Claim Missing Document
Check
Articles

Mapping of Diarrhea in Toddlers with Open Defecation Free (ODF) Status in Tuban Regency Izza Mahendra; Khuliyah Candraning Diyanah; Moch. Irfan Hadi; Sigit Ari Saputro; Syahrul Afifa Ratna Sari
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 13 No. 2 (2021): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v13i2.2021.113-120

Abstract

Introduction: The Tuban Regency Health Profile in 2019 stated that the villages with ODF status had reached 64 villages (19.5%) out of 328 total villages, while the villages reported having implemented Community-Based Total Sanitation (CBTS) have reached 100%. The low ODF status achieved indicates that most people still defecate openly, which will increase health risks due to environmental pollution. This study aimed to determine the distribution map of diarrhea in toddlers in each district of Tuban Regency in 2019. Methods: This study was an observational research type supported by mapping through an application with a cross-sectional research design. This study was all districts in Tuban Regency. Data were obtained from secondary data, which were the Tuban Regency Health Profile in 2019. Results and Discussion: The percentage of latrine ownership was 71.15%, the open defecation was 70%, the percentage of children under five was not more than 14.69%, and cases of diarrhea among toddlers were relatively diverse in each district with the lowest number of cases was 0, and the highest number of cases was 841. Conclusion: Diarrhea in toddlers was commonly distributed in the Eastern and Southeastern Tuban Regency, directly adjacent to the Bengawan Solo River. There was a strong possibility that the occurrence of diarrhea was related to the water quality of Bengawan Solo River that was consumed for daily household activities.
PENGARUH KOMPLEKS LINIER ALKYL BENZENE SULFONATE (LAS) DAN KADMIUM (Cd) TERHADAP PENINGKATAN AKUMULASI, ABSORBSI DAN TOKSISITAS KADMIUM (Cd) PADA Cyprinus carpio L. Moch Irfan Hadi; Eva Agustina; Funsu Andiarna; Nadlir Nadlir; Misbakhul Munir
Al-Ard: Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Department of Environmental engineering, Faculty of Science and Technology, Islamic State University Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.809 KB) | DOI: 10.29080/alard.v4i2.477

Abstract

Deterjen merupakan salah satu hasil produk teknologi dengan menggunakan bahan kimia pengaktif permukaan (surfaktan) Alkyl Benzene Sulfonat (ABS) sebagai penghasil busa. ABS memiliki efek destruktif (buruk) terhadap lingkungan yakni sulit diuraikan oleh mikroorganisme, sehingga diganti dengan bahan aktif yang memiliki sifat lebih ramah lingkungan yaitu Linier Alkylbenzene Sulfonate (LAS). Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh komplek Linier Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) dan logam kadmium (Cd) dengan berbagai variasi konsentrasi terhadap absorbsi, akumulasi dan toksisitas logam kadmium (Cd) pada ikan mas (Cyprinus Carpio L). Sampel yang digunakan adalah ikan Cyprinus carpio L. dengan usia kurang lebih 3 bulan dengan asumsi bahwa ikan sudah berkembang secara seksual (mature). Cyprinus carpio L yang digunakan berkelamin jantan dengan panjang ±15cm dan berat badan ±100 gram. Penelitian ini menggunakan 6 variasi kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol, maka dengan rumus diatas didapatkan r (ulangan) minimal 4 kali, maka dengan jumlah kelompokan 7 didapatkan besar sampel 28 ekor. Hasil penelitian ini adalah akumulasi lebih banyak ditemukan pada kelompok perlakuan Cd dan LAS. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah didapatkan perbedaan akumulasi variasi perlakuan antara kelompok kontrol, Cd dan kombinasi LAS-Cd. Terjadinya akumulasi logam berat pada berbagai organisme dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan dan kesehatan pada manusia.
Hepatitis B Surface Antibody (HBsAb) Screening with Rapid Test among Teenagers in Surabaya Moch Irfan Hadi; Muhammad Yusuf Alamudi
Journal of Health Science and Prevention Vol. 1 No. 2 (2017): JHSP Vol 1 No 2 - 2017
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.498 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v1i2.100

Abstract

Hepatitis was an inflammation or infection of the liver cells and generally caused by the virus, resulting in the liver swelled. Hepatitis B disease is caused by acute or chronic Hepatitis B virus and includes the most dangerous liver disease. World Health Organization (WHO) estimates in 2002 that one billion living individuals are infected with Hepatitis B, so more than 200 million people worldwide are infected, and 1-2 million deaths annually are associated with VHB. In 2008 the number of people infected with VHB was 2 billion, and 350 million people continued to be patients with chronic hepatitis B infection. Generally most of Hepatitis B immunization studies that have been conducted in Indonesia only observe the early age group (infant) and quite rare for adolescence groups. Those group of teenagers becomes very important subject because they will soon be married and have children in the future. The research aimed to investigated HbsAb-based hepatitis using Rapid test among teenagers. This research was conducted in the Boarding School Health Study Center of Nadhlatul Ulama University Surabaya. Fifty-four teenagers were tested using HbsAb rapid test. The HBsAb rapid test result found 2 teenagers positive to hepatitis.
Karakteristik Demografi ODHA di Papua Mirna Widiyanti; Moch Irfan Hadi; Setyo Adiningsih; Muhammad Yusuf Alamudi; Mei Lina Fitri Kumalasari
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 1 (2019): JHSP Vol 3 No 1 - 2019
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.931 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i1.175

Abstract

HIV dan AIDS merupakan salah satu permasalahan di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI sampai dengan maret 2017, sebanyak 407 kota/kabupaten dari 507 kota/kabupaten dan lebih dari 87 ribu orang mengidap AIDS. Berbeda apabila dibandingkan dengan provinsi-provinsi lainnya, Papua mengalami epidemi HIV meluas tingkat rendah dengan prevalensi HIV sebesar 2.3 %. Jumlah penderita HIV lebih banyak terjadi pada perempuan usia reproduktif dibandingkan pada laki-laki. Meskipun HIV tersebar meluas di kelompok populasi umum baik untuk laki-laki maupun perempuan, kegiatan seks komersial memberikan kontribusi yang besar terhadap epidemi di semua wilayah Papua. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik demografi ODHA Di Papua Sebagai Baseline Data Di Indonesia. Penelitian dilakukan di tiga wilayah di Papua yaitu Kabupaten Nabire, Kab./Kota Jayapura, dan Kab. Jayawijaya dengan jumlah responden sebanyak 264 orang. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil terdapat perbedaan karakteristik demografi ODHA di tiga wilayah Papua (Kabupaten Nabire, Kab./Kota Jayapura, dan Kab. Jayawijaya). Dari hasil penelitian dibutuhkan strategi penanganan ODHA yang berbeda di masing-masing wilayah.
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Indonesia: Studi Literatur Moch Irfan Hadi; Mei Lina Fitri Kumalasari; Estri Kusumawati
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 2 (2019): JHSP Vol 3 No 2 - 2019
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.821 KB) | DOI: 10.29080/jhsp.v3i2.238

Abstract

Stunting adalah suatu keadaan dimana indeks tinggi badan menurut umur di bawah -2 SD berdasarkan dari standar WHO. Keadaan ini adalah manifestasi jangka panjang dari faktor konsumsi diet berkualitas yang rendah, penyakit infeksi yang terjadi berulang dan factor lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stunting dipengaruhi oleh tingkat asupan energi, riwayat durasi penyakit infeksi, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga. Metode penelitian ini adalah studi literature dengani berbagai referensi, seperti artikel atau jurnal penelitian, review jurnal, annual report, buku dan data-data yang mendukung dengan kejadian stunting yang diterbitkan dari tahun 2009 - 2019. Pencarian dilakukan menggunakan mesin pencari google di internet dengan kata kunci yang terkait, seperti: stunting, faktor resiko, penyakit infeksi, imunisas dan vaksin. Pencarian database dilakukan di PubMed, PLoS, Reaserchgate, WHO dan Depkes RI. Kesimpulan dari penelitian ini adalah memberi saran kepada pemerintah, instansi kesehatan, dan pihak terkait untuk berkolaborasi menerapkan kebijakan untuk mengurangi risiko stunting. Selain itu, masyarakat disarankan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, memberikan asupan nutrisi yang seimbang serta meningkatkan derajat kesehatan anak dan pengembangan EST (Eco Support Theory) dalam rangka mengurangi stunting di Indonesia.
Kandungan Kadmium Dalam Darah Pada Konsumen Ikan Hasil Tambak Dengan Pencemaran Lindi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) moch irfan hadi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v1i4.54

Abstract

Lindi yang berasal dari penampungan sampah dapat berdampak pada semakin tingginya tingkat pencemaran air tambak di sekitar TPA sampah dengan bahan pencemar salah satunya adalah kadmium. Ikan yang hidup di tempat tersebut sangat mudah mengalami biakumulasi kadmium dan akibatnya kadmium akan ikut dikonsumsi oleh manusia yang pada akhirnya akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari hubungan dari pencemaran lindi dan konsumsi ikan hasil tambak dengan kadar kadmium dalam darah. Penelitian ini berlokasi di Dukuh Jawar Kelurahan Tambakdono Kecamatan Pakal Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional yang analisis datanya dilakukan secara analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang mengkonsumsi ikan hasil tambak dari sekitar TPA Benowo. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 33 responden untuk kelompok terpapar, yaitu responden yang mengkonsumsi ikan hasil tambak di sekitar TPA Benowo. Sedangkan responden kelompok pembanding sejumlah 19 responden. Diketahui bahwa kadar kadmium dalam outlet IPAL TPA sampah telah melampaui nilai baku mutu kadmium dalam air limbah industri untuk dibuang ke saluran irigasi yaitu sebesar 0,1 mg/l. Pada tambak di sekitar TPA Benowo kadar kadmium dalam airnya telah melampaui baku mutu, dimana nilai seharusnya adalah dibawah 0,01 mg/l. Diketahui juga faktor jarak menjadi penentu dari kadar kadmium yang ada dalam air tambak di sekitar TPA Benowo. Pada ikan hasil tambak diketahui bahwa kandungan kadmiumnya masih dibawah ambang batas yang ditetapkan, meskipun demikian perlu kewaspadaan karena kadmium merupakan logam yang akumulatif. Diketahui juga bahwa rata-rata kadar cadmium darah pada kelompok terpapar sebesar 3,27 µg/L sedangkan rata-rata cadmium darah pada kelompok pembanding sebesar 0,56 µg/L. Dengan menggunakan uji regresi ganda diketahui hubungan antara konsumsi ikan hasil tambak dengan kadar kadmium dalam darah responden adalah sangat kuat, ini ditunjukkan dengan nilai R sebesar 0,820. Kata kunci: kadar kadmium dalam lindi, kadar kadmium dalam ikan, kadar kadmium dalam air tambak dan kadar kadmium darah.
Identification of Microplastics Content in Sediment, Water and Digestive Channel of Milkfish (Chanos chanos) in Sidoarjo Pond Annisa Inda Sanabila; Moch Irfan Hadi; Atiqoh Zummah
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v5i1.12295

Abstract

Microplastics are a form of new pollution that the Indonesian people are not aware of. The factors for the entry of microplastics into pond waters are water sources, anthropogenic activities, and pond cleanliness. The purpose of this study was to determine the abundance of microplastics, the color and shape of microplastics, and the types of microplastic polymers found in sediment, water, and the digestive tract of milkfish (Chanos chanos) in Sidoarjo ponds. The average abundance of microplastics in sediment samples obtained from semi-intensive ponds is 300 particles per 50 grams, while the sediment samples from traditional ponds are 613 particles per 50 grams. The average abundance of microplastics in the semi-intensive pond water samples was 2.1 particles per 20 liters and in traditional ponds was 2.3 particles per 20 liters. The average abundance of microplastics in the milkfish (Chanos chanos) samples from the Semi-Intensive Pond was as many as 6 particles per tail, while the Traditional Pond had 9.5 particles per tail. In this study, four colors of microplastics were found, namely blue, black, red, and transparent, while the microplastics obtained were fiber, fragment, and filament. The types of microplastic polymers encountered in this study were dominated by polyamide or nylon polymers. In sediment samples from both ponds, we found the presence of Polyamide or Nylon polymers, namely Polystyrene and Polyamide or Nylon, and in the digestive tract of milkfish (Chanos chanos), namely Polyamide or Nylon.
Nematoda Parasit Pada Rattus spp. dari Pulau Simeulue, Aceh Muhammad F. Musyaffa; Kartika Dewi; Nanang Supriatna; Moch. Irfan Hadi
Jurnal Biologi Papua Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.309 KB) | DOI: 10.31957/jbp.882

Abstract

Rattus spp. are often found living together in the human environment. Till date, there are no data on nematodes in rats from Simeulue Island. Therefore, a research on the nematodes of Rattus spp. from Simeulue Island, Aceh was conducted to know the species and the pattern of nematodes infection. The observation was carried out by dissecting 14 carcasses of Rattus spp. and then observing the internal organs for nematodes. For the result, we identified four species i.e., Syphacia muris, Cyclodontostomum purvisi, Gongylonema neoplasticum, and Nippostrongylus brasiliensis with prevalence 28.5%, 7.1%, 7.1%, 85.7%, respectively, and parasite indexes 1-23, 1, 1, 2-118 individual parasites in each host, respectively.Key words: nematodes, parasites, Rattus spp., Simeuleu Island.
Stunting Countermeasures Intervention Model in Remote Areas of Banyuwangi Regency East Java Mei Lina Fitri Kumalasari; Estri Kusumawati; Moch. Irfan Hadi
Journal of Health Science and Prevention Vol. 7 No. 1 (2023): JHSP Vol 7 No 1 - 2023
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jhsp.v7i1.853

Abstract

Stunting in toddlers becomes a chronic nutritional problem. Factors that cause stunting are maternal nutrition during pregnancy, socioeconomic conditions, infectious diseases in infants, access to health services, reproductive health, sanitation and clean water. This study aims to analyze stunting prevention intervention models in remote areas of Sukamade, Banyuwangi Regency. This study is an analytical observational study with a quantitative approach. Data collection techniques by interview and observation using a questionnaire. The sampling technique used a total sampling with a sample size of 42 toddler households. The analysis technique used is the Structural Equation Models (SEM) equation model, an alternative method of PLS. The final results show that environmental variables have a significant effect on stunting. The latent variable that affects the stunting variable is the environmental variable. It is necessary to create an intervention model that takes into account the need for safe drinking water by maintaining water sources and water quality.
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) TERHADAP DAYA HAMBAT Candida albicans SECARA IN VITRO PADA KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS Funsu Andiarna; Mei Lina Fitri Kumalasari; Moch. Irfan Hadi
Scripta Biologica Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.sb.2023.10.2.1003

Abstract

Basil (Ocimum basilicum L.) can be used as a treatment for vulvovaginal candidiasis because it contains essential oils where there are flavonoids, alkaloids, tannins and saponins which can inhibit growth and kill fungal cells of Candida albicans. The purpose of this study was to determine the antifungal activity of basil leaf extract (O. basilicum) with variations in the concentration of the solution to the inhibition of C. albicans in vitro in vulvovaginal candidiasis. This study was an experimental study with basil leaf extract samples with various concentrations of 6.25 mg / ml; 12.5 mg / ml; 25 mg / ml; 50 mg / ml; 100 mg / ml; control (+) by giving 2% ketoconazole and control (-) by giving 10% DMSO. The research method uses disc diffusion test. Phytochemical tests of basil leaves showed that the leaves contained flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins positively. The inhibition of C. albicans is best in the extract of O. basilicum leaves with a concentration of 100 mg/ml. The greater the concentration of the extract given, the more inhibited power will be formed because the concentration of the bioactive components contained in the extract is higher. Key Words: Basil leaf extract, Candida albicans, Inhibitory power, Antifungal compounds
Co-Authors Abdul Azis Abdul Muhid Adiningsih, Setyo Aditya Sukma Pawitra Aditya Sukma Prawira Agung, Tri Sunan AGUSTINA, EVA Albarkah, M. Rafly ANDYARINI, ESTI NOVI Annisa Inda Sanabila Asri Sawiji Atiqoh Zummah Ayudya Fitri Arifa Choiriyah, S.Si, Chumaidatul Corie Indria Prasasti Dedi Ananta Purba Dedy Suprayogi Dian Tugu Warsito Taufiq Eko Teguh Pribadi Esti Tyastirin Estri Kusumawati Eva Agustina Eva Agustina, Eva Evi Iriani Natalia Faizah, Hanik Fatih, M. Fachrul Funsu Andiarna Hanik Faizah Ika Mustika Irul Hidayati Izza Mahendra Kartika Dewi Kartika Dewi Khuliyah Candraning Diyanah Linggar Dwi Kinasih M Yusuf Alamudi M. Chusnan Ma'arif M. Yusuf Alamudi Mauludiyah Ma’arif, M. Chusnan Mei lina Fitri Kumalasari Mei Lina Fitri Kumalasari Mei Lina Fitri Kumalasari Mei Lina Fitri Kumalasari Mei Lina Fitri Kumalasari Mei Lina Fitri Kumalasari Miftakhus Sa'adah Mirna Widiyanti Mirna Widiyanti Mirna Widiyanti Mirna Widiyanti MISBAKHUL MUNIR Misbakhul Munir Misbakhul Munir Muhamad Ratodi Muhammad F. Musyaffa Muhammad Falikhul Musyaffa' Muhammad Yusuf Alamudi Muhammad Yusuf Alamudi Muhammad Yusuf Alamudi Muhammad Yusuf Alamudi Nadlir Nadlir Nadlir Nadlir, Nadlir Nanang Supriatna Natalia, Evi Iriani Nirmala Fitria Firdhausi Nova Lusiana Nugraha, Dimas Putra Wahyu Nugraha, Dimas Rizal Wahyu Nur Maulida Safitri Nusa, Raras Widya Perdanawati, Rizqi Abdi Puji Maryono Purba, Dedi Ananta Putra, Riswanda Rangga Risa Purnamasari Rizqiyah, Ziadatur Robayanto Robayanto Sanabila, Annisa Inda Setyo Adiningsih Setyo Adiningsih Sigit Ari Saputro Soedjajadi Keman Sri Hidayati Sri Hidayati Suhardi, Haidar Rafli Putra Syahrul Afifa Ratna Sari Tatag Bagus Prakarsa Teguh Taruna Utama Widia Purnamasari Wiga Alif Violando Yuanita Rachmawati Yudied Agung Mirasa