) sebesar 0,92. Uji validasi model RSM menunjukkan keakuratan sebesar 97,76%. Model persamaan regresi yang menggambarkan pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap rendemen akar E. longifolia adalah Y = - 70,1 + 2,536X1 + 1,387X2 – 0,02389X12 – 0,0464X22 – 0,00500X1X2. Kata Kunci: Eurycoma longifolia Jack., Suhu dan Waktu Ekstraksi, Metode RSM, Etanol 70%The root of the pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) has long been used as a traditional medicine by the Indonesian people as an aphrodisiac. Extraction of plant roots is carried out with various solvents, one of which uses ethanol 70%. The selection of this solvent was carried out to obtain the maximum possible active metabolite content which is characterized by high yield. This study aims to determine the optimum extraction temperature and time in the root extraction process of E. longifolia with 70% ethanol as solvent. The OFAT (One Factor at The Time) method was used in the preliminary test and the RSM (Response Surface Methodology) method was used in the experimental design with the help of MINITAB 17 software. The study was conducted using 13 treatment points with different combinations of temperature and time. The results showed that the optimum yield point of E. longifolia root extraction was 4.07% at a temperature of 51.8°C and extraction time of 12.13 hours with D (desirability) value of 0.92. The validation test of the RSM model shows an accuracy of 97.76%. The regression equation model that describes the effect of temperature and extraction time on the root yield of E. longifolia is Y = - 70.1 + 2.536X1 + 1.387X2 – 0.02389X12 – 0.0464X22 – 0.00500X1X2.
Autentikasi G.dulcis terhadap Adulterasi G.Mangostana dengan Metode Spektrofotometri Kombinasi Kemometrik Samsul Hadi; Kunti Nastiti
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v10i1.4856

Abstract

Garcinia is a genus consisting of various species that engage in diverse activities. The two garcinia species that have been studied are G. dulcis and G. mangostana. Fruit extracts from the pericarp of both species have antioxidant, antibacterial, anti-hyperlipidemic, and anti-diabetic activity. However, the activities of these two species vary, so authentication of one species is necessary. This study aims to authenticate G. dulcis in a mixture of G. dulcis and G. mangostana. This research uses a combination of the spectrophotometric method and chemometrics. The equipment used is UV-vis spectrophotometry, and data analysis uses PLSR. The research results show that at a wavelength area of 246.77–224.46 nm, the normal model RMSEC is 3.75 and R2 is 0.99, and the wavelength 300.2-256.56 nm of the second derivatization RMSEC is 3.21 and R2 is 0.9956. Based on the data obtained, it can be concluded that the 2nd derivatization model at a wavelength of 300.2-256.56 nm is the best model for authenticating G.dulcis against G.mangostana because it has the lowest RMSE and the highest R2 qualitatively but has not been able to quantify the difference.
Co-Authors Ag. Yuswanto Ag. Yuswanto Agustina, Ni Kadek Ayu Amalia Khairunnisa Amalia Khairunnisa Amalia Khairunnisa Ana Maulana Ana Muliana Arif Subekti Arif Subekti Bawaihi Bawaihi Buih, Putri Helena Junjung Deni Setiawan Desiya Ramayanti Azhara Desiya Ramayanti Azhara Diah Aulia Rosanti Diah Aulia Rosanti Dian Ekowati Dian Ekowati Dian Kusuma Putra Eko Suhartono Elvina Astria Agustin Endang Lukitaningsih Fadlilaturrahmah Fadlilaturrahmah, Fadlilaturrahmah Fanli Yudi Anwar Farida Istiqamah Fathul Jannah, Fathul Febriani, Noor Rahmi Fery Ramadhan Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Indriani, Erika Irawati Irawati Izma, Hayatun Khadijah, Nor Khoerul Anwar Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Pelita Kuranji Blok Nastiti Liling Triyasmono Liling Triyasmono Liling tryasmono Linda Wahyuni Ludowika Adonita Tarong Lutfi Chabib, Lutfi Malahayati, Siti Melviani Melviani Mirza Maulana Ahmad Muhammad Firman Akbar Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Luthfi Firdaus Muhammad Syihab Setia Budi Nashrul Wathan Nastiti, Kunti Noer Komari Normaidah, Normaidah Normilawati Noval Noval Noval Noval Noval Noval Nugi Maulana Nur Mahdi Nurul Mardiati Okta Muthia Sari Pertiwi Awilda Rafiah Anggianingrum Rahmadina, Nazwa Rahmawati, Nanda Hesti Ramadani, Rizka aulia Ratnapuri, Prima Happy Rezka Fajar Ramadhan Rinda, Ririn Purnama Risye Hendry Rizki Swastika Puri ROBIATUL ADAWIYAH RR. Endang Lukitaningsih Rufi'i Salma Salma Sefa Nur Khalifah Setia Budi Sheila Nurrahmah Shindi, Muhammad Riki Sintya Oktaviani Sri Oktaviana Sari Sri Oktaviana Sari Subagus Wahyuono Subagus Wahyuono Suci Kamelia Sukmana, M. Laily Qadry Tazkia Safarina Ulfah, Nahdiati Umi Nur Hapifah Umi Nur Hapifah Uripto Trisno Santoso Viogenta, Pratika Wijaya, Eka Setya Yusri Yusri Yusri Yusri